Lolos masuk ke Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta membutuhkan persiapan yang jauh berbeda dibanding kampus umum lainnya. Sebagai kiblat pendidikan seni di Indonesia, kampus ini menetapkan standar kelulusan yang tinggi lewat penilaian karakter karya serta kepekaan rasa. Ujian Mandiri di sini bukan sekadar menguji ingatan teori, melainkan menantang seberapa jauh kamu mampu menuangkan kreativitas dan logika seni secara langsung.
Agenda seleksi mandiri ISI Yogyakarta ini biasanya digulirkan pada kisaran Juni hingga Juli. Mengingat ketatnya persaingan pada fakultas seni rupa, pertunjukan, maupun media rekam, kamu tidak bisa hanya mengandalkan bakat tanpa latihan yang terstruktur. Seluruh rangkaian ujian, mulai dari tes keahlian praktik, analisis estetika, hingga wawancara portofolio, menuntut penguasaan materi yang matang sejak jauh hari.
Melalui artikel ini, kumpulan contoh soal berbasis HOTS hadir untuk membantu kamu membongkar pola ujian asli dan mengasah strategi penyelesaian taktis. Pelajari setiap bedah kasusnya dengan cermat sebagai modal utama untuk lolos ke ISI Yogyakarta!
Esensi dan Karakter Utama Seleksi Mandiri ISI Yogyakarta
Seleksi Mandiri ISI Yogyakarta dibentuk untuk menyaring calon mahasiswa yang memiliki keselarasan antara logika berpikir tertulis dan bakat praktik artistik. Jalur ini tidak mengandalkan hafalan teori, melainkan menguji kemampuan analisis kamu dalam merespons instruksi secara instan menjadi sebuah karya. Karakter ujiannya yang menuntut pemecahan masalah tingkat tinggi menjadi tantangan utama yang wajib dikuasai agar mampu bersaing dengan ribuan talenta kreatif lainnya.
Dalam praktiknya di lapangan, kepekaan estetika, penerjemahan konsep visual, hingga analisis karya akan dinilai secara objektif oleh tim penguji. Setiap butir soal dirancang sedemikian rupa untuk melihat kesiapan teknis dan kedalaman berpikir kamu sebelum terjun ke perkuliahan seni yang padat karya. Oleh karena itu, menguasai tipikal soal yang melatih logika berpikir kritis sejak dini adalah kunci utama untuk mengamankan kelulusanmu di kampus ini.
Kisi Kisi Seleksi Mandiri ISI Yogyakarta
Panduan ini berisi cakupan materi esensial untuk menghadapi seleksi. Memahami poin-poin kisi-kisi ini akan membantumu menyusun strategi pengerjaan ujian praktik serta portofolio secara lebih terarah.
1. FAKULTAS SENI RUPA (FSR)
Fokus Materi: Ketepatan anatomi, penalaran spasial, komposisi visual, dan kreativitas medium.
- Prodi Seni Murni (Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis):
- Menggambar Objek/Manusia (Model): Ketepatan anatomi tubuh manusia, proporsi, gestur/sikap tubuh, serta penguasaan gelap-terang (arsir) menggunakan pensil atau arang (charcoal).
- Komposisi dan Estetika: Kemampuan menyusun objek-objek benda mati (still life) ke dalam bidang gambar dengan keseimbangan (balance) dan harmoni yang baik.
- Prodi Kriya (Kriya Kayu, Kulit, Logam, Tekstil, Keramik):
- Menggambar Ornamen/Reka Bentuk: Tes membuat desain ragam hias tradisional atau modern, serta kemampuan mentransformasikan bentuk alam (stilasi flora/fauna) ke dalam fungsi produk kriya.
- Prodi Desain (Desain Interior, DKV, Desain Produk):
- Menggambar Perspektif dan Suasana: Menggambar sebuah ruang atau situasi publik dengan hukum perspektif yang akurat (1, 2, atau 3 titik hilang).
- Problem Solving Kreatif: Menerjemahkan narasi tertulis (misal: “suasana pasar tradisional di masa depan”) ke dalam visualisasi yang logis, kreatif, dan komunikatif.
2. FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN (FSP)
Fokus Materi: Kepekaan auditori, penguasaan ritme, kinestetik, dan ekspresi ruang.
- Prodi Musik (Musik Klasik, Etnomusikologi, Pendidikan Musik):
- Solfege & Teori Musik Dasar: Tes kepekaan telinga (ear training) untuk menebak interval nada, akor, dan dikte ritme, serta membaca notasi balok dasar (sight reading).
