50+ Soal Tes Masuk Jurusan Ilmu Keperawatan Lengkap Pembahasan & Kisi-Kisi

Share ke:


Memasuki dunia Ilmu Keperawatan membutuhkan kesiapan akademik yang baik, terutama dalam menghadapi tes seleksi masuk. Tes ini tidak hanya menguji pemahaman Anda dalam mata pelajaran seperti biologi, kimia, dan fisika, tetapi juga kemampuan berpikir kritis serta penalaran logis yang relevan dengan profesi keperawatan. Oleh karena itu, latihan soal menjadi salah satu cara terbaik untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan peluang lolos seleksi.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan lebih dari 110 soal tes masuk Ilmu Keperawatan lengkap dengan pembahasannya. Soal-soal ini dirancang untuk membantu Anda memahami pola pertanyaan yang sering muncul serta strategi dalam menjawabnya.

Apa Itu Jurusan Ilmu Keperawatan

Ilmu Keperawatan adalah bidang studi yang mempelajari cara memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan ilmiah. Jurusan ini mengajarkan berbagai aspek keperawatan, mulai dari anatomi dan fisiologi tubuh manusia, farmakologi, hingga keterampilan klinis seperti perawatan pasien, penanganan gawat darurat, dan manajemen keperawatan. Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan etika profesi serta keterampilan komunikasi yang penting dalam memberikan pelayanan kesehatan secara holistik.

Lulusan Ilmu Keperawatan memiliki peluang karir yang luas, baik di rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun lembaga kesehatan lainnya. Mereka dapat bekerja sebagai perawat profesional, peneliti di bidang kesehatan, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk menjadi dosen maupun spesialis keperawatan. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan, jurusan ini menjadi pilihan yang menjanjikan bagi Anda yang ingin berkontribusi dalam dunia medis dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Materi Yang Harus Dipelajari Untuk Tes Masuk Ilmu Keperawatan 

Untuk mempersiapkan diri secara komprehensif menghadapi tes masuk jurusan Ilmu Keperawatan, berikut adalah rincian materi yang perlu Anda pelajari:

1. Pengetahuan Dasar Keperawatan

  • Anatomi dan Fisiologi:
    • Memahami struktur dan fungsi organ serta sistem tubuh manusia, seperti sistem kardiovaskular, respirasi, pencernaan, saraf, muskuloskeletal, dan endokrin.
    • Mengetahui interaksi antar sistem dalam menjaga homeostasis tubuh.
  • Ilmu Gizi:
    • Pengetahuan tentang makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin, mineral) serta fungsinya bagi tubuh.
    • Kebutuhan gizi pada berbagai tahap kehidupan dan kondisi kesehatan, termasuk diet khusus untuk penyakit tertentu.
  • Farmakologi Dasar:
    • Klasifikasi obat berdasarkan mekanisme kerja dan efek terapeutiknya.
    • Prinsip farmakokinetik dan farmakodinamik, termasuk absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat.
    • Efek samping umum dan interaksi obat yang perlu diwaspadai.
  • Prosedur Keperawatan:
    • Teknik pengukuran tanda vital: suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan laju pernapasan.
    • Prosedur pemberian obat: oral, injeksi intramuskular, subkutan, dan intravena.
    • Perawatan luka: prinsip aseptik, teknik balut, dan manajemen drainase.
    • Penggunaan alat kesehatan dasar seperti kateter, infus set, dan alat bantu pernapasan.

2. Ilmu Penunjang

  • Mikrobiologi:
    • Klasifikasi dan karakteristik mikroorganisme: bakteri, virus, jamur, dan parasit.
    • Prinsip sterilitas dan teknik aseptik untuk mencegah infeksi nosokomial.
    • Mekanisme patogenisitas dan respons imun tubuh terhadap infeksi.
  • Patofisiologi:
    • Perubahan fisiologis yang terjadi akibat penyakit pada berbagai sistem tubuh.
    • Manifestasi klinis umum dari penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal jantung, dan penyakit paru obstruktif kronis.
  • Psikologi Dasar:
    • Tahapan perkembangan psikososial menurut teori seperti Erikson dan Piaget.
    • Prinsip komunikasi terapeutik dan teknik konseling dasar.
    • Penanganan stres, kecemasan, dan mekanisme koping pada pasien.

3. Etika dan Hukum Keperawatan

  • Etika Keperawatan:
    • Prinsip-prinsip etika seperti beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice dalam praktik keperawatan.
    • Kerahasiaan pasien dan pentingnya informed consent sebelum tindakan keperawatan.
  • Hukum Kesehatan:
    • Peraturan perundang-undangan yang mengatur praktik keperawatan di Indonesia, termasuk UU Keperawatan dan kode etik profesi.
    • Tanggung jawab hukum perawat dalam kasus malpraktik dan kelalaian.

4. Keterampilan Klinis

  • Asuhan Keperawatan:
    • Proses keperawatan: pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
    • Penyusunan rencana asuhan keperawatan yang sesuai dengan masalah dan kebutuhan pasien.
  • Manajemen Keperawatan:
    • Pengelolaan waktu dan prioritas dalam memberikan asuhan keperawatan.
    • Koordinasi dengan tim kesehatan multidisiplin untuk perawatan pasien.
    • Penerapan prinsip keselamatan pasien dalam praktik sehari-hari.

5. Pengetahuan Umum dan Tes Potensi Akademik

  • Matematika Dasar:
    • Operasi aritmetika dasar, aljabar, dan geometri.
    • Pemecahan masalah yang melibatkan persentase, rasio, dan proporsi.
  • Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris:
    • Pemahaman bacaan dan tata bahasa.
    • Kemampuan menulis esai atau ringkasan dengan struktur yang baik.
    • Kosakata medis dasar dalam bahasa Inggris.
  • Tes Logika dan Penalaran:
    • Soal-soal yang menguji kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah.
    • Pola deret angka, hubungan antar kata, dan silogisme

Kumpulan 50+ Soal Tes Masuk Jurusan Ilmu Keperawatan Lengkap Pembahasan

🩺 Bank Soal Tes Masuk Jurusan Ilmu Keperawatan Terlengkap: Di bawah ini disajikan 55 Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Keperawatan (Sipenmaru Poltekkes Kemenkes, S1 Keperawatan PTN & PTS) yang mencakup Biologi Terapan & Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Kimia Dasar & Fisika Kesehatan / Biomedik, Matematika Dasar & Kalkulasi Dosis Obat Klinis, serta Bahasa Inggris Medis & Etika Komunikasi Terapeutik. Klik akordeon di bawah setiap soal untuk melihat kunci jawaban dan pembahasan komprehensif!

Soal #1 • Biologi Terapan (Sirkulasi Kardiovaskular) Standar Masuk Keperawatan

Alur peredaran darah deoksigenasi (kaya CO2) dari seluruh jaringan tubuh menuju paru-paru untuk proses oksigenasi melalui urutan anatomis yang benar adalah…

A. Vena cava -> Atrium kanan -> Katup trikuspidalis -> Ventrikel kanan -> Arteri pulmonalis -> Paru-paru
B. Vena pulmonalis -> Atrium kiri -> Katup bikuspidalis -> Ventrikel kiri -> Aorta -> Paru-paru
C. Vena cava -> Ventrikel kanan -> Katup trikuspidalis -> Atrium kanan -> Vena pulmonalis -> Paru-paru
D. Aorta -> Atrium kanan -> Katup semilunaris -> Ventrikel kanan -> Arteri pulmonalis -> Paru-paru
E. Vena cava -> Atrium kiri -> Katup mitral -> Ventrikel kiri -> Arteri pulmonalis -> Paru-paru
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Darah deoksigenasi dari sirkulasi sistemik kembali ke jantung melalui vena cava superior dan inferior masuk ke atrium kanan. Dari atrium kanan, darah melewati katup trikuspidalis menuju ventrikel kanan, lalu dipompa melewati katup semilunar pulmonal ke arteri pulmonalis menuju kapiler alveolus paru-paru untuk melepaskan CO2 dan mengikat O2.
Soal #2 • Fisiologi Sistem Respirasi Standar Masuk Keperawatan

Pertukaran gas oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara alveolus paru dan eritrosit di kapiler darah berlangsung melalui mekanisme biologi…

