đź“– Persiapan Lengkap TKA 2026: Pelajari juga mata pelajaran terkait seperti TKA Sejarah 2026, TKA PPKn 2026, dan TKA PKK Kewirausahaan 2026.
TKA Sejarah 2026 SMA SMK tidak hanya menguji kemampuan mengingat tahun, tokoh, atau urutan peristiwa. Soal dapat menuntut Anda membaca sumber sejarah, memahami hubungan sebab-akibat, membandingkan perubahan antarmasa, hingga menilai dampak suatu peristiwa dari sisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Karena itu, persiapan TKA Sejarah perlu dilakukan dengan memahami alur peristiwa dan konteksnya, bukan sekadar menghafal fakta. Artikel ini membahas kesalahan umum saat mengerjakan soal, kisi-kisi materi, serta contoh soal TKA Sejarah 2026 SMA SMK yang dapat membantu Anda mengenali karakter soal dengan lebih baik.
Kesalahan Umum dalam Mengerjakan Soal TKA Sejarah
Soal TKA Sejarah tidak cukup dikerjakan dengan mengandalkan hafalan. Anda perlu memahami konteks, hubungan antarkejadian, serta bukti yang terdapat dalam stimulus. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan antara lain:
- Terlalu fokus menghafal tahun dan tokoh. Padahal, soal sering menuntut pemahaman tentang sebab, proses, dampak, dan perubahan antarmasa.
- Membaca stimulus terlalu cepat. Kutipan dokumen, peta, tabel, foto, atau sumber sejarah perlu dicermati karena detail kecil dapat menentukan konteks soal.
- Mengabaikan urutan peristiwa. Kesalahan memahami kronologi dapat membuat hubungan sebab-akibat menjadi keliru.
- Memilih jawaban yang benar secara umum. Opsi tersebut belum tentu sesuai dengan bukti atau konteks yang diberikan dalam soal.
- Tidak membandingkan seluruh pilihan. Beberapa opsi biasanya terlihat sama-sama benar, sehingga Anda perlu memilih jawaban yang paling tepat dan paling didukung sumber.
Kisi-Kisi TKA Sejarah SMA SMK 2026
Materi yang diujikan dalam TKA Sejarah tidak hanya berkaitan dengan urutan peristiwa, tetapi juga cara memahami sumber, menilai bukti, dan melihat hubungan perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Ruang lingkupnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian berikut.
1. Konsep Dasar, Penelitian, dan Cara Berpikir Sejarah
Mencakup kronologi, periodisasi, perubahan dan keberlanjutan, hubungan sebab-akibat, serta cara berpikir diakronis dan sinkronis. Peserta juga perlu memahami jenis sumber sejarah, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.
2. Perjalanan Sejarah Indonesia
Meliputi kehidupan masyarakat praaksara, perkembangan kerajaan Hindu–Buddha dan Islam, kolonialisme dan imperialisme, pergerakan nasional, pendudukan Jepang, Proklamasi, revolusi kemerdekaan, Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, hingga Reformasi.
3. Analisis Peristiwa dan Sumber Sejarah
Menguji kemampuan membandingkan berbagai sumber, menilai kredibilitas bukti, menganalisis latar belakang dan dampak peristiwa, serta menghubungkan aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Soal dapat menggunakan stimulus berupa teks, foto, peta, tabel, maupun kutipan dokumen untuk menarik kesimpulan tentang perubahan dan kesinambungan antarmasa.
Contoh Soal TKA Sejarah SMA SMK 2026
Contoh Soal TKA Sejarah SMA SMK 2026 berikut dapat digunakan untuk mengenali bentuk pertanyaan yang mungkin muncul dalam ujian. Setiap soal disertai pilihan jawaban, kunci jawaban, dan pembahasan singkat.
Soal 1
Perhatikan urutan peristiwa berikut.
- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
- Perumusan naskah Proklamasi
- Peristiwa Rengasdengklok
- Pembentukan PPKI
Urutan kronologis yang tepat adalah ….
A. 4–3–2–1
B. 3–4–2–1
C. 4–2–3–1
D. 3–2–4–1
E. 2–3–4–1
Jawaban benar: A
Pembahasan:
PPKI dibentuk terlebih dahulu pada 7 Agustus 1945. Setelah itu terjadi Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus, dilanjutkan perumusan naskah Proklamasi, dan akhirnya pembacaan Proklamasi pada 17 Agustus 1945.
