Memasuki dunia Ilmu Keperawatan membutuhkan kesiapan akademik yang baik, terutama dalam menghadapi tes seleksi masuk. Tes ini tidak hanya menguji pemahaman Anda dalam mata pelajaran seperti biologi, kimia, dan fisika, tetapi juga kemampuan berpikir kritis serta penalaran logis yang relevan dengan profesi keperawatan. Oleh karena itu, latihan soal menjadi salah satu cara terbaik untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan peluang lolos seleksi.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan lebih dari 110 soal tes masuk Ilmu Keperawatan lengkap dengan pembahasannya. Soal-soal ini dirancang untuk membantu Anda memahami pola pertanyaan yang sering muncul serta strategi dalam menjawabnya.
Apa Itu Jurusan Ilmu Keperawatan
Ilmu Keperawatan adalah bidang studi yang mempelajari cara memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan ilmiah. Jurusan ini mengajarkan berbagai aspek keperawatan, mulai dari anatomi dan fisiologi tubuh manusia, farmakologi, hingga keterampilan klinis seperti perawatan pasien, penanganan gawat darurat, dan manajemen keperawatan. Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan etika profesi serta keterampilan komunikasi yang penting dalam memberikan pelayanan kesehatan secara holistik.
Lulusan Ilmu Keperawatan memiliki peluang karir yang luas, baik di rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun lembaga kesehatan lainnya. Mereka dapat bekerja sebagai perawat profesional, peneliti di bidang kesehatan, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk menjadi dosen maupun spesialis keperawatan. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan, jurusan ini menjadi pilihan yang menjanjikan bagi Anda yang ingin berkontribusi dalam dunia medis dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Materi Yang Harus Dipelajari Untuk Tes Masuk Ilmu Keperawatan
Untuk mempersiapkan diri secara komprehensif menghadapi tes masuk jurusan Ilmu Keperawatan, berikut adalah rincian materi yang perlu Anda pelajari:
1. Pengetahuan Dasar Keperawatan
- Anatomi dan Fisiologi:
- Memahami struktur dan fungsi organ serta sistem tubuh manusia, seperti sistem kardiovaskular, respirasi, pencernaan, saraf, muskuloskeletal, dan endokrin.
- Mengetahui interaksi antar sistem dalam menjaga homeostasis tubuh.
- Ilmu Gizi:
- Pengetahuan tentang makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin, mineral) serta fungsinya bagi tubuh.
- Kebutuhan gizi pada berbagai tahap kehidupan dan kondisi kesehatan, termasuk diet khusus untuk penyakit tertentu.
- Farmakologi Dasar:
- Klasifikasi obat berdasarkan mekanisme kerja dan efek terapeutiknya.
- Prinsip farmakokinetik dan farmakodinamik, termasuk absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat.
- Efek samping umum dan interaksi obat yang perlu diwaspadai.
- Prosedur Keperawatan:
- Teknik pengukuran tanda vital: suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan laju pernapasan.
- Prosedur pemberian obat: oral, injeksi intramuskular, subkutan, dan intravena.
- Perawatan luka: prinsip aseptik, teknik balut, dan manajemen drainase.
- Penggunaan alat kesehatan dasar seperti kateter, infus set, dan alat bantu pernapasan.
2. Ilmu Penunjang
- Mikrobiologi:
- Klasifikasi dan karakteristik mikroorganisme: bakteri, virus, jamur, dan parasit.
- Prinsip sterilitas dan teknik aseptik untuk mencegah infeksi nosokomial.
- Mekanisme patogenisitas dan respons imun tubuh terhadap infeksi.
- Patofisiologi:
- Perubahan fisiologis yang terjadi akibat penyakit pada berbagai sistem tubuh.
- Manifestasi klinis umum dari penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal jantung, dan penyakit paru obstruktif kronis.
- Psikologi Dasar:
- Tahapan perkembangan psikososial menurut teori seperti Erikson dan Piaget.
- Prinsip komunikasi terapeutik dan teknik konseling dasar.
- Penanganan stres, kecemasan, dan mekanisme koping pada pasien.
3. Etika dan Hukum Keperawatan
- Etika Keperawatan:
- Prinsip-prinsip etika seperti beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice dalam praktik keperawatan.
- Kerahasiaan pasien dan pentingnya informed consent sebelum tindakan keperawatan.
- Hukum Kesehatan:
- Peraturan perundang-undangan yang mengatur praktik keperawatan di Indonesia, termasuk UU Keperawatan dan kode etik profesi.
- Tanggung jawab hukum perawat dalam kasus malpraktik dan kelalaian.
4. Keterampilan Klinis
- Asuhan Keperawatan:
- Proses keperawatan: pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
- Penyusunan rencana asuhan keperawatan yang sesuai dengan masalah dan kebutuhan pasien.
- Manajemen Keperawatan:
- Pengelolaan waktu dan prioritas dalam memberikan asuhan keperawatan.
- Koordinasi dengan tim kesehatan multidisiplin untuk perawatan pasien.
- Penerapan prinsip keselamatan pasien dalam praktik sehari-hari.
