65+ Soal Tes Masuk Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) + Pembahasan

Share ke:
100+ Soal Tes Masuk Jurusan Teknologi Laboratorium Medis dengan Pembahasan Soal UTBK

Program Studi Teknik Laboratorium Medis merupakan bidang ilmu yang berfokus pada pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan memantau penyakit. Mahasiswa jurusan ini akan mempelajari teknik analisis berbagai sampel biologis seperti darah, urin, dan jaringan tubuh dengan menggunakan alat-alat laboratorium modern. Lulusan dibekali keahlian dalam bidang hematologi, mikrobiologi, biokimia klinik, hingga imunologi. Dalam seleksi masuk perguruan tinggi, calon mahasiswa diharapkan memiliki dasar yang kuat dalam biologi, kimia, serta ketelitian dan kepekaan terhadap detail.

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Laboratorium Medis 

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Laboratorium Medis 

Pengen lolos ke jurusan Teknik Laboratorium Medis? Yuk, kenali dulu tipe-tipe soal yang bakal kamu hadapi saat seleksi masuk! Tesnya nggak cuma soal hafalan, tapi juga menilai pemahaman kamu di bidang biologi, kimia, dan penalaran ilmiah.
Nah, biar belajarnya nggak nyasar, cek dulu kisi-kisi lengkapnya di bawah ini supaya kamu bisa lebih siap dan percaya diri waktu ujian nanti.

  • Dasar-Dasar Biologi Sel
    Menguji pemahaman tentang struktur dan fungsi sel, termasuk organel seperti inti sel, mitokondria, dan retikulum endoplasma yang relevan dengan pemeriksaan mikroskopis.
  • Anatomi dan Fisiologi Manusia
    Mengenal sistem organ tubuh manusia (peredaran darah, sistem pencernaan, sistem urinaria, sistem saraf, dll.) sebagai dasar interpretasi hasil laboratorium.
  • Mikrobiologi Dasar
    Menilai pemahaman tentang bakteri, virus, jamur, dan parasit serta teknik dasar identifikasi mikroorganisme dalam pemeriksaan laboratorium.
  • Hematologi Dasar
    Menguji pemahaman tentang komponen darah, jenis sel darah, pemeriksaan hitung darah lengkap (CBC), serta teknik pembuatan dan pembacaan preparat darah.
  • Kimia Klinik
    Memahami prinsip pemeriksaan laboratorium terhadap fungsi organ (hati, ginjal, jantung), pengukuran kadar glukosa, kolesterol, enzim, dan elektrolit.
  • Parasitologi dan Entomologi Medis
    Mengetahui jenis-jenis parasit manusia seperti Plasmodium, Ascaris, dan teknik pemeriksaan sampel feses atau darah.
  • Imunologi dan Serologi
    Menguji pengetahuan tentang respon imun tubuh, antigen-antibodi, serta teknik serologi seperti aglutinasi, ELISA, dan rapid test.
  • Mikroteknik dan Histologi
    Mengenal prinsip pembuatan sediaan jaringan (bloking, pemotongan, pewarnaan) dan identifikasi mikroskopis jaringan normal maupun patologis.
  • Teknik Pemeriksaan Urine dan Feses
    Menilai kemampuan membaca hasil urinalisis (protein, glukosa, sedimen) dan pemeriksaan mikroskopis feses untuk mendeteksi parasit atau darah samar.
  • Teknik Dasar Mikroskopi
    Memahami prinsip kerja mikroskop cahaya, perbedaan antara mikroskop monokuler dan binokuler, serta teknik fokus dan pencahayaan.
  • Konsep Dasar Biokimia
    Menguji pemahaman tentang struktur dan fungsi biomolekul (karbohidrat, protein, lemak, enzim) dan hubungannya dengan proses metabolisme.
  • Perhitungan Laboratorium dan Satuan
    Menguji kemampuan menghitung pengenceran, konsentrasi larutan, konversi satuan (mg/dL ke mmol/L), serta interpretasi angka hasil lab.
  • Sterilisasi dan Teknik Aseptik
    Mengetahui metode sterilisasi (autoklaf, filtrasi, UV), teknik aseptik dalam penanganan sampel, dan pencegahan kontaminasi silang.
  • Wawasan Kesehatan dan Etika Profesi
    Menguji pemahaman tentang tanggung jawab tenaga laboratorium medis, kerahasiaan hasil pemeriksaan, dan peran TLM dalam sistem pelayanan kesehatan.
  • Alat Laboratorium dan Penggunaannya
    Mengenal alat-alat seperti sentrifuge, spektrofotometer, alat autoklaf, mikropipet, dan prinsip kerjanya dalam pemeriksaan.
  • Pengambilan dan Penanganan Spesimen
    Menilai pemahaman tentang prosedur pengambilan darah vena dan kapiler, sampel urin, sputum, serta cara penyimpanan dan pengiriman yang tepat.
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Laboratorium
    Memahami risiko kerja di laboratorium, penanganan limbah biomedis, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan langkah-langkah saat terjadi tumpahan bahan infeksius.
  • Pemahaman Hasil Pemeriksaan Laboratorium
    Menguji kemampuan dasar dalam menginterpretasikan hasil lab (misalnya kadar glukosa tinggi → indikasi diabetes) secara sederhana.
  • Statistik Dasar untuk Laboratorium
    Mengenal ukuran pemusatan data, rentang referensi (nilai normal), dan konsep sensitivitas-spesifisitas dalam konteks uji diagnostik.
  • Isu Kesehatan Terkini dan Peran TLM
    Wawasan umum tentang peran laboratorium medis dalam deteksi dini penyakit menular seperti HIV, hepatitis, atau COVID-19.