A. Difusi pasif sederhana berdasarkan penurunan gradien tekanan parsial gas
B. Transpor aktif primer yang membutuhkan hidrolisis adenosin trifosfat (ATP)
C. Endositosis terfasilitasi vesikel membran sel epitel skuamosa
D. Osmosis cairan yang menarik molekul gas polar melewati membran sel
E. Filtrasi mekanis akibat tekanan sistolik hidrostatik ventrikel kiri
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pertukaran gas di membran respirasi alveolokapiler murni berlangsung secara difusi pasif sederhana. O2 berdifusi dari alveolus (PO2 ~104 mmHg) ke kapiler darah paru (PO2 ~40 mmHg), sedangkan CO2 berdifusi ke arah sebaliknya dari kapiler darah (PCO2 ~45 mmHg) ke alveolus (PCO2 ~40 mmHg) mengikuti gradien tekanan parsial masing-masing gas.
Soal #3 • Sistem Pencernaan & Biokimia Digesti Standar Masuk Keperawatan

Cairan empedu (bile) yang disintesis oleh hepatosit di hati dan disimpan di dalam vesika fellea memiliki peran fisiologis utama dalam sistem pencernaan, yaitu…

A. Mengemulsi lemak menjadi droplet misel halus sehingga memperluas area kerja enzim lipase
B. Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin aktif di dalam lambung
C. Memecah amilum polisakarida menjadi maltosa disakarida di lumen duodenum
D. Mencegah penyerapan vitamin larut lemak A, D, E, dan K di usus halus
E. Menurunkan pH kimus asam lambung menjadi sangat asam di jejunum
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Garam empedu bersifat amfifilik (memiliki gugus hidrofilik dan hidrofobik). Garam empedu memecah gumpalan lipid besar menjadi butiran misel halus (proses emulsifikasi), yang meningkatkan luas permukaan kontak agar enzim lipase pankreas dapat menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan monogliserida secara optimal.
Soal #4 • Anatomi & Fisiologi Ekskresi Ginjal Standar Masuk Keperawatan

Proses filtrasi darah yang menghasilkan filtrat glomerulus (urin primer) bebas sel darah dan protein bermolekul besar terjadi pada bagian nefron ginjal…

A. Glomerulus dan kapsula Bowman
B. Tubulus kontortus proksimal
C. Lengkung Henle pars asenden
D. Tubulus kontortus distal
E. Duktus kolektivus medula ginjal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Filtrasi darah terjadi di korpuskel ginjal yang tersusun atas kapiler glomerulus dan kapsula Bowman. Tekanan hidrostatik darah menyaring air dan zat terlarut kecil (glukosa, asam amino, urea, elektrolit) menembus membran filtrasi glomerulus ke dalam rongga kapsula Bowman membentuk urin primer, sedangkan eritrosit dan protein plasma (albumin) tetap tertahan di pembuluh darah.
Soal #5 • Sistem Endokrin & Regulasi Metabolisme Standar Masuk Keperawatan

Hormon yang disekresikan oleh sel beta pulau Langerhans pankreas untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan memfasilitasi ambilan glukosa ke dalam sel otot dan adiposa adalah…

A. Insulin
B. Glukagon
C. Kortisol
D. Epinefrin
E. Somatostatin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Insulin disintesis dan disekresi oleh sel beta pankreas saat kadar gula darah meningkat pascamakan. Insulin berikatan dengan reseptor tirosin kinase, merangsang translokasi transporter GLUT-4 ke membran sel otot rangka dan jaringan adiposa, serta memacu glikogenesis di hepar guna menurunkan glukosa plasma kembali ke rentang normal (homeostasis).
Soal #6 • Sistem Muskuloskeletal (Artikulasio) Standar Masuk Keperawatan

Sendi yang memiliki permukaan bonggol bulat bersendi dengan cekungan mangkuk sendi sehingga memungkinkan gerakan memutar dan ke segala arah (triaksial), seperti pada artikulasio koksa (sendi panggul) dan sendi bahu, diklasifikasikan sebagai…

A. Sendi peluru (enartrosis / ball and socket)
B. Sendi engsel (ginglimus)
C. Sendi pelana (artikulasio selaris)
D. Sendi putar (trokoidea)
E. Sendi geser (artrodia / plana)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sendi peluru (enarthrosis / ball and socket joint) tersusun dari kepala sendi (bonggol/caput) yang masuk ke dalam mangkuk sendi (fossa/asetabulum), memungkinkan rentang gerak paling luas ke tiga aksis (fleksi-ekstensi, abduksi-adduksi, rotasi interna-eksterna, serta sirkumduksi). Contoh utamanya adalah sendi bahu (articulatio humeri) dan sendi panggul (articulatio coxae).
Soal #7 • Sistem Saraf Otonom Standar Masuk Keperawatan

Aktivasi sistem saraf simpatis saat seseorang mengalami respon stres akut (‘fight or flight’) akan menimbulkan manifestasi fisiologis berupa…

A. Dilatasi bronkus (bronkodilatasi), takikardia, dan dilatasi pupil (midriasis)
B. Konstriksi bronkus, bradikardia, dan stimulasi sekresi air liur
C. Penurunan curah jantung, relaksasi pembuluh darah, dan miosis pupil
D. Stimulasi motilitas peristaltik lambung dan peningkatan defekasi
E. Peningkatan volume urinasi akibat relaksasi sfingter vesika urinaria
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Aktivasi saraf simpatis memicu pelepasan katekolamin (epinefrin dan norepinefrin). Reseptor beta-1 jantung terpacu memicu peningkatan denyut jantung (takikardia), reseptor beta-2 pada otot polos bronkus memicu relaksasi saluran napas (bronkodilatasi) untuk memaksimalkan pasokan O2, serta otot radialis iris berkontraksi menyebabkan pupil membesar (midriasis).
Soal #8 • Sistem Integumen & Proteksi Tubuh Standar Masuk Keperawatan

Pigmen yang diproduksi oleh sel melanosit pada stratum basale epidermis kulit manusia yang berfungsi sebagai fotoprotektor penyerap radiasi sinar ultraviolet (UV) adalah…

A. Melanin
B. Keratin
C. Kolagen
D. Karoten
E. Elastin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Melanin disintesis oleh melanosit melalui oksidasi asam amino tirosin dan didistribusikan ke sel-sel keratinosit di sekitarnya. Melanin membentuk lapisan pelindung di atas inti sel (supranuclear cap) untuk menyerap dan membiaskan radiasi UV matahari, melindungi DNA inti sel dari mutasi yang dapat memicu keganasan kanker kulit (melanoma).
Soal #9 • Sistem Reproduksi & Embriologi Standar Masuk Keperawatan

Pada organ reproduksi wanita dengan siklus menstruasi teratur, proses fertilisasi antara sel spermatozoa dan oosit sekunder secara fisiologis normal terjadi pada bagian…

A. Ampula tuba fallopi (oviduk)
B. Endometrium rongga uterus
C. Kanalis servikalis uteri
D. Korpus luteum ovarium
E. Fimbriae infundibulum
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Fertilisasi secara fisiologis terjadi di daerah ampula tuba fallopi (sepertiga bagian luar saluran oviduk). Setelah sperma membuahi oosit sekunder membentuk zigot, morula dan blastokista akan bergerak menuruni tuba fallopi selama 4-6 hari sebelum berimplantasi ke dalam dinding endometrium uterus.
Soal #10 • Imunologi Dasar & Vaksinasi Standar Masuk Keperawatan

Seorang bayi yang baru lahir menerima antibodi Imunoglobulin A (IgA) sekretori melalui cairan kolostrum dan air susu ibu (ASI). Jenis kekebalan tubuh tersebut diklasifikasikan sebagai…

A. Kekebalan pasif alami (natural passive immunity)
B. Kekebalan aktif alami (natural active immunity)
C. Kekebalan pasif buatan (artificial passive immunity)
D. Kekebalan aktif buatan (artificial active immunity)
E. Kekebalan non-spesifik seluler
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kekebalan pasif alami diperoleh tanpa stimulasi sistem imun bayi itu sendiri, melainkan menerima antibodi siap pakai yang diproduksi oleh tubuh ibu melalui transfer transplasental (IgG) atau melalui ASI dan kolostrum (IgA sekretori). Kekebalan ini memberikan perlindungan instan namun bersifat sementara.
Soal #11 • Hematologi & Sistem Golongan Darah ABO Standar Masuk Keperawatan

