50+ Soal Tes Masuk Jurusan Fisika MIPA Lengkap Pembahasan & Kisi-Kisi

Share ke:
100 Soal Tes Masuk Jurusan Fisika + Pembahasan

Program Studi Fisika merupakan bidang ilmu yang Mengkaji sifat-sifat materi, energi, dan bagaimana keduanya saling berinteraksi. Mahasiswa jurusan ini akan mempelajari berbagai konsep dasar fisika, matematika, serta aplikasi fisika dalam teknologi. Dalam seleksi masuk perguruan tinggi, calon mahasiswa Fisika harus memiliki pemahaman kuat dalam matematika, fisika, dan kemampuan analisis.

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Fisika

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Fisika

Berikut ini adalah kisi-kisi materi fisika yang dapat digunakan sebagai panduan belajar dan persiapan evaluasi.

  • Gerak dan Kinematika
    Menilai kemampuan dalam memahami jenis-jenis gerak seperti gerak lurus dan melingkar, serta menginterpretasi grafik hubungan posisi, kecepatan, dan percepatan terhadap waktu.
  • Dinamika dan Hukum Newton
    Menggunakan Hukum Newton untuk menjelaskan hubungan antara gaya, massa, dan percepatan, serta gerak benda di berbagai bidang.
  • Usaha dan Energi
    Menjelaskan keterkaitan usaha terhadap energi kinetik serta energi potensial, dan mengenali hukum kekal energi serta perhitungan efisiensi dalam sistem mekanik.
  • Momentum dan Impuls
    Mengkaji prinsip kekekalan momentum, menganalisis tumbukan lenting dan tidak lenting, serta penggunaan konsep impuls dalam fenomena sehari-hari.
  • Fluida Statis dan Dinamis
    Memahami tekanan dalam zat cair, hukum Archimedes, dan prinsip Bernoulli dalam aliran fluida.
  • Termodinamika
    Membahas perubahan suhu dan kalor, kapasitas kalor, serta hukum-hukum termodinamika dalam perubahan energi.
  • Getaran dan Gelombang
    Mempelajari karakteristik getaran dan jenis gelombang, serta fenomena gelombang seperti interferensi dan resonansi.
  • Optik Geometri dan Optik Fisis
    Menjelaskan pemantulan, pembiasan, pembentukan bayangan, serta difraksi dan interferensi cahaya.
  • Listrik Statis dan Arus Listrik
    Memahami konsep muatan, medan dan potensial listrik, hukum Ohm, dan hukum Kirchhoff dalam rangkaian listrik.
  • Magnet dan Induksi Elektromagnetik
    Mempelajari medan magnet, gaya Lorentz, serta prinsip kerja alat-alat listrik berdasarkan induksi elektromagnetik.
  • Fisika Modern
    Memahami teori relativitas khusus, sifat dualisme partikel-gelombang, efek fotolistrik, dan model atom modern.
  • Radioaktivitas dan Nuklir
    Menelaah peluruhan radioaktif, konsep waktu paruh, serta proses fisi dan fusi nuklir.
  • Konsep Vektor dan Analisis Gerak
    Menerapkan operasi vektor dalam analisis gaya dan gerak dua dimensi.
  • Matematika dalam Fisika
    Menggunakan dasar-dasar aljabar, trigonometri, kalkulus, dan grafik dalam penyelesaian persoalan fisika.
  • Hukum Kekekalan dalam Berbagai Sistem
    Menilai pemahaman tentang prinsip kekekalan energi, momentum, dan muatan dalam berbagai sistem fisika.
  • Pengukuran dan Ketidakpastian
    Mengukur kemampuan dalam membaca alat ukur, menulis angka penting, dan menentukan ketidakpastian eksperimen.
  • Energi dan Lingkungan
    Menjelaskan tentang energi alternatif, perubahan iklim, serta cara kerja pembangkit energi.
  • Penerapan Konsep Fisika dalam Teknologi
    Menelusuri pemanfaatan fisika dalam perangkat teknologi seperti semikonduktor, sensor, dan alat medis.
  • Metode Ilmiah dan Eksperimen Fisika
    Menilai pemahaman tentang desain eksperimen, analisis data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pengamatan.
  • Tokoh-Tokoh Sejarah Fisika
    Mengetahui kontribusi tokoh besar seperti Newton, Faraday, Einstein, dan Planck dalam perkembangan ilmu fisika.

Kumpulan 50+ Soal Tes Masuk Jurusan Fisika Lengkap Pembahasan

📘 Bank Soal Tes Masuk Jurusan Fisika MIPA & Sains Terapan Terlengkap: Di bawah ini disajikan 53 Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Fisika MIPA Lengkap Pembahasan & Kisi-Kisi yang mencakup Mekanika Klasik, Kinematika, Dinamika & Hukum Newton (1-15), Termodinamika, Gelombang, Bunyi & Optika (16-28), Listrik Statis & Dinamis, Medan Magnet & Induksi Elektromagnetik (29-41), serta Fisika Modern, Struktur Atom, Relativitas & Logika Eksperimen Fisika (42-53). Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk meninjau pembahasannya!

Soal #1 • Kinematika Vektor (Posisi, Kecepatan & Percepatan)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah partikel bergerak dalam bidang XY dengan persamaan posisi r(t) = (3t² – 2t) i + (2t³ – 4t) j (r dalam meter, t dalam sekon). Besar percepatan total partikel saat t = 2 s adalah…

A. 24,7 m/s²
B. 22,5 m/s²
C. 18,0 m/s²
D. 30,0 m/s²
E. 20,4 m/s²

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kecepatan partikel merupakan turunan pertama vektor posisi terhadap waktu:
v(t) = dr/dt = (6t – 2) i + (6t² – 4) j
Percepatan partikel merupakan turunan kedua vektor posisi:
a(t) = dv/dt = 6 i + 12t j
Pada t = 2 s:
a(2) = 6 i + 12(2) j = 6 i + 24 j (m/s²)
Besar vektor percepatan total:
|a| = √(6² + 24²) = √(36 + 576) = √612 ≈ 24,74 m/s².

Soal #2 • Kinematika (Gerak Parabola & Ledakan di Titik Puncak)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah proyektil ditembakkan dengan kecepatan awal v₀ = 50 m/s pada sudut elevasi 60° terhadap horizontal. Tepat di titik puncak lintasan, proyektil meledak terbelah menjadi dua fragmen identik sama massa tanpa gaya luar horizontal. Jika fragmen pertama jatuh bebas vertikal (v₁x = 0), kelajuan fragmen kedua sesaat setelah ledakan adalah…

A. 50 m/s mendatar
B. 25 m/s mendatar
C. 75 m/s mendatar
D. 100 m/s mendatar
E. 0 m/s

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Di puncak lintasan, kecepatan awal peluru murni mendatar:
v_x = v₀ cos 60° = 50 × 0,5 = 25 m/s.
Karena ledakan bersifat internal, berlaku Hukum Kekekalan Momentum mendatar:
m_total · v_x = m₁ · v₁x + m₂ · v₂x
Karena m₁ = m₂ = 0,5 m_total dan fragmen 1 jatuh bebas vertikal (v₁x = 0):
m(25) = 0,5m(0) + 0,5m · v₂x
v₂x = 25 / 0,5 = 50 m/s (horizontal maju searah gerak awal).