📘 Bank Soal Latihan & Simulasi Terlengkap: 65 Butir Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) yang mencakup Hematologi Klinik & Flebotomi (Antikoagulan, Tabung Vacutainer, Indeks MCV/MCH/MCHC, Rouleaux), Kimia Klinik & Toksikologi (GOD-PAP, Reaksi Jaffe, Biuret, Rumus Friedewald, Gas Arteri, Karboksihemoglobin), Bakteriologi & Virologi (Uji Katalase/Koagulase, Media EMB, Pewarnaan Spora, Germ Tube Candida, Antigen NS1 Dengue), Imunologi & Parasitologi (Rapid Test, Crossmatch, Plasmodium, Feses Rutin, Sedimentasi Urin), serta Kendali Mutu & Keselamatan Kerja Laboratorium Medis (Westgard Multirule, Biosafety Cabinet, Limbah B3 Medis) lengkap dengan pembahasan!

Soal #1 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Jenis antikoagulan yang bekerja dengan cara mengikat kalsium membentuk garam kalsium oksalat tak larut dan digunakan untuk pemeriksaan hematologi tertentu adalah…

A. Kalium / Natrium Oksalat
B. EDTA
C. Heparin
D. Natrium Sitrat
E. Natrium Fluorida

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Garam oksalat mengendapkan ion Ca²⁺ sehingga kaskade pembekuan darah terhenti.

Soal #2 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Tabung vacutainer dengan tutup berwarna merah tanpa gel separator bertujuan untuk menghasilkan spesimen…

A. Serum darah murni setelah darah membeku sempurna
B. Plasma darah ber-EDTA
C. Darah utuh bertrombosit tinggi
D. Plasma bebas glukosa
E. Darah dengan antikoagulan sitrat

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tabung tutup merah polos (plain) membiarkan darah membeku secara alami (koagulasi) untuk pemisahan serum murni.

Soal #3 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Sel darah putih dengan diameter paling besar, berinti seperti ginjal atau kacang polong, dan bersitoplasma abu-abu kebiruan adalah…

A. Monosit
B. Limfosit
C. Neutrofil Segmen
D. Eosinofil
E. Basofil

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Monosit adalah agranulosit terbesar yang bertransformasi menjadi makrofag di jaringan tubuh.

Soal #4 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan hitung indeks eritrosit MCV (Mean Corpuscular Volume) mengukur…

A. Volume rata-rata sebuah sel darah merah (femtoliter / fL)
B. Berat rata-rata hemoglobin per eritrosit
C. Konsentrasi hemoglobin per desiliter eritrosit
D. Jumlah total sel darah merah per mikroliter
E. Luas permukaan sel trombosit

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
MCV = (Hematokrit x 10) / Jumlah Eritrosit; mengklasifikasikan anemia mikrositik, normositik, atau makrositik.

Soal #5 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Indeks eritrosit MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) dinyatakan dalam satuan…

A. Pikogram (pg)
B. Femtoliter (fL)
C. Gram per desiliter (g/dL)
D. Miligram per mililiter
E. Persen (%)

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
MCH mengukur massa hemoglobin dalam rata-rata satu eritrosit dalam satuan pikogram (pg).

Soal #6 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Jika kadar hemoglobin seorang pasien adalah 12 g/dL dan hematokritnya 36%, dengan jumlah eritrosit 4,0 juta/μL, berapakah nilai MCHC pasien?

A. 33,3 g/dL
B. 30,0 g/dL
C. 28,5 g/dL
D. 36,0 g/dL
E. 35,0 g/dL

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
MCHC = (Hb / Ht) x 100% = (12 / 36) x 100% = 33,33 g/dL (rentang normokromik normal).

Soal #7 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Sel darah yang berperan sentral dalam proses hemostasis primer dengan membentuk sumbat platelet pada endotel pembuluh darah yang luka adalah…

A. Trombosit (Platelet)
B. Eritrosit
C. Leukosit
D. Eosinofil
E. Basofil

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Trombosit mengalami adhesi, aktivasi, dan agregasi membentuk hemostatic plug primer.

