Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan atau SKTT Psikotes menjadi salah satu tahapan yang perlu dipersiapkan oleh peserta seleksi guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat. Berbeda dari tes kompetensi teknis berbasis pengetahuan, psikotes digunakan untuk melihat kemampuan berpikir, ketelitian, daya tahan kerja, karakter, serta cara peserta mengambil keputusan ketika menghadapi situasi tertentu.
Pelaksanaan seleksi Sekolah Rakyat juga berkaitan dengan sistem seleksi berbasis komputer yang menekankan proses objektif, transparan, dan akuntabel. BKN mencatat seleksi berbasis CAT untuk calon guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat diikuti sekitar 118 ribu peserta.
Materi yang perlu dipersiapkan tidak hanya berbentuk soal pilihan ganda. Peserta dapat menghadapi Tes Kemampuan Kognitif yang meliputi verbal, numerik, dan logika, Situational Judgement Test atau SJT, tes kepribadian kerja, Tes Pauli/Kraepelin, hingga tes kecermatan berupa huruf, angka, atau simbol yang hilang.
Oleh karena itu, persiapan SKTT Psikotes Sekolah Rakyat perlu dilakukan secara menyeluruh. Peserta tidak cukup hanya menghafalkan rumus, tetapi juga harus melatih konsentrasi, kecepatan, konsistensi, pengendalian diri, dan ketepatan dalam mengambil keputusan.
Kisi-Kisi Soal Sekolah Rakyat SKTT Psikotes
1. Tes Kemampuan Kognitif
Tes kemampuan kognitif digunakan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami informasi, mengolah data, menemukan pola, dan menarik kesimpulan secara logis.
Materi yang dapat dipelajari meliputi:
- Kemampuan verbal berupa sinonim, antonim, analogi kata, hubungan makna, pemahaman bacaan, dan kesimpulan paragraf.
- Kemampuan numerik berupa operasi hitung, persentase, rasio, perbandingan, deret angka, aritmetika sosial, serta interpretasi data.
- Penalaran logis berupa silogisme, hubungan sebab-akibat, klasifikasi, pernyataan dan kesimpulan, serta logika bersyarat.
- Penalaran analitis berupa penjadwalan, pengurutan, pengelompokan, penentuan posisi, dan pemecahan masalah berdasarkan beberapa ketentuan.
- Kemampuan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang terbatas tetapi relevan.
Pada bagian ini, peserta harus mampu bekerja cepat tanpa mengabaikan ketepatan. Pilihan jawaban biasanya dibuat hampir serupa sehingga diperlukan pemahaman yang teliti.
2. Situational Judgement Test dan Kepribadian Kerja
Situational Judgement Test atau SJT mengukur kecenderungan peserta dalam merespons situasi yang mungkin terjadi di lingkungan kerja Sekolah Rakyat.
Materi yang dinilai dapat meliputi:
- Orientasi pelayanan kepada peserta didik.
- Kepedulian dan kepekaan sosial.
- Integritas dan tanggung jawab.
- Kemampuan bekerja sama.
- Pengendalian emosi.
- Adaptasi terhadap perubahan.
- Komunikasi profesional.
- Penyelesaian konflik.
- Penentuan prioritas.
- Kepatuhan terhadap aturan dan prosedur.
Jawaban terbaik umumnya menunjukkan tindakan yang etis, objektif, bertanggung jawab, tidak emosional, dan tetap mengutamakan keselamatan serta kepentingan peserta didik.
3. Tes Pauli atau Kraepelin
Tes Pauli dan Kraepelin sering disebut sebagai tes koran karena terdiri atas deretan angka dalam jumlah banyak. Peserta diminta menjumlahkan dua angka yang berdekatan, kemudian menuliskan angka satuannya.
Tes ini digunakan untuk melihat beberapa aspek berikut:
- Kecepatan kerja.
- Ketelitian berhitung.
- Konsistensi hasil kerja.
- Daya tahan menghadapi tugas berulang.
- Kemampuan mempertahankan konsentrasi.
- Stabilitas kerja di bawah tekanan waktu.
- Kemampuan mengikuti instruksi perpindahan kolom.