Soal #3 • Dinamika Gerak Melingkar (Ayunan Konis)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah bandul bermassa m digantungkan pada tali tak elastis sepanjang L yang membentuk ayunan konis dengan simpangan sudut konstan θ terhadap sumbu vertikal. Jika g adalah percepatan gravitasi, maka kecepatan sudut (ω) putaran bandul tersebut dirumuskan oleh…

A. √(g / (L cos θ))
B. √(g / (L sin θ))
C. √(g tan θ / L)
D. √(g cos θ / L)
E. √(g / L)

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Analisis gaya pada bandul ayunan konis:
1) Arah vertikal (keseimbangan statis): T cos θ = m g ⇒ T = m g / cos θ.
2) Arah horizontal (gaya sentripetal): T sin θ = m ω² R.
Jari-jari lintasan lingkaran horizontal: R = L sin θ.
Substitusikan T dan R:
(m g / cos θ) sin θ = m ω² (L sin θ)
g / cos θ = ω² L ⇒ ω² = g / (L cos θ) ⇒ ω = √(g / (L cos θ)).

Soal #4 • Hukum Newton II (Balok Bertumpuk & Gesekan)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Balok A (massa 2 kg) ditaruh di atas balok B (massa 6 kg) yang terletak di atas lantai horizontal licin tanpa gesekan. Koefisien gesekan statis antara balok A dan balok B adalah μs = 0,4. Jika balok B ditarik dengan gaya horizontal F, besar gaya tarik F maksimum agar balok A tidak tergelincir dari balok B adalah… (g = 10 m/s²)

A. 32 N
B. 24 N
C. 40 N
D. 16 N
E. 48 N

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gaya gesek statis maksimum pada balok A:
f_s(max) = μs · N_A = μs · m_A · g = 0,4 × 2 × 10 = 8 N.
Percepatan maksimum yang dapat dialami balok A tanpa slip:
a_max = f_s(max) / m_A = 8 / 2 = 4 m/s².
Karena kedua balok bergerak bersama-sama dengan percepatan a_max:
F_max = (m_A + m_B) · a_max = (2 + 6) × 4 = 8 × 4 = 32 N.

Soal #5 • Dinamika Katrol Majemuk (Katrol Tetap & Bebas)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Balok 1 bermassa m₁ = 4 kg diletakkan pada meja datar licin dan dihubungkan seutas tali melalui katrol tetap licin ke katrol bebas yang menggantungkan beban m₂ = 6 kg. Hubungan percepatan gerak adalah a₁ = 2 a₂. Percepatan turunnya balok 2 (a₂) saat sistem dilepas bebas adalah… (g = 10 m/s²)

A. 2,73 m/s²
B. 3,33 m/s²
C. 4,28 m/s²
D. 5,00 m/s²
E. 1,85 m/s²

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persamaan gerak sistem katrol majemuk:
1) Balok 1 pada meja licin: T₁ = m₁ a₁ = 4(2 a₂) = 8 a₂.
2) Katrol bebas menahan beban m₂ dengan dua untai tali tegangan T₁:
m₂ g – 2 T₁ = m₂ a₂
6(10) – 2(8 a₂) = 6 a₂
60 – 16 a₂ = 6 a₂ ⇒ 22 a₂ = 60 ⇒ a₂ = 60 / 22 ≈ 2,73 m/s².

Soal #6 • Teorema Usaha-Energi (Gaya Variabel Satu Dimensi)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah partikel bermassa 3 kg mula-mula diam di x = 0 pada lantai mendatar licin. Partikel ditarik oleh gaya mendatar yang berubah terhadap posisi menurut persamaan F(x) = (6x² – 4x + 8) N (x dalam meter). Kelajuan partikel saat mencapai posisi x = 2 m adalah…

A. 4,0 m/s
B. 6,0 m/s
C. 8,0 m/s
D. 5,2 m/s
E. 3,5 m/s

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Usaha oleh gaya variabel merupakan integral gaya terhadap posisi:
W = ∫[0 hingga 2] (6x² – 4x + 8) dx
W = [2x³ – 2x² + 8x] dari 0 ke 2
W = (2(2³) – 2(2²) + 8(2)) – 0 = (16 – 8 + 16) = 24 Joule.
Teorema Usaha – Energi Kinetik (W = ΔEk):
W = ½ m (v² – v₀²)
24 = ½ (3) (v² – 0) ⇒ 1,5 v² = 24 ⇒ v² = 16 ⇒ v = 4,0 m/s.

Soal #7 • Kekekalan Energi Mekanik (Looping Vertikal Melingkar)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah bola kecil bermassa m meluncur tanpa gesekan dari suatu ketinggian h pada talang dan memasuki loop vertikal lingkaran berjari-jari R. Ketinggian minimum pelepasan bola (h) agar mampu melewati puncak loop tanpa terlepas dari lintasan adalah…

A. 2,5 R
B. 2,0 R
C. 3,0 R
D. 1,5 R
E. 3,5 R

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Syarat kritis agar bola tidak terlepas di titik puncak loop (ketinggian 2R) adalah gaya normal N ≥ 0.
Pada batas N = 0: m g = m v_puncak² / R ⇒ v_puncak² = g R.
Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi Mekanik antara titik awal (tinggi h) dan puncak loop (tinggi 2R):
m g h = m g (2R) + ½ m v_puncak²
g h = 2 g R + ½ (g R) = 2,5 g R ⇒ h = 2,5 R.

Soal #8 • Momentum & Tumbukan (Koefisien Restitusi)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah bola dijatuhkan bebas dari ketinggian h₁ = 16 m ke lantai keras dan memantul vertikal setinggi h₂ = 9 m. Jika karakteristik elastisitas tumbukan konstan, tinggi pantulan kedua (h₃) setelah mengenai lantai lagi adalah…

A. 5,06 m
B. 6,25 m
C. 4,50 m
D. 3,75 m
E. 5,76 m

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Koefisien restitusi antara bola dan lantai:
e = √(h₂ / h₁) = √(9 / 16) = 3/4 = 0,75.
Untuk pantulan berikutnya:
e = √(h₃ / h₂) ⇒ h₃ = h₂ · e²
h₃ = 9 × (3/4)² = 9 × (9/16) = 81 / 16 = 5,0625 m ≈ 5,06 m.

Soal #9 • Pusat Massa Sistem Benda Partikel
Standar Masuk Jurusan Fisika

Tiga partikel diletakkan pada sistem koordinat kartesius bidang XY: m₁ = 2 kg pada (0, 0), m₂ = 3 kg pada (4, 0), dan m₃ = 5 kg pada (2, 6). Titik koordinat pusat massa ketiga partikel tersebut berada di…

A. (2,2 ; 3,0)
B. (2,0 ; 3,2)
C. (2,4 ; 2,8)
D. (3,0 ; 2,5)
E. (1,8 ; 3,5)

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Massa total sistem: M = 2 + 3 + 5 = 10 kg.
Absis pusat massa: X_pm = (m₁ x₁ + m₂ x₂ + m₃ x₃) / M
X_pm = (2(0) + 3(4) + 5(2)) / 10 = (0 + 12 + 10) / 10 = 22 / 10 = 2,2.
Ordinat pusat massa: Y_pm = (m₁ y₁ + m₂ y₂ + m₃ y₃) / M
Y_pm = (2(0) + 3(0) + 5(6)) / 10 = (0 + 0 + 30) / 10 = 30 / 10 = 3,0.
Koordinat pusat massa adalah (2,2 ; 3,0).