Soal #8 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Kelainan morfologi eritrosit di mana sel darah merah memiliki variasi bentuk yang bermacam-macam (seperti sferosit, ovalosit, sel target) disebut…

A. Poikilositosis
B. Anisositosis
C. Hipokromia
D. Polikromasia
E. Rouleaux

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Poikilositosis merujuk pada variasi abnormal bentuk eritrosit; anisositosis merujuk variasi ukuran.

Soal #9 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pembentukan formasi tumpukan uang logam (Rouleaux formation) pada eritrosit sering teramati pada sediaan darah penderita…

A. Multiple Myeloma / Peningkatan Imunoglobulin Tinggi
B. Anemia Defisiensi Besi
C. Talasemia Mayor
D. Malaria Falciparum
E. Polisitemia Vera

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kadar protein globulin atau fibrinogen yang tinggi menurunkan potensial zeta eritrosit sehingga saling bertumpuk (rouleaux).

Soal #10 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pewarnaan sediaan apus darah tepi (SADT) paling ideal menggunakan kombinasi zat warna Wright-Giemsa yang dilarutkan dalam buffer pH…

A. 6,4 hingga 6,8
B. 7,4 hingga 8,0
C. 5,0 hingga 5,5
D. 8,5 hingga 9,0
E. 4,0 hingga 4,5

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Buffer Sorenson pH 6,4-6,8 menjamin diferensiasi warna optimal granula asam (merah) dan basa (biru-keunguan).

Soal #11 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Reagen Rees Ecker pada hitung trombosit manual mengandung zat warna Brilliant Cresyl Blue, natrium sitrat, dan formalin. Fungsi formalin dalam reagen adalah…

A. Memfiksasi trombosit agar bentuknya stabil
B. Melisiskan trombosit
C. Membekukan serum
D. Menghancurkan kuman spora
E. Mewarnai eritrosit menjadi merah

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Formalin bertindak sebagai agen fiksatif yang mengawetkan morfologi membran trombosit.

Soal #12 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Penusukan kulit (Skin Puncture / Kapiler) pada bayi baru lahir (neonatus) untuk skrining metabolik direkomendasikan pada lokasi…

A. Bagian lateral atau medial permukaan plantar tumit kaki
B. Ujung jari telunjuk
C. Ujung ibu jari tangan
D. Cuping telinga
E. Telapak tangan

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Area medial/lateral tumit kaki bayi aman dari risiko osteomielitis tulang kalkaneus.

Soal #13 • Hematologi Klinik & Prosedur Flebotomi
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan Bleeding Time (Masa Perdarahan) metode Ivy dilakukan dengan membuat insisi standar pada lengan bawah dengan tekanan torniket…

A. 40 mmHg
B. 20 mmHg
C. 60 mmHg
D. 80 mmHg
E. 10 mmHg

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Metode Ivy mempertahankan tekanan manset tensimeter pada 40 mmHg selama prosedur uji perdarahan.

Soal #14 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Metode enzimatik kolorimetri standar yang paling akurat digunakan untuk pengukuran kadar glukosa darah pada fotometer adalah…

A. Metode GOD-PAP (Glukosa Oksidase – Peroksidase)
B. Metode Jaffe
C. Metode Biuret
D. Metode Urease-GLDH
E. Metode Berthelot

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
GOD-PAP mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan H₂O₂ yang bereaksi kromogenik menghasilkan zat warna kuinonimin merah.

Soal #15 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Reaksi Jaffe dasar pada pemeriksaan kreatinin serum melibatkan pembentukan kompleks berwarna merah-oranye antara kreatinin dengan…

A. Asam Pikrat dalam suasana alkalis (basa)
B. Asam Asetat Glasial
C. Asam Fosfomolibdat
D. Reagen Folin-Ciocalteu
E. Natrium Nitroprusida

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Reaksi Jaffe: kreatinin bereaksi dengan asam pikrat dalam larutan basa membentuk kompleks pikrat-kreatinin berwarna merah jingga.

Soal #16 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Metode pemeriksaan total protein serum darah menggunakan reagen Biuret yang bereaksi dengan ikatan…

A. Ikatan Peptida
B. Ikatan Glikosidik
C. Ikatan Ester
D. Ikatan Hidrogen
E. Ikatan Fosfodiester

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ion Cu²⁺ dalam suasana basa berikatan dengan minimal dua ikatan peptida menghasilkan warna ungu proporsional.

Soal #17 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan fraksi lipid darah yang dihitung secara tidak langsung menggunakan rumus Friedewald adalah…

A. Kolesterol LDL (LDL = Total Kolesterol – HDL – (Trigliserida / 5))
B. Kolesterol Total
C. Trigliserida
D. HDL Kolesterol
E. Asam Lemak Bebas

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Formula Friedewald valid jika kadar trigliserida pasien berada di bawah 400 mg/dL.

