Program Studi Teknik Laboratorium Medis merupakan bidang ilmu yang berfokus pada pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan memantau penyakit. Mahasiswa jurusan ini akan mempelajari teknik analisis berbagai sampel biologis seperti darah, urin, dan jaringan tubuh dengan menggunakan alat-alat laboratorium modern. Lulusan dibekali keahlian dalam bidang hematologi, mikrobiologi, biokimia klinik, hingga imunologi. Dalam seleksi masuk perguruan tinggi, calon mahasiswa diharapkan memiliki dasar yang kuat dalam biologi, kimia, serta ketelitian dan kepekaan terhadap detail.
Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Laboratorium Medis

Pengen lolos ke jurusan Teknik Laboratorium Medis? Yuk, kenali dulu tipe-tipe soal yang bakal kamu hadapi saat seleksi masuk! Tesnya nggak cuma soal hafalan, tapi juga menilai pemahaman kamu di bidang biologi, kimia, dan penalaran ilmiah.
Nah, biar belajarnya nggak nyasar, cek dulu kisi-kisi lengkapnya di bawah ini supaya kamu bisa lebih siap dan percaya diri waktu ujian nanti.
- Dasar-Dasar Biologi Sel
Menguji pemahaman tentang struktur dan fungsi sel, termasuk organel seperti inti sel, mitokondria, dan retikulum endoplasma yang relevan dengan pemeriksaan mikroskopis. - Anatomi dan Fisiologi Manusia
Mengenal sistem organ tubuh manusia (peredaran darah, sistem pencernaan, sistem urinaria, sistem saraf, dll.) sebagai dasar interpretasi hasil laboratorium. - Mikrobiologi Dasar
Menilai pemahaman tentang bakteri, virus, jamur, dan parasit serta teknik dasar identifikasi mikroorganisme dalam pemeriksaan laboratorium. - Hematologi Dasar
Menguji pemahaman tentang komponen darah, jenis sel darah, pemeriksaan hitung darah lengkap (CBC), serta teknik pembuatan dan pembacaan preparat darah. - Kimia Klinik
Memahami prinsip pemeriksaan laboratorium terhadap fungsi organ (hati, ginjal, jantung), pengukuran kadar glukosa, kolesterol, enzim, dan elektrolit. - Parasitologi dan Entomologi Medis
Mengetahui jenis-jenis parasit manusia seperti Plasmodium, Ascaris, dan teknik pemeriksaan sampel feses atau darah. - Imunologi dan Serologi
Menguji pengetahuan tentang respon imun tubuh, antigen-antibodi, serta teknik serologi seperti aglutinasi, ELISA, dan rapid test. - Mikroteknik dan Histologi
Mengenal prinsip pembuatan sediaan jaringan (bloking, pemotongan, pewarnaan) dan identifikasi mikroskopis jaringan normal maupun patologis. - Teknik Pemeriksaan Urine dan Feses
Menilai kemampuan membaca hasil urinalisis (protein, glukosa, sedimen) dan pemeriksaan mikroskopis feses untuk mendeteksi parasit atau darah samar. - Teknik Dasar Mikroskopi
Memahami prinsip kerja mikroskop cahaya, perbedaan antara mikroskop monokuler dan binokuler, serta teknik fokus dan pencahayaan. - Konsep Dasar Biokimia
Menguji pemahaman tentang struktur dan fungsi biomolekul (karbohidrat, protein, lemak, enzim) dan hubungannya dengan proses metabolisme. - Perhitungan Laboratorium dan Satuan
Menguji kemampuan menghitung pengenceran, konsentrasi larutan, konversi satuan (mg/dL ke mmol/L), serta interpretasi angka hasil lab. - Sterilisasi dan Teknik Aseptik
Mengetahui metode sterilisasi (autoklaf, filtrasi, UV), teknik aseptik dalam penanganan sampel, dan pencegahan kontaminasi silang. - Wawasan Kesehatan dan Etika Profesi
Menguji pemahaman tentang tanggung jawab tenaga laboratorium medis, kerahasiaan hasil pemeriksaan, dan peran TLM dalam sistem pelayanan kesehatan. - Alat Laboratorium dan Penggunaannya
Mengenal alat-alat seperti sentrifuge, spektrofotometer, alat autoklaf, mikropipet, dan prinsip kerjanya dalam pemeriksaan. - Pengambilan dan Penanganan Spesimen
Menilai pemahaman tentang prosedur pengambilan darah vena dan kapiler, sampel urin, sputum, serta cara penyimpanan dan pengiriman yang tepat. - Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Laboratorium
Memahami risiko kerja di laboratorium, penanganan limbah biomedis, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan langkah-langkah saat terjadi tumpahan bahan infeksius. - Pemahaman Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Menguji kemampuan dasar dalam menginterpretasikan hasil lab (misalnya kadar glukosa tinggi → indikasi diabetes) secara sederhana. - Statistik Dasar untuk Laboratorium
Mengenal ukuran pemusatan data, rentang referensi (nilai normal), dan konsep sensitivitas-spesifisitas dalam konteks uji diagnostik. - Isu Kesehatan Terkini dan Peran TLM
