Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) merupakan perguruan tinggi vokasi negeri yang berlokasi di Maluku Tenggara dan menjadi pusat pendidikan unggulan di bidang perikanan dan kelautan di kawasan Indonesia Timur. Meraih akreditasi “Baik Sekali” yang mencerminkan standar pendidikan, tata kelola, dan layanan akademik yang terjaga, Polikant membuktikan diri sebagai kampus berkualitas yang tidak hanya berada di Pulau Jawa. Sebanyak 60 persen dari keseluruhan proses perkuliahan dihabiskan dalam kegiatan praktik langsung di laboratorium, lapangan, atas kapal, dan industri perikanan nyata, sehingga lulusan Polikant siap terjun ke dunia kerja sejak masih duduk di bangku kuliah.
Saat ini, Polikant membuka Jalur SM-UT (Seleksi Mandiri Ujian Tertulis) untuk Tahun Akademik 2026/2027 mulai 12 Juni hingga 23 Juli 2026, dengan ujian tertulis dijadwalkan pada 25 Juli 2026. Menghadapi seleksi mandiri ini tentu membutuhkan persiapan yang matang agar dapat bersaing dengan calon mahasiswa lain dari seluruh penjuru negeri. Untuk membantu proses persiapan tersebut, artikel ini menghadirkan lebih dari 100 soal latihan pilihan ganda lengkap beserta kunci jawaban yang disusun berdasarkan karakteristik materi seleksi mandiri perguruan tinggi vokasi. Dengan berlatih secara konsisten menggunakan kumpulan soal ini, diharapkan calon mahasiswa dapat membangun kesiapan akademik yang kuat dan tampil maksimal dalam menghadapi ujian tertulis SM-UT Polikant yang sesungguhnya.
Mengenal Seleksi Mandiri Polikant (Politeknik Perikanan Negeri Tual)
Seleksi Mandiri Polikant (Politeknik Perikanan Negeri Tual) merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara mandiri oleh kampus untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik, potensi, serta kesiapan mengikuti pendidikan vokasi di bidang kelautan dan perikanan. Jalur ini menjadi alternatif bagi peserta yang belum lolos melalui seleksi nasional maupun yang ingin langsung memilih program studi sesuai minatnya.
Materi ujian Seleksi Mandiri Polikant umumnya mencakup kemampuan dasar seperti Tes Potensi Akademik (TPA), penalaran, kemampuan numerik, literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, serta pengetahuan umum yang disesuaikan dengan ketentuan seleksi pada tahun berjalan. Oleh karena itu, calon peserta perlu mempersiapkan diri dengan memahami pola soal dan memperbanyak latihan mengerjakan soal-soal yang relevan.
Program Studi di Politeknik Perikanan Negeri Tual
Politeknik Perikanan Negeri Tual merupakan perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan. Kurikulum yang diterapkan dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, keterampilan praktis, serta siap bekerja di dunia industri maupun instansi pemerintah yang bergerak di sektor perikanan dan kelautan.
Beberapa program studi yang ditawarkan umumnya mencakup bidang-bidang strategis, seperti:
- Teknologi Penangkapan Ikan, yang mempelajari teknik penangkapan ikan, pengoperasian alat tangkap, navigasi, hingga keselamatan pelayaran.
- Teknologi Budidaya Perikanan, yang berfokus pada teknik pembenihan, pembesaran, manajemen kualitas air, pakan, dan pengelolaan usaha budidaya.
- Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, yang mempelajari proses pengolahan, pengawetan, pengemasan, pengendalian mutu, serta keamanan pangan hasil perikanan.
- Permesinan Perikanan, yang membekali mahasiswa dengan kemampuan mengoperasikan, merawat, dan memperbaiki mesin kapal maupun peralatan penunjang kegiatan perikanan.