5. Pengetahuan Umum dan Tes Potensi Akademik
- Matematika Dasar:
- Operasi aritmetika dasar, aljabar, dan geometri.
- Pemecahan masalah yang melibatkan persentase, rasio, dan proporsi.
- Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris:
- Pemahaman bacaan dan tata bahasa.
- Kemampuan menulis esai atau ringkasan dengan struktur yang baik.
- Kosakata medis dasar dalam bahasa Inggris.
- Tes Logika dan Penalaran:
- Soal-soal yang menguji kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah.
- Pola deret angka, hubungan antar kata, dan silogisme
Kumpulan 50+ Soal Tes Masuk Jurusan Ilmu Keperawatan Lengkap Pembahasan
🩺 Bank Soal Tes Masuk Jurusan Ilmu Keperawatan Terlengkap: Di bawah ini disajikan 55 Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Keperawatan (Sipenmaru Poltekkes Kemenkes, S1 Keperawatan PTN & PTS) yang mencakup Biologi Terapan & Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Kimia Dasar & Fisika Kesehatan / Biomedik, Matematika Dasar & Kalkulasi Dosis Obat Klinis, serta Bahasa Inggris Medis & Etika Komunikasi Terapeutik. Klik akordeon di bawah setiap soal untuk melihat kunci jawaban dan pembahasan komprehensif!
Alur peredaran darah deoksigenasi (kaya CO2) dari seluruh jaringan tubuh menuju paru-paru untuk proses oksigenasi melalui urutan anatomis yang benar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Darah deoksigenasi dari sirkulasi sistemik kembali ke jantung melalui vena cava superior dan inferior masuk ke atrium kanan. Dari atrium kanan, darah melewati katup trikuspidalis menuju ventrikel kanan, lalu dipompa melewati katup semilunar pulmonal ke arteri pulmonalis menuju kapiler alveolus paru-paru untuk melepaskan CO2 dan mengikat O2.
Pertukaran gas oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara alveolus paru dan eritrosit di kapiler darah berlangsung melalui mekanisme biologi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pertukaran gas di membran respirasi alveolokapiler murni berlangsung secara difusi pasif sederhana. O2 berdifusi dari alveolus (PO2 ~104 mmHg) ke kapiler darah paru (PO2 ~40 mmHg), sedangkan CO2 berdifusi ke arah sebaliknya dari kapiler darah (PCO2 ~45 mmHg) ke alveolus (PCO2 ~40 mmHg) mengikuti gradien tekanan parsial masing-masing gas.
Cairan empedu (bile) yang disintesis oleh hepatosit di hati dan disimpan di dalam vesika fellea memiliki peran fisiologis utama dalam sistem pencernaan, yaitu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Garam empedu bersifat amfifilik (memiliki gugus hidrofilik dan hidrofobik). Garam empedu memecah gumpalan lipid besar menjadi butiran misel halus (proses emulsifikasi), yang meningkatkan luas permukaan kontak agar enzim lipase pankreas dapat menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan monogliserida secara optimal.
Proses filtrasi darah yang menghasilkan filtrat glomerulus (urin primer) bebas sel darah dan protein bermolekul besar terjadi pada bagian nefron ginjal…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Filtrasi darah terjadi di korpuskel ginjal yang tersusun atas kapiler glomerulus dan kapsula Bowman. Tekanan hidrostatik darah menyaring air dan zat terlarut kecil (glukosa, asam amino, urea, elektrolit) menembus membran filtrasi glomerulus ke dalam rongga kapsula Bowman membentuk urin primer, sedangkan eritrosit dan protein plasma (albumin) tetap tertahan di pembuluh darah.
Hormon yang disekresikan oleh sel beta pulau Langerhans pankreas untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan memfasilitasi ambilan glukosa ke dalam sel otot dan adiposa adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Insulin disintesis dan disekresi oleh sel beta pankreas saat kadar gula darah meningkat pascamakan. Insulin berikatan dengan reseptor tirosin kinase, merangsang translokasi transporter GLUT-4 ke membran sel otot rangka dan jaringan adiposa, serta memacu glikogenesis di hepar guna menurunkan glukosa plasma kembali ke rentang normal (homeostasis).
Sendi yang memiliki permukaan bonggol bulat bersendi dengan cekungan mangkuk sendi sehingga memungkinkan gerakan memutar dan ke segala arah (triaksial), seperti pada artikulasio koksa (sendi panggul) dan sendi bahu, diklasifikasikan sebagai…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Sendi peluru (enarthrosis / ball and socket joint) tersusun dari kepala sendi (bonggol/caput) yang masuk ke dalam mangkuk sendi (fossa/asetabulum), memungkinkan rentang gerak paling luas ke tiga aksis (fleksi-ekstensi, abduksi-adduksi, rotasi interna-eksterna, serta sirkumduksi). Contoh utamanya adalah sendi bahu (articulatio humeri) dan sendi panggul (articulatio coxae).
Aktivasi sistem saraf simpatis saat seseorang mengalami respon stres akut (‘fight or flight’) akan menimbulkan manifestasi fisiologis berupa…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Aktivasi saraf simpatis memicu pelepasan katekolamin (epinefrin dan norepinefrin). Reseptor beta-1 jantung terpacu memicu peningkatan denyut jantung (takikardia), reseptor beta-2 pada otot polos bronkus memicu relaksasi saluran napas (bronkodilatasi) untuk memaksimalkan pasokan O2, serta otot radialis iris berkontraksi menyebabkan pupil membesar (midriasis).
