Olimpiade Sains Nasional atau OSN Ekonomi merupakan kompetisi akademik yang menguji pemahaman peserta terhadap berbagai persoalan ekonomi secara mendalam. Peserta tidak cukup hanya menghafal definisi, kurva, atau rumus. Mereka harus mampu membaca data, menentukan model yang tepat, melakukan perhitungan, dan menarik kesimpulan berdasarkan teori ekonomi.
Soal OSN Ekonomi umumnya menggabungkan beberapa konsep dalam satu kasus. Sebuah soal dapat menguji teori permintaan, struktur pasar, kebijakan pemerintah, dan kesejahteraan masyarakat secara bersamaan. Karena itu, kemampuan analisis dan ketelitian menghitung menjadi bagian penting dalam persiapan OSN Ekonomi.
Melalui latihan soal yang sulit dan pembahasan terperinci, peserta dapat mengenali pola soal, menguasai penggunaan rumus, serta memahami hubungan antarkonsep ekonomi.
Kisi-Kisi Soal OSN Ekonomi
Persiapan OSN Ekonomi akan lebih efektif jika Anda mengetahui lebih dulu ruang lingkup materi yang berpotensi muncul. Kisi-kisi berikut dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan materi yang perlu dipelajari dan diperdalam sebelum mulai mengerjakan latihan soal.
1. Ekonomi Mikro dan Kesejahteraan
Materi ini membahas perilaku konsumen, perilaku produsen, pembentukan harga, serta efisiensi pasar.
Cakupan utamanya meliputi:
- Kelangkaan dan biaya peluang.
- Kurva kemungkinan produksi.
- Teori utilitas dan pilihan konsumen.
- Elastisitas permintaan dan penawaran.
- Teori produksi dan struktur biaya.
- Persaingan sempurna, monopoli, oligopoli, dan persaingan monopolistik.
- Diskriminasi harga.
- Surplus konsumen dan surplus produsen.
- Pajak, subsidi, harga maksimum, dan harga minimum.
- Eksternalitas dan barang publik.
- Teori permainan dan keseimbangan Nash.
2. Ekonomi Makro dan Kebijakan Pemerintah
Materi ekonomi makro membahas perekonomian secara keseluruhan, termasuk pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.
Cakupan utamanya meliputi:
- PDB nominal dan PDB riil.
- Deflator PDB.
- Konsumsi, tabungan, dan investasi.
- Angka pengganda.
- Model IS–LM.
- Permintaan dan penawaran agregat.
- Inflasi dan pengangguran.
- Kebijakan fiskal.
- Defisit anggaran.
- Crowding out.
- Pertumbuhan ekonomi.
- Model pertumbuhan Solow.
3. Ekonomi Moneter dan Sistem Keuangan
Materi ini membahas uang, perbankan, kebijakan bank sentral, serta hubungan antara suku bunga dan kegiatan ekonomi.
Cakupan utamanya meliputi:
- Fungsi uang.
- Permintaan dan penawaran uang.
- Pengganda uang.
- Giro wajib minimum.
- Operasi pasar terbuka.
- Suku bunga kebijakan.
- Mekanisme transmisi kebijakan moneter.
- Obligasi dan saham.
- Nilai sekarang dan nilai masa depan.
- Risiko keuangan.
- Moral hazard dan adverse selection.
4. Ekonomi Internasional dan Pembangunan
Bagian ini menguji pemahaman mengenai perdagangan antarnegara, nilai tukar, pembangunan, dan ketimpangan.
Cakupan utamanya meliputi:
- Keunggulan absolut.
- Keunggulan komparatif.
- Biaya peluang.
- Terms of trade.
- Tarif dan kuota.
- Neraca pembayaran.
- Kurs nominal dan kurs riil.
- Purchasing power parity.
- Sistem kurs tetap dan mengambang.
- Model Mundell–Fleming.
- Pertumbuhan ekonomi.
- Kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.
- Indeks Gini.
5. Akuntansi dan Analisis Keuangan
Materi akuntansi menguji kemampuan peserta dalam mencatat, menyusun, dan menganalisis informasi keuangan.
