Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan salah satu ujian penting yang harus dipersiapkan oleh siswa SMA/SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada tes ini, kemampuan akademik siswa diukur melalui berbagai mata pelajaran, termasuk Kimia yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Kimia menjadi mata pelajaran yang tidak hanya menekankan pada hafalan rumus atau konsep, tetapi juga pada kemampuan memahami hubungan antar konsep, serta mengaitkan teori dengan fenomena sehari-hari.
Mata pelajaran Kimia dalam TKA SNBP berperan krusial karena mencakup keterampilan analisis, logika, hingga penerapan prinsip kimia dalam pemecahan masalah nyata. Siswa diharapkan menguasai topik mulai dari dasar-dasar struktur atom, ikatan kimia, stoikiometri, termokimia, hingga penerapan kimia dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, pemahaman yang mendalam serta latihan soal yang sesuai kisi-kisi menjadi kunci agar siswa dapat menghadapi ujian dengan lebih percaya diri dan terarah.
Kisi-Kisi Tes Kemampuan Akademik Kimia SNBP

Dalam mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kimia, siswa perlu memahami kisi-kisi soal yang mencakup konsep dasar, perhitungan, dan penerapan logika. Kisi-kisi ini menjadi acuan penting agar latihan soal lebih terarah serta sesuai standar ujian. Dengan memahami kisi-kisi, siswa dapat melatih pemahaman konsep, analisis, dan berpikir kritis secara lebih efektif.
- Struktur Atom dan Sistem Periodik
Mengukur pemahaman konsep dasar atom, konfigurasi elektron, bilangan kuantum, serta kecenderungan periodik (jari-jari atom, energi ionisasi, keelektronegatifan) - Ikatan Kimia dan Bentuk Molekul
Menguji pemahaman ikatan ion, kovalen, logam, gaya antarmolekul (ikatan hidrogen, gaya van der Waals), serta prediksi bentuk molekul dengan teori VSEPR. - Stoikiometri
Menghitung massa, mol, volume gas, kadar, persentase reaksi, dan hubungan molar dalam persamaan reaksi. - Larutan
Konsep molaritas, normalitas, pengenceran, fraksi mol, serta sifat koligatif larutan (tekanan osmotik, penurunan titik beku, kenaikan titik didih). - Termokimia dan Energetika
Hukum Hess, entalpi reaksi, kalorimeter, serta hubungan energi dengan ikatan kimia. - Kinetika Kimia
Menilai faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, orde reaksi, dan grafik hubungan konsentrasi–waktu. - Kesetimbangan Kimia
Menguasai prinsip Le Chatelier, tetapan kesetimbangan (Kc, Kp), serta aplikasinya dalam sistem industri dan kehidupan sehari-hari. - Asam-Basa dan Hidrolisis
Menguasai teori asam-basa (Arrhenius, Bronsted-Lowry, Lewis), pH larutan, perhitungan larutan buffer, titrasi asam-basa, dan konsep hidrolisis garam. - Larutan Elektrolit dan Redoks
Mengukur pemahaman reaksi oksidasi-reduksi, bilangan oksidasi, serta sel volta, elektrolisis, dan penerapannya dalam teknologi (baterai, penyepuhan). - Kimia Unsur
Sifat-sifat unsur golongan utama (alkali, halogen, gas mulia) serta golongan transisi, termasuk senyawanya dan aplikasi dalam kehidupan. - Senyawa Karbon (Kimia Organik Dasar)
Struktur dan sifat hidrokarbon (alkana, alkena, alkuna), turunan hidrokarbon (alkohol, aldehida, keton, asam karboksilat, ester), serta reaksi dasar organik. - Makromolekul dan Biokimia Dasar
Konsep polimer (alami dan sintetis), karbohidrat, protein, lemak, serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. - Kimia Lingkungan dan Terapan
Pencemaran air, udara, tanah, serta teknologi sederhana dalam penanggulangan limbah kimia.
Keunggulan Soal TKA Kimia Kami
Pembuatan soal TKA Kimia ini tidak hanya sekadar menyusun pertanyaan dan jawaban, melainkan juga memastikan bahwa setiap butir soal memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, relevan dengan kisi-kisi TKA SNBP, dan mampu mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Berikut adalah keunggulan soal TKA Kimia yang kami tawarkan:
- Sesuai Kisi-Kisi TKA SNBP
Soal disusun berdasarkan kisi-kisi resmi yang mencakup struktur atom, ikatan kimia, stoikiometri, larutan, termokimia, kesetimbangan, redoks, elektrokimia, kimia organik, hingga kimia lingkungan. - Variasi Tingkat Kesulitan
Disediakan soal dengan level kognitif rendah hingga tinggi (LOTS–HOTS), mulai dari soal pemahaman konsep dasar hingga soal analisis kompleks yang menguji penalaran logis. - Berbasis Konteks Nyata
Soal dikaitkan dengan fenomena kimia dalam kehidupan sehari-hari, industri, maupun lingkungan sehingga siswa dapat mengaplikasikan teori dalam konteks nyata. - Mengikuti Format TKA SNBP
Format soal dirancang menyerupai soal ujian SNBP sebenarnya, dengan panjang soal 5–8 kalimat yang menuntut ketelitian membaca serta pemahaman mendalam. - Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban yang benar dan pembahasan rinci, sehingga siswa dapat belajar memahami alasan di balik jawaban yang tepat. - Mendukung Pembelajaran Mandiri dan Kelompok
Soal dapat digunakan baik untuk latihan pribadi maupun untuk diskusi kelas, sehingga fleksibel bagi siswa maupun guru dalam proses belajar. - Fleksibel dan Customizable
Jumlah soal, tema, maupun tingkat kesulitan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan belajar, baik untuk persiapan ujian sekolah, try out, maupun seleksi resmi SNBP.