Apabila hasil penjumlahan terdiri atas dua digit, peserta hanya menuliskan digit terakhir. Sebagai contoh, hasil 8 + 7 adalah 15 sehingga angka yang ditulis hanya 5.
4. Tes Kecermatan Huruf, Angka, dan Simbol
Tes kecermatan berisi kelompok huruf, angka, atau simbol yang terlihat hampir sama. Peserta diminta menemukan karakter yang hilang, berbeda, tertukar, atau tidak sesuai dengan kelompok acuan.
Kemampuan yang dinilai mencakup:
- Ketajaman pengamatan.
- Kecepatan membandingkan informasi.
- Konsentrasi dalam waktu terbatas.
- Ketelitian administratif.
- Kemampuan mengenali perbedaan kecil.
- Konsistensi ketika menghadapi stimulus berulang.
Perbedaan dalam soal kecermatan sering kali hanya terdapat pada satu huruf, satu angka, atau satu posisi simbol. Karena itu, peserta perlu membandingkan setiap karakter secara berurutan.
5. Manajemen Waktu dan Konsistensi Pengerjaan
Selain kemampuan menjawab soal, peserta perlu menguasai strategi pengerjaan psikotes.
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Membaca seluruh petunjuk sebelum mulai mengerjakan.
- Menentukan batas waktu untuk setiap soal.
- Mendahulukan soal yang lebih mudah dikenali.
- Tidak terlalu lama bertahan pada satu soal.
- Mempertahankan ritme pada Tes Pauli/Kraepelin.
- Menjawab tes kepribadian secara jujur dan konsisten.
- Mengutamakan ketelitian pada tes huruf dan simbol.
- Menjaga kondisi fisik dan konsentrasi selama tes.
Contoh Soal Sekolah Rakyat SKTT Psikotes dan Pembahasan
Soal 1 – Analogi Verbal
PEDULI : MEMBANTU = TELITI : …
A. Menjelaskan
B. Memeriksa
C. Mengingat
D. Menyampaikan
E. Mengabaikan
Jawaban: B
Pembahasan:
Sikap peduli mendorong seseorang untuk membantu. Dengan hubungan yang sama, sikap teliti mendorong seseorang untuk memeriksa sesuatu secara cermat. Oleh karena itu, kata yang paling tepat adalah memeriksa.
Soal 2 – Pemahaman Bacaan
Keberhasilan pendampingan peserta didik tidak dapat dinilai hanya berdasarkan hasil ujian. Perubahan kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, keberanian berkomunikasi, dan perkembangan kemandirian juga perlu diperhatikan.
Kesimpulan paling tepat berdasarkan paragraf tersebut adalah …
A. Nilai ujian tidak perlu digunakan dalam evaluasi peserta didik.
B. Seluruh peserta didik harus memperoleh hasil evaluasi yang sama.
C. Perkembangan peserta didik perlu dinilai secara menyeluruh.
D. Kedisiplinan merupakan satu-satunya indikator keberhasilan.
E. Kemampuan akademik tidak berhubungan dengan keberhasilan belajar.
Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya berdasarkan nilai ujian, tetapi juga mencakup kedisiplinan, kerja sama, komunikasi, dan kemandirian. Artinya, perkembangan peserta didik harus dinilai secara menyeluruh.
Soal 3 – Sinonim
Kata KOMPREHENSIF memiliki makna yang paling dekat dengan …
A. Terbatas
B. Terpisah
C. Menyeluruh
D. Sederhana
E. Sementara
Jawaban: C
Pembahasan:
Komprehensif berarti mencakup banyak aspek atau bersifat menyeluruh. Kata tersebut tidak berarti terbatas, sementara, atau terpisah.
Soal 4 – Deret Angka
Perhatikan deret berikut:
4, 7, 13, 22, 34, …
Angka selanjutnya adalah …
A. 46
B. 47
C. 48
D. 49
E. 50
Jawaban: D
Pembahasan:
Selisih setiap angka adalah:
- 7 − 4 = 3
- 13 − 7 = 6
- 22 − 13 = 9
- 34 − 22 = 12
Selisih bertambah 3 secara teratur. Selisih berikutnya adalah 15.
