Olimpiade Sains Nasional atau OSN Biologi merupakan kompetisi akademik yang menuntut peserta memahami ilmu kehidupan secara mendalam, terintegrasi, dan berbasis analisis. Peserta tidak cukup hanya menghafal nama organel, tahapan metabolisme, klasifikasi organisme, atau hukum pewarisan sifat. Mereka harus mampu menghubungkan berbagai konsep tersebut untuk menjelaskan fenomena biologis yang kompleks.
Dalam soal OSN Biologi, satu kasus dapat sekaligus melibatkan biologi sel, genetika, fisiologi, evolusi, hingga analisis data eksperimen. Peserta juga sering dihadapkan pada grafik, tabel, hasil elektroforesis, silsilah, data populasi, rancangan percobaan, dan situasi biologis yang belum pernah dijumpai secara langsung di buku sekolah.
OSN merupakan ajang kompetisi sains nasional yang diselenggarakan bagi peserta didik di Indonesia. Panduan OSN 2026 juga telah diterbitkan sebagai acuan mekanisme seleksi, ketentuan lomba, dan ruang lingkup persiapan peserta.
Oleh karena itu, latihan soal OSN Biologi sebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah soal. Peserta perlu mempelajari cara mengidentifikasi variabel, membaca pola data, menguji hipotesis, mengevaluasi pilihan jawaban, dan menentukan kesimpulan yang paling konsisten dengan prinsip ilmiah.
Artikel ini menyajikan kisi-kisi utama serta contoh soal OSN Biologi tingkat sulit lengkap dengan pembahasan. Soal-soal dirancang untuk menggambarkan karakter soal olimpiade yang membutuhkan penalaran bertingkat dan integrasi antarkonsep.
Kisi-Kisi Soal OSN Biologi
Materi OSN Biologi memiliki cakupan yang luas dan saling berkaitan. Dengan memahami kisi-kisinya, Anda dapat memetakan materi yang perlu dikuasai, mulai dari biologi sel dan molekuler, genetika dan evolusi, fisiologi tumbuhan dan hewan, hingga ekologi serta analisis eksperimen.
1. Biologi Sel, Molekuler, dan Biokimia
Materi ini membahas hubungan antara struktur molekul, organel, dan fungsi sel. Peserta harus memahami bahwa proses biologis tidak berdiri sendiri, tetapi berlangsung melalui interaksi berbagai jalur molekuler.
Cakupan pentingnya meliputi:
- Struktur dan sifat membran sel.
- Transport aktif, pasif, osmosis, endositosis, dan eksositosis.
- Struktur serta fungsi organel.
- Enzim, energi aktivasi, inhibisi, dan regulasi metabolisme.
- Respirasi aerob dan anaerob.
- Fotosintesis serta fotorespirasi.
- Struktur DNA dan RNA.
- Replikasi, transkripsi, translasi, dan regulasi ekspresi gen.
- Siklus sel, apoptosis, dan mekanisme kanker.
- Teknik dasar biologi molekuler seperti PCR, elektroforesis, sekuensing, dan analisis ekspresi gen.
Dalam soal tingkat tinggi, peserta dapat diminta memprediksi akibat mutasi pada suatu enzim, gangguan organel, perubahan gradien ion, atau perlakuan tertentu terhadap ekspresi gen.
2. Genetika, Evolusi, dan Bioteknologi
Bagian ini menguji kemampuan peserta menganalisis pola pewarisan dan perubahan genetik dalam individu maupun populasi.
Cakupannya meliputi:
- Persilangan Mendel dan penyimpangannya.
- Interaksi gen, epistasis, dan pautan gen.
- Pemetaan kromosom serta frekuensi rekombinasi.
- Pewarisan terpaut kelamin.
- Genetika populasi dan keseimbangan Hardy–Weinberg.
- Mutasi gen dan kromosom.
- Seleksi alam, aliran gen, hanyutan genetik, dan perkawinan tidak acak.
- Spesiasi dan filogeni.
- Teknologi DNA rekombinan, CRISPR, organisme transgenik, serta analisis molekuler.
Soal biasanya menuntut peserta menghitung probabilitas genotipe, menentukan urutan gen, membaca pohon filogenetik, atau mengevaluasi perubahan frekuensi alel akibat tekanan evolusi.
3. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan
Fisiologi tumbuhan dalam OSN tidak hanya membahas fungsi akar, batang, dan daun. Peserta harus memahami mekanisme transport, regulasi hormon, respons lingkungan, serta metabolisme tumbuhan.
Materi yang perlu dikuasai meliputi:
- Struktur jaringan dan organ tumbuhan.
- Transport air melalui xilem.
- Translokasi hasil fotosintesis melalui floem.
- Potensial air dan tekanan turgor.
- Gerak stomata dan pertukaran gas.
- Fotosintesis tumbuhan C3, C4, dan CAM.
- Fotoperiodisme dan fitokrom.
- Hormon tumbuhan.
- Pertumbuhan primer dan sekunder.
- Reproduksi tumbuhan.
- Respons tumbuhan terhadap cahaya, gravitasi, kekeringan, salinitas, dan patogen.
Soal dapat berupa eksperimen pemotongan batang, pemberian hormon, perubahan kelembapan, analisis laju transpirasi, atau perbandingan adaptasi fotosintesis.
4. Anatomi, Fisiologi Hewan, dan Etologi
Materi ini menekankan mekanisme homeostasis serta koordinasi antarsistem tubuh.
Cakupannya antara lain:
- Sistem pencernaan dan metabolisme nutrien.
- Sistem respirasi dan pertukaran gas.
- Sistem peredaran darah.
- Osmoregulasi dan ekskresi.
- Sistem saraf dan indera.
- Sistem endokrin.
- Sistem imun.
- Reproduksi dan perkembangan embrio.
- Kontraksi otot.
- Termoregulasi.
- Perilaku bawaan dan hasil belajar.
- Komunikasi, seleksi seksual, dan strategi mencari makan.
Peserta harus mampu menjelaskan respons fisiologis terhadap perubahan suhu, tekanan oksigen, kadar glukosa, hormon, volume darah, maupun gangguan saraf.
5. Ekologi, Biosistematika, dan Analisis Eksperimen
Bagian ini menguji kemampuan peserta memahami hubungan organisme dengan lingkungannya serta mengolah bukti ilmiah.
Materi utamanya meliputi:
- Dinamika populasi.
- Pertumbuhan eksponensial dan logistik.
- Kompetisi, predasi, mutualisme, dan parasitisme.
- Aliran energi dan produktivitas ekosistem.
- Siklus biogeokimia.
- Suksesi ekologis.
- Keanekaragaman hayati dan konservasi.
- Taksonomi dan kladistika.
- Interpretasi grafik dan tabel.
- Perancangan eksperimen.
- Variabel kontrol, replikasi, dan validitas kesimpulan.
- Analisis statistik dasar dalam penelitian biologi.
Peserta sering diminta membedakan korelasi dan sebab-akibat, menentukan kelompok kontrol, menemukan kelemahan rancangan percobaan, atau menarik kesimpulan dari data yang tidak sepenuhnya ideal.
Contoh Soal HOTS OSN Biologi
Soal OSN Biologi tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan menghubungkan konsep, membaca data, melakukan perhitungan, dan menarik kesimpulan ilmiah. Contoh soal HOTS berikut dapat membantu Anda membiasakan diri menghadapi kasus biologis kompleks dengan pola penalaran bertingkat.
Soal 1
Sebuah kultur sel mamalia memiliki dua jenis transporter glukosa.
- Transporter P memiliki Km = 1 mM dan Vmax = 40 satuan.
- Transporter Q memiliki Km = 10 mM dan Vmax = 120 satuan.
Laju transport masing-masing mengikuti rumus:
Laju transport = (Vmax × konsentrasi substrat) ÷ (Km + konsentrasi substrat)
Atau dapat ditulis:
v = (Vmax × [S]) ÷ (Km + [S])
Keterangan:
- v = laju transport
- Vmax = laju transport maksimum
- Km = konstanta Michaelis
- [S] = konsentrasi glukosa atau substrat
Pada konsentrasi glukosa ekstraseluler sebesar 2 mM, sel mengalami mutasi yang menurunkan jumlah transporter P sebesar 50%, tetapi tidak memengaruhi transporter Q.