Seluruh program studi menitikberatkan pada pembelajaran berbasis praktik melalui laboratorium, workshop, dan kegiatan lapangan. Lulusan diharapkan mampu berkarier sebagai tenaga profesional di perusahaan perikanan, industri pengolahan hasil laut, instansi pemerintah, lembaga penelitian, maupun mengembangkan usaha mandiri di sektor kelautan dan perikanan. Dengan kombinasi antara teori dan praktik, mahasiswa dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Kisi-Kisi Tes Seleksi Mandiri Polikant (Politeknik Perikanan Negeri Tual)
Agar memperoleh hasil yang optimal, calon peserta perlu memahami materi yang berpotensi diujikan dalam Seleksi Mandiri Polikant. Meskipun komposisi soal dapat berubah setiap tahun sesuai kebijakan panitia, secara umum materi yang diujikan meliputi kemampuan dasar akademik, penalaran, serta literasi. Berikut kisi-kisi yang dapat dijadikan acuan belajar.
1. Tes Potensi Akademik (TPA)
- Penalaran verbal (sinonim, antonim, analogi, hubungan kata).
- Penalaran numerik (aritmetika dasar, persentase, perbandingan, deret angka).
- Penalaran logis dan analitis.
- Interpretasi data dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram.
- Pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis.
2. Literasi Bahasa Indonesia
- Ide pokok dan gagasan utama bacaan.
- Makna kata, frasa, dan kalimat.
- Ejaan dan tata bahasa sesuai PUEBI.
- Simpulan, informasi tersurat, dan informasi tersirat.
- Analisis isi teks serta penalaran bacaan.
3. Literasi Bahasa Inggris
- Reading comprehension.
- Vocabulary dan penggunaan kosakata.
- Grammar (tenses, passive voice, clause, agreement).
- Menentukan makna kata berdasarkan konteks.
- Menarik kesimpulan dari teks berbahasa Inggris.
4. Penalaran Matematika
- Operasi hitung dasar.
- Persamaan dan pertidaksamaan.
- Perbandingan, rasio, dan skala.
- Peluang dan statistika sederhana.
- Geometri dan bangun ruang dasar.
5. Pengetahuan Umum
- Wawasan kebangsaan.
- Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dasar.
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Isu-isu nasional dan global.
- Pengetahuan dasar mengenai kelautan dan perikanan.
6. Karakteristik Soal
- Soal berbentuk pilihan ganda.
- Mengukur kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah.
- Menekankan ketelitian, kecepatan, serta kemampuan memahami informasi.
- Sebagian soal berbentuk studi kasus sederhana yang menguji kemampuan penerapan konsep.
Dengan menguasai kisi-kisi di atas serta rutin berlatih mengerjakan soal, peserta akan lebih siap menghadapi Seleksi Mandiri Polikant. Fokuskan belajar pada pemahaman konsep, latihan soal secara berkala, dan evaluasi hasil latihan untuk meningkatkan peluang memperoleh nilai terbaik.
Contoh Soal Seleksi Mandiri Polikant (Politeknik Perikanan Negeri Tual)
Berikut adalah 20 nomor soal latihan HOTS untuk Seleksi Mandiri Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) yang berbasis kasus, kontekstual, dan menguji kemampuan analisis serta penalaran.
Soal 1
Hubungan kata berikut memiliki pola yang sama dengan pasangan kata di bawah ini.
Jaring : Menangkap = Inkubator : ….
A. Menetas
B. Menghangatkan
C. Telur
D. Ayam
E. Kandang
Jawaban: A.
Pembahasan:
Jaring merupakan alat yang digunakan untuk menangkap ikan. Demikian pula, inkubator merupakan alat yang digunakan untuk menetaskan telur.
Hubungan:
Alat → Fungsi
- A ✔ Tepat
- B Menghangatkan hanyalah salah satu proses, bukan tujuan utama.
- C, D, dan E bukan fungsi alat.
Soal 2
Produksi ikan suatu kelompok nelayan meningkat 20% pada tahun pertama, kemudian turun 10% pada tahun berikutnya. Jika produksi awal adalah 500 ton, maka produksi akhirnya adalah….
