Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, adalah salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia. Setiap tahunnya, ribuan calon mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mengikuti seleksi ketat untuk bisa menempuh pendidikan di universitas ini. Tes masuk Universitas Al Azhar dirancang untuk menilai pemahaman calon mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan, terutama dalam ilmu agama, bahasa Arab, serta pengetahuan umum lainnya.
Proses seleksi ini mencakup ujian tertulis yang menguji kemampuan bahasa Arab, tafsir, hadits, fiqh, serta materi tambahan seperti sejarah Islam dan logika. Selain itu, pemahaman tata bahasa (nahwu dan sharaf) menjadi kunci utama dalam menghadapi tes ini. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, peluang untuk diterima di Universitas Al Azhar semakin besar.
Kisi-Kisi Tes Masuk Universitas Al Azhar Kairo Mesir

Tes masuk Universitas Al Azhar Kairo dirancang untuk menilai pemahaman calon mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan Islam dan bahasa Arab. Materi yang diujikan mencakup aspek fundamental dalam studi Islam serta keterampilan berbahasa yang menjadi dasar dalam memahami literatur keislaman klasik. Selain itu, tes ini juga mengukur kemampuan berpikir kritis dan analitis calon mahasiswa dalam memahami teks-teks keagamaan.
Berikut adalah kisi-kisi materi yang biasanya diujikan dalam tes masuk Universitas Al Azhar Kairo:
1. Aqidah Islamiyah (Ilmu Tauhid)
- Konsep Tauhid: Rububiyyah, Uluhiyyah, dan Asma’ wa Sifat dengan dalil Al-Qur’an dan Hadits.
- Perbandingan Aqidah: Ahlus Sunnah wal Jama’ah vs Asy’ariyah, Maturidiyah, Mu’tazilah.
- Penyimpangan dalam Tauhid: Syirik akbar, syirik asghar, dan pemikiran modern yang menyimpang.
- Qadha dan Qadar dalam perspektif Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
2. Tafsir Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an
- Asbabun Nuzul: Konteks turunnya ayat dan pengaruhnya terhadap hukum Islam.
- Nasikh dan Mansukh dalam Al-Qur’an: Identifikasi dan penerapannya dalam fiqh.
- Tafsir Bi Al-Ma’tsur vs Tafsir Bi Al-Ra’yi: Prinsip dan perbedaan metodologi.
- Kajian Tafsir Ayatul Ahkam: Studi ayat-ayat hukum terkait ibadah dan muamalah.
- Qira’at Al-Qur’an: Perbedaan qira’at dan pengaruhnya terhadap fiqh.
3. Hadits dan Musthalah Hadits
- Klasifikasi Hadits: Shahih, Hasan, Dhaif, dan Maudhu’ serta metode validasi sanad.
- Ilmu Rijalul Hadits: Biografi perawi dan tingkat keandalannya.
- Kutubus Sittah dan Kutub Hadits Klasik: Pemahaman kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dll.
- Hadits Ahad vs Hadits Mutawatir: Perbedaan dan implikasi hukumnya.
4. Ushul Fiqih dan Perbandingan Madzhab
- Sumber Hukum Islam: Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, Qiyas, Istihsan, Maslahah Mursalah.
- Perbedaan Ushul Fiqih dalam Madzhab Empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali.
- Kaedah Fiqhiyyah: Prinsip الضرر يزال (Kemudharatan harus dihilangkan) dan contoh aplikasinya.
- Perbandingan Madzhab dalam Fiqih Ibadah, Muamalah, dan Jinayah.
5. Fiqih Ibadah dan Muamalah
- Hukum-hukum Thaharah: Wudhu, tayammum, mandi wajib, dan najis dalam perspektif mazhab.
- Fiqh Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji: Rukun, syarat, serta perbedaan pandangan ulama.
- Fiqh Muamalah: Hukum jual beli, riba, asuransi syariah, dan transaksi digital.
- Fiqh Kontemporer: Fatwa-fatwa terbaru dalam bidang finansial dan sosial.
6. Sirah Nabawiyah dan Tarikh Islam
- Peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah: Perang Badar, Uhud, Fathu Makkah.
- Piagam Madinah dan Perkembangan Hukum Islam di masa Nabi.
- Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dan kebijakan mereka dalam pemerintahan Islam.
- Perkembangan Madzhab Fiqih di era klasik hingga modern.
7. Akhlak dan Tasawuf
- Konsep Ihsan dalam Islam: Hubungan dengan iman dan amal saleh.