Soal #18 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan enzim Alkaline Phosphatase (ALP) dan Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) meningkat tajam pada kondisi…

A. Obstruksi saluran empedu (Kolestasis intra/ekstrahepatik)
B. Gagal ginjal akut
C. Infark miokard murni
D. Pankreatitis
E. Anemia aplastik

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
ALP dan GGT adalah enzim membran kanalikuli biliaris yang melonjak sensitif pada retensi/sumbatan empedu.

Soal #19 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Biomarker enzim pencernaan yang melonjak drastis dalam darah pada pasien dengan inflamasi akut kelenjar pankreas (Pankreatitis Akut) adalah…

A. Amilase dan Lipase
B. SGOT dan SGPT
C. LDH dan CK-MB
D. Kolinesterase
E. Asam Fosfatase

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Lipase dan amilase serum disekresikan masif ke peredaran darah saat jaringan asinar pankreas meradang akut.

Soal #20 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan gas darah arteri (Astrup / BGA) mengukur parameter utama keseimbangan asam-basa tubuh, yaitu…

A. pH, pO₂, pCO₂, HCO₃⁻, dan Base Excess (BE)
B. Kadar ureum dan kreatinin saja
C. Kadar kalsium dan magnesium
D. Enzim troponin dan mioglobin
E. Laju endap darah

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Analisis Gas Darah (AGD) mengevaluasi status oksigenasi paru dan ventilasi asam-basa metabolik/respiratorik.

Soal #21 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan skrining toksikologi narkoba pada spesimen urin umumnya mendeteksi metabolit zat…

A. Amphetamine, THC (Ganja), Morfin/Opiat, Benzodiazepin, dan Kokain
B. Parasetamol dan Vitamin C
C. Asam Mefenamat murni
D. Antibiotik amoksisilin
E. Kafein kopi

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rapid test narkoba 5-parameter/6-parameter menguji panel NAPZA utama via imunokromatografi urin.

Soal #22 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Senyawa beracun gas tanpa bau dan tanpa warna yang berikatan dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin (HbCO) dengan afinitas 200 kali lebih kuat dari oksigen adalah…

A. Karbon Monoksida (CO)
B. Karbon Dioksida (CO₂)
C. Gas Metana (CH₄)
D. Gas Klorin (Cl₂)
E. Nitrogen Oksida (NO)

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gas CO menggeser oksigen secara kuat dari heme memicu hipoksia jaringan fatal.

Soal #23 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan klirens kreatinin (Creatinine Clearance) membutuhkan pengumpulan spesimen urin pasien selama durasi…

A. 24 jam penuh
B. Urin sewaktu pagi
C. Urin pancaran tengah 10 menit
D. 1 jam
E. 3 hari

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Klirens kreatinin mengukur volume plasma yang dibersihkan dari kreatinin per menit berbasis urin tampung 24 jam.

Soal #24 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Kadar asam urat (Uric Acid) darah yang melonjak tinggi di atas nilai normal (Hiperurisemia) dapat mengendap di persendian membentuk kristal monosodium urat yang memicu penyakit…

A. Gout Arthritis (Pirai)
B. Osteoporosis
C. Rakhitis
D. Skoliosis
E. Artritis Reumatoid

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hiperurisemia kronis mengendapkan tofus asam urat tajam di sendi metatarsophalangeal ibu jari kaki.

Soal #25 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Serum ikterik disebabkan oleh peningkatan kadar pigmen empedu…

A. Bilirubin (> 2,5 mg/dL)
B. Melanin
C. Hemoglobin bebas
D. Karoten
E. Lipofusin

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bilirubinemia tinggi (> 2,0-2,5 mg/dL) mewarnai serum dan sklera mata menjadi kuning pekat (jaundice).

Soal #26 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Zat pengawet urin 24 jam yang sering ditambahkan untuk pemeriksaan kalsium atau katekolamin urin adalah…

A. Asam Klorida (HCl) 6 N
B. Formalin 40%
C. Toluena
D. Kloroform
E. Natrium Karbonat

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Asam klorida pekat menurunkan pH urin (< 2) guna mencegah presipitasi garam kalsium dan dekomposisi analit.

Soal #27 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Sediaan apus darah tebal pada pemeriksaan malaria digunakan dengan tujuan utama untuk…

A. Menemukan parasit secara cepat dan efisien pada kasus dengan densitas parasitemia rendah
B. Mengamati morfologi sel darah secara rinci
C. Melihat bentuk eritrosit utuh
D. Mengukur diameter leukosit
E. Menghitung trombosit secara presisi

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tetes tebal mendestruksi eritrosit sehingga konsentrasi parasit terkumpul padat memudahkan pelacakan cepat.