Soal 2
Sejarawan meneliti kehidupan masyarakat di Batavia pada abad ke-17 dengan memusatkan perhatian pada struktur sosial, kegiatan ekonomi, hubungan antarkelompok, dan tata ruang kota dalam satu kurun waktu tertentu.
Cara berpikir sejarah yang digunakan adalah ….
A. Kronologis
B. Diakronis
C. Sinkronis
D. Periodisasi
E. Anakronis
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Cara berpikir sinkronis mengkaji suatu peristiwa dalam ruang yang luas, tetapi pada waktu yang terbatas. Penelitian tersebut membahas berbagai aspek kehidupan Batavia dalam satu periode tertentu.
Soal 3
Perhatikan dua sumber berikut.
Sumber 1 berupa laporan pejabat kolonial yang menyatakan bahwa pelaksanaan tanam paksa meningkatkan kesejahteraan penduduk Jawa.
Sumber 2 berupa kesaksian penduduk yang menjelaskan adanya beban kerja berat, gagal panen, dan kekurangan pangan selama pelaksanaan tanam paksa.
Langkah paling tepat yang harus dilakukan peneliti adalah ….
A. Menggunakan sumber pertama karena dibuat oleh pejabat resmi
B. Menggunakan sumber kedua karena berasal dari penduduk lokal
C. Menolak kedua sumber karena memberikan informasi berbeda
D. Membandingkan asal, tujuan, konteks, dan isi kedua sumber
E. Menggabungkan isi kedua sumber tanpa melakukan pemeriksaan
Jawaban benar: D
Pembahasan:
Perbedaan isi sumber tidak langsung menunjukkan bahwa salah satunya harus ditolak. Peneliti perlu melakukan kritik sumber dengan memeriksa latar belakang pembuat, tujuan penulisan, konteks, dan kesesuaian informasinya.
Soal 4
Perkembangan kerajaan Hindu–Buddha di Nusantara tidak hanya dipengaruhi oleh hubungan politik dengan India, tetapi juga oleh aktivitas perdagangan dan interaksi budaya di jalur maritim.
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan pernyataan tersebut adalah ….
A. Kebudayaan Hindu–Buddha masuk melalui satu proses penaklukan
B. Penyebaran budaya berlangsung melalui hubungan yang kompleks dan bertahap
C. Seluruh kerajaan di Nusantara memiliki sistem pemerintahan yang sama
D. Aktivitas perdagangan tidak berpengaruh terhadap perkembangan kerajaan
E. Masyarakat Nusantara menerima seluruh kebudayaan asing tanpa penyesuaian
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan Hindu–Buddha terjadi melalui interaksi politik, perdagangan, dan budaya. Prosesnya berlangsung bertahap serta melibatkan berbagai jalur.
Soal 5
Perhatikan pernyataan berikut.
Politik Etis memperluas kesempatan pendidikan bagi sebagian penduduk pribumi. Dari kelompok terpelajar tersebut kemudian muncul organisasi dan tokoh yang mendorong kesadaran kebangsaan.
Hubungan sebab-akibat yang tepat adalah ….
A. Pendidikan kolonial secara langsung mengakhiri pemerintahan Belanda
B. Politik Etis menyebabkan seluruh rakyat memperoleh pendidikan tinggi
C. Perluasan pendidikan ikut mendorong lahirnya pergerakan nasional
D. Organisasi nasional muncul sebelum diterapkannya Politik Etis
E. Kesadaran kebangsaan hanya berkembang di kalangan pejabat kolonial
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Kesempatan pendidikan melahirkan kelompok terpelajar yang mampu menyebarkan gagasan kebangsaan dan membentuk organisasi pergerakan nasional.
Soal 6
Perhatikan kutipan berikut.
Pada masa pendudukan Jepang, organisasi seperti Seinendan, Keibodan, dan PETA dibentuk dengan tujuan membantu kepentingan perang Jepang. Namun, pengalaman berorganisasi dan pelatihan militer yang diperoleh anggotanya kemudian turut dimanfaatkan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Pernyataan yang paling tepat berdasarkan kutipan tersebut adalah ….
A. Seluruh organisasi bentukan Jepang sejak awal bertujuan memerdekakan Indonesia
B. Pendudukan Jepang hanya memberikan dampak negatif bagi perjuangan Indonesia
C. Pelatihan pada masa Jepang turut menjadi bekal bagi perjuangan setelah kemerdekaan
D. Organisasi militer Indonesia baru terbentuk setelah revolusi berakhir
E. Jepang secara langsung menyerahkan kekuasaan kepada para anggota PETA
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Organisasi tersebut memang dibentuk untuk kepentingan Jepang, tetapi pengalaman organisasi dan militernya kemudian berguna dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Soal 7
Cermati dua peristiwa berikut.