Cakupan utamanya meliputi:
- Persamaan dasar akuntansi.
- Jurnal umum.
- Jurnal penyesuaian.
- Persediaan.
- Penyusutan.
- Piutang.
- Pendapatan diterima di muka.
- Beban dibayar di muka.
- Laporan laba rugi.
- Laporan posisi keuangan.
- Laporan arus kas.
- Rasio keuangan.
- Analisis kesalahan pencatatan.
Contoh Soal HOTS OSN Ekonomi
Kemampuan OSN Ekonomi tidak cukup dilatih melalui teori saja. Anda juga perlu terbiasa menghadapi soal yang menuntut analisis kasus, penggunaan rumus, perhitungan bertingkat, serta penerapan beberapa konsep ekonomi dalam satu permasalahan.
Soal 1 – Diskriminasi Harga Monopoli
Sebuah perusahaan monopoli menjual produk yang sama di dua pasar yang sepenuhnya terpisah. Penjualan kembali antarpasar tidak dapat dilakukan.
Fungsi permintaan pasar pertama:
P₁ = 100 − Q₁
Fungsi permintaan pasar kedua:
P₂ = 70 − 0,5Q₂
Fungsi biaya total:
TC = 20(Q₁ + Q₂) + 300
Keterangan:
- P₁ = harga di pasar pertama
- P₂ = harga di pasar kedua
- Q₁ = jumlah barang di pasar pertama
- Q₂ = jumlah barang di pasar kedua
- TC = biaya total
Apabila perusahaan menerapkan diskriminasi harga tingkat ketiga, kombinasi harga dan laba maksimum adalah ….
A. P₁ = 55, P₂ = 40, dan laba = 2.550
B. P₁ = 60, P₂ = 45, dan laba = 2.550
C. P₁ = 60, P₂ = 45, dan laba = 2.850
D. P₁ = 65, P₂ = 50, dan laba = 2.350
E. P₁ = 55, P₂ = 45, dan laba = 2.700
Jawaban: B
Pembahasan
Pada diskriminasi harga tingkat ketiga, perusahaan menetapkan produksi pada setiap pasar dengan ketentuan:
MR₁ = MR₂ = MC
MR adalah penerimaan marginal, sedangkan MC adalah biaya marginal.
Pasar Pertama
Diketahui:
P₁ = 100 − Q₁
Penerimaan total pasar pertama:
TR₁ = P₁ × Q₁
Masukkan fungsi harga:
TR₁ = (100 − Q₁) × Q₁
TR₁ = 100Q₁ − Q₁²
Penerimaan marginal diperoleh dari turunan penerimaan total:
MR₁ = 100 − 2Q₁
Biaya marginal perusahaan adalah:
MC = 20
Syarat laba maksimum:
MR₁ = MC
100 − 2Q₁ = 20
2Q₁ = 80
Q₁ = 40
Harga pasar pertama:
P₁ = 100 − 40
P₁ = 60
Pasar Kedua
Diketahui:
P₂ = 70 − 0,5Q₂
Penerimaan total:
TR₂ = P₂ × Q₂
TR₂ = (70 − 0,5Q₂) × Q₂
TR₂ = 70Q₂ − 0,5Q₂²
Penerimaan marginal:
MR₂ = 70 − Q₂
Syarat laba maksimum:
MR₂ = MC
70 − Q₂ = 20
Q₂ = 50
Harga pasar kedua:
P₂ = 70 − 0,5(50)
P₂ = 70 − 25
P₂ = 45
Total penerimaan:
TR = (P₁ × Q₁) + (P₂ × Q₂)
TR = (60 × 40) + (45 × 50)
TR = 2.400 + 2.250
TR = 4.650
Total biaya:
TC = 20(Q₁ + Q₂) + 300
TC = 20(40 + 50) + 300
TC = 20 × 90 + 300
TC = 2.100
Laba perusahaan:
Laba = TR − TC
Laba = 4.650 − 2.100
Laba = 2.550
Soal 2 – Efek Substitusi dan Efek Pendapatan
Seorang konsumen memiliki fungsi utilitas:
U(X,Y) = √(X × Y)
Pendapatannya sebesar Rp120. Harga awal barang X sebesar Rp4 dan harga barang Y sebesar Rp2. Harga barang X kemudian turun menjadi Rp3, sedangkan pendapatan dan harga barang Y tetap.
