Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu bagian penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi, termasuk bagi siswa SMA/SMK yang akan mengikuti jalur SNBP maupun UTBK. Salah satu mata pelajaran yang diujikan adalah Antropologi, yang menuntut siswa memahami manusia sebagai makhluk budaya, sosial, sekaligus individu yang hidup dalam keberagaman.
Dalam artikel ini, kami menyajikan 40+ soal TKA Antropologi lengkap dengan pembahasan yang dirancang sesuai kisi-kisi SNBP/UTBK. Soal-soal ini akan membantu siswa memahami konsep dasar antropologi, interaksi kebudayaan, pranata sosial, serta dinamika masyarakat, sehingga persiapan menuju ujian jadi lebih terarah dan matang.
Kisi-Kisi TKA Antropologi SMA/SMK

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Antropologi menguji pemahaman siswa mengenai manusia sebagai makhluk sosial dan budaya. Materi yang diujikan mencakup konsep dasar antropologi, kebudayaan, sistem kekerabatan, pranata sosial, hingga dinamika perubahan sosial budaya. Dengan memahami kisi-kisi ini, siswa dapat lebih fokus dalam mempelajari materi yang relevan dan sering muncul dalam ujian.
1. Hakikat Antropologi
Memahami definisi, ruang lingkup, cabang-cabang antropologi (fisik, budaya, sosial, linguistik), serta peran antropologi dalam menganalisis kehidupan manusia.
2. Manusia dan Kebudayaan
Menguasai konsep kebudayaan, unsur-unsur budaya universal (Koentjaraningrat), pewarisan budaya, dan perubahan budaya.
3. Sistem Kekerabatan dan Keluarga
Mempelajari pola kekerabatan (patrilineal, matrilineal, bilateral), fungsi keluarga, serta peran lembaga sosial dalam masyarakat.
4. Sistem Kepercayaan dan Religi
Mengidentifikasi bentuk kepercayaan tradisional, religi besar dunia, ritual, dan peran religi dalam kehidupan sosial masyarakat.
5. Bahasa dan Komunikasi
Peran bahasa dalam kebudayaan, ragam bahasa, dialek, serta komunikasi antarbudaya.
6. Sistem Ekonomi dan Mata Pencaharian
Jenis mata pencaharian tradisional dan modern (berburu, meramu, pertanian, industri, jasa), serta pengaruh modernisasi terhadap sistem ekonomi tradisional.
7. Sistem Politik dan Kekuasaan
Memahami bentuk kepemimpinan tradisional, mekanisme pengambilan keputusan, serta peran kekuasaan dalam dinamika masyarakat.
8. Sistem Pengetahuan dan Teknologi Tradisional
Menguasai bentuk pengetahuan lokal (local wisdom), teknologi tradisional, dan proses adaptasi terhadap perkembangan modern.
9. Keragaman Budaya Indonesia
Mengetahui suku bangsa, adat istiadat, kesenian, dan kearifan lokal di berbagai daerah Indonesia serta nilai persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika.
10. Perubahan Sosial dan Globalisasi
Faktor internal–eksternal perubahan budaya, akulturasi, asimilasi, difusi, serta dampak globalisasi terhadap identitas budaya lokal.
11. Metode Penelitian Antropologi
Menguasai teknik penelitian antropologi (observasi, wawancara, partisipasi), etnografi, serta penyusunan laporan penelitian sosial budaya.
Keunggulan Soal TKA Antropologi Kami
Soal TKA Antropologi yang kami sajikan dirancang khusus untuk membantu siswa SMA/SMK dalam menghadapi ujian SNBP maupun UTBK. Dengan menyajikan soal yang sesuai kisi-kisi resmi dan dilengkapi pembahasan, siswa dapat berlatih secara lebih efektif. Setiap soal tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga melatih kemampuan analisis, logika, dan pemahaman mendalam tentang fenomena sosial budaya.
1. Disusun Berdasarkan Kisi-Kisi Resmi SNBP/UTBK
Semua soal yang kami hadirkan dirancang mengikuti kisi-kisi resmi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Antropologi. Hal ini membuat siswa dapat berlatih dengan lebih fokus, karena materi yang dipelajari benar-benar relevan dengan yang sering muncul dalam ujian. Dengan begitu, persiapan menjadi lebih efisien dan terarah.
2. Dilengkapi Kunci Jawaban dan Pembahasan yang Jelas
Setiap soal tidak hanya menyediakan jawaban yang benar, tetapi juga disertai pembahasan singkat dan padat. Penjelasan tersebut membantu siswa memahami alasan di balik jawaban, sehingga tidak hanya menghafal, melainkan juga menguasai konsep yang mendasarinya.
3. Variasi Soal dari Dasar hingga HOTS (Higher Order Thinking Skills)
Soal yang kami sediakan memiliki tingkatan kesulitan yang bervariasi, mulai dari level pemahaman dasar hingga soal-soal analitis tingkat tinggi. Hal ini melatih siswa untuk tidak hanya menjawab soal sederhana, tetapi juga terbiasa menghadapi soal menantang yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan logis.
4. Kontekstual dan Relevan dengan Fenomena Sosial BudayaBanyak soal yang dikaitkan dengan realitas sosial budaya di masyarakat, termasuk isu-isu kontemporer. Dengan cara ini, siswa dapat melihat keterhubungan langsung antara teori antropologi dengan kehidupan nyata, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam dan aplikatif.
5, Mendukung Belajar Mandiri dan Diskusi Kelompok
Soal TKA Antropologi ini dapat digunakan secara fleksibel, baik untuk latihan mandiri di rumah maupun untuk bahan diskusi bersama teman di sekolah. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya belajar secara individu, tetapi juga dapat memperluas pemahaman melalui tukar pikiran dengan orang lain.