Pigmen yang diproduksi oleh sel melanosit pada stratum basale epidermis kulit manusia yang berfungsi sebagai fotoprotektor penyerap radiasi sinar ultraviolet (UV) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Melanin disintesis oleh melanosit melalui oksidasi asam amino tirosin dan didistribusikan ke sel-sel keratinosit di sekitarnya. Melanin membentuk lapisan pelindung di atas inti sel (supranuclear cap) untuk menyerap dan membiaskan radiasi UV matahari, melindungi DNA inti sel dari mutasi yang dapat memicu keganasan kanker kulit (melanoma).
Pada organ reproduksi wanita dengan siklus menstruasi teratur, proses fertilisasi antara sel spermatozoa dan oosit sekunder secara fisiologis normal terjadi pada bagian…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Fertilisasi secara fisiologis terjadi di daerah ampula tuba fallopi (sepertiga bagian luar saluran oviduk). Setelah sperma membuahi oosit sekunder membentuk zigot, morula dan blastokista akan bergerak menuruni tuba fallopi selama 4-6 hari sebelum berimplantasi ke dalam dinding endometrium uterus.
Seorang bayi yang baru lahir menerima antibodi Imunoglobulin A (IgA) sekretori melalui cairan kolostrum dan air susu ibu (ASI). Jenis kekebalan tubuh tersebut diklasifikasikan sebagai…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kekebalan pasif alami diperoleh tanpa stimulasi sistem imun bayi itu sendiri, melainkan menerima antibodi siap pakai yang diproduksi oleh tubuh ibu melalui transfer transplasental (IgG) atau melalui ASI dan kolostrum (IgA sekretori). Kekebalan ini memberikan perlindungan instan namun bersifat sementara.
Individu dengan golongan darah B Rhesus positif (B+) memiliki karakteristik antigen dan antibodi pada darahnya berupa…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Sistem golongan darah ABO ditentukan oleh keberadaan aglutinogen (antigen) pada membran sel eritrosit dan aglutinin (antibodi) dalam plasma. Pemilik golongan darah B memiliki aglutinogen B pada permukaan eritrositnya dan menghasilkan aglutinin anti-A di plasma darah. Status Rhesus positif menandakan adanya antigen D (Rh factor) pada eritrosit.
Ion anorganik dan vitamin yang berperan krusial sebagai kofaktor enzimatik dalam kaskade pembekuan darah untuk mengonversi protrombin menjadi trombin aktif adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Ion Kalsium (Ca2+ / Faktor IV pembekuan) esensial dalam pengikatan kompleks protrombinase pada fosfolipid trombosit untuk mengubah protrombin menjadi trombin. Vitamin K disintesis flora usus dan diperlukan oleh sel hati untuk proses karboksilasi post-translasi faktor pembekuan II (protrombin), VII, IX, dan X.
Hasil analisis gas darah (AGD) seorang pasien menunjukkan: pH = 7,26 (normal: 7,35-7,45), PaCO2 = 56 mmHg (normal: 35-45 mmHg), dan HCO3- = 24 mEq/L (normal: 22-26 mEq/L). Kondisi gangguan asam-basa pasien tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Langkah interpretasi AGD: 1) Nilai pH 7,26 (< 7,35) menunjukkan asidosis. 2) PaCO2 56 mmHg (> 45 mmHg) bersifat asam dan searah dengan pH asam, menandakan komponen respiratorik sebagai penyebab primer. 3) HCO3- 24 mEq/L masih berada dalam rentang normal (ginjal belum meningkatkan retensi bikarbonat). Kesimpulannya: Asidosis Respiratorik Belum Terkompensasi.
Fotoreseptor pada lapisan retina mata yang bertanggung jawab atas ketajaman penglihatan tinggi, persepsi warna, dan terkonsentrasi sangat padat pada area fovea sentralis adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Sel kerucut (cones) mengandung pigmen fotopsin (iodopsin) yang peka terhadap tiga gelombang spektrum warna utama (merah, hijau, biru) dan bekerja optimal pada kondisi pencahayaan terang (fotopik) dengan konsentrasi tertinggi di fovea centralis makula lutea. Sebaliknya, sel batang (rods) peka cahaya redup (skotopik) dan tidak dapat membedakan warna.
Pada teknik pewarnaan Gram laboratorium, bakteri Gram-positif (seperti Staphylococcus aureus) tampak berwarna ungu di bawah mikroskop karena…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Bakteri Gram-positif memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang sangat tebal (20-80 nm) serta asam teikoat. Struktur tebal dan padat ini mengalami dehidrasi saat pencucian alkohol, memperkecil pori-pori dinding sel dan mengunci kompleks pewarna kristal violet-iodin sehingga bakteri tetap berwarna ungu kebiruan.