Soal #28 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Sediaan apus darah tipis difiksasi dengan metanol bertujuan untuk…

A. Memfiksasi eritrosit agar utuh sehingga spesies Plasmodium dapat diidentifikasi secara morfologis akurat
B. Melisiskan semua sel darah merah
C. Menghilangkan zat warna Giemsa
D. Membekukan serum darah
E. Membunuh bakteri udara

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Apus tipis mempertahankan bentuk eritrosit dan stadium cincin/trofozoit/gametosit untuk diferensiasi spesies malaria.

Soal #29 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Kadar glukosa darah 2 jam post prandial (GD2PP) normal pada orang dewasa sehat adalah…

A. < 140 mg/dL
B. < 200 mg/dL
C. 140 – 199 mg/dL
D. > 250 mg/dL
E. 70 – 99 mg/dL

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Toleransi glukosa normal menghasilkan kadar GD2PP < 140 mg/dL (140-199 mg/dL mengindikasikan Toleransi Glukosa Terganggu/TGT).

Soal #30 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan fraksi protein urin ‘Bence Jones Protein’ yang presipitasi pada 56°C dan larut kembali pada 100°C khas pada penderita…

A. Multiple Myeloma
B. Glomerulonefritis Akut
C. Sindrom Nefrotik
D. Batu Saluran Kemih
E. Diabetes Melitus

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Protein Bence Jones adalah rantai ringan imunoglobulin monoklonal bebas (kappa/lambda) yang diekskresikan pada mieloma multipel.

Soal #31 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Zat pewarna Neisser (Neisser A, B, C) digunakan untuk mewarnai granula metakromatik (Babes-Ernst) pada bakteri…

A. Corynebacterium diphtheriae (Penyebab Difteri)
B. Bacillus subtilis
C. Streptococcus pneumoniae
D. Clostridium perfringens
E. Neisseria meningitidis

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Granula polifosfat Babes-Ernst pada basil difteri terwarnai biru tua/hitam dengan latar belakang kuning cokelat Neisser.

Soal #32 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji sterilitas media kultur bakteri diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam tanpa inokulasi untuk memastikan…

A. Media steril bebas kontaminasi mikroba sebelum digunakan untuk penanaman spesimen pasien
B. Media menjadi lebih keras
C. Zat warna media berubah warna
D. Kadar air media berkurang
E. Nutrisi media berlipat ganda

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Uji kontrol negatif sterilitas memastikan cawan agar tidak terkontaminasi selama proses pembuatan/penuangan.

Soal #33 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Reagen Kovac’s pada uji indol bakteri mendeteksi kemampuan bakteri menghidrolisis asam amino triptofan menjadi…

A. Indol (membentuk cincin merah di permukaan)
B. Amonia
C. Ureum
D. Gas H₂S
E. Glukosa

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bakteri triptofanase-positif (seperti E. coli) memecah triptofan menghasilkan indol yang bereaksi membentuk cincin merah muda dengan reagen Kovac.

Soal #34 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Alat pengukur konsentrasi analit dalam spesimen berdasarkan penyerapan radiasi cahaya monokromatik pada panjang gelombang tertentu adalah…

A. Spektrofotometer / Fotometer Klinis
B. Refraktometer
C. Konduktometer
D. Polarimeter
E. Nefelometer

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Spektrofotometri mengukur absorbansi cahaya analit larutan menurut hukum Lambert-Beer.

Soal #35 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Metode fiksasi jaringan histopatologi yang paling umum menggunakan larutan…

A. Neutral Buffered Formalin (NBF) 10%
B. Alkohol 96%
C. Aseton dingin
D. Asam sulfat pekat
E. Air garam fisiologis

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Formalin buffer netral 10% mencegah autolisis dan pembusukan jaringan dengan memicu ikatan silang protein tanpa distorsi morfologi sel.

Soal #36 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pewarnaan rutin laboratorium patologi anatomi untuk memeriksa sediaan jaringan biopsi adalah…

A. Hematoksilin – Eosin (H&E)
B. Pewarnaan Gram
C. Pewarnaan Ziehl-Neelsen
D. Pewarnaan Fontana Masson
E. Pewarnaan Giemsa murni

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hematoksilin mewarnai inti sel menjadi biru-ungu, dan eosin mewarnai sitoplasma serta matriks ekstraseluler menjadi merah muda.

Soal #37 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Teknik pewarnaan Papanicolaou (Pap Smear) digunakan oleh analis sitoteknologi untuk skrining dini kanker…

A. Kanker Serviks (Leher Rahim)
B. Kanker Paru-Paru
C. Kanker Hati
D. Kanker Tulang
E. Kanker Kulit

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pap Smear mendeteksi perubahan displastik epitel serviks servikal secara sitologis.