40+ Contoh Soal Antropologi Tes Kemampuan Akademik TKA SNBP
Contoh Soal Antropologi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SNBP disusun untuk membantu siswa SMA/SMK memahami konsep dasar manusia sebagai makhluk sosial dan budaya. Materi yang diujikan mencakup kebudayaan, pranata sosial, interaksi masyarakat, hingga perubahan sosial yang terjadi. Dengan berlatih soal, siswa dapat mengasah kemampuan analisis serta memperkuat pemahaman teori. Latihan ini sekaligus menjadi bekal penting agar lebih siap menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Soal nomor 1
Antropologi sebagai ilmu mempelajari manusia dalam konteks budaya dan sosial yang sangat luas. Dalam perkembangannya, antropologi terbagi menjadi beberapa cabang utama, misalnya antropologi fisik yang meneliti aspek biologis manusia, antropologi budaya yang menyoroti kebiasaan dan adat, serta antropologi linguistik yang mengkaji bahasa sebagai sistem komunikasi. Ruang lingkupnya juga mencakup cara manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, antropologi memiliki fungsi penting dalam menjelaskan bagaimana manusia menciptakan makna melalui simbol dan praktik kebudayaan. Berdasarkan pemaparan tersebut, cabang antropologi yang fokus pada bahasa disebut …
.
A. Antropologi budaya
B. Antropologi fisik
C. Antropologi linguistik
D. Antropologi sosial
E. Antropologi ekonomi
Jawaban: C
Pembahasan: Antropologi linguistik secara khusus meneliti bahasa, dialek, dan komunikasi manusia, berbeda dari antropologi budaya yang fokus pada adat dan kebiasaan.
Soal nomor 2
Koentjaraningrat menyebutkan adanya tujuh unsur kebudayaan universal yang dapat ditemukan di setiap masyarakat di dunia. Unsur tersebut mencakup bahasa, sistem pengetahuan, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, sistem mata pencaharian, teknologi dan peralatan, kesenian, serta sistem religi. Unsur-unsur ini berfungsi sebagai kerangka untuk memahami kompleksitas kehidupan manusia. Misalnya, bahasa menjadi alat utama komunikasi, sementara religi memberikan pedoman hidup. Dengan demikian, jika sebuah masyarakat memiliki seni tari, bahasa daerah, dan ritual adat, maka semuanya termasuk ke dalam unsur ….
A. Ekonomi, politik, sosial
B. Pengetahuan, teknologi, kesenian
C. Bahasa, kesenian, religi
D. Religi, politik, kekerabatan
E. Politik, hukum, ekonomi
Jawaban: C
Pembahasan: Seni tari termasuk kesenian, bahasa daerah termasuk bahasa, dan ritual adat termasuk religi, sesuai kategori unsur budaya universal Koentjaraningrat.
Soal nomor 3
Dalam masyarakat Minangkabau dikenal sistem kekerabatan matrilineal, di mana garis keturunan ditarik dari pihak ibu. Hal ini memengaruhi pembagian warisan, peran dalam keluarga, hingga kedudukan sosial individu. Sistem ini berbeda dengan patrilineal yang menarik garis keturunan dari ayah, seperti di Batak. Sementara itu, sistem bilateral memberikan hak yang sama dari kedua pihak orang tua. Jika seseorang berasal dari keluarga Minangkabau, maka ia masuk ke dalam sistem ….
A. Patrilineal
B. Matrilineal
C. Bilateral
D. Unilineal
E. Kolektif
Jawaban: B
Pembahasan: Minangkabau menganut sistem matrilineal, garis keturunan dan warisan diturunkan melalui pihak ibu.
Soal nomor 4
Kepercayaan animisme berkembang di berbagai masyarakat tradisional, yang meyakini bahwa setiap benda memiliki roh atau kekuatan gaib. Kepercayaan ini biasanya disertai dengan ritual tertentu untuk menghormati roh leluhur maupun roh alam. Seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai mengenal bentuk religi besar seperti Hindu, Buddha, Islam, Kristen, dan lain-lain. Namun jejak animisme masih terlihat pada tradisi upacara adat tertentu di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, animisme dapat digolongkan ke dalam ….
A. Religi besar dunia
B. Kepercayaan tradisional
C. Sistem hukum adat
D. Sistem politik tradisional
E. Sistem moral masyarakat
Jawaban: B
Pembahasan: Animisme termasuk kepercayaan tradisional, berbeda dengan religi besar yang bersifat terorganisasi dan memiliki kitab suci.
Soal nomor 5
Bahasa memiliki peran penting dalam kebudayaan karena menjadi media utama penyampaian nilai, norma, dan pengetahuan. Di Indonesia terdapat berbagai dialek bahasa daerah yang mencerminkan keragaman budaya. Perbedaan dialek tidak hanya terlihat dari pengucapan, tetapi juga kosakata dan struktur kalimat. Dalam komunikasi antarbudaya, penggunaan bahasa dapat menjadi sarana integrasi sekaligus potensi konflik. Oleh karena itu, pemahaman ragam bahasa sangat penting untuk menjaga kerukunan. Ragam bahasa yang digunakan dalam situasi resmi disebut ….
A. Dialek
B. Bahasa gaul
C. Bahasa baku
D. Bahasa nonformal
E. Bahasa daerah
Jawaban: C
Pembahasan: Bahasa baku adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi resmi seperti pidato, dokumen, atau pendidikan.