A. 520 ton
B. 530 ton
C. 540 ton
D. 550 ton
E. 560 ton
Jawaban: C.
Pembahasan:
Tahun pertama: 500 × 120% = 600 ton
Tahun kedua: 600 × 90% = 540 ton
Soal 3
Semua mahasiswa Polikant mengikuti praktikum.
Sebagian peserta praktikum mengikuti penelitian.
Simpulan yang pasti benar adalah….
A. Semua mahasiswa mengikuti penelitian.
B. Sebagian mahasiswa Polikant mengikuti penelitian.
C. Semua peserta penelitian adalah mahasiswa.
D. Tidak ada mahasiswa mengikuti penelitian.
E. Tidak dapat disimpulkan bahwa semua mahasiswa mengikuti penelitian.
Jawaban: E
Pembahasan:
Informasi hanya menyatakan:
- Semua mahasiswa → praktikum.
- Sebagian peserta praktikum → penelitian.
Belum tentu peserta penelitian tersebut adalah mahasiswa Polikant.
Soal 4
Sebuah kapal menangkap ikan sebagai berikut.
- Senin = 120 kg
- Selasa = 150 kg
- Rabu = 180 kg
- Kamis = 170 kg
- Jumat = 130 kg
Rata-rata hasil tangkapan per hari adalah….
A. 145 kg
B. 148 kg
C. 150 kg
D. 152 kg
E. 155 kg
Jawaban: C
Pembahasan:
Jumlah seluruh tangkapan 120 +150+180+170+130 =750 kg
Rata-rata 750 : 5 =150 kg
Bacaan Soal no 5-6
Indonesia merupakan negara maritim dengan potensi sumber daya laut yang sangat besar. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan. Pengelolaan yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem justru akan menyebabkan penurunan populasi ikan serta kerusakan lingkungan.
Soal 5
Gagasan utama bacaan tersebut adalah….
A. Indonesia memiliki banyak pulau.
B. Laut Indonesia perlu dikelola secara berkelanjutan.
C. Nelayan harus menggunakan kapal besar.
D. Kerusakan laut hanya disebabkan pencemaran.
E. Populasi ikan selalu meningkat.
Jawaban: B
Pembahasan:
Seluruh paragraf membahas pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan agar tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.
Soal 6
Makna kata berkelanjutan pada bacaan adalah….
A. Cepat selesai
B. Dilakukan secara terus-menerus dengan tetap menjaga kelestarian
C. Berulang tanpa tujuan
D. Dilaksanakan sewaktu-waktu
E. Dilaksanakan hanya sekali
Jawaban: B
Pembahasan:
“Berkelanjutan” berarti berlangsung terus-menerus dengan memperhatikan kelestarian sumber daya agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Soal 7
Many coastal communities depend on fisheries for their income. Sustainable fishing practices help preserve fish populations while ensuring future economic benefits.
What is the main idea of the text?
A. Fishing should be stopped.
B. Sustainable fishing benefits both nature and economy.
C. Fish populations are increasing rapidly.
D. Coastal communities no longer need fisheries.
E. Economic growth harms the environment.
Answer: B
Explanation:
The passage emphasizes that sustainable fishing protects fish populations while supporting economic benefits.
Soal 8
The word preserve is closest in meaning to….
A. Destroy
B. Protect
C. Catch
D. Sell
E. Reduce
Answer: B
Explanation:
“Preserve” means to protect or maintain.
Soal 9
Perbandingan ikan tuna dan cakalang yang ditangkap adalah 5 : 3. Jika jumlah seluruh ikan adalah 240 ekor, maka jumlah ikan tuna adalah….
A. 120
B. 130
C. 140
D. 150
E. 160
Jawaban:D
Pembahasan:
Total bagian 5 + 3 = 8 Tuna = 5/8 × 240 =150 ekor
Soal 10
Mengapa prinsip penangkapan ikan berkelanjutan menjadi sangat penting bagi Indonesia?