Pernyataan yang paling tepat adalah …
A. Laju transport total turun tepat 50% karena transporter P merupakan transporter dengan afinitas tertinggi.
B. Kontribusi transporter P setelah mutasi tetap lebih besar daripada kontribusi transporter Q.
C. Mutasi hampir tidak memengaruhi transport total karena Vmax transporter Q lebih tinggi.
D. Laju transport total setelah mutasi sekitar 30 satuan dan transporter Q menjadi kontributor terbesar.
E. Laju transport total setelah mutasi sekitar 60 satuan karena kedua transporter bekerja secara aditif.
Jawaban benar: D
Pembahasan:
Laju awal transporter P:
vP = (40 × 2) ÷ (1 + 2)
vP = 80 ÷ 3
vP = 26,67 satuan
Karena jumlah transporter P berkurang 50%, nilai Vmax transporter P juga turun dari 40 menjadi 20 satuan.
Laju transporter P setelah mutasi:
vP baru = (20 × 2) ÷ (1 + 2)
vP baru = 40 ÷ 3
vP baru = 13,33 satuan
Laju transporter Q:
vQ = (120 × 2) ÷ (10 + 2)
vQ = 240 ÷ 12
vQ = 20 satuan
Laju transport total setelah mutasi:
Laju total = vP baru + vQ
Laju total = 13,33 + 20
Laju total = 33,33 satuan
Nilainya berada di sekitar 30 satuan. Setelah mutasi, transporter Q memberikan kontribusi lebih besar daripada transporter P.
Afinitas yang tinggi tidak selalu menghasilkan kontribusi transport terbesar. Kontribusi aktual ditentukan oleh afinitas, kapasitas maksimum, konsentrasi substrat, dan jumlah transporter.
Soal 2
Pada suatu spesies tumbuhan, tiga gen P, Q, dan R berada pada kromosom yang sama. Hasil testcross individu heterozigot menghasilkan data berikut.
| Fenotipe keturunan | Jumlah |
| P Q R | 348 |
| p q r | 352 |
| P q r | 48 |
| p Q R | 52 |
| P Q r | 93 |
| p q R | 87 |
| P q R | 9 |
| p Q r | 11 |
Urutan gen dan jarak peta yang paling sesuai adalah …
A. P–Q–R, dengan P–Q sekitar 12 cM dan Q–R sekitar 20 cM.
B. P–R–Q, dengan P–R sekitar 20 cM dan R–Q sekitar 12 cM.
C. Q–P–R, dengan Q–P sekitar 7 cM dan P–R sekitar 11 cM.
D. R–Q–P, dengan R–Q sekitar 10 cM dan Q–P sekitar 5 cM.
E. Q–R–P, dengan Q–R sekitar 18 cM dan R–P sekitar 7 cM.
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Kelas parental merupakan dua kelas dengan jumlah keturunan terbesar, yaitu:
- PQR = 348
- pqr = 352
Kelas pindah silang ganda merupakan dua kelas dengan jumlah keturunan terkecil, yaitu:
- PqR = 9
- pQr = 11
Ketika kelas parental PQR dibandingkan dengan kelas pindah silang ganda PqR, alel yang berubah hanya gen R. Oleh karena itu, gen R berada di tengah.
Urutan gennya adalah:
P – R – Q
Jumlah seluruh keturunan:
Total = 348 + 352 + 48 + 52 + 93 + 87 + 9 + 11
Total = 1.000 keturunan
Jarak gen P–R:
Jarak P–R = ((93 + 87 + 9 + 11) ÷ 1.000) × 100%
Jarak P–R = (200 ÷ 1.000) × 100%
Jarak P–R = 20 cM
Jarak gen R–Q:
Jarak R–Q = ((48 + 52 + 9 + 11) ÷ 1.000) × 100%
Jarak R–Q = (120 ÷ 1.000) × 100%
Jarak R–Q = 12 cM
Dengan demikian, susunan gen yang paling tepat adalah:
P — 20 cM — R — 12 cM — Q
Soal 3
Sebuah inhibitor ditambahkan pada mitokondria terisolasi yang diberi piruvat dan oksigen. Setelah penambahan inhibitor, diperoleh hasil berikut:
- Konsumsi oksigen berhenti.
- NADH meningkat.
- Gradien proton antarmembran menurun secara bertahap.
- ATP sintase secara struktural tetap aktif.