- Praktik Instrumen/Vokal: Memainkan satu atau dua lagu wajib/pilihan dengan instrumen utama (gitar, piano, tiup, gesek, perkusi) atau vokal, dinilai dari teknik, artikulasi, ketukan, dan interpretasi lagu.
- Prodi Tari (Tari Gaya Yogyakarta, Tari Nusantara, Teater Tari):
- Uji Kompetensi Fisik & Kinestetik: Penilaian kelenturan tubuh, kekuatan, keseimbangan, kepekaan terhadap ritme musik iringan (wirama), serta kemampuan meniru gerak (imitation test).
- Praktik Tari: Memperagakan satu tarian utuh (tradisional atau kontemporer) untuk melihat ekspresi (wirasa) dan penguasaan koreografi (wiraga).
- Prodi Teater (Seni Teater, Seni Pedalangan):
- Olah Tubuh dan Olah Vokal: Tes artikulasi, intonasi, proyeksi suara, serta kontrol gerakan tubuh untuk mengekspresikan emosi tertentu.
- Improvisasi & Monolog: Membawakan teks monolog pendek atau melakukan akting spontan berdasarkan situasi/karakter yang ditentukan oleh tim penguji.
3. FAKULTAS SENI MEDIA REKAM (FSMR)
Fokus Materi: Komposisi visual sekuensial, pemahaman teknis media, dan kepekaan naratif.
- Prodi Fotografi:
- Uji Kreativitas Fotografi / Menggambar Sketsa: Kemampuan menangkap momen, memahami komposisi (rule of thirds, framing), sudut pandang (angle), serta dasar pencahayaan.
- Analisis Karya Foto: Menjelaskan konsep, makna, dan aspek teknis (pencahayaan, fokus, eksposur) dari sebuah karya foto yang disediakan penguji.
- Prodi Televisi dan Film / Animasi:
- Storyboard & Narasi Visual: Mengubah sebuah naskah cerita pendek menjadi rangkaian gambar sekuensial (komik/storyboard) untuk melihat kemampuan penyutradaraan dan penataan kamera (blocking/shot size).
- Analisis Apresiasi Film: Menulis ulasan/kritik pendek mengenai elemen estetis dan naratif dari sebuah cuplikan video atau film.
4. TES WAWANCARA & WAWASAN SENI (Semua Fakultas)
Komponen ini bersifat konfirmatoris dan mendalam, dilakukan secara luring di hadapan dewan dosen penguji:
- Bedah Portofolio: Pendaftar harus mampu mempertanggungjawabkan karya-karya yang telah mereka unggah atau bawa, menjelaskan proses kreatif, ide dasar, serta teknik pembuatan karya tersebut.
- Wawasan Budaya dan Motivasi Kuliah: Penggalian sejauh mana calon mahasiswa mengenal tokoh seni, perkembangan seni kontemporer/tradisional, serta kesiapan mental untuk menghadapi ekosistem perkuliahan seni yang padat karya dan praktik.
Contoh Soal Seleksi Mandiri ISI Yogyakarta
Simulasi ini disusun berdasarkan kisi-kisi teknis FSR, FSP, dan FSMR. Mengasah kepekaan estetika dan logika kreatif yang menjadi standar seleksi utama. Latihan yang tepat untuk memantapkan kesiapan praktik serta kualitas portofolio di hadapan penguji.
Soal 1
Ketika menggambar model manusia dengan pose tubuh membungkuk ke depan menghadap pembuat gambar, terjadi pemendekan visual ekstrem pada area batang tubuh. Fenomena optik yang harus diterapkan agar proporsi gambar tetap logis dan tidak terlihat cacat adalah ….
A. Symmetry
B. Foreshortening
C. Gestalt
D. Golden Ratio
E. Chiaroscuro
Jawaban : B
Pembahasan :
Foreshortening adalah teknik menggambar objek yang mengalami pemendekan sudut pandang akibat distorsi optik ketika objek tersebut menghadap langsung ke arah pengamat.
Soal 2
Dalam sebuah penataan benda mati (still life), menempatkan sebuah objek bola besi mengilap berukuran besar tepat di tengah bidang gambar, dikelilingi oleh kain beludru gelap tanpa tekstur, akan menghasilkan dampak visual berupa ….