- Etika dalam menuntut ilmu, berdakwah, dan berinteraksi dengan masyarakat.
- Akhlak dalam Islam: Sabar, syukur, zuhud, tawakal vs riya’, ujub, dan takabbur.
- Tasawuf Sunni vs Tasawuf Filosofis: Perbedaan metodologi dan dampaknya.
8. Manhaj Al-Azhar dan Moderasi Islam
- Prinsip Wasathiyyah Al-Azhar: Moderasi Islam dan sikap terhadap kelompok ekstrem.
- Peran Al-Azhar dalam melawan pemikiran radikal dan liberalisasi agama.
- Pemahaman hubungan Islam dengan dunia global dan peradaban modern.
- Metodologi dakwah dan penyebaran Islam secara damai di berbagai negara.
9. Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balaghah)
- Kaidah Nahwu: Struktur jumlah ismiyyah dan jumlah fi’liyyah.
- Ilmu Sharaf: Konjugasi kata kerja dan derivasi kata dalam bahasa Arab klasik.
- Ilmu Balaghah: Badi’, Bayan, Ma’ani dalam memahami keindahan bahasa Arab.
- Pemahaman teks dari kitab gundul (tanpa harakat) untuk analisis keislaman.
10. Kajian Islam Kontemporer
- Hukum Islam dalam dunia modern: Penerapan syariat dalam sistem hukum negara.
- Fatwa Al-Azhar terhadap isu-isu global: Demokrasi, HAM, dan ekonomi Islam.
- Peran perempuan dalam Islam menurut perspektif klasik dan modern.
- Dakwah digital dan pengaruh media sosial terhadap perkembangan pemikiran Islam.
🕌 Koleksi Lengkap Latihan Soal Seleksi Universitas Al-Azhar Kairo Mesir: Tersedia 50 Soal Tes Masuk Al-Azhar Kairo berstandar Kemenag & Markaz Tathwir Al-Azhar yang mencakup Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balaghah), Fiqh Mazhab Syafi’i & Ushul Fiqh, Tafsir, Hadits, serta Tarikh Islam. Buka akordeon jawaban untuk membaca penjelasan terinci!
Tentukan kedudukan i’rab kata yang bergaris bawah pada kalimat berikut: قَرَأَ الطَّالِبُ كِتَابَيْنِ مُفِيدَيْنِ
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Kata كِتَابَيْنِ berkedudukan sebagai maf’ul bih (objek penderita) dari kata kerja قَرَأَ. Karena berbentuk isim tatsniyah (dual), tanda nashab-nya adalah dengan huruf ya’ (ي).
Manakah kalimat berikut yang penulisan harakatnya benar sesuai kaidah ‘Inna wa Akhwatuha’?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Amil nawasikh إِنَّ berfungsi menashabkan isim-nya (isim inna manshub dengan fathah: العِلْمَ) dan merafa’kan khabar-nya (khabar inna marfu’ dengan dhammah: نُورٌ).
Bentuk i’rab dari fi’il mudhari’ dalam kalimat هُمْ لَمْ يَكْتُبُوا الدَّرْسَ adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Kata يَكْتُبُوا termasuk dalam af’alul khamsah (fi’il mudhari’ yang bersambung dengan wawu jama’ah). Karena didahului huruf jazm لَمْ, maka tanda jazm-nya adalah hadzfun nun (dihilangkannya huruf nun: asalnya يَكْتُبُونَ).
Fi’il اِسْتَغْفَرَ mengikuti wazan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Kata اِسْتَغْفَرَ berasal dari akar huruf غ – ف – ر (ghafara) dengan penambahan alif, sin, dan ta’ di awal (ziyadah bi tsalatsati ahruf), sehingga mengikuti wazan اِسْتَفْعَلَ.
Isim fa’il dari fi’il madhi عَلَّمَ (wazan فَعَّلَ) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Untuk fi’il ghairu tsulatsi (di atas 3 huruf), pembentukan isim fa’il dilakukan dengan mengganti huruf mudhari’ menjadi mim berharakat dhammah dan mengkasrah huruf sebelum akhir: يُعَلِّمُ $\implies$ مُعَلِّمٌ.
Pilihlah susunan adad dan ma’dud yang benar untuk menyatakan ’15 siswa laki-laki’:
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Untuk bilangan 13-19, bagian pertama (satuan) berlawanan jenis kelamin dengan ma’dud (karena طَالِباً mudzakkar, maka satuannya muannats: خَمْسَةَ), sedangkan bagian kedua (puluhan) searah (عَشَرَ). Ma’dud-nya berupa isim mufrad manshub sebagai tamyiz: خَمْسَةَ عَشَرَ طَالِباً.