Individu dengan golongan darah B Rhesus positif (B+) memiliki karakteristik antigen dan antibodi pada darahnya berupa…

A. Aglutinogen B dan antigen Rh pada eritrosit, serta aglutinin anti-A dalam plasma darah
B. Aglutinogen A dan antigen Rh pada eritrosit, serta aglutinin anti-B dalam plasma darah
C. Aglutinogen A dan B pada eritrosit, tanpa aglutinin dalam plasma darah
D. Tanpa aglutinogen pada eritrosit, serta aglutinin anti-A dan anti-B dalam plasma
E. Aglutinogen B tanpa antigen Rh pada eritrosit, serta antibodi anti-B dalam plasma
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sistem golongan darah ABO ditentukan oleh keberadaan aglutinogen (antigen) pada membran sel eritrosit dan aglutinin (antibodi) dalam plasma. Pemilik golongan darah B memiliki aglutinogen B pada permukaan eritrositnya dan menghasilkan aglutinin anti-A di plasma darah. Status Rhesus positif menandakan adanya antigen D (Rh factor) pada eritrosit.
Soal #12 • Fisiologi Hemostasis & Koagulasi Darah Standar Masuk Keperawatan

Ion anorganik dan vitamin yang berperan krusial sebagai kofaktor enzimatik dalam kaskade pembekuan darah untuk mengonversi protrombin menjadi trombin aktif adalah…

A. Ion Kalsium (Ca2+) dan Vitamin K
B. Ion Besi (Fe2+) dan Vitamin C
C. Ion Natrium (Na+) dan Vitamin D
D. Ion Kalium (K+) dan Vitamin B12
E. Ion Magnesium (Mg2+) dan Asam Folat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ion Kalsium (Ca2+ / Faktor IV pembekuan) esensial dalam pengikatan kompleks protrombinase pada fosfolipid trombosit untuk mengubah protrombin menjadi trombin. Vitamin K disintesis flora usus dan diperlukan oleh sel hati untuk proses karboksilasi post-translasi faktor pembekuan II (protrombin), VII, IX, dan X.
Soal #13 • Fisiologi Keseimbangan Asam-Basa Standar Masuk Keperawatan

Hasil analisis gas darah (AGD) seorang pasien menunjukkan: pH = 7,26 (normal: 7,35-7,45), PaCO2 = 56 mmHg (normal: 35-45 mmHg), dan HCO3- = 24 mEq/L (normal: 22-26 mEq/L). Kondisi gangguan asam-basa pasien tersebut adalah…

A. Asidosis respiratorik belum terkompensasi
B. Alkalosis respiratorik terkompensasi sebagian
C. Asidosis metabolik terkompensasi penuh
D. Alkalosis metabolik belum terkompensasi
E. Status gas darah normal seimbang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Langkah interpretasi AGD: 1) Nilai pH 7,26 (< 7,35) menunjukkan asidosis. 2) PaCO2 56 mmHg (> 45 mmHg) bersifat asam dan searah dengan pH asam, menandakan komponen respiratorik sebagai penyebab primer. 3) HCO3- 24 mEq/L masih berada dalam rentang normal (ginjal belum meningkatkan retensi bikarbonat). Kesimpulannya: Asidosis Respiratorik Belum Terkompensasi.
Soal #14 • Sistem Sensorik (Fisiologi Penglihatan) Standar Masuk Keperawatan

Fotoreseptor pada lapisan retina mata yang bertanggung jawab atas ketajaman penglihatan tinggi, persepsi warna, dan terkonsentrasi sangat padat pada area fovea sentralis adalah…

A. Sel kerucut (cone cells)
B. Sel batang (rod cells)
C. Sel ganglionik retina
D. Sel amakrin
E. Sel epitel koroid
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sel kerucut (cones) mengandung pigmen fotopsin (iodopsin) yang peka terhadap tiga gelombang spektrum warna utama (merah, hijau, biru) dan bekerja optimal pada kondisi pencahayaan terang (fotopik) dengan konsentrasi tertinggi di fovea centralis makula lutea. Sebaliknya, sel batang (rods) peka cahaya redup (skotopik) dan tidak dapat membedakan warna.
Soal #15 • Mikrobiologi Terapan & Infeksi Nosokomial Standar Masuk Keperawatan

Pada teknik pewarnaan Gram laboratorium, bakteri Gram-positif (seperti Staphylococcus aureus) tampak berwarna ungu di bawah mikroskop karena…

A. Dinding selnya memiliki lapisan peptidoglikan tebal yang mempertahankan kompleks zat warna kristal violet-iodin
B. Membran sel luar mengandung lipopolisakarida tebal yang mengikat pewarna pembanding safranin
C. Bakteri tidak memiliki dinding sel sehingga zat warna violet langsung diserap asam nukleat
D. Dinding selnya kaya akan lapisan lilin asam mikolat yang tahan asam alkohol
E. Dinding sel terhidrolisis total oleh alkohol sehingga menghasilkan pendaran warna violet
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bakteri Gram-positif memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang sangat tebal (20-80 nm) serta asam teikoat. Struktur tebal dan padat ini mengalami dehidrasi saat pencucian alkohol, memperkecil pori-pori dinding sel dan mengunci kompleks pewarna kristal violet-iodin sehingga bakteri tetap berwarna ungu kebiruan.
Soal #16 • Fisiologi Termoregulasi Tubuh Standar Masuk Keperawatan

Pusat pengendali dan termostat biologis tubuh manusia yang mengoordinasikan respon kompensasi vasodilatasi kutan saat kegerahan dan menggigil saat hipotermia berpusat di…

A. Hipotalamus
B. Medula oblongata
C. Serebelum
D. Korpus kalosum
E. Talamus
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hipotalamus berfungsi sebagai pusat integrasi termoregulasi tubuh. Hipotalamus bagian anterior (preoptik) merespon kenaikan suhu inti dengan memicu pengeluaran panas (vasodilatasi pembuluh darah kutan dan stimulasi kelenjar keringat), sedangkan hipotalamus posterior merespon penurunan suhu inti dengan memicu produksi dan retensi panas (menggigil/shivering dan vasokonstriksi perifer).
Soal #17 • Genetika Medik & Penyakit Menurun Standar Masuk Keperawatan

Hemofilia merupakan kelainan hemostasis darah yang diwariskan secara genetik melalui alel resesif terpaut kromosom X (Xh). Apabila seorang wanita pembawa sifat / carrier (XHXh) menikah dengan pria normal (XHY), persentase kemungkinan lahir anak laki-laki yang menderita hemofilia adalah…

A. 50% dari total anak laki-laki
B. 100% dari total anak laki-laki
C. 0% dari total anak laki-laki
D. 25% dari total anak laki-laki
E. 75% dari total anak laki-laki
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persilangan parental: Ibu (XHXh) x Ayah (XHY). Keturunan anak yang mungkin terbentuk: 1) XHXH (wanita normal), 2) XHXh (wanita pembawa sifat/carrier), 3) XHY (laki-laki normal), 4) XhY (laki-laki hemofilia). Dari kelompok anak laki-laki (XHY dan XhY), probabilitas lahir anak laki-laki hemofilia adalah 1 dari 2 atau 50% (setara 25% dari total keseluruhan anak).
Soal #18 • Histologi Jaringan & Sistem Mukosiliar Standar Masuk Keperawatan

Permukaan dalam saluran pernapasan atas seperti trakea dan bronkus utama dilapisi oleh jenis epitelium yang dilengkapi silia dan sel goblet penghasil mukus, yaitu…

