52 Soal Tes Masuk Jurusan Akuntansi (SNBT & Mandiri) Lengkap Pembahasan

Share ke:

Jurusan Akuntansi merupakan bidang studi yang fokus pada pengelolaan data keuangan, termasuk pencatatan, pengolahan, dan pelaporan untuk mendukung pengambilan keputusan yang akurat. Mahasiswa di jurusan ini akan mempelajari berbagai topik, mulai dari akuntansi keuangan, manajemen, perpajakan, hingga audit, serta penguasaan teknologi yang mendukung sistem akuntansi modern.

Lulusan Akuntansi memiliki peluang karir yang menjanjikan di berbagai sektor, seperti perusahaan swasta, lembaga pemerintah, hingga organisasi internasional. Profesi yang dapat ditekuni meliputi akuntan profesional, auditor internal, konsultan pajak, analis keuangan, hingga kepala keuangan di perusahaan besar.

Kisi-Kisi Tes Masuk Jurusan Akuntansi

Kisi-Kisi Tes Masuk Jurusan Akuntansi

Berikut ini adalah materi utama yang umumnya diujikan dalam tes masuk jurusan Akuntansi. Mengetahui kisi-kisi tes ini akan membantu calon mahasiswa untuk lebih fokus dan siap dalam menghadapi ujian, serta meningkatkan peluang untuk lolos.

1. Konsep Dasar Akuntansi

Pembahasan: Menguji pemahaman calon mahasiswa tentang definisi akuntansi, tujuan, dan fungsi akuntansi sebagai sistem informasi keuangan. Materi ini mencakup konsep persamaan dasar akuntansi (harta = kewajiban + modal).

2. Jurnal dan Buku Besar

Pembahasan: Menguji kemampuan membuat jurnal umum berdasarkan transaksi sederhana dan memindahkan data ke buku besar. Contoh soal meliputi pencatatan transaksi seperti pembelian barang secara tunai atau kredit.

3. Laporan Keuangan

Pembahasan: Mengukur kemampuan menyusun laporan keuangan dasar, seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas. Fokus pada pengklasifikasian akun dengan benar sesuai pos laporan.

4. Siklus Akuntansi

Pembahasan: Menguji pemahaman tentang tahapan siklus akuntansi, mulai dari identifikasi transaksi, pencatatan jurnal, posting ke buku besar, hingga penyusunan laporan keuangan.

5. Akuntansi Persediaan

Pembahasan: Materi meliputi metode pencatatan persediaan (FIFO, LIFO, dan metode rata-rata). Soal dapat mencakup perhitungan harga pokok persediaan akhir berdasarkan metode tertentu.

6. Akuntansi Pajak

Pembahasan: Menguji pengetahuan dasar perpajakan, seperti jenis pajak (PPh, PPN), fungsi pajak, dan penghitungan sederhana pajak penghasilan. Fokus pada pengenalan kewajiban perpajakan dalam laporan keuangan.

7. Akuntansi Perusahaan Dagang

Pembahasan: Menguji kemampuan pencatatan transaksi khusus perusahaan dagang, seperti retur penjualan, diskon, dan perhitungan harga pokok penjualan (HPP).

8. Analisis Rasio Keuangan

Pembahasan: Materi mencakup perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Soal dirancang untuk mengukur kemampuan membaca dan menganalisis kesehatan keuangan perusahaan.

9. Matematika Keuangan

Pembahasan: Mengukur kemampuan dalam perhitungan keuangan seperti bunga tunggal, bunga majemuk, anuitas, dan nilai sekarang (present value). Contoh soal melibatkan perhitungan investasi atau pinjaman.

10. Prinsip Akuntansi Berterima Umum (GAAP)

Pembahasan: Soal mencakup pemahaman prinsip dasar akuntansi seperti kesesuaian, konsistensi, dan materialitas dalam penyusunan laporan keuangan.

📑 Bank Soal Tes Masuk Jurusan Akuntansi (SNBT & Ujian Mandiri): Di bawah ini tersedia 52 Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Akuntansi yang mencakup Persamaan Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi & Jurnal Umum, Jurnal Penyesuaian & Kertas Kerja, Analisis Laporan Keuangan, serta Akuntansi Biaya dan Perpajakan. Klik tombol akordeon di bawah tiap soal untuk menampilkan uraian jawaban dan langkah perhitungannya!

Soal #1 • Persamaan Dasar Akuntansi Akuntansi Standar PTN & PTS

Rumus matematis baku dari persamaan dasar akuntansi yang mencerminkan keseimbangan posisi keuangan adalah…

A. Aset = Liabilitas + Ekuitas
B. Aset = Liabilitas – Ekuitas
C. Ekuitas = Aset + Liabilitas
D. Liabilitas = Aset + Ekuitas
E. Pendapatan = Beban + Laba Bersih
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persamaan dasar akuntansi menyatakan bahwa seluruh sumber daya ekonomis (Aset) yang dimiliki entitas dibiayai oleh klaim pihak ketiga kreditor (Liabilitas) dan hak pemilik (Ekuitas): $\text{Aset} = \text{Liabilitas} + \text{Ekuitas}$.
Soal #2 • Analisis Transaksi Akuntansi Standar PTN & PTS

Pemilik menyetorkan uang tunai sebesar Rp50.000.000 sebagai modal awal pendirian usaha jasa akuntan publik. Pengaruh transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi adalah…

A. Aset (Kas) bertambah Rp50.000.000 dan Ekuitas (Modal) bertambah Rp50.000.000
B. Aset (Kas) bertambah Rp50.000.000 dan Liabilitas bertambah Rp50.000.000
C. Aset (Kas) bertambah Rp50.000.000 dan Aset (Peralatan) berkurang Rp50.000.000
D. Liabilitas berkurang Rp50.000.000 dan Ekuitas bertambah Rp50.000.000
E. Aset (Kas) berkurang Rp50.000.000 dan Beban bertambah Rp50.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penyetoran modal tunai menambah kas perusahaan (Aset +Rp50.000.000) dan secara bersamaan meningkatkan saldo ekuitas pemilik (Modal +Rp50.000.000).
Soal #3 • Analisis Transaksi Pembelian Kredit Akuntansi Standar PTN & PTS