Wawasan umum tentang peran laboratorium medis dalam deteksi dini penyakit menular seperti HIV, hepatitis, atau COVID-19.
📘 Bank Soal Latihan & Simulasi Terlengkap: 65 Butir Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) yang mencakup Hematologi Klinik & Flebotomi (Antikoagulan, Tabung Vacutainer, Indeks MCV/MCH/MCHC, Rouleaux), Kimia Klinik & Toksikologi (GOD-PAP, Reaksi Jaffe, Biuret, Rumus Friedewald, Gas Arteri, Karboksihemoglobin), Bakteriologi & Virologi (Uji Katalase/Koagulase, Media EMB, Pewarnaan Spora, Germ Tube Candida, Antigen NS1 Dengue), Imunologi & Parasitologi (Rapid Test, Crossmatch, Plasmodium, Feses Rutin, Sedimentasi Urin), serta Kendali Mutu & Keselamatan Kerja Laboratorium Medis (Westgard Multirule, Biosafety Cabinet, Limbah B3 Medis) lengkap dengan pembahasan!
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Jenis antikoagulan yang bekerja dengan cara mengikat kalsium membentuk garam kalsium oksalat tak larut dan digunakan untuk pemeriksaan hematologi tertentu adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Garam oksalat mengendapkan ion Ca²⁺ sehingga kaskade pembekuan darah terhenti.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Tabung vacutainer dengan tutup berwarna merah tanpa gel separator bertujuan untuk menghasilkan spesimen…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Tabung tutup merah polos (plain) membiarkan darah membeku secara alami (koagulasi) untuk pemisahan serum murni.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Sel darah putih dengan diameter paling besar, berinti seperti ginjal atau kacang polong, dan bersitoplasma abu-abu kebiruan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Monosit adalah agranulosit terbesar yang bertransformasi menjadi makrofag di jaringan tubuh.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan hitung indeks eritrosit MCV (Mean Corpuscular Volume) mengukur…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
MCV = (Hematokrit x 10) / Jumlah Eritrosit; mengklasifikasikan anemia mikrositik, normositik, atau makrositik.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Indeks eritrosit MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) dinyatakan dalam satuan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
MCH mengukur massa hemoglobin dalam rata-rata satu eritrosit dalam satuan pikogram (pg).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Jika kadar hemoglobin seorang pasien adalah 12 g/dL dan hematokritnya 36%, dengan jumlah eritrosit 4,0 juta/μL, berapakah nilai MCHC pasien?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
MCHC = (Hb / Ht) x 100% = (12 / 36) x 100% = 33,33 g/dL (rentang normokromik normal).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Sel darah yang berperan sentral dalam proses hemostasis primer dengan membentuk sumbat platelet pada endotel pembuluh darah yang luka adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Trombosit mengalami adhesi, aktivasi, dan agregasi membentuk hemostatic plug primer.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Kelainan morfologi eritrosit di mana sel darah merah memiliki variasi bentuk yang bermacam-macam (seperti sferosit, ovalosit, sel target) disebut…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Poikilositosis merujuk pada variasi abnormal bentuk eritrosit; anisositosis merujuk variasi ukuran.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pembentukan formasi tumpukan uang logam (Rouleaux formation) pada eritrosit sering teramati pada sediaan darah penderita…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kadar protein globulin atau fibrinogen yang tinggi menurunkan potensial zeta eritrosit sehingga saling bertumpuk (rouleaux).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pewarnaan sediaan apus darah tepi (SADT) paling ideal menggunakan kombinasi zat warna Wright-Giemsa yang dilarutkan dalam buffer pH…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Buffer Sorenson pH 6,4-6,8 menjamin diferensiasi warna optimal granula asam (merah) dan basa (biru-keunguan).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Reagen Rees Ecker pada hitung trombosit manual mengandung zat warna Brilliant Cresyl Blue, natrium sitrat, dan formalin. Fungsi formalin dalam reagen adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Formalin bertindak sebagai agen fiksatif yang mengawetkan morfologi membran trombosit.