Soal #10 • Dinamika Rotasi (Teorema Sumbu Sejajar Momen Inersia)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah batang homogen bermassa M dan panjang L memiliki momen inersia pusat massa I_pm = (1/12) M L². Momen inersia batang jika diputar melalui poros sejajar yang berjarak (1/4) L dari salah satu ujung batang adalah…

A. (7/48) M L²
B. (1/16) M L²
C. (5/48) M L²
D. (1/3) M L²
E. (11/48) M L²

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pusat massa batang homogen terletak di titik tengah, yaitu pada jarak (1/2) L dari ujung.
Jarak antara poros baru dan pusat massa:
d = |(1/2) L – (1/4) L| = (1/4) L.
Berdasarkan Teorema Sumbu Sejajar (Teorema Steiner):
I = I_pm + M d²
I = (1/12) M L² + M ((1/4) L)² = (1/12) M L² + (1/16) M L²
Samakan penyebut ke 48: I = (4/48 + 3/48) M L² = (7/48) M L².

Soal #11 • Gerak Menggelinding Murni (Bidang Miring)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah bola pejal bermassa M dan jari-jari R (momen inersia I = 2/5 M R²) menggelinding murni tanpa slip menuruni bidang miring bersudut θ terhadap horizontal. Percepatan linier pusat massanya adalah…

A. (5/7) g sin θ
B. (2/5) g sin θ
C. (3/5) g sin θ
D. (5/9) g sin θ
E. (2/7) g sin θ

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persamaan translasi: M g sin θ – f_s = M a.
Persamaan rotasi: τ = f_s · R = I α = (2/5 M R²) (a / R) ⇒ f_s = 2/5 M a.
Substitusi nilai f_s ke persamaan translasi:
M g sin θ – 2/5 M a = M a
M g sin θ = (1 + 2/5) M a = (7/5) M a
a = (5/7) g sin θ.

Soal #12 • Kekekalan Momentum Sudut
Standar Masuk Jurusan Fisika

Seorang penari balet berputar dengan kecepatan sudut awal ω₁ saat kedua lengannya direntangkan. Saat ia mendekap tangannya ke dada, momen inersianya mengecil menjadi 50% dari nilai awal (I₂ = 0,5 I₁). Rasio energi kinetik rotasi akhir terhadap awal (Ek₂ : Ek₁) adalah…

A. 2 : 1
B. 1 : 2
C. 4 : 1
D. 1 : 1
E. √2 : 1

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tidak ada torsi luar yang bekerja, sehingga momentum sudut kekal:
L₁ = L₂ ⇒ I₁ ω₁ = I₂ ω₂
I₁ ω₁ = 0,5 I₁ ω₂ ⇒ ω₂ = 2 ω₁.
Energi kinetik rotasi: Ek = ½ I ω²:
Ek₂ / Ek₁ = (½ I₂ ω₂²) / (½ I₁ ω₁²) = (0,5 I₁ × (2 ω₁)²) / (I₁ × ω₁²)
Ek₂ / Ek₁ = (0,5 × 4) / 1 = 2 / 1 = 2 : 1.

Soal #13 • Gravitasi Newton & Hukum Kepler III
Standar Masuk Jurusan Fisika

Satelit penelitian mengorbit Bumi pada lintasan melingkar dengan ketinggian h = R dari permukaan Bumi (R = jari-jari Bumi). Jika periode orbit satelit yang berada tepat di permukaan Bumi adalah T₀, periode orbit satelit tersebut adalah…

A. 2√2 T₀
B. 2 T₀
C. 4 T₀
D. √2 T₀
E. 8 T₀

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Berdasarkan Hukum III Kepler: T² ∝ r³.
Jari-jari orbit di permukaan Bumi: r₀ = R.
Jari-jari orbit di ketinggian h = R: r = R + R = 2R.
(T / T₀)² = (r / r₀)³ = (2R / R)³ = 2³ = 8.
T / T₀ = √8 = 2√2 ⇒ T = 2√2 T₀.

Soal #14 • Osilasi Harmonik Sederhana (Pegas Gabungan)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Dua pegas identik masing-masing berkonstanta k dirangkai paralel, lalu diserikan dengan pegas ketiga yang juga berkonstanta k. Sistem pegas ini digantungi beban m. Frekuensi sudut osilasi getaran harmonik beban adalah…

A. √(2k / (3m))
B. √(3k / (2m))
C. √(k / (3m))
D. √(2k / m)
E. √(k / (2m))

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dua pegas paralel memiliki konstanta: k_p = k + k = 2k.
Dirangkai seri dengan pegas ketiga (k):
1 / k_eff = 1 / k_p + 1 / k = 1 / (2k) + 2 / (2k) = 3 / (2k) ⇒ k_eff = 2k / 3.
Frekuensi sudut osilasi bandul pegas:
ω = √(k_eff / m) = √((2k / 3) / m) = √(2k / (3m)).

Soal #15 • Kesetimbangan Benda Tegar & Torsi Batang
Standar Masuk Jurusan Fisika

Batang homogen AB panjang 4 m dan berat 120 N dipasang engsel di A pada dinding vertikal. Ujung B ditahan tali horizontal ke dinding sehingga batang membentuk sudut 53° terhadap lantai horizontal (sin 53° = 0,8; cos 53° = 0,6). Tegangan tali penahan adalah…

A. 45 N
B. 60 N
C. 80 N
D. 90 N
E. 75 N

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Terapkan syarat kesetimbangan torsi terhadap titik engsel A (Στ_A = 0):
Torsi akibat gaya berat batang (bekerja di L/2 = 2 m):
τ_W = W · (L/2) · cos 53° (searah jarum jam).
Torsi akibat tegangan tali mendatar T (bekerja di ujung L = 4 m dengan lengan vertikal L sin 53°):
τ_T = T · L · sin 53° (berlawanan jarum jam).
T · L · sin 53° = W · (L/2) · cos 53°
T = W · cos 53° / (2 sin 53°) = 120 × 0,6 / (2 × 0,8) = 72 / 1,6 = 45 N.

Soal #16 • Teori Kinetik Gas (Kelajuan Efektif RMS)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Kelajuan efektif molekul gas diatomik (v_rms) pada suhu 27°C adalah v₀. Jika suhu mutlak gas dinaikkan menjadi 327°C, maka kelajuan efektif molekul gas berubah menjadi…

A. √2 v₀
B. 2 v₀
C. 4 v₀
D. 1,5 v₀
E. 0,5√2 v₀

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kelajuan rata-rata efektif kuadrat (RMS) gas ideal:
v_rms = √(3 R T / M).
Suhu mutlak awal: T₁ = 27 + 273 = 300 K.
Suhu mutlak akhir: T₂ = 327 + 273 = 600 K.
v₂ / v₁ = √(T₂ / T₁) = √(600 / 300) = √2 ⇒ v₂ = √2 v₀.