34 + 15 = 49.
Soal 5 – Perbandingan
Jumlah guru dan tenaga administrasi dalam sebuah tim memiliki perbandingan 5 : 3. Apabila jumlah seluruh anggota tim adalah 40 orang, jumlah tenaga administrasi adalah …
A. 12 orang
B. 15 orang
C. 18 orang
D. 20 orang
E. 25 orang
Jawaban: B
Pembahasan:
Jumlah bagian perbandingan:
5 + 3 = 8 bagian.
Nilai setiap bagian:
40 ÷ 8 = 5.
Jumlah tenaga administrasi:
3 × 5 = 15 orang.
Soal 6 – Persentase
Sebanyak 240 peserta didik mengikuti pemeriksaan awal. Sebanyak 15% memerlukan pendampingan intensif dan 35% memerlukan pendampingan berkala. Peserta lainnya mengikuti pemantauan umum.
Jumlah peserta yang mengikuti pemantauan umum adalah …
A. 96 peserta
B. 108 peserta
C. 120 peserta
D. 132 peserta
E. 144 peserta
Jawaban: C
Pembahasan:
Persentase peserta pemantauan umum:
100% − 15% − 35% = 50%.
Jumlah peserta:
50% × 240 = 120 peserta.
Soal 7 – Logika Pernyataan
Semua pendamping asrama mengikuti pelatihan perlindungan anak. Sebagian peserta pelatihan perlindungan anak mengikuti pelatihan penanganan konflik.
Kesimpulan yang pasti benar adalah …
A. Semua pendamping asrama mengikuti pelatihan penanganan konflik.
B. Sebagian pendamping asrama mengikuti pelatihan penanganan konflik.
C. Semua peserta penanganan konflik merupakan pendamping asrama.
D. Pendamping asrama merupakan peserta pelatihan perlindungan anak.
E. Tidak ada pendamping asrama yang mengikuti pelatihan penanganan konflik.
Jawaban: D
Pembahasan:
Pernyataan pertama secara langsung menjelaskan bahwa semua pendamping asrama mengikuti pelatihan perlindungan anak. Tidak terdapat informasi yang cukup untuk memastikan hubungan pendamping asrama dengan pelatihan penanganan konflik.
Soal 8 – Penalaran Analitis
Lima kegiatan, yaitu P, Q, R, S, dan T, dilaksanakan dari Senin hingga Jumat dengan ketentuan:
- P dilaksanakan sebelum R.
- Q dilaksanakan tepat sehari setelah S.
- T dilaksanakan pada Jumat.
- R tidak dilaksanakan pada Kamis.
Urutan kegiatan yang memenuhi seluruh ketentuan adalah …
A. P – R – S – Q – T
B. S – P – Q – R – T
C. R – P – S – Q – T
D. P – S – R – Q – T
E. S – Q – R – P – T
Jawaban: A
Pembahasan:
Pilihan A memenuhi seluruh ketentuan:
- P berada sebelum R.
- Q berada tepat satu hari setelah S.
- T berada pada Jumat.
- R berada pada Selasa, bukan Kamis.
Pilihan lainnya melanggar setidaknya satu ketentuan.
Contoh Soal Situational Judgement Test
Soal 9 – Kepedulian terhadap Peserta Didik
Peserta didik yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi pendiam dan beberapa kali tidak mengikuti kegiatan kelompok. Ketika ditanya, ia mengatakan tidak memiliki masalah.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Membiarkannya karena ia telah mengatakan tidak memiliki masalah.
B. Menegurnya di depan kelompok agar kembali aktif.
C. Mengajaknya berbicara secara pribadi dan memantau kondisinya secara bertahap.
D. Langsung menyatakan bahwa peserta didik tersebut melanggar kedisiplinan.
E. Mengeluarkannya dari kegiatan kelompok untuk sementara.
Jawaban: C
Pembahasan:
Perubahan perilaku perlu ditangani melalui pendekatan yang empatik dan tidak menghakimi. Percakapan pribadi dapat memberikan rasa aman kepada peserta didik untuk menyampaikan masalahnya.