Soal #38 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Nilai kritis (Critical Value / Panic Value) hasil laboratorium adalah…

A. Hasil pemeriksaan yang sangat abnormal dan mengancam jiwa yang wajib segera dilaporkan kepada dokter yang merawat dalam hitungan menit
B. Hasil laboratorium yang paling murah biayanya
C. Hasil yang nilainya berada di batas rujukan normal
D. Hasil laboratorium pasien rawat jalan biasa
E. Hasil yang boleh dicetak minggu depan

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Nilai kritis (contoh: kalium < 2,5 atau > 6,5 mmol/L) membutuhkan pelaporan verbal segera (read-back) demi keselamatan nyawa pasien.

Soal #39 • Kimia Klinik, Enzimologi & Toksikologi Analitik
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Kode etik profesional Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) mewajibkan…

A. Menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan pasien dan mengutamakan ketelitian mutu hasil uji
B. Membocorkan hasil tes HIV pasien kepada tetangga
C. Mengubah hasil uji atas permintaan keluarga
D. Bekerja tanpa menggunakan APD
E. Menolak memeriksa pasien BPJS

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kerahasiaan medis, akurasi analitis, dan integritas profesional adalah pilar etika tertinggi ATLM.

Soal #40 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji katalase digunakan untuk membedakan dua genus bakteri kokus Gram positif utama, yaitu…

A. Staphylococcus (Katalase Positif) dan Streptococcus (Katalase Negatif)
B. Bacillus dan Clostridium
C. E. coli dan Salmonella
D. Neisseria dan Moraxella
E. Mycobacterium dan Nocardia

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Enzim katalase memecah 2H₂O₂ -> 2H₂O + O₂ (gelembung gas); Staphylococcus positif, Streptococcus negatif.

Soal #41 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji koagulase digunakan secara spesifik untuk membedakan spesies patogen…

A. Staphylococcus aureus (Koagulase Positif) dari Staphylococcus non-aureus (KNS)
B. Streptococcus pyogenes dari agalactiae
C. Pseudomonas aeruginosa dari Burkholderia
D. Salmonella typhi dari Shigella
E. Klebsiella pneumoniae dari Enterobacter

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
S. aureus memproduksi koagulase yang menggumpalkan plasma darah kelinci/sitrat.

Soal #42 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Bakteri Gram negatif enterik yang memfermentasikan laktosa dan membentuk koloni berwarna hijau metalik mengkilap (green metallic sheen) pada media EMB Agar adalah…

A. Escherichia coli
B. Salmonella typhimurium
C. Shigella sonnei
D. Proteus mirabilis
E. Pseudomonas aeruginosa

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Fermentasi asam kuat laktosa oleh E. coli mempresipitasikan zat warna Eosin dan Methylene Blue membentuk kilau hijau metalik.

Soal #43 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji biokimia IMViC pada bakteri enterik adalah singkatan dari pengujian…

A. Indol, Methyl Red, Voges-Proskauer, dan Citrate
B. Inositol, Maltosa, Varian, dan Klorida
C. Isolasi, Mikroskopi, Virulensi, dan Cawan
D. Inokulasi, Media, Vaksin, dan Cairan
E. Imun, Membran, Vektor, dan Coccidiosis

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Panel IMViC adalah standar diferensiasi fisiologis bakteri famili Enterobacteriaceae.

Soal #44 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Bakteri anaerob pembentuk endospora penyebab penyakit tetanus yang menghasilkan toksin tetanospasmin adalah…

A. Clostridium tetani
B. Bacillus anthracis
C. Corynebacterium diphtheriae
D. Listeria monocytogenes
E. Bordetella pertussis

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Clostridium tetani adalah basil Gram positif anaerob obligat dengan spora terminal khas seperti pemukul drum (drumstick appearance).

Soal #45 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pewarnaan spora bakteri metode Schaeffer-Fulton menggunakan zat warna utama…

A. Malachite Green dipanaskan dan zat warna tandingan Safranin
B. Kristal Violet dan Lugol
C. Karbol Fuchsin dingin
D. Metilen Biru murni
E. Tinta Cina

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Malachite green menembus dinding spora yang resisten dengan bantuan uap panas; sel vegetatif berwarna merah safranin.

Soal #46 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Spesies jamur ragi (yeast) oportunistik yang sering menyebabkan infeksi kandidiasis oral, keputihan, atau infeksi sistemik adalah…

A. Candida albicans
B. Aspergillus niger
C. Microsporum canis
D. Trichophyton rubrum
E. Rhizopus oryzae

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Candida albicans membentuk sel ragi bertunas (blastospora), pseudohifa, dan chlamydospora berdinding tebal.

Soal #47 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji Germ Tube adalah tes cepat laboratorium yang digunakan untuk identifikasi presumtif spesies jamur…

A. Candida albicans (menghasilkan tabung kecambah dalam serum 2-3 jam)
B. Cryptococcus neoformans
C. Aspergillus flavus
D. Epidermophyton floccosum
E. Penicillium notatum

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Inkubasi sel Candida albicans dalam serum manusia/hewan pada 37°C selama 2-3 jam memicu pembentukan germ tube.