Soal #17 • Termodinamika (Efisiensi Mesin Kalor Carnot)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Mesin Carnot beroperasi antara reservoir suhu T_H = 600 K dan T_C = 300 K dengan efisiensi 50%. Jika suhu reservoir tinggi dinaikkan menjadi 800 K dan suhu reservoir rendah dijaga konstan, efisiensi mesin Carnot menjadi…

A. 62,5%
B. 66,7%
C. 75,0%
D. 55,0%
E. 70,0%

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Efisiensi mesin Carnot dirumuskan oleh:
η = 1 – (T_C / T_H).
Pada kondisi baru dengan T_H’ = 800 K dan T_C = 300 K:
η’ = 1 – (300 / 800) = 1 – 0,375 = 0,625 atau 62,5%.

Soal #18 • Proses Termodinamika (Ekspansi Adiabatik)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Satu mol gas ideal monoatomik (γ = 5/3) berekspansi adiabatik kuasistatis dari volume V₁ ke volume V₂ = 8 V₁. Jika suhu awal gas adalah T₁, maka suhu akhir gas T₂ adalah…

A. 0,25 T₁
B. 0,50 T₁
C. 0,125 T₁
D. 0,75 T₁
E. 0,0625 T₁

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hukum Poisson untuk proses adiabatik gas ideal:
T₁ V₁^(γ – 1) = T₂ V₂^(γ – 1).
Dengan γ = 5/3, maka γ – 1 = 2/3.
T₂ = T₁ (V₁ / V₂)^(2/3) = T₁ (1 / 8)^(2/3) = T₁ ((1/2)³)^(2/3) = T₁ (1/2)² = 0,25 T₁.

Soal #19 • Termodinamika (Hukum II & Perubahan Entropi)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebanyak 273 gram es bersuhu 0°C melebur seluruhnya menjadi air pada suhu yang sama. Jika kalor lebur es L = 3,33 × 10⁵ J/kg, perubahan entropi sistem selama peleburan adalah…

A. +333 J/K
B. +273 J/K
C. +1220 J/K
D. -333 J/K
E. +910 J/K

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kalor yang diserap es selama proses peleburan isotermal (T = 0°C = 273 K):
Q = m · L = 0,273 kg × 3,33 × 10⁵ J/kg = 90.909 Joule.
Perubahan entropi reversibel:
ΔS = Q / T = 90.909 J / 273 K ≈ +333 J/K.

Soal #20 • Perpindahan Kalor Konduksi Sambungan Logam
Standar Masuk Jurusan Fisika

Dua batang logam A dan B yang memiliki dimensi luas dan panjang identik disambung berseri. Konduktivitas termal logam A adalah dua kali konduktivitas logam B (k_A = 2 k_B). Jika ujung bebas logam A bersuhu 100°C dan ujung bebas logam B bersuhu 25°C, suhu pada bidang sambungan dalam keadaan tunak adalah…

A. 75°C
B. 62,5°C
C. 50°C
D. 80°C
E. 70°C

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Laju konduksi kalor pada keadaan tunak bernilai sama di kedua batang (H_A = H_B):
k_A · A (T_A – T_sambungan) / L = k_B · A (T_sambungan – T_B) / L.
2 k_B (100 – T_s) = k_B (T_s – 25)
200 – 2 T_s = T_s – 25 ⇒ 3 T_s = 225 ⇒ T_s = 75°C.

Soal #21 • Persamaan Gelombang Mekanik Berjalan
Standar Masuk Jurusan Fisika

Persamaan simpangan gelombang transversal pada tali dinyatakan oleh y = 0,05 sin(8π t – 4π x), dengan x dan y dalam meter serta t dalam sekon. Cepat rambat dan arah perambatan gelombang adalah…

A. 2 m/s ke sumbu X positif
B. 2 m/s ke sumbu X negatif
C. 0,5 m/s ke sumbu X positif
D. 4 m/s ke sumbu X positif
E. 8 m/s ke sumbu X negatif

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bentuk baku gelombang: y = A sin(ω t – k x).
Dari persamaan: ω = 8π rad/s dan k = 4π rad/m.
Cepat rambat gelombang: v = ω / k = 8π / 4π = 2 m/s.
Tanda negatif (-) di depan variabel spasial x menandakan gelombang bergerak menuju sumbu X positif.

Soal #22 • Gelombang Stasioner (Tali Ujung Terikat)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Gelombang stasioner terbentuk pada tali sepanjang 2 m dengan ujung terikat. Jika panjang gelombangnya λ = 40 cm, jarak simpul ke-3 diukur dari ujung terikat adalah…

A. 40 cm
B. 20 cm
C. 30 cm
D. 50 cm
E. 60 cm

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada pemantulan ujung terikat, titik ujung ikat merupakan simpul pertama (n = 1 pada x = 0).
Jarak simpul ke-n dari ujung pemantul dirumuskan:
x_s = (n – 1) · (λ / 2).
Untuk simpul ke-3 (n = 3):
x_s3 = (3 – 1) · (40 / 2) = 2 · 20 = 40 cm.

Soal #23 • Efek Doppler Gelombang Bunyi
Standar Masuk Jurusan Fisika

Ambulans melaju dengan kecepatan 20 m/s membunyikan sirine frekuensi 680 Hz menuju tebing vertikal tegak lurus. Cepat rambat bunyi di udara adalah 340 m/s. Frekuensi pelayangan bunyi yang didengar sopir ambulans akibat perpaduan bunyi sirine asli dan pantulan tebing adalah…

A. 85 Hz
B. 42,5 Hz
C. 70 Hz
D. 95 Hz
E. 50 Hz

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
1) Frekuensi yang diterima tebing (tebing diam, sumber mendekat):
f_tebing = (v / (v – v_s)) f₀ = (340 / (340 – 20)) × 680 = (340 / 320) × 680 = 722,5 Hz.
2) Tebing memantulkan gelombang dengan f = 722,5 Hz. Sopir ambulans bergerak mendekati tebing (pendengar mendekat):
f_pantul = ((v + v_p) / v) f_tebing = ((340 + 20) / 340) × 722,5 = (360 / 340) × 722,5 = 765 Hz.
3) Frekuensi layangan: f_pelayangan = |f_pantul – f₀| = |765 – 680| = 85 Hz.

Soal #24 • Taraf Intensitas Bunyi (Kombinasi Sumber & Jarak)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Taraf intensitas bunyi 1 buah mesin bor pada jarak 2 meter adalah 80 dB. Jika 100 mesin bor serupa bekerja serentak dan didengarkan pada jarak 20 meter, taraf intensitas total yang terdeteksi adalah…

A. 80 dB
B. 100 dB
C. 90 dB
D. 70 dB
E. 85 dB

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hubungan taraf intensitas terhadap penambahan jumlah sumber (n) dan perubahan jarak (r₁ ke r₂):
TI_akhir = TI_awal + 10 log(n) – 20 log(r₂ / r₁)
TI_akhir = 80 + 10 log(100) – 20 log(20 / 2)
TI_akhir = 80 + 10(2) – 20 log(10) = 80 + 20 – 20(1) = 80 dB.