A. Keseimbangan asimetris yang dinamis dan menyebar.
B. Dominasi absolut (center of interest) yang kaku namun kontras.
C. Irama visual yang bergerak konstan ke sudut bidang.
D. Kehilangan kesatuan unsur karena warna yang monoton.
E. Kesan ruang tiga dimensi yang datar dan sempit.
Jawaban : B
Pembahasan :
Menempatkan objek kontras berukuran besar tepat di tengah menciptakan pusat perhatian (center of interest) yang sangat kuat dan dominan, namun cenderung bersifat statis atau kaku.
Soal 3
Seorang perajin kriya tekstil ingin mengubah bentuk tanaman pakis menjadi ragam hias modern pada kain tenun tanpa menghilangkan karakter spiral ujung daunnya. Langkah visual HOTS yang paling tepat dilakukan adalah ….
A. Menggambar seluruh anatomi tanaman pakis secara realistis sesuai foto aslinya.
B. Menghapus bentuk asli daun dan menggantinya dengan pola garis geometris acak.
C. Melakukan stilasi dengan menyederhanakan struktur daun menjadi lengkungan ritmis berpola spiral konstan.
D. Menjiplak langsung bayangan tanaman pakis di atas kain menggunakan pencahayaan buatan.
E. Menggabungkan unsur mesin pabrik ke dalam struktur daun pakis secara abstrak.
Jawaban : C
Pembahasan :
Stilasi adalah metode mengubah bentuk alam menjadi motif hias dengan menyederhanakan atau menggayakan bentuk asli tanpa membuang ciri khas utamanya (dalam hal ini bentuk spiral pakis).
Soal 4
Jika kamu diminta menggambar suasana bagian dalam (interior) sebuah stasiun kereta api bawah tanah dari sudut pandang penumpang yang sedang duduk di bangku peron menatap jalur rel lurus di depannya, hukum perspektif yang paling akurat digunakan adalah ….
A. Perspektif satu titik hilang (posisi sentral)
B. Perspektif dua titik hilang (sudut mata burung)
C. Perspektif tiga titik hilang (sudut mata cacing)
D. Perspektif multi-titik abstrak
E. Perspektif paralel tanpa titik lenyap
Jawaban : A
Pembahasan :
Sudut pandang lurus sejajar mata dari posisi diam menatap interior yang sejajar/lurus ke depan menggunakan prinsip perspektif satu titik hilang karena semua garis sejajar objek akan bertemu pada satu titik di garis cakrawala.
Soal 5
Kamu mendapat narasi: “Sebuah perpustakaan kuno yang melayang di ruang hampa udara, di mana buku-buku terbang mencari pembacanya.” Visualisasi penataan ruang yang paling logis dan komunikatif untuk menyampaikan pesan “kehilangan gravitasi” adalah ….
A. Menggambar meja dan kursi yang tertata rapi di atas lantai ubin kayu.
B. Membuat arah jatuh cahaya dari atas menembus jendela kaca besar secara vertikal.
C. Menggambar karakter manusia yang berdiri tegak memegang buku tebal.
D. Menyusun elemen arsitektur, tangga, dan rak buku dalam posisi miring, terfragmentasi, dan saling menjauh tanpa dasar lantai.
E. Menggunakan teknik arsir searah yang padat pada seluruh permukaan dinding ruang.
Jawaban : D
Pembahasan :
Mengubah posisi elemen arsitektur kaku (tangga, rak) menjadi melayang, miring, dan terpecah secara visual langsung mengomunikasikan ketiadaan gravitasi dan ruang hampa secara instan dan kreatif kepada pengamat.
Soal 6
Dalam sebuah tes pendengaran, penguji memainkan dua nada secara berurutan. Nada pertama adalah E4 (Mi) dan nada kedua adalah A4 (La). Jika dihitung berdasarkan jarak interval diatonisnya, jenis interval yang baru saja dimainkan adalah ….
A. Prime
B. Sekonde
C. Terts
D. Kuart
E. Kuint
Jawaban : D
Pembahasan :
Jarak dari nada E ke nada A melewati empat tingkatan nada (E-F-G-A), sehingga interval tersebut dinamakan interval Kuart (Perfect Fourth).
Soal 7
Seorang vokalis sering kali mengalami kehabisan napas dan suaranya terdengar tipis saat menyanyikan nada-nada tinggi pada lagu ujian. Evaluasi teknik vokal yang paling tepat untuk memecahkan masalah tersebut adalah ….
