Kisi-Kisi Terbaru & Bocoran Soal TKA Kimia 2026 SMA SMK 

Share ke:

Kimia sering dianggap sulit karena satu soal dapat menggabungkan konsep, rumus, dan analisis data sekaligus. Kesalahan kecil dalam membaca persamaan reaksi, menentukan satuan, atau memahami hubungan antarzat dapat membuat hasil akhir menjadi keliru.

TKA Kimia 2026 SMA SMK menuntut pemahaman yang lebih luas daripada sekadar menghafal rumus. Anda perlu memahami struktur materi, perhitungan kimia, reaksi, hingga penerapan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas tips belajar, kisi-kisi terbaru, dan contoh soal TKA Kimia 2026 SMA SMK sebagai bahan persiapan menghadapi ujian.

Tips Belajar Efektif TKA Kimia 2026

Belajar TKA Kimia akan lebih efektif jika Anda tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami kapan dan mengapa rumus tersebut digunakan. Beberapa tips berikut dapat membantu persiapan menjadi lebih terarah.

  • Kuasai konsep dasar sebelum masuk ke soal hitungan. Pahami struktur atom, konfigurasi elektron, ikatan kimia, mol, dan persamaan reaksi karena materi tersebut menjadi dasar untuk banyak topik lain.
  • Buat ringkasan rumus beserta kegunaannya. Jangan hanya mencatat rumus, tetapi tambahkan keterangan singkat tentang jenis soal yang dapat diselesaikan dengan rumus tersebut.
  • Biasakan menyetarakan reaksi terlebih dahulu. Pada soal stoikiometri, kesalahan menyetarakan reaksi dapat memengaruhi seluruh proses perhitungan.
  • Perhatikan satuan dan kondisi soal. Cek satuan massa, volume, konsentrasi, suhu, serta tekanan sebelum mulai menghitung agar tidak terjadi kesalahan konversi.
  • Latih kemampuan membaca data percobaan. Soal dapat disajikan dalam bentuk grafik, hasil pengamatan, atau perubahan variabel. Fokuslah pada pola data dan hubungan sebab-akibatnya.
  • Pelajari keterkaitan antarmateri. Misalnya, konsep mol berkaitan dengan stoikiometri, pH berkaitan dengan kesetimbangan asam-basa, dan struktur molekul berkaitan dengan sifat zat.
  • Kerjakan soal dari yang paling mudah. Dahulukan soal konsep atau hitungan singkat, kemudian lanjutkan ke soal yang membutuhkan beberapa tahap analisis.
  • Evaluasi kesalahan setelah latihan. Catat apakah kesalahan terjadi karena kurang memahami konsep, salah rumus, keliru menghitung, atau kurang teliti membaca soal.

Kisi-Kisi Soal TKA Kimia 2026 SMA SMK

Materi TKA Kimia 2026 mencakup pemahaman struktur zat, perhitungan reaksi, hingga penerapan konsep kimia dalam berbagai bidang. Ruang lingkupnya terbagi menjadi tiga bagian utama berikut.

1. Kimia Dasar dan Struktur Materi

Mencakup struktur dan perkembangan model atom, konfigurasi elektron, sistem periodik unsur, sifat periodik, ikatan kimia, bentuk molekul, gaya antarmolekul, serta hubungan antara struktur zat dan sifat-sifatnya. Materi ini disusun dari materi esensial dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

2. Perhitungan Kimia, Reaksi, dan Kesetimbangan

Meliputi konsep mol dan stoikiometri, persamaan reaksi, larutan, asam-basa, pH, hidrolisis, larutan penyangga, kelarutan, kesetimbangan kimia, termokimia, laju reaksi, elektrokimia, serta sifat koligatif larutan. Soal HOTS dapat menuntut peserta menganalisis data percobaan dan menentukan hubungan antarvariabel.