Soal nomor 6
Masyarakat tradisional sering mengandalkan mata pencaharian berburu, meramu, dan bertani sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan. Seiring masuknya modernisasi, muncul sektor industri dan jasa yang mengubah pola ekonomi masyarakat. Modernisasi membawa kemudahan dalam produksi, namun juga menimbulkan pergeseran nilai kerja kolektif menjadi lebih individualistis. Misalnya, masyarakat yang semula bergantung pada pertanian kini beralih ke sektor industri pabrik. Hal ini menunjukkan pengaruh modernisasi terhadap ….
A. Sistem politik
B. Sistem religi
C. Sistem ekonomi
D. Sistem kekerabatan
E. Sistem pengetahuan
Jawaban: C
Pembahasan: Modernisasi memengaruhi sistem ekonomi tradisional, seperti peralihan dari pertanian ke sektor industri atau jasa.
Soal nomor 7
Dalam sistem politik tradisional, kepemimpinan seringkali diwariskan secara turun-temurun. Pemimpin berperan tidak hanya dalam mengatur masyarakat, tetapi juga menjaga harmoni dengan alam dan leluhur. Mekanisme pengambilan keputusan biasanya dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan tokoh-tokoh penting desa. Hal ini berbeda dengan sistem politik modern yang lebih mengandalkan hukum tertulis dan pemilu. Contoh kepemimpinan tradisional di Indonesia dapat dilihat pada lembaga ….
A. DPR RI
B. Presiden
C. Raja Kasunanan Surakarta
D. Gubernur
E. Bupati
Jawaban: C
Pembahasan: Kasunanan Surakarta adalah bentuk kepemimpinan tradisional berbasis monarki, berbeda dengan sistem modern seperti presiden atau gubernur.
Soal nomor 8
Masyarakat lokal seringkali memiliki pengetahuan tradisional atau local wisdom yang diwariskan turun-temurun. Pengetahuan ini mencakup cara bercocok tanam, obat-obatan tradisional, hingga sistem kalender pertanian. Teknologi tradisional tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Misalnya, masyarakat Bali menggunakan sistem Subak untuk mengatur irigasi sawah secara adil. Pengetahuan semacam ini termasuk ke dalam ….
A. Sistem religi
B. Sistem ekonomi
C. Sistem pengetahuan tradisional
D. Sistem politik
E. Sistem hukum adat
Jawaban: C
Pembahasan: Local wisdom seperti Subak adalah bagian dari sistem pengetahuan tradisional masyarakat lokal.
Soal nomor 9
Indonesia dikenal sebagai negara multikultural dengan keragaman suku, bahasa, adat, dan kesenian. Keberagaman ini menjadi kekayaan bangsa sekaligus tantangan dalam menjaga persatuan. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika menjadi dasar untuk menyatukan berbagai perbedaan tersebut. Contoh nyata kearifan lokal adalah tradisi gotong royong yang masih dijaga di berbagai daerah. Nilai-nilai ini memperkuat ikatan sosial masyarakat Indonesia. Keragaman budaya Indonesia menggambarkan ….
A. Homogenitas bangsa
B. Diferensiasi budaya
C. Keseragaman budaya
D. Ketidakpastian identitas
E. Kelemahan sosial
Jawaban: B
Pembahasan: Keragaman budaya menggambarkan diferensiasi budaya, yaitu adanya perbedaan antar kelompok dalam masyarakat.
Soal nomor 10
Globalisasi membawa pengaruh besar terhadap kebudayaan lokal. Melalui media massa dan internet, budaya asing dengan cepat masuk dan memengaruhi gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda. Fenomena ini dapat menimbulkan akulturasi, asimilasi, atau bahkan hilangnya identitas lokal. Misalnya, penggunaan pakaian tradisional semakin berkurang karena digantikan mode global. Kondisi ini mencerminkan dampak globalisasi terhadap ….
A. Sistem politik nasional
B. Identitas budaya lokal
C. Sistem ekonomi internasional
D. Modernisasi teknologi
E. Pembangunan infrastruktur
Jawaban: B
Pembahasan: Globalisasi memengaruhi identitas budaya lokal karena masyarakat mulai meninggalkan tradisi dan lebih banyak mengadopsi budaya global.
Soal nomor 11
Dalam penelitian antropologi, etnografi menjadi salah satu metode yang paling dikenal. Metode ini menekankan pada pengamatan langsung terhadap kehidupan masyarakat dengan cara terlibat di dalamnya. Seorang peneliti biasanya tinggal cukup lama di lokasi penelitian agar dapat memahami adat, bahasa, serta pola interaksi masyarakat. Observasi partisipatif sering dipadukan dengan wawancara mendalam untuk mendapatkan data kualitatif yang akurat. Dengan cara ini, hasil penelitian dapat menggambarkan realitas sosial secara lebih utuh. Metode penelitian tersebut dikenal dengan istilah ….
A. Observasi sederhana
B. Studi literatur
C. Etnografi
D. Eksperimen
E. Survei kuantitatif
Jawaban: C
Pembahasan: Etnografi adalah metode khas antropologi dengan observasi partisipatif, berbeda dari survei atau eksperimen.
Soal nomor 12
Antropologi sebagai ilmu memiliki keunikan dibandingkan ilmu sosial lainnya karena menekankan pendekatan holistik. Artinya, manusia dipelajari dari berbagai dimensi, baik biologis, budaya, maupun sosial. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami manusia tidak hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai makhluk yang hidup dalam sistem budaya tertentu. Dengan demikian, antropologi dapat menjelaskan fenomena sehari-hari, seperti ritual adat atau pola komunikasi. Pendekatan holistik inilah yang menjadi ciri khas utama antropologi. Berdasarkan uraian tersebut, ciri khas antropologi adalah ….
