140+ Soal OSN Ekonomi SMA 2026 & Kunci Jawaban Pembahasan Detail

Share ke:

Olimpiade Sains Nasional atau OSN Ekonomi merupakan kompetisi akademik yang menguji pemahaman peserta terhadap berbagai persoalan ekonomi secara mendalam. Peserta tidak cukup hanya menghafal definisi, kurva, atau rumus. Mereka harus mampu membaca data, menentukan model yang tepat, melakukan perhitungan, dan menarik kesimpulan berdasarkan teori ekonomi.

Soal OSN Ekonomi umumnya menggabungkan beberapa konsep dalam satu kasus. Sebuah soal dapat menguji teori permintaan, struktur pasar, kebijakan pemerintah, dan kesejahteraan masyarakat secara bersamaan. Karena itu, kemampuan analisis dan ketelitian menghitung menjadi bagian penting dalam persiapan OSN Ekonomi.

Melalui latihan soal yang sulit dan pembahasan terperinci, peserta dapat mengenali pola soal, menguasai penggunaan rumus, serta memahami hubungan antarkonsep ekonomi.

Kisi-Kisi Soal OSN Ekonomi

Persiapan OSN Ekonomi akan lebih efektif jika Anda mengetahui lebih dulu ruang lingkup materi yang berpotensi muncul. Kisi-kisi berikut dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan materi yang perlu dipelajari dan diperdalam sebelum mulai mengerjakan latihan soal.

1. Ekonomi Mikro dan Kesejahteraan

Materi ini membahas perilaku konsumen, perilaku produsen, pembentukan harga, serta efisiensi pasar.

Cakupan utamanya meliputi:

  • Kelangkaan dan biaya peluang.
  • Kurva kemungkinan produksi.
  • Teori utilitas dan pilihan konsumen.
  • Elastisitas permintaan dan penawaran.
  • Teori produksi dan struktur biaya.
  • Persaingan sempurna, monopoli, oligopoli, dan persaingan monopolistik.
  • Diskriminasi harga.
  • Surplus konsumen dan surplus produsen.
  • Pajak, subsidi, harga maksimum, dan harga minimum.
  • Eksternalitas dan barang publik.
  • Teori permainan dan keseimbangan Nash.

2. Ekonomi Makro dan Kebijakan Pemerintah

Materi ekonomi makro membahas perekonomian secara keseluruhan, termasuk pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.

Cakupan utamanya meliputi:

  • PDB nominal dan PDB riil.
  • Deflator PDB.
  • Konsumsi, tabungan, dan investasi.
  • Angka pengganda.
  • Model IS–LM.
  • Permintaan dan penawaran agregat.
  • Inflasi dan pengangguran.
  • Kebijakan fiskal.
  • Defisit anggaran.
  • Crowding out.
  • Pertumbuhan ekonomi.
  • Model pertumbuhan Solow.

3. Ekonomi Moneter dan Sistem Keuangan

Materi ini membahas uang, perbankan, kebijakan bank sentral, serta hubungan antara suku bunga dan kegiatan ekonomi.

Cakupan utamanya meliputi:

  • Fungsi uang.
  • Permintaan dan penawaran uang.
  • Pengganda uang.
  • Giro wajib minimum.
  • Operasi pasar terbuka.
  • Suku bunga kebijakan.
  • Mekanisme transmisi kebijakan moneter.
  • Obligasi dan saham.
  • Nilai sekarang dan nilai masa depan.
  • Risiko keuangan.
  • Moral hazard dan adverse selection.

4. Ekonomi Internasional dan Pembangunan

Bagian ini menguji pemahaman mengenai perdagangan antarnegara, nilai tukar, pembangunan, dan ketimpangan.

Cakupan utamanya meliputi:

  • Keunggulan absolut.
  • Keunggulan komparatif.
  • Biaya peluang.
  • Terms of trade.
  • Tarif dan kuota.
  • Neraca pembayaran.
  • Kurs nominal dan kurs riil.
  • Purchasing power parity.
  • Sistem kurs tetap dan mengambang.
  • Model Mundell–Fleming.
  • Pertumbuhan ekonomi.
  • Kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.
  • Indeks Gini.