3. Kimia Organik dan Penerapan Kimia

Membahas hidrokarbon, gugus fungsi dan turunannya, polimer, biomolekul, kimia unsur, serta penerapan kimia dalam bidang pangan, kesehatan, industri, energi, dan lingkungan. Peserta perlu memahami konsep, menerapkannya untuk menyelesaikan masalah, dan menganalisis persoalan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Soal TKA Kimia 2026 SMA SMK

Contoh Soal TKA Kimia 2026 SMA SMK berikut dapat digunakan untuk mengenali bentuk pertanyaan yang memadukan pemahaman konsep, perhitungan, dan penerapan kimia. Setiap soal dilengkapi pilihan jawaban, kunci jawaban, serta pembahasan singkat.

Soal 1

Suatu atom memiliki nomor atom 17. Konfigurasi elektron atom tersebut adalah 2, 8, 7.

Berdasarkan konfigurasi tersebut, pernyataan yang paling tepat adalah ….

A. Atom tersebut berada pada golongan IIA dan mudah melepaskan dua elektron
B. Atom tersebut berada pada golongan VIIA dan cenderung menerima satu elektron
C. Atom tersebut berada pada golongan VIIIA dan bersifat stabil
D. Atom tersebut berada pada periode kedua dan memiliki tujuh kulit elektron
E. Atom tersebut termasuk logam yang membentuk ion bermuatan positif satu

Jawaban benar: B

Pembahasan:

Atom dengan konfigurasi 2, 8, 7 memiliki tujuh elektron valensi dan berada pada golongan VIIA atau 17. Untuk mencapai konfigurasi stabil, atom tersebut cenderung menerima satu elektron.

Soal 2

Perhatikan dua senyawa berikut.

  • Senyawa X tersusun atas atom natrium dan klorin.
  • Senyawa Y tersusun atas atom hidrogen dan oksigen.

Jenis ikatan utama pada senyawa X dan Y secara berurutan adalah ….

A. Kovalen nonpolar dan ionik
B. Kovalen polar dan logam
C. Ionik dan kovalen polar
D. Logam dan kovalen nonpolar
E. Ionik dan kovalen nonpolar

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Natrium merupakan logam, sedangkan klorin adalah nonlogam sehingga membentuk ikatan ionik. Hidrogen dan oksigen sama-sama nonlogam, tetapi memiliki perbedaan keelektronegatifan sehingga membentuk ikatan kovalen polar.

Soal 3

Sebanyak 4 gram gas hidrogen direaksikan dengan gas oksigen sesuai persamaan berikut.

2H₂ + O₂ → 2H₂O

Jika Ar H = 1 dan O = 16, massa air yang terbentuk adalah ….

A. 18 gram
B. 27 gram
C. 32 gram
D. 36 gram
E. 40 gram

Jawaban benar: D

Pembahasan:

Mr H₂ = 2, sehingga jumlah mol H₂:

4 ÷ 2 = 2 mol

Berdasarkan persamaan reaksi, perbandingan mol H₂ dan H₂O adalah 2 : 2. Jadi, 2 mol H₂ menghasilkan 2 mol H₂O.

Mr H₂O = 18

Massa H₂O:

2 × 18 = 36 gram

Soal 4

Larutan asam klorida memiliki konsentrasi 0,001 M. Karena HCl merupakan asam kuat yang terionisasi sempurna, pH larutan tersebut adalah ….

A. 1
B. 2
C. 3
D. 11
E. 13

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Konsentrasi ion H⁺ sama dengan konsentrasi HCl, yaitu 10⁻³ M.

pH = −log [H⁺]

pH = −log 10⁻³ = 3

Soal 5

Etanol dan dimetil eter memiliki rumus molekul yang sama, yaitu C₂H₆O, tetapi sifat fisiknya berbeda. Etanol memiliki titik didih lebih tinggi daripada dimetil eter.

Penyebab utama perbedaan tersebut adalah ….