Pusat pengendali dan termostat biologis tubuh manusia yang mengoordinasikan respon kompensasi vasodilatasi kutan saat kegerahan dan menggigil saat hipotermia berpusat di…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hipotalamus berfungsi sebagai pusat integrasi termoregulasi tubuh. Hipotalamus bagian anterior (preoptik) merespon kenaikan suhu inti dengan memicu pengeluaran panas (vasodilatasi pembuluh darah kutan dan stimulasi kelenjar keringat), sedangkan hipotalamus posterior merespon penurunan suhu inti dengan memicu produksi dan retensi panas (menggigil/shivering dan vasokonstriksi perifer).
Hemofilia merupakan kelainan hemostasis darah yang diwariskan secara genetik melalui alel resesif terpaut kromosom X (Xh). Apabila seorang wanita pembawa sifat / carrier (XHXh) menikah dengan pria normal (XHY), persentase kemungkinan lahir anak laki-laki yang menderita hemofilia adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Persilangan parental: Ibu (XHXh) x Ayah (XHY). Keturunan anak yang mungkin terbentuk: 1) XHXH (wanita normal), 2) XHXh (wanita pembawa sifat/carrier), 3) XHY (laki-laki normal), 4) XhY (laki-laki hemofilia). Dari kelompok anak laki-laki (XHY dan XhY), probabilitas lahir anak laki-laki hemofilia adalah 1 dari 2 atau 50% (setara 25% dari total keseluruhan anak).
Permukaan dalam saluran pernapasan atas seperti trakea dan bronkus utama dilapisi oleh jenis epitelium yang dilengkapi silia dan sel goblet penghasil mukus, yaitu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Saluran pernapasan trakeobronkial dilapisi epitel bertingkat semu bersilia (pseudostratified columnar epithelium with cilia). Bersama lendir yang disekresikan sel goblet, silia bergetar terkoordinasi menggerakkan kotoran, debu, dan mikroorganisme keluar dari saluran napas menuju faring dalam mekanisme eskalator mukosiliar.
Larutan fisiologis NaCl 0,9% bersifat isotonis terhadap sitoplasma eritrosit normal. Jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan garam pekat hipertonis (seperti NaCl 3,0%), fenomena yang akan terjadi pada sel tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pada lingkungan hipertonis, tekanan osmotik di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel (konsentrasi zat terlarut luar lebih pekat). Berdasarkan hukum osmosis, air akan berpindah melintasi membran semipermeabel dari area berpotensial air tinggi (intraseluler) menuju luar sel (ekstraseluler), menyebabkan eritrosit kehilangan cairan dan mengkerut (mengalami krenasi).
Sistem penyangga kimiawi utama yang bekerja di dalam cairan ekstraseluler dan plasma darah untuk mempertahankan pH darah tetap stabil pada rentang fisiologis 7,35 – 7,45 adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Sistem buffer bikarbonat (H2CO3 / HCO3-) adalah penyangga terpenting dalam plasma darah ekstraseluler. Komponen asam (H2CO3) dapat dinetralkan dan diatur konsentrasinya melalui ekshalasi paru sebagai CO2 (CO2 + H2O <-> H2CO3), sedangkan komponen basa (HCO3-) direabsorpsi atau diekskresikan melalui tubulus ginjal.
Seorang perawat di poliklinik luka diminta membuat 600 mL larutan alkohol 70% (v/v) untuk keperluan desinfeksi kulit dari persediaan alkohol murni 96%. Berapakah volume alkohol 96% yang harus diambil perawat?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Menggunakan persamaan pengenceran konsentrasi: V1 x M1 = V2 x M2. V1 x 96% = 600 mL x 70% -> V1 = (600 x 70) / 96 = 42.000 / 96 = 437,5 mL. Jadi perawat mengambil 437,5 mL alkohol 96% dan menambahkan air steril/akuades hingga volume total mencapai 600 mL.
Untuk membuat larutan infus di laboratorium farmasi, dilarutkan sebanyak 11,7 gram kristal natrium klorida murni (NaCl, Mr = 58,5 g/mol) ke dalam akuades steril hingga volume tepat mencapai 2.000 mL. Molaritas (M) larutan NaCl tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perhitungan mol zat terlarut: n = massa / Mr = 11,7 g / 58,5 g/mol = 0,2 mol. Volume larutan V = 2.000 mL = 2 Liter. Molaritas M = n / V = 0,2 mol / 2 L = 0,10 mol/L atau 0,10 M.
Seorang pasien di ruang perawatan menerima diet cair enteral khusus yang mengandung 60 gram karbohidrat, 25 gram protein, dan 10 gram lemak. Total nilai kalori metabolik yang diperoleh pasien dari diet tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Nilai kalori metabolik baku bahan makanan: Karbohidrat = 4 kkal/gram, Protein = 4 kkal/gram, Lemak = 9 kkal/gram. Kalori Karbohidrat = 60 x 4 = 240 kkal; Kalori Protein = 25 x 4 = 100 kkal; Kalori Lemak = 10 x 9 = 90 kkal. Total Kalori = 240 + 100 + 90 = 430 kkal.