5. Akuntansi dan Analisis Keuangan

Materi akuntansi menguji kemampuan peserta dalam mencatat, menyusun, dan menganalisis informasi keuangan.

Cakupan utamanya meliputi:

  • Persamaan dasar akuntansi.
  • Jurnal umum.
  • Jurnal penyesuaian.
  • Persediaan.
  • Penyusutan.
  • Piutang.
  • Pendapatan diterima di muka.
  • Beban dibayar di muka.
  • Laporan laba rugi.
  • Laporan posisi keuangan.
  • Laporan arus kas.
  • Rasio keuangan.
  • Analisis kesalahan pencatatan.

Contoh Soal HOTS OSN Ekonomi

Kemampuan OSN Ekonomi tidak cukup dilatih melalui teori saja. Anda juga perlu terbiasa menghadapi soal yang menuntut analisis kasus, penggunaan rumus, perhitungan bertingkat, serta penerapan beberapa konsep ekonomi dalam satu permasalahan.

Soal 1 – Diskriminasi Harga Monopoli

Sebuah perusahaan monopoli menjual produk yang sama di dua pasar yang sepenuhnya terpisah. Penjualan kembali antarpasar tidak dapat dilakukan.

Fungsi permintaan pasar pertama:

P₁ = 100 − Q₁

Fungsi permintaan pasar kedua:

P₂ = 70 − 0,5Q₂

Fungsi biaya total:

TC = 20(Q₁ + Q₂) + 300

Keterangan:

  • P₁ = harga di pasar pertama
  • P₂ = harga di pasar kedua
  • Q₁ = jumlah barang di pasar pertama
  • Q₂ = jumlah barang di pasar kedua
  • TC = biaya total

Apabila perusahaan menerapkan diskriminasi harga tingkat ketiga, kombinasi harga dan laba maksimum adalah ….

A. P₁ = 55, P₂ = 40, dan laba = 2.550
B. P₁ = 60, P₂ = 45, dan laba = 2.550
C. P₁ = 60, P₂ = 45, dan laba = 2.850
D. P₁ = 65, P₂ = 50, dan laba = 2.350
E. P₁ = 55, P₂ = 45, dan laba = 2.700

Jawaban: B

Pembahasan

Pada diskriminasi harga tingkat ketiga, perusahaan menetapkan produksi pada setiap pasar dengan ketentuan:

MR₁ = MR₂ = MC

MR adalah penerimaan marginal, sedangkan MC adalah biaya marginal.

Pasar Pertama

Diketahui:

P₁ = 100 − Q₁

Penerimaan total pasar pertama:

TR₁ = P₁ × Q₁

Masukkan fungsi harga:

TR₁ = (100 − Q₁) × Q₁

TR₁ = 100Q₁ − Q₁²

Penerimaan marginal diperoleh dari turunan penerimaan total:

MR₁ = 100 − 2Q₁

Biaya marginal perusahaan adalah:

MC = 20

Syarat laba maksimum:

MR₁ = MC

100 − 2Q₁ = 20

2Q₁ = 80

Q₁ = 40

Harga pasar pertama:

P₁ = 100 − 40

P₁ = 60

Pasar Kedua

Diketahui:

P₂ = 70 − 0,5Q₂

Penerimaan total:

TR₂ = P₂ × Q₂

TR₂ = (70 − 0,5Q₂) × Q₂

TR₂ = 70Q₂ − 0,5Q₂²

Penerimaan marginal:

MR₂ = 70 − Q₂

Syarat laba maksimum:

MR₂ = MC

70 − Q₂ = 20

Q₂ = 50

Harga pasar kedua:

P₂ = 70 − 0,5(50)

P₂ = 70 − 25

P₂ = 45

Total penerimaan:

TR = (P₁ × Q₁) + (P₂ × Q₂)

TR = (60 × 40) + (45 × 50)

TR = 2.400 + 2.250

TR = 4.650

Total biaya:

TC = 20(Q₁ + Q₂) + 300

TC = 20(40 + 50) + 300

TC = 20 × 90 + 300

TC = 2.100

Laba perusahaan:

Laba = TR − TC

Laba = 4.650 − 2.100

Laba = 2.550

Soal 2 – Efek Substitusi dan Efek Pendapatan

Seorang konsumen memiliki fungsi utilitas:

U(X,Y) = √(X × Y)

Pendapatannya sebesar Rp120. Harga awal barang X sebesar Rp4 dan harga barang Y sebesar Rp2. Harga barang X kemudian turun menjadi Rp3, sedangkan pendapatan dan harga barang Y tetap.

Dengan menggunakan dekomposisi Hicks, efek substitusi dan efek pendapatan barang X adalah ….

A. Efek substitusi = 2,32 unit dan efek pendapatan = 2,68 unit
B. Efek substitusi = 2,68 unit dan efek pendapatan = 2,32 unit
C. Efek substitusi = 5 unit dan efek pendapatan = 0 unit
D. Efek substitusi = 3,33 unit dan efek pendapatan = 1,67 unit
E. Efek substitusi = 1,67 unit dan efek pendapatan = 3,33 unit

Jawaban: A

Pembahasan

Pada fungsi utilitas Cobb-Douglas dengan pangkat yang sama, konsumen mengalokasikan setengah pendapatannya untuk barang X dan setengahnya untuk barang Y.

Konsumsi awal barang X:

X₀ = 0,5 × Pendapatan ÷ Harga X

X₀ = 0,5 × 120 ÷ 4

X₀ = 60 ÷ 4

X₀ = 15 unit

Konsumsi awal barang Y:

Y₀ = 0,5 × 120 ÷ 2

Y₀ = 30 unit

Utilitas awal:

U₀ = √(X₀ × Y₀)

U₀ = √(15 × 30)

U₀ = √450

Setelah harga X turun menjadi Rp3, konsumsi akhir barang X:

X₁ = 0,5 × 120 ÷ 3

X₁ = 60 ÷ 3

X₁ = 20 unit

Untuk mempertahankan utilitas lama pada harga baru, pengeluaran minimum Hicks adalah:

Eᴴ = 2 × U₀ × √(Harga X baru × Harga Y)

Eᴴ = 2 × √450 × √(3 × 2)

Eᴴ ≈ 103,92

Permintaan barang X setelah kompensasi:

Xᴴ = 0,5 × Eᴴ ÷ Harga X baru

Xᴴ = 0,5 × 103,92 ÷ 3

Xᴴ ≈ 17,32 unit

Efek substitusi:

Efek substitusi = Xᴴ − X₀

Efek substitusi = 17,32 − 15

Efek substitusi = 2,32 unit

Efek pendapatan:

Efek pendapatan = X₁ − Xᴴ

Efek pendapatan = 20 − 17,32

Efek pendapatan = 2,68 unit

Total kenaikan konsumsi:

2,32 + 2,68 = 5 unit

Soal 3 – Keseimbangan Nash Strategi Campuran

Dua perusahaan, Alfa dan Beta, memilih pasar premium atau pasar ekonomis. Angka pertama menunjukkan keuntungan Alfa, sedangkan angka kedua menunjukkan keuntungan Beta.

Pilihan AlfaBeta PremiumBeta Ekonomis
Alfa Premium2, 18, 5
Alfa Ekonomis6, 73, 2

Probabilitas Alfa memilih pasar premium dan probabilitas Beta memilih pasar premium dalam keseimbangan strategi campuran adalah ….

A. 1/3 dan 2/5
B. 5/9 dan 5/9
C. 2/5 dan 1/3
D. 5/9 dan 1/3
E. 1/3 dan 5/9

Jawaban: B

Pembahasan

Misalkan:

  • p = probabilitas Alfa memilih premium
  • q = probabilitas Beta memilih premium

Agar Alfa bersedia memilih secara acak, keuntungan harapan Alfa dari premium harus sama dengan keuntungan harapan dari ekonomis.