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Penusukan kulit (Skin Puncture / Kapiler) pada bayi baru lahir (neonatus) untuk skrining metabolik direkomendasikan pada lokasi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Area medial/lateral tumit kaki bayi aman dari risiko osteomielitis tulang kalkaneus.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan Bleeding Time (Masa Perdarahan) metode Ivy dilakukan dengan membuat insisi standar pada lengan bawah dengan tekanan torniket…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Metode Ivy mempertahankan tekanan manset tensimeter pada 40 mmHg selama prosedur uji perdarahan.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Metode enzimatik kolorimetri standar yang paling akurat digunakan untuk pengukuran kadar glukosa darah pada fotometer adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
GOD-PAP mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan H₂O₂ yang bereaksi kromogenik menghasilkan zat warna kuinonimin merah.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Reaksi Jaffe dasar pada pemeriksaan kreatinin serum melibatkan pembentukan kompleks berwarna merah-oranye antara kreatinin dengan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Reaksi Jaffe: kreatinin bereaksi dengan asam pikrat dalam larutan basa membentuk kompleks pikrat-kreatinin berwarna merah jingga.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Metode pemeriksaan total protein serum darah menggunakan reagen Biuret yang bereaksi dengan ikatan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Ion Cu²⁺ dalam suasana basa berikatan dengan minimal dua ikatan peptida menghasilkan warna ungu proporsional.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan fraksi lipid darah yang dihitung secara tidak langsung menggunakan rumus Friedewald adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Formula Friedewald valid jika kadar trigliserida pasien berada di bawah 400 mg/dL.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan enzim Alkaline Phosphatase (ALP) dan Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) meningkat tajam pada kondisi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
ALP dan GGT adalah enzim membran kanalikuli biliaris yang melonjak sensitif pada retensi/sumbatan empedu.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Biomarker enzim pencernaan yang melonjak drastis dalam darah pada pasien dengan inflamasi akut kelenjar pankreas (Pankreatitis Akut) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Lipase dan amilase serum disekresikan masif ke peredaran darah saat jaringan asinar pankreas meradang akut.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan gas darah arteri (Astrup / BGA) mengukur parameter utama keseimbangan asam-basa tubuh, yaitu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Analisis Gas Darah (AGD) mengevaluasi status oksigenasi paru dan ventilasi asam-basa metabolik/respiratorik.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan skrining toksikologi narkoba pada spesimen urin umumnya mendeteksi metabolit zat…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rapid test narkoba 5-parameter/6-parameter menguji panel NAPZA utama via imunokromatografi urin.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Senyawa beracun gas tanpa bau dan tanpa warna yang berikatan dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin (HbCO) dengan afinitas 200 kali lebih kuat dari oksigen adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Gas CO menggeser oksigen secara kuat dari heme memicu hipoksia jaringan fatal.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan klirens kreatinin (Creatinine Clearance) membutuhkan pengumpulan spesimen urin pasien selama durasi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Klirens kreatinin mengukur volume plasma yang dibersihkan dari kreatinin per menit berbasis urin tampung 24 jam.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Kadar asam urat (Uric Acid) darah yang melonjak tinggi di atas nilai normal (Hiperurisemia) dapat mengendap di persendian membentuk kristal monosodium urat yang memicu penyakit…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hiperurisemia kronis mengendapkan tofus asam urat tajam di sendi metatarsophalangeal ibu jari kaki.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Serum ikterik disebabkan oleh peningkatan kadar pigmen empedu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Bilirubinemia tinggi (> 2,0-2,5 mg/dL) mewarnai serum dan sklera mata menjadi kuning pekat (jaundice).