A. Hanya mempelajari manusia dari sisi biologis
B. Fokus pada penelitian politik
C. Melihat manusia secara menyeluruh
D. Mengutamakan hukum dan peraturan tertulis
E. Membatasi kajian pada ekonomi modern
Jawaban: C
Pembahasan: Antropologi menggunakan pendekatan holistik (menyeluruh) untuk memahami manusia dalam konteks sosial dan budaya.
Soal nomor 13
Kebudayaan diwariskan dari generasi ke generasi melalui proses belajar yang disebut enkulturasi. Proses ini terjadi sejak seseorang lahir hingga dewasa, di mana ia mengenal nilai, norma, bahasa, dan tradisi masyarakatnya. Misalnya, anak belajar sopan santun dari orang tua atau memahami adat istiadat melalui upacara desa. Pewarisan budaya tidak bersifat biologis, melainkan melalui interaksi sosial. Dengan demikian, enkulturasi menjadi faktor utama dalam pembentukan identitas budaya seseorang. Istilah untuk pewarisan budaya tersebut adalah ….
A. Asimilasi
B. Enkulturasi
C. Akulturasi
D. Difusi
E. Evolusi
Jawaban: B
Pembahasan: Enkulturasi adalah proses internalisasi nilai dan norma budaya sejak lahir hingga dewasa, berbeda dari akulturasi atau asimilasi.
Soal nomor 14
Sistem kekerabatan di masyarakat Batak menekankan garis keturunan ayah atau patrilineal. Dalam sistem ini, warisan dan nama keluarga diwariskan dari ayah kepada anak laki-laki. Perempuan yang menikah biasanya mengikuti marga suami. Sistem ini memengaruhi kedudukan sosial dan hak-hak dalam masyarakat. Sebaliknya, pada masyarakat Minangkabau, garis keturunan ditarik dari pihak ibu. Dengan demikian, Batak dikenal menganut sistem ….
A. Bilateral
B. Matrilineal
C. Kolektif
D. Patrilineal
E. Tradisional
Jawaban: D
Pembahasan: Batak menganut patrilineal, yaitu garis keturunan dan warisan ditarik dari pihak ayah.
Soal nomor 15
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya. Ragam bahasa yang digunakan seseorang sering kali mencerminkan asal daerah dan latar belakang sosialnya. Misalnya, logat Jawa yang halus menggambarkan stratifikasi sosial dalam masyarakat Jawa. Bahasa juga dapat memperkuat solidaritas kelompok melalui dialek lokal. Dalam konteks komunikasi lintas budaya, bahasa baku menjadi sarana pemersatu nasional. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa juga berperan sebagai ….
A. Alat kontrol politik
B. Simbol status dan identitas
C. Sumber kekuasaan ekonomi
D. Alat pengendalian kriminal
E. Sistem religi masyarakat
Jawaban: B
Pembahasan: Bahasa berfungsi sebagai simbol identitas dan status sosial, selain sebagai alat komunikasi.
Soal nomor 16
Dalam antropologi ekonomi, sistem mata pencaharian masyarakat sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan perkembangan zaman. Masyarakat pesisir biasanya mengandalkan nelayan, sementara masyarakat pegunungan cenderung bertani. Seiring modernisasi, banyak masyarakat beralih ke sektor industri dan jasa. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara produksi, tetapi juga nilai sosial masyarakat. Misalnya, hubungan gotong royong berkurang karena pekerjaan semakin individual. Fenomena ini merupakan contoh perubahan pada ….
A. Sistem religi
B. Sistem ekonomi
C. Sistem politik
D. Sistem kekerabatan
E. Sistem komunikasi
Jawaban: B
Pembahasan: Pergeseran dari pertanian tradisional ke sektor industri adalah contoh perubahan dalam sistem ekonomi masyarakat.
Soal nomor 17
Dalam sistem politik tradisional, kepemimpinan sering didasarkan pada kharisma dan keturunan. Pemimpin biasanya dihormati karena dianggap memiliki kekuatan spiritual atau kemampuan luar biasa. Pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah dengan tokoh adat. Hal ini berbeda dengan sistem politik modern yang berbasis hukum tertulis dan demokrasi. Contoh kepemimpinan tradisional di Indonesia adalah Sultan Yogyakarta. Bentuk kepemimpinan tersebut menunjukkan sistem ….
A. Monarki tradisional
B. Demokrasi liberal
C. Otoritarian modern
D. Kepemimpinan kolektif
E. Sistem republik
Jawaban: A
Pembahasan: Sultan Yogyakarta merupakan contoh monarki tradisional, bukan demokrasi modern.
Soal nomor 18
Masyarakat tradisional memiliki pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Contohnya adalah jamu sebagai obat herbal di Jawa atau teknik pembuatan tenun ikat di Nusa Tenggara. Pengetahuan ini lahir dari pengalaman hidup masyarakat yang beradaptasi dengan lingkungannya. Walaupun sederhana, pengetahuan lokal terbukti efektif dan memiliki nilai ekonomi. Namun, modernisasi sering membuat generasi muda kurang menghargai kearifan lokal tersebut. Pengetahuan ini dikenal sebagai ….
A. Teknologi modern
B. Kearifan lokal
C. Sistem hukum adat
D. Sistem politik desa
E. Pendidikan formal
Jawaban: B
Pembahasan: Kearifan lokal (local wisdom) adalah pengetahuan tradisional yang diwariskan turun-temurun.
