100+ Soal Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN + Kisi-Kisinya

Share ke:

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) melalui program Politeknik Agraria membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier di bidang pertanahan sebagai aparatur negara yang profesional. Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) menjadi gerbang utama yang harus dilalui dengan tahapan ketat, mulai dari tes akademik, wawasan kebangsaan, hingga kesehatan dan kebugaran jasmani.

Artikel ini menyajikan lebih dari 100 soal latihan SPTB Politeknik Agraria STPN lengkap beserta kisi-kisinya, mencakup TPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Wawasan Kebangsaan, dan pengetahuan dasar pertanahan sebagai bekal persiapan agar calon taruna dapat memaksimalkan peluang lolos seleksi.

Mengenal SPTB Politeknik Agraria STPN

Politeknik Agraria STPN adalah satu-satunya perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang mencetak tenaga ahli di bidang pertanahan. Lulusannya langsung ditempatkan sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan BPN seluruh Indonesia, menjadikan institusi ini sangat diminati oleh calon taruna yang ingin berkarier di sektor pertanahan negara.

SPTB atau Seleksi Penerimaan Taruna Baru merupakan proses rekrutmen resmi yang diselenggarakan setiap tahun untuk menjaring calon taruna terbaik. Seleksi ini terdiri dari beberapa tahap, yakni seleksi administrasi, tes akademik tertulis, tes kesehatan, serta tes kebugaran jasmani. Memahami struktur dan materi seleksi sejak awal adalah langkah pertama yang wajib dilakukan agar persiapan belajar lebih terarah dan efektif.

Kisi-Kisi Soal Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN

Berikut adalah kisi-kisi materi yang diujikan dalam SPTB Politeknik Agraria STPN:

1. Tes Potensi Akademik (TPA) Mengukur kemampuan dasar akademik calon taruna melalui tiga aspek utama: verbal (sinonim, antonim, analogi kata), numerik (deret angka, operasi hitung, perbandingan), dan logika (penalaran umum dan logika formal). Materi ini biasanya mendapat porsi terbesar dalam soal tertulis.

2. Bahasa Indonesia Menguji kemampuan memahami teks bacaan, ejaan dan tata bahasa sesuai PUEBI, penggunaan kata baku, serta kemampuan menyusun kalimat efektif. Soal juga mencakup pemahaman paragraf dan ide pokok.

3. Bahasa Inggris Meliputi vocabulary, grammar, reading comprehension, dan terjemahan sederhana. Tingkat kesulitan setara kemampuan dasar hingga menengah (setara SMA/sederajat).

4. Wawasan Kebangsaan Mencakup materi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, sejarah nasional Indonesia, serta pengetahuan tentang lembaga-lembaga negara. Materi ini wajib dikuasai karena sering muncul dalam jumlah soal yang cukup banyak.

5. Pengetahuan Umum Meliputi isu-isu terkini di tingkat nasional maupun internasional, pengetahuan tentang pemerintahan, geografi Indonesia, dan bidang sosial-budaya secara umum.

6. Pengetahuan Dasar Pertanahan & Agraria Materi khas STPN yang mencakup pengertian dasar pertanahan, fungsi BPN, reforma agraria, pendaftaran tanah, serta Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960.

7. Tes Kebugaran Jasmani Meliputi lari jarak tertentu, push-up, sit-up, dan pull-up. Standar kelulusan fisik disesuaikan berdasarkan jenis kelamin dan usia peserta seleksi.

Contoh Soal Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN

Soal 1 

Antonim dari kata KONTRAKSI adalah…

A. Penyusutan 

B. Pembatasan 

C. Penekanan 

D. Perluasan 

E. Ekspansi

Jawaban: E

Pembahasan: Kontraksi berarti penyusutan atau pengecilan. Antonim (lawan kata) yang paling tepat adalah Ekspansi, yang berarti perluasan atau pengembangan. Kata “Perluasan” (D) memang mirip, namun Ekspansi lebih tepat karena merupakan lawan langsung dari kontraksi dalam konteks ekonomi maupun bahasa.

Soal 2 

DOKTER : PASIEN = GURU : …

A. Buku 

B. Sekolah 

C. Ilmu 

D. Kelas 

E. Murid

Jawaban: E

Pembahasan: Pola analogi ini adalah hubungan antara pemberi layanan dan penerima layanan. Dokter memberikan layanan kesehatan kepada Pasien. Dengan pola yang sama, Guru memberikan layanan pendidikan kepada Murid. Buku, sekolah, ilmu, dan kelas bukan penerima layanan guru secara langsung.

Soal 3 

Deret angka: 3, 6, 12, 24, 48, …

A. 72 

B. 84 

C. 100 

D. 108 

E. 96

Jawaban: E

Pembahasan: Pola deret ini adalah perkalian 2 pada setiap suku. 3 × 2 = 6 → 6 × 2 = 12 → 12 × 2 = 24 → 24 × 2 = 48 → 48 × 2 = 96. Maka bilangan selanjutnya adalah 96.