A. Etanol memiliki jumlah atom karbon lebih banyak
B. Dimetil eter membentuk ikatan ionik antarmolekul
C. Etanol mampu membentuk ikatan hidrogen antarmolekul
D. Dimetil eter memiliki massa molekul yang jauh lebih besar
E. Etanol memiliki ikatan kovalen yang lebih sedikit

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Etanol memiliki gugus –OH yang memungkinkan terbentuknya ikatan hidrogen antarmolekul. Gaya tarik tersebut lebih kuat daripada gaya antarmolekul pada dimetil eter sehingga titik didih etanol lebih tinggi.

Soal 6

Suatu reaksi berlangsung berdasarkan persamaan berikut.

N₂ + 3H₂ ⇌ 2NH₃

Jika konsentrasi H₂ ditambah pada suhu tetap, perubahan yang paling mungkin terjadi adalah ….

A. Kesetimbangan bergeser ke kiri dan jumlah NH₃ berkurang
B. Kesetimbangan bergeser ke kanan dan jumlah NH₃ bertambah
C. Kesetimbangan tidak berubah karena suhu tetap
D. Nilai tetapan kesetimbangan meningkat
E. Jumlah N₂ dan NH₃ sama-sama berkurang

Jawaban benar: B

Pembahasan:

Menurut asas Le Chatelier, penambahan konsentrasi H₂ membuat sistem bergeser ke arah yang mengurangi H₂, yaitu ke kanan. Akibatnya, jumlah NH₃ bertambah.

Soal 7

Dalam percobaan laju reaksi, serbuk kalsium karbonat bereaksi lebih cepat dengan larutan asam klorida dibandingkan bongkahan kalsium karbonat dengan massa yang sama.

Faktor yang menyebabkan perbedaan laju reaksi tersebut adalah ….

A. Serbuk memiliki energi aktivasi lebih besar
B. Bongkahan memiliki jumlah partikel lebih banyak
C. Serbuk memiliki luas permukaan kontak lebih besar
D. Bongkahan memiliki konsentrasi lebih tinggi
E. Serbuk menurunkan suhu reaksi

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Serbuk memiliki luas permukaan kontak yang lebih besar sehingga frekuensi tumbukan efektif antara partikel kalsium karbonat dan asam meningkat.

Soal 8

Sebanyak 5,85 gram NaCl dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 500 mL. Jika Mr NaCl = 58,5, konsentrasi molar larutan tersebut adalah ….

A. 0,05 M
B. 0,10 M
C. 0,20 M
D. 0,50 M
E. 1,00 M

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Jumlah mol NaCl:

5,85 ÷ 58,5 = 0,1 mol

Volume larutan:

500 mL = 0,5 L

Molaritas:

0,1 ÷ 0,5 = 0,2 M

Jadi, konsentrasi larutan adalah 0,20 M.

Soal 9

Dalam sel volta, logam seng berfungsi sebagai anode dan logam tembaga sebagai katode.

Proses yang terjadi pada anode adalah ….

A. Reduksi ion seng menjadi logam seng
B. Oksidasi logam seng menjadi ion seng
C. Reduksi ion tembaga menjadi logam tembaga
D. Perpindahan elektron dari tembaga ke seng
E. Penangkapan elektron oleh logam seng

Jawaban benar: B

Pembahasan:

Pada anode terjadi oksidasi. Logam seng melepaskan elektron dan berubah menjadi ion seng melalui reaksi:

Zn → Zn²⁺ + 2e⁻

Soal 10

Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan asam asetat dan natrium asetat. Ketika sedikit asam kuat ditambahkan, pH larutan hanya mengalami perubahan kecil.

Hal tersebut terjadi karena ….

A. Asam asetat terionisasi sempurna
B. Ion asetat mengikat ion H⁺ yang ditambahkan
C. Natrium asetat menghasilkan ion OH⁻ dalam jumlah sangat besar
D. Seluruh asam kuat mengendap sebagai garam
E. Air menetralkan seluruh ion H⁺ secara langsung

Jawaban benar: B

Pembahasan:

Ion asetat dari natrium asetat bereaksi dengan ion H⁺ yang ditambahkan dan membentuk asam asetat. Karena itu, kenaikan konsentrasi H⁺ dapat ditekan sehingga pH hanya berubah sedikit.

