50+ Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Elektro Lengkap Pembahasan & Kisi-Kisi

Share ke:
100-Soal-Tes-Masuk-Jurusan-Teknik-Elektro-dengan-Pembahasan-Lengkap


Menempuh ujian seleksi untuk jurusan Teknik Elektro memerlukan persiapan yang matang, terutama dalam menghadapi soal-soal yang menguji kemampuan matematika, fisika, dan penalaran logika, yang sering kali menjadi tantangan besar bagi banyak calon mahasiswa karena mencakup konsep-konsep teknis yang mendalam dan rumit. Oleh karena itu, persiapan yang terstruktur menjadi kunci untuk menghadapi tes dengan percaya diri.

Artikel ini akan membahas lebih dari 100 soal tes masuk jurusan Teknik Elektro lengkap dengan pembahasan. Soal-soal yang kami sajikan dirancang untuk membantu Anda memahami tipe soal yang sering muncul, sehingga Anda dapat lebih siap menghadapi ujian.

Mengenal Teknik Elektro

Mengenal Teknik Elektro

Teknik Elektro adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari fenomena listrik dan elektromagnetisme serta penerapannya dalam berbagai sistem dan teknologi. Bidang ini mencakup berbagai topik, seperti kelistrikan, elektronik, sistem kontrol, dan telekomunikasi. Mahasiswa Teknik Elektro akan mempelajari bagaimana teknologi listrik bekerja, baik pada tingkat dasar hingga aplikasi yang lebih kompleks dalam kehidupan.

Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, Teknik Elektro berperan penting dalam menciptakan solusi teknis yang mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat elektronik, sistem tenaga, dan jaringan komunikasi. Jurusan ini melibatkan banyak perhitungan matematis, eksperimen fisika, serta pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak yang mengintegrasikan sistem-sistem tersebut.

Lulusan Teknik Elektro memiliki peluang karir yang sangat luas, mulai dari sektor energi, manufaktur, telekomunikasi, hingga teknologi informasi. Dengan berkembangnya teknologi digital dan internet of things (IoT), permintaan akan tenaga ahli di bidang Teknik Elektro semakin meningkat, membuka banyak peluang bagi mereka yang memiliki keahlian di bidang ini.

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Elektro 

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Elektro

Untuk mempersiapkan ujian seleksi masuk jurusan Teknik Elektro, penting untuk memahami jenis soal yang sering diujikan, seperti matematika, fisika, dan logika. Mengetahui kisi-kisi soal akan membantu Anda fokus pada topik-topik utama yang perlu dikuasai. Berikut ini, beberapa topik utama yang sering muncul dalam tes seleksi masuk jurusan Teknik Elektro.

  • Matematika dan Fisika Teknik
    Menguji kemampuan dalam kalkulus, aljabar, trigonometri, serta prinsip fisika seperti listrik, magnetisme, dan mekanika dasar yang berhubungan dengan sistem elektronik.
  • Dasar-Dasar Listrik dan Elektronika
    Menilai pemahaman tentang hukum listrik (Ohm, Kirchhoff), rangkaian listrik dasar, arus searah (DC) dan bolak-balik (AC), serta komponen elektronik seperti resistor, kapasitor, dan transistor.
  • Elektromagnetisme dan Rangkaian Listrik
    Menguji konsep medan listrik dan magnet, induksi elektromagnetik, serta perhitungan arus dan tegangan dalam rangkaian listrik sederhana maupun kompleks.
  • Sistem Digital dan Logika
    Mengukur pemahaman tentang bilangan biner, gerbang logika, sistem digital, dan prinsip dasar pemrograman dalam teknik elektro.
  • Wawasan Teknik Elektro dan Aplikasinya
    Menilai pemahaman awal tentang konversi energi listrik, sistem tenaga listrik, kontrol otomatis, serta perkembangan teknologi dalam industri elektro.

Kumpulan 50+ Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Elektro Lengkap Pembahasan

⚡ Bank Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Elektro Terlengkap & Pembahasan: Di bawah ini disajikan 55 Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Teknik Elektro berstandar Saintek / UTBK / Seleksi Mandiri PTN & PTS unggulan. Materi mencakup Fisika Listrik Statis & Dinamis / Rangkaian DC-AC, Medan Magnet & Mesin Listrik, Matematika Terapan / Kalkulus / Aljabar Kompleks, serta Logika Digital & Dasar Elektronika. Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk meninjau pembahasannya!