Dengan menggunakan dekomposisi Hicks, efek substitusi dan efek pendapatan barang X adalah ….
A. Efek substitusi = 2,32 unit dan efek pendapatan = 2,68 unit
B. Efek substitusi = 2,68 unit dan efek pendapatan = 2,32 unit
C. Efek substitusi = 5 unit dan efek pendapatan = 0 unit
D. Efek substitusi = 3,33 unit dan efek pendapatan = 1,67 unit
E. Efek substitusi = 1,67 unit dan efek pendapatan = 3,33 unit
Jawaban: A
Pembahasan
Pada fungsi utilitas Cobb-Douglas dengan pangkat yang sama, konsumen mengalokasikan setengah pendapatannya untuk barang X dan setengahnya untuk barang Y.
Konsumsi awal barang X:
X₀ = 0,5 × Pendapatan ÷ Harga X
X₀ = 0,5 × 120 ÷ 4
X₀ = 60 ÷ 4
X₀ = 15 unit
Konsumsi awal barang Y:
Y₀ = 0,5 × 120 ÷ 2
Y₀ = 30 unit
Utilitas awal:
U₀ = √(X₀ × Y₀)
U₀ = √(15 × 30)
U₀ = √450
Setelah harga X turun menjadi Rp3, konsumsi akhir barang X:
X₁ = 0,5 × 120 ÷ 3
X₁ = 60 ÷ 3
X₁ = 20 unit
Untuk mempertahankan utilitas lama pada harga baru, pengeluaran minimum Hicks adalah:
Eᴴ = 2 × U₀ × √(Harga X baru × Harga Y)
Eᴴ = 2 × √450 × √(3 × 2)
Eᴴ ≈ 103,92
Permintaan barang X setelah kompensasi:
Xᴴ = 0,5 × Eᴴ ÷ Harga X baru
Xᴴ = 0,5 × 103,92 ÷ 3
Xᴴ ≈ 17,32 unit
Efek substitusi:
Efek substitusi = Xᴴ − X₀
Efek substitusi = 17,32 − 15
Efek substitusi = 2,32 unit
Efek pendapatan:
Efek pendapatan = X₁ − Xᴴ
Efek pendapatan = 20 − 17,32
Efek pendapatan = 2,68 unit
Total kenaikan konsumsi:
2,32 + 2,68 = 5 unit
Soal 3 – Keseimbangan Nash Strategi Campuran
Dua perusahaan, Alfa dan Beta, memilih pasar premium atau pasar ekonomis. Angka pertama menunjukkan keuntungan Alfa, sedangkan angka kedua menunjukkan keuntungan Beta.
| Pilihan Alfa | Beta Premium | Beta Ekonomis |
| Alfa Premium | 2, 1 | 8, 5 |
| Alfa Ekonomis | 6, 7 | 3, 2 |
Probabilitas Alfa memilih pasar premium dan probabilitas Beta memilih pasar premium dalam keseimbangan strategi campuran adalah ….
A. 1/3 dan 2/5
B. 5/9 dan 5/9
C. 2/5 dan 1/3
D. 5/9 dan 1/3
E. 1/3 dan 5/9
Jawaban: B
Pembahasan
Misalkan:
- p = probabilitas Alfa memilih premium
- q = probabilitas Beta memilih premium
Agar Alfa bersedia memilih secara acak, keuntungan harapan Alfa dari premium harus sama dengan keuntungan harapan dari ekonomis.