Soal #48 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan mikroskopis kerokan kulit atau kuku untuk mendeteksi hifa jamur dermatofita menggunakan reagen pelarut keratin, yaitu…

A. Larutan KOH (Kalium Hidroksida) 10% – 20%
B. Alkohol 70%
C. Asam Klorida 1 N
D. Formalin 4%
E. Eter

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Larutan basa KOH melisiskan keratin tanduk kulit dan debris seluler sehingga hifa dan spora jamur tampak jernih kontras.

Soal #49 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Virus Dengue penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dideteksi secara dini pada hari ke-1 hingga hari ke-3 demam menggunakan tes penanda…

A. Antigen NS1 (Non-Structural Protein 1)
B. Antibodi IgG Dengue saja
C. Widal
D. Tubex TF
E. HBsAg

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Antigen NS1 bersirkulasi tinggi dalam darah sejak hari pertama onset infeksi virus Dengue sebelum antibodi terbentuk.

Soal #50 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Bakteri berbentuk koma yang motil dengan flagela tunggal polar penyebab wabah diare akut ‘cucuran air beras’ (rice water stool) adalah…

A. Vibrio cholerae
B. Salmonella enteritidis
C. Shigella flexneri
D. Campylobacter jejuni
E. Yersinia enterocolitica

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Vibrio cholerae tumbuh subur pada media alkali TCBS (koloni kuning peragi sukrosa).

Soal #51 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Media transport standar yang digunakan untuk membawa sampel usap tenggorok atau usap luka tanpa membiarkan bakteri mati atau overgrowth adalah…

A. Amies Transport Medium / Stuart Medium
B. Nutrient Broth murni
C. Air suling steril
D. Larutan Glukosa 10%
E. Alkohol 96%

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Media transport Amies menjaga viabilitas kuman tanpa nutrien berlebih yang memicu pertumbuhan berlebih.

Soal #52 • Bakteriologi, Mikologi & Virologi Laboratorium
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Teknik diagnostik molekuler berbasis amplifikasi enzimatik segmen DNA spesifik secara in vitro dalam siklus termal disebut…

A. Polymerase Chain Reaction (PCR)
B. Western Blot
C. Kromatografi Lapis Tipis
D. Spektrofotometri Serapan Atom
E. Uji Presipitin

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
PCR melipatgandakan sekuens asam nukleat patogen jutaan kali lipat melalui tahap denaturasi, penempelan primer (annealing), dan perpanjangan (extension).

Soal #53 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Stadium infektif parasit protozoa Entamoeba histolytica yang tertelan melalui makanan atau minuman terkontaminasi feses adalah…

A. Kista matang berinti empat (Tetranukleat)
B. Trofozoit berflagela
C. Larva filariform
D. Telur bersegmen
E. Serkaria

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kista tetranukleat resisten terhadap asam lambung dan mengalami ekskistasi di ileum usus halus.

Soal #54 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Protozoa usus berflagela berbentuk seperti buah pir (buah pir terbelah) dengan dua inti menyerupai mata monyet yang menyebabkan diare berlemak (steatorea) adalah…

A. Giardia lamblia (Giardia duodenalis)
B. Trichomonas hominis
C. Balantidium coli
D. Cryptosporidium parvum
E. Chilomastix mesnili

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Giardia lamblia menempel pada vili duodenum dengan batil isap (sucking disc) memicu malabsorpsi lemak.

Soal #55 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Spesies cacing pita babi yang dapat menyebabkan penyakit sistiserkosis pada jaringan otak manusia jika menelan telurnya adalah…

A. Taenia solium
B. Taenia saginata
C. Diphyllobothrium latum
D. Hymenolepis nana
E. Echinococcus granulosus

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Taenia solium (cacing pita babi) memiliki skoleks berrostelum berkait; larva sistiserkus dapat menginvasi SSP memicu neurosistiserkosis.

Soal #56 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Telur cacing parasit usus berbentuk asimetris (oval datar di satu sisi dan cembung di sisi lain) berisi larva adalah ciri telur…

A. Enterobius vermicularis (Cacing Kremi)
B. Ascaris lumbricoides
C. Necator americanus
D. Trichuris trichiura
E. Fasciolopsis buski

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Telur cacing kremi khas berbentuk seperti huruf D transparan berdinding ganda halus.

Soal #57 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Cacing nematoda usus yang berbentuk seperti cambuk (ujung anterior langsing dan ujung posterior tebal) dengan telur berbentuk tempayan bertutup kutub adalah…

A. Trichuris trichiura (Cacing Cambuk)
B. Strongyloides stercoralis
C. Ancylostoma braziliense
D. Wuchereria bancrofti
E. Brugia malayi

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Telur Trichuris trichiura menyerupai tong kayu/tempayan dengan tonjolan mukoid jernih di kedua kutubnya.