Soal 10 – Integritas
Anda mengetahui rekan kerja mengubah waktu kehadiran peserta didik agar laporan kedisiplinan terlihat lebih baik. Rekan tersebut beralasan bahwa keterlambatan hanya beberapa menit.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Membiarkannya karena perubahan tersebut tidak menimbulkan kerugian langsung.
B. Meminta data dikembalikan sesuai fakta dan menggunakan prosedur pelaporan apabila tidak diperbaiki.
C. Mengubah data peserta lain agar laporan terlihat konsisten.
D. Menyebarkan kesalahan rekan tersebut melalui grup kerja.
E. Menghapus seluruh data kehadiran agar tidak ada pihak yang disalahkan.
Jawaban: B
Pembahasan:
Data administrasi harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Langkah yang proporsional adalah meminta perbaikan terlebih dahulu, kemudian menggunakan jalur resmi apabila pelanggaran tetap dilakukan.
Soal 11 – Kerja Sama Tim
Tim Anda harus menyelesaikan laporan pada hari yang sama. Salah satu anggota belum memahami format laporan baru sehingga pekerjaannya tertinggal.
Tindakan paling efektif adalah …
A. Mengambil alih seluruh tugas anggota tersebut.
B. Meminta pimpinan segera menggantinya.
C. Membiarkannya belajar sendiri sampai memahami format.
D. Menjelaskan bagian yang belum dipahami dan membagi ulang tugas secara proporsional.
E. Menunda seluruh laporan sampai kemampuan anggota tim sama.
Jawaban: D
Pembahasan:
Memberikan penjelasan dan membagi ulang tugas dapat membantu tim menyelesaikan pekerjaan sekaligus meningkatkan kemampuan anggota yang mengalami kesulitan.
Soal 12 – Penanganan Konflik
Dua peserta didik saling menyalahkan setelah terjadi kerusakan alat belajar. Keduanya berbicara dengan emosi tinggi dan mengaku tidak bersalah.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Menentukan pihak yang bersalah berdasarkan riwayat pelanggaran sebelumnya.
B. Memisahkan keduanya, menenangkan keadaan, lalu meminta keterangan secara bergantian.
C. Memberikan hukuman yang sama tanpa melakukan pemeriksaan.
D. Membiarkan keduanya menyelesaikan masalah sendiri.
E. Langsung mengganti alat tersebut agar konflik selesai.
Jawaban: B
Pembahasan:
Situasi harus ditenangkan terlebih dahulu. Setelah itu, keterangan perlu dikumpulkan secara objektif agar keputusan tidak dipengaruhi emosi atau prasangka.
Soal 13 – Adaptasi terhadap Perubahan
Pimpinan menerapkan sistem pelaporan digital baru. Beberapa rekan menolak karena merasa sistem lama lebih mudah. Anda juga belum sepenuhnya menguasai aplikasi tersebut.
Tindakan paling efektif adalah …
A. Tetap menggunakan sistem lama sampai mendapat teguran.
B. Menyerahkan seluruh pelaporan kepada rekan yang memahami teknologi.
C. Mempelajari panduan, mengikuti pelatihan, dan membantu rekan setelah memahami sistem.
D. Menyatakan bahwa sistem tersebut tidak mungkin diterapkan.
E. Mengisi laporan secara sembarang agar terlihat sudah menggunakan sistem baru.
Jawaban: C
Pembahasan:
Sikap adaptif ditunjukkan melalui kemauan mempelajari sistem baru, mengikuti pelatihan, dan membantu anggota tim lain menyesuaikan diri.
Soal 14 – Menentukan Prioritas
Dalam waktu hampir bersamaan, Anda menghadapi beberapa kebutuhan berikut:
- Peserta didik mengalami sesak napas.
- Pimpinan meminta rekap kegiatan untuk rapat dua jam lagi.
- Rekan meminta bantuan memperbaiki format dokumen.
- Jadwal kegiatan minggu depan belum selesai.