Keuntungan harapan Alfa jika memilih premium:

EU Alfa Premium = (2 × q) + [8 × (1 − q)]

EU Alfa Premium = 2q + 8 − 8q

EU Alfa Premium = 8 − 6q

Keuntungan harapan Alfa jika memilih ekonomis:

EU Alfa Ekonomis = (6 × q) + [3 × (1 − q)]

EU Alfa Ekonomis = 6q + 3 − 3q

EU Alfa Ekonomis = 3 + 3q

Samakan keduanya:

8 − 6q = 3 + 3q

5 = 9q

q = 5/9

Selanjutnya, keuntungan harapan Beta dari premium harus sama dengan keuntungan harapan dari ekonomis.

Keuntungan Beta jika memilih premium:

EU Beta Premium = (1 × p) + [7 × (1 − p)]

EU Beta Premium = p + 7 − 7p

EU Beta Premium = 7 − 6p

Keuntungan Beta jika memilih ekonomis:

EU Beta Ekonomis = (5 × p) + [2 × (1 − p)]

EU Beta Ekonomis = 5p + 2 − 2p

EU Beta Ekonomis = 2 + 3p

Samakan:

7 − 6p = 2 + 3p

5 = 9p

p = 5/9

Jadi:

Probabilitas Alfa memilih premium = 5/9

Probabilitas Beta memilih premium = 5/9

Soal 4 – Pajak Pigouvian

Fungsi permintaan suatu barang adalah:

P = 100 − Q

Biaya marginal privat produsen:

MPC = 20 + Q

Kerusakan lingkungan marginal:

MD = 0,5Q

Pemerintah ingin menetapkan pajak agar produksi pasar sama dengan produksi yang efisien secara sosial.

Jumlah produksi efisien dan pajak per unit adalah ….

A. 30 unit dan pajak 15
B. 32 unit dan pajak 16
C. 32 unit dan pajak 20
D. 36 unit dan pajak 18
E. 40 unit dan pajak 20

Jawaban: B

Pembahasan

Biaya marginal sosial adalah:

MSC = MPC + MD

Masukkan persamaan:

MSC = (20 + Q) + 0,5Q

MSC = 20 + 1,5Q

Produksi efisien terjadi ketika manfaat marginal sama dengan biaya marginal sosial.

Kurva permintaan menunjukkan manfaat marginal:

100 − Q = 20 + 1,5Q

Pindahkan seluruh Q ke satu sisi:

100 − 20 = 1,5Q + Q

80 = 2,5Q

Q = 80 ÷ 2,5

Q = 32 unit

Pajak Pigouvian sama dengan kerusakan marginal pada produksi efisien:

Pajak = MD

Pajak = 0,5 × 32

Pajak = 16 per unit

Soal 5 – Model IS–LM dan Crowding Out

Diketahui:

C = 100 + 0,75(Y − T)

T = 100

I = 300 − 20r

G = 200

Permintaan uang riil:

L = 0,5Y − 40r

Penawaran uang riil:

M/P = 400

Pemerintah menaikkan belanja sebesar 80 tanpa mengubah pajak dan penawaran uang.

Perubahan pendapatan nasional dan tingkat bunga adalah ….

A. Pendapatan naik 160 dan tingkat bunga naik 2 poin
B. Pendapatan naik 240 dan tingkat bunga naik 1 poin
C. Pendapatan naik 320 dan tingkat bunga tetap
D. Pendapatan naik 80 dan tingkat bunga naik 3 poin
E. Pendapatan naik 160 dan tingkat bunga naik 4 poin

Jawaban: A

Pembahasan

Keseimbangan pasar barang:

Y = C + I + G

Masukkan seluruh persamaan:

Y = 100 + 0,75(Y − 100) + 300 − 20r + 200

Uraikan:

Y = 100 + 0,75Y − 75 + 300 − 20r + 200

Y = 525 + 0,75Y − 20r

Pindahkan 0,75Y ke kiri:

Y − 0,75Y = 525 − 20r

0,25Y = 525 − 20r

Bagi dengan 0,25:

Y = 2.100 − 80r

Persamaan pasar uang:

400 = 0,5Y − 40r

0,5Y = 400 + 40r

Kalikan dua:

Y = 800 + 80r

Samakan kedua persamaan:

2.100 − 80r = 800 + 80r

1.300 = 160r

r = 8,125

Pendapatan awal:

Y = 800 + 80(8,125)

Y = 1.450

Setelah belanja pemerintah naik 80, nilai G menjadi:

G baru = 200 + 80 = 280

Persamaan IS baru:

Y = 100 + 0,75(Y − 100) + 300 − 20r + 280

Y = 605 + 0,75Y − 20r

0,25Y = 605 − 20r

Y = 2.420 − 80r

Samakan dengan persamaan LM:

2.420 − 80r = 800 + 80r

1.620 = 160r

r = 10,125

Pendapatan baru:

Y = 800 + 80(10,125)

Y = 1.610

Perubahan pendapatan:

ΔY = Y baru − Y awal

ΔY = 1.610 − 1.450

ΔY = 160

Perubahan tingkat bunga:

Δr = 10,125 − 8,125

Δr = 2 poin

Soal 6 – Kebijakan Moneter dalam Perekonomian Terbuka

Sebuah negara kecil menerapkan kurs mengambang dan memiliki mobilitas modal hampir sempurna. Perekonomian berada di bawah tingkat kesempatan kerja penuh. Bank sentral membeli surat berharga dalam jumlah besar.

Rangkaian perubahan yang paling tepat adalah ….

A. Penawaran uang naik, suku bunga naik, modal masuk, mata uang terapresiasi, dan ekspor neto turun
B. Penawaran uang naik, suku bunga turun, modal keluar, mata uang terdepresiasi, dan ekspor neto naik
C. Penawaran uang naik, suku bunga turun, modal masuk, mata uang terapresiasi, dan ekspor neto naik
D. Penawaran uang naik, suku bunga tetap, modal keluar, mata uang terapresiasi, dan ekspor neto turun
E. Penawaran uang naik, suku bunga naik, modal keluar, mata uang terdepresiasi, dan investasi turun

Jawaban: B

Pembahasan

Urutan pengaruh kebijakan tersebut adalah:

Bank sentral membeli surat berharga

Cadangan bank meningkat

Penawaran uang meningkat

Suku bunga domestik menurun

Modal mengalir ke luar negeri

Permintaan mata uang asing meningkat

Mata uang domestik terdepresiasi

Barang domestik menjadi relatif lebih murah

Ekspor neto meningkat

Pendapatan nasional meningkat

Dalam sistem kurs mengambang, kebijakan moneter relatif efektif karena depresiasi mata uang memperkuat peningkatan permintaan agregat.

Soal 7 – Oligopoli Cournot

Tiga perusahaan identik bersaing menggunakan model Cournot.

Fungsi permintaan pasar:

P = 120 − Q

Total produksi:

Q = q₁ + q₂ + q₃

Biaya marginal setiap perusahaan:

MC = 20

Tidak terdapat biaya tetap.

Jumlah produksi setiap perusahaan, harga pasar, dan laba setiap perusahaan pada keseimbangan adalah ….

A. qᵢ = 20, P = 60, dan laba = 800
B. qᵢ = 25, P = 45, dan laba = 625
C. qᵢ = 25, P = 50, dan laba = 750
D. qᵢ = 30, P = 30, dan laba = 300
E. qᵢ = 20, P = 40, dan laba = 400

Jawaban: B

Pembahasan

Laba perusahaan pertama:

π₁ = (P − MC) × q₁

Masukkan fungsi harga:

π₁ = (120 − q₁ − q₂ − q₃ − 20) × q₁

Sederhanakan:

π₁ = (100 − q₁ − q₂ − q₃) × q₁

Turunan laba terhadap produksi perusahaan pertama:

100 − 2q₁ − q₂ − q₃ = 0

Karena ketiga perusahaan identik:

q₁ = q₂ = q₃ = q

Maka:

100 − 2q − q − q = 0

100 − 4q = 0

4q = 100

q = 25 unit

Total produksi:

Q = q₁ + q₂ + q₃

Q = 25 + 25 + 25

Q = 75 unit

Harga pasar:

P = 120 − Q

P = 120 − 75

P = 45

Laba setiap perusahaan:

Laba = (P − MC) × q

Laba = (45 − 20) × 25

Laba = 25 × 25

Laba = 625

Soal 8 – Model Pertumbuhan Solow

Suatu perekonomian memiliki fungsi produksi per pekerja:

y = √k

Tingkat tabungan sebesar 25%, pertumbuhan penduduk sebesar 2%, dan depresiasi modal sebesar 3%. Tidak terdapat kemajuan teknologi.

Modal per pekerja dan konsumsi per pekerja pada kondisi mapan adalah ….

A. k* = 16 dan c* = 3
B. k* = 20 dan c* = 3,35
C. k* = 25 dan c* = 3,75
D. k* = 25 dan c* = 5
E. k* = 36 dan c* = 4,5

Jawaban: C

Pembahasan

Kondisi mapan terjadi ketika investasi sama dengan kebutuhan modal untuk mengganti depresiasi dan menyediakan modal bagi pertumbuhan penduduk.

Rumus kondisi mapan:

s × f(k) = (n + δ) × k

Keterangan:

  • s = tingkat tabungan
  • n = pertumbuhan penduduk
  • δ = tingkat depresiasi
  • k = modal per pekerja

Masukkan angka:

0,25 × √k = (0,02 + 0,03) × k

0,25√k = 0,05k

Bagi kedua sisi dengan √k:

0,25 = 0,05√k

√k = 0,25 ÷ 0,05

√k = 5

Kuadratkan kedua sisi:

k = 5²*

k = 25*

Output per pekerja:

y = √25*

y = 5*

Konsumsi per pekerja:

c = (1 − s) × y**

c = (1 − 0,25) × 5*

c = 0,75 × 5*

c = 3,75*

Soal 9 – Kesalahan Pencatatan Persediaan

Persediaan akhir sebuah perusahaan seharusnya sebesar Rp180 juta. Namun, perusahaan mencatatnya sebesar Rp220 juta.

Jika kesalahan tidak diperbaiki, dampaknya adalah ….

A. HPP terlalu tinggi Rp40 juta, laba terlalu rendah Rp40 juta, dan aset terlalu tinggi Rp40 juta
B. HPP terlalu rendah Rp40 juta, laba terlalu tinggi Rp40 juta, dan aset terlalu tinggi Rp40 juta
C. HPP terlalu rendah Rp40 juta, laba terlalu tinggi Rp40 juta, dan kewajiban terlalu tinggi Rp40 juta
D. HPP terlalu tinggi Rp40 juta, laba terlalu rendah Rp40 juta, dan aset terlalu rendah Rp40 juta
E. HPP tidak berubah, tetapi laba dan aset terlalu tinggi Rp40 juta

Jawaban: B

Pembahasan

Selisih pencatatan persediaan:

Selisih = Persediaan tercatat − Persediaan sebenarnya

Selisih = Rp220 juta − Rp180 juta

Selisih = Rp40 juta

Artinya, persediaan akhir dicatat terlalu tinggi sebesar Rp40 juta.

Rumus harga pokok penjualan:

HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih − Persediaan akhir

Karena persediaan akhir dikurangkan, persediaan akhir yang terlalu tinggi menyebabkan HPP terlalu rendah.

Hubungannya dapat ditulis:

Persediaan akhir naik Rp40 juta

HPP turun Rp40 juta

Laba kotor naik Rp40 juta

Laba bersih naik Rp40 juta

Selain itu, persediaan termasuk aset lancar. Karena itu:

Aset tercatat terlalu tinggi Rp40 juta

Soal 10 – Keunggulan Komparatif

Produktivitas tenaga kerja di Negara Aruna dan Negara Baskara adalah sebagai berikut.

NegaraKain per HariGandum per Hari
Aruna8 unit12 unit
Baskara6 unit6 unit

Pernyataan yang paling tepat adalah ….