Perusahaan membeli perlengkapan kantor senilai Rp15.000.000 secara kredit dengan termin 2/10, n/30. Akun yang bertambah di sisi debet dan kredit adalah…

A. Debet Perlengkapan Kantor, Kredit Kas
B. Debet Perlengkapan Kantor, Kredit Utang Usaha
C. Debet Beban Perlengkapan, Kredit Kas
D. Debet Utang Usaha, Kredit Perlengkapan Kantor
E. Debet Kas, Kredit Utang Usaha
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pembelian perlengkapan kantor secara kredit menambah akun aset (Perlengkapan Kantor di sisi DEBET) dan memunculkan kewajiban kepada pemasok (Utang Usaha di sisi KREDIT).
Soal #4 • Prinsip Dasar Akuntansi – Entitas Ekonomi Akuntansi Standar PTN & PTS

Prinsip akuntansi yang mengharuskan pemisahan tegas antara kekayaan pribadi pemilik dan kekayaan perusahaan disebut…

A. Economic Entity Assumption
B. Going Concern Assumption
C. Monetary Unit Assumption
D. Periodicity Assumption
E. Historical Cost Principle
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Asumsi Entitas Ekonomi (Economic Entity) menetapkan bahwa aktivitas keuangan perusahaan harus dicatat terpisah secara mutlak dari keuangan pribadi pemilik atau entitas bisnis lainnya.
Soal #5 • Prinsip Dasar Akuntansi – Going Concern Akuntansi Standar PTN & PTS

Asumsi dasar bahwa perusahaan didirikan untuk menjalankan aktivitas operasionalnya dalam jangka waktu yang tidak terbatas (berkelanjutan) dan tidak bermaksud dilikuidasi dalam waktu dekat disebut…

A. Matching Principle
B. Going Concern (Kelangsungan Usaha)
C. Full Disclosure
D. Materiality
E. Conservatism
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Going Concern mengasumsikan bahwa entitas bisnis akan terus beroperasi di masa depan untuk merealisasikan rencana dan kewajibannya.
Soal #6 • Saldo Normal Akun Akuntansi Standar PTN & PTS

Kelompok akun yang secara alami memiliki saldo normal di sisi KREDIT adalah…

A. Aset, Beban, dan Prive
B. Liabilitas, Ekuitas (Modal), dan Pendapatan
C. Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
D. Beban, Pendapatan, dan Kas
E. Peralatan, Utang Usaha, dan Pendapatan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Akun Liabilitas (Kewajiban), Ekuitas (Modal), dan Pendapatan bertambah di sisi KREDIT dan berkurang di sisi DEBET, sehingga saldo normalnya adalah KREDIT.
Soal #7 • Analisis Pendapatan Diterima di Muka Akuntansi Standar PTN & PTS

Perusahaan jasa menerima pembayaran kas sebesar Rp12.000.000 untuk jasa konsultasi yang baru akan diselesaikan bulan depan. Transaksi ini dicatat mula-mula sebagai…

A. Kas (Debet) dan Pendapatan Diterima di Muka (Kredit)
B. Kas (Debet) dan Pendapatan Jasa (Kredit)
C. Piutang Usaha (Debet) dan Kas (Kredit)
D. Beban Konsultasi (Debet) dan Kas (Kredit)
E. Kas (Debet) dan Modal Pemilik (Kredit)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Karena jasa belum diserahkan, kas yang diterima menimbulkan kewajiban (liabilitas) berupa Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue) di sisi Kredit.
Soal #8 • Konsep Dasar – Pengambilan Pribadi (Prive) Akuntansi Standar PTN & PTS

Pengambilan uang tunai dari kas perusahaan oleh pemilik untuk keperluan pribadi (Prive / Drawing) akan berakibat…

A. Mengurangi Aset (Kas) dan mengurangi Ekuitas (Modal)
B. Menambah Aset (Kas) dan menambah Beban
C. Mengurangi Liabilitas dan menambah Ekuitas
D. Menaikkan laba bersih tahun berjalan
E. Tidak berpengaruh terhadap posisi kas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prive mengurangi saldo aset kas dan secara langsung mendebet akun penarik modal (mengurangi nilai ekuitas pemilik).
Soal #9 • Konsep Basis Akuntansi – Accrual vs Cash Basis Akuntansi Standar PTN & PTS

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mewajibkan pencatatan transaksi menggunakan basis akrual (accrual basis), yang artinya…

A. Pendapatan dan beban diakui hanya saat uang kas diterima atau dikeluarkan
B. Pendapatan diakui saat hak timbul (dihasilkan) dan beban diakui saat terjadi, terlepas dari kapan kas diterima atau dibayar
C. Semua transaksi harus dibayar tunai
D. Laporan keuangan hanya disusun setiap lima tahun
E. Pencatatan hanya dilakukan saat tutup buku akhir tahun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Basis akrual mengakui pengaruh transaksi pada saat terjadinya hak dan kewajiban (earned & incurred), bukan menunggu saat kas riil berpindah tangan.
Soal #10 • Konsep Dasar – Prinsip Penandingan (Matching Principle) Akuntansi Standar PTN & PTS

Prinsip penandingan (matching principle) dalam akuntansi menegaskan bahwa…

A. Beban harus diakui pada periode yang sama dengan pendapatan yang dihasilkan oleh beban tersebut
B. Nilai aset harus selalu cocok dengan harga pasar saat ini
C. Setiap faktur harus dicocokkan dengan kwitansi bank
D. Jumlah karyawan harus sebanding dengan jumlah mesin
E. Penerimaan kas harus sama dengan pengeluaran kas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Matching principle menandingkan pendapatan yang diperoleh pada suatu periode dengan seluruh beban yang dikorbankan untuk menghasilkan pendapatan tersebut.
Soal #11 • Jurnal Umum – Pembayaran Utang Akuntansi Standar PTN & PTS