A. Mengubah teknik pernapasan ke diafragma serta mengoptimalkan ruang resonansi kepala (head voice).
B. Menaikkan posisi pundak dan dada setinggi mungkin saat mengambil napas.
C. Mengurangi volume suara hingga berbisik agar pita suara tidak tegang.
D. Mempercepat tempo lagu agar nada tinggi dapat dilewati dengan cepat.
E. Menahan udara di tenggorokan tanpa mengalirkan udara ke rongga mulut.
Jawaban : A
Pembahasan :
Nada tinggi yang stabil membutuhkan dukungan udara yang kuat dari diafragma serta penempatan pantulan suara di area resonator atas (head voice).
Soal 8
Saat mengikuti tes meniru gerak (imitation test) dalam ujian prodi Tari, kamu diminta merespons perubahan ritme musik iringan dari lambat ke sangat cepat secara mendadak. Aspek utama yang dinilai dari kemampuan tubuhmu adalah ….
A. Wiraga (kelenturan statis tubuh semata)
B. Wirasa (ekspresi wajah yang dramatis)
C. Wirama (kepekaan kinestetik terhadap perubahan ritme dan kontrol kekuatan otot)
D. Hafalan koreografi tarian tradisional daerah Yogyakarta
E. Desain baju dan tata rias yang dikenakan saat tes
Jawaban : C
Pembahasan :
Kemampuan merespons perubahan tempo musik yang mendadak menguji aspek Wirama (ritme) yang melibatkan keselarasan gerak tubuh dengan musik iringan.
Soal 9
Seorang penari yang membawakan tarian kontemporer bertema perjuangan berhasil
melakukan teknik gerakan dengan sempurna, namun wajahnya terlihat datar dan kosong tanpa emosi. Kekurangan utama dari penari tersebut adalah ….
A. Kurang menguasai Wiraga
B. Lemah dalam aspek Wirasa
C. Tidak memahami Wirama
D. Salah memilih kostum panggung
E. Kekurangan stamina fisik
Jawaban : B
Pembahasan :
Wirasa berkaitan dengan penghayatan, penjiwaan, dan ekspresi emosi yang disampaikan penari agar pesan dari tema tarian dapat tersampaikan ke penguji.
Soal 10
Seorang peserta ujian prodi Teater diminta melakukan akting spontan (improvisasi) memerankan tokoh seorang raja yang mendadak menerima kabar bahwa kerajaannya kalah perang. Respons awal yang paling komunikatif secara teatrikal tanpa menggunakan kata-kata (non-verbal) adalah ….
A. Langsung tersenyum lebar dan mengangguk-angguk santai.
B. Berdiri diam membelakangi penguji tanpa melakukan gerakan apa pun.
C. Berlari mengelilingi panggung sambil tertawa terbahak-bahak.
D. Membaca kembali teks narasi yang diberikan penguji secara berulang-ulang.
E. Menjatuhkan tubuh lemas ke kursi dengan tatapan mata kosong dan gestur tangan gemetar memegang mahkota.
Jawaban : E
Pembahasan :
Gestur tubuh lemas, tatapan kosong, dan tangan gemetar secara instan memproyeksikan rasa syok, sedih, dan kehilangan kekuatan secara komunikatif di panggung.
Soal 11
Seorang fotografer ingin mengambil foto aksi balap sepeda motor di lintasan melengkung. Ia ingin menghasilkan efek visual di mana objek motor tampak sangat tajam dan fokus, sementara latar belakangnya tampak kabur bergaris mengalir secara horizontal untuk memberikan kesan kecepatan ekstrem. Teknik pencahayaan dan kontrol rana yang wajib digunakan adalah ….
A. Bulb photography
B. Panning dengan shutter speed lambat
C. High speed shutter dengan tripod kaku
D. Zooming saat menekan tombol rana
E. Macro photography dengan diafragma lebar
Jawaban : B
Pembahasan :
Teknik panning dilakukan dengan menggerakkan kamera mengikuti arah gerak objek yang sejajar dengan lensa menggunakan shutter speed rendah, menghasilkan objek utama tajam dan latar belakang kabur bergaris dinamis.
Soal 12
Sebuah karya foto menampilkan subjek seorang anak kecil berdiri di bawah terik matahari siang hari tepat di tengah lapangan. Di sekeliling anak tersebut terdapat bayangan hitam yang sangat pekat dengan batas tepi yang sangat tegas dan kontras (hard shadow). Karakteristik pencahayaan yang mendasari terciptanya foto tersebut adalah ….