Kedudukan kata ضَاحِكاً dalam kalimat جَاءَ الوَلَدُ ضَاحِكاً adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Kata ضَاحِكاً merupakan isim sifat nakirah manshub yang menerangkan keadaan (kaifiyah) shahibul hal (الوَلَدُ) ketika fi’il جَاءَ terjadi, sehingga berkedudukan sebagai Hal.
Dalam ungkapan: العِلْمُ كَالنُّورِ فِي الهِدَايَةِ, manakah yang berkedudukan sebagai Wajhus Syabah (titik keserupaan)?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: D
Unsur tasybih:
– Musyabbah: العِلْمُ
– Adat Tasybih: الكَاف (كـ)
– Musyabbah bih: النُّورِ
– Wajhus Syabah (sifat persekutuan): فِي الهِدَايَةِ (dalam hal memberi petunjuk).
Contoh ayat Al-Qur’an yang mengandung gaya bahasa Thibaq Ijab (pertemuan dua kata berlawanan makna) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: D
Thibaq adalah perkumpulan dua kata yang maknanya berlawanan dalam satu kalimat: أَيْقَاظاً (bangun) vs رُقُودٌ (tidur); الأَعْمَى (buta) vs البَصِيرُ (melihat). Semua pilihan di atas memuat unsur thibaq.
Harakat yang tepat untuk kata setelah ‘illa’ pada kalimat حَضَرَ الطُّلَّابُ إِلَّا ________ adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Kalimat tersebut termasuk kalam tam mujab (lengkap mustatsna minhu-nya dan tidak didahului huruf nafi). Pada pola kalam tam mujab, mustatsna setelah إِلَّا wajib dibaca manshub: إِلَّا طَالِباً.
Padanan istilah ‘Kecerdasan Buatan’ dalam bahasa Arab modern adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Istilah baku bahasa Arab kontemporer untuk Artificial Intelligence (AI) adalah الذَّكَاءُ الاصْطِنَاعِيُّ.
Fi’il قَالَ termasuk ke dalam kelompok bina’…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Kata قَالَ huruf tengahnya (‘ain fi’il) berupa huruf ‘illat alif yang asalnya adalah wawu (قَوَلَ, mudhari’-nya يَقُولُ), sehingga disebut Bina’ Ajwaf Wawi.
I’rab dari munada dalam seruan يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Munada yang berbentuk mudhaf (bersambung dengan mudhaf ilaih seperti عَبْدَ + الرَّحْمَنِ) wajib berkedudukan manshub dengan fathah.
Kalimat أَمْطَرَتِ السَّمَاءُ نَبَاتاً (Langit menghujankan tanaman) merupakan majaz mursal dengan ‘alaqah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Langit hakikatnya menurunkan air hujan (sebab), sedangkan tanaman adalah akibat (musabbab) yang tumbuh dari air hujan tersebut. Disebutkan akibat tetapi yang dimaksud adalah sebab, maka ‘alaqah-nya adalah Musabbabiyyah.
Tentukan tamyiz dalam kalimat: اشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ كِتَاباً
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Isim mufrad manshub yang jatuh setelah bilangan (adad 11 sampai 99) berfungsi menghilangkan kesamaran jumlah bilangan tersebut dan berstatus sebagai Tamyiz Dzat (Adad) manshub.
Isim makan dari fi’il كَتَبَ adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Dari fi’il tsulatsi mujarrad bab fa’ala-yaf’ulu (كَتَبَ – يَكْتُبُ), isim makan dibentuk mengikuti wazan مَفْعَلٌ, yaitu مَكْتَبٌ (meja tulis / kantor).
Dalam kalimat: جَاءَ الخَلِيفَةُ عُمَرُ, kedudukan kata عُمَرُ adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Kata عُمَرُ merupakan nama orang yang memperjelas gelar/jabatan sebelumnya (الخَلِيفَةُ), di mana keduanya merupakan individu yang sama persis, sehingga berstatus sebagai Badal Muthabiq (Badal Kul min Kul).
Manakah di antara fi’il berikut yang termasuk Af’alur Raja’ (kata kerja pengharapan)?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Af’alur Raja’ adalah kata kerja yang menunjukkan harapan terjadinya khabar, yaitu: عَسَى, حَرَى, dan اخْلَوْلَقَ.