Perusahaan melunasi sisa utang usaha kepada pemasok sebesar Rp8.000.000 secara tunai. Ayat jurnal yang tepat adalah…

A. Utang Usaha (Debet) Rp8.000.000 ; Kas (Kredit) Rp8.000.000
B. Kas (Debet) Rp8.000.000 ; Utang Usaha (Kredit) Rp8.000.000
C. Beban Utang (Debet) Rp8.000.000 ; Kas (Kredit) Rp8.000.000
D. Piutang Usaha (Debet) Rp8.000.000 ; Kas (Kredit) Rp8.000.000
E. Utang Usaha (Debet) Rp8.000.000 ; Beban Bunga (Kredit) Rp8.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pelunasan utang mengurangi kewajiban di sisi Debet (Utang Usaha berkurang) dan mengurangi aset di sisi Kredit (Kas berkurang).
Soal #12 • Jurnal Umum – Pendapatan Kredit (Piutang) Akuntansi Standar PTN & PTS

Telah diselesaikan pekerjaan audit laporan keuangan senilai Rp25.000.000 untuk klien. Tagihan telah dikirimkan namun belum diterima pembayarannya. Ayat jurnalnya adalah…

A. Kas (Debet) Rp25.000.000 ; Pendapatan Jasa (Kredit) Rp25.000.000
B. Piutang Usaha (Debet) Rp25.000.000 ; Pendapatan Jasa (Kredit) Rp25.000.000
C. Pendapatan Jasa (Debet) Rp25.000.000 ; Piutang Usaha (Kredit) Rp25.000.000
D. Piutang Usaha (Debet) Rp25.000.000 ; Kas (Kredit) Rp25.000.000
E. Modal (Debet) Rp25.000.000 ; Pendapatan Jasa (Kredit) Rp25.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Jasa yang telah selesai tetapi belum dibayar diakui sebagai penambahan aset tagihan di Debet (Piutang Usaha) dan penambahan pendapatan di Kredit (Pendapatan Jasa).
Soal #13 • Siklus Akuntansi – Fungsi Buku Besar (General Ledger) Akuntansi Standar PTN & PTS

Tujuan utama pemindahbukuan (posting) ayat jurnal umum ke buku besar (ledger) adalah…

A. Membuat bukti transaksi baru
B. Mengklasifikasikan dan mengelompokkan mutasi transaksi ke dalam masing-masing akun untuk mengetahui saldo akhirnya
C. Menghitung besaran pajak penghasilan final
D. Menyusun laporan audit internal
E. Mencocokkan tanda tangan manajer keuangan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Posting ke buku besar bertujuan mengumpulkan seluruh data mutasi debet-kredit transaksi historis ke dalam rekening akun sejenis guna memperoleh saldo akhir berkala.
Soal #14 • Siklus Akuntansi – Neraca Saldo (Trial Balance) Akuntansi Standar PTN & PTS

Kondisi di mana total kolom Debet dan Kredit pada Neraca Saldo menunjukkan angka yang sama (seimbang) membuktikan bahwa…

A. Tidak ada transaksi yang terlewat dicatat sama sekali
B. Pencatatan matematis debet dan kredit telah seimbang, namun belum menjamin bebas dari kesalahan pencatatan akun
C. Perusahaan pasti memperoleh keuntungan bersih yang besar
D. Laporan keuangan sudah otomatis diaudit akuntan publik
E. Seluruh persediaan barang telah terjual habis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Keseimbangan neraca saldo hanya membuktikan kesamaan matematis antara total debet dan kredit, namun tidak mendeteksi transaksi yang lupa dicatat, salah posting ke akun lain, atau pencatatan ganda.
Soal #15 • Jurnal Khusus Perusahaan Dagang Akuntansi Standar PTN & PTS

Jurnal khusus yang digunakan semata-mata untuk mencatat seluruh transaksi penjualan barang dagangan secara KREDIT adalah…

A. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
B. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
C. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipts Journal)
D. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Disbursements Journal)
E. Jurnal Umum (General Journal)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Sales Journal (Jurnal Penjualan) dikhususkan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.
Soal #16 • Syarat Pembayaran – Potongan Tunai Akuntansi Standar PTN & PTS

Faktur penjualan tertanggal 5 Maret senilai Rp10.000.000 memiliki syarat pembayaran 3/10, n/30. Jika pembeli melunasi pembayaran pada tanggal 14 Maret, berapa jumlah uang tunai yang harus dibayarkan?

A. Rp9.500.000
B. Rp9.700.000
C. Rp9.800.000
D. Rp10.000.000
E. Rp10.300.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Masa potongan adalah 10 hari sejak 5 Maret (hingga 15 Maret). Pelunasan 14 Maret berhak atas diskon 3%: Potongan = $3\% \times 10.000.000 = \text{Rp}300.000$. Kas yang dibayar = $10.000.000 – 300.000 = \text{Rp}9.700.000$.
Soal #17 • Syarat Penyerahan Barang – FOB Shipping Point Akuntansi Standar PTN & PTS

Dalam syarat penyerahan barang FOB Shipping Point, biaya angkut pengiriman barang dan risiko selama perjalanan dari gudang penjual ke gudang pembeli menjadi tanggung jawab…

A. Pihak Penjual
B. Pihak Pembeli
C. Pihak Jasa Ekspedisi
D. Ditanggung bersama secara imbang
E. Pemerintah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
FOB Shipping Point menetapkan hak kepemilikan dan risiko barang berpindah ke tangan pembeli sejak barang keluar dari gudang penjual, sehingga ongkos angkut ditanggung pembeli.
Soal #18 • Jurnal Penutup (Closing Entries) Akuntansi Standar PTN & PTS

Akun-akun nominal yang harus ditutup pada akhir periode akuntansi agar bersaldo nol mencakup…