Kumpulan 50+ Soal TKA Kimia SMA SMK Lengkap Pembahasan
📘 Bank Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kimia SMA/SMK Terlengkap: Di bawah ini disajikan 52 Soal Latihan TKA Kimia standar SNBP / UTBK / Seleksi Mandiri yang mencakup Struktur Atom & Ikatan Kimia (1–10), Stoikiometri & Larutan (11–22), Termokimia & Kesetimbangan (23–32), Redoks & Elektrokimia (33–42), serta Kimia Organik & Kimia Lingkungan (43–52). Buka akordeon pada tiap nomor untuk meninjau kunci jawaban dan pembahasan analitis!
Ion X²⁺ memiliki konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶. Empat bilangan kuantum untuk elektron terakhir (elektron valensi terluar) dari atom netral X pada keadaan dasar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Ion X²⁺ memiliki 18 elektron, sehingga atom netral X memiliki nomor atom Z = 18 + 2 = 20 (unsur Kalsium, Ca). Konfigurasi elektron atom netral X adalah 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s². Elektron terakhir berada pada subkulit 4s yang berisi 2 elektron: orbital s (l = 0, m = 0). Elektron pertama berputar spin +1/2 dan elektron kedua (terakhir) berputar spin -1/2. Jadi bilangan kuantumnya: n = 4, l = 0, m = 0, s = -1/2.
Konfigurasi elektron atom Kromium (₂₄Cr) pada keadaan dasar yang paling stabil sesuai dengan aturan kestabilan orbital setengah penuh adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Berdasarkan prinsip Aufbau, konfigurasi awal adalah [Ar] 4s² 3d⁴. Namun, orbital d yang terisi tepat setengah penuh (d⁵) memiliki simetri bola dan tingkat kestabilan energi yang lebih tinggi (exchange energy lebih besar). Oleh karena itu, 1 elektron dari 4s dipromosikan ke 3d menghasilkan konfigurasi stabil [Ar] 4s¹ 3d⁵.
Pernyataan yang tepat mengenai perbandingan sifat keperiodikan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan (misalnya dari Na ke Cl) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Dalam satu periode dari kiri ke kanan, nomor atom bertambah sementara jumlah kulit tetap sama. Hal ini menyebabkan muatan inti efektif (Z_eff) meningkat, sehingga gaya tarik inti terhadap elektron valensi semakin kuat. Akibatnya: jari-jari atom mengecil, energi ionisasi cenderung membesar, keelektronegatifan bertambah, dan afinitas elektron semakin besar.
Molekul belerang tetrafluorida (SF₄) memiliki atom pusat belerang (₁₆S) yang mengikat 4 atom fluor (₉F). Berdasarkan teori Domain Elektron (VSEPR), bentuk geometri molekul dan kepolaran dari SF₄ adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Atom S memiliki 6 elektron valensi. Mengikat 4 atom F menghasilkan 4 Pasangan Elektron Ikatan (PEI = 4). Elektron bebas = (6 – 4)/2 = 1 Pasangan Elektron Bebas (PEB = 1). Tipe molekul adalah AX₄E dengan total 5 domain elektron. Susunan domainnya adalah bipiramida trigonal dengan 1 posisi ekuatorial ditempati oleh PEB. Bentuk molekul yang teramati adalah jungkat-jungkit (seesaw/bidang terdistorsi). Karena bentuknya asimetris dan terdapat PEB, momen dipol total ≠ 0 sehingga bersifat polar.
Xenon tetrafluorida (XeF₄) merupakan senyawa gas mulia yang dapat disintesis. Hibridisasi atom pusat Xe (nomor atom 54) dan bentuk ruang molekul tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Xe memiliki 8 elektron valensi. Mengikat 4 atom F berarti PEI = 4. Pasangan elektron bebas: PEB = (8 – 4)/2 = 2. Total domain elektron = 4 + 2 = 6 domain. Hibridisasi yang melibatkan 6 domain orbital adalah sp³d² (oktahedral). Dua PEB menempati posisi aksial yang berlawanan (sudut 180°) untuk meminimalkan tolakan, menyisakan 4 atom F pada bidang horizontal segiempat. Oleh karena itu, bentuk geometrinya adalah bujur sangkar (segiempat datar/planar).
Pada pembentukan ion amonium (NH₄⁺) dari amonia (NH₃) dan ion H⁺, terjadi pembentukan ikatan kovalen koordinasi. Alasan terbentuknya ikatan tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Ikatan kovalen koordinasi (dativ) adalah ikatan kovalen di mana pasangan elektron yang digunakan bersama hanya berasal dari salah satu atom pereaksi. Molekul NH₃ memiliki 1 pasang elektron bebas (PEB) pada atom N, sedangkan ion H⁺ adalah proton kosong (tanpa elektron). N mendonorkan PEB-nya untuk dipakai bersama dengan H⁺ membentuk NH₄⁺.