Soal #58 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Parasit darah golongan nematoda filaria yang ditularkan oleh nyamuk Mansonia atau Culex dan menyebabkan penyakit kaki gajah (Filariasis) di Indonesia antara lain…

A. Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori
B. Plasmodium vivax
C. Leishmania donovani
D. Trypanosoma gambiense
E. Schistosoma japonicum

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Mikrofilaria W. bancrofti dan Brugia menyumbat pembuluh limfe menimbulkan elefantiasis tungkai.

Soal #59 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Pemeriksaan darah untuk deteksi mikrofilaria dilakukan paling optimal pada waktu malam hari (pukul 22.00 – 02.00) karena mikrofilaria memiliki sifat…

A. Periodisitas Nokturnal (aktif keluar ke darah tepi di malam hari)
B. Periodisitas Diurnal
C. Non-periodik
D. Resisten siang hari
E. Termofilik

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Mikrofilaria bersembunyi di kapiler paru pada siang hari dan bermigrasi ke sirkulasi perifer pada malam hari menyesuaikan jam gigitan nyamuk vektor.

Soal #60 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji aglutinasi direk pada penggolongan darah sistem ABO menggunakan reagen antisera komersial, di mana aglutinasi pada anti-A dan anti-B menunjukkan darah bergolongan…

A. Golongan Darah AB
B. Golongan Darah O
C. Golongan Darah A
D. Golongan Darah B
E. Inkompatibel murni

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Eritrosit yang memiliki aglutinogen A dan B akan teraglutinasi oleh antiserum anti-A maupun anti-B.

Soal #61 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji golongan darah Rhesus mendeteksi keberadaan antigen mayor yang paling imunogenik pada permukaan eritrosit, yaitu…

A. Antigen D (Rho)
B. Antigen C
C. Antigen c
D. Antigen E
E. Antigen e

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sistem Rhesus positif/negatif ditentukan oleh keberadaan protein Antigen D.

Soal #62 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir (Erythroblastosis Fetalis) dapat terjadi jika terjadi inkompatibilitas rhesus antara…

A. Ibu Rh negatif mengandung janin Rh positif pada kehamilan kedua atau berikutnya
B. Ibu Rh positif janin Rh negatif
C. Ayah Rh negatif ibu Rh positif
D. Ibu dan janin sama-sama Rh negatif
E. Semua golongan darah O

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ibu Rh- tersensitisasi oleh eritrosit janin Rh+ pada kehamilan I; antibodi IgG anti-D ibu menembus plasenta pada kehamilan II menghancurkan eritrosit janin.

Soal #63 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji Coombs Direk (Direct Antiglobulin Test / DAT) digunakan untuk mendeteksi…

A. Antibodi atau komplemen yang telah terikat langsung pada permukaan eritrosit pasien secara in vivo
B. Antibodi bebas yang melayang di dalam serum
C. Kadar gula darah
D. Kadar kolesterol
E. Bakteri dalam darah

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
DAT mendeteksi sensitisasi in vivo eritrosit pada anemia hemolitik autoimun (AIHA) atau reaksi transfusi.

Soal #64 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Uji Coombs Indirek (Indirect Antiglobulin Test / IAT) digunakan untuk…

A. Mendeteksi antibodi ireguler bebas dalam serum pasien secara in vitro sebelum transfusi darah
B. Menghitung sel darah putih
C. Mengukur tekanan darah
D. Mendeteksi infeksi cacing usus
E. Melihat kristal urin

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
IAT menyaring (antibody screening) antibodi atipikal/ireguler dalam serum donor atau resipien.

Soal #65 • Parasitologi Medis & Imunohematologi Terapan
Standar Masuk TLM & Poltekkes

Darah lengkap (Whole Blood) yang disimpan di bank darah pada suhu 2°C – 6°C dengan antikoagulan CPDA-1 memiliki masa simpan maksimal selama…

A. 35 hari
B. 21 hari
C. 42 hari
D. 14 hari
E. 7 hari

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Antikoagulan sitrat-fosfat-dekstrosa-adenin (CPDA-1) mempertahankan viabilitas eritrosit hingga 35 hari pada 2-6°C.

Dapatkan Soal Lebih Lengkap!

Dapatkan Soal Lebih Lengkap!

Untuk lebih banyak soal latihan UTBK Teknik Laboratorium Medis beserta pembahasannya, kunjungi utbk.or.id atau klik banner di atas. Persiapkan diri Anda dengan latihan soal yang lebih lengkap dan tingkatkan peluang sukses dalam tes masuk perguruan tinggi impian Anda!

Materi Latihan Terkait & Rekomendasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?