Soal #1 • Listrik Statis (Gaya Coulomb) Standar Masuk Teknik Elektro

Dua buah muatan titik q₁ = +4 μC dan q₂ = +9 μC terpisah sejauh 30 cm di udara. Sebuah muatan uji q₃ = -2 μC diletakkan pada garis hubung kedua muatan sedemikian rupa sehingga gaya Coulomb total yang dialami q₃ bernilai nol. Jarak posisi muatan q₃ diukur dari muatan q₁ adalah…

A. 6 cm
B. 9 cm
C. 12 cm
D. 15 cm
E. 18 cm
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Agar gaya total nol, F₁₃ = F₂₃. Karena F = k·q₁·q₃/x² = k·q₂·q₃/(d-x)², maka √(q₁)/x = √(q₂)/(d – x). Dengan q₁ = 4 μC dan q₂ = 9 μC, kita peroleh 2/x = 3/(30 – x) ⇔ 60 – 2x = 3x ⇔ 5x = 60 ⇔ x = 12 cm dari muatan q₁.
Soal #2 • Listrik Statis (Kapasitor & Dielektrik) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah kapasitor keping sejajar dengan medium udara memiliki kapasitansi 20 μF. Jika jarak antarkeping diperkecil menjadi setengah dari jarak semula dan seluruh celah disisipi bahan dielektrik dengan konstanta k = 5, maka nilai kapasitansi kapasitor yang baru adalah…

A. 50 μF
B. 100 μF
C. 150 μF
D. 200 μF
E. 250 μF
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Kapasitansi kapasitor keping sejajar dirumuskan C = k·ε₀·A/d. Jika d’ = 0,5d dan k = 5, maka C’ = 5·ε₀·A/(0,5d) = 10·(ε₀·A/d) = 10 · C₀ = 10 · 20 μF = 200 μF.
Soal #3 • Rangkaian Kapasitor & Energi Listrik Standar Masuk Teknik Elektro

Tiga buah kapasitor masing-masing bernilai C₁ = 6 μF, C₂ = 3 μF, dan C₃ = 2 μF disusun secara seri kemudian dihubungkan ke sumber tegangan searah DC sebesar 12 Volt. Energi total yang tersimpan dalam susunan kapasitor tersebut adalah…

A. 36 μJ
B. 72 μJ
C. 108 μJ
D. 144 μJ
E. 288 μJ
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kapasitansi ekuivalen seri: 1/C_total = 1/6 + 1/3 + 1/2 = 1/6 + 2/6 + 3/6 = 6/6 = 1 μF⁻¹ ⇒ C_total = 1 μF. Energi tersimpan W = 1/2 · C_total · V² = 1/2 · (1 × 10⁻⁶ F) · (12 V)² = 1/2 · 144 μJ = 72 μJ.
Soal #4 • Hambatan Jenis & Konduktor Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah kawat silinder tembaga memiliki resistansi R. Kawat tersebut ditarik secara merata tanpa mengubah volume totalnya sehingga panjangnya bertambah menjadi 3 kali panjang mula-mula. Nilai resistansi kawat tembaga setelah ditarik menjadi…

A. R/9
B. R/3
C. 3R
D. 6R
E. 9R
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Karena volume kawat konstan (V = A·L = konstan), pertambahan panjang L’ = 3L menyebabkan luas penampang mengecil menjadi A’ = A/3. Berdasarkan rumus R = ρ·L/A, resistansi baru R’ = ρ·(3L)/(A/3) = 9·(ρ·L/A) = 9R.
Soal #5 • Pengaruh Suhu terhadap Resistansi Standar Masuk Teknik Elektro

Suatu elemen pemanas memiliki hambatan 50 Ω pada suhu acuan 20°C. Jika koefisien suhu hambatan jenis bahan kawat tersebut adalah α = 0,004 /°C, besar hambatan elemen pemanas saat suhunya melonjak menjadi 120°C adalah…