Molekul air (H2O) memiliki ikatan hidrogen antarmolekul yang kuat sehingga menghasilkan nilai kapasitas kalor jenis tinggi (4.184 J/kg°C). Manfaat fisiologis langsung dari sifat termal air ini bagi tubuh manusia adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kapasitas kalor jenis air yang tinggi bermakna air memerlukan energi panas dalam jumlah besar untuk menaikkan suhunya sebesar 1°C. Karena tubuh manusia terdiri atas ~60% air, sifat ini bertindak sebagai ‘peredam panas’ (thermal buffer) yang melindungi sel dan enzim tubuh dari lonjakan atau penurunan suhu yang drastis.
Berdasarkan prinsip hukum tekanan hidrostatis (P = rho x g x h), alasan utama botol infus harus digantung pada tiang infus dengan ketinggian vertikal minimal 60-90 cm di atas letak insersi vena lengan pasien adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Tekanan darah di dalam vena perifer lengan berkisar antara 5 – 15 mmHg. Ketinggian botol infus (h) menciptakan tekanan hidrostatis (P = rho x g x h). Agar cairan infus dapat mengalir masuk ke pembuluh vena dan mencegah terjadinya aliran balik darah pasien ke dalam selang (blood backflow), tekanan hidrostatis cairan infus harus dirancang lebih tinggi daripada tekanan vena pasien.
Hukum Boyle menyatakan bahwa pada suhu konstan, perkalian antara tekanan gas dan volumenya bernilai tetap (P1 x V1 = P2 x V2). Penerapan hukum fisika ini dalam siklus ventilasi inspirasi pernapasan manusia adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Saat inspirasi aktif, kontraksi diafragma dan otot interkostalis eksternal memperbesar dimensi dan volume rongga dada (V meningkat). Sesuai Hukum Boyle, bertambahnya volume menyebabkan tekanan intrapleura dan intrapulmonal turun menjadi sub-atmosferik (-1 mmHg terhadap atmosfer). Perbedaan gradien tekanan ini mendorong udara atmosfer mengalir masuk ke dalam paru-paru.
Seorang pasien demam berdarah dengue diukur suhu aksilanya dan menunjukkan angka 39,5°C. Apabila suhu tersebut dikonversikan ke dalam skala termometer Fahrenheit (°F), nilai yang terbaca adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rumus konversi suhu Celsius ke Fahrenheit: T(°F) = (9/5 x T(°C)) + 32. T(°F) = (9/5 x 39,5) + 32 = (1,8 x 39,5) + 32 = 71,1 + 32 = 103,1°F.
Berdasarkan Hukum Difusi Fick, laju perpindahan gas oksigen melintasi membran alveolar-kapiler berbanding lurus dengan luas permukaan dan perbedaan tekanan, serta berbanding terbalik dengan ketebalan membran. Kondisi patologis yang menyebabkan penurunan laju difusi akibat bertambahnya ketebalan membran adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hukum Fick menyatakan laju difusi (J) berbanding terbalik dengan jarak/ketebalan difusi (dx). Pada edema paru atau fibrosis interstisial paru, terjadi penumpukan cairan atau jaringan parut yang mempertebal jarak batas difusi alveolar-kapiler, sehingga difusi gas (terutama O2) melambat dan memicu manifestasi hipoksemia klinis.
Ketika seorang perawat mengangkat atau memindahkan pasien tirah baring ke brankar, teknik mekanika tubuh (body mechanics) yang benar untuk mencegah cedera muskuloskeletal tulang punggung bawah (low back pain) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Prinsip biomekanika ergonomis: Memperlebar tumpuan kaki (base of support) meningkatkan stabilitas pusat gravitasi (center of gravity). Menekuk lutut dan pinggul memungkinkan perawat memanfaatkan kelompok otot volunter besar dan kuat pada ekstremitas bawah (gluteus, kuadrisep, dan hamstring) serta menjaga tulang vertebra lumbal tetap sejajar guna mencegah herniasi diskus.
Pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) pada asuhan keperawatan maternitas menggunakan alat Pocket Fetal Doppler memanfaatkan fenomena fisika pergeseran frekuensi gelombang ultrasonik (Doppler effect) yang dipantulkan oleh…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Efek Doppler terjadi ketika gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) dipancarkan ke jaringan dan dipantulkan kembali oleh struktur anatomi yang bergerak (miokardium jantung janin yang berdenyut serta eritrosit yang mengalir). Perbedaan frekuensi antara gelombang datang dan pantulan diubah oleh transduser menjadi audio sinyal denyut jantung janin.
Seorang pasien pascaoperasi diinstruksikan mendapat cairan infus Ringer Laktat sebanyak 1.000 mL yang harus habis dalam waktu 8 jam. Jika faktor tetes selang infus makro yang digunakan adalah 20 tetes/mL, berapakah kecepatan tetesan infus per menit yang harus diatur perawat?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rumus kecepatan tetesan infus makro: Tetes/menit = (Volume Cairan x Faktor Tetes) / (Waktu dalam jam x 60 menit) = (1.000 mL x 20) / (8 x 60 menit) = 20.000 / 480 = 41,67 tetes/menit. Dibulatkan secara praktis ke bilangan bulat terdekat menjadi 42 tetes/menit.