A. Epitel silindris bertingkat semu bersilia (pseudostratified ciliated columnar epithelium)
B. Epitel pipih selapis (simple squamous epithelium)
C. Epitel kubus selapis (simple cuboidal epithelium)
D. Epitel transisional elastis (transitional epithelium)
E. Epitel pipih berlapis bertanduk (stratified keratinized squamous epithelium)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Saluran pernapasan trakeobronkial dilapisi epitel bertingkat semu bersilia (pseudostratified columnar epithelium with cilia). Bersama lendir yang disekresikan sel goblet, silia bergetar terkoordinasi menggerakkan kotoran, debu, dan mikroorganisme keluar dari saluran napas menuju faring dalam mekanisme eskalator mukosiliar.
Soal #19 • Kimia Larutan & Tekanan Osmotik Sel Standar Masuk Keperawatan

Larutan fisiologis NaCl 0,9% bersifat isotonis terhadap sitoplasma eritrosit normal. Jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan garam pekat hipertonis (seperti NaCl 3,0%), fenomena yang akan terjadi pada sel tersebut adalah…

A. Krenasi (pengerutan sel) karena molekul air keluar dari sitoplasma secara osmosis
B. Hemolisis (lisis sel) karena air berdifusi masuk ke dalam sel hingga meledak
C. Volume dan morfologi sel darah merah tetap stabil tanpa pergerakan air
D. Dinding sel eritrosit menebal dan mengalami plasmolisis bertingkat
E. Eritrosit membelah secara mitosis akibat rangsangan gradien garam
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada lingkungan hipertonis, tekanan osmotik di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel (konsentrasi zat terlarut luar lebih pekat). Berdasarkan hukum osmosis, air akan berpindah melintasi membran semipermeabel dari area berpotensial air tinggi (intraseluler) menuju luar sel (ekstraseluler), menyebabkan eritrosit kehilangan cairan dan mengkerut (mengalami krenasi).
Soal #20 • Kimia Buffer & Penyangga Fisiologis Darah Standar Masuk Keperawatan

Sistem penyangga kimiawi utama yang bekerja di dalam cairan ekstraseluler dan plasma darah untuk mempertahankan pH darah tetap stabil pada rentang fisiologis 7,35 – 7,45 adalah…

A. Sistem penyangga asam karbonat – bikarbonat (H2CO3 / HCO3-)
B. Sistem penyangga fosfat monohidrogen – dihidrogen (HPO4^2- / H2PO4-)
C. Sistem penyangga amonium – amonia (NH4+ / NH3)
D. Sistem penyangga asam asetat – natrium asetat (CH3COOH / CH3COO-)
E. Sistem penyangga asam laktat – natrium laktat (C3H6O3 / C3H5O3-)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sistem buffer bikarbonat (H2CO3 / HCO3-) adalah penyangga terpenting dalam plasma darah ekstraseluler. Komponen asam (H2CO3) dapat dinetralkan dan diatur konsentrasinya melalui ekshalasi paru sebagai CO2 (CO2 + H2O <-> H2CO3), sedangkan komponen basa (HCO3-) direabsorpsi atau diekskresikan melalui tubulus ginjal.
Soal #21 • Konsentrasi Larutan & Pengenceran Antiseptik Standar Masuk Keperawatan

Seorang perawat di poliklinik luka diminta membuat 600 mL larutan alkohol 70% (v/v) untuk keperluan desinfeksi kulit dari persediaan alkohol murni 96%. Berapakah volume alkohol 96% yang harus diambil perawat?

A. 437,5 mL
B. 512,0 mL
C. 350,0 mL
D. 480,0 mL
E. 385,5 mL
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Menggunakan persamaan pengenceran konsentrasi: V1 x M1 = V2 x M2. V1 x 96% = 600 mL x 70% -> V1 = (600 x 70) / 96 = 42.000 / 96 = 437,5 mL. Jadi perawat mengambil 437,5 mL alkohol 96% dan menambahkan air steril/akuades hingga volume total mencapai 600 mL.
Soal #22 • Stoikiometri & Molaritas Larutan Infus Standar Masuk Keperawatan

Untuk membuat larutan infus di laboratorium farmasi, dilarutkan sebanyak 11,7 gram kristal natrium klorida murni (NaCl, Mr = 58,5 g/mol) ke dalam akuades steril hingga volume tepat mencapai 2.000 mL. Molaritas (M) larutan NaCl tersebut adalah…

A. 0,10 M
B. 0,20 M
C. 0,05 M
D. 0,50 M
E. 1,00 M
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan mol zat terlarut: n = massa / Mr = 11,7 g / 58,5 g/mol = 0,2 mol. Volume larutan V = 2.000 mL = 2 Liter. Molaritas M = n / V = 0,2 mol / 2 L = 0,10 mol/L atau 0,10 M.
Soal #23 • Termokimia & Kalori Makronutrien Nutrisi Standar Masuk Keperawatan

Seorang pasien di ruang perawatan menerima diet cair enteral khusus yang mengandung 60 gram karbohidrat, 25 gram protein, dan 10 gram lemak. Total nilai kalori metabolik yang diperoleh pasien dari diet tersebut adalah…

A. 430 kkal
B. 380 kkal
C. 510 kkal
D. 470 kkal
E. 350 kkal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Nilai kalori metabolik baku bahan makanan: Karbohidrat = 4 kkal/gram, Protein = 4 kkal/gram, Lemak = 9 kkal/gram. Kalori Karbohidrat = 60 x 4 = 240 kkal; Kalori Protein = 25 x 4 = 100 kkal; Kalori Lemak = 10 x 9 = 90 kkal. Total Kalori = 240 + 100 + 90 = 430 kkal.
Soal #24 • Sifat Kimia Fisik Air & Homeostasis Suhu Standar Masuk Keperawatan

Molekul air (H2O) memiliki ikatan hidrogen antarmolekul yang kuat sehingga menghasilkan nilai kapasitas kalor jenis tinggi (4.184 J/kg°C). Manfaat fisiologis langsung dari sifat termal air ini bagi tubuh manusia adalah…

A. Mencegah perubahan suhu tubuh mendadak saat terjadi fluktuasi panas lingkungan ekstrem
B. Mempercepat penguapan keringat tanpa memerlukan energi kalor laten tubuh
C. Menyebabkan cairan darah membeku lebih cepat saat suhu lingkungan dingin
D. Menurunkan resistensi gesekan aliran darah di pembuluh kapiler perifer
E. Meningkatkan laju filtrasi glomerulus ginjal secara terus menerus
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kapasitas kalor jenis air yang tinggi bermakna air memerlukan energi panas dalam jumlah besar untuk menaikkan suhunya sebesar 1°C. Karena tubuh manusia terdiri atas ~60% air, sifat ini bertindak sebagai ‘peredam panas’ (thermal buffer) yang melindungi sel dan enzim tubuh dari lonjakan atau penurunan suhu yang drastis.
Soal #25 • Fisika Tekanan Fluida (Hidrostatis Infus) Standar Masuk Keperawatan

Berdasarkan prinsip hukum tekanan hidrostatis (P = rho x g x h), alasan utama botol infus harus digantung pada tiang infus dengan ketinggian vertikal minimal 60-90 cm di atas letak insersi vena lengan pasien adalah…

A. Menghasilkan tekanan hidrostatis cairan infus yang melebihi tekanan balik vena pasien sehingga cairan dapat mengalir masuk
B. Mencegah gaya adhesi antara cairan infus dan dinding plastik selang infus
C. Memastikan viskositas cairan infus berubah menjadi gas sebelum masuk ke aliran darah
D. Mengurangi tekanan atmosfer udara luar yang menekan permukaan botol infus
E. Membuat gravitasi bumi memecah molekul elektrolit menjadi partikel bermuatan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tekanan darah di dalam vena perifer lengan berkisar antara 5 – 15 mmHg. Ketinggian botol infus (h) menciptakan tekanan hidrostatis (P = rho x g x h). Agar cairan infus dapat mengalir masuk ke pembuluh vena dan mencegah terjadinya aliran balik darah pasien ke dalam selang (blood backflow), tekanan hidrostatis cairan infus harus dirancang lebih tinggi daripada tekanan vena pasien.
Soal #26 • Fisika Pernapasan & Hukum Boyle Standar Masuk Keperawatan

Hukum Boyle menyatakan bahwa pada suhu konstan, perkalian antara tekanan gas dan volumenya bernilai tetap (P1 x V1 = P2 x V2). Penerapan hukum fisika ini dalam siklus ventilasi inspirasi pernapasan manusia adalah…