Keuntungan harapan Alfa jika memilih premium:
EU Alfa Premium = (2 × q) + [8 × (1 − q)]
EU Alfa Premium = 2q + 8 − 8q
EU Alfa Premium = 8 − 6q
Keuntungan harapan Alfa jika memilih ekonomis:
EU Alfa Ekonomis = (6 × q) + [3 × (1 − q)]
EU Alfa Ekonomis = 6q + 3 − 3q
EU Alfa Ekonomis = 3 + 3q
Samakan keduanya:
8 − 6q = 3 + 3q
5 = 9q
q = 5/9
Selanjutnya, keuntungan harapan Beta dari premium harus sama dengan keuntungan harapan dari ekonomis.
Keuntungan Beta jika memilih premium:
EU Beta Premium = (1 × p) + [7 × (1 − p)]
EU Beta Premium = p + 7 − 7p
EU Beta Premium = 7 − 6p
Keuntungan Beta jika memilih ekonomis:
EU Beta Ekonomis = (5 × p) + [2 × (1 − p)]
EU Beta Ekonomis = 5p + 2 − 2p
EU Beta Ekonomis = 2 + 3p
Samakan:
7 − 6p = 2 + 3p
5 = 9p
p = 5/9
Jadi:
Probabilitas Alfa memilih premium = 5/9
Probabilitas Beta memilih premium = 5/9
Soal 4 – Pajak Pigouvian
Fungsi permintaan suatu barang adalah:
P = 100 − Q
Biaya marginal privat produsen:
MPC = 20 + Q
Kerusakan lingkungan marginal:
MD = 0,5Q
Pemerintah ingin menetapkan pajak agar produksi pasar sama dengan produksi yang efisien secara sosial.
Jumlah produksi efisien dan pajak per unit adalah ….
A. 30 unit dan pajak 15
B. 32 unit dan pajak 16
C. 32 unit dan pajak 20
D. 36 unit dan pajak 18
E. 40 unit dan pajak 20
Jawaban: B
Pembahasan
Biaya marginal sosial adalah:
MSC = MPC + MD
Masukkan persamaan:
MSC = (20 + Q) + 0,5Q
MSC = 20 + 1,5Q
Produksi efisien terjadi ketika manfaat marginal sama dengan biaya marginal sosial.
Kurva permintaan menunjukkan manfaat marginal:
100 − Q = 20 + 1,5Q
Pindahkan seluruh Q ke satu sisi:
100 − 20 = 1,5Q + Q
80 = 2,5Q
Q = 80 ÷ 2,5
Q = 32 unit
Pajak Pigouvian sama dengan kerusakan marginal pada produksi efisien:
Pajak = MD
Pajak = 0,5 × 32
Pajak = 16 per unit
Soal 5 – Model IS–LM dan Crowding Out
Diketahui:
C = 100 + 0,75(Y − T)
T = 100
I = 300 − 20r
G = 200
Permintaan uang riil:
L = 0,5Y − 40r
Penawaran uang riil:
M/P = 400
Pemerintah menaikkan belanja sebesar 80 tanpa mengubah pajak dan penawaran uang.
Perubahan pendapatan nasional dan tingkat bunga adalah ….