Soal 11

Sebanyak 100 mL larutan HCl 0,1 M dicampurkan dengan 100 mL larutan NaOH 0,1 M.

Sifat larutan setelah pencampuran adalah ….

A. Asam karena HCl merupakan asam kuat
B. Basa karena NaOH merupakan basa kuat
C. Netral karena jumlah mol H⁺ dan OH⁻ sama
D. Asam karena volume HCl lebih besar
E. Basa karena ion Na⁺ tersisa dalam larutan

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Mol HCl:

0,1 × 0,1 = 0,01 mol

Mol NaOH:

0,1 × 0,1 = 0,01 mol

Jumlah mol H⁺ dan OH⁻ sama sehingga keduanya habis bereaksi membentuk air. Larutan yang dihasilkan bersifat netral.

Soal 12

Perhatikan reaksi termokimia berikut.

C(s) + O₂(g) → CO₂(g) ΔH = −394 kJ

Makna data tersebut adalah ….

A. Pembentukan 1 mol CO₂ menyerap energi sebesar 394 kJ
B. Penguraian 1 mol CO₂ melepaskan energi sebesar 394 kJ
C. Pembentukan 1 mol CO₂ melepaskan energi sebesar 394 kJ
D. Pembakaran karbon tidak melibatkan perubahan energi
E. Reaksi tersebut bersifat endoterm karena nilai ΔH negatif

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Nilai ΔH negatif menunjukkan reaksi eksoterm. Artinya, pembentukan 1 mol CO₂ dari unsur-unsurnya melepaskan energi sebesar 394 kJ.

Soal 13

Suatu garam sukar larut memiliki persamaan kesetimbangan:

AgCl(s) ⇌ Ag⁺(aq) + Cl⁻(aq)

Jika larutan NaCl ditambahkan ke dalam sistem, kelarutan AgCl akan ….

A. meningkat karena jumlah ion bertambah
B. tetap karena NaCl tidak bereaksi dengan AgCl
C. menurun karena adanya efek ion senama
D. meningkat karena kesetimbangan bergeser ke kanan
E. menjadi nol karena seluruh AgCl mengendap

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Penambahan NaCl meningkatkan konsentrasi ion Cl⁻. Menurut asas Le Chatelier, kesetimbangan bergeser ke kiri sehingga lebih banyak AgCl mengendap dan kelarutannya menurun.

Soal 14

Senyawa dengan rumus struktur CH₃–CH₂–COOH termasuk golongan ….

A. aldehida
B. keton
C. alkohol
D. asam karboksilat
E. ester

Jawaban benar: D

Pembahasan:

Gugus fungsi –COOH merupakan ciri khas asam karboksilat. Senyawa tersebut adalah asam propanoat.

Soal 15

Sebuah industri menggunakan polimer yang ringan, tahan air, dan mudah dibentuk untuk membuat botol minuman. Namun, limbah polimer tersebut sulit terurai secara alami.

Langkah yang paling tepat untuk mengurangi dampak lingkungannya adalah ….

A. meningkatkan produksi tanpa mengubah sistem pengelolaan limbah
B. membakar seluruh limbah polimer di ruang terbuka
C. mencampurkan limbah polimer dengan sampah organik
D. menerapkan pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang secara terarah
E. membuang limbah ke tanah agar terurai lebih cepat

Jawaban benar: D

Pembahasan:

Polimer sintetis sulit terurai secara alami. Pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang menjadi langkah yang lebih tepat untuk mengurangi jumlah limbah dan pemakaian bahan baku baru.

Soal 16

Perhatikan data percobaan berikut.

Reaksi antara magnesium dan asam klorida dilakukan dalam tiga kondisi:

  • Percobaan A menggunakan HCl 0,5 M pada suhu 25°C.
  • Percobaan B menggunakan HCl 1,0 M pada suhu 25°C.
  • Percobaan C menggunakan HCl 1,0 M pada suhu 40°C.

Reaksi paling cepat terjadi pada percobaan ….