A. Kontraksi diafragma memperbesar volume toraks, sehingga tekanan intrapulmonal turun di bawah tekanan atmosfer dan udara mengalir masuk
B. Relaksasi diafragma memperkecil volume rongga toraks, memicu penurunan tekanan udara di dalam alveolus
C. Udara masuk ke paru-paru karena tekanan udara atmosfer luar secara mendadak turun mendekati nol
D. Paru-paru mengembang akibat dorongan tekanan intrakranial dari pusat batang otak
E. Volume rongga dada tetap konstan sementara suhu udara di dalam alveolus meningkat dua kali lipat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Saat inspirasi aktif, kontraksi diafragma dan otot interkostalis eksternal memperbesar dimensi dan volume rongga dada (V meningkat). Sesuai Hukum Boyle, bertambahnya volume menyebabkan tekanan intrapleura dan intrapulmonal turun menjadi sub-atmosferik (-1 mmHg terhadap atmosfer). Perbedaan gradien tekanan ini mendorong udara atmosfer mengalir masuk ke dalam paru-paru.
Soal #27 • Termometri & Skala Suhu Klinis Standar Masuk Keperawatan

Seorang pasien demam berdarah dengue diukur suhu aksilanya dan menunjukkan angka 39,5°C. Apabila suhu tersebut dikonversikan ke dalam skala termometer Fahrenheit (°F), nilai yang terbaca adalah…

A. 103,1°F
B. 99,5°F
C. 101,2°F
D. 105,0°F
E. 98,6°F
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus konversi suhu Celsius ke Fahrenheit: T(°F) = (9/5 x T(°C)) + 32. T(°F) = (9/5 x 39,5) + 32 = (1,8 x 39,5) + 32 = 71,1 + 32 = 103,1°F.
Soal #28 • Fisika Transpor Difusi & Hukum Fick Standar Masuk Keperawatan

Berdasarkan Hukum Difusi Fick, laju perpindahan gas oksigen melintasi membran alveolar-kapiler berbanding lurus dengan luas permukaan dan perbedaan tekanan, serta berbanding terbalik dengan ketebalan membran. Kondisi patologis yang menyebabkan penurunan laju difusi akibat bertambahnya ketebalan membran adalah…

A. Edema paru akut (penumpukan cairan eksudat di ruang interstisial alveolus)
B. Emfisema paru (pelebaran dan destruksi septa dinding alveolus)
C. Peningkatan fraksi oksigen inspirasi (FiO2) pada terapi masker reservoir
D. Vasodilatasi kapiler paru saat berolahraga aerobik
E. Penurunan ketebalan membran basal alveolar akibat latihan pernapasan dalam
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hukum Fick menyatakan laju difusi (J) berbanding terbalik dengan jarak/ketebalan difusi (dx). Pada edema paru atau fibrosis interstisial paru, terjadi penumpukan cairan atau jaringan parut yang mempertebal jarak batas difusi alveolar-kapiler, sehingga difusi gas (terutama O2) melambat dan memicu manifestasi hipoksemia klinis.
Soal #29 • Biomekanika & Ergonomi Keperawatan Standar Masuk Keperawatan

Ketika seorang perawat mengangkat atau memindahkan pasien tirah baring ke brankar, teknik mekanika tubuh (body mechanics) yang benar untuk mencegah cedera muskuloskeletal tulang punggung bawah (low back pain) adalah…

A. Memperlebar jarak tumpuan kaki (base of support), menekuk lutut, dan menjaga tulang punggung tetap lurus vertikal
B. Mengunci lutut lurus kaku serta membungkukkan pinggang sejauh mungkin untuk menjangkau pasien
C. Memusatkan tumpuan gaya angkat sepenuhnya pada kontraksi otot erector spinae lumbal
D. Melakukan gerakan memutar pinggang (twisting) mendadak sambil menahan beban berat pasien
E. Menempatkan posisi tubuh perawat sejauh mungkin dari titik pusat gravitasi tempat tidur pasien
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip biomekanika ergonomis: Memperlebar tumpuan kaki (base of support) meningkatkan stabilitas pusat gravitasi (center of gravity). Menekuk lutut dan pinggul memungkinkan perawat memanfaatkan kelompok otot volunter besar dan kuat pada ekstremitas bawah (gluteus, kuadrisep, dan hamstring) serta menjaga tulang vertebra lumbal tetap sejajar guna mencegah herniasi diskus.
Soal #30 • Bioakustik & Efek Doppler Medis Standar Masuk Keperawatan

Pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) pada asuhan keperawatan maternitas menggunakan alat Pocket Fetal Doppler memanfaatkan fenomena fisika pergeseran frekuensi gelombang ultrasonik (Doppler effect) yang dipantulkan oleh…

A. Dinding ventrikel dan pergerakan aliran sel darah merah di dalam sirkulasi jantung janin
B. Getaran peristaltik usus ibu di dalam rongga abdomen
C. Cairan ketuban (amnion) yang mengalami pemanasan termal
D. Tulang pelvis maternal yang memantulkan gelombang suara statis
E. Plat elektroda EKG yang menangkap impuls depolarisasi listrik jantung
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Efek Doppler terjadi ketika gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) dipancarkan ke jaringan dan dipantulkan kembali oleh struktur anatomi yang bergerak (miokardium jantung janin yang berdenyut serta eritrosit yang mengalir). Perbedaan frekuensi antara gelombang datang dan pantulan diubah oleh transduser menjadi audio sinyal denyut jantung janin.
Soal #31 • Kalkulasi Tetesan Infus Makro Dewasa Standar Masuk Keperawatan

Seorang pasien pascaoperasi diinstruksikan mendapat cairan infus Ringer Laktat sebanyak 1.000 mL yang harus habis dalam waktu 8 jam. Jika faktor tetes selang infus makro yang digunakan adalah 20 tetes/mL, berapakah kecepatan tetesan infus per menit yang harus diatur perawat?

A. 42 tetes/menit
B. 33 tetes/menit
C. 50 tetes/menit
D. 25 tetes/menit
E. 21 tetes/menit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus kecepatan tetesan infus makro: Tetes/menit = (Volume Cairan x Faktor Tetes) / (Waktu dalam jam x 60 menit) = (1.000 mL x 20) / (8 x 60 menit) = 20.000 / 480 = 41,67 tetes/menit. Dibulatkan secara praktis ke bilangan bulat terdekat menjadi 42 tetes/menit.
Soal #32 • Kalkulasi Tetesan Infus Mikro Pediatrik Standar Masuk Keperawatan

Pasien balita di ruang perawatan anak mendapatkan program rehidrasi intravena cairan D5-1/4 NS sebanyak 250 mL dalam waktu 5 jam menggunakan set infus mikro (microdrip, faktor tetes = 60 tetes/mL). Kecepatan aliran infus mikro tersebut adalah…

A. 50 tetes/menit
B. 30 tetes/menit
C. 25 tetes/menit
D. 60 tetes/menit
E. 40 tetes/menit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada set infus mikro pediatrik dengan faktor tetes 60 tetes/mL, angka tetesan per menit identik dengan laju volume cairan per jam: Tetes/menit = (Volume Cairan x 60) / (Waktu dalam jam x 60) = Volume Cairan / Waktu dalam jam = 250 mL / 5 jam = 50 tetes/menit.
Soal #33 • Kalkulasi Dosis Sediaan Sirup Anak Standar Masuk Keperawatan

Dokter memberikan instruksi pemberian Paracetamol sirup dengan dosis 250 mg untuk pasien anak dengan keluhan demam tinggi. Di lemari obat bangsal tersedia botol Paracetamol sirup dengan label konsentrasi 120 mg / 5 mL. Berapa mililiter (mL) sirup yang harus diambil perawat dalam sendok takar obat?

A. 10,4 mL
B. 8,5 mL
C. 6,2 mL
D. 12,0 mL
E. 5,0 mL
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus perhitungan dosis sediaan cair: Volume yang diberikan = (Dosis Instruksi / Dosis Sediaan) x Volume Sediaan = (250 mg / 120 mg) x 5 mL = 2,083 x 5 mL = 10,416 mL ~ 10,4 mL.
Soal #34 • Perhitungan Dosis Obat Berdasarkan Berat Badan Standar Masuk Keperawatan

Pasien anak berusia 4 tahun dengan berat badan 15 kg didiagnosis menderita faringitis akut. Dokter meresepkan suspensi Amoksisilin dengan dosis 40 mg/kgBB/hari yang terbagi dalam 3 kali pemberian harian (setiap 8 jam). Berapakah dosis amoksisilin yang diberikan pada setiap satu kali jadwal minum?