Soal nomor 19
Globalisasi memengaruhi gaya hidup masyarakat di berbagai belahan dunia. Budaya populer seperti musik K-Pop, makanan cepat saji, dan mode pakaian modern dengan cepat masuk ke Indonesia. Fenomena ini sering menimbulkan akulturasi budaya, di mana unsur asing dipadukan dengan budaya lokal tanpa menghilangkan identitas asli. Misalnya, penggunaan batik modern dalam desain busana kontemporer. Hal ini menunjukkan adanya proses ….
A. Enkulturasi
B. Difusi
C. Akulturasi
D. Asimilasi
E. Evolusi budaya
Jawaban: C
Pembahasan: Akulturasi adalah percampuran dua budaya yang menghasilkan bentuk baru tanpa menghilangkan unsur asli.
Soal nomor 20
Dalam penelitian antropologi, teknik wawancara mendalam sering digunakan untuk menggali informasi dari informan. Teknik ini memungkinkan peneliti mendapatkan data yang lebih detail mengenai pandangan, pengalaman, dan nilai yang dianut masyarakat. Wawancara mendalam biasanya tidak terikat pada daftar pertanyaan kaku, melainkan fleksibel sesuai respons informan. Dengan demikian, peneliti bisa memperoleh pemahaman yang lebih kaya dibandingkan kuesioner. Teknik wawancara mendalam termasuk dalam penelitian ….
A. Kuantitatif
B. Eksperimen
C. Etnografi
D. Kualitatif
E. Survei
Jawaban: D
Pembahasan: Wawancara mendalam adalah metode khas penelitian kualitatif, berbeda dari survei kuantitatif yang menggunakan angka/statistik.
Soal nomor 21
Fenomena maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam mentranslasikan dan mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah menjadi perhatian para ahli. Peneliti mengkaji bagaimana perubahan kosakata dan cara berkomunikasi generasi muda saat ini dipengaruhi oleh algoritma media sosial. Bidang dalam antropologi yang memfokuskan perhatian pada hubungan antara struktur bahasa, penggunaan tutur kata, dan dinamika kebudayaan masyarakat tersebut adalah …
A. Antropologi sosial
B. Antropologi fisik
C. Antropologi linguistik
D. Antropologi budaya
E. Antropologi terapan
Jawaban: C
Pembahasan: Kajian yang memfokuskan pada peran bahasa, dialek, dokumentasi kebahasaan, serta bagaimana gaya tutur dipengaruhi dan mempengaruhi kebudayaan masyarakat merupakan ruang lingkup dari antropologi linguistik. Fokus cabang ini berbeda dari antropologi fisik yang meneliti aspek biologis atau antropologi sosial-budaya yang mengkaji struktur serta kebiasaan masyarakat secara umum.
Soal nomor 22
Masyarakat adat K drop di pedalaman Halmahera memiliki aturan adat yang melarang pembukaan hutan pada area keramat demi menjaga sumber air bersih dan keseimbangan ekosistem lokal. Ketika sebuah perusahaan tambang masuk, timbul gesekan antara hukum positif negara dan norma adat. Apabila dianalisis berdasarkan konsepsi unsur-unsur kebudayaan universal menurut Koentjaraningrat, sistem yang mengatur tata hubungan manusia dengan alam gaib serta kepercayaan terhadap kesucian area tersebut tergolong ke dalam unsur …
A. Sistem organisasi sosial
B. Sistem religi
C. Sistem mata pencaharian
D. Sistem pengetahuan
E. Sistem teknologi dan peralatan
Jawaban: B
Pembahasan: Aturan adat yang mendasarkan larangan pembukaan hutan pada kawasan keramat serta penghormatan terhadap kekuatan gaib pembawa keseimbangan merupakan bagian integral dari sistem religi. Unsur budaya universal ini mencakup nilai kepercayaan, pemaknaan kesucian, serta ritual atau tabu adat yang memandu perilaku moral dan ekologis masyarakat.
Soal nomor 23
Pada masyarakat Jawa di wilayah pedesaan, saat terjadi musibah atau perayaan hajatan, keluarga yang bersangkutan akan dibantu oleh kerabat dari garis keturunan ayah maupun ibu secara seimbang tanpa membedakan hak dan kewajiban di antara keduanya. Pola perhitungan kekerabatan yang menarik garis keturunan secara sejajar dari pihak laki-laki dan perempuan sekaligus disebut sistem …
A. Matrilineal
B. Patrilineal
C. Unilineal
D. Bilateral
E. Ambilineal
Jawaban: D
Pembahasan: Sistem kekerabatan yang memperhitungkan garis keturunan dari dua sisi yaitu ayah dan ibu secara seimbang dikenal sebagai sistem bilateral atau parental. Hal ini berbeda dari sistem unilineal seperti matrilineal yang hanya memperhitungkan garis ibu saja atau patrilineal yang hanya memperhitungkan garis ayah saja.
Soal nomor 24
Perhatikan fenomena tren gaya hidup kontemporer berikut!
Generasi muda di berbagai kota besar Indonesia saat ini marak mengadopsi budaya kuliner dan gaya pakaian minimalis khas Korea Selatan melalui media digital. Namun, dalam penyajiannya, para pelaku usaha lokal memadukan resep saus khas Korea tersebut dengan bumbu rempah tradisional Indonesia tanpa menghilangkan cita rasa asli kedua daerah. Proses percampuran dua kebudayaan yang saling mempengaruhi hingga melahirkan bentuk baru tanpa melenyapkan kepribadian budaya asalnya dinamakan …
A. Asimilasi
B. Akulturasi
C. Difusi
D. Enkulturasi
E. Amalgamasi
Jawaban: B
Pembahasan: Proses interaksi budaya yang menghasilkan perpaduan unsur asing dengan unsur lokal secara harmonis tanpa menghilangkan ciri khas atau identitas budaya aslinya disebut akulturasi. Fenomena ini berbeda dari asimilasi yang cenderung meleburkan budaya asli hingga hilang, atau difusi yang hanya merujuk pada penyebaran ide atau unsur budaya.