Soal #25 • Resonansi Pipa Organa (Terbuka vs Tertutup)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Pipa organa terbuka (POB) dengan panjang L₁ beresonansi pada nada atas pertamanya. Frekuensi ini sama persis dengan frekuensi nada atas kedua pipa organa tertutup (POT) dengan panjang L₂. Perbandingan panjang L₁ : L₂ adalah…

A. 4 : 5
B. 5 : 4
C. 2 : 5
D. 1 : 2
E. 3 : 4

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Frekuensi nada atas ke-1 pipa organa terbuka (POB): f₁_POB = 2(v / (2 L₁)) = v / L₁.
Frekuensi nada atas ke-2 pipa organa tertutup (POT): f₂_POT = (2(2) + 1)(v / (4 L₂)) = 5 v / (4 L₂).
Karena f₁_POB = f₂_POT:
v / L₁ = 5 v / (4 L₂) ⇒ 1 / L₁ = 5 / (4 L₂) ⇒ L₁ / L₂ = 4 / 5 atau 4 : 5.

Soal #26 • Optika Geometri (Pembiasan Lensa dalam Medium)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Lensa cembung tipis berjarak fokus 20 cm di udara (n_udara = 1) terbuat dari kaca dengan indeks bias n_k = 1,5. Jika lensa tersebut dicelupkan ke dalam bejana berisi zat cair dengan indeks bias n_cair = 4/3, jarak fokus lensa di dalam zat cair menjadi…

A. 80 cm
B. 40 cm
C. 60 cm
D. 30 cm
E. 100 cm

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Formula pembuat lensa:
1/f = ((n_lensa / n_medium) – 1) × (1/R₁ – 1/R₂)
Di udara: 1/f_u = ((1,5 / 1) – 1) K = 0,5 K ⇒ K = 2 / f_u.
Di zat cair: 1/f_cair = ((1,5 / (4/3)) – 1) K = ((9/8) – 1) K = (1/8) K.
Substitusikan K: 1/f_cair = (1/8) × (2 / f_u) = 1 / (4 f_u) ⇒ f_cair = 4 f_u = 4 × 20 cm = 80 cm.

Soal #27 • Interferensi Cahaya (Celah Ganda Young)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Pada percobaan celah ganda Young, cahaya monokromatik dengan panjang gelombang λ₁ = 600 nm menghasilkan jarak antar garis terang berdekatan sebesar 3,0 mm. Jika panjang gelombang diganti menjadi λ₂ = 400 nm sementara jarak celah dan layar dijaga konstan, jarak antar garis terang baru adalah…

A. 2,0 mm
B. 1,5 mm
C. 2,5 mm
D. 4,5 mm
E. 1,8 mm

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jarak antar garis pola terang berdekatan: Δy = λ L / d.
Karena L dan d tetap konstan, maka Δy sebanding langsung dengan λ:
Δy₂ / Δy₁ = λ₂ / λ₁
Δy₂ / 3,0 mm = 400 nm / 600 nm = 2/3 ⇒ Δy₂ = 3,0 × (2/3) = 2,0 mm.

Soal #28 • Polarisasi Cahaya (Hukum Malus)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Cahaya tak terpolarisasi berintensitas I₀ dilewatkan berturut-turut pada dua polarisator ideal. Sumbu transmisi kedua polarisator membentuk sudut 60°. Intensitas akhir berkas cahaya yang keluar adalah…

A. 0,125 I₀
B. 0,250 I₀
C. 0,500 I₀
D. 0,0625 I₀
E. 0,375 I₀

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
1) Berkas cahaya tak terpolarisasi setelah menembus polarisator pertama kehilangan separuh intensitasnya:
I₁ = ½ I₀.
2) Menurut Hukum Malus, saat menembus analisator kedua dengan sudut θ = 60°:
I₂ = I₁ cos²(60°) = (½ I₀) × (½)² = (½ I₀) × ¼ = 1/8 I₀ = 0,125 I₀.

Soal #29 • Hukum Coulomb & Titik Kuat Medan Listrik Nol
Standar Masuk Jurusan Fisika

Dua muatan titik q₁ = +q dan q₂ = +9q berada pada jarak pemisah d. Titik di sepanjang garis hubung kedua muatan yang memiliki kuat medan listrik total sama dengan nol berada pada jarak…

A. d / 4 dari q₁
B. d / 3 dari q₁
C. d / 10 dari q₁
D. d / 2 dari q₁
E. 3d / 4 dari q₁

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Misalkan titik tersebut berjarak x dari q₁ (sehingga berjarak d – x dari q₂):
E₁ = E₂ ⇒ k q₁ / x² = k q₂ / (d – x)²
q / x² = 9q / (d – x)² ⇒ Tarik akar kedua ruas:
1 / x = 3 / (d – x) ⇒ d – x = 3x ⇒ 4x = d ⇒ x = d / 4 dari muatan q₁.

Soal #30 • Hukum Gauss & Bola Konduktor Berongga
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah bola konduktor pejal berongga dengan jari-jari R diberi muatan listrik +Q. Besar kuat medan listrik (E) dan potensial listrik (V) pada jarak r < R (di dalam rongga bola konduktor) adalah...

A. E = 0 dan V = kQ / R
B. E = kQ / r² dan V = 0
C. E = 0 dan V = 0
D. E = kQ / R² dan V = kQ / r
E. E = kQ / r² dan V = kQ / R

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Menurut Hukum Gauss, seluruh muatan konduktor terdistribusi merata di permukaan luar bola. Di dalam rongga bola (r < R), tidak ada muatan terlingkup (q_enc = 0), sehingga E = 0.
Karena E = -dV/dr = 0, potensial listrik di seluruh rongga bola adalah ekuipotensial dan bernilai konstan sama dengan di permukaannya: V = kQ / R.

Soal #31 • Kapasitor Keping Sejajar & Bahan Dielektrik
Standar Masuk Jurusan Fisika

Kapasitor keping sejajar dengan kapasitas C₀ dihubungkan ke sumber tegangan konstan V₀ hingga terisi penuh. Saat sumber tegangan tetap terhubung, celah antar keping disisipi bahan dielektrik dengan permitivitas relatif κ = 4. Energi listrik yang tersimpan di dalam kapasitor menjadi…

A. 4 kali semula
B. 2 kali semula
C. 16 kali semula
D. 0,25 kali semula
E. Tetap sama

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kapasitas baru setelah penyisipan dielektrik: C = κ C₀ = 4 C₀.
Karena sumber tegangan tetap tersambung, beda potensial konstan: V = V₀.
Energi yang tersimpan: U = ½ C V² = ½ (4 C₀) V₀² = 4 × (½ C₀ V₀²) = 4 kali semula.