A. 58 Ω
B. 64 Ω
C. 70 Ω
D. 76 Ω
E. 82 Ω
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Perubahan hambatan terhadap suhu dirumuskan R_t = R₀ · [1 + α·(T – T₀)]. Dengan ΔT = 120 – 20 = 100°C, maka R_t = 50 · [1 + 0,004 · 100] = 50 · [1 + 0,4] = 50 · 1,4 = 70 Ω.
Soal #6 • Jembatan Wheatstone Standar Masuk Teknik Elektro

Empat buah resistor R₁, R₂, R₃, dan R₄ dirangkai membentuk jembatan Wheatstone. Diketahui R₁ = 10 Ω, R₂ = 20 Ω, dan R₃ = 15 Ω. Jika galvanometer di cabang diagonal jembatan menunjukkan arus nol (kondisi seimbang dengan persamaan R₁·R₄ = R₂·R₃), maka nilai resistor R₄ adalah…

A. 30 Ω
B. 35 Ω
C. 40 Ω
D. 45 Ω
E. 50 Ω
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada jembatan Wheatstone seimbang, hasil kali silang lengan-lengannya sama besar: R₁ · R₄ = R₂ · R₃. Maka 10 · R₄ = 20 · 15 ⇔ 10 R₄ = 300 ⇔ R₄ = 30 Ω.
Soal #7 • Hukum II Kirchhoff (Loop DC) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah rangkaian listrik tertutup 1 loop terdiri dari dua sumber tegangan E₁ = 18 V, E₂ = 6 V (dipasang berhadapan kutub positifnya), serta resistor luar R = 4 Ω. Jika hambatan dalam masing-masing sumber adalah r₁ = 1 Ω dan r₂ = 1 Ω, besar kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian adalah…

A. 1,5 A
B. 2,0 A
C. 2,5 A
D. 3,0 A
E. 4,0 A
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Berdasarkan Hukum II Kirchhoff: ΣE + Σ(I·R) = 0. Menelusuri loop: E₁ – E₂ – I·(R + r₁ + r₂) = 0 ⇒ 18 – 6 – I·(4 + 1 + 1) = 0 ⇒ 12 – 6I = 0 ⇒ 6I = 12 ⇒ I = 2 A.
Soal #8 • Hukum I Kirchhoff (Percabangan Arus) Standar Masuk Teknik Elektro

Tiga cabang kawat konduktor bertemu pada satu titik simpul (node). Cabang 1 mengalirkan arus masuk sebesar 3,0 A, sedangkan cabang 2 mengalirkan arus keluar sebesar 1,2 A. Berdasarkan Hukum I Kirchhoff tentang kekekalan muatan, besar dan arah arus pada cabang 3 adalah…

A. 4,2 A mengalir masuk ke simpul
B. 4,2 A mengalir keluar dari simpul
C. 1,8 A mengalir masuk ke simpul
D. 1,8 A mengalir keluar dari simpul
E. 0,6 A mengalir keluar dari simpul
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Hukum I Kirchhoff menyatakan ΣI_masuk = ΣI_keluar. Karena I₁_masuk = 3,0 A dan I₂_keluar = 1,2 A, maka agar seimbang cabang 3 harus mengalirkan arus keluar sebesar: I₃ = 3,0 A – 1,2 A = 1,8 A mengalir keluar dari simpul.
Soal #9 • Pembagi Tegangan (Voltage Divider) Standar Masuk Teknik Elektro

Dua buah resistor R₁ = 4 kΩ dan R₂ = 6 kΩ dirangkai secara seri dan dihubungkan ke sumber tegangan konstan DC 25 V. Tegangan jatuh (voltage drop) pada resistor R₂ adalah…

A. 5 V
B. 10 V
C. 15 V
D. 20 V
E. 22 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Prinsip voltage divider: V_R2 = V_s · [R₂ / (R₁ + R₂)] = 25 · [6 / (4 + 6)] = 25 · (6 / 10) = 15 V.
Soal #10 • Teorema Transfer Daya Maksimum Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah rangkaian listrik memiliki tegangan Thevenin V_th = 24 V dan resistansi internal Thevenin R_th = 6 Ω. Nilai resistansi beban R_L agar menyerap daya maksimum serta nilai daya maksimum yang diserap tersebut berturut-turut adalah…