Soal nomor 25
Seorang peneliti antropologi ingin mengkaji dinamika kehidupan sosial para pekerja migran di kawasan industri. Ia memilih tinggal bersama komunitas tersebut selama enam bulan, ikut serta dalam aktivitas harian mereka, serta melakukan dialog mendalam tanpa menggunakan kuesioner kaku agar dapat merekam makna hidup dari sudut pandang warga setempat (emic perspective). Metode penelitian kualitatif yang berbasis pengamatan terlibat langsung ini dikenal sebagai …
A. Studi survei kuantitatif
B. Eksperimen laboratorium
C. Etnografi
D. Analisis konten media
E. Studi dokumen historis
Jawaban: C
Pembahasan: Etnografi merupakan metode khas dan utama dalam penelitian antropologi kualitatif di mana peneliti melakukan pengamatan partisipatif (participant observation) dengan hidup bersama masyarakat yang diteliti dalam jangka waktu tertentu. Metode ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kebudayaan serta sudut pandang penduduk lokal secara mendalam dan utuh.
Soal nomor 26
Perhatikan fenomena sosial kontemporer berikut!
Di era digital saat ini, marak tayangan konten komedi dan drama pendek di media sosial yang memanfaatkan dialek bahasa daerah yang dipadukan dengan gaya bahasa anak muda urban. Meskipun dikemas dalam konteks hiburan, penggunaan ragam tutur ini membuat generasi muda tetap familiar dengan bahasa daerahnya. Berdasarkan konsep antropologi linguistik, penggunaan dialek daerah dalam media sosial tersebut berfungsi sebagai …
A. Alat pemutus komunikasi antar generasi
B. Penanda utama stratifikasi ekonomi masyarakat
C. Penghambat proses modernisasi dan globalisasi
D. Sarana pemeliharaan identitas budaya dan sarana integrasi
E. Pembatas interaksi dalam komunikasi antarbudaya
Jawaban: D
Pembahasan: Bahasa dan dialek tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi praktis, tetapi juga menjadi sarana pemeliharaan identitas budaya serta perekat sosial (integrasi). Pemanfaatan dialek lokal yang dikombinasikan dengan media modern membantu generasi muda tetap terhubung dengan akar budayanya tanpa merasa tertinggal oleh zaman.
Soal nomor 27
Masyarakat petani di daerah lereng gunung memanfaatkan sistem penanggalan tradisional berdasarkan fenomena pergerakan angin, iklim, dan kondisi alam untuk menentukan masa tanam serta panen. Pengetahuan yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi ini terbukti efektif menjaga ketahanan pangan lokal. Dalam konsep antropologi, sistem penanggalan tersebut merupakan bentuk dari …
A. Teknologi industri modern berbasis digital
B. Praktek keagamaan dan religi universal
C. Kearifan lokal (local wisdom) dan sistem pengetahuan
D. Pranata hukum adat yang bersifat formal
E. Sistem stratifikasi sosial masyarakat
Jawaban: C
Pembahasan: Pengetahuan tradisional seperti sistem kalender pertanian merupakan bagian dari kearifan lokal (local wisdom) dan sistem pengetahuan tradisional masyarakat. Pengetahuan ini lahir dari proses adaptasi serta pengamatan mendalam terhadap lingkungan alam selama bergenerasi-generasi.
Soal nomor 28
Dalam sebuah komunitas adat, proses pengambilan keputusan terkait pembagian hak kelola hutan tidak dilakukan melalui pemungutan suara terbanyak (voting), melainkan melalui musyawarah adat yang dipimpin oleh tetua desa hingga mencapai kesepakatan bersama (mufakat). Mekanisme ini mencerminkan karakteristik dari …
A. Sistem kepemimpinan dan kekuasaan tradisional
B. Sistem politik modern berbasis hukum formal
C. Praktek otoriter dalam struktur birokrasi
D. Bentuk kebiasaan tanpa aturan yang mengikat
E. Pengaruh globalisasi terhadap hukum lokal
Jawaban: A
Pembahasan: Mekanisme musyawarah yang dipimpin oleh tokoh adat menunjukkan bentuk dari sistem politik dan kepemimpinan tradisional. Sistem ini mengutamakan konsensus, keterlibatan tokoh spiritual/adat, serta nilai kerukunan kelompok dibandingkan aturan hukum formal tertulis atau sistem suara mayoritas.
Soal nomor 29
Masuknya platform belanja daring dan pembayaran digital ke wilayah pedesaan mengubah kebiasaan masyarakat yang semula mengandalkan sistem tawar-menawar secara langsung di pasar tradisional. Warga kini mulai memprioritaskan efisiensi dan kepraktisan dalam bertransaksi. Perubahan perilaku ini menunjukkan dampak modernisasi terhadap …
A. Sistem kekerabatan masyarakat
B. Sistem religi dan kepercayaan
C. Sistem bahasa dan dialek lokal
D. Organisasi sosial dan kesenian
E. Sistem mata pencaharian dan ekonomi
Jawaban: E
Pembahasan: Peralihan dari transaksi tradisional bertatap muka ke transaksi digital menggambarkan pergeseran pada sistem ekonomi dan mata pencaharian masyarakat. Modernisasi mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi serta norma interaksi ekonomi warga dari tradisional menjadi lebih praktis dan efisien.