Peristiwa 1: Pemerintah Indonesia dan Belanda menandatangani Perjanjian Linggarjati.
Peristiwa 2: Belanda melancarkan Agresi Militer I setelah muncul perbedaan penafsiran terhadap hasil perjanjian.
Hubungan kedua peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ….
A. Perjanjian Linggarjati langsung mengakhiri seluruh konflik Indonesia dan Belanda
B. Perbedaan penafsiran perjanjian turut memicu berlanjutnya konflik bersenjata
C. Agresi Militer I terjadi sebelum proses diplomasi dimulai
D. Belanda menerima seluruh wilayah Republik Indonesia tanpa syarat
E. Diplomasi tidak memiliki hubungan dengan perjuangan kemerdekaan
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Perbedaan penafsiran terhadap hasil Linggarjati menjadi salah satu faktor yang memperburuk hubungan Indonesia dan Belanda hingga terjadi Agresi Militer I.
Soal 8
Perhatikan karakteristik berikut.
- Kabinet sering berganti dalam waktu singkat
- Partai politik memiliki pengaruh besar
- Pemerintahan menggunakan sistem parlementer
- Kebijakan pemerintah sulit berjalan secara konsisten
Karakteristik tersebut paling tepat menggambarkan kondisi politik Indonesia pada masa ….
A. Demokrasi Liberal
B. Demokrasi Terpimpin
C. Pendudukan Jepang
D. Orde Baru
E. Reformasi
Jawaban benar: A
Pembahasan:
Pada masa Demokrasi Liberal, Indonesia menggunakan sistem parlementer. Persaingan partai dan rapuhnya dukungan politik menyebabkan kabinet sering berganti.
Soal 9
Sebuah foto memperlihatkan pembangunan jalan raya, gedung bertingkat, dan kawasan industri pada masa Orde Baru. Sumber lain menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ketimpangan pembangunan dan pembatasan kebebasan politik.
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan kedua sumber tersebut adalah ….
A. Pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru tidak menghasilkan perubahan apa pun
B. Pertumbuhan ekonomi sepenuhnya menghapus ketimpangan sosial
C. Keberhasilan pembangunan perlu dinilai bersama dampak sosial dan politiknya
D. Pembatasan politik tidak memiliki hubungan dengan pemerintahan Orde Baru
E. Foto pembangunan cukup digunakan untuk menyimpulkan seluruh kondisi masyarakat
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Satu sumber menunjukkan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan sumber lain menunjukkan ketimpangan dan pembatasan politik. Penilaian sejarah harus mempertimbangkan kedua sisi tersebut.
Soal 10
Perhatikan pernyataan berikut.
Reformasi 1998 menghasilkan perubahan dalam sistem politik Indonesia, seperti pemilihan umum yang lebih terbuka, penguatan kebebasan pers, dan pembatasan masa jabatan presiden. Namun, beberapa persoalan seperti korupsi dan ketimpangan sosial tetap berlanjut.
Konsep sejarah yang paling tepat untuk menganalisis pernyataan tersebut adalah ….
A. Kronologi tanpa perubahan
B. Perubahan dan keberlanjutan
C. Periodisasi berdasarkan wilayah
D. Historiografi tradisional
E. Kritik eksternal sumber
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam bidang politik sekaligus keberlanjutan beberapa persoalan lama. Karena itu, konsep yang tepat adalah perubahan dan keberlanjutan.
Soal 11
Perhatikan kutipan sumber berikut.
“Penduduk diwajibkan menyerahkan sebagian hasil bumi kepada pemerintah kolonial dengan harga yang telah ditentukan. Dalam praktiknya, kebijakan tersebut sering menimbulkan beban yang berat bagi masyarakat.”
Berdasarkan kutipan tersebut, dampak utama kebijakan kolonial bagi masyarakat adalah ….
A. Meningkatnya kebebasan petani dalam menentukan harga
B. Bertambahnya kendali masyarakat atas hasil produksi
C. Berkurangnya campur tangan pemerintah kolonial
D. Bertambahnya tekanan ekonomi terhadap penduduk
E. Terbukanya kesempatan berdagang tanpa batas
Jawaban benar: D
Pembahasan:
Kewajiban menyerahkan hasil bumi dengan harga yang ditentukan pemerintah kolonial membatasi kebebasan ekonomi masyarakat dan menambah beban mereka.