A. Aset, Liabilitas, dan Modal
B. Pendapatan, Beban, dan Prive
C. Kas, Piutang, dan Utang
D. Perlengkapan, Akumulasi Penyusutan, dan Modal
E. Hanya akun Kas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Akun nominal (akun sementara di laporan laba rugi dan prive) harus ditutup ke Ikhtisar Laba Rugi dan Modal pada akhir periode agar saldo awal periode berikutnya kembali nol.
Soal #19 • Jurnal Pembalik (Reversing Entries) Akuntansi Standar PTN & PTS

Tujuan utama pembuatan jurnal pembalik pada awal periode akuntansi baru adalah…

A. Mengoreksi kesalahan posting
B. Menyederhanakan pencatatan transaksi rutin yang berkaitan dengan beban akrual atau pendapatan akrual di periode berikutnya
C. Menghapus utang perusahaan yang belum dibayar
D. Mengurangi pajak terutang
E. Menutup buku besar secara permanen
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Jurnal pembalik bersifat opsional pada awal tahun baru untuk membalik penyesuaian akrual tertentu agar pencatatan transaksi penerimaan/pengeluaran kas berikutnya konsisten.
Soal #20 • Koreksi Kesalahan Pencatatan (Error Correction) Akuntansi Standar PTN & PTS

Pembayaran beban listrik Rp500.000 keliru dicatat mendebet akun Beban Telepon Rp500.000 dan mengkredit Kas Rp500.000. Ayat jurnal koreksi yang tepat untuk membetulkannya adalah…

A. Beban Listrik (Debet) Rp500.000 ; Beban Telepon (Kredit) Rp500.000
B. Kas (Debet) Rp500.000 ; Beban Listrik (Kredit) Rp500.000
C. Beban Telepon (Debet) Rp500.000 ; Beban Listrik (Kredit) Rp500.000
D. Beban Listrik (Debet) Rp500.000 ; Kas (Kredit) Rp500.000
E. Kas (Debet) Rp500.000 ; Beban Telepon (Kredit) Rp500.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Akun Kas sudah benar di sisi Kredit. Cukup mendebet akun yang seharusnya (Beban Listrik Rp500.000) dan mengkredit akun yang keliru dicatat (Beban Telepon Rp500.000).
Soal #21 • Siklus Akuntansi – Neraca Saldo Setelah Penutupan Akuntansi Standar PTN & PTS

Akun yang tetap tercantum dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan (Post-Closing Trial Balance) adalah…

A. Seluruh akun riil (Aset, Liabilitas, dan Ekuitas akhir)
B. Seluruh akun nominal (Pendapatan dan Beban)
C. Hanya akun Prive dan Laba Ditahan
D. Hanya akun Kas dan Penjualan
E. Tidak ada akun yang tersisa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Karena akun nominal dan prive telah ditutup, neraca saldo setelah penutupan hanya memuat akun-akun riil (neraca/posisi keuangan) yang akan dibawa sebagai saldo awal periode baru.
Soal #22 • Jurnal Pembelian Retur Akuntansi Standar PTN & PTS

Perusahaan mengembalikan sebagian barang dagang yang dibeli secara kredit senilai Rp2.000.000 karena rusak. Pencatatan ayat jurnal dengan metode periodik adalah…

A. Utang Usaha (Debet) Rp2.000.000 ; Retur Pembelian (Kredit) Rp2.000.000
B. Retur Pembelian (Debet) Rp2.000.000 ; Utang Usaha (Kredit) Rp2.000.000
C. Kas (Debet) Rp2.000.000 ; Pembelian (Kredit) Rp2.000.000
D. Piutang Usaha (Debet) Rp2.000.000 ; Retur Pembelian (Kredit) Rp2.000.000
E. Retur Penjualan (Debet) Rp2.000.000 ; Kas (Kredit) Rp2.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pengembalian barang pembelian kredit mengurangi Utang Usaha di sisi Debet dan mencatat Retur Pembelian di sisi Kredit.
Soal #23 • Jurnal Penyesuaian – Perlengkapan Terpakai Akuntansi Standar PTN & PTS

Pada tanggal 1 Januari saldo akun Perlengkapan adalah Rp6.000.000. Pada tanggal 31 Desember, pemeriksaan fisik menunjukkan perlengkapan yang masih tersisa di gudang adalah Rp2.000.000. Ayat jurnal penyesuaian per 31 Desember adalah…

A. Beban Perlengkapan (Debet) Rp4.000.000 ; Perlengkapan (Kredit) Rp4.000.000
B. Beban Perlengkapan (Debet) Rp2.000.000 ; Perlengkapan (Kredit) Rp2.000.000
C. Perlengkapan (Debet) Rp4.000.000 ; Beban Perlengkapan (Kredit) Rp4.000.000
D. Perlengkapan (Debet) Rp2.000.000 ; Kas (Kredit) Rp2.000.000
E. Beban Perlengkapan (Debet) Rp6.000.000 ; Perlengkapan (Kredit) Rp6.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perlengkapan yang terpakai selama periode = Saldo Awal – Sisa Akhir = $6.000.000 – 2.000.000 = \text{Rp}4.000.000$. Jurnal penyesuaian: mendebet Beban Perlengkapan Rp4.000.000 dan mengkredit Perlengkapan Rp4.000.000.
Soal #24 • Jurnal Penyesuaian – Asuransi Dibayar di Muka Akuntansi Standar PTN & PTS

Pada 1 Agustus dibayar premi asuransi gedung sebesar Rp12.000.000 untuk jangka waktu 1 tahun dan dicatat pada akun Asuransi Dibayar di Muka. Ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember adalah…