- Penambahan suksinat tidak memulihkan konsumsi oksigen.
- Penambahan donor elektron buatan langsung ke sitokrom c memulihkan konsumsi oksigen.
Target inhibitor yang paling mungkin adalah …
A. Kompleks I.
B. Kompleks II.
C. Kompleks III.
D. Kompleks IV.
E. ATP sintase.
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Elektron dari NADH masuk melalui kompleks I, sedangkan elektron dari suksinat masuk melalui kompleks II. Kedua jalur kemudian bertemu pada koenzim Q dan meneruskan elektron menuju kompleks III, sitokrom c, lalu kompleks IV.
Penambahan suksinat tidak memulihkan respirasi. Artinya, gangguan tidak terbatas pada kompleks I karena elektron yang masuk melalui kompleks II tetap tidak dapat diteruskan.
Donor elektron langsung ke sitokrom c dapat memulihkan konsumsi oksigen. Hal ini menunjukkan kompleks IV masih berfungsi. Dengan demikian, hambatan berada sebelum sitokrom c, yaitu pada kompleks III.
Apabila kompleks IV yang terhambat, pemberian elektron langsung ke sitokrom c juga tidak akan memulihkan reduksi oksigen.
Soal 4
Dua populasi tumbuhan berada dalam keseimbangan Hardy–Weinberg sebelum terjadi perubahan lingkungan. Alel A memberikan toleransi terhadap salinitas, sedangkan alel a tidak toleran.
Pada populasi awal, frekuensi alel A adalah 0,2. Dengan demikian:
p = 0,2
q = 1 − p = 0,8
Setelah terjadi peningkatan salinitas, kelangsungan hidup masing-masing genotipe adalah:
- Kelangsungan hidup AA = 1
- Kelangsungan hidup Aa = 0,8
- Kelangsungan hidup aa = 0,2
Frekuensi alel A pada individu yang bertahan hidup mendekati …
A. 0,23.
B. 0,31.
C. 0,40.
D. 0,52.
E. 0,68.
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Berdasarkan prinsip Hardy–Weinberg, frekuensi genotipe awal dihitung menggunakan:
Frekuensi AA = p²
Frekuensi Aa = 2pq
Frekuensi aa = q²
Frekuensi genotipe AA:
AA = 0,2²
AA = 0,04
Frekuensi genotipe Aa:
Aa = 2 × 0,2 × 0,8
Aa = 0,32
Frekuensi genotipe aa:
aa = 0,8²
aa = 0,64
Setelah seleksi, frekuensi setiap genotipe dikalikan dengan tingkat kelangsungan hidupnya.
Genotipe AA:
AA setelah seleksi = 0,04 × 1
AA setelah seleksi = 0,04
Genotipe Aa:
Aa setelah seleksi = 0,32 × 0,8
Aa setelah seleksi = 0,256
Genotipe aa:
aa setelah seleksi = 0,64 × 0,2
aa setelah seleksi = 0,128
Total individu yang bertahan hidup:
Total = 0,04 + 0,256 + 0,128
Total = 0,424
Frekuensi alel A setelah seleksi dihitung dengan rumus:
Frekuensi A baru = (AA + ½ Aa) ÷ total individu yang bertahan
Masukkan nilainya:
Frekuensi A baru = (0,04 + ½ × 0,256) ÷ 0,424
Frekuensi A baru = (0,04 + 0,128) ÷ 0,424
Frekuensi A baru = 0,168 ÷ 0,424
Frekuensi A baru = 0,396
Jika dibulatkan, nilainya sekitar:
Frekuensi A baru ≈ 0,40
Soal 5
Tumbuhan C3 dan C4 ditanam pada intensitas cahaya tinggi. Konsentrasi karbon dioksida atmosfer kemudian diturunkan secara bertahap, sedangkan suhu dinaikkan dari (25^circtext{C}) menjadi (38^circtext{C}).
Respons yang paling mungkin terjadi adalah …
A. Laju fotosintesis tumbuhan C4 turun lebih tajam karena PEP karboksilase memiliki afinitas karbon dioksida lebih rendah daripada Rubisco.