Tindakan yang harus dilakukan pertama kali adalah …
A. Menyusun jadwal kegiatan minggu depan.
B. Memperbaiki format dokumen rekan.
C. Menyelesaikan rekap kegiatan untuk pimpinan.
D. Menangani peserta didik dan menghubungi petugas kesehatan sesuai prosedur.
E. Meminta peserta didik menunggu sampai laporan selesai.
Jawaban: D
Pembahasan:
Kondisi kesehatan yang berpotensi darurat harus menjadi prioritas. Pekerjaan administratif dapat dikoordinasikan atau ditunda, sedangkan keterlambatan penanganan kesehatan dapat menimbulkan risiko serius.
Contoh Tes Pauli atau Kraepelin
Petunjuk Pengerjaan
Jumlahkan dua angka yang berdekatan dari atas ke bawah. Apabila hasil penjumlahan terdiri atas dua digit, tuliskan hanya digit terakhirnya.
Contoh:
8
7
8 + 7 = 15. Angka yang ditulis adalah 5.
Soal 15 – Penjumlahan Vertikal
Perhatikan deret berikut:
| Angka |
|---|
| 7 |
| 8 |
| 4 |
| 9 |
| 6 |
Tuliskan hasil penjumlahan setiap dua angka yang berdekatan.
Jawaban: 5 – 2 – 3 – 5
Pembahasan:
- 7 + 8 = 15, ditulis 5.
- 8 + 4 = 12, ditulis 2.
- 4 + 9 = 13, ditulis 3.
- 9 + 6 = 15, ditulis 5.
Soal 16 – Penjumlahan Berurutan
Perhatikan deret berikut:
| Angka |
|---|
| 3 |
| 9 |
| 8 |
| 7 |
| 5 |
| 6 |
Tuliskan hasil penjumlahannya.
Jawaban: 2 – 7 – 5 – 2 – 1
Pembahasan:
- 3 + 9 = 12, ditulis 2.
- 9 + 8 = 17, ditulis 7.
- 8 + 7 = 15, ditulis 5.
- 7 + 5 = 12, ditulis 2.
- 5 + 6 = 11, ditulis 1.
Soal 17 – Dua Kolom Kraepelin
Kerjakan setiap kolom secara terpisah.
| Kolom A | Kolom B |
|---|---|
| 6 | 8 |
| 5 | 4 |
| 9 | 7 |
| 3 | 9 |
| 8 | 5 |
Jawaban:
Kolom A: 1 – 4 – 2 – 1
Kolom B: 2 – 1 – 6 – 4
Pembahasan Kolom A:
- 6 + 5 = 11, ditulis 1.
- 5 + 9 = 14, ditulis 4.
- 9 + 3 = 12, ditulis 2.
- 3 + 8 = 11, ditulis 1.
Pembahasan Kolom B:
- 8 + 4 = 12, ditulis 2.
- 4 + 7 = 11, ditulis 1.
- 7 + 9 = 16, ditulis 6.
- 9 + 5 = 14, ditulis 4.
Pada tes yang sebenarnya, peserta biasanya diminta mengerjakan deretan angka dalam waktu terbatas. Fokus utama bukan hanya banyaknya jawaban, tetapi juga ketelitian dan kestabilan ritme pengerjaan.
Contoh Tes Kecermatan Huruf dan Simbol
Soal 18 – Huruf Hilang
Kelompok acuan:
A – C – F – H – K
Manakah kelompok yang kehilangan satu huruf dari kelompok acuan?
A. A – C – F – H – K
B. A – F – C – H – K
C. A – C – H – K
D. F – A – C – H – K
E. A – C – F – K – H
Jawaban: C
Pembahasan:
Kelompok acuan terdiri atas huruf A, C, F, H, dan K. Pada pilihan C hanya terdapat A, C, H, dan K sehingga huruf F hilang.
Soal 19 – Urutan Simbol Berbeda
Kelompok acuan:
△ ○ □ ◇ ☆
Manakah kelompok yang urutan simbolnya berbeda?
A. △ ○ □ ◇ ☆
B. △ ○ □ ◇ ☆
C. △ ○ ◇ □ ☆
D. △ ○ □ ◇ ☆
E. △ ○ □ ◇ ☆
Jawaban: C
Pembahasan:
Pada kelompok acuan, simbol persegi berada sebelum simbol wajik. Pilihan C menukar posisi kedua simbol tersebut.