A. Aruna unggul komparatif pada kain dan perdagangan menguntungkan jika satu kain ditukar dengan 1–2 gandum
B. Baskara unggul komparatif pada gandum dan perdagangan menguntungkan jika satu kain ditukar dengan kurang dari satu gandum
C. Aruna unggul komparatif pada gandum, Baskara pada kain, dan terms of trade berada antara 1 dan 1,5 gandum untuk setiap kain
D. Aruna unggul komparatif pada kedua barang karena memiliki produktivitas lebih tinggi
E. Baskara unggul komparatif pada kain, tetapi perdagangan hanya menguntungkan jika satu kain ditukar dengan lebih dari 1,5 gandum

Jawaban: C

Pembahasan

Keunggulan komparatif ditentukan berdasarkan biaya peluang.

Biaya Peluang di Aruna

Aruna dapat menghasilkan:

  • 8 kain, atau
  • 12 gandum

Biaya peluang satu kain:

Biaya peluang 1 kain = 12 gandum ÷ 8 kain

Biaya peluang 1 kain = 1,5 gandum

Biaya peluang satu gandum:

Biaya peluang 1 gandum = 8 kain ÷ 12 gandum

Biaya peluang 1 gandum = 2/3 kain

Biaya Peluang di Baskara

Baskara dapat menghasilkan:

  • 6 kain, atau
  • 6 gandum

Biaya peluang satu kain:

Biaya peluang 1 kain = 6 gandum ÷ 6 kain

Biaya peluang 1 kain = 1 gandum

Biaya peluang satu gandum:

Biaya peluang 1 gandum = 6 kain ÷ 6 gandum

Biaya peluang 1 gandum = 1 kain

Menentukan Keunggulan Komparatif

Biaya peluang kain:

  • Aruna = 1,5 gandum
  • Baskara = 1 gandum

Karena biaya peluang Baskara lebih rendah, Baskara memiliki keunggulan komparatif dalam kain.

Biaya peluang gandum:

  • Aruna = 2/3 kain
  • Baskara = 1 kain

Karena biaya peluang Aruna lebih rendah, Aruna memiliki keunggulan komparatif dalam gandum.

Agar perdagangan menguntungkan kedua negara, nilai tukar satu kain harus berada di antara biaya peluang kedua negara:

1 gandum < harga 1 kain < 1,5 gandum

Contoh terms of trade yang menguntungkan:

1 kain = 1,2 gandum

Tips Mengerjakan Soal OSN Ekonomi

Dalam mengerjakan soal OSN Ekonomi, jangan langsung memasukkan angka ke dalam rumus. Tentukan terlebih dahulu konsep ekonomi yang digunakan.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah:

  1. Tuliskan seluruh informasi yang diketahui.
  2. Tentukan variabel yang ditanyakan.
  3. Pilih rumus atau model ekonomi yang sesuai.
  4. Masukkan angka secara bertahap.
  5. Periksa kembali tanda positif dan negatif.
  6. Pastikan hasil perhitungan masuk akal secara ekonomi.

Sebagai contoh, pajak biasanya meningkatkan biaya yang ditanggung pasar. Penurunan suku bunga cenderung mendorong investasi. Depresiasi mata uang biasanya membuat ekspor lebih kompetitif, dengan asumsi faktor lain tetap.

Perbanyak Latihan Soal OSN Ekonomi Disini, Perkuat Peluang Lolos!

Akses ratusan latihan soal OSN Ekonomi di utbk.or.id untuk mengasah kemampuan analisis, perhitungan, dan pemahaman konsep dari berbagai materi ekonomi. Setiap latihan dilengkapi pembahasan yang dapat membantu Anda mengevaluasi kesalahan, memahami pola penyelesaian, dan membangun strategi menghadapi soal OSN Ekonomi dengan lebih matang.

FAQ Seputar soal osn ekonomi

Q: Apakah ada materi akuntansi di OSN Ekonomi SMA?
A: Ya, siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang (jurnal penyesuaian hingga laporan keuangan) merupakan materi wajib di OSN Ekonomi.

Rekomendasi Soal Latihan Terkait:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?