Perhatikan data titik didih senyawa hidrida golongan VIIA berikut: HF (19,5°C), HCl (-85°C), HBr (-67°C), HI (-35°C). Titik didih HF jauh lebih tinggi daripada hidrida halogen lainnya karena…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Fluor memiliki keelektronegatifan tertinggi di tabel periodik dan ukuran atom yang sangat kecil. Ikatan H-F sangat polar, menghasilkan ikatan hidrogen antarmolekul yang sangat kuat di antara molekul-molekul HF. Untuk memutuskan ikatan hidrogen ini diperlukan energi termal yang jauh lebih besar dibandingkan gaya dipol-dipol atau dispersi London pada HCl, HBr, dan HI.
Molekul karbon tetraklorida (CCl₄) memiliki ikatan C-Cl yang bersifat kovalen polar, namun molekul CCl₄ secara keseluruhan bersifat nonpolar. Hal ini disebabkan oleh…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Meskipun tiap ikatan C-Cl memiliki momen dipol akibat perbedaan keelektronegatifan C dan Cl, geometri molekul CCl₄ berbentuk tetrahedral simetris sempurna tanpa pasangan elektron bebas pada atom pusat C. Keempat vektor dipol saling meniadakan secara vektor (Σμ = 0), sehingga molekulnya bersifat nonpolar.
Berdasarkan Hukum Coulomb, energi kisi senyawa kristal ionik berbanding lurus dengan muatan ion dan berbanding terbalik dengan jarak antar inti ion. Di antara pasangan senyawa ionik berikut, senyawa yang memiliki energi kisi paling besar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Energi kisi (U) sebanding dengan (|q₁ x q₂|) / (r⁺ + r⁻). Pada MgO, muatan kation dan anion adalah +2 dan -2 (hasil kali muatan = 4). Selain itu, jari-jari ion Mg²⁺ dan O²⁻ lebih kecil dibandingkan Ca²⁺ pada CaO. Dengan muatan tinggi (+2 dan -2) serta jari-jari ion yang relatif kecil, MgO memiliki energi kisi kristal tertinggi (~3791 kJ/mol).
Di alam, unsur klorin memiliki dua isotop stabil yaitu ³⁵Cl (massa = 35 sma, kelimpahan 75%) dan ³⁷Cl (massa = 37 sma, kelimpahan 25%). Massa atom relatif (Ar) rata-rata dari unsur klorin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Ar Cl = (% isotop 1 x massa 1 + % isotop 2 x massa 2) / 100 = (75 x 35 + 25 x 37) / 100 = (2625 + 925) / 100 = 3550 / 100 = 35,50 sma.
Besi dan belerang bereaksi membentuk besi(II) sulfida (FeS) dengan perbandingan massa Fe : S = 7 : 4. Jika direaksikan 21 gram besi dengan 16 gram belerang, maka massa FeS yang terbentuk dan massa zat yang tersisa adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perbandingan massa Fe : S = 7 : 4. Tersedia 21 g Fe dan 16 g S. Untuk 21 g Fe dibutuhkan S = (4/7) x 21 = 12 g S. Karena tersedia 16 g S, maka Fe habis bereaksi (pereaksi pembatas) dan S berlebih. Sisa S = 16 – 12 = 4 gram. Massa FeS yang terbentuk = massa Fe bereaksi + massa S bereaksi = 21 + 12 = 33 gram.
Unsur nitrogen dan oksigen dapat membentuk dua jenis senyawa oksida. Senyawa I mengandung 50% massa oksigen, sedangkan Senyawa II mengandung 60% massa oksigen. Menurut Hukum Dalton, perbandingan massa oksigen pada Senyawa I dan Senyawa II untuk massa nitrogen yang sama adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pada Senyawa I: N = 50%, O = 50% → rasio O/N = 50/50 = 1,00. Pada Senyawa II: N = 40%, O = 60% → rasio O/N = 60/40 = 1,50. Perbandingan massa O untuk massa N tetap = 1,00 : 1,50 = 2 : 3.
Sebanyak 4,4 gram suatu gas hidrokarbon menempati volume 2,46 liter pada suhu 27°C dan tekanan 1 atm (R = 0,082 L.atm/(mol.K)). Massa molekul relatif (Mr) gas tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Suhu mutlak T = 27 + 273 = 300 K. Menggunakan persamaan gas ideal: PV = (m/Mr) x RT → Mr = (m x R x T) / (P x V) = (4,4 x 0,082 x 300) / (1 x 2,46) = (4,4 x 24,6) / 2,46 = 4,4 x 10 = 44 g/mol.