Soal #32 • Rangkaian Jembatan Wheatstone Seimbang
Standar Masuk Jurusan Fisika

Lima resistor dirangkai jembatan Wheatstone dengan R₁ = 4 Ω, R₂ = 6 Ω, R₃ = 8 Ω, R₄ = 12 Ω, serta galvanometer berhambatan internal R_g = 10 Ω pada cabang tengah. Jika rangkaian dihubungkan ke sumber ggl 24 V, kuat arus yang mengalir melalui cabang tengah adalah…

A. 0 A
B. 1,2 A
C. 0,8 A
D. 2,4 A
E. 0,5 A

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Periksa syarat kesetimbangan jembatan Wheatstone:
R₁ · R₄ = 4 × 12 = 48 Ω²
R₂ · R₃ = 6 × 8 = 48 Ω²
Karena R₁ · R₄ = R₂ · R₃, jembatan berada dalam kondisi setimbang sempurna, sehingga beda potensial di antara kedua ujung cabang tengah adalah nol dan tidak ada arus yang mengalir melalui cabang galvanometer (I_g = 0 A).

Soal #33 • Hukum Kirchhoff Rangkaian Multi-Loop
Standar Masuk Jurusan Fisika

Rangkaian listrik dua loop tertutup memiliki cabang kiri dengan baterai 12 V dan resistor 2 Ω, cabang tengah dengan resistor 4 Ω, serta cabang kanan dengan baterai 6 V dan resistor 2 Ω (kutub positif kedua baterai menghadap ke simpul atas). Kuat arus yang mengalir melalui resistor 4 Ω pada cabang tengah adalah…

A. 1,80 A
B. 2,25 A
C. 1,50 A
D. 3,00 A
E. 0,90 A

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gunakan analisis potensial simpul (Node Voltage Analysis) pada simpul atas V_A dengan acuan simpul bawah ground 0 V:
(12 – V_A) / 2 + (6 – V_A) / 2 = V_A / 4
Kalikan seluruh persamaan dengan 4:
2(12 – V_A) + 2(6 – V_A) = V_A
24 – 2V_A + 12 – 2V_A = V_A ⇒ 36 = 5V_A ⇒ V_A = 7,2 Volt.
Kuat arus yang melalui cabang tengah: I = V_A / R_tengah = 7,2 / 4 = 1,80 A.

Soal #34 • Gaya Lorentz Antara Dua Kawat Sejajar
Standar Masuk Jurusan Fisika

Dua kawat lurus panjang sejajar berjarak 10 cm dialiri arus listrik searah masing-masing I₁ = 4 A dan I₂ = 6 A. Besar gaya magnetik per satuan panjang kawat dan sifat interaksinya adalah… (μ₀ = 4π × 10⁻⁷ Wb/(A·m))

A. 4,8 × 10⁻⁵ N/m, tarik-menarik
B. 4,8 × 10⁻⁵ N/m, tolak-menolak
C. 2,4 × 10⁻⁵ N/m, tarik-menarik
D. 9,6 × 10⁻⁵ N/m, tolak-menolak
E. 1,2 × 10⁻⁵ N/m, tarik-menarik

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gaya Lorentz per satuan panjang antara dua kawat sejajar:
F / L = (μ₀ · I₁ · I₂) / (2π · d)
F / L = (4π × 10⁻⁷ × 4 × 6) / (2π × 0,10) = (2 × 10⁻⁷ × 24) / 0,10 = 4,8 × 10⁻⁵ N/m.
Karena arus pada kedua kawat mengalir searah, kedua kawat mengalami gaya saling tarik-menarik.

Soal #35 • Medan Magnetik Solenoida di Titik Tengah
Standar Masuk Jurusan Fisika

Solenoida dengan panjang 50 cm memiliki 1.000 lilitan kawat dan dialiri arus searah 2 A. Induksi medan magnetik pada sumbu pusat solenoida tersebut bernilai… (μ₀ = 4π × 10⁻⁷ Wb/(A·m))

A. 1,6π × 10⁻³ Tesla
B. 0,8π × 10⁻³ Tesla
C. 3,2π × 10⁻³ Tesla
D. 4,0π × 10⁻³ Tesla
E. 0,4π × 10⁻³ Tesla

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kerapatan lilitan solenoida per satuan panjang: n = N / L = 1.000 / 0,5 m = 2.000 lilitan/m.
Induksi medan magnetik di pusat solenoida:
B = μ₀ · n · I = (4π × 10⁻⁷) × 2.000 × 2 = 1,6π × 10⁻³ Tesla.

Soal #36 • Lintasan Melingkar Partikel Bermuatan dalam Medan Magnet
Standar Masuk Jurusan Fisika

Partikel alfa (massa 4 sma, muatan +2e) dan proton (massa 1 sma, muatan +1e) memasuki medan magnet seragam secara tegak lurus dengan energi kinetik yang identik sama. Rasio jari-jari lintasan lingkaran alfa terhadap proton (r_α : r_p) adalah…

A. 1 : 1
B. 2 : 1
C. 1 : 2
D. 4 : 1
E. √2 : 1

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jari-jari orbit partikel dalam medan magnet homogen dirumuskan oleh:
r = m v / (q B) = p / (q B) = √(2 m Ek) / (q B).
Karena Ek dan B bernilai sama untuk kedua partikel:
r_α / r_p = (√(m_α) / q_α) / (√(m_p) / q_p) = (√4 / 2) / (√1 / 1) = (2 / 2) / (1 / 1) = 1 : 1.

Soal #37 • Hukum Induksi Faraday (GGL Induksi Fluks Variabel)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Kumparan kawat dengan 200 lilitan ditembus fluks magnetik yang berubah menurut fungsi Φ(t) = (3t³ – 2t² + 4) × 10⁻³ Weber. Besar GGL induksi sesaat yang timbul pada kumparan saat t = 2 s adalah…

A. 5,6 Volt
B. 2,8 Volt
C. 8,4 Volt
D. 11,2 Volt
E. 4,2 Volt

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Menurut Hukum Induksi Faraday: ε = -N (dΦ / dt).
Turunan fluks terhadap waktu:
dΦ/dt = (9t² – 4t) × 10⁻³ Wb/s.
Saat t = 2 s: dΦ/dt = (9(4) – 4(2)) × 10⁻³ = (36 – 8) × 10⁻³ = 28 × 10⁻³ Wb/s.
Besar GGL induksi: |ε| = 200 × (28 × 10⁻³) = 5,6 Volt.

Soal #38 • GGL Batang Geser & Gaya Magnet Penentang
Standar Masuk Jurusan Fisika

Kawat konduktor lurus dengan panjang L = 50 cm dan hambatan total rangkaian R = 2 Ω digerakkan tegak lurus memotong medan magnetik B = 0,5 T dengan kelajuan konstan v = 4 m/s. Besar gaya eksternal penarik yang diperlukan agar kawat tetap bergerak berkecepatan konstan adalah…

A. 0,125 N
B. 0,250 N
C. 0,500 N
D. 1,000 N
E. 0,050 N

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
GGL induksi gerak: ε = B · L · v = 0,5 × 0,5 × 4 = 1,0 Volt.
Arus induksi rangkaian: I = ε / R = 1,0 / 2 = 0,5 Ampere.
Gaya hambat magnetik Lorentz: F_mag = B · I · L = 0,5 × 0,5 × 0,5 = 0,125 N.
Agar kelajuan konstan (ΣF = 0), gaya eksternal penarik harus mengimbangi gaya hambat: F_ext = 0,125 N.