Menurut mazhab Syafi’i, air musta’mal (air yang telah digunakan untuk thaharah wajib dan kurang dari dua qullah) dihukumi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Dalam fiqh Syafi’i, air kurang dari 2 qullah yang telah digunakan mengangkat hadats fardhu dihukumi suci zatnya namun tidak dapat digunakan kembali untuk bersuci (thahir ghairu muthahhir).
Manakah penyebab sujud sahwi yang disebabkan oleh tertinggalnya sunnah ab’adh?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Tasyahud awal dan doa qunut pada shalat Subuh termasuk dalam Sunnah Ab’adh shalat dalam mazhab Syafi’i, yang apabila terlewat dianjurkan diganti dengan sujud sahwi sebelum salam.
Transaksi penukaran 10 gram emas 22 karat dengan 10 gram emas 24 karat secara tunai di tempat dihukumi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Tukar-menukar barang ribawi yang sejenis (emas dengan emas) disyaratkan tamatsul (harus sama persis timbangannya tanpa melihat kualitas/karat) dan taqabudh fi majlisil ‘aqdi. Menukar dengan perbedaan bobot/kadar yang bernilai selisih tergolong riba fadhli.
Nishab zakat emas adalah 20 dinar mitsqal (setara sekitar 85 gram emas murni). Jika telah mencapai nishab dan haul, kadar zakat yang wajib dikeluarkan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Kadar zakat emas dan perak adalah seperempat puluh (rub’ul ‘usyur) atau 2,5% dari total simpanan yang telah haul.
Jika seorang wanita tidak memiliki ayah kandung maupun kakek dari garis ayah, urutan wali nikah terdekat berikutnya menurut mazhab Syafi’i adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Urutan tertib wali nikah dalam mazhab Syafi’i: Ayah kandung $\implies$ Kakek shahih $\implies$ Saudara laki-laki kandung $\implies$ Saudara laki-laki seayah $\implies$ Anak saudara laki-laki kandung $\implies$ Paman kandung.
Sesuatu yang ketiadaannya memastikan ketiadaan hukum, namun keberadaannya tidak memastikan keberadaan hukum disebut…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Definisi Syarat dalam ushul fiqh adalah: مَا يَلْزَمُ مِنْ عَدَمِهِ العَدَمُ وَلَا يَلْزَمُ مِنْ وُجُودِهِ وُجُودٌ وَلَا عَدَمٌ لِذَاتِهِ (Sesuatu yang ketiadaannya menyebabkan hukum tidak ada, namun adanya tidak melazimkan adanya hukum, seperti wudhu terhadap shalat).
Kesepakatan seluruh mujtahid dari kalangan umat Islam pada suatu masa setelah wafatnya Rasulullah SAW atas suatu hukum syar’i disebut…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Secara terminologi ushul fiqh, Ijma’ didefinisikan sebagai kesepakatan para mujtahid umat Muhammad SAW pada suatu era pascawafatnya Nabi atas suatu perkara hukum syar’i.
Kaidah fiqhiyyah: ‘الضَّرَرُ يُزَالُ’ (Kemudaratan harus dihilangkan) bersumber langsung dari hadits Nabi SAW yang berbunyi…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Kaidah kubra ‘Adh-dhararu yuzal’ dirumuskan secara mutlak dari sabda Rasulullah SAW: لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ (Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain).
Hukuman pokok bagi pelaku pembunuhan tersalah (qatlul khatha’) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Pada pembunuhan tersalah (qatlul khatha’), tidak diberlakukan qishash melainkan wajib membayar diyat mukhaffafah (100 ekor unta terbagi 5 kelompok umur) yang dibebankan kepada ‘aqilah dan dapat dicicil selama 3 tahun beserta kaffarah.
Lafazh yang maknanya mencakup seluruh satuan anggota tanpa pembatasan bilangan tertentu disebut lafazh…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Lafazh ‘Amm adalah lafazh yang secara bahasa mencakup seluruh satuan yang pantas dimasukkan ke dalamnya tanpa ada pembatasan kuantitas tertentu (seperti kata كُلُّ, جَمِيعُ, atau isim ma’rifah bi al-jinsiyah).
Di antara karakteristik umum surat Makkiyah secara tematik dan gaya bahasa adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Ciri khas surat Makkiyah adalah ayat-ayatnya pendek, padat, bernada tegas (i’jaz bayan), serta menitikberatkan pada pembinaan aqidah tauhid, bantahan syirik, dan dahsyatnya hari pembalasan.