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Zat pengawet urin 24 jam yang sering ditambahkan untuk pemeriksaan kalsium atau katekolamin urin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Asam klorida pekat menurunkan pH urin (< 2) guna mencegah presipitasi garam kalsium dan dekomposisi analit.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Sediaan apus darah tebal pada pemeriksaan malaria digunakan dengan tujuan utama untuk…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Tetes tebal mendestruksi eritrosit sehingga konsentrasi parasit terkumpul padat memudahkan pelacakan cepat.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Sediaan apus darah tipis difiksasi dengan metanol bertujuan untuk…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Apus tipis mempertahankan bentuk eritrosit dan stadium cincin/trofozoit/gametosit untuk diferensiasi spesies malaria.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Kadar glukosa darah 2 jam post prandial (GD2PP) normal pada orang dewasa sehat adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Toleransi glukosa normal menghasilkan kadar GD2PP < 140 mg/dL (140-199 mg/dL mengindikasikan Toleransi Glukosa Terganggu/TGT).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan fraksi protein urin ‘Bence Jones Protein’ yang presipitasi pada 56°C dan larut kembali pada 100°C khas pada penderita…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Protein Bence Jones adalah rantai ringan imunoglobulin monoklonal bebas (kappa/lambda) yang diekskresikan pada mieloma multipel.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Zat pewarna Neisser (Neisser A, B, C) digunakan untuk mewarnai granula metakromatik (Babes-Ernst) pada bakteri…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Granula polifosfat Babes-Ernst pada basil difteri terwarnai biru tua/hitam dengan latar belakang kuning cokelat Neisser.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji sterilitas media kultur bakteri diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam tanpa inokulasi untuk memastikan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Uji kontrol negatif sterilitas memastikan cawan agar tidak terkontaminasi selama proses pembuatan/penuangan.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Reagen Kovac’s pada uji indol bakteri mendeteksi kemampuan bakteri menghidrolisis asam amino triptofan menjadi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Bakteri triptofanase-positif (seperti E. coli) memecah triptofan menghasilkan indol yang bereaksi membentuk cincin merah muda dengan reagen Kovac.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Alat pengukur konsentrasi analit dalam spesimen berdasarkan penyerapan radiasi cahaya monokromatik pada panjang gelombang tertentu adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Spektrofotometri mengukur absorbansi cahaya analit larutan menurut hukum Lambert-Beer.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Metode fiksasi jaringan histopatologi yang paling umum menggunakan larutan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Formalin buffer netral 10% mencegah autolisis dan pembusukan jaringan dengan memicu ikatan silang protein tanpa distorsi morfologi sel.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pewarnaan rutin laboratorium patologi anatomi untuk memeriksa sediaan jaringan biopsi adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hematoksilin mewarnai inti sel menjadi biru-ungu, dan eosin mewarnai sitoplasma serta matriks ekstraseluler menjadi merah muda.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Teknik pewarnaan Papanicolaou (Pap Smear) digunakan oleh analis sitoteknologi untuk skrining dini kanker…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pap Smear mendeteksi perubahan displastik epitel serviks servikal secara sitologis.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Nilai kritis (Critical Value / Panic Value) hasil laboratorium adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Nilai kritis (contoh: kalium < 2,5 atau > 6,5 mmol/L) membutuhkan pelaporan verbal segera (read-back) demi keselamatan nyawa pasien.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Kode etik profesional Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) mewajibkan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kerahasiaan medis, akurasi analitis, dan integritas profesional adalah pilar etika tertinggi ATLM.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji katalase digunakan untuk membedakan dua genus bakteri kokus Gram positif utama, yaitu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Enzim katalase memecah 2H₂O₂ -> 2H₂O + O₂ (gelembung gas); Staphylococcus positif, Streptococcus negatif.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji koagulase digunakan secara spesifik untuk membedakan spesies patogen…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