Soal 4 

Jika semua pegawai BPN adalah ASN, dan Budi adalah pegawai BPN, maka…

A. Budi bukan ASN

B. Semua ASN adalah pegawai BPN 

C. Budi mungkin bukan ASN 

D. Tidak dapat disimpulkan 

E. Budi adalah ASN

Jawaban: E

Pembahasan: Ini adalah soal silogisme. Premis 1: Semua pegawai BPN = ASN. Premis 2: Budi = pegawai BPN. Kesimpulan logis: Budi adalah ASN. Pilihan B salah karena tidak semua ASN harus pegawai BPN — bisa dari instansi lain.

Soal 5 

Nilai rata-rata 5 bilangan adalah 40. Jika satu bilangan ditambahkan sehingga rata-rata menjadi 42, bilangan yang ditambahkan adalah…

A. 48 

B. 50 

C. 54 

D. 56 

E. 52

Jawaban: E

Pembahasan: Jumlah 5 bilangan = 5 × 40 = 200. Setelah ditambah 1 bilangan, jumlah total = 6 × 42 = 252. Bilangan yang ditambahkan = 252 − 200 = 52.

Soal 6 

Penulisan kata baku yang benar sesuai KBBI adalah…

A. Ijasah 

B. Ijasat 

C. Ijazat 

D. Ijazah 

E. Ijazan

Jawaban: D

Pembahasan: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar adalah Ijazah, bukan ijasah atau ijazat. Kesalahan penulisan “ijasah” sangat umum terjadi di masyarakat, namun tidak diakui sebagai kata baku dalam KBBI.

Soal 7 

Kalimat yang menggunakan ejaan PUEBI dengan benar adalah…

A. Dia tinggal di jl. Malioboro no. 5 

B. dia tinggal di Jalan Malioboro no. 5 

C. Dia tinggal di jalan Malioboro nomor 5 

D. Dia tinggal di Jln. Malioboro No. 5 

E. Dia tinggal di Jalan Malioboro No. 5

Jawaban: E

Pembahasan: Sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), nama jalan ditulis lengkap dengan huruf kapital di awal: Jalan (bukan jl. atau Jln.). Singkatan “No.” untuk nomor diperbolehkan dan ditulis dengan huruf kapital. Awal kalimat juga harus menggunakan huruf kapital.

Soal 8 Ide pokok suatu paragraf terdapat pada kalimat yang bersifat…

A. Penjelas 

B. Pendukung 

C. Penutup 

D. Akhir 

E. Utama

Jawaban: E

Pembahasan: Ide pokok atau gagasan utama selalu terdapat pada kalimat utama. Kalimat utama bisa berada di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif), atau di awal dan akhir (campuran). Kalimat penjelas dan pendukung hanya berfungsi memperkuat kalimat utama.

Soal 9 

The synonym of the word ACQUIRE is…

A. Lose 

B. Sell 

C. Reject 

D. Remove 

E. Obtain

Jawaban: E

Pembahasan: Acquire berarti mendapatkan atau memperoleh sesuatu. Sinonimnya yang paling tepat adalah Obtain (memperoleh). Lose = kehilangan, Sell = menjual, Reject = menolak, Remove = menghapus/memindahkan — semuanya berlawanan atau tidak berkaitan.

Soal 10 

Choose the correct sentence…

A. She don’t know the answer 

B. They doesn’t like the food 

C. We doesn’t need help 

D. I doesn’t understand 

E. He doesn’t go to school today

Jawaban: E

Pembahasan: Dalam Simple Present Tense, subjek orang ketiga tunggal (He, She, It) menggunakan doesn’t (does not) untuk kalimat negatif. Subjek jamak atau orang pertama (I, You, We, They) menggunakan don’t. Pilihan E benar karena “He” + “doesn’t” sudah sesuai kaidah grammar.

Soal 11 

“The land certificate _____ issued by BPN last year.”

A. is 

B. will be 

C. has been 

D. were 

E. was

Jawaban: E

Pembahasan: Kalimat ini menggunakan Simple Past Passive karena ada keterangan waktu lampau “last year”. Rumus Simple Past Passive adalah was/were + V3. Subjek “The land certificate” adalah tunggal, sehingga menggunakan was, bukan were.

Soal 12 

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia termuat dalam…

A. Batang Tubuh UUD 1945 

B. Penjelasan UUD 1945 

C. Ketetapan MPR 

D. Undang-Undang No. 1 Tahun 1945 

E. Pembukaan UUD 1945 alinea keempat

Jawaban: E

Pembahasan: Pancasila secara resmi termuat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yang berbunyi “…maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…” dilanjutkan dengan kelima sila Pancasila.