Suatu senyawa organik terdiri atas 40% karbon, 6,7% hidrogen, dan sisanya oksigen (Ar C = 12, H = 1, O = 16). Jika massa molekul relatif (Mr) senyawa tersebut adalah 60, maka rumus molekul senyawa tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
% Oksigen = 100 – (40 + 6,7) = 53,3%. Mol C : mol H : mol O = (40/12) : (6,7/1) : (53,3/16) = 3,33 : 6,7 : 3,33 = 1 : 2 : 1. Rumus empiris = CH₂O (Mr empiris = 12 + 2 + 16 = 30). Rumus molekul = (CH₂O)_n → n = Mr / Mr empiris = 60 / 30 = 2. Rumus molekul = C₂H₄O₂ (asam asetat).
Sebanyak 5,4 gram logam aluminium (Ar Al = 27) direaksikan dengan 500 mL larutan HCl 1 M menurut reaksi: 2Al(s) + 6HCl(aq) → 2AlCl₃(aq) + 3H₂(g) Volume gas hidrogen yang dihasilkan pada kondisi standar (STP) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Mol Al = 5,4 / 27 = 0,2 mol. Mol HCl = 0,5 L x 1 M = 0,5 mol. Tentukan pereaksi pembatas: Al = 0,2 / 2 = 0,10; HCl = 0,5 / 6 = 0,0833. Karena nilai HCl lebih kecil, maka HCl adalah pereaksi pembatas. Mol H₂ yang terbentuk = (3/6) x mol HCl = 0,5 x 0,5 = 0,25 mol. Volume H₂ pada STP = 0,25 mol x 22,4 L/mol = 5,60 liter.
Sebanyak 10 gram sampel batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃, Mr = 100) direaksikan dengan larutan HCl berlebih menghasilkan 1,792 liter gas CO₂ pada STP. Persentase kemurnian CaCO₃ dalam sampel batu kapur tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Reaksi: CaCO₃ + 2HCl → CaCl₂ + H₂O + CO₂. Mol CO₂ = 1,792 / 22,4 = 0,08 mol. Berdasarkan koefisien reaksi 1:1, mol CaCO₃ murni = 0,08 mol. Massa CaCO₃ murni = 0,08 mol x 100 g/mol = 8,0 gram. Kadar CaCO₃ = (8,0 g / 10 g) x 100% = 80%.
Di antara larutan berikut yang memiliki titik beku paling rendah pada konsentrasi molal yang sama (0,1 m) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Penurunan titik beku dirumuskan: ΔTf = m x Kf x i. Titik beku paling rendah berarti penurunan titik beku (ΔTf) paling besar. Al₂(SO₄)₃ terionisasi menjadi 2Al³⁺ + 3SO₄²⁻ (n = 5 ion, elektrolit kuat i = 5). Glukosa: i = 1; NaCl: i = 2; CaCl₂: i = 3; KNO₃: i = 2. Karena nilai i terbesar dimiliki Al₂(SO₄)₃ (i = 5), maka penurunan titik bekunya paling besar dan titik bekunya paling rendah.
Sebanyak 3,6 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam air hingga volume 500 mL pada suhu 27°C (R = 0,082 L.atm/(mol.K)). Tekanan osmotik (π) larutan yang terbentuk adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Mol glukosa = 3,6 / 180 = 0,02 mol. Molaritas M = mol / V = 0,02 mol / 0,5 L = 0,04 M. Suhu T = 27 + 273 = 300 K. Tekanan osmotik: π = M x R x T = 0,04 x 0,082 x 300 = 0,04 x 24,6 = 0,984 atm.
Larutan asam asetat (CH₃COOH) memiliki konsentrasi 0,1 M. Jika diketahui tetapan ionisasi asam Ka = 1 x 10⁻⁵, maka nilai pH larutan tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Asam asetat merupakan asam lemah bervalensi 1. [H⁺] = √(Ka x M) = √(1 x 10⁻⁵ x 0,1) = √(1 x 10⁻⁶) = 1 x 10⁻³ M. Nilai pH = -log[H⁺] = -log(1 x 10⁻³) = 3.
Campuran 100 mL CH₃COOH 0,2 M (Ka = 1 x 10⁻⁵) dengan 100 mL CH₃COONa 0,1 M membentuk larutan penyangga. Nilai pH larutan penyangga tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Mol CH₃COOH = 100 mL x 0,2 M = 20 mmol. Mol CH₃COONa (basa konjugasi CH₃COO⁻) = 100 mL x 0,1 M = 10 mmol. Rumus buffer asam: [H⁺] = Ka x (mol asam / mol basa konjugasi) = 1 x 10⁻⁵ x (20 / 10) = 2 x 10⁻⁵ M. pH = -log(2 x 10⁻⁵) = 5 – log 2.
Garam natrium asetat (CH₃COONa, Mr = 82) sebanyak 8,2 gram dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan menjadi 1 liter. Jika Ka CH₃COOH = 1 x 10⁻⁵ dan Kw = 1 x 10⁻¹⁴, maka pH larutan garam tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Mol CH₃COONa = 8,2 / 82 = 0,1 mol. Molaritas M = 0,1 mol / 1 L = 0,1 M. Garam dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial menghasilkan ion OH⁻. [OH⁻] = √((Kw / Ka) x [Garam]) = √((1 x 10⁻¹⁴ / 1 x 10⁻⁵) x 0,1) = √(1 x 10⁻⁹ x 0,1) = √(1 x 10⁻¹⁰) = 1 x 10⁻⁵ M. pOH = -log(1 x 10⁻⁵) = 5. pH = 14 – pOH = 14 – 5 = 9.