Soal 12
Perhatikan urutan perkembangan berikut.
- Munculnya organisasi modern
- Berkembangnya pendidikan bagi kalangan pribumi
- Tumbuhnya kesadaran kebangsaan
- Terbentuknya kelompok terpelajar
Urutan hubungan sebab-akibat yang paling logis adalah ….
A. 1–2–4–3
B. 2–4–3–1
C. 3–1–2–4
D. 4–3–2–1
E. 2–3–1–4
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Perluasan pendidikan melahirkan kelompok terpelajar. Kelompok ini kemudian mengembangkan kesadaran kebangsaan dan membentuk organisasi modern.
Soal 13
Sebuah penelitian menggunakan prasasti, catatan perjalanan asing, dan temuan arkeologis untuk mengkaji perkembangan sebuah kerajaan. Ketiga sumber tersebut memberikan informasi yang tidak selalu sama.
Langkah paling tepat yang perlu dilakukan sejarawan adalah ….
A. Menggunakan satu sumber yang paling mudah dipahami
B. Mengabaikan sumber yang isinya berbeda
C. Membandingkan dan menguji kredibilitas setiap sumber
D. Menggabungkan seluruh informasi tanpa pemeriksaan
E. Memilih sumber yang paling mendukung kesimpulan awal
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Perbedaan informasi harus diuji melalui kritik sumber. Sejarawan perlu menilai asal, waktu, tujuan, dan kesesuaian setiap bukti sebelum melakukan interpretasi.
Soal 14
Perhatikan dua kondisi berikut.
Kondisi 1: Pada masa kolonial, kegiatan ekonomi diarahkan untuk memenuhi kepentingan pemerintah penjajah.
Kondisi 2: Setelah kemerdekaan, pemerintah berusaha membangun perekonomian nasional yang lebih mandiri.
Perbandingan tersebut menunjukkan adanya ….
A. Keberlanjutan tanpa perubahan dalam sistem ekonomi
B. Perubahan orientasi dari kepentingan kolonial menuju kepentingan nasional
C. Penghapusan seluruh pengaruh ekonomi kolonial secara langsung
D. Kesamaan tujuan ekonomi pada kedua masa
E. Penurunan peran pemerintah setelah kemerdekaan
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Pada masa kolonial, ekonomi diarahkan bagi kepentingan penjajah. Setelah kemerdekaan, orientasinya berubah menuju pembangunan ekonomi nasional.
Soal 15
Perhatikan kutipan berikut.
“Pemuda dari berbagai daerah berkumpul dan menyatakan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan.”
Makna historis paling penting dari peristiwa tersebut adalah ….
A. Menghapus seluruh identitas kedaerahan
B. Menandai berakhirnya pemerintahan kolonial
C. Memperkuat persatuan sebagai dasar perjuangan nasional
D. Membentuk pemerintahan nasional pertama
E. Menggantikan perjuangan politik dengan perjuangan ekonomi
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Ikrar tersebut memperkuat identitas kebangsaan dan persatuan antarpemuda dari berbagai daerah sebagai dasar perjuangan menuju kemerdekaan.
Soal 16
Perhatikan informasi berikut.
Pada masa praaksara, masyarakat mulai beralih dari pola hidup berburu dan meramu menuju kegiatan bercocok tanam. Perubahan tersebut mendorong munculnya permukiman tetap, pembagian kerja yang lebih teratur, serta perkembangan kehidupan sosial.
Kesimpulan yang paling tepat adalah ….
A. Perubahan mata pencaharian memengaruhi pola kehidupan masyarakat
B. Kegiatan bercocok tanam menyebabkan masyarakat kembali hidup berpindah-pindah
C. Permukiman tetap muncul sebelum manusia mengenal produksi makanan
D. Kehidupan sosial masyarakat tidak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi
E. Masyarakat praaksara hanya bergantung pada hasil alam tanpa mengolahnya
Jawaban benar: A
Pembahasan:
Peralihan menuju kegiatan bercocok tanam membuat masyarakat menetap dan membentuk pembagian kerja. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan ekonomi memengaruhi kehidupan sosial.
Soal 17
Dua tulisan sejarah membahas peristiwa yang sama. Tulisan pertama dibuat pada masa kolonial dan menonjolkan peran pemerintah Belanda, sedangkan tulisan kedua ditulis setelah kemerdekaan dan lebih banyak membahas perjuangan rakyat Indonesia.