A. Pendapatan naik 160 dan tingkat bunga naik 2 poin
B. Pendapatan naik 240 dan tingkat bunga naik 1 poin
C. Pendapatan naik 320 dan tingkat bunga tetap
D. Pendapatan naik 80 dan tingkat bunga naik 3 poin
E. Pendapatan naik 160 dan tingkat bunga naik 4 poin
Jawaban: A
Pembahasan
Keseimbangan pasar barang:
Y = C + I + G
Masukkan seluruh persamaan:
Y = 100 + 0,75(Y − 100) + 300 − 20r + 200
Uraikan:
Y = 100 + 0,75Y − 75 + 300 − 20r + 200
Y = 525 + 0,75Y − 20r
Pindahkan 0,75Y ke kiri:
Y − 0,75Y = 525 − 20r
0,25Y = 525 − 20r
Bagi dengan 0,25:
Y = 2.100 − 80r
Persamaan pasar uang:
400 = 0,5Y − 40r
0,5Y = 400 + 40r
Kalikan dua:
Y = 800 + 80r
Samakan kedua persamaan:
2.100 − 80r = 800 + 80r
1.300 = 160r
r = 8,125
Pendapatan awal:
Y = 800 + 80(8,125)
Y = 1.450
Setelah belanja pemerintah naik 80, nilai G menjadi:
G baru = 200 + 80 = 280
Persamaan IS baru:
Y = 100 + 0,75(Y − 100) + 300 − 20r + 280
Y = 605 + 0,75Y − 20r
0,25Y = 605 − 20r
Y = 2.420 − 80r
Samakan dengan persamaan LM:
2.420 − 80r = 800 + 80r
1.620 = 160r
r = 10,125
Pendapatan baru:
Y = 800 + 80(10,125)
Y = 1.610
Perubahan pendapatan:
ΔY = Y baru − Y awal
ΔY = 1.610 − 1.450
ΔY = 160
Perubahan tingkat bunga:
Δr = 10,125 − 8,125
Δr = 2 poin
Soal 6 – Kebijakan Moneter dalam Perekonomian Terbuka
Sebuah negara kecil menerapkan kurs mengambang dan memiliki mobilitas modal hampir sempurna. Perekonomian berada di bawah tingkat kesempatan kerja penuh. Bank sentral membeli surat berharga dalam jumlah besar.
Rangkaian perubahan yang paling tepat adalah ….
A. Penawaran uang naik, suku bunga naik, modal masuk, mata uang terapresiasi, dan ekspor neto turun
B. Penawaran uang naik, suku bunga turun, modal keluar, mata uang terdepresiasi, dan ekspor neto naik
C. Penawaran uang naik, suku bunga turun, modal masuk, mata uang terapresiasi, dan ekspor neto naik
D. Penawaran uang naik, suku bunga tetap, modal keluar, mata uang terapresiasi, dan ekspor neto turun
E. Penawaran uang naik, suku bunga naik, modal keluar, mata uang terdepresiasi, dan investasi turun
Jawaban: B
Pembahasan
Urutan pengaruh kebijakan tersebut adalah:
Bank sentral membeli surat berharga
↓
Cadangan bank meningkat
↓
Penawaran uang meningkat
↓
Suku bunga domestik menurun
↓
Modal mengalir ke luar negeri
↓
Permintaan mata uang asing meningkat
↓
Mata uang domestik terdepresiasi
↓
Barang domestik menjadi relatif lebih murah
↓
Ekspor neto meningkat
↓
Pendapatan nasional meningkat
Dalam sistem kurs mengambang, kebijakan moneter relatif efektif karena depresiasi mata uang memperkuat peningkatan permintaan agregat.
Soal 7 – Oligopoli Cournot
Tiga perusahaan identik bersaing menggunakan model Cournot.
Fungsi permintaan pasar:
P = 120 − Q
Total produksi:
Q = q₁ + q₂ + q₃
Biaya marginal setiap perusahaan:
MC = 20
Tidak terdapat biaya tetap.
Jumlah produksi setiap perusahaan, harga pasar, dan laba setiap perusahaan pada keseimbangan adalah ….
A. qᵢ = 20, P = 60, dan laba = 800
B. qᵢ = 25, P = 45, dan laba = 625
C. qᵢ = 25, P = 50, dan laba = 750
D. qᵢ = 30, P = 30, dan laba = 300
E. qᵢ = 20, P = 40, dan laba = 400
Jawaban: B
Pembahasan
Laba perusahaan pertama:
π₁ = (P − MC) × q₁
Masukkan fungsi harga:
π₁ = (120 − q₁ − q₂ − q₃ − 20) × q₁
Sederhanakan:
π₁ = (100 − q₁ − q₂ − q₃) × q₁
Turunan laba terhadap produksi perusahaan pertama:
100 − 2q₁ − q₂ − q₃ = 0
Karena ketiga perusahaan identik:
q₁ = q₂ = q₃ = q
Maka:
100 − 2q − q − q = 0
100 − 4q = 0
4q = 100
q = 25 unit
Total produksi:
Q = q₁ + q₂ + q₃
Q = 25 + 25 + 25
Q = 75 unit
Harga pasar:
P = 120 − Q
P = 120 − 75
P = 45
Laba setiap perusahaan:
Laba = (P − MC) × q
Laba = (45 − 20) × 25
Laba = 25 × 25
Laba = 625
Soal 8 – Model Pertumbuhan Solow
Suatu perekonomian memiliki fungsi produksi per pekerja:
y = √k
Tingkat tabungan sebesar 25%, pertumbuhan penduduk sebesar 2%, dan depresiasi modal sebesar 3%. Tidak terdapat kemajuan teknologi.