Sebanyak 25 mL larutan Ca(OH)₂ dititrasi dengan larutan HCl 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein. Titik ekuivalen tercapai saat volume larutan HCl yang ditambahkan tepat 50 mL. Konsentrasi larutan Ca(OH)₂ tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Reaksi: Ca(OH)₂ + 2HCl → CaCl₂ + 2H₂O. Rumus titrasi: (V₁ x M₁ x valensi basa) = (V₂ x M₂ x valensi asam). Ca(OH)₂ memiliki valensi basa b = 2, HCl memiliki valensi asam a = 1. (25 mL x M₁ x 2) = (50 mL x 0,1 M x 1) → 50 x M₁ = 5 → M₁ = 5 / 50 = 0,10 M.
Dalam kalorimeter cangkir kopi, 50 mL larutan HCl 1 M direaksikan dengan 50 mL larutan NaOH 1 M (keduanya bersuhu awal 25°C). Suhu larutan naik menjadi 31,5°C. Jika kalor jenis larutan c = 4,2 J/(g.°C) dan massa jenis larutan ρ = 1 g/mL, maka perubahan entalpi netralisasi (ΔH) per mol H₂O adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Volume total = 100 mL → massa m = 100 g. Kenaikan suhu ΔT = 31,5 – 25 = 6,5°C. Kalor reaksi: q_larutan = m x c x ΔT = 100 x 4,2 x 6,5 = 2.730 Joule = 2,73 kJ. Karena sistem melepaskan kalor, q_reaksi = -2,73 kJ. Mol HCl = mol NaOH = 0,05 L x 1 M = 0,05 mol. ΔH netralisasi = q_reaksi / mol = -2,73 kJ / 0,05 mol = -54,6 kJ/mol.
Diketahui persamaan termokimia: (1) C(s) + O₂(g) → CO₂(g) ΔH = -394 kJ (2) 2H₂(g) + O₂(g) → 2H₂O(l) ΔH = -572 kJ (3) CH₄(g) + 2O₂(g) → CO₂(g) + 2H₂O(l) ΔH = -890 kJ Berdasarkan data di atas, entalpi pembentukan standar (ΔHf°) gas metana (CH₄) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Reaksi pembentukan CH₄: C(s) + 2H₂(g) → CH₄(g). Menurut Hukum Hess: ΔH = ΔH(1) + ΔH(2) – ΔH(3) = (-394) + (-572) – (-890) = -966 + 890 = -76 kJ/mol.
Diketahui energi ikatan rata-rata: C=C : 614 kJ/mol C-C : 348 kJ/mol C-H : 413 kJ/mol H-Cl : 431 kJ/mol C-Cl : 328 kJ/mol Perubahan entalpi untuk reaksi adisi: C₂H₄(g) + HCl(g) → C₂H₅Cl(g) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Reaksi: H₂C=CH₂ + H-Cl → H₃C-CH₂-Cl. Ikatan yang diputuskan (kiri): 1 C=C (614) + 1 H-Cl (431) = 1.045 kJ. Ikatan yang dibentuk (kanan): 1 C-C (348) + 1 C-H (413) + 1 C-Cl (328) = 1.089 kJ. ΔH = ΣD(pemutusan) – ΣD(pembentukan) = 1.045 – 1.089 = -58 kJ/mol.
Untuk reaksi: 2NO(g) + Br₂(g) → 2NOBr(g), diperoleh data eksperimen: – Saat [NO] dinaikkan 2 kali lipat pada [Br₂] tetap, laju reaksi meningkat 4 kali lipat. – Saat [Br₂] dinaikkan 2 kali lipat pada [NO] tetap, laju reaksi meningkat 2 kali lipat. Persamaan laju reaksi yang benar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Pengaruh NO: (2)^x = 4 → x = 2 (orde terhadap NO adalah 2). Pengaruh Br₂: (2)^y = 2 → y = 1 (orde terhadap Br₂ adalah 1). Jadi persamaan laju reaksi adalah v = k [NO]² [Br₂] dengan orde reaksi total = 3.
Peranan utama penambahan katalis dalam suatu reaksi kimia industri adalah mempercepat laju reaksi dengan cara…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Katalis berfungsi menurunkan energi aktivasi (Ea) dengan menyediakan jalur reaksi alternatif yang memiliki rintangan energi lebih rendah. Katalis tidak mengubah entalpi reaksi (ΔH) dan tidak mengubah tetapan kesetimbangan (K), melainkan hanya mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan.
Suatu reaksi kimia berlangsung pada suhu 20°C membutuhkan waktu 80 detik. Jika laju reaksi meningkat 2 kali lipat setiap kenaikan suhu 10°C, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan reaksi pada suhu 50°C adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kenaikan suhu ΔT = 50 – 20 = 30°C. Jumlah kenaikan n = ΔT / 10 = 30 / 10 = 3 kali. Karena laju reaksi naik 2 kali tiap 10°C, maka laju menjadi 2³ = 8 kali lebih cepat. Waktu berbanding terbalik dengan laju: t = t₀ / 2^n = 80 detik / 8 = 10 detik.