B. Tumbuhan C3 memperoleh keuntungan karena peningkatan suhu mengurangi aktivitas oksigenase Rubisco.
C. Fotorespirasi meningkat pada tumbuhan C3, sedangkan mekanisme pemekatan karbon membantu mempertahankan fotosintesis tumbuhan C4.
D. Kedua tumbuhan menunjukkan respons identik karena siklus Calvin berlangsung pada keduanya.
E. Tumbuhan C4 mengalami fotorespirasi lebih tinggi karena seludang pembuluh memiliki konsentrasi oksigen tinggi.
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Pada suhu tinggi dan konsentrasi karbon dioksida rendah, reaksi oksigenase Rubisco pada tumbuhan C3 meningkat. Akibatnya, fotorespirasi menjadi lebih besar dan efisiensi fiksasi karbon menurun.
Tumbuhan C4 menggunakan PEP karboksilase untuk menangkap karbon anorganik di sel mesofil. Senyawa berkarbon empat kemudian dibawa ke sel seludang pembuluh dan didekarboksilasi. Proses tersebut menciptakan konsentrasi karbon dioksida tinggi di sekitar Rubisco.
Karena itu, tumbuhan C4 relatif lebih unggul pada kondisi panas, terang, dan karbon dioksida rendah.
Soal 6
Suatu neuron memiliki potensial membran istirahat (-70 text{mV}). Sebuah mutasi menyebabkan kanal kalium bocor kehilangan 70% konduktansinya, sedangkan pompa natrium-kalium dan kanal natrium bocor tetap normal.
Dampak awal yang paling mungkin terjadi adalah …
A. Membran mengalami hiperpolarisasi karena kalium lebih sedikit keluar dari sel.
B. Membran mengalami depolarisasi dan lebih dekat pada ambang potensial aksi.
C. Potensial membran tidak berubah karena pompa natrium-kalium sepenuhnya menentukan potensial istirahat.
D. Konsentrasi kalium ekstraseluler segera turun hingga nol.
E. Potensial aksi tidak dapat terjadi karena kanal kalium bocor merupakan kanal utama fase depolarisasi.
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Potensial membran istirahat sangat dipengaruhi oleh permeabilitas membran terhadap kalium. Pada keadaan normal, ion kalium cenderung keluar melalui kanal bocor sehingga bagian dalam sel menjadi lebih negatif.
Apabila konduktansi kanal kalium bocor menurun, keluarnya kalium berkurang. Akibatnya, muatan positif lebih banyak tertahan di dalam sel dan potensial membran menjadi kurang negatif.
Perubahan dari (-70 text{mV}) menuju nilai yang lebih positif disebut depolarisasi. Neuron dapat menjadi lebih dekat ke ambang potensial aksi, meskipun efek jangka panjangnya bergantung pada perubahan gradien ion dan mekanisme kompensasi lainnya.
Soal 7
Peneliti ingin mengetahui apakah hormon X secara langsung meningkatkan ekspresi gen Y pada sel hati. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pemberian hormon X selama dua jam meningkatkan jumlah mRNA gen Y.
Untuk membuktikan bahwa peningkatan tersebut merupakan efek transkripsi langsung melalui reseptor hormon X, rancangan lanjutan yang paling kuat adalah …
A. Mengukur jumlah protein Y setelah pemberian hormon X selama 24 jam.
B. Membandingkan ukuran sel sebelum dan sesudah perlakuan hormon.
C. Memberikan inhibitor sintesis protein dan menguji apakah hormon X tetap meningkatkan transkripsi gen Y serta menunjukkan pengikatan reseptor pada daerah regulasi gen Y.
D. Mengukur kadar ATP dan NADH setelah penambahan hormon X.
E. Mengulang percobaan dengan konsentrasi hormon lebih tinggi tanpa kelompok kontrol.
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Efek transkripsi langsung tidak membutuhkan sintesis protein perantara. Jika hormon X tetap meningkatkan transkripsi gen Y ketika sintesis protein baru dihambat, efek tersebut kemungkinan tidak bergantung pada faktor transkripsi sekunder yang baru disintesis.
Bukti akan semakin kuat apabila reseptor hormon X terbukti berikatan dengan daerah promoter atau enhancer gen Y, misalnya menggunakan chromatin immunoprecipitation.
Mengukur protein Y hanya menunjukkan konsekuensi akhir ekspresi gen, bukan membuktikan bahwa reseptor secara langsung mengatur transkripsi.