Modal per pekerja dan konsumsi per pekerja pada kondisi mapan adalah ….
A. k* = 16 dan c* = 3
B. k* = 20 dan c* = 3,35
C. k* = 25 dan c* = 3,75
D. k* = 25 dan c* = 5
E. k* = 36 dan c* = 4,5
Jawaban: C
Pembahasan
Kondisi mapan terjadi ketika investasi sama dengan kebutuhan modal untuk mengganti depresiasi dan menyediakan modal bagi pertumbuhan penduduk.
Rumus kondisi mapan:
s × f(k) = (n + δ) × k
Keterangan:
- s = tingkat tabungan
- n = pertumbuhan penduduk
- δ = tingkat depresiasi
- k = modal per pekerja
Masukkan angka:
0,25 × √k = (0,02 + 0,03) × k
0,25√k = 0,05k
Bagi kedua sisi dengan √k:
0,25 = 0,05√k
√k = 0,25 ÷ 0,05
√k = 5
Kuadratkan kedua sisi:
k = 5²*
k = 25*
Output per pekerja:
y = √25*
y = 5*
Konsumsi per pekerja:
c = (1 − s) × y**
c = (1 − 0,25) × 5*
c = 0,75 × 5*
c = 3,75*
Soal 9 – Kesalahan Pencatatan Persediaan
Persediaan akhir sebuah perusahaan seharusnya sebesar Rp180 juta. Namun, perusahaan mencatatnya sebesar Rp220 juta.
Jika kesalahan tidak diperbaiki, dampaknya adalah ….
A. HPP terlalu tinggi Rp40 juta, laba terlalu rendah Rp40 juta, dan aset terlalu tinggi Rp40 juta
B. HPP terlalu rendah Rp40 juta, laba terlalu tinggi Rp40 juta, dan aset terlalu tinggi Rp40 juta
C. HPP terlalu rendah Rp40 juta, laba terlalu tinggi Rp40 juta, dan kewajiban terlalu tinggi Rp40 juta
D. HPP terlalu tinggi Rp40 juta, laba terlalu rendah Rp40 juta, dan aset terlalu rendah Rp40 juta
E. HPP tidak berubah, tetapi laba dan aset terlalu tinggi Rp40 juta
Jawaban: B
Pembahasan
Selisih pencatatan persediaan:
Selisih = Persediaan tercatat − Persediaan sebenarnya
Selisih = Rp220 juta − Rp180 juta
Selisih = Rp40 juta
Artinya, persediaan akhir dicatat terlalu tinggi sebesar Rp40 juta.
Rumus harga pokok penjualan:
HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih − Persediaan akhir
Karena persediaan akhir dikurangkan, persediaan akhir yang terlalu tinggi menyebabkan HPP terlalu rendah.
Hubungannya dapat ditulis:
Persediaan akhir naik Rp40 juta
↓
HPP turun Rp40 juta
↓
Laba kotor naik Rp40 juta
↓
Laba bersih naik Rp40 juta
Selain itu, persediaan termasuk aset lancar. Karena itu:
Aset tercatat terlalu tinggi Rp40 juta
Soal 10 – Keunggulan Komparatif
Produktivitas tenaga kerja di Negara Aruna dan Negara Baskara adalah sebagai berikut.
| Negara | Kain per Hari | Gandum per Hari |
| Aruna | 8 unit | 12 unit |
| Baskara | 6 unit | 6 unit |
Pernyataan yang paling tepat adalah ….