Soal #39 • Induktansi Diri & Energi Medan Magnet
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah induktor dengan induktansi L = 0,4 H dialiri arus sinusoidal i(t) = 5 sin(100 t) Ampere. Energi maksimum yang tersimpan dalam medan magnet induktor adalah…

A. 5,0 Joule
B. 10,0 Joule
C. 2,5 Joule
D. 20,0 Joule
E. 1,0 Joule

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Arus listrik maksimum yang mengalir adalah I_max = 5 A.
Energi yang tersimpan di dalam medan magnetik induktor:
W_max = ½ L (I_max)² = ½ × 0,4 × 5² = 0,2 × 25 = 5,0 Joule.

Soal #40 • Rangkaian RLC Seri Arus Bolak-Balik
Standar Masuk Jurusan Fisika

Rangkaian RLC seri terdiri dari R = 30 Ω, induktor L = 80 mH, dan kapasitor C = 25 μF dihubungkan ke sumber tegangan bolak-balik dengan frekuensi sudut ω = 1000 rad/s. Besar impedansi total rangkaian Z adalah…

A. 50 Ω
B. 40 Ω
C. 70 Ω
D. 30 Ω
E. 60 Ω

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Reaktansi induktif: X_L = ω L = 1000 × (80 × 10⁻³) = 80 Ω.
Reaktansi kapasitif: X_C = 1 / (ω C) = 1 / (1000 × 25 × 10⁻⁶) = 1 / 0,025 = 40 Ω.
Impedansi total rangkaian seri RLC:
Z = √(R² + (X_L – X_C)²) = √(30² + (80 – 40)²) = √(30² + 40²) = √2500 = 50 Ω.

Soal #41 • Transformator Efisiensi & Arus Primer
Standar Masuk Jurusan Fisika

Transformator step-down berdaya keluaran 44 Watt menurunkan tegangan dari 220 V menjadi 22 V dengan efisiensi kerja 80%. Kuat arus primer yang diserap dari sumber tegangan adalah…

A. 0,25 A
B. 0,20 A
C. 0,50 A
D. 1,00 A
E. 0,16 A

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Daya primer dihitung melalui efisiensi transformator:
η = P_sekunder / P_primer ⇒ P_primer = P_s / η = 44 / 0,80 = 55 Watt.
Hubungan daya primer dengan arus primer:
P_p = V_p · I_p ⇒ I_p = P_p / V_p = 55 / 220 = 1/4 = 0,25 Ampere.

Soal #42 • Relativitas Khusus (Dilatasi Waktu & Jarak Tempuh)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Muon tidak stabil memiliki waktu hidup diam τ₀ = 2,0 μs. Ketika diuji di akselerator dengan kecepatan v = 0,8 c, jarak rata-rata yang ditempuh partikel tersebut di laboratorium sebelum meluruh adalah… (c = 3 × 10⁸ m/s)

A. 800 m
B. 480 m
C. 600 m
D. 1000 m
E. 360 m

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Faktor Lorentz: γ = 1 / √(1 – (v/c)²) = 1 / √(1 – 0,64) = 1 / 0,6 = 5/3.
Waktu hidup di kerangka laboratorium mengalami pemekaran waktu (dilatasi):
τ = γ · τ₀ = (5/3) × 2,0 μs = 10/3 μs.
Jarak tempuh di laboratorium:
s = v · τ = (0,8 × 3 × 10⁸) × (10/3 × 10⁻⁶) = 2,4 × 10⁸ × 3,333 × 10⁻⁶ = 800 meter.

Soal #43 • Relativitas Khusus (Kesetaraan Massa-Energi)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Sebuah partikel relativistik bergerak dengan kelajuan tertentu sehingga energi kinetiknya setara dengan energi diamnya (Ek = E₀). Kelajuan partikel tersebut adalah…

A. 0,5√3 c
B. 0,5 c
C. 0,8 c
D. 0,5√2 c
E. (√3 / 4) c

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Energi total relativistik: E = E₀ + Ek = E₀ + E₀ = 2 E₀.
Karena E = γ E₀, maka γ = 2.
1 / √(1 – (v/c)²) = 2 ⇒ √(1 – (v/c)²) = ½ ⇒ 1 – (v/c)² = ¼.
(v/c)² = ¾ ⇒ v / c = ½ √3 ⇒ v = 0,5√3 c ≈ 0,866 c.

Soal #44 • Radiasi Benda Hitam (Hukum Stefan-Boltzmann & Wien)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Benda hitam A dan B meradiasikan spektrum kalor. Panjang gelombang puncak emisi benda A adalah dua kali panjang gelombang puncak benda B (λ_A = 2 λ_B). Rasio daya pancar radiasi total per satuan luas benda B terhadap benda A (E_B : E_A) adalah…

A. 16 : 1
B. 8 : 1
C. 4 : 1
D. 2 : 1
E. 32 : 1

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hukum Pergeseran Wien menyatakan λ_maks · T = konstan, sehingga T berbanding terbalik dengan λ_maks:
T_B / T_A = λ_A / λ_B = 2 / 1.
Hukum Stefan-Boltzmann menyatakan laju emisi radiasi per satuan luas E ∝ T⁴:
E_B / E_A = (T_B / T_A)⁴ = 2⁴ = 16 : 1.

Soal #45 • Efek Fotolistrik & Potensial Henti
Standar Masuk Jurusan Fisika

Logam natrium memiliki fungsi kerja fotolistrik W₀ = 2,2 eV. Foton monokromatik berenergi 4,2 eV dijatuhkan ke permukaan logam tersebut. Potensial henti yang sanggup meredam seluruh arus fotoelektron adalah…

A. 2,0 Volt
B. 4,2 Volt
C. 2,2 Volt
D. 6,4 Volt
E. 1,1 Volt

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persamaan efek fotolistrik Einstein:
Ek_max = E_foton – W₀ = 4,2 eV – 2,2 eV = 2,0 eV.
Potensial henti (stopping potential) memenuhi hubungan: Ek_max = e · V_s.
Karena Ek_max = 2,0 eV, maka potensial henti yang dibutuhkan adalah V_s = 2,0 Volt.

Soal #46 • Efek Hamburan Compton
Standar Masuk Jurusan Fisika

Foton sinar-X mengalami hamburan Compton oleh elektron bebas diam. Jika foton terhambur berbalik arah (sudut hamburan θ = 180°), pergeseran panjang gelombang Compton (Δλ) yang terjadi adalah…

A. 2 h / (m_e c)
B. h / (m_e c)
C. 0
D. h / (2 m_e c)
E. √2 h / (m_e c)

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persamaan pergeseran panjang gelombang Compton:
Δλ = (h / (m_e c)) (1 – cos θ).
Untuk hamburan berbalik arah (θ = 180°):
cos 180° = -1 ⇒ 1 – cos 180° = 1 – (-1) = 2.
Sehingga Δλ = 2 h / (m_e c) (pergeseran maksimum).