Soal 8
Pada suatu danau, populasi fitoplankton mengikuti model pertumbuhan logistik.
Rumus pertumbuhan logistik:
Laju pertumbuhan = r × N × (1 − N ÷ K)
Atau dapat ditulis:
dN/dt = rN(1 − N/K)
Keterangan:
- dN/dt = pertambahan populasi per satuan waktu
- r = laju pertumbuhan intrinsik
- N = ukuran populasi saat ini
- K = daya dukung lingkungan
Diketahui:
- r = 0,4 per hari
- K = 10.000 sel/mL
- N = 2.500 sel/mL
Laju pertumbuhan populasi saat itu adalah …
A. 500 sel/mL per hari.
B. 750 sel/mL per hari.
C. 1.000 sel/mL per hari.
D. 1.500 sel/mL per hari.
E. 3.000 sel/mL per hari.
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Masukkan seluruh nilai ke dalam rumus:
Laju pertumbuhan = 0,4 × 2.500 × (1 − 2.500 ÷ 10.000)
Hitung perbandingan populasi dengan daya dukung:
2.500 ÷ 10.000 = 0,25
Dengan demikian:
Laju pertumbuhan = 0,4 × 2.500 × (1 − 0,25)
Laju pertumbuhan = 1.000 × 0,75
Laju pertumbuhan = 750 sel/mL per hari
Jadi, populasi bertambah sebanyak 750 sel/mL per hari.
Tanpa keterbatasan lingkungan, potensi pertambahannya adalah:
0,4 × 2.500 = 1.000 sel/mL per hari
Namun, karena populasi telah mencapai 25% dari daya dukung lingkungan, pertumbuhan aktualnya dikalikan faktor 0,75.
Soal 9
Pada suatu populasi bakteri, gen resistansi antibiotik berada pada plasmid. Tanpa antibiotik, bakteri pembawa plasmid memiliki laju reproduksi 10% lebih rendah daripada bakteri tanpa plasmid. Namun, plasmid dapat berpindah secara horizontal dari bakteri resisten ke bakteri sensitif.
Setelah penggunaan antibiotik dihentikan, gen resistansi tetap bertahan pada frekuensi tinggi selama bertahun-tahun.
Penjelasan yang paling masuk akal adalah …
A. Semua mutasi resistansi selalu bersifat menguntungkan meskipun antibiotik tidak ada.
B. Transfer horizontal dan mutasi kompensatoris dapat mengimbangi biaya kebugaran plasmid.
C. Ketiadaan antibiotik menyebabkan seleksi positif mutlak terhadap semua plasmid.
D. Bakteri sensitif secara otomatis berubah menjadi resisten karena kebutuhan fisiologis.
E. Resistansi tidak dapat hilang karena DNA plasmid selalu menyatu permanen ke kromosom.
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Tanpa antibiotik, plasmid resistansi memang dapat menimbulkan biaya kebugaran. Secara sederhana, hal tersebut seharusnya membuat bakteri tanpa plasmid lebih unggul.
Namun, plasmid dapat tetap bertahan apabila terjadi transfer horizontal dengan frekuensi cukup tinggi. Bakteri yang kehilangan plasmid atau awalnya sensitif dapat kembali memperoleh plasmid dari bakteri lain.
Selain itu, mutasi kompensatoris pada plasmid atau kromosom dapat mengurangi biaya metabolik resistansi. Kombinasi kedua mekanisme tersebut memungkinkan gen resistansi bertahan meskipun tekanan antibiotik telah berkurang.
Soal 10
Empat spesies memiliki karakter sebagai berikut.
| Karakter | Spesies A | Spesies B | Spesies C | Spesies D |
| Tulang belakang | 1 | 1 | 1 | 1 |
| Amnion | 0 | 1 | 1 | 1 |
| Rambut | 0 | 1 | 0 | 0 |
| Bulu | 0 | 0 | 1 | 0 |
| Sisik keratin tertentu | 0 | 0 | 1 | 1 |
| Jantung empat ruang | 0 | 1 | 1 | 1 |
Data molekuler menunjukkan bahwa spesies C dan D memiliki kemiripan urutan DNA tertinggi. Kesimpulan filogenetik yang paling tepat adalah …
A. Spesies B dan C pasti berkerabat paling dekat karena sama-sama memiliki jantung empat ruang.
B. Rambut dan bulu merupakan karakter homolog yang membuktikan B dan C merupakan kelompok saudara.
C. Spesies C dan D kemungkinan merupakan kelompok saudara, sedangkan jantung empat ruang dapat bersifat homoplasi atau karakter leluhur pada kelompok terkait.