A. Beban Asuransi (Debet) Rp5.000.000 ; Asuransi Dibayar di Muka (Kredit) Rp5.000.000
B. Beban Asuransi (Debet) Rp7.000.000 ; Asuransi Dibayar di Muka (Kredit) Rp7.000.000
C. Asuransi Dibayar di Muka (Debet) Rp5.000.000 ; Beban Asuransi (Kredit) Rp5.000.000
D. Beban Asuransi (Debet) Rp12.000.000 ; Kas (Kredit) Rp12.000.000
E. Beban Asuransi (Debet) Rp4.000.000 ; Asuransi Dibayar di Muka (Kredit) Rp4.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Waktu yang telah kadaluarsa dari 1 Agustus hingga 31 Desember adalah 5 bulan. Beban asuransi = $\frac{5}{12} \times 12.000.000 = \text{Rp}5.000.000$. Jurnal penyesuaian: Debet Beban Asuransi Rp5.000.000 dan Kredit Asuransi Dibayar di Muka Rp5.000.000.
Soal #25 • Jurnal Penyesuaian – Beban Gaji yang Masih Harus Dibayar Akuntansi Standar PTN & PTS

Gaji 4 orang karyawan untuk bulan Desember sebesar Rp16.000.000 baru akan dibayarkan secara tunai pada tanggal 2 Januari tahun depan. Ayat jurnal penyesuaian per 31 Desember adalah…

A. Beban Gaji (Debet) Rp16.000.000 ; Utang Gaji (Kredit) Rp16.000.000
B. Utang Gaji (Debet) Rp16.000.000 ; Kas (Kredit) Rp16.000.000
C. Beban Gaji (Debet) Rp16.000.000 ; Kas (Kredit) Rp16.000.000
D. Kas (Debet) Rp16.000.000 ; Utang Gaji (Kredit) Rp16.000.000
E. Beban Gaji (Debet) Rp16.000.000 ; Piutang Gaji (Kredit) Rp16.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sesuai prinsip akrual, beban gaji Desember harus diakui di periode berjalan sebagai Beban Gaji di Debet dan kewajiban yang belum dibayar diakui sebagai Utang Gaji di Kredit.
Soal #26 • Jurnal Penyesuaian – Pendapatan Masih Harus Diterima (Accrued Revenue) Akuntansi Standar PTN & PTS

Perusahaan telah menyelesaikan pengerjaan laporan pajak klien senilai Rp7.500.000 pada akhir Desember, namun faktur tagihan belum diterbitkan dan uang belum diterima. Jurnal penyesuaiannya adalah…

A. Piutang Pendapatan (Debet) Rp7.500.000 ; Pendapatan Jasa (Kredit) Rp7.500.000
B. Kas (Debet) Rp7.500.000 ; Pendapatan Jasa (Kredit) Rp7.500.000
C. Pendapatan Diterima di Muka (Debet) Rp7.500.000 ; Pendapatan Jasa (Kredit) Rp7.500.000
D. Pendapatan Jasa (Debet) Rp7.500.000 ; Piutang Pendapatan (Kredit) Rp7.500.000
E. Beban Jasa (Debet) Rp7.500.000 ; Kas (Kredit) Rp7.500.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pendapatan yang sudah menjadi hak namun belum dicatat/diterima diakui sebagai Piutang Pendapatan (Debet) dan Pendapatan Jasa (Kredit).
Soal #27 • Jurnal Penyesuaian – Penyusutan Aset Tetap Akuntansi Standar PTN & PTS

Kendaraan operasional dibeli seharga Rp120.000.000 disusutkan menggunakan metode garis lurus sebesar Rp15.000.000 per tahun. Ayat jurnal penyesuaian akhir tahun adalah…

A. Beban Penyusutan Kendaraan (Debet) Rp15.000.000 ; Akumulasi Penyusutan Kendaraan (Kredit) Rp15.000.000
B. Beban Penyusutan Kendaraan (Debet) Rp15.000.000 ; Kendaraan (Kredit) Rp15.000.000
C. Akumulasi Penyusutan Kendaraan (Debet) Rp15.000.000 ; Beban Penyusutan (Kredit) Rp15.000.000
D. Kendaraan (Debet) Rp15.000.000 ; Kas (Kredit) Rp15.000.000
E. Beban Penyusutan (Debet) Rp15.000.000 ; Kas (Kredit) Rp15.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penyusutan tidak langsung mengurangi akun aset, melainkan dicatat pada akun kontra aset: Beban Penyusutan (Debet) dan Akumulasi Penyusutan (Kredit).
Soal #28 • Akun Kontra Aset (Contra-Asset Account) Akuntansi Standar PTN & PTS

Manakah di antara akun berikut yang tergolong sebagai akun kontra aset dengan saldo normal KREDIT?

A. Akumulasi Penyusutan dan Cadangan Kerugian Piutang
B. Kas dan Piutang Usaha
C. Beban Dibayar di Muka
D. Utang Usaha dan Modal
E. Retur Penjualan dan Potongan Pembelian
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Akumulasi Penyusutan dan Cadangan Kerugian Piutang adalah akun kontra aset yang disajikan sebagai pengurang nilai kotor aset terkait di Neraca, sehingga memiliki saldo normal di sisi Kredit.
Soal #29 • Struktur Neraca Lajur (Worksheet 10 Kolom) Akuntansi Standar PTN & PTS

Urutan pasangan kolom yang terdapat dalam lembar kerja (Neraca Lajur 10 kolom) secara berurutan adalah…

A. Neraca Saldo, Penyesuaian, Neraca Saldo Setelah Penyesuaian, Laba Rugi, Posisi Keuangan (Neraca)
B. Penyesuaian, Neraca Saldo, Buku Besar, Jurnal Umum, Laporan Keuangan
C. Neraca Saldo, Laba Rugi, Neraca, Penyesuaian, Kas
D. Buku Besar, Neraca Saldo, Laba Rugi, Arus Kas, Ekuitas
E. Neraca Saldo, Jurnal Penutup, Neraca, Laba Rugi, Penyesuaian
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Neraca lajur 10 kolom memiliki urutan standar 5 pasang kolom (Debet & Kredit): Neraca Saldo, Penyesuaian, Neraca Saldo Disesuaikan, Laba Rugi, dan Neraca.
Soal #30 • Neraca Lajur – Menentukan Laba Bersih Akuntansi Standar PTN & PTS