Perbedaan kedua tulisan tersebut terutama dipengaruhi oleh ….
A. Kesalahan kronologi dalam kedua tulisan
B. Perbedaan sudut pandang dan konteks penulisannya
C. Tidak adanya sumber sejarah tentang peristiwa tersebut
D. Perbedaan lokasi terjadinya peristiwa
E. Ketidakmampuan penulis memahami urutan waktu
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Penulisan sejarah dapat dipengaruhi oleh latar belakang, kepentingan, zaman, dan sudut pandang penulis. Karena itu, peristiwa yang sama dapat disajikan dengan penekanan berbeda.
Soal 18
Perhatikan pernyataan berikut.
Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara berkembang di wilayah pesisir yang ramai dilalui pedagang. Hubungan dagang tidak hanya membawa barang, tetapi juga mempertemukan masyarakat setempat dengan pedagang dan ulama dari berbagai wilayah.
Faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan kerajaan Islam berdasarkan pernyataan tersebut adalah ….
A. Penutupan seluruh jalur perdagangan laut
B. Interaksi ekonomi dan penyebaran agama melalui jaringan perdagangan
C. Pemindahan pusat kerajaan ke wilayah pegunungan
D. Penolakan masyarakat terhadap kebudayaan luar
E. Hilangnya peran pelabuhan dalam kehidupan kerajaan
Jawaban benar: B
Pembahasan:
Jalur perdagangan mempertemukan masyarakat Nusantara dengan pedagang dan ulama. Interaksi tersebut mendukung perkembangan ekonomi sekaligus penyebaran Islam.
Soal 19
Perhatikan dua sumber berikut.
Sumber 1 berupa pidato pemerintah yang menyatakan bahwa suatu program pembangunan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber 2 berupa tabel yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi angka kemiskinan di beberapa daerah tidak banyak berubah.
Penilaian yang paling tepat terhadap kedua sumber tersebut adalah ….
A. Pidato pemerintah harus diterima karena berasal dari sumber resmi
B. Tabel harus ditolak karena berbeda dengan pernyataan pemerintah
C. Keberhasilan pembangunan perlu dinilai dengan membandingkan klaim dan data
D. Kedua sumber tidak dapat digunakan dalam penelitian sejarah
E. Pertumbuhan ekonomi selalu membuktikan pemerataan kesejahteraan
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Klaim dalam pidato perlu dibandingkan dengan data yang tersedia. Pertumbuhan ekonomi belum tentu menunjukkan bahwa kesejahteraan telah dirasakan secara merata.
Soal 20
Perhatikan rangkaian peristiwa berikut.
- Meningkatnya kritik terhadap pemerintahan Orde Baru
- Terjadinya krisis ekonomi pada akhir 1990-an
- Munculnya demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah
- Presiden Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998
Analisis yang paling tepat terhadap rangkaian tersebut adalah ….
A. Reformasi hanya disebabkan oleh pergantian tokoh pemerintahan
B. Krisis ekonomi tidak memiliki hubungan dengan perubahan politik
C. Reformasi lahir dari gabungan tekanan ekonomi, sosial, dan politik
D. Demonstrasi mahasiswa terjadi setelah pemerintahan baru terbentuk
E. Pengunduran diri presiden tidak berkaitan dengan tuntutan masyarakat
Jawaban benar: C
Pembahasan:
Reformasi tidak disebabkan oleh satu faktor. Krisis ekonomi, kritik terhadap pemerintah, dan gerakan mahasiswa saling berkaitan hingga mendorong perubahan politik pada 1998.
Soal 21
Seorang peneliti ingin mengkaji kondisi sosial-ekonomi masyarakat Kota Surabaya selama periode pertempuran November 1945. Ia berfokus pada struktur sosial, kondisi pasar, dan aktivitas ekonomi warga tanpa memperluas rentang waktunya ke tahun-tahun sebelum atau sesudahnya. Pendekatan berpikir sejarah yang digunakan oleh peneliti tersebut adalah …
A. Diakronis
B. Sinkronis
C. Periodisasi
D. Kronologis
E. Anakronis
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Cara berpikir sinkronis berfokus pada meluas dalam ruang tetapi menyempit dalam waktu. Peneliti menganalisis struktur sosial-ekonomi di satu tempat (Surabaya) pada masa tertentu (November 1945) secara mendalam, tanpa melihat perkembangan jangka panjang (diakronis).