A. 200 mg
B. 300 mg
C. 150 mg
D. 600 mg
E. 100 mg
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kalkulasi total dosis harian anak: Dosis Total = 40 mg/kgBB/hari x 15 kg = 600 mg/hari. Karena regimen terbagi menjadi 3 kali pemberian dalam 24 jam, maka dosis untuk satu kali minum = 600 mg / 3 = 200 mg per dosis.
Soal #35 • Kalkulasi Dosis Injeksi Vial / Ampul Standar Masuk Keperawatan

Seorang pasien dengan mual muntah berat memerlukan injeksi intravena Ondansetron dengan dosis 4 mg. Di farmasi tersedia ampul Ondansetron dengan etiket 8 mg / 4 mL. Berapakah volume larutan obat yang harus dihisap perawat ke dalam spuit injeksi?

A. 2,0 mL
B. 1,0 mL
C. 0,5 mL
D. 3,0 mL
E. 4,0 mL
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus: Volume yang dihisap = (Dosis Instruksi / Dosis Tersedia) x Volume Ampul = (4 mg / 8 mg) x 4 mL = 0,5 x 4 mL = 2,0 mL.
Soal #36 • Resusitasi Cairan Luka Bakar (Formula Parkland) Standar Masuk Keperawatan

Seorang pria dengan berat badan 60 kg mengalami luka bakar termal derajat II pada area dada, perut, dan kedua lengan dengan luas total 30%. Berdasarkan Formula Parkland (4 mL x kgBB x % luas luka bakar), berapakah volume cairan kristaloid RL yang wajib dihabiskan pada 8 jam pertama pascakejadian?

A. 3.600 mL
B. 7.200 mL
C. 1.800 mL
D. 5.400 mL
E. 2.400 mL
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Total kebutuhan cairan 24 jam menurut Formula Parkland: Total Cairan = 4 mL x Berat Badan (kg) x % Luka Bakar = 4 mL x 60 kg x 30 = 7.200 mL. Protokol Parkland menetapkan bahwa 50% (separuh) dari total cairan 24 jam wajib diberikan pada 8 jam pertama: 50% x 7.200 mL = 3.600 mL, sedangkan 50% sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya.
Soal #37 • Antropometri Klinis (Indeks Massa Tubuh / IMT) Standar Masuk Keperawatan

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun memiliki berat badan 64 kg dan tinggi badan 160 cm (1,60 m). Berdasarkan rumus Quetelet, nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) dan interpretasi kategorinya menurut standar Kementerian Kesehatan RI untuk populasi dewasa Indonesia adalah…

A. 25,0 kg/m2 (Kategori Kelebihan Berat Badan / Overweight tingkat berat)
B. 21,5 kg/m2 (Kategori Berat Badan Normal)
C. 28,4 kg/m2 (Kategori Obesitas Tingkat II)
D. 18,0 kg/m2 (Kategori Berat Badan Kurang / Underweight)
E. 32,1 kg/m2 (Kategori Obesitas Morbid)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus IMT = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan dalam meter)^2 = 64 / (1,60 x 1,60) = 64 / 2,56 = 25,0 kg/m2. Berdasarkan klasifikasi Kemenkes RI: < 18,5 (Kurus), 18,5 - 22,9 (Normal), 23,0 - 24,9 (Kelebihan berat badan tingkat ringan), dan >= 25,0 (Kelebihan berat badan tingkat berat / Obesitas).
Soal #38 • Keseimbangan Cairan (Fluid Balance) Standar Masuk Keperawatan

Dalam pencatatan neraca cairan 24 jam pasien tirah baring (BB = 50 kg), diperoleh data: Intake oral minum 600 mL, cairan infus intravena 1.500 mL, injeksi antibiotik 150 mL. Output berupa urin 1.200 mL dan feses 150 mL. Jika Insensible Water Loss (IWL) dihitung dengan rumus baku 15 mL/kgBB/24 jam, berapakah nilai balans cairan pasien?

A. +150 mL (Balans positif / retensi ringan)
B. -200 mL (Balans negatif / defisit cairan)
C. +500 mL (Balans cairan sangat berlebih)
D. 0 mL (Keseimbangan cairan netral mutlak)
E. -450 mL (Dehidrasi cairan berat)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Total Intake = Oral (600) + Infus (1.500) + Injeksi (150) = 2.250 mL. IWL pasien = 15 mL x 50 kg = 750 mL. Total Output = Urin (1.200) + Feses (150) + IWL (750) = 2.100 mL. Balans Cairan = Total Intake – Total Output = 2.250 mL – 2.100 mL = +150 mL (balans positif ringan).
Soal #39 • Konversi Satuan Farmakologi & Metrologi Standar Masuk Keperawatan

Dokter menginstruksikan pemberian obat Levotiroksin tablet dengan dosis 0,075 miligram (mg) per hari. Jika satuan yang tertera pada kemasan tablet di apotek ditulis dalam satuan mikrogram (mcg), berapakah dosis yang setara?

A. 75 mcg
B. 7,5 mcg
C. 750 mcg
D. 0,75 mcg
E. 7.500 mcg
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Konversi satuan metrik berat farmakologi: 1 gram = 1.000 miligram (mg); 1 miligram (mg) = 1.000 mikrogram (mcg). Maka 0,075 mg = 0,075 x 1.000 mcg = 75 mcg.
Soal #40 • Aritmetika Pengenceran Larutan Disinfektan Standar Masuk Keperawatan

Perawat ruangan isolasi hendak menyiapkan 1.000 mL larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi tumpahan darah di lantai. Larutan stok klorin konsentrat yang tersedia memiliki kadar 5,0%. Berapakah volume klorin stok 5,0% dan volume akuades yang harus dicampurkan?

A. 100 mL klorin 5,0% ditambah 900 mL akuades
B. 200 mL klorin 5,0% ditambah 800 mL akuades
C. 50 mL klorin 5,0% ditambah 950 mL akuades
D. 250 mL klorin 5,0% ditambah 750 mL akuades
E. 150 mL klorin 5,0% ditambah 850 mL akuades
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gunakan rumus V1 x C1 = V2 x C2. V1 x 5% = 1.000 mL x 0,5% -> V1 = (1.000 x 0,5) / 5 = 500 / 5 = 100 mL stok klorin. Volume air pengencer (akuades) yang ditambahkan = V2 – V1 = 1.000 mL – 100 mL = 900 mL akuades.
Soal #41 • Pola Deret Klinis & Logika Numerik Standar Masuk Keperawatan

Hasil observasi frekuensi pernapasan (respiratory rate) pasien sesak napas yang dicatat perawat setiap 30 menit menunjukkan pola deret: 16, 19, 23, 28, 34, … x napas/menit. Berapakah nilai x berikutnya jika laju perubahan takipnea mengikuti pola keteraturan deret tersebut?