A. Soft light dari pantulan awan mendung
B. Diffused light menggunakan kain filter khusus
C. Direct sunlight (cahaya langsung) dari sudut tinggi
D. Available light pada waktu subuh hari
E. Backlight murni dari arah belakang subjek
Jawaban : C
Pembahasan :
Cahaya langsung matahari siang (direct sunlight) menciptakan karakter cahaya keras yang menghasilkan kontras tinggi serta bayangan gelap yang bertepi tegas (hard shadow).
Soal 13
Dalam satu adegan storyboard film animasi, sutradara ingin menunjukkan transisi psikologis dari karakter protagonis yang awalnya merasa sangat berkuasa, tiba-tiba berbalik menjadi merasa sangat tertekan dan tidak berdaya karena kedatangan musuhnya. Perubahan sudut pandang kamera (camera angle) dari panel sketsa pertama ke panel berikutnya yang paling tepat adalah ….
A. Dari Eye Level berubah menjadi Flat Angle
B. Dari Frog Eye berubah menjadi Bird Eye View
C. Dari High Angle berubah menjadi Low Angle
D. Dari Low Angle berubah menjadi High Angle
E. Dari Top Angle berubah menjadi Eye Level
Jawaban : D
Pembahasan :
Low angle (kamera menembak ke atas) memberikan kesan objek kuat/berkuasa, sedangkan high angle (kamera menunduk ke bawah) secara psikologis memberikan kesan objek lemah/tertekan.
Soal 14
Ketika menonton sebuah cuplikan video film sejarah, kamu melihat warna visual (color grading) keseluruhan adegan didominasi oleh warna cokelat kekuningan (sepia) yang pudar. Fungsi estetis utama dari penerapan elemen visual tersebut dalam struktur naratif film adalah ….
A. Menunjukkan bahwa film tersebut diproduksi dengan biaya yang sangat murah.
B. Membantu penonton memahami bahwa latar waktu cerita berada di masa lampau (flashback).
C. Menyamarkan kualitas akting para pemeran utama yang kurang maksimal.
D. Menandakan bahwa genre film tersebut adalah film komedi romantis modern.
E. Menarik perhatian penonton anak-anak agar menyukai jalannya cerita.
Jawaban : B
Pembahasan :
Dalam sinematografi, pemilihan warna sepia atau hitam-putih berfungsi secara estetis dan naratif untuk membangun atmosfer ruang dan penanda waktu masa lampau (vintage/flashback).
Soal 15
Seorang animator sedang menyusun rangkaian gambar sekuensial. Ia menempatkan kamera sangat dekat dengan mata karakter utama untuk memperlihatkan pupil matanya yang mengecil secara mendadak karena rasa takut yang luar biasa. Ukuran gambar (shot size) yang wajib digambar dalam panel storyboard tersebut adalah ….
A. Extreme Close Up (ECU)
B. Big Close Up (BCU)
C. Medium Close Up (MCU)
D. Close Up (CU)
E. Medium Shot (MS)
Jawaban : A
Pembahasan :
Extreme Close Up digunakan untuk mengambil detail objek yang sangat spesifik dan sangat dekat, seperti mata, hidung, atau ujung jari, guna memperkuat emosi detail yang dramatis.
Soal 16
Saat tahapan wawancara luring, seorang dosen penguji menanyakan alasan logis di balik pemilihan teknik arsir silang (cross-hatching) yang sangat padat pada salah satu karya lukis di portofoliomu. Sikap dan argumen HOTS yang paling tepat kamu tunjukkan adalah ….
A. Mengatakan bahwa teknik itu dipilih secara tidak sengaja karena meniru karya di internet.
B. Menjelaskan bahwa kerapatan arsir tersebut berfungsi membangun volume, dimensi kedalaman ruang, dan atmosfer dramatis sesuai konsep dasar karya.
C. Diam saja dan meminta maaf kepada penguji karena kurang memahami teknik tersebut.
D. Berargumen bahwa teknik tersebut adalah satu-satunya teknik yang kamu kuasai saat membuat portofolio.
E. Meminta penguji untuk menilai sendiri tanpa perlu kamu jelaskan lebih detail.
Jawaban : B
Pembahasan :
Dalam bedah portofolio, calon mahasiswa wajib mampu mempertanggungjawabkan karya secara ilmiah dan estetis, menjelaskan korelasi antara teknik teknis yang dipilih dengan konsep ide dasarnya.