Soal 13 

Sidang BPUPKI yang membahas dasar negara pertama kali dilaksanakan pada…

A. 17 Agustus 1945 

B. 1 Maret 1945 

C. 18 Agustus 1945 

D. 22 Juni 1945 

E. 29 Mei – 1 Juni 1945

Jawaban: E

Pembahasan: BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengadakan sidang pertama pada 29 Mei – 1 Juni 1945 untuk membahas dasar negara. Pada sidang inilah Ir. Soekarno mencetuskan istilah Pancasila pada 1 Juni 1945. Tanggal 22 Juni 1945 adalah penandatanganan Piagam Jakarta, bukan sidang BPUPKI.

Soal 14 

Lembaga negara yang berwenang melakukan uji materi undang-undang terhadap UUD 1945 adalah…

A. Mahkamah Agung 

B. Komisi Yudisial 

C. DPR D. MPR 

E. Mahkamah Konstitusi

Jawaban: E

Pembahasan: Berdasarkan Pasal 24C UUD 1945, Mahkamah Konstitusi (MK) berwenang menguji undang-undang terhadap UUD 1945 (judicial review). Mahkamah Agung berwenang menguji peraturan di bawah undang-undang. Komisi Yudisial mengawasi perilaku hakim, bukan menguji undang-undang.

Soal 15 

Semboyan negara Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” diambil dari kitab…

A. Negarakertagama 

B. Arjunawiwaha 

C. Pararaton 

D. Smaradahana 

E. Sutasoma

Jawaban: E

Pembahasan: “Bhinneka Tunggal Ika” berasal dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Frasa lengkapnya adalah “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua. Negarakertagama adalah karya Mpu Prapanca.

Soal 16 

Ibu kota negara Indonesia yang baru sesuai Undang-Undang Ibu Kota Negara adalah…

A. Jakarta 

B. Balikpapan 

C. Samarinda 

D. Palangkaraya 

E. Nusantara

Jawaban: E

Pembahasan: Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, ibu kota baru Indonesia bernama Nusantara, berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jakarta tetap menjadi pusat bisnis dan ekonomi, namun bukan lagi ibu kota negara.

Soal 17 

Kementerian yang membawahi Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah…

A. Kementerian Dalam Negeri 

B. Kementerian Lingkungan Hidup 

C. Kementerian PUPR 

D. Kementerian PPN/Bappenas 

E. Kementerian Agraria dan Tata Ruang

Jawaban: E

Pembahasan: BPN (Badan Pertanahan Nasional) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN). Politeknik Agraria STPN sendiri merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan kementerian yang sama.

Soal 18 

Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) disahkan pada tahun…

A. 1945 

B. 1955 

C. 1965 

D. 1970 

E. 1960

Jawaban: E

Pembahasan: UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria) adalah UU No. 5 Tahun 1960 yang disahkan pada 24 September 1960. UUPA menjadi landasan hukum utama di bidang pertanahan di Indonesia, menggantikan hukum agraria kolonial Belanda (Agrarische Wet 1870). Tanggal 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional.

Soal 19 

Proses pendaftaran tanah untuk pertama kali pada suatu bidang tanah yang belum pernah didaftarkan disebut…

A. Pemeliharaan data pertanahan 

B. Peralihan hak atas tanah 

C. Penerbitan sertipikat 

D. Konversi hak 

E. Pendaftaran tanah untuk pertama kali

Jawaban: E

Pembahasan: Berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, kegiatan pendaftaran tanah dibagi menjadi dua: (1) Pendaftaran tanah untuk pertama kali (bagi tanah yang belum pernah didaftarkan) dan (2) Pemeliharaan data (bagi tanah yang sudah terdaftar namun ada perubahan). Pendaftaran pertama kali bisa dilakukan secara sistematik (massal) maupun sporadik (atas permintaan).

Soal 20 

Hak atas tanah yang dapat dimiliki oleh Warga Negara Indonesia secara turun-temurun, terkuat, dan terpenuh menurut UUPA adalah…

A. Hak Guna Usaha 

B. Hak Guna Bangunan 

C. Hak Pakai 

D. Hak Pengelolaan 

E. Hak Milik

Jawaban: E

Pembahasan: Berdasarkan Pasal 20 UUPA, Hak Milik adalah hak turun-temurun, terkuat, dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Hanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang dapat memiliki Hak Milik. Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) bersifat terbatas waktu dan tidak turun-temurun.

Ingin lolos SPTB Politeknik Agraria STPN 2026? 

Persiapkan dirimu lebih matang dengan mengakses 100+ soal latihan lengkap beserta pembahasan, kisi-kisi terbaru, dan tips lolos seleksi CBT hanya di fungsional.id. Jangan sampai terlambat mempersiapkan diri! 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?