Soal #47 • Hipotesis Gelombang Materi De Broglie
Standar Masuk Jurusan Fisika

Elektron yang dipercepat dari keadaan diam melintasi beda potensial V memiliki panjang gelombang de Broglie λ. Jika beda potensial dinaikkan menjadi 4V, panjang gelombang de Broglie elektron berubah menjadi…

A. 0,5 λ
B. 2,0 λ
C. 0,25 λ
D. 4,0 λ
E. √2 λ

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Energi kinetik elektron: Ek = e · V.
Panjang gelombang de Broglie: λ = h / p = h / √(2 m_e e V).
Karena λ berbanding terbalik dengan akar kuadrat tegangan percepat (λ ∝ 1 / √V):
λ’ / λ = √(V / 4V) = √(1/4) = 1/2 ⇒ λ’ = 0,5 λ.

Soal #48 • Model Atom Bohr & Transisi Elektron
Standar Masuk Jurusan Fisika

Elektron pada atom hidrogen mengalami transisi dari lintasan stasioner kulit n = 3 ke tingkat dasar n = 1. Jika energi ionisasi atom hidrogen keadaan dasar adalah 13,6 eV, energi foton yang dilepaskan adalah…

A. 12,09 eV
B. 1,51 eV
C. 13,60 eV
D. 10,20 eV
E. 12,75 eV

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tingkat energi atom hidrogen menurut Bohr: E_n = -13,6 / n² eV.
Tingkat dasar n = 1: E₁ = -13,6 / 1² = -13,60 eV.
Tingkat eksitasi n = 3: E₃ = -13,6 / 3² = -1,51 eV.
Energi foton yang dipancarkan selama eksitasi turun:
ΔE = E₃ – E₁ = (-1,51 eV) – (-13,60 eV) = 12,09 eV.

Soal #49 • Prinsip Ketidakpastian Heisenberg
Standar Masuk Jurusan Fisika

Berdasarkan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg (Δx · Δp ≥ ℏ/2), mengapa elektron tidak mungkin terkurung di dalam ruang seukuran inti atom (orde 10⁻¹⁴ m)?

A. Ketidakpastian momentum akan sangat besar sehingga energi kinetik elektron melampaui sumur energi ikat inti
B. Muatan positif proton di dalam inti langsung menolak keberadaan elektron secara elektrostatik
C. Massa elektron terlalu kecil sehingga langsung musnah terkonversi menjadi energi foton murni
D. Gaya interaksi nuklir kuat menolak partikel berjenis lepton seperti elektron keluar inti
E. Elektron mengalami peluruhan beta spontan saat bersentuhan dengan proton di inti

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jika elektron terkurung dalam dimensi ruang inti atom (Δx ≈ 10⁻¹⁴ m), maka ketidakpastian momentumnya (Δp) akan sangat tinggi.
Momentum sebesar ini menghasilkan energi kinetik relativistik puluhan hingga ratusan MeV, yang jauh melampaui sumur potensial ikat inti (hanya beberapa MeV). Akibatnya, elektron akan langsung terlontar keluar dan mustahil stabil di dalam inti atom.

Soal #50 • Radioaktivitas & Waktu Paruh Inti
Standar Masuk Jurusan Fisika

Suatu unsur radioaktif memiliki waktu paruh 6 jam. Jika mula-mula terdapat 80 gram zat radioaktif tersebut, massa zat yang telah meluruh setelah 24 jam adalah…

A. 75 gram
B. 5 gram
C. 40 gram
D. 70 gram
E. 10 gram

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jumlah kelipatan waktu paruh yang terlewati: n = 24 jam / 6 jam = 4 periode.
Massa zat yang masih tersisa setelah 24 jam:
N(t) = N₀ · (½)⁴ = 80 × (1/16) = 5 gram.
Massa zat yang telah meluruh:
M_meluruh = N₀ – N(t) = 80 – 5 = 75 gram.

Soal #51 • Fisika Inti (Defek Massa & Energi Ikat)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Massa inti ⁴₂He terukur 4,0015 sma. Jika massa proton bebas 1,0073 sma, massa neutron bebas 1,0087 sma, dan 1 sma setara 931,5 MeV, besar energi ikat total inti Helium adalah…

A. 28,41 MeV
B. 14,20 MeV
C. 56,82 MeV
D. 7,10 MeV
E. 32,15 MeV

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Inti ⁴₂He memiliki 2 proton dan 2 neutron.
Massa total konstituen penyusun:
m_nukleon = (2 × 1,0073) + (2 × 1,0087) = 2,0146 + 2,0174 = 4,0320 sma.
Defek massa: Δm = 4,0320 – 4,0015 = 0,0305 sma.
Energi ikat inti: E = Δm × 931,5 MeV = 0,0305 × 931,5 ≈ 28,41 MeV.

Soal #52 • Pengukuran & Teori Ketidakpastian Eksperimen
Standar Masuk Jurusan Fisika

Dalam pengukuran laboratorium, panjang dan lebar sebuah pelat logam berturut-turut adalah (12,45 ± 0,05) cm dan (4,2 ± 0,1) cm. Berdasarkan kaidah angka penting dan penjalaran ketidakpastian, luas pelat logam dilaporkan sebagai…

A. (52 ± 1) cm²
B. (52,29 ± 1,45) cm²
C. (52,3 ± 0,2) cm²
D. (52,290 ± 0,005) cm²
E. (52,0 ± 1,2) cm²

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan luas nominal: L = 12,45 × 4,2 = 52,29 cm².
Berdasarkan kaidah angka penting perkalian, hasilnya dibulatkan mengikuti angka penting terkecil (4,2 memiliki 2 AP), sehingga ditulis 52 cm².
Ketidakpastian relatif: ΔL/L = 0,05/12,45 + 0,1/4,2 ≈ 0,0040 + 0,0238 = 0,0278.
Ketidakpastian mutlak: ΔL = 0,0278 × 52,29 ≈ 1,45 cm² dibulatkan 1 angka penting menjadi 1 cm².
Pelaporan hasil pengukuran yang tepat adalah (52 ± 1) cm².

Soal #53 • Analisis Regresi Grafik Linier (Eksperimen Bandul Sederhana)
Standar Masuk Jurusan Fisika

Dalam praktikum bandul sederhana untuk menguji medan gravitasi lokal, diperoleh grafik linear hubungan kuadrat periode (T² dalam s²) terhadap panjang tali (L dalam m) dengan kemiringan garis regresi m = 4,02 s²/m. Menggunakan nilai π² ≈ 9,87, percepatan gravitasi bumi setempat adalah…

A. 9,82 m/s²
B. 9,80 m/s²
C. 9,75 m/s²
D. 9,90 m/s²
E. 10,05 m/s²

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Periode ayunan bandul sederhana: T = 2π √(L / g) ⇒ T² = (4π² / g) L.
Persamaan grafik linear y = m x memiliki kemiringan garis:
m = 4π² / g.
Maka nilai percepatan gravitasi bumi lokal:
g = 4π² / m = (4 × 9,87) / 4,02 = 39,48 / 4,02 ≈ 9,82 m/s².

Dapatkan Soal Lebih Lengkap!

Dapatkan Soal Lebih Lengkap!

Siap menaklukkan UTBK Fisika? Temukan latihan soal berkualitas lengkap dengan pembahasan di utbk.or.id. Belajar jadi lebih terarah, peluang masuk jurusan impian pun makin besar!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?