Dalam wadah 1 liter dipanaskan 0,8 mol gas SO₃ terurai menurut reaksi: 2SO₃(g) ⇌ 2SO₂(g) + O₂(g) Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,2 mol gas O₂, maka nilai tetapan kesetimbangan Kc adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Mol O₂ terbentuk = 0,2 mol. Berdasarkan koefisien reaksi: mol SO₂ terbentuk = 2 x 0,2 = 0,4 mol; mol SO₃ terurai = 2 x 0,2 = 0,4 mol. Pada keadaan setimbang: [SO₃] = (0,8 – 0,4) / 1 L = 0,4 M; [SO₂] = 0,4 / 1 L = 0,4 M; [O₂] = 0,2 / 1 L = 0,2 M. Kc = ([SO₂]² x [O₂]) / [SO₃]² = (0,4² x 0,2) / (0,4²) = 0,20.
Pada reaksi kesetimbangan: N₂(g) + 3H₂(g) ⇌ 2NH₃(g), hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial Kp dan konsentrasi Kc pada suhu T Kelvin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hubungan umum Kp dan Kc adalah Kp = Kc (RT)^(Δn), dengan Δn = jumlah mol gas produk – jumlah mol gas reaktan. Pada reaksi N₂(g) + 3H₂(g) ⇌ 2NH₃(g), koefisien produk = 2 dan koefisien reaktan = 1 + 3 = 4. Maka Δn = 2 – 4 = -2. Jadi diperoleh Kp = Kc (RT)⁻².
Perhatikan reaksi eksoterm berikut: 2SO₂(g) + O₂(g) ⇌ 2SO₃(g) ΔH = -198 kJ Agar diperoleh hasil gas SO₃ secara maksimal, perlakuan yang tepat pada sistem kesetimbangan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Karena reaksi bersifat eksoterm (ΔH negatif), penurunan suhu akan menggeser kesetimbangan ke arah reaksi eksoterm (ke kanan/produk SO₃). Selain itu, jumlah koefisien gas di ruas kiri = 3 dan di ruas kanan = 2; peningkatan tekanan (memperkecil volume) akan menggeser kesetimbangan ke arah jumlah koefisien gas yang lebih kecil (ke kanan). Jadi, perlakuan optimal adalah menurunkan suhu dan memperbesar tekanan.
Jika kelarutan garam Ag₂CrO₄ dalam air murni adalah s mol/L, maka hubungan antara kelarutan (s) dan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) Ag₂CrO₄ dinyatakan oleh…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Reaksi ionisasi: Ag₂CrO₄(s) ⇌ 2Ag⁺(aq) + CrO₄²⁻(aq). Jika kelarutan Ag₂CrO₄ = s, maka [Ag⁺] = 2s dan [CrO₄²⁻] = s. Ksp = [Ag⁺]² [CrO₄²⁻] = (2s)² x s = 4s² x s = 4s³.
Bilangan oksidasi atom kromium (Cr) dalam senyawa kalium dikromat (K₂Cr₂O₇) dan atom mangan (Mn) dalam ion permanganat (MnO₄⁻) berturut-turut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Dalam K₂Cr₂O₇: 2(+1) + 2(biloks Cr) + 7(-2) = 0 → 2 + 2(Cr) – 14 = 0 → 2(Cr) = +12 → biloks Cr = +6. Dalam MnO₄⁻: biloks Mn + 4(-2) = -1 → biloks Mn – 8 = -1 → biloks Mn = +7.
Pada penyetaraan reaksi redoks dalam suasana asam berikut: a MnO₄⁻ + b C₂O₄²⁻ + c H⁺ → d Mn²⁺ + e CO₂ + f H₂O Nilai koefisien a, b, dan e berturut-turut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Metode setengah reaksi: Reduksi: MnO₄⁻ + 8H⁺ + 5e⁻ → Mn²⁺ + 4H₂O (dikalikan 2). Oksidasi: C₂O₄²⁻ → 2CO₂ + 2e⁻ (dikalikan 5). Reaksi setara: 2MnO₄⁻ + 5C₂O₄²⁻ + 16H⁺ → 2Mn²⁺ + 10CO₂ + 8H₂O. Maka koefisien a = 2, b = 5, dan e = 10.
Diketahui potensial reduksi standar: Zn²⁺ + 2e⁻ → Zn E° = -0,76 V Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu E° = +0,34 V Besar potensial standar sel Volta yang disusun dari kedua elektroda tersebut dan reaksi yang spontan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Elektroda dengan E° lebih positif mengalami reduksi di katoda (Cu: E° = +0,34 V), sedangkan elektroda dengan E° lebih negatif mengalami oksidasi di anoda (Zn: E° = -0,76 V). E° sel = E° katoda – E° anoda = (+0,34 V) – (-0,76 V) = +1,10 V. Reaksi sel spontan: Zn(s) + Cu²⁺(aq) → Zn²⁺(aq) + Cu(s).