A. 41
B. 39
C. 40
D. 42
E. 44
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pola selisih antar suku bertingkat: 19 – 16 = +3; 23 – 19 = +4; 28 – 23 = +5; 34 – 28 = +6. Pola penambahan bertambah 1 pada tiap langkah (+3, +4, +5, +6, selanjutnya +7). Maka nilai x berikutnya = 34 + 7 = 41 napas/menit.
Soal #42 • Perhitungan Obstetri (Rumus Naegele) Standar Masuk Keperawatan

Seorang ibu hamil datang memeriksakan kehamilan pertama kalinya ke poli kandungan dengan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) jatuh pada tanggal 12 Mei 2025. Berdasarkan Rumus Naegele baku, Taksiran Tanggal Persalinan (TTP) janin adalah…

A. 19 Februari 2026
B. 19 Maret 2026
C. 12 Februari 2026
D. 19 Januari 2026
E. 26 Februari 2026
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus Naegele untuk HPHT pada bulan April hingga Desember: Hari +7, Bulan -3, Tahun +1. Tanggal: 12 + 7 = 19; Bulan: Mei (bulan 5) – 3 = Februari (bulan 2); Tahun: 2025 + 1 = 2026. Jadi taksiran tanggal persalinan adalah 19 Februari 2026.
Soal #43 • Medical English Terminology (Prefix & Suffix) Standar Masuk Keperawatan

In healthcare terminology, the prefix ‘cholecyst-‘ refers to the gallbladder, and the suffix ‘-ectomy’ indicates surgical removal. Therefore, the clinical term ‘Cholecystectomy’ precisely means…

A. Surgical removal of the gallbladder
B. Inflammation and bacterial infection of the gallbladder
C. Visual endoscopic examination inside the gallbladder
D. Creation of an artificial opening into the colon
E. Surgical crushing of urinary bladder stones
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
The word is composed of ‘cholecyst/o’ (gallbladder / kantung empedu) and ‘-ectomy’ (surgical excision or removal). Hence, cholecystectomy is the surgical removal of the gallbladder, commonly performed for symptomatic cholelithiasis (gallstones).
Soal #44 • Clinical Nursing Vocabulary in English Standar Masuk Keperawatan

A clinical nursing report states: ‘The elderly patient was admitted with severe acute dyspnea, cyanosis of the lips, and marked tachypnea.’ The term ‘Dyspnea’ in this medical context refers to…

A. Difficult, painful, or labored breathing (shortness of breath)
B. Inability to swallow food or liquids smoothly
C. Irregular and excessively slow heart rhythm
D. Impairment of speech comprehension due to brain stroke
E. Excessive and uncontrolled fluid retention in the legs
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dyspnea (or shortness of breath / breathlessness) is a subjective clinical sensation of difficult, uncomfortable, or labored breathing. Difficulty swallowing is dysphagia, speech impairment is aphasia/dysphasia, and slow heart rate is bradycardia.
Soal #45 • Reading Comprehension (Emergency Department Triage) Standar Masuk Keperawatan

Read the passage:
‘In emergency triage systems, patients are categorized based on physiological stability and urgency of care. The Red Tag (Immediate) is assigned to casualties who require emergent life-saving intervention within minutes, having conditions such as severe tension pneumothorax or major uncontrolled arterial hemorrhage. The Yellow Tag (Delayed) is for serious injuries that can wait up to two hours, while Green Tag is for minor walking wounded.’
Based on the text, which of the following casualties MUST be prioritized with a Red Tag?

A. A motor accident victim suffering from a massive open chest wound and uncontrolled arterial hemorrhage
B. An ambulatory patient with a superficial forehead abrasion and minor contusion
C. A conscious stable patient presenting with a closed forearm fracture with intact distal pulse
D. A patient suffering from chronic mild low back pain who walked independently into the triage room
E. A patient confirmed dead on arrival with no spontaneous respiration or cardiac rhythm
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
According to the passage, the Red Tag (Immediate priority) is exclusively reserved for emergent, life-threatening conditions requiring immediate intervention to survive, such as uncontrolled arterial hemorrhage and severe chest trauma.
Soal #46 • Grammar in Nursing Shift Handover (Passive Voice) Standar Masuk Keperawatan

Which of the following sentences correctly demonstrates the proper passive voice structure commonly utilized in formal electronic medical record (EMR) charting?

A. The prescribed intravenous Ceftriaxone was administered by the registered nurse at 08:00 AM.
B. The registered nurse was administer the prescribed antibiotic on 08:00 AM.
C. The patient have been prescribed medication without doctor confirmation.
D. Intravenous fluids is discontinued by the physician yesterday evening.
E. Medication dose were giving to the wrong patient by the new intern.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sentence A is grammatically flawless in the simple past passive voice: Subject (‘The prescribed intravenous Ceftriaxone’) + singular auxiliary verb (‘was’) + past participle (‘administered’) + prepositional agent phrase (‘by the registered nurse’).
Soal #47 • Therapeutic English Dialogue (PQRST Assessment) Standar Masuk Keperawatan

During the pain assessment interview using the PQRST mnemonic, the nurse intends to assess the ‘Q’ (Quality) characteristic of the patient’s chest pain. Which question should the nurse ask?

A. ‘Could you describe what the pain feels like? Is it sharp, dull, stabbing, or a heavy crushing sensation?’
B. ‘On a scale from 0 to 10, with 10 being the worst possible pain, how severe is it right now?’
C. ‘Does the pain spread or radiate from your chest to your left shoulder, jaw, or back?’
D. ‘What specific activities or postures make your chest pain worse or relieve it?’
E. ‘At what time did the pain initially start, and how many minutes does an episode last?’
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
In the PQRST pain mnemonic: P = Provocative/Palliative, Q = Quality (deskripsi sensasi: tajam, tumpul, tertindih, seperti terbakar), R = Region/Radiation, S = Severity (skala numerik 0-10), T = Timing (onset and duration). Question A specifically explores the Quality dimension.
Soal #48 • Etika Keperawatan – Prinsip Otonomi (Autonomy) Standar Masuk Keperawatan

Seorang pasien dewasa penderita kanker yang kompeten secara mental menolak menjalani prosedur kemoterapi setelah dokter dan perawat memberikan edukasi lengkap tentang manfaat serta risiko tindakan. Sikap perawat yang paling menjunjung tinggi prinsip etik Autonomy adalah…

A. Menghormati hak penolakan pasien, mendiskusikan opsi alternatif perawatan suportif, dan memfasilitasi penandatanganan formulir penolakan tindakan medis
B. Memaksa pasien menandatangani persetujuan dengan ancaman pihak rumah sakit tidak akan merawatnya lagi
C. Memberikan obat kemoterapi secara diam-diam melalui cairan infus tanpa sepengetahuan pasien
D. Meminta keluarga pasien untuk memaksa pasien agar mencabut penolakannya
E. Mengabaikan keluhan pasien dan membiarkannya tanpa asuhan keperawatan lanjutan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip Otonomi (Autonomy) menegaskan bahwa setiap individu yang sadar dan kompeten memiliki hak mutlak untuk membuat keputusan mengenai tubuh dan intervensi medis bagi dirinya sendiri, termasuk hak menolak tindakan pengobatan (informed refusal) setelah diberikan penjelasan yang adekuat.
Soal #49 • Etika Keperawatan – Non-Maleficence & Patient Safety Standar Masuk Keperawatan

Perawat ruangan selalu memastikan pengaman tempat tidur (side rails) terpasang terkunci ke atas dan bel pemanggil berada dalam jangkauan pasien lansia yang mengalami disorientasi. Tindakan perawat ini merupakan wujud penerapan prinsip etik…

A. Non-maleficence (tidak merugikan dan mencegah terjadinya cedera fisik pada pasien)
B. Veracity (kejujuran dalam menyampaikan kabar buruk mengenai kondisi medis)
C. Justice (pembagian alokasi waktu pelayanan secara adil tanpa diskriminasi)
D. Fidelity (komitmen menepati janji dinas perawatan kepada pimpinan rumah sakit)
E. Beneficence (mengizinkan pasien melakukan aktivitas fisik berat mandiri)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip Non-maleficence (primum non nocere / do no harm) mewajibkan tenaga perawat untuk tidak mencelakai dan proaktif mencegah bahaya atau cedera bagi pasien. Menutup pengaman ranjang tidur pada pasien berisiko tinggi jatuh adalah tindakan pencegahan bahaya trauma fisik.
Soal #50 • Etika Keperawatan – Kerahasiaan (Confidentiality) Standar Masuk Keperawatan

Seorang kerabat jauh pasien datang ke meja perawat (nurse station) dan memaksa meminta rincian diagnosis medis serta hasil pemeriksaan penunjang pasien tanpa membawa surat kuasa resmi dari pasien. Tindakan etis yang wajib diambil oleh perawat adalah…