S. aureus memproduksi koagulase yang menggumpalkan plasma darah kelinci/sitrat.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Bakteri Gram negatif enterik yang memfermentasikan laktosa dan membentuk koloni berwarna hijau metalik mengkilap (green metallic sheen) pada media EMB Agar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Fermentasi asam kuat laktosa oleh E. coli mempresipitasikan zat warna Eosin dan Methylene Blue membentuk kilau hijau metalik.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji biokimia IMViC pada bakteri enterik adalah singkatan dari pengujian…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Panel IMViC adalah standar diferensiasi fisiologis bakteri famili Enterobacteriaceae.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Bakteri anaerob pembentuk endospora penyebab penyakit tetanus yang menghasilkan toksin tetanospasmin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Clostridium tetani adalah basil Gram positif anaerob obligat dengan spora terminal khas seperti pemukul drum (drumstick appearance).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pewarnaan spora bakteri metode Schaeffer-Fulton menggunakan zat warna utama…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Malachite green menembus dinding spora yang resisten dengan bantuan uap panas; sel vegetatif berwarna merah safranin.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Spesies jamur ragi (yeast) oportunistik yang sering menyebabkan infeksi kandidiasis oral, keputihan, atau infeksi sistemik adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Candida albicans membentuk sel ragi bertunas (blastospora), pseudohifa, dan chlamydospora berdinding tebal.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji Germ Tube adalah tes cepat laboratorium yang digunakan untuk identifikasi presumtif spesies jamur…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Inkubasi sel Candida albicans dalam serum manusia/hewan pada 37°C selama 2-3 jam memicu pembentukan germ tube.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan mikroskopis kerokan kulit atau kuku untuk mendeteksi hifa jamur dermatofita menggunakan reagen pelarut keratin, yaitu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Larutan basa KOH melisiskan keratin tanduk kulit dan debris seluler sehingga hifa dan spora jamur tampak jernih kontras.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Virus Dengue penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dideteksi secara dini pada hari ke-1 hingga hari ke-3 demam menggunakan tes penanda…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Antigen NS1 bersirkulasi tinggi dalam darah sejak hari pertama onset infeksi virus Dengue sebelum antibodi terbentuk.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Bakteri berbentuk koma yang motil dengan flagela tunggal polar penyebab wabah diare akut ‘cucuran air beras’ (rice water stool) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Vibrio cholerae tumbuh subur pada media alkali TCBS (koloni kuning peragi sukrosa).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Media transport standar yang digunakan untuk membawa sampel usap tenggorok atau usap luka tanpa membiarkan bakteri mati atau overgrowth adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Media transport Amies menjaga viabilitas kuman tanpa nutrien berlebih yang memicu pertumbuhan berlebih.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Teknik diagnostik molekuler berbasis amplifikasi enzimatik segmen DNA spesifik secara in vitro dalam siklus termal disebut…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
PCR melipatgandakan sekuens asam nukleat patogen jutaan kali lipat melalui tahap denaturasi, penempelan primer (annealing), dan perpanjangan (extension).