A. Aruna unggul komparatif pada kain dan perdagangan menguntungkan jika satu kain ditukar dengan 1–2 gandum
B. Baskara unggul komparatif pada gandum dan perdagangan menguntungkan jika satu kain ditukar dengan kurang dari satu gandum
C. Aruna unggul komparatif pada gandum, Baskara pada kain, dan terms of trade berada antara 1 dan 1,5 gandum untuk setiap kain
D. Aruna unggul komparatif pada kedua barang karena memiliki produktivitas lebih tinggi
E. Baskara unggul komparatif pada kain, tetapi perdagangan hanya menguntungkan jika satu kain ditukar dengan lebih dari 1,5 gandum
Jawaban: C
Pembahasan
Keunggulan komparatif ditentukan berdasarkan biaya peluang.
Biaya Peluang di Aruna
Aruna dapat menghasilkan:
- 8 kain, atau
- 12 gandum
Biaya peluang satu kain:
Biaya peluang 1 kain = 12 gandum ÷ 8 kain
Biaya peluang 1 kain = 1,5 gandum
Biaya peluang satu gandum:
Biaya peluang 1 gandum = 8 kain ÷ 12 gandum
Biaya peluang 1 gandum = 2/3 kain
Biaya Peluang di Baskara
Baskara dapat menghasilkan:
- 6 kain, atau
- 6 gandum
Biaya peluang satu kain:
Biaya peluang 1 kain = 6 gandum ÷ 6 kain
Biaya peluang 1 kain = 1 gandum
Biaya peluang satu gandum:
Biaya peluang 1 gandum = 6 kain ÷ 6 gandum
Biaya peluang 1 gandum = 1 kain
Menentukan Keunggulan Komparatif
Biaya peluang kain:
- Aruna = 1,5 gandum
- Baskara = 1 gandum
Karena biaya peluang Baskara lebih rendah, Baskara memiliki keunggulan komparatif dalam kain.
Biaya peluang gandum:
- Aruna = 2/3 kain
- Baskara = 1 kain
Karena biaya peluang Aruna lebih rendah, Aruna memiliki keunggulan komparatif dalam gandum.
Agar perdagangan menguntungkan kedua negara, nilai tukar satu kain harus berada di antara biaya peluang kedua negara:
1 gandum < harga 1 kain < 1,5 gandum
Contoh terms of trade yang menguntungkan:
1 kain = 1,2 gandum
Tips Mengerjakan Soal OSN Ekonomi
Dalam mengerjakan soal OSN Ekonomi, jangan langsung memasukkan angka ke dalam rumus. Tentukan terlebih dahulu konsep ekonomi yang digunakan.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah:
- Tuliskan seluruh informasi yang diketahui.
- Tentukan variabel yang ditanyakan.
- Pilih rumus atau model ekonomi yang sesuai.
- Masukkan angka secara bertahap.
- Periksa kembali tanda positif dan negatif.
- Pastikan hasil perhitungan masuk akal secara ekonomi.
Sebagai contoh, pajak biasanya meningkatkan biaya yang ditanggung pasar. Penurunan suku bunga cenderung mendorong investasi. Depresiasi mata uang biasanya membuat ekspor lebih kompetitif, dengan asumsi faktor lain tetap.
Perbanyak Latihan Soal OSN Ekonomi Disini, Perkuat Peluang Lolos!

Akses ratusan latihan soal OSN Ekonomi di utbk.or.id untuk mengasah kemampuan analisis, perhitungan, dan pemahaman konsep dari berbagai materi ekonomi. Setiap latihan dilengkapi pembahasan yang dapat membantu Anda mengevaluasi kesalahan, memahami pola penyelesaian, dan membangun strategi menghadapi soal OSN Ekonomi dengan lebih matang.
FAQ Seputar soal osn ekonomi
Q: Apakah ada materi akuntansi di OSN Ekonomi SMA?
A: Ya, siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang (jurnal penyesuaian hingga laporan keuangan) merupakan materi wajib di OSN Ekonomi.