Berdasarkan sel elektrokimia yang menggunakan elektroda seng (Zn) dan perak (Ag) dengan data: Zn²⁺/Zn (E° = -0,76 V) dan Ag⁺/Ag (E° = +0,80 V) Penulisan notasi sel Volta yang tepat adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Format notasi sel Volta adalah: Anoda (Oksidasi) | Ion Anoda || Ion Katoda | Katoda (Reduksi). Karena E° Zn < E° Ag, maka Zn bertindak sebagai anoda (mengalami oksidasi: Zn → Zn²⁺) dan Ag bertindak sebagai katoda (mengalami reduksi: Ag⁺ → Ag). Notasi sel: Zn | Zn²⁺ || Ag⁺ | Ag.
Untuk mencegah perkaratan (korosi) pada pipa besi (Fe) yang ditanam di dalam tanah, teknik perlindungan katodik (anoda korban) yang paling efektif dilakukan dengan menghubungkan pipa besi ke logam…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Dalam deret Volta, logam proteksi katodik (anoda korban) harus memiliki potensial reduksi yang jauh lebih negatif (lebih mudah teroksidasi) daripada besi (Fe). Urutan: Mg < Al < Zn < Fe < Sn < Cu < Ag. Magnesium (Mg) terletak jauh di sebelah kiri Fe, sehingga Mg akan teroksidasi terlebih dahulu mengorbankan dirinya dan melindungi Fe dari korosi.
Pada elektrolisis larutan CuSO₄ (Ar Cu = 63,5) dengan arus listrik 10 ampere selama 965 detik, massa tembaga yang diendapkan di katoda adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hukum Faraday I: w = (e x I x t) / 96.500. Valensi Cu pada CuSO₄ (Cu²⁺) adalah n = 2, sehingga massa ekuivalen e = Ar / n = 63,5 / 2 = 31,75. w = (31,75 x 10 x 965) / 96.500 = (31,75 x 9.650) / 96.500 = 31,75 / 10 = 3,175 gram.
Arus listrik yang sama dialirkan secara seri ke dalam sel I yang berisi larutan AgNO₃ dan sel II yang berisi larutan CuCl₂. Jika pada sel I diendapkan 2,16 gram perak (Ar Ag = 108), maka massa tembaga (Ar Cu = 63,5) yang diendapkan pada sel II adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hukum Faraday II: w₁ / w₂ = e₁ / e₂. e(Ag) = 108 / 1 = 108; e(Cu) = 63,5 / 2 = 31,75. 2,16 / w₂ = 108 / 31,75 → w₂ = (2,16 x 31,75) / 108 = 0,02 x 31,75 = 0,635 gram.
Pada elektrolisis larutan NaCl encer dengan menggunakan elektroda karbon (inert), zat yang dihasilkan di ruang katoda dan anoda berturut-turut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Di katoda: ion Na⁺ dari golongan IA memiliki E° reduksi lebih rendah dari air, sehingga air yang tereduksi menghasilkan gas H₂ dan ion OH⁻: 2H₂O + 2e⁻ → H₂ + 2OH⁻. Di anoda: ion Cl⁻ (halida) lebih mudah dioksidasi daripada air: 2Cl⁻ → Cl₂ + 2e⁻. Jadi zat yang dihasilkan adalah gas H₂ di katoda dan gas Cl₂ di anoda.
Untuk memproduksi logam natrium murni di industri, dilakukan proses elektrolisis lelehan/leburan NaCl menggunakan sel Downs. Peristiwa yang terjadi di katoda adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Dalam lelehan/leburan NaCl, sama sekali tidak ada molekul air (H₂O). Satu-satunya spesi kation adalah Na⁺ dan anion adalah Cl⁻. Di katoda terjadi reduksi kation natrium: Na⁺ + e⁻ → Na(l). Di anoda terjadi oksidasi ion klorida: 2Cl⁻ → Cl₂(g) + 2e⁻.
Pada proses penyepuhan (electroplating) sendok besi dengan logam perak (Ag), susunan elektroda dan larutan elektrolit yang benar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Prinsip elektroplating: Benda yang akan disepuh (sendok besi) dijadikan KATODA (tempat pengendapan logam pelapis). Logam pelapis murni (perak Ag) dijadikan ANODA (tempat logam larut menjadi ion Ag⁺). Larutan elektrolit yang digunakan harus mengandung kation logam pelapis (misalnya larutan garam AgNO₃).
Nama IUPAC yang tepat untuk senyawa dengan struktur CH₃-CH(CH₃)-CH(OH)-CH₂-CH₃ adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Rantai utama terpanjang yang mengikat gugus -OH terdiri dari 5 atom karbon (pentanol). Penomoran rantai dimulai dari ujung yang memberikan nomor serendah mungkin bagi gugus fungsi -OH dan cabang: dari kanan ke kiri gugus -OH mendapat nomor 3, dari kiri ke kanan gugus -OH juga nomor 3. Namun penomoran dari kiri memberikan nomor lebih rendah untuk cabang metil (nomor 2). Maka nama IUPAC-nya adalah 2-metil-3-pentanol.
Pasangan senyawa berikut yang merupakan contoh isomer fungsi (senyawa dengan rumus molekul sama tetapi memiliki gugus fungsi berbeda) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Etanol (alkohol, C₂H₅OH) dan dimetil eter (eter, CH₃OCH₃) memiliki rumus molekul yang persis sama yaitu C₂H₆O, namun gugus fungsinya berbeda (-OH vs -O-). Keduanya merupakan pasangan isomer fungsional.