Soal 20 – Kode Kecermatan
Perhatikan kode acuan berikut:
3 – 7 – 2 – 9 – 5
Kelompok kode:
- A = 3 – 7 – 2 – 9 – 5
- B = 3 – 7 – 2 – 6 – 5
- C = 3 – 1 – 2 – 9 – 5
- D = 8 – 7 – 2 – 9 – 5
- E = 3 – 7 – 4 – 9 – 5
Kelompok yang masing-masing memiliki tepat satu angka berbeda dari kode acuan adalah …
A. A dan B
B. B dan C
C. C dan D
D. D dan E
E. B, C, D, dan E
Jawaban: E
Pembahasan:
Perbandingan dengan kode acuan:
- B berbeda pada posisi keempat.
- C berbeda pada posisi kedua.
- D berbeda pada posisi pertama.
- E berbeda pada posisi ketiga.
Dengan demikian, B, C, D, dan E masing-masing memiliki tepat satu angka yang berbeda.
Tips Mengerjakan SKTT Psikotes Sekolah Rakyat
Pahami Petunjuk Sebelum Memulai
Setiap jenis psikotes memiliki aturan pengerjaan yang berbeda. Kesalahan memahami instruksi dapat membuat jawaban salah meskipun peserta sebenarnya mampu menyelesaikan soal.
Dahulukan Soal yang Mudah Dikenali
Pada tes verbal, numerik, dan logika, kerjakan soal yang pola atau jawabannya paling cepat ditemukan. Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu soal.
Pilih Respons SJT yang Profesional
Pada soal SJT, hindari tindakan yang pasif, emosional, tidak jujur, mempermalukan pihak lain, atau langsung memberikan hukuman tanpa memeriksa fakta.
Respons yang lebih baik biasanya menunjukkan:
- Kepedulian.
- Objektivitas.
- Integritas.
- Komunikasi profesional.
- Kepatuhan terhadap prosedur.
- Kemampuan menyelesaikan masalah.
Pertahankan Ritme pada Tes Kraepelin
Jangan mengerjakan terlalu cepat pada bagian awal hingga kehilangan konsentrasi pada bagian akhir. Usahakan kecepatan tetap stabil dan kesalahan perhitungan tetap rendah.
Bandingkan Karakter Secara Berurutan
Pada tes kecermatan, periksa huruf, angka, atau simbol dari kiri ke kanan. Jangan hanya melihat kelompok secara sekilas karena perbedaannya dapat terletak pada satu karakter kecil.
Jawab Tes Kepribadian secara Konsisten
Tes kepribadian biasanya tidak sekadar mencari jawaban yang terlihat paling baik. Jawaban yang terlalu dibuat-buat dapat menghasilkan pola yang tidak konsisten. Pilih respons yang paling menggambarkan sikap profesional Anda.
Persiapkan SKTT Psikotes Sekolah Rakyat dengan Latihan Lengkap
SKTT Psikotes Sekolah Rakyat dapat menguji berbagai kemampuan dalam satu rangkaian seleksi. Peserta perlu menguasai penalaran verbal, numerik, logika, pengambilan keputusan, kepribadian kerja, ketahanan berhitung, dan kecermatan mengenali karakter.
Dua puluh contoh soal di atas dapat digunakan untuk memahami bentuk dasar tes. Namun, latihan dalam jumlah lebih banyak tetap diperlukan agar Anda terbiasa mengerjakan soal dengan cepat, tepat, dan konsisten.
Latihan 200+ Soal Sekolah Rakyat SKTT Psikotes
Ingin mempersiapkan diri dengan latihan yang lebih lengkap?

Akses 200+ Soal Sekolah Rakyat SKTT Psikotes Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan melalui utbk.or.id.
Anda dapat mempelajari latihan yang mencakup:
- Tes Kemampuan Kognitif verbal, numerik, dan logika.
- Situational Judgement Test.
- Tes kepribadian kerja.
- Simulasi Tes Pauli dan Kraepelin.
- Tes kecermatan huruf, angka, dan simbol.
- Kunci jawaban dan pembahasan.
Mulai latihan di utbk.or.id dan persiapkan diri menghadapi SKTT Psikotes Sekolah Rakyat dengan lebih terarah dan percaya diri.