Soal nomor 30
Seorang etnografer yang melakukan penelitian pada masyarakat pesisir berusaha memahami makna upacara petik laut dari sudut pandang warga lokal sendiri (emic perspective), tanpa menggunakan tolok ukur atau standar nilai dari kebudayaannya sendiri yang berisiko memunculkan pandangan bias. Sikap peneliti yang menghindari penilaian sepihak tersebut menunjukkan upaya untuk mencegah …
A. Relativisme budaya
B. Etnosentrisme
C. Akulturasi
D. Primordialisme
E. Enkulturasi
Jawaban: B
Pembahasan: Sikap menilai atau mengukur kebudayaan masyarakat lain menggunakan tolok ukur dan standar kebudayaannya sendiri dinamakan etnosentrisme. Dengan memahami masyarakat dari sudut pandang pemilik kebudayaan itu sendiri, peneliti menghindari pandangan etnosentrisme dan menerapkan prinsip relativisme budaya.
Soal nomor 31
Seiring masifnya penggunaan media sosial dan platform streaming film, tren penggunaan bahasa campuran (code-mixing) antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris semakin meluas di kalangan remaja urban. Fenomena perubahan pola tuturan ini menunjukkan bahwa bahasa sebagai salah satu unsur kebudayaan bersifat …
A. Statis dan tidak dapat diubah
B. Mutlak dan diwariskan secara biologis
C. Terisolasi dari pengaruh luar
D. Dinamis dan terus mengalami perkembangan
E. Homogen di setiap strata masyarakat
Jawaban: D
Pembahasan: Bahasa sebagai unsur kebudayaan bersifat dinamis dan adaptif. Kebiasaan berbahasa masyarakat selalu berkembang mengikuti pergeseran zaman, interaksi sosial, serta masuknya pengaruh teknologi dan kebudayaan global.
Soal nomor 32
Masyarakat suku Baduy Luar di Banten memanfaatkan tanaman herbal dan bahan-bahan alami di sekitar hutan untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun. Meskipun fasilitas medis modern makin terjangkau, pengetahuan pengobatan tradisional ini tetap dijaga dan dipraktikkan. Sistem pengobatan alami tersebut tergolong sebagai salah satu wujud kebudayaan berupa …
A. Sistem pengetahuan dan kearifan lokal
B. Praktek keagamaan dan religi universal
C. Organisasi sosial dan lembaga politik
D. Tata hukum adat yang bersifat formal
E. Peralatan teknologi berbasis industri
Jawaban: A
Pembahasan: Penggunaan obat-obatan herbal hasil adaptasi lingkungan selama generasi ke generasi merupakan cerminan dari sistem pengetahuan tradisional dan kearifan lokal (local wisdom). Pengetahuan ini lahir dari pengalaman langsung masyarakat dalam menjaga kesehatan berbasis potensi alam lokal.
Soal nomor 33
Seorang peneliti antropologi sosial sedang mengamati fenomena pergeseran nilai gotong royong di kawasan permukiman perkotaan. Agar mendapatkan pemahaman yang utuh, ia meneliti aspek ekonomi warga, pola interaksi harian, struktur kepemimpinan RT/RW, hingga latar belakang budaya asal para penghuni. Pendekatan penelitian yang mengkaji fenomena manusia dari berbagai dimensi menyeluruh ini dinamakan pendekatan …
A. Kuantitatif
B. Etnosentris
C. Parsial
D. Evolusionis
E. Holistik
Jawaban: E
Pembahasan: Pendekatan holistik adalah pendekatan khas antropologi yang memandang dan mengkaji fenomena kebudayaan serta kehidupan manusia secara menyeluruh, saling terkait, dan tidak terpisah-pisah antar dimensi sosial, ekonomi, maupun budayanya.
Soal nomor 34
Di daerah NTT, tradisi tenun ikat tidak hanya menghasilkan kain sebagai penutup tubuh, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai lambang status sosial, bagian dari mas kawin (belis), serta simbol hubungan sosial antar suku. Hal ini membuktikan bahwa karya seni tradisional dalam perspektif antropologi memiliki fungsi sebagai …
A. Komoditas ekspor bernilai ekonomi semata
B. Hiasan estetis tanpa makna simbolis
C. Unsur budaya yang sarat nilai dan fungsi sosial
D. Alat untuk membatasi interaksi antar kelompok
E. Produk kebudayaan yang bersifat individualistis
Jawaban: C
Pembahasan: Dalam antropologi, benda budaya atau hasil seni seperti kain tenun tidak sekadar dilihat dari wujud fisiknya, melainkan juga dari makna simbolis dan fungsi sosialnya yang kompleks dalam pranata pernikahan, adat, dan struktur masyarakat.
Soal nomor 35
Masuknya budaya Korea (Hallyu) seperti musik K-Pop dan drama Korea telah memicu antusiasme besar di kalangan anak muda Indonesia. Sebagian remaja mulai menirukan gaya berpakaian, tata cara makan, hingga mempelajari bahasanya. Proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu masyarakat ke masyarakat lain melalui media massa dinamakan …
A. Akulturasi
B. Difusi
C. Asimilasi
D. Enkulturasi
E. Internalisasi
Jawaban: B
Pembahasan: Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan, gagasan, atau gaya hidup dari satu individu atau kelompok masyarakat ke masyarakat lainnya. Penyebaran ini dapat terjadi secara langsung maupun lewat media komunikasi modern seperti internet dan televisi.