Pasien balita di ruang perawatan anak mendapatkan program rehidrasi intravena cairan D5-1/4 NS sebanyak 250 mL dalam waktu 5 jam menggunakan set infus mikro (microdrip, faktor tetes = 60 tetes/mL). Kecepatan aliran infus mikro tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pada set infus mikro pediatrik dengan faktor tetes 60 tetes/mL, angka tetesan per menit identik dengan laju volume cairan per jam: Tetes/menit = (Volume Cairan x 60) / (Waktu dalam jam x 60) = Volume Cairan / Waktu dalam jam = 250 mL / 5 jam = 50 tetes/menit.
Dokter memberikan instruksi pemberian Paracetamol sirup dengan dosis 250 mg untuk pasien anak dengan keluhan demam tinggi. Di lemari obat bangsal tersedia botol Paracetamol sirup dengan label konsentrasi 120 mg / 5 mL. Berapa mililiter (mL) sirup yang harus diambil perawat dalam sendok takar obat?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rumus perhitungan dosis sediaan cair: Volume yang diberikan = (Dosis Instruksi / Dosis Sediaan) x Volume Sediaan = (250 mg / 120 mg) x 5 mL = 2,083 x 5 mL = 10,416 mL ~ 10,4 mL.
Pasien anak berusia 4 tahun dengan berat badan 15 kg didiagnosis menderita faringitis akut. Dokter meresepkan suspensi Amoksisilin dengan dosis 40 mg/kgBB/hari yang terbagi dalam 3 kali pemberian harian (setiap 8 jam). Berapakah dosis amoksisilin yang diberikan pada setiap satu kali jadwal minum?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kalkulasi total dosis harian anak: Dosis Total = 40 mg/kgBB/hari x 15 kg = 600 mg/hari. Karena regimen terbagi menjadi 3 kali pemberian dalam 24 jam, maka dosis untuk satu kali minum = 600 mg / 3 = 200 mg per dosis.
Seorang pasien dengan mual muntah berat memerlukan injeksi intravena Ondansetron dengan dosis 4 mg. Di farmasi tersedia ampul Ondansetron dengan etiket 8 mg / 4 mL. Berapakah volume larutan obat yang harus dihisap perawat ke dalam spuit injeksi?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rumus: Volume yang dihisap = (Dosis Instruksi / Dosis Tersedia) x Volume Ampul = (4 mg / 8 mg) x 4 mL = 0,5 x 4 mL = 2,0 mL.
Seorang pria dengan berat badan 60 kg mengalami luka bakar termal derajat II pada area dada, perut, dan kedua lengan dengan luas total 30%. Berdasarkan Formula Parkland (4 mL x kgBB x % luas luka bakar), berapakah volume cairan kristaloid RL yang wajib dihabiskan pada 8 jam pertama pascakejadian?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Total kebutuhan cairan 24 jam menurut Formula Parkland: Total Cairan = 4 mL x Berat Badan (kg) x % Luka Bakar = 4 mL x 60 kg x 30 = 7.200 mL. Protokol Parkland menetapkan bahwa 50% (separuh) dari total cairan 24 jam wajib diberikan pada 8 jam pertama: 50% x 7.200 mL = 3.600 mL, sedangkan 50% sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya.
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun memiliki berat badan 64 kg dan tinggi badan 160 cm (1,60 m). Berdasarkan rumus Quetelet, nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) dan interpretasi kategorinya menurut standar Kementerian Kesehatan RI untuk populasi dewasa Indonesia adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rumus IMT = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan dalam meter)^2 = 64 / (1,60 x 1,60) = 64 / 2,56 = 25,0 kg/m2. Berdasarkan klasifikasi Kemenkes RI: < 18,5 (Kurus), 18,5 - 22,9 (Normal), 23,0 - 24,9 (Kelebihan berat badan tingkat ringan), dan >= 25,0 (Kelebihan berat badan tingkat berat / Obesitas).
Dalam pencatatan neraca cairan 24 jam pasien tirah baring (BB = 50 kg), diperoleh data: Intake oral minum 600 mL, cairan infus intravena 1.500 mL, injeksi antibiotik 150 mL. Output berupa urin 1.200 mL dan feses 150 mL. Jika Insensible Water Loss (IWL) dihitung dengan rumus baku 15 mL/kgBB/24 jam, berapakah nilai balans cairan pasien?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Total Intake = Oral (600) + Infus (1.500) + Injeksi (150) = 2.250 mL. IWL pasien = 15 mL x 50 kg = 750 mL. Total Output = Urin (1.200) + Feses (150) + IWL (750) = 2.100 mL. Balans Cairan = Total Intake – Total Output = 2.250 mL – 2.100 mL = +150 mL (balans positif ringan).
Dokter menginstruksikan pemberian obat Levotiroksin tablet dengan dosis 0,075 miligram (mg) per hari. Jika satuan yang tertera pada kemasan tablet di apotek ditulis dalam satuan mikrogram (mcg), berapakah dosis yang setara?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Konversi satuan metrik berat farmakologi: 1 gram = 1.000 miligram (mg); 1 miligram (mg) = 1.000 mikrogram (mcg). Maka 0,075 mg = 0,075 x 1.000 mcg = 75 mcg.