Pada kolom Laba Rugi di neraca lajur, jika total sisi KREDIT (Pendapatan) lebih besar daripada total sisi DEBET (Beban), maka selisihnya menunjukkan…

A. Laba Bersih, yang dicatat di sisi Debet kolom Laba Rugi dan sisi Kredit kolom Neraca
B. Rugi Bersih, yang dicatat di sisi Kredit kolom Laba Rugi
C. Kelebihan kas operasional
D. Utang pajak lancar
E. Kesalahan pembukuan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kredit > Debet pada kolom Laba Rugi berarti Pendapatan melebihi Beban (Laba Bersih). Selisih ditempatkan di sisi Debet Laba Rugi (agar seimbang) dan dipindahkan ke sisi Kredit Neraca (menambah modal).
Soal #31 • Jurnal Penyesuaian Pendekatan Neraca vs Laba Rugi Akuntansi Standar PTN & PTS

Saat menerima uang sewa diterima di muka, perusahaan mencatatnya pada akun Pendapatan Sewa (pendekatan laba rugi). Maka pada akhir periode, jurnal penyesuaian dibuat untuk mengakui…

A. Sewa yang belum menjadi pendapatan (masih menjadi utang/kewajiban)
B. Sewa yang sudah dinikmati penyewa
C. Pengeluaran kas untuk renovasi
D. Penyusutan bangunan sewa
E. Pajak pertambahan nilai sewa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jika saat transaksi mula-mula dicatat sebagai Pendapatan, maka penyesuaian akhir tahun bertujuan memindahkan porsi sewa yang BELUM menjadi hak (masih utang) ke akun Sewa Diterima di Muka.
Soal #32 • Penyesuaian – Beban Bunga Pinjaman Bank Akuntansi Standar PTN & PTS

Perusahaan meminjam uang di bank sebesar Rp100.000.000 pada 1 Oktober dengan bunga 12% per tahun yang dibayarkan setiap tanggal 1 April. Beban bunga yang harus disesuaikan per 31 Desember adalah…

A. Rp1.000.000
B. Rp2.000.000
C. Rp3.000.000
D. Rp4.000.000
E. Rp6.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Bunga terutang dari 1 Oktober hingga 31 Desember adalah 3 bulan. Beban bunga = $100.000.000 \times 12\% \times \frac{3}{12} = \text{Rp}3.000.000$. Jurnal: Beban Bunga (D) Rp3.000.000 ; Utang Bunga (K) Rp3.000.000.
Soal #33 • Laporan Laba Rugi – Harga Pokok Penjualan (HPP) Akuntansi Standar PTN & PTS

Data akuntansi: Persediaan Awal Rp20.000.000, Pembelian Bersih Rp70.000.000, dan Persediaan Akhir Rp25.000.000. Berapakah Harga Pokok Penjualan (HPP)?

A. Rp60.000.000
B. Rp65.000.000
C. Rp70.000.000
D. Rp75.000.000
E. Rp80.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Barang Tersedia Dijual = Persediaan Awal + Pembelian Bersih = $20.000.000 + 70.000.000 = \text{Rp}90.000.000$. HPP = Barang Tersedia Dijual – Persediaan Akhir = $90.000.000 – 25.000.000 = \text{Rp}65.000.000$.
Soal #34 • Laporan Laba Rugi – Laba Kotor Akuntansi Standar PTN & PTS

Jika Penjualan Bersih adalah Rp120.000.000 dan HPP adalah Rp75.000.000, sedangkan total Beban Operasional adalah Rp25.000.000, maka Laba Kotor perusahaan adalah…

A. Rp20.000.000
B. Rp45.000.000
C. Rp50.000.000
D. Rp70.000.000
E. Rp95.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Laba Kotor = Penjualan Bersih – HPP = $120.000.000 – 75.000.000 = \text{Rp}45.000.000$. (Laba Bersih Operasional adalah $45.000.000 – 25.000.000 = \text{Rp}20.000.000$).
Soal #35 • Laporan Posisi Keuangan – Klasifikasi Aset Lancar Akuntansi Standar PTN & PTS

Manakah di antara pos akun berikut yang seluruhnya tergolong sebagai Aset Lancar (Current Assets)?

A. Kas, Piutang Usaha, Perlengkapan, dan Persediaan Barang Dagang
B. Tanah, Gedung, Mesin, dan Hak Paten
C. Kas, Utang Usaha, Modal Saham, dan Perlengkapan
D. Investasi Jangka Panjang, Piutang, dan Akumulasi Penyusutan
E. Goodwill, Hak Cipta, dan Piutang Dagang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Aset lancar adalah kas atau aset lain yang diperkirakan dapat direalisasikan menjadi uang tunai, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal satu tahun (Kas, Piutang, Perlengkapan, Persediaan).
Soal #36 • Laporan Posisi Keuangan – Aset Tak Berwujud Akuntansi Standar PTN & PTS

Aset moneter tanpa substansi fisik yang memberikan hak istimewa atau keunggulan kompetitif jangka panjang bagi perusahaan disebut…

A. Aset Tetap Berwujud
B. Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
C. Aset Lancar
D. Liabilitas Kontinjensi
E. Surat Berharga Pasar Uang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Aset tak berwujud mencakup hak paten, hak cipta, merek dagang (trademarks), waralaba (franchise), dan goodwill.
Soal #37 • Laporan Perubahan Ekuitas Akuntansi Standar PTN & PTS

Modal awal Rp80.000.000. Selama periode berjalan, perusahaan membukukan Laba Bersih Rp25.000.000 dan pemilik melakukan penarikan Prive sebesar Rp5.000.000. Berapakah Modal Akhir perusahaan?