Soal 22
Seorang sejarawan menemukan dua buah dokumen terkait Peristiwa Rengasdengklok. Dokumen pertama berupa surat kabar harian Asia Raya terbitan Agustus 1945, sedangkan dokumen kedua adalah buku otobiografi Mohammad Hatta yang ditulis pada tahun 1970-an. Dalam klafisikasi sumber sejarah, pernyataan yang paling tepat mengenai kedua dokumen tersebut adalah …
A. Dokumen pertama adalah sumber sekunder, sedangkan dokumen kedua adalah sumber primer.
B. Dokumen pertama adalah sumber lisan, sedangkan dokumen kedua adalah sumber tulisan.
C. Dokumen pertama dan kedua sama-sama dikategorikan sebagai sumber sekunder.
D. Dokumen pertama adalah sumber primer zaman tersebut, sedangkan otobiografi Hatta merupakan sumber primer kisah kesaksian pelaku.
E. Dokumen kedua tidak valid digunakan karena ditulis jauh setelah peristiwa berlangsung.
Jawaban Benar: D
Pembahasan:
Otobiografi atau memoar yang ditulis oleh pelaku sejarah (Mohammad Hatta) tergolong sebagai sumber primer kesaksian pelaku (meskipun perlu dikritik karena ditulis selang beberapa dekade). Surat kabar yang terbit sezaman juga merupakan sumber primer/kontemporer.
Soal 23
Ketika melakukan penelitian sejarah, seorang peneliti harus melakukan kritik eksternal terhadap sumber tertulis yang ia dapatkan. Tujuan utama dari tahap kritik eksternal tersebut adalah …
A. Menilai kredibilitas dan kebenaran isi informasi dalam dokumen
B. Mengidentifikasi sudut pandang dan bias politik pembuat dokumen
C. Menguji otentisitas (keaslian) fisik dokumen, seperti bahan kertas dan usia tinta
D. Menyusun urutan kronologis kejadian berdasarkan isi teks dokumen
E. Menarik kesimpulan umum mengenai interpretasi penulis dokumen
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Kritik sejarah dibagi dua: Kritik Eksternal menguji keaslian fisik (otentisitas) dokumen (kertas, tinta, gaya bahasa), sedangkan Kritik Internal menguji kesahihan/kredibilitas isi informasi.
Soal 24
Masuk dan berkembangnya agama serta kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara membawa perubahan besar dalam sistem kepemimpinan masyarakat lokal. Perubahan fundamental yang terjadi pada struktur kepemimpinan tersebut adalah …
A. Peralihan dari sistem birokrasi kolonial menjadi sistem feodalisme
B. Transformasi sistem primus inter pares (ketua adat) menjadi sistem kerajaan berbasis dewa-raja
C. Penghapusan strata sosial menuju masyarakat yang egalitarian tanpa kelas
D. Pemilihan raja secara demokratis melalui pemungutan suara rakyat
E. Pembentukan dewan penasihat raja yang terdiri dari golongan pedagang asing
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Sebelum Hindu-Buddha, pimpinan masyarakat dinilai dari kelebihan fisiknya (primus inter pares). Kedatangan Hindu-Buddha memperkenalkan konsep kerajaan di mana raja dianggap sebagai titisan dewa (dewa-raja) dan kepemimpinan bersifat turun-temurun.
Soal 25
Pada abad ke-17, VOC berhasil menerapkan praktik monopoli perdagangan rempah-rempah di Kepulauan Maluku dengan memberlakukan Kebijakan Ekstirpasi. Dampak utama dari kebijakan tersebut terhadap kondisi ekonomi masyarakat lokal Maluku adalah …
A. Meningkatnya pendapatan petani karena harga rempah-rempah dipatok tinggi oleh VOC
B. Munculnya persaingan sehat antara pedagang lokal dan pedagang dari Eropa
C. Rusaknya mata rantai produksi rempah akibat penebangan pohon secara paksa demi menjaga harga pasar
D. Dialihkannya mata pencaharian utama masyarakat Maluku dari sektor pertanian ke sektor maritim
E. Munculnya komoditas ekspor baru seperti teh dan kopi di Maluku
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Kebijakan Ekstirpasi adalah pemusnahan pohon rempah-rempah berlebih agar produksinya berkurang dan harganya tetap tinggi di pasar global. Hal ini merusak perekonomian dan matapencaharian lokal masyarakat Maluku.