Perawat ruangan isolasi hendak menyiapkan 1.000 mL larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi tumpahan darah di lantai. Larutan stok klorin konsentrat yang tersedia memiliki kadar 5,0%. Berapakah volume klorin stok 5,0% dan volume akuades yang harus dicampurkan?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Gunakan rumus V1 x C1 = V2 x C2. V1 x 5% = 1.000 mL x 0,5% -> V1 = (1.000 x 0,5) / 5 = 500 / 5 = 100 mL stok klorin. Volume air pengencer (akuades) yang ditambahkan = V2 – V1 = 1.000 mL – 100 mL = 900 mL akuades.
Hasil observasi frekuensi pernapasan (respiratory rate) pasien sesak napas yang dicatat perawat setiap 30 menit menunjukkan pola deret: 16, 19, 23, 28, 34, … x napas/menit. Berapakah nilai x berikutnya jika laju perubahan takipnea mengikuti pola keteraturan deret tersebut?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pola selisih antar suku bertingkat: 19 – 16 = +3; 23 – 19 = +4; 28 – 23 = +5; 34 – 28 = +6. Pola penambahan bertambah 1 pada tiap langkah (+3, +4, +5, +6, selanjutnya +7). Maka nilai x berikutnya = 34 + 7 = 41 napas/menit.
Seorang ibu hamil datang memeriksakan kehamilan pertama kalinya ke poli kandungan dengan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) jatuh pada tanggal 12 Mei 2025. Berdasarkan Rumus Naegele baku, Taksiran Tanggal Persalinan (TTP) janin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rumus Naegele untuk HPHT pada bulan April hingga Desember: Hari +7, Bulan -3, Tahun +1. Tanggal: 12 + 7 = 19; Bulan: Mei (bulan 5) – 3 = Februari (bulan 2); Tahun: 2025 + 1 = 2026. Jadi taksiran tanggal persalinan adalah 19 Februari 2026.
In healthcare terminology, the prefix ‘cholecyst-‘ refers to the gallbladder, and the suffix ‘-ectomy’ indicates surgical removal. Therefore, the clinical term ‘Cholecystectomy’ precisely means…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
The word is composed of ‘cholecyst/o’ (gallbladder / kantung empedu) and ‘-ectomy’ (surgical excision or removal). Hence, cholecystectomy is the surgical removal of the gallbladder, commonly performed for symptomatic cholelithiasis (gallstones).
A clinical nursing report states: ‘The elderly patient was admitted with severe acute dyspnea, cyanosis of the lips, and marked tachypnea.’ The term ‘Dyspnea’ in this medical context refers to…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Dyspnea (or shortness of breath / breathlessness) is a subjective clinical sensation of difficult, uncomfortable, or labored breathing. Difficulty swallowing is dysphagia, speech impairment is aphasia/dysphasia, and slow heart rate is bradycardia.
Read the passage:
‘In emergency triage systems, patients are categorized based on physiological stability and urgency of care. The Red Tag (Immediate) is assigned to casualties who require emergent life-saving intervention within minutes, having conditions such as severe tension pneumothorax or major uncontrolled arterial hemorrhage. The Yellow Tag (Delayed) is for serious injuries that can wait up to two hours, while Green Tag is for minor walking wounded.’
Based on the text, which of the following casualties MUST be prioritized with a Red Tag?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
According to the passage, the Red Tag (Immediate priority) is exclusively reserved for emergent, life-threatening conditions requiring immediate intervention to survive, such as uncontrolled arterial hemorrhage and severe chest trauma.
Which of the following sentences correctly demonstrates the proper passive voice structure commonly utilized in formal electronic medical record (EMR) charting?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Sentence A is grammatically flawless in the simple past passive voice: Subject (‘The prescribed intravenous Ceftriaxone’) + singular auxiliary verb (‘was’) + past participle (‘administered’) + prepositional agent phrase (‘by the registered nurse’).
During the pain assessment interview using the PQRST mnemonic, the nurse intends to assess the ‘Q’ (Quality) characteristic of the patient’s chest pain. Which question should the nurse ask?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
In the PQRST pain mnemonic: P = Provocative/Palliative, Q = Quality (deskripsi sensasi: tajam, tumpul, tertindih, seperti terbakar), R = Region/Radiation, S = Severity (skala numerik 0-10), T = Timing (onset and duration). Question A specifically explores the Quality dimension.
Seorang pasien dewasa penderita kanker yang kompeten secara mental menolak menjalani prosedur kemoterapi setelah dokter dan perawat memberikan edukasi lengkap tentang manfaat serta risiko tindakan. Sikap perawat yang paling menjunjung tinggi prinsip etik Autonomy adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Prinsip Otonomi (Autonomy) menegaskan bahwa setiap individu yang sadar dan kompeten memiliki hak mutlak untuk membuat keputusan mengenai tubuh dan intervensi medis bagi dirinya sendiri, termasuk hak menolak tindakan pengobatan (informed refusal) setelah diberikan penjelasan yang adekuat.