A. Rp95.000.000
B. Rp100.000.000
C. Rp105.000.000
D. Rp110.000.000
E. Rp115.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Modal Akhir = Modal Awal + Laba Bersih – Prive = $80.000.000 + 25.000.000 – 5.000.000 = \text{Rp}100.000.000$.
Soal #38 • Laporan Arus Kas – Tiga Aktivitas Utama Akuntansi Standar PTN & PTS

Menurut PSAK, laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan dan pengeluaran kas ke dalam tiga kategori aktivitas, yaitu…

A. Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan (Financing)
B. Aktivitas Penjualan, Aktivitas Pembelian, dan Aktivitas Pergudangan
C. Aktivitas Lancar, Aktivitas Tetap, dan Aktivitas Modal
D. Aktivitas Debet, Aktivitas Kredit, dan Aktivitas Penyesuaian
E. Aktivitas Fiskal, Moneter, dan Komersial
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Laporan arus kas membagi arus kas menjadi: Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Arus Kas dari Aktivitas Investasi, dan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan.
Soal #39 • Laporan Arus Kas – Aktivitas Investasi Akuntansi Standar PTN & PTS

Transaksi kas berikut yang diklasifikasikan ke dalam Arus Kas dari Aktivitas Investasi adalah…

A. Penerimaan kas dari pelanggan atas penjualan jasa
B. Pembayaran kas untuk membeli mesin pabrik baru
C. Penerimaan kas dari penerbitan obligasi perusahaan
D. Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
E. Pembayaran gaji bulanan pegawai
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pembelian atau penjualan aset tetap jangka panjang (seperti tanah, gedung, mesin operasional) dilaporkan pada kelompok Aktivitas Investasi.
Soal #40 • Laporan Arus Kas – Aktivitas Pendanaan Akuntansi Standar PTN & PTS

Arus kas keluar yang berasal dari pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham perusahaan dikategorikan sebagai…

A. Aktivitas Operasi
B. Aktivitas Investasi
C. Aktivitas Pendanaan (Financing)
D. Aktivitas Non-Kas
E. Beban Operasional
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Transaksi yang berkaitan dengan penerbitan/pelunasan modal saham dan utang jangka panjang serta pembayaran dividen kas masuk dalam kelompok Aktivitas Pendanaan.
Soal #41 • Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Akuntansi Standar PTN & PTS

Bagian integral yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan yang memuat informasi rinci mengenai kebijakan akuntansi yang diterapkan entitas dan rincian akun tertentu disebut…

A. Neraca Percobaan
B. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)
C. Laporan Manajemen
D. Buku Jurnal Khusus
E. Opini Auditor
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
CALK memberikan penjelasan naratif, disagregasi pos-pos laporan keuangan, serta informasi penting yang tidak disajikan langsung di muka laporan posisi keuangan atau laba rugi.
Soal #42 • Analisis Laporan Keuangan – Rasio Profitabilitas Akuntansi Standar PTN & PTS

Rasio Net Profit Margin (NPM) dihitung dengan membagi…

A. Laba Bersih setelah Pajak dengan Penjualan Bersih
B. Laba Kotor dengan Penjualan Bersih
C. Laba Bersih dengan Total Aset
D. Penjualan Bersih dengan Rata-rata Piutang
E. Aset Lancar dengan Liabilitas Lancar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Net Profit Margin (NPM) mengukur persentase laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan: $\text{NPM} = \frac{\text{Laba Bersih}}{\text{Penjualan Bersih}} \times 100\%$.
Soal #43 • Akuntansi Persediaan – Metode FIFO Akuntansi Standar PTN & PTS

Dalam periode inflasi di mana harga barang terus mengalami kenaikan, metode penilaian persediaan yang menghasilkan nilai persediaan akhir tertinggi dan HPP terendah adalah metode…

A. FIFO (First-In, First-Out)
B. LIFO (Last-In, First-Out)
C. Average (Rata-rata Tertimbang)
D. Spesifik Identifikasi
E. Nilai Realisasi Bersih
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada metode FIFO, barang yang dibeli lebih awal (harga lebih murah) dianggap keluar/dijual terlebih dahulu, sehingga HPP lebih rendah dan persediaan akhir dinilai berdasarkan harga pembelian terkini yang lebih tinggi.
Soal #44 • Metode Pencatatan Persediaan – Perpetual vs Periodik Akuntansi Standar PTN & PTS

Perbedaan mendasar sistem pencatatan persediaan perpetual (continual) dibandingkan sistem periodik adalah…

A. Sistem perpetual mencatat mutasi mutasi keluar-masuk persediaan dan HPP secara real-time pada setiap kali transaksi terjadi
B. Sistem perpetual tidak memerlukan pencatatan sama sekali
C. Sistem perpetual hanya menghitung stok barang pada akhir tahun saja
D. Sistem periodik menggunakan barcode scanner canggih
E. Sistem perpetual dilarang oleh standar IFRS
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dalam sistem perpetual, setiap transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan langsung diperbarui pada akun Persediaan Barang Dagang dan Harga Pokok Penjualan secara terus-menerus.
Soal #45 • Akuntansi Piutang – Metode Penghapusan Cadangan Akuntansi Standar PTN & PTS

Pencatatan estimasi kerugian piutang tak tertagih pada akhir tahun menggunakan metode cadangan (allowance method) dibuat dengan mendebet akun…

A. Beban Kerugian Piutang dan mengkredit Cadangan Kerugian Piutang
B. Cadangan Kerugian Piutang dan mengkredit Piutang Usaha
C. Beban Kerugian Piutang dan mengkredit Piutang Usaha
D. Kas dan mengkredit Beban Kerugian Piutang
E. Piutang Usaha dan mengkredit Kas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Estimasi kerugian piutang: Debet Beban Kerugian Piutang (Bad Debt Expense) dan Kredit Cadangan Kerugian Piutang (Allowance for Doubtful Accounts).
Soal #46 • Aset Tetap – Harga Perolehan Akuntansi Standar PTN & PTS

Sebuah mesin pabrik diimpor dengan harga beli faktur Rp200.000.000. Biaya pengapalan Rp15.000.000, bea masuk pabean Rp10.000.000, dan biaya instalasi pondasi mesin Rp5.000.000. Berapakah harga perolehan (cost) mesin yang harus dikapitalisasi?