D. Spesies A merupakan leluhur langsung dari semua spesies lainnya karena memiliki karakter turunan paling sedikit.
E. Seluruh karakter morfologi harus diabaikan karena data molekuler selalu benar tanpa kemungkinan kesalahan.
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Kemiripan DNA tertinggi antara C dan D mendukung hipotesis bahwa keduanya memiliki nenek moyang bersama yang lebih baru. Kesamaan sisik keratin tertentu juga mendukung pengelompokan tersebut.
Kesamaan satu karakter, seperti jantung empat ruang, tidak selalu cukup untuk membuktikan hubungan paling dekat. Karakter dapat muncul secara konvergen atau telah dimiliki nenek moyang yang lebih tua.
Spesies dengan karakter turunan lebih sedikit juga tidak otomatis merupakan leluhur langsung. Dalam kladistika, spesies yang masih hidup umumnya dipandang sebagai cabang evolusi yang berbeda, bukan sebagai leluhur langsung satu sama lain.
Strategi Mengerjakan Soal OSN Biologi
Soal OSN Biologi sering menyajikan informasi yang tampak berlebihan. Namun, hampir setiap data biasanya memiliki fungsi tertentu. Peserta perlu membedakan data yang menjadi bukti utama, data pendukung, dan informasi pengalih.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:
- Identifikasi bidang utama soal.
Tentukan apakah masalah terutama berkaitan dengan genetika, metabolisme, fisiologi, ekologi, atau rancangan eksperimen. - Tuliskan hubungan sebab-akibat.
Jangan langsung memilih jawaban. Susun terlebih dahulu urutan perubahan yang mungkin terjadi. - Periksa setiap asumsi.
Pilihan jawaban OSN sering salah bukan karena seluruh pernyataannya keliru, melainkan karena mengandung satu asumsi yang tidak didukung data. - Gunakan perhitungan secara sistematis.
Tulis rumus, masukkan nilai beserta satuannya, lalu periksa apakah hasilnya masuk akal secara biologis. - Bandingkan semua pilihan jawaban.
Pilihan yang terlihat benar belum tentu merupakan jawaban terbaik. Pilih pernyataan yang paling lengkap dan paling konsisten dengan seluruh bukti. - Latih interpretasi data eksperimen.
Biasakan membaca grafik, tabel, peta gen, silsilah, hasil elektroforesis, dan perubahan variabel fisiologis. - Hubungkan berbagai cabang biologi.
Gangguan pada satu gen dapat memengaruhi protein, metabolisme sel, fisiologi organisme, kemampuan reproduksi, hingga frekuensi alel dalam populasi.
Kesimpulan
OSN Biologi menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi sekolah. Peserta harus mampu mengintegrasikan konsep, menganalisis data, melakukan perhitungan, mengevaluasi eksperimen, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti.
Materi yang perlu dipelajari mencakup biologi sel dan molekuler, genetika, evolusi, fisiologi tumbuhan, fisiologi hewan, ekologi, biosistematika, serta metode ilmiah. Semakin sering peserta berlatih dengan soal bertipe analitis, semakin terbiasa pula mereka menghadapi kasus baru yang kompleks.
Akses Ratusan Latihan Soal OSN Biologi dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan Lengkap di Sini!

Persiapkan diri lebih maksimal dengan ratusan latihan soal OSN Biologi di utbk.or.id yang mencakup berbagai materi dan tipe soal olimpiade. Setiap latihan dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan lengkap untuk membantu Anda memahami konsep, mengasah kemampuan analisis, mengenali pola soal, serta mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi seleksi OSN Biologi.
FAQ Seputar soal osn biologi
Q: Buku referensi terbaik apa untuk belajar OSN Biologi?
A: Buku Campbell Biology (Edisi terbaru) menjadi kitab standar utama silabus IBO dan OSN Biologi nasional.