Kitab klasik paling otoritatif yang mengkhususkan pembahasan asbabun nuzul karya Imam As-Suyuthi adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Karya monumental Imam Jalaluddin As-Suyuthi yang secara spesifik menghimpun riwayat-riwayat sebab turunnya ayat adalah kitab ‘Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul’.
Kitab tafsir karya Imam Ibnu Katsir (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim) digolongkan ke dalam corak…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Tafsir Ibnu Katsir merupakan rujukan utama tafsir bil ma’tsur karena menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, kemudian hadits-hadits marfu’ dengan sanad, atsar sahabat, dan perkataan tabi’in.
Ayat yang menghapus hukum dari ayat sebelumnya sementara teks ayat yang dihapus hukumnya tetap ada dan terbaca dalam mushaf disebut…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Bentuk naskh yang paling banyak terjadi dalam Al-Qur’an adalah naskh al-hukm duna at-tilawah (hukum syariatnya dinasakh, namun lafazh ayatnya tetap abadi dibaca dalam mushaf).
Kitab tafsir ‘Ahkamul Qur’an’ yang sangat masyhur dalam literatur ulama mazhab Syafi’i ditulis oleh…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Imam Ilkiya Al-Harrasi adalah ulama besar mazhab Syafi’i pengarang ‘Ahkamul Qur’an’. (Sedangkan Al-Jashshas bermazhab Hanafi, dan Ibnu Al-‘Arabi serta Al-Qurthubi bermazhab Maliki).
Menurut firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran ayat 7, ayat-ayat Al-Qur’an yang maknanya jelas, tegas, dan menjadi pokok ajaran kitab disebut…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Dalam QS. Ali ‘Imran: 7 disebutkan: هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ. Ayat yang jelas dan tidak ambigu adalah Muhkamat.
Kata الصَّمَدُ dalam surat Al-Ikhlas ayat 2 secara etimologis dan tafsir sahabat bermakna…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Makna As-Shamad sebagaimana ditafsirkan oleh Ibnu Abbas ra adalah: السَّيِّدُ الَّذِي يُصْمَدُ إِلَيْهِ فِي الحَوَائِجِ (Penguasa mutlak yang menjadi tempat bergantung segala makhluk untuk memenuhi seluruh kebutuhan).
Sahabat Nabi yang ditunjuk oleh Khalifah Utsman bin Affan sebagai ketua panitia penyalinan dan kodifikasi mushaf resmi adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Zaid bin Tsabit r.a. diamanahkan sebagai ketua tim kodifikasi mushaf Al-Qur’an pada era Khalifah Abu Bakar dan era Khalifah Utsman bin Affan r.a.
Berikut adalah syarat mutlak sebuah hadits dikategorikan sebagai Hadits Shahih lidzatih, KECUALI…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: D
Syarat hadits shahih mencakup 5 kriteria: sanad bersambung, rawi adil, dhabith sempurna, selamat dari syadz, dan selamat dari ‘illat. Persyaratan jumlah rawi minimal 10 orang adalah kriteria Hadits Mutawatir, bukan hadits shahih.
Perbedaan mendasar antara Hadits Shahih lidzatih dan Hadits Hasan lidzatih terletak pada…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Hadits hasan memenuhi seluruh kriteria hadits shahih, namun perawinya memiliki kadar kedhabithan (hafalan/ketelitian catatan) yang sedikit lebih rendah (khaffad dhabth) dibanding perawi hadits shahih.
Hadits yang gugur atau terputus perawinya pada awal sanad dari sisi mukharrij/pengarang kitab disebut hadits…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Hadits Mu’allaq adalah hadits yang dibuang atau dihilangkan seorang atau beberapa perawinya secara berturut-turut pada awal sanad dari sisi mukharrij.
Kitab kumpulan hadits yang paling tinggi derajat keotentikannya setelah Al-Qur’an secara konsensus ulama ahlus sunnah adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim (Ash-Shahihain) diakui umat Islam sebagai dua kitab paling otentik setelah firman Allah Al-Qur’an Al-Karim.
Hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi pada setiap tingkatan sanad yang menurut logika mustahil mereka bersepakat untuk berdusta disebut…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Definisi mutawatir secara terminologi ilmu musthalah adalah hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak (jam’un ghafir) pada tiap thabaqah sehingga akal mustahil menduga adanya permufakatan bohong.