Perawat ruangan selalu memastikan pengaman tempat tidur (side rails) terpasang terkunci ke atas dan bel pemanggil berada dalam jangkauan pasien lansia yang mengalami disorientasi. Tindakan perawat ini merupakan wujud penerapan prinsip etik…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Prinsip Non-maleficence (primum non nocere / do no harm) mewajibkan tenaga perawat untuk tidak mencelakai dan proaktif mencegah bahaya atau cedera bagi pasien. Menutup pengaman ranjang tidur pada pasien berisiko tinggi jatuh adalah tindakan pencegahan bahaya trauma fisik.
Seorang kerabat jauh pasien datang ke meja perawat (nurse station) dan memaksa meminta rincian diagnosis medis serta hasil pemeriksaan penunjang pasien tanpa membawa surat kuasa resmi dari pasien. Tindakan etis yang wajib diambil oleh perawat adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Prinsip Confidentiality (kerahasiaan rekam medis) mewajibkan perawat menjaga seluruh informasi klinis dan privasi pasien. Data medis hanya boleh diungkapkan kepada tim kesehatan yang merawat langsung atau pihak ketiga yang memiliki persetujuan tertulis resmi (informed consent) dari pasien yang bersangkutan.
Perawat menyapa: ‘Selamat pagi Ibu Sari, perkenalkan saya Ners Anita yang bertugas pagi ini dari jam 07.00 hingga 14.00. Sesuai jadwal, saya akan melakukan perawatan luka pascaoperasi Ibu selama sekitar 15 menit.’ Pernyataan tersebut berada pada tahapan komunikasi terapeutik…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Komunikasi terapeutik terbagi dalam 4 fase: 1) Prainteraksi (persiapan sebelum bertemu pasien), 2) Orientasi/Perkenalan (salam terapeutik, perkenalan diri, validasi identitas, penjelasan tujuan tindakan, dan kontrak waktu), 3) Kerja (tindakan inti asuhan), 4) Terminasi (evaluasi hasil dan kontrak tindak lanjut).
Seorang pasien yang dijadwalkan menjalani operasi bedah jantung besok pagi tampak gelisah dan berkata kepada perawat: ‘Ners, saya sangat takut dan tidak bisa tidur memikirkan risiko operasi besok…’ Respon komunikasi terapeutik perawat yang paling tepat dan profesional adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Respon terapeutik yang valid adalah teknik validasi empati dan pertanyaan terbuka (open-ended questioning). Respon A mengakui perasaan cemas pasien tanpa menyangkal atau mengecilkan perasaannya, serta membuka ruang dialog agar pasien dapat mengekspresikan ketakutannya sehingga perawat dapat memberikan intervensi edukasi penenang.
Keluarga pasien mendatangi nurse station dengan nada tinggi dan marah karena merasa perawat terlambat mengganti kantung infus yang tinggal sedikit. Sikap profesional pertama yang harus dilakukan perawat dalam merespon situasi tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Dalam manajemen konflik dan komplain keperawatan, langkah utama adalah mengendalikan diri (tidak reaktif/defensif), mendengarkan secara aktif (active listening) hingga tuntas, menunjukkan empati dan memvalidasi emosi pasien/keluarga, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan, serta langsung mengambil tindakan perbaikan konkrit di tempat tidur pasien.
Saat menyiapkan injeksi intravena, perawat membaca instruksi resep dokter yang mencantumkan dosis obat Digoksin sebesar 2,5 mg (10 kali lipat di atas dosis lazim aman) untuk pasien lansia gagal jantung. Peran advokasi keselamatan pasien yang wajib dilakukan perawat adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Sebagai advokat pasien (patient advocate), keselamatan pasien (patient safety) adalah prioritas tertinggi. Jika perawat menemukan resep yang mencurigakan atau berisiko toksik/fatal, perawat wajib menahan pemberian obat dan segera melakukan klarifikasi komunikasi kolaboratif (metode SBAR) kepada dokter yang meresepkan sebelum obat disuntikkan.
Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, perawat menerima dua pasien yang datang pada saat bersamaan: Pasien A adalah pejabat daerah dengan luka lecet ringan pada lutut, dan Pasien B adalah seorang tunawisma tanpa kartu identitas yang mengalami henti napas akibat syok anafilaksis. Penerapan prinsip etik Justice dan triage yang benar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Prinsip etik Keadilan (Justice) dalam pelayanan keperawatan gawat darurat mewajibkan alokasi sumber daya medis dan tindakan penanganan didasarkan pada tingkat kegawatan klinis dan kebutuhan medis objektif (distributive justice according to triage acuity), bukan atas dasar status sosial, jabatan, suku, agama, maupun latar belakang finansial.
📚 Latihan Soal Jurusan Kesehatan & Sains Terkait:
Siap Hadapi Tes Masuk Ilmu Keperawatan? Mulai dari 110+ Soal Ini!
Dengan memahami dan berlatih mengerjakan 110+ Soal Tes Masuk Ilmu Keperawatan beserta pembahasannya, Anda dapat lebih siap menghadapi ujian seleksi. Latihan soal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep keperawatan, tetapi juga melatih kemampuan analisis dalam menyelesaikan berbagai kasus klinis. Kunjungi utbk.or.id untuk informasi dan kumpulan soal lebih lengkap sebagai persiapan masuk jurusan Ilmu Keperawatan.