Soal 26
Organisasi Budi Utomo yang didirikan pada tahun 1908 sering disebut sebagai tonggak lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia. Alasan utama Budi Utomo dianggap sebagai organisasi pergerakan modern pertama adalah …
A. Berani melakukan perlawanan bersenjata melawan pemerintah kolonial Belanda
B. Memiliki struktur organisasi yang teratur, keanggotaan formal, dan strategi perjuangan modern
C. Menggalang persatuan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke secara terbuka
D. Dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh politik luar negeri yang berpengaruh
E. Menuntut kemerdekaan Indonesia secara mutlak sejak awal pendiriannya
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Budi Utomo dianggap sebagai organisasi modern pertama karena memiliki AD/ART, struktur kepengurusan, keanggotaan resmi, dan menggunakan cara-cara diplomasi/pendidikan alih-alih perlawanan bersenjata kedaerahan.
Soal 27
Pada masa Demokrasi Liberal (1950–1959), kabinet di Indonesia sering kali berganti dalam waktu yang relatif singkat. Faktor utama yang menyebabkan ketidakstabilan politik tersebut adalah …
A. Intervensi militer yang terlalu dominan dalam pengambilan keputusan pemerintah
B. Adanya perbedaan ideologi yang tajam dan persaingan antarpartai dalam sistem multipartai
C. Kebijakan presiden yang sering membubarkan kabinet tanpa persetujuan DPR
D. Kegagalan Indonesia dalam menembus pasar perekonomian internasional
E. Adanya ancaman invasi dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Pada masa Demokrasi Liberal, diterapkan sistem parlementer multipartai. Tidak adanya partai mayoritas tunggal membuat kabinet dibentuk dari koalisi yang rapuh dan mudah dijatuhkan oleh mosi tidak percaya dari partai oposisi.
Soal 28
Cermati petikan teks berikut!
“Pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945) membawa penderitaan luar biasa melalui sistem kerja paksa (Romusha) dan penyitaan hasil bumi. Namun, di sisi lain, Jepang membentuk organisasi semi-militer (seperti PETA, Seinendan, Fujinkai) dan memperbolehkan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.”
Berdasarkan analisis terhadap stimulus di atas, kesimpulan yang paling tepat mengenai hubungan kausalitas pendudukan Jepang terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah …
A. Jepang sengaja menyiapkan Indonesia agar menjadi negara merdeka yang mandiri
B. Penderitaan akibat Romusha menghilangkan sama sekali semangat juang pemuda Indonesia
C. Pelatihan militer dan penggunaan bahasa Indonesia secara tidak langsung memperkuat konsolidasi dan kesiapan pemuda menuju kemerdekaan
D. Pendudukan Jepang menghancurkan struktur nasionalisme yang telah dibangun sejak masa Budi Utomo
E. Bahasa Indonesia baru diakui sebagai bahasa nasional setelah kedatangan tentara Jepang
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Meskipun pendudukan Jepang sangat eksploitatif, kebijakan pembentukan militer/peta dan penggunaan bahasa Indonesia memberikan dampak tak terduga (unintended consequence): yaitu menggembleng fisik/strategi militer pemuda dan mempercepat integrasi nasional melalui bahasa.
Soal 29
Perhatikan data tabel berikut!
| Aspek PERUBAHAN | Masa Orde Baru (1966–1998) | Masa Reformasi (1998–Sekarang) |
| Sistem Politik | Sentralistis, dominasi kekuasaan eksekutif | Desentralistis (Otonomi Daerah), pembatasan masa jabatan |
| Kebebasan Pers | Dibatasi secara ketat (pembredelan) | Bebas dan dilindungi undang-undang |
| Sistem Pemilu | 3 Kontestan (Golkar, PPP, PDI) | Multipartai secara terbuka dan demokratis |
Berdasarkan tabel perbandingan di atas, unsur kesinambungan (kontinuitas) yang tetap dipertahankan dari masa Orde Baru hingga masa Reformasi dalam ketatanegaraan Indonesia adalah …
A. Pemilihan presiden yang dilakukan secara langsung oleh rakyat
B. Penerapan sistem demokrasi parlementer berbasis koalisi
C. Indonesia tetap berbentuk Negara Kesatuan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
D. Pengangkatan anggota DPR yang didominasi oleh unsur ABRI/TNI
E. Pengendalian penuh media massa di bawah Kementerian Penerangan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Meskipun terjadi perubahan besar pada sistem politik, pemilu, dan kebebasan pers (seperti di tabel), konsep kesinambungan ketatanegaraan Indonesia tetap dipertahankan, yaitu bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Soal 30
Seorang sejarawan ingin menganalisis latar belakang terjadinya peristiwa Krisis Moneter 1997–1998 di Indonesia yang memicu kejatuhan Orde Baru. Pendekatan interdisipliner yang paling tepat digunakan untuk menjelaskan peristiwa tersebut adalah dengan memadukan ilmu sejarah dengan ilmu …
A. Antropologi dan Geografi
B. Ekonomi dan Ilmu Politik
C. Sosiologi dan Arkeologi
D. Psikologi dan Hukum
E. Filologi dan Ekologi
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Krisis 1997–1998 dipicu oleh anjloknya nilai tukar rupiah dan melemahnya fundamental ekonomi (ilmu Ekonomi), yang kemudian berdampak pada krisis kepercayaan terhadap pemerintah serta tuntutan suksesi kepemimpinan/reformasi (ilmu Politik).