Soal 17
Perkembangan seni rupa kontemporer saat ini seniman tidak lagi hanya menggunakan cat dan kanvas, melainkan menggabungkan teknologi digital, instalasi cahaya, hingga interaksi langsung dengan pengunjung ruang pameran. Fenomena penciptaan karya seni baru lintas disiplin ini sering disebut sebagai ….
A. Seni Lukis Klasik
B. Seni Grafis Konvensional
C. Seni Media Baru (New Media Art)
D. Seni Ornamen Tradisional
E. Seni Kriya Purba
Jawaban : C
Pembahasan :
New Media Art atau Seni Media Baru adalah praktik kesenian kontemporer yang memanfaatkan teknologi digital, elektronik, virtual, atau multimedia dalam proses penciptaan dan presentasi karyanya.
Soal 18
Dewan penguji mengajukan pertanyaan: “Dunia perkuliahan seni di ISI Yogyakarta itu sangat padat karya, melelahkan, dan menuntut banyak praktik fisik. Bagaimana kamu meyakinkan kami bahwa kamu siap bertahan?” Respons terbaik yang menunjukkan kematangan mentalmu adalah ….
A. Menjanjikan bahwa kamu tidak akan pernah mengeluh atau merasa lelah sama sekali selama kuliah.
B. Mengatakan bahwa kamu akan mengundurkan diri jika tugas perkuliahan dirasa terlalu berat.
C. Menjelaskan kesiapan mentalmu lewat manajemen waktu yang terencana serta rekam jejak konsistensi berkaryamu yang terbiasa dengan target.
D. Meminta tim penguji untuk memberikan tugas yang lebih ringan khusus untukmu nanti.
E. Menjawab dengan pasrah bahwa kamu akan menjalaninya seadanya saja tanpa target khusus.
Jawaban : C
Pembahasan :
Kematangan mental menghadapi ekosistem perkuliahan yang padat karya dibuktikan dengan argumen yang realistis, solutif (manajemen waktu), dan didukung bukti konsistensi yang nyata.
Soal 19
Ketika merancang sebuah produk kerajinan fungsional, seperti lampu hias dari anyaman bambu, seorang desainer kriya harus menyeimbangkan antara nilai estetika ragam hias dengan kenyamanan dan keamanan pengguna saat lampu tersebut dinyalakan. Prinsip dasar pembuatan produk ini mengacu pada hubungan antara ….
A. Form follows function (Bentuk mengikuti fungsi)
B. Art for art’s sake (Seni murni demi seni saja)
C. Komposisi warna abstrak murni
D. Kecepatan produksi massal pabrik
E. Hukum perspektif tiga titik lenyap
Jawaban : A
Pembahasan :
Dalam desain produk kriya fungsional, bentuk visual dan ornamen hiasan tidak boleh merusak fungsi utama serta keamanan dari produk tersebut, sehingga prinsip utamanya adalah bentuk mengikuti fungsi (form follows function).
Soal 20
Dalam sebuah pertunjukan teater kontemporer, sutradara menempatkan sebuah lampu sorot tunggal berwarna merah pekat dari arah atas (top light) langsung menembak ke arah aktor utama yang sedang duduk bersimpuh di tengah panggung yang gelap gulita. Fungsi utama dari penataan cahaya (lighting) tersebut adalah ….
A. Menjadi penanda bahwa pertunjukan teater telah selesai dilaksanakan.
B. Menyamarkan dekorasi latar belakang panggung yang belum selesai dibuat.
C. Mengomunikasikan atmosfer psikologis karakter yang sedang mengalami tekanan batin, kemarahan, atau situasi kritis.
D. Membantu aktor agar bisa melihat posisi penonton di area depan panggung dengan jelas.
E. Menghemat penggunaan daya listrik di dalam gedung pertunjukan.
Jawaban : C
Pembahasan :
Penataan cahaya dalam pementasan teater berfungsi dramatik, di mana sudut atas (top light) dan warna merah pekat secara psikologis memperkuat kesan intimidasi, kemarahan, bahaya, atau tekanan batin yang dialami tokoh.
Maksimalkan Peluang Lolos Seleksi Mandiri ISI Yogyakarta di Sini!

Buktikan potensimu untuk menembus Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan berlatih intensif di utbk.or.id. Tersedia ragam contoh soal yang selaras dengan kisi-kisi fakultas, bedah materi teknis, serta simulasi praktik kreatif.