Hadits pertama dalam kitab Arba’in An-Nawawiyyah yang diriwayatkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Al-Khattab r.a. membahas tentang…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Hadits pertama Arba’in adalah hadits masyhur: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى… yang menjelaskan posisi fundamental niat dalam setiap perbuatan manusia.
Hadits Marfu’ adalah perkataan, perbuatan, persetujuan (taqrir), atau sifat yang disandarkan kepada…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Hadits Marfu’ adalah matan yang disandarkan secara spesifik kepada Nabi Muhammad SAW, baik yang bersifat qauli (ucapan), fi’li (perbuatan), maupun taqriri (persetujuan).
Sifat wajib bagi Allah ‘Mukhalafatuhu lil hawaditsi’ memiliki makna secara esensial bahwa…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
‘Mukhalafatuhu Ta’ala lil hawaditsi’ bermakna Allah Ta’ala mutlak berbeda dari segala hal yang baharu (makhluk), baik dalam esensi zat, sifat-sifat keagungan, maupun perbuatan-Nya.
Asmaul Husna ‘Al-Qayyum’ mengandung arti…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Al-Qayyum artinya Yang Maha Mengurus ciptaan-Nya secara sempurna, berdiri sendiri tanpa butuh kepada siapapun, sedangkan seluruh alam membutuhkan rahmat dan pemeliharaan-Nya.
Perang Riddah yang menumpas orang-orang murtad dan nabi palsu (Musailamah Al-Kadzdzab) dipimpin pada masa kekhalifahan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perang Riddah dilancarkan oleh Khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., untuk menjaga keutuhan Islam dari rongrongan kelompok murtad, pembangkang zakat, dan nabi-nabi palsu pascawafatnya Rasulullah SAW.
Universitas dan Masjid Al-Azhar di Kairo didirikan pertama kali pada masa pemerintahan Dinasti…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Masjid dan pusat pengajaran Al-Azhar didirikan di Kairo pada tahun 970-972 M oleh panglima Jauhar As-Shiqilli di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Mu’izz li Dinillah dari Dinasti Fathimiyah, sebelum kemudian dialihkan secara konsisten ke manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah pada masa Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi.
Peristiwa Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah secara damai oleh Rasulullah SAW dan kaum muslimin) terjadi pada tahun…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Fathu Makkah terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 Hijriyah setelah kaum kafir Quraisy melanggar butir-butir Perjanjian Hudaibiyyah.
Baitul Hikmah, pusat perpustakaan dan penerjemahan ilmu pengetahuan terbesar dunia Islam pada masa klasik, mencapai puncak kejayaannya pada masa Khalifah Daulah Abbasiyah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pusat peradaban dan riset Baitul Hikmah di Baghdad didirikan dan dikembangkan secara masif pada era kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya, Al-Ma’mun.
Menurut manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah dan Maturidiyah), manusia memiliki…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Ahlus Sunnah wal Jama’ah berada di posisi tawasuth (moderat) antara Jabariyyah dan Qadariyyah: Manusia memiliki ikhtiar dan daya usaha (Kasb), namun seluruh perbuatan dan akibatnya tetap di bawah takdir dan kehendak mutlak Allah SWT.
Panduan Sukses Lolos Seleksi Masuk Universitas Al-Azhar Kairo
Untuk menembus ketatnya persaingan seleksi beasiswa maupun non-beasiswa Kementerian Agama (Kemenag) dan Pusat Studi Islam Al-Azhar (Pusiba), perhatikan langkah-langkah strategis berikut:
- Penguasaan Tata Bahasa Arab (Nahwu & Sharaf): Ujian seleksi Al-Azhar menuntut ketepatan analisis i’rab (kedudukan harakat akhir kata) dan penguasaan wazan bentuk kata secara mendalam. Pelajari kembali kitab matan dasar seperti Al-Ajurrumiyyah dan Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah.
- Kaji Matan Fiqh Mazhab Syafi’i: Sebagian besar materi fiqh Al-Azhar mengacu pada kitab-kitab induk mazhab Syafi’i (seperti Fathul Qarib, Ghayatut Taqrib, dan Kifayatul Akhyar). Pahami batasan rukun, syarat, hal-hal yang membatalkan, serta dalil kaidah fiqhiyyah.
- Latihan Membaca Teks Arab Gundul (Tanpa Harakat): Biasakan diri membaca artikel wacana kontemporer berbahasa Arab gundul untuk memperkaya mufradat (kosakata ilmiah modern) dan mempercepat pemahaman konteks soal.
Bagikan bank soal ini kepada sahabat dan rekan santri pejuang studi di negeri para nabi!