Suatu senyawa berumus molekul C₃H₆O diuji di laboratorium. Senyawa tersebut menghasilkan endapan cermin perak saat direaksikan dengan pereaksi Tollens dan menghasilkan endapan merah bata dengan pereaksi Fehling. Senyawa tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Senyawa dengan rumus umum C_n H_2n O dapat berupa aldehida (alkanal) atau keton (alkanon). Aldehida memiliki sifat pereduksi kuat sehingga positif terhadap uji Tollens (membentuk cermin perak Ag) dan uji Fehling (membentuk endapan merah Cu₂O). Keton tidak bereaksi dengan pereaksi Tollens maupun Fehling. Jadi senyawa C₃H₆O tersebut adalah propanal.
Reaksi adisi antara propena (CH₃-CH=CH₂) dengan gas asam klorida (HCl) akan menghasilkan produk utama…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Berdasarkan aturan Markovnikov, pada adisi asam halida (HX) terhadap alkena asimetris, atom H akan terikat pada atom C ikatan rangkap yang mengikat atom H lebih banyak (C ujung nomor 1), sedangkan gugus halogen X (Cl) akan terikat pada atom C ikatan rangkap yang memiliki lebih sedikit atom H (C nomor 2). Reaksi: CH₃-CH=CH₂ + HCl → CH₃-CH(Cl)-CH₃ (2-kloropropana).
Reaksi antara asam etanoat (asam asetat, CH₃COOH) dengan etanol (C₂H₅OH) dengan bantuan katalis asam sulfat pekat akan menghasilkan senyawa ester beraroma buah, yaitu…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Reaksi esterifikasi Fischer terjadi antara asam karboksilat dan alkohol: R-COOH + R’-OH ⇌ R-COO-R’ + H₂O. CH₃COOH + C₂H₅OH ⇌ CH₃COOC₂H₅ + H₂O. Produk ester yang terbentuk adalah etil etanoat (etil asetat) disertai molekul air.
Turunan benzena yang memiliki gugus hidroksi (-OH) terikat langsung pada cincin benzena, bersifat asam lemah, dan luas digunakan sebagai zat antiseptik atau disinfektan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Fenol (C₆H₅OH) memiliki gugus -OH terikat pada cincin benzena. Fenol bersifat asam lemah (lebih asam daripada alkohol alifatik) karena resonansi delokalisasi muatan negatif pada cincin benzena ion fenolat. Fenol dikenal sebagai antiseptik dan karbol pembersih lantai.
Nilon 6,6 merupakan serat sintetis berkekuatan tinggi yang terbentuk melalui polimerisasi kondensasi antara…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Nilon 6,6 adalah poliamida sintetis yang dibuat melalui polimerisasi kondensasi antara asam adipat (asam heksanadioat, 6 atom C) dan heksametilendiamina (1,6-diaminoheksana, 6 atom C) dengan melepaskan molekul kecil air (H₂O).
Uji kimia yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya ikatan peptida dalam sampel protein dengan menghasilkan warna ungu pada penambahan larutan CuSO₄ encer dan NaOH basa adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Uji Biuret menggunakan reagen CuSO₄ encer dalam suasana basa (NaOH). Kompleks koordinasi antara ion Cu²⁺ dengan pasangan elektron pada ikatan peptida (-CO-NH-) menghasilkan warna ungu khas. Uji Xantoproteat untuk cincin benzena, Ninhidrin untuk gugus asam amino bebas, Molisch untuk karbohidrat.
Fenomena hujan asam utamanya dipicu oleh emisi gas buang industri dan pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hujan asam disebabkan oleh emisi gas belerang dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NO₂ / NOₓ). Di atmosfer, gas-gas ini teroksidasi dan bereaksi dengan uap air hujan membentuk asam kuat asam sulfat (H₂SO₄) dan asam nitrat (HNO₃), menurunkan pH air hujan di bawah 5,6.
Salah satu dari 12 prinsip Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah prinsip ‘Ekonomi Atom’ (Atom Economy). Penerapan prinsip ini bertujuan untuk…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Prinsip ekonomi atom dirumuskan untuk mengukur efisiensi suatu proses sintesis kimia: (% Atom Economy = [Massa molar produk target / Total massa molar reaktan] x 100%). Prinsip ini menekankan agar seluruh atom bahan pereaksi dapat terinkorporasi ke dalam produk akhir, sehingga terbentuk seminimal mungkin limbah atau produk samping yang tidak terpakai.
📚 Latihan Soal Saintek & TKA Terkait:
Cari Contoh Soal Kimia + Pembahasan Tes Kemampuan Akademik TKA SNBP?

Anda bisa mendapatkan kumpulan soal TKA Kimia terbaru hanya di utbk.or.id. Situs ini menjadi referensi terpercaya bagi siswa dan guru untuk menemukan berbagai contoh soal Kimia sesuai kisi-kisi Tes Kemampuan Akademik, lengkap dengan kunci jawaban serta pembahasan detail yang memudahkan proses belajar maupun evaluasi pembelajaran.