A. Menolak secara sopan untuk memberikan informasi medis tersebut demi menjaga prinsip kerahasiaan pasien (confidentiality)
B. Memberikan fotokopi rekam medis karena penanya mengaku masih memiliki hubungan keluarga
C. Menjelaskan riwayat penyakit pasien dengan syarat penanya membayar biaya administrasi
D. Mengizinkan penanya membaca rekam medis elektronik langsung di layar komputer
E. Menceritakan diagnosa pasien kepada seluruh pengunjung di ruang tunggu
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip Confidentiality (kerahasiaan rekam medis) mewajibkan perawat menjaga seluruh informasi klinis dan privasi pasien. Data medis hanya boleh diungkapkan kepada tim kesehatan yang merawat langsung atau pihak ketiga yang memiliki persetujuan tertulis resmi (informed consent) dari pasien yang bersangkutan.
Soal #51 • Tahapan Komunikasi Terapeutik Perawat-Pasien Standar Masuk Keperawatan

Perawat menyapa: ‘Selamat pagi Ibu Sari, perkenalkan saya Ners Anita yang bertugas pagi ini dari jam 07.00 hingga 14.00. Sesuai jadwal, saya akan melakukan perawatan luka pascaoperasi Ibu selama sekitar 15 menit.’ Pernyataan tersebut berada pada tahapan komunikasi terapeutik…

A. Fase orientasi (perkenalan dan pembinaan rasa saling percaya)
B. Fase prainteraksi (evaluasi diri perawat sebelum bertemu pasien)
C. Fase kerja (pelaksanaan inti prosedur tindakan keperawatan)
D. Fase terminasi sementara (penyimpulan hasil akhir dan kontrak yang akan datang)
E. Fase resolusi (pelepasan hubungan profesional)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Komunikasi terapeutik terbagi dalam 4 fase: 1) Prainteraksi (persiapan sebelum bertemu pasien), 2) Orientasi/Perkenalan (salam terapeutik, perkenalan diri, validasi identitas, penjelasan tujuan tindakan, dan kontrak waktu), 3) Kerja (tindakan inti asuhan), 4) Terminasi (evaluasi hasil dan kontrak tindak lanjut).
Soal #52 • Komunikasi Terapeutik – Respon Empatik Kecemasan Standar Masuk Keperawatan

Seorang pasien yang dijadwalkan menjalani operasi bedah jantung besok pagi tampak gelisah dan berkata kepada perawat: ‘Ners, saya sangat takut dan tidak bisa tidur memikirkan risiko operasi besok…’ Respon komunikasi terapeutik perawat yang paling tepat dan profesional adalah…

A. ‘Saya sangat memahami kecemasan yang Bapak rasakan. Dapatkah Bapak ceritakan hal spesifik apa yang paling membuat Bapak merasa khawatir?’
B. ‘Bapak tenang saja, tidak usah berpikir yang bukan-bukan karena dokter bedah kita sudah ahli.’
C. ‘Bapak jangan cemas, masih banyak pasien lain yang kondisi operasinya jauh lebih berbahaya dari Bapak.’
D. ‘Kalau Bapak cemas terus, tekanan darah Bapak bisa naik dan operasi besok bisa dibatalkan dokter.’
E. ‘Sebaiknya Bapak langsung tidur saja sekarang agar besok tidak mengantuk saat masuk kamar operasi.’
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Respon terapeutik yang valid adalah teknik validasi empati dan pertanyaan terbuka (open-ended questioning). Respon A mengakui perasaan cemas pasien tanpa menyangkal atau mengecilkan perasaannya, serta membuka ruang dialog agar pasien dapat mengekspresikan ketakutannya sehingga perawat dapat memberikan intervensi edukasi penenang.
Soal #53 • Manajemen Komplain & Komunikasi Konflik Standar Masuk Keperawatan

Keluarga pasien mendatangi nurse station dengan nada tinggi dan marah karena merasa perawat terlambat mengganti kantung infus yang tinggal sedikit. Sikap profesional pertama yang harus dilakukan perawat dalam merespon situasi tersebut adalah…

A. Mendengarkan keluhan secara aktif dengan tenang tanpa menyela, memvalidasi kekhawatiran keluarga, meminta maaf atas ketidaknyamanan, dan segera memeriksa infus pasien
B. Membalas dengan nada membentak agar keluarga pasien sadar bahwa perawat memiliki banyak pasien lain
C. Masuk ke ruang istirahat perawat dan mengabaikan keluarga tersebut hingga amarahnya reda
D. Menyalahkan petugas farmasi rumah sakit atas lambatnya pengiriman botol infus pengganti
E. Mengancam akan melaporkan keluarga pasien ke pihak kepolisian karena membuat kegaduhan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dalam manajemen konflik dan komplain keperawatan, langkah utama adalah mengendalikan diri (tidak reaktif/defensif), mendengarkan secara aktif (active listening) hingga tuntas, menunjukkan empati dan memvalidasi emosi pasien/keluarga, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan, serta langsung mengambil tindakan perbaikan konkrit di tempat tidur pasien.
Soal #54 • Peran Advokasi Keperawatan (Patient Advocacy) Standar Masuk Keperawatan

Saat menyiapkan injeksi intravena, perawat membaca instruksi resep dokter yang mencantumkan dosis obat Digoksin sebesar 2,5 mg (10 kali lipat di atas dosis lazim aman) untuk pasien lansia gagal jantung. Peran advokasi keselamatan pasien yang wajib dilakukan perawat adalah…

A. Menunda pemberian obat dan segera mengklarifikasi serta mengonfirmasi ulang kebenaran dosis kepada dokter penulis resep
B. Tetap menyuntikkan obat sesuai instruksi tertulis karena perawat harus patuh mutlak pada perintah dokter
C. Mengurangi dosis sendiri menjadi 0,25 mg secara diam-diam tanpa mencatat atau memberitahu dokter
D. Membuang obat tersebut ke saluran pembuangan dan mencatat di buku laporan bahwa obat telah disuntikkan
E. Menyerahkan spuit berisi obat tersebut kepada keluarga pasien agar mereka yang menyuntikkannya sendiri
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sebagai advokat pasien (patient advocate), keselamatan pasien (patient safety) adalah prioritas tertinggi. Jika perawat menemukan resep yang mencurigakan atau berisiko toksik/fatal, perawat wajib menahan pemberian obat dan segera melakukan klarifikasi komunikasi kolaboratif (metode SBAR) kepada dokter yang meresepkan sebelum obat disuntikkan.
Soal #55 • Prinsip Keadilan (Justice) & Kolaborasi Tim Kesehatan Standar Masuk Keperawatan

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, perawat menerima dua pasien yang datang pada saat bersamaan: Pasien A adalah pejabat daerah dengan luka lecet ringan pada lutut, dan Pasien B adalah seorang tunawisma tanpa kartu identitas yang mengalami henti napas akibat syok anafilaksis. Penerapan prinsip etik Justice dan triage yang benar adalah…

A. Memprioritaskan penanganan resusitasi darurat segera pada Pasien B karena kondisi klinisnya mengancam nyawa tanpa memandang status sosial ekonominya
B. Memprioritaskan Pasien A terlebih dahulu karena memiliki kedudukan sosial tinggi di pemerintahan
C. Menolak memberikan pertolongan kepada Pasien B karena tidak memiliki jaminan pembiayaan kesehatan
D. Meminta Pasien B menunggu antrean reguler di loket registrasi rawat jalan
E. Meminta petugas keamanan mengusir Pasien B agar tidak mengganggu kenyamanan Pasien A
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip etik Keadilan (Justice) dalam pelayanan keperawatan gawat darurat mewajibkan alokasi sumber daya medis dan tindakan penanganan didasarkan pada tingkat kegawatan klinis dan kebutuhan medis objektif (distributive justice according to triage acuity), bukan atas dasar status sosial, jabatan, suku, agama, maupun latar belakang finansial.

Siap Hadapi Tes Masuk Ilmu Keperawatan? Mulai dari 110+ Soal Ini!

Siap Hadapi Tes Masuk Ilmu Keperawatan? Mulai dari 110+ Soal Ini!

Dengan memahami dan berlatih mengerjakan 110+ Soal Tes Masuk Ilmu Keperawatan beserta pembahasannya, Anda dapat lebih siap menghadapi ujian seleksi. Latihan soal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep keperawatan, tetapi juga melatih kemampuan analisis dalam menyelesaikan berbagai kasus klinis. Kunjungi utbk.or.id untuk informasi dan kumpulan soal lebih lengkap sebagai persiapan masuk jurusan Ilmu Keperawatan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?