A. Agar seluruh ikan dapat ditangkap sekaligus.
B. Untuk meningkatkan ekspor tanpa memperhatikan lingkungan.
C. Menjamin kelestarian sumber daya ikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan mendatang.
D. Mengurangi jumlah nelayan.
E. Menghapus seluruh kawasan konservasi laut.
Jawaban : C
Pembahasan:
Konsep penangkapan ikan berkelanjutan bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem laut sehingga populasi ikan tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus. Pilihan lainnya bertentangan dengan prinsip pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Soal 11
Sebuah koperasi nelayan memiliki aturan sebagai berikut.
- Nelayan yang mengikuti pelatihan keselamatan berhak memperoleh bantuan alat tangkap.
- Semua penerima bantuan wajib mengikuti evaluasi.
- Sebagian peserta evaluasi menjadi mentor bagi nelayan baru.
Berdasarkan informasi tersebut, simpulan yang pasti benar adalah ….
A. Semua mentor menerima bantuan alat tangkap.
B. Semua peserta pelatihan menjadi mentor.
C. Semua penerima bantuan mengikuti evaluasi.
D. Semua peserta evaluasi mengikuti pelatihan.
E. Sebagian mentor pasti mengikuti pelatihan.
Jawaban: C
Pembahasan:
Hubungan logika:
- Pelatihan → Berhak menerima bantuan.
- Penerima bantuan → Wajib evaluasi.
- Sebagian peserta evaluasi → Mentor.
Tidak ada informasi bahwa semua mentor adalah penerima bantuan atau semua peserta evaluasi pernah mengikuti pelatihan.
Yang pasti benar hanyalah: Semua penerima bantuan mengikuti evaluasi.
Soal 12
Produksi rumput laut meningkat secara berturut-turut sebesar 15%, 20%, dan 10% selama tiga tahun. Jika produksi awal sebesar 2.000 ton, maka produksi pada akhir tahun ketiga adalah ….
A. 2.980 ton
B. 3.036 ton
C. 3.050 ton
D. 3.120 ton
E. 3.240 ton
Jawaban: B
Pembahasan:
Tahun 1
2.000 × 1,15 = 2.300
Tahun 2
2.300 × 1,20 = 2.760
Tahun 3
2.760 × 1,10 = 3.036 ton
Bacaan nomor 13-14
Pengembangan sektor kelautan tidak hanya bergantung pada melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri sehingga mampu meningkatkan daya saing nasional.
Soal 13
Pernyataan yang paling sesuai dengan isi bacaan adalah ….
A. Kekayaan laut menjadi satu-satunya faktor kemajuan sektor kelautan.
B. Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.
C. Industri tidak membutuhkan lulusan pendidikan vokasi.
D. Daya saing nasional hanya dipengaruhi oleh sumber daya alam.
E. Pendidikan vokasi hanya diperlukan oleh nelayan.
Jawaban: B
Pembahasan:
Paragraf menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor kelautan memerlukan SDM berkualitas yang dibentuk melalui pendidikan vokasi. Pilihan lain bertentangan dengan isi bacaan.
Soal 14
Kata daya saing pada bacaan memiliki makna ….
A. Kemampuan untuk bersaing dan unggul.
B. Kemampuan bekerja sendiri.
C. Kemampuan memimpin organisasi.
D. Kemampuan menghasilkan keuntungan.
E. Kemampuan mengelola sumber daya alam.
Jawaban: A
Pembahasan:
“Daya saing” berarti kemampuan individu, organisasi, atau negara untuk bersaing secara efektif dibandingkan pihak lain.
Text for number 15-16
Marine biodiversity plays an important role in maintaining ecological balance. Human activities such as overfishing and pollution may reduce biodiversity, affecting both marine ecosystems and coastal communities.
Soal 15
According to the passage, overfishing may….
A. increase marine biodiversity
B. improve ecological balance
C. reduce biodiversity and affect communities
D. prevent pollution
E. strengthen fish populations
Answer: C
Explanation:
The passage explicitly states that overfishing reduces biodiversity and impacts coastal communities.