A. Rp200.000.000
B. Rp215.000.000
C. Rp225.000.000
D. Rp230.000.000
E. Rp240.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Harga perolehan mencakup seluruh pengeluaran yang diperlukan hingga aset siap digunakan: $200.000.000 + 15.000.000 + 10.000.000 + 5.000.000 = \text{Rp}230.000.000$.
Soal #47 • Penyusutan Aset Tetap – Metode Garis Lurus Akuntansi Standar PTN & PTS

Peralatan dibeli seharga Rp50.000.000 dengan taksiran umur ekonomis 5 tahun dan nilai residu (sisa) Rp5.000.000. Berapakah beban penyusutan tahunan peralatan tersebut menggunakan metode garis lurus?

A. Rp8.000.000
B. Rp9.000.000
C. Rp10.000.000
D. Rp11.000.000
E. Rp12.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Beban Penyusutan per tahun = $\frac{\text{Harga Perolehan} – \text{Nilai Residu}}{\text{Umur Ekonomis}} = \frac{50.000.000 – 5.000.000}{5} = \frac{45.000.000}{5} = \text{Rp}9.000.000$.
Soal #48 • Pelepasan Aset Tetap – Laba Penjualan Aset Akuntansi Standar PTN & PTS

Sebuah mesin memiliki harga perolehan Rp80.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp55.000.000. Jika mesin tersebut dijual tunai seharga Rp30.000.000, maka perusahaan membukukan…

A. Laba penjualan aset tetap sebesar Rp5.000.000
B. Rugi penjualan aset tetap sebesar Rp5.000.000
C. Laba penjualan aset tetap sebesar Rp30.000.000
D. Rugi penjualan aset tetap sebesar Rp50.000.000
E. Tidak ada laba atau rugi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Nilai Buku Mesin = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan = $80.000.000 – 55.000.000 = \text{Rp}25.000.000$. Harga Jual = Rp30.000.000. Karena Harga Jual > Nilai Buku, perusahaan membukukan Laba Penjualan Aset Tetap = $30.000.000 – 25.000.000 = \text{Rp}5.000.000$.
Soal #49 • Rekonsiliasi Bank – Deposit in Transit & Outstanding Check Akuntansi Standar PTN & PTS

Dalam rekonsiliasi bank, cek yang sudah dikeluarkan perusahaan kepada pihak ketiga namun sampai akhir bulan belum dicairkan oleh pemegang cek ke bank (Outstanding Check) akan diperlakukan sebagai…

A. Pengurang saldo kas menurut catatan bank
B. Penambah saldo kas menurut catatan bank
C. Pengurang saldo kas menurut catatan perusahaan
D. Penambah saldo kas menurut catatan perusahaan
E. Biaya administrasi bank
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Cek yang masih beredar (Outstanding Check) telah dicatat mengurangi buku perusahaan tetapi belum diproses oleh bank, sehingga disesuaikan sebagai pengurang saldo bank.
Soal #50 • Perpajakan – Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Akuntansi Standar PTN & PTS

Pengusaha Kena Pajak (PKP) menjual barang dagangan kena pajak seharga Rp10.000.000 (belum termasuk PPN 11%). Jumlah kas total yang ditagihkan kepada pembeli adalah…

A. Rp10.500.000
B. Rp11.000.000
C. Rp11.100.000
D. Rp11.500.000
E. Rp12.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
PPN Keluaran = $11\% \times 10.000.000 = \text{Rp}1.100.000$. Total tagihan = $10.000.000 + 1.100.000 = \text{Rp}11.100.000$.
Soal #51 • Akuntansi Biaya – Klasifikasi Biaya Utama (Prime Cost) Akuntansi Standar PTN & PTS

Dalam akuntansi biaya manufaktur, Biaya Utama (Prime Cost) didefinisikan sebagai penjumlahan dari…

A. Biaya Bahan Baku Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung
B. Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik
C. Biaya Bahan Baku Langsung + Biaya Overhead Pabrik
D. Biaya Produksi + Biaya Pemasaran
E. Biaya Tetap + Biaya Variabel
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prime Cost (Biaya Utama) adalah penjumlahan biaya bahan baku langsung (direct materials) dan biaya tenaga kerja langsung (direct labor). Sementara Tenaga Kerja Langsung + Overhead disebut Conversion Cost.
Soal #52 • Etika Profesi Akuntan – Kode Etik IAI Akuntansi Standar PTN & PTS

Prinsip etika profesi akuntan yang mewajibkan seorang akuntan untuk bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, dan bebas dari benturan kepentingan adalah…

A. Integritas
B. Objektivitas
C. Kerahasiaan (Confidentiality)
D. Kompetensi Profesional
E. Perilaku Profesional
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Prinsip Objektivitas menuntut akuntan profesional untuk tidak mengorbankan pertimbangan profesional atau bisnisnya karena adanya bias, benturan kepentingan, atau pengaruh pihak lain yang tidak semestinya.

Panduan Sukses Menghadapi Ujian Masuk Jurusan Akuntansi (SNBT & Mandiri)

Bagi calon mahasiswa yang bercita-cita menembus program studi Akuntansi di perguruan tinggi negeri maupun swasta favorit, perhatikan kiat belajar esensial berikut:

  1. Pahami Logika Debet-Kredit dan Saldo Normal: Hindari menghafal secara mekanis. Pahami bagaimana setiap transaksi memengaruhi persamaan dasar akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas) dan klasifikasi akun rill versus akun nominal.
  2. Kuasai Mekanisme Jurnal Penyesuaian: Penyesuaian beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, penyusutan aset tetap, dan beban akrual sering kali menjadi jebakan dalam ujian. Latihlah pemahaman konsep penandingan (matching principle).
  3. Ketelitian Analisis Angka Laporan Keuangan: Pelajari struktur pembentukan harga pokok penjualan (HPP), penyusunan laporan posisi keuangan, dan pemisahan arus kas operasi, investasi, serta pendanaan.

Simpan halaman ini untuk bahan belajar berkala dan bagikan kepada calon rekan sejawat Anda sesama pejuang jurusan Akuntansi!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?