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Stadium infektif parasit protozoa Entamoeba histolytica yang tertelan melalui makanan atau minuman terkontaminasi feses adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kista tetranukleat resisten terhadap asam lambung dan mengalami ekskistasi di ileum usus halus.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Protozoa usus berflagela berbentuk seperti buah pir (buah pir terbelah) dengan dua inti menyerupai mata monyet yang menyebabkan diare berlemak (steatorea) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Giardia lamblia menempel pada vili duodenum dengan batil isap (sucking disc) memicu malabsorpsi lemak.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Spesies cacing pita babi yang dapat menyebabkan penyakit sistiserkosis pada jaringan otak manusia jika menelan telurnya adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Taenia solium (cacing pita babi) memiliki skoleks berrostelum berkait; larva sistiserkus dapat menginvasi SSP memicu neurosistiserkosis.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Telur cacing parasit usus berbentuk asimetris (oval datar di satu sisi dan cembung di sisi lain) berisi larva adalah ciri telur…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Telur cacing kremi khas berbentuk seperti huruf D transparan berdinding ganda halus.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Cacing nematoda usus yang berbentuk seperti cambuk (ujung anterior langsing dan ujung posterior tebal) dengan telur berbentuk tempayan bertutup kutub adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Telur Trichuris trichiura menyerupai tong kayu/tempayan dengan tonjolan mukoid jernih di kedua kutubnya.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Parasit darah golongan nematoda filaria yang ditularkan oleh nyamuk Mansonia atau Culex dan menyebabkan penyakit kaki gajah (Filariasis) di Indonesia antara lain…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Mikrofilaria W. bancrofti dan Brugia menyumbat pembuluh limfe menimbulkan elefantiasis tungkai.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Pemeriksaan darah untuk deteksi mikrofilaria dilakukan paling optimal pada waktu malam hari (pukul 22.00 – 02.00) karena mikrofilaria memiliki sifat…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Mikrofilaria bersembunyi di kapiler paru pada siang hari dan bermigrasi ke sirkulasi perifer pada malam hari menyesuaikan jam gigitan nyamuk vektor.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji aglutinasi direk pada penggolongan darah sistem ABO menggunakan reagen antisera komersial, di mana aglutinasi pada anti-A dan anti-B menunjukkan darah bergolongan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Eritrosit yang memiliki aglutinogen A dan B akan teraglutinasi oleh antiserum anti-A maupun anti-B.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji golongan darah Rhesus mendeteksi keberadaan antigen mayor yang paling imunogenik pada permukaan eritrosit, yaitu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Sistem Rhesus positif/negatif ditentukan oleh keberadaan protein Antigen D.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir (Erythroblastosis Fetalis) dapat terjadi jika terjadi inkompatibilitas rhesus antara…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Ibu Rh- tersensitisasi oleh eritrosit janin Rh+ pada kehamilan I; antibodi IgG anti-D ibu menembus plasenta pada kehamilan II menghancurkan eritrosit janin.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji Coombs Direk (Direct Antiglobulin Test / DAT) digunakan untuk mendeteksi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
DAT mendeteksi sensitisasi in vivo eritrosit pada anemia hemolitik autoimun (AIHA) atau reaksi transfusi.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Uji Coombs Indirek (Indirect Antiglobulin Test / IAT) digunakan untuk…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
IAT menyaring (antibody screening) antibodi atipikal/ireguler dalam serum donor atau resipien.
Standar Masuk TLM & Poltekkes
Darah lengkap (Whole Blood) yang disimpan di bank darah pada suhu 2°C – 6°C dengan antikoagulan CPDA-1 memiliki masa simpan maksimal selama…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Antikoagulan sitrat-fosfat-dekstrosa-adenin (CPDA-1) mempertahankan viabilitas eritrosit hingga 35 hari pada 2-6°C.
Dapatkan Soal Lebih Lengkap!
Untuk lebih banyak soal latihan UTBK Teknik Laboratorium Medis beserta pembahasannya, kunjungi utbk.or.id atau klik banner di atas. Persiapkan diri Anda dengan latihan soal yang lebih lengkap dan tingkatkan peluang sukses dalam tes masuk perguruan tinggi impian Anda!