Soal nomor 36
Di era digital, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian berbasis isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) sering kali dipicu oleh sikap kelompok masyarakat yang menganggap nilai, tradisi, dan kebudayaannya sendiri lebih unggul dibandingkan kebudayaan kelompok lain. Dalam ilmu antropologi, pandangan atau prasangka yang menilai budaya lain berdasarkan standar budayanya sendiri dinamakan …
A. Relativisme budaya
B. Modernisasi
C. Asimilasi
D. Pluralisme
E. Etnosentrisme
Jawaban: E
Pembahasan: Etnosentrisme adalah pandangan atau kecenderungan untuk menilai budaya kelompok lain berdasarkan norma dan standar budayanya sendiri, serta menganggap budayanya paling benar atau unggul. Sikap ini berpotensi memicu prasangka sosial, diskriminasi, hingga konflik antar-kelompok dalam masyarakat multikultural.
Soal nomor 37
Masyarakat adat Kete Kesu di Toraja memiliki tradisi Rambu Solo, yaitu upacara pemakaman adat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada leluhur dan kerabat yang meninggal dunia. Upacara ini melibatkan rangkaian ritual, tarian adat, serta pengorbanan hewan. Berdasarkan fungsi pranata sosialnya, tradisi Rambu Solo memegang peranan penting dalam …
A. Memperkuat ikatan kekerabatan, solidaritas sosial, dan norma religi
B. Menghapus stratifikasi sosial dalam masyarakat adat Toraja
C. Menggantikan peran hukum positif negara dalam mengatur kejahatan
D. Mendorong percepatan modernisasi di bidang teknologi industri
E. Menjadi komoditas ekonomi tanpa nilai spiritual dan budaya
Jawaban: A
Pembahasan: Upacara adat Rambu Solo tidak hanya sekadar ritual keagamaan tradisional, tetapi juga berfungsi menjaga keteraturan sosial, mempererat tali silaturahmi antar kerabat (sistem kekerabatan), serta mentransmisikan nilai-nilai spiritual dan penghormatan kepada leluhur secara turun-temurun.
Soal nomor 38
Seiring berkembangnya kawasan industri, banyak warga desa yang semula bekerja sebagai petani pemilik lahan beralih profesi menjadi buruh pabrik atau penyedia jasa kos-kosan. Perubahan mata pencaharian ini memicu pergeseran pola interaksi sosial yang semula guyub dan bergotong royong menjadi lebih individualis dan komersial. Fenomena ini mencerminkan dampak perubahan sosial budaya pada …
A. Sistem kepercayaan dan ritus keagamaan
B. Organisasi politik dan batas wilayah adat
C. Struktur ekonomi dan pola hubungan sosial
D. Keragaman bahasa dan dialek daerah
E. Proses enkulturasi dalam keluarga inti
Jawaban: C
Pembahasan: Perubahan jenis mata pencaharian dari agraris ke industrial secara langsung memengaruhi struktur ekonomi masyarakat. Hal ini turut menggeser nilai-nilai sosial dari ikatan paguyuban yang bersifat gotong royong menuju pola hubungan yang lebih berorientasi pada nilai guna dan ekonomis (individualis/komersial).
Soal nomor 39
Dalam sebuah penelitian antropologi mengenai dinamika interaksi etnis di pasar tradisional, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan para pedagang, pencatatan hasil observasi harian, serta dokumentasi foto aktivitas pasar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dalam bentuk narasi deskriptif untuk menggambarkan realitas sosial secara utuh. Jenis data dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah …
A. Kuantitatif dengan analisis statistik
B. Eksperimental dengan kontrol variabel
C. Survei dengan sampel acak
D. Kualitatif dengan pendekatan deskriptif
E. Historis dengan studi komparatif dokumen
Jawaban: D
Pembahasan: Penelitian antropologi umumnya mengandalkan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif yang kaya mendalam (thick description) untuk menjelaskan makna dibalik fenomena sosial budaya yang diteliti.
Soal nomor 40
Komunitas adat Baduy Dalam di Banten tetap mempertahankan tradisi untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor, listrik, maupun perangkat elektronik dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kelestarian alam dan amanat leluhur (buyut). Bentuk mekanisme adaptasi budaya ini menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki …
A. Ketidakmampuan dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan
B. Kearifan lokal (local wisdom) dalam menjaga keseimbangan lingkungan
C. Sikap tertutup yang memicu kepunahan kebudayaan lokal
D. Keinginan untuk mengisolasi diri dari sistem pemerintahan resmi
E. Ketergantungan penuh pada bantuan ekonomi pemerintah
Jawaban: B
Pembahasan: Prinsip hidup masyarakat Baduy Dalam yang membatasi penggunaan teknologi modern merupakan bentuk kearifan lokal (local wisdom) dan pengetahuan tradisional dalam mengelola interaksi manusia dengan lingkungan agar tetap seimbang, lestari, dan harmonis sesuai falsafah adat setempat.
Soal nomor 41
Proses sosialisasi nilai-nilai, adat istiadat, serta tata krama budaya yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya sejak usia dini di dalam lingkungan keluarga dinamakan …
A. Akulturasi
B. Asimilasi
C. Difusi
D. Amalgamasi
E. Enkulturasi
Jawaban: E
Pembahasan: Enkulturasi (pembudayaan) adalah proses mempelajari dan menyesuaikan jalan pikiran serta sikap seseorang terhadap sistem norma, nilai, dan aturan-aturan budaya yang hidup dalam masyarakatnya sejak ia lahir hingga dewasa, yang utamanya bermula dari lingkungan keluarga.
Temukan Koleksi Soal Antropologi TKA Lengkap Beserta Kunci Jawabannya!

Ingin lebih banyak latihan soal Antropologi TKA? Kamu bisa menemukan koleksi soal lengkap mulai dari hakikat antropologi, sistem kekerabatan, hingga globalisasi. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan yang memudahkan pemahaman. Dengan latihan terarah, persiapan menghadapi SNBP akan semakin matang dan percaya diri. Temukan semuanya hanya di utbk.or.id!