Soal 31
Cermati dua kutipan berikut!
- Sumber A (Catatan Resmi Pemerintah Kolonial Belanda):
“Pemberontakan yang dipimpin oleh para petani di Banten pada tahun 1888 merupakan aksi kriminal yang diprovokasi oleh fanatisme agama dan kerusuhan lokal.” - Sumber B (Analisis Sartono Kartodirdjo – Sejarawan Indonesia):
“Gerakan petani Banten 1888 merupakan bentuk perlawanan terhadap beban pajak yang berat, penindasan birokrasi kolonial, serta perubahan sosial-ekonomi yang merugikan kehidupan rakyat.”
Berdasarkan perbandingan kedua sumber di atas, penyebab utama perbedaan interpretasi sejarah di antara keduanya adalah …
A. Sumber A ditulis berdasarkan data palsu, sedangkan Sumber B menggunakan data rekaan
B. Perbedaan sudut pandang (historiografi kolonialistis vs historiografi Indonesiasentris) dan kepentingan penulisnya
C. Sumber A tidak menggunakan kritik internal, sedangkan Sumber B tidak melakukan kritik eksternal
D. Sartono Kartodirdjo tidak menggunakan dokumen pemerintah Belanda sebagai bahan rujukan
E. Peristiwa pemberontakan Banten 1888 tidak memiliki bukti fisik yang cukup
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Perbedaan kesimpulan/interpretasi antara Sumber A dan Sumber B disebabkan oleh perbedaan subjektivitas dan subjek penulisan (historiografi). Sumber A menggunakan kacamata Belanda (Nederlandosentris/Kolonialistis) yang memojokkan pejuang lokal sebagai kriminal, sedangkan Sumber B menggunakan kacamata Indonesia (Indonesiasentris) yang mengkaji akar masalah sosial-ekonomi rakyat.
Akses Latihan Soal TKA Sejarah 2026 Disini!

Agar lebih siap menghadapi TKA Sejarah 2026 SMA SMK, Anda perlu memperbanyak latihan soal berbasis kronologi, sumber sejarah, sebab-akibat, serta perubahan antarmasa.
Akses latihan soal dan simulasi TKA Sejarah 2026 di utbk.or.id. Evaluasi setiap hasil pengerjaan agar Anda mengetahui materi yang masih perlu dipelajari kembali.
FAQ Seputar soal tka sejarah 2026
Q: Periode sejarah apa saja yang paling banyak keluar dalam TKA Sejarah SMA 2026?
A: Periode dengan porsi soal terbesar meliputi Masa Praaksara & Kerajaan Hindu-Buddha/Islam, Masa Kolonialisme & Pergerakan Nasional (Budi Utomo, Sumpah Pemuda), Masa Pendudukan Jepang & Proklamasi Kemerdekaan, serta Dinamika Politik Orde Lama, Orde Baru, dan Masa Reformasi.
Q: Bagaimana trik membedakan konsep berpikir Sinkronik vs Diakronik (Kronologis)?
A: Diakronik (Kronologis) memanjang dalam waktu tetapi menyempit dalam ruang (melihat urutan kronologi waktu peristiwa). Sedangkan Sinkronik meluas dalam ruang tetapi menyempit dalam waktu (menganalisis peristiwa sejarah dari aspek ekonomi, sosial, dan politik secara mendalam).
Q: Apa saja 4 tahapan dalam metode penelitian sejarah?
A: Tahapan berurutan: (1) Heuristik (pengumpulan sumber data primer & sekunder), (2) Verifikasi/Kritik (kritik intern keaslian dan ekstern keabsahan isi), (3) Interpretasi (penafsiran fakta), dan (4) Historiografi (penulisan laporan sejarah).