A. A, karena konsentrasinya paling rendah
B. A, karena suhu rendah mempercepat tumbukan
C. B, karena konsentrasi tinggi selalu lebih berpengaruh daripada suhu
D. C, karena konsentrasi dan suhu yang lebih tinggi meningkatkan tumbukan efektif
E. B dan C, karena suhu tidak memengaruhi laju reaksi

Jawaban benar: D

Pembahasan:

Percobaan C memiliki konsentrasi HCl lebih tinggi dan suhu lebih besar. Kedua faktor tersebut meningkatkan frekuensi serta energi tumbukan efektif sehingga reaksi berlangsung paling cepat.

Soal 17

Sebanyak 10 gram CaCO₃ dipanaskan hingga terurai sesuai reaksi berikut.

CaCO₃ → CaO + CO₂

Jika Mr CaCO₃ = 100 dan Mr CaO = 56, massa CaO yang terbentuk adalah ….

A. 4,4 gram
B. 5,0 gram
C. 5,6 gram
D. 10,0 gram
E. 17,8 gram

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Jumlah mol CaCO₃:

10 ÷ 100 = 0,1 mol

Perbandingan mol CaCO₃ dan CaO adalah 1 : 1, sehingga terbentuk 0,1 mol CaO.

Massa CaO:

0,1 × 56 = 5,6 gram

Soal 18

Sebuah larutan mengandung 0,2 mol urea dalam 1 kg air. Jika Kf air = 1,86°C/m dan urea tidak terionisasi, penurunan titik beku larutan adalah ….

A. 0,186°C
B. 0,372°C
C. 1,86°C
D. 2,00°C
E. 3,72°C

Jawaban benar: B

Pembahasan:

Molalitas larutan:

0,2 mol ÷ 1 kg = 0,2 m

Karena urea tidak terionisasi, nilai faktor van ’t Hoff adalah 1.

ΔTf = i × Kf × m

ΔTf = 1 × 1,86 × 0,2 = 0,372°C

Soal 19

Dalam proses penyepuhan logam, benda yang akan dilapisi ditempatkan sebagai katode. Hal tersebut dilakukan karena ….

A. pada katode terjadi oksidasi logam pelapis
B. pada katode terjadi reduksi ion logam menjadi lapisan logam
C. katode melepaskan elektron ke larutan
D. logam pada katode berubah menjadi ion positif
E. katode menghasilkan gas yang melindungi permukaan benda

Jawaban benar: B

Pembahasan:

Pada katode terjadi reduksi. Ion logam dalam larutan menerima elektron, kemudian mengendap sebagai lapisan logam pada permukaan benda yang disepuh.

Soal 20

Sebuah pabrik menghasilkan limbah cair yang mengandung ion logam berat. Sebelum dibuang, limbah tersebut diolah dengan menambahkan zat yang dapat membentuk endapan sukar larut.

Tujuan utama proses tersebut adalah ….

A. meningkatkan kelarutan ion logam berat
B. mengubah ion logam berat menjadi gas
C. memisahkan logam berat dari air melalui pengendapan
D. menaikkan suhu limbah agar cepat menguap
E. mengubah seluruh limbah menjadi senyawa organik

Jawaban benar: C

Pembahasan:

Ion logam berat diubah menjadi senyawa yang sukar larut agar dapat mengendap. Endapan tersebut kemudian dipisahkan sehingga kadar logam berat dalam air limbah berkurang.

Akses Soal TKA Kimia 2026 dengan Pembahasan Lengkap!

Jangan berhenti pada contoh soal di atas. Semakin banyak variasi soal yang Anda kerjakan, semakin mudah memahami pola perhitungan, membaca data percobaan, dan menentukan konsep yang tepat untuk setiap kasus.

Buka utbk.or.id untuk mengakses paket latihan soal serta simulasi TKA Kimia 2026. Kerjakan secara berkala, cek hasilnya, lalu fokuskan kembali belajar pada materi yang masih sering salah.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi TKA berbasis CAT, Gratis! Klik Disini

Butuh Bantuan?