Soal 16
The word affecting is closest in meaning to….
A. Influencing
B. Ignoring
C. Repairing
D. Increasing
E. Protecting
Answer: A
Explanation:
“Affecting” means influencing or causing changes.
Soal 17
Sebuah kapal memiliki kapasitas maksimum 12 ton. Muatan terdiri atas:
- Tuna = 5,4 ton
- Cakalang = 3,2 ton
- Tongkol = 1,8 ton
Sisa kapasitas kapal adalah ….
A. 1,0 ton
B. 1,2 ton
C. 1,4 ton
D. 1,6 ton
E. 1,8 ton
Jawaban: D
Pembahasan:
Total muatan
5,4 + 3,2 + 1,8
= 10,4 ton
Sisa kapasitas
12 − 10,4
= 1,6 ton
Jawaban D.
Soal 18
Perbandingan jumlah mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan dan Teknologi Penangkapan Ikan adalah 7 : 5. Jika jumlah seluruh mahasiswa kedua program tersebut 360 orang, maka selisih jumlah mahasiswa kedua program studi adalah ….
A. 40
B. 50
C. 60
D. 70
E. 80
Jawaban: C
Pembahasan:
Total bagian
7 + 5 = 12
Nilai satu bagian
360 : 12 = 30
Budidaya
7 × 30 = 210
Penangkapan
5 × 30 = 150
Selisih
210 − 150
= 60 orang
Soal 19 (Studi Kasus HOTS)
Sebuah wilayah pesisir mengalami penurunan hasil tangkapan ikan selama lima tahun berturut-turut. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ukuran ikan yang tertangkap semakin kecil dan banyak terumbu karang mengalami kerusakan.
Kebijakan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah ….
A. Menambah jumlah kapal penangkap ikan.
B. Mengizinkan seluruh jenis alat tangkap digunakan.
C. Menerapkan zona konservasi, membatasi alat tangkap yang merusak, dan mengawasi penangkapan ikan.
D. Menghapus seluruh aturan penangkapan ikan.
E. Memberikan subsidi bahan bakar tanpa pembatasan.
Jawaban: C
Pembahasan:
Masalah utama adalah overfishing dan kerusakan habitat.
Solusi yang tepat harus mencakup:
- konservasi habitat,
- pembatasan alat tangkap destruktif,
- pengawasan penangkapan,
- pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Pilihan lain justru memperburuk kondisi.
Soal 20
Lulusan Politeknik Perikanan diharapkan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi perikanan modern. Kompetensi yang paling dibutuhkan untuk mendukung tujuan tersebut adalah ….
A. Menghafal seluruh jenis ikan.
B. Mengandalkan pengalaman tanpa mempelajari teknologi baru.
C. Memiliki kemampuan berpikir kritis, mengoperasikan teknologi, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam tim.
D. Berfokus pada pekerjaan administrasi saja.
E. Menghindari penggunaan teknologi digital.
Jawaban: C
Pembahasan:
Pendidikan vokasi menekankan kompetensi kerja yang mencakup:
- kemampuan berpikir kritis,
- penguasaan teknologi,
- pemecahan masalah,
- komunikasi,
- kolaborasi,
- adaptasi terhadap perkembangan industri.
Kemampuan tersebut merupakan tuntutan utama dunia kerja di sektor kelautan dan perikanan saat ini.
Siap Raih Kelulusan Seleksi Mandiri Polikant!

Persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Seleksi Mandiri Polikant (Politeknik Perikanan Negeri Tual) dengan memperbanyak latihan soal dan simulasi ujian. Kunjungi utbk.or.id untuk mengakses ribuan soal terbaru, try out CBT, pembahasan lengkap, serta materi belajar yang disusun sesuai pola seleksi terkini. Tingkatkan kemampuanmu dan raih peluang lebih besar untuk lolos ke program studi impian!