A. 6 Ω dan 24 W
B. 6 Ω dan 48 W
C. 12 Ω dan 24 W
D. 12 Ω dan 48 W
E. 3 Ω dan 36 W
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Menurut Teorema Transfer Daya Maksimum, daya maksimum pada beban terjadi saat R_L = R_th = 6 Ω. Daya maksimumnya dihitung dengan rumus: P_max = V_th² / (4 · R_th) = 24² / (4 · 6) = 576 / 24 = 24 Watt.
Soal #11 • Disipasi Daya & Efek Joule Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah elemen pemanas air dengan hambatan 44 Ω dihubungkan ke sumber tegangan bolak-balik 220 V selama 5 menit. Energi kalor listrik yang dihasilkan oleh pemanas air tersebut adalah…

A. 110 kJ
B. 165 kJ
C. 220 kJ
D. 275 kJ
E. 330 kJ
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Daya disipasi: P = V² / R = 220² / 44 = 48.400 / 44 = 1.100 Watt. Waktu t = 5 menit = 300 detik. Energi kalor: W = P · t = 1.100 W · 300 s = 330.000 Joule = 330 kJ.
Soal #12 • Sinyal AC (Tegangan RMS & Frekuensi) Standar Masuk Teknik Elektro

Suatu tegangan bolak-balik AC memenuhi persamaan sinusoidal v(t) = 100√2 · sin(100π·t) Volt. Nilai tegangan efektif (V_rms) dan frekuensi tegangan tersebut adalah…

A. 100√2 V dan 100 Hz
B. 100 V dan 50 Hz
C. 100 V dan 100 Hz
D. 50 V dan 50 Hz
E. 200 V dan 60 Hz
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Persamaan umum v(t) = V_m · sin(ωt). Diperoleh V_m = 100√2 V, sehingga V_rms = V_m / √2 = 100 V. Kecepatan sudut ω = 100π rad/s, sehingga frekuensi f = ω / (2π) = 100π / 2π = 50 Hz.
Soal #13 • Rangkaian RL Seri AC Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah resistor murni R = 30 Ω dan sebuah induktor dengan reaktansi induktif X_L = 40 Ω disusun secara seri lalu dihubungkan ke sumber AC 200 V. Besar impedansi total (Z) dan arus efektif yang mengalir pada rangkaian adalah…

A. 70 Ω dan 2,85 A
B. 50 Ω dan 2,5 A
C. 50 Ω dan 4,0 A
D. 10 Ω dan 20 A
E. 35 Ω dan 5,7 A
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Impedansi total rangkaian RL seri: Z = √(R² + X_L²) = √(30² + 40²) = √(900 + 1600) = √2500 = 50 Ω. Arus efektif: I = V / Z = 200 V / 50 Ω = 4,0 A.
Soal #14 • Daya Rangkaian AC & Faktor Daya Standar Masuk Teknik Elektro

Dalam suatu instalasi listrik beban AC, terukur daya aktif sebesar P = 800 Watt dan daya reaktif induktif sebesar Q = 600 VAR. Besar daya semu (S) dan faktor daya (power factor, cos φ) beban tersebut adalah…

A. 1400 VA dan 0,57
B. 1200 VA dan 0,75
C. 1000 VA dan 0,60
D. 1000 VA dan 0,80
E. 900 VA dan 0,89
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Segitiga daya AC: Daya semu S = √(P² + Q²) = √(800² + 600²) = √(640.000 + 360.000) = √1.000.000 = 1000 VA. Faktor daya cos φ = P / S = 800 / 1000 = 0,80 (lagging).
Soal #15 • Resonansi RLC Seri Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah rangkaian RLC seri memiliki resistansi R = 100 Ω, induktansi L = 0,1 H, dan kapasitansi C = 10 μF. Frekuensi resonansi sudut (ω₀) rangkaian tersebut adalah…

A. 100 rad/s
B. 1000 rad/s
C. 314 rad/s
D. 10.000 rad/s
E. 500 rad/s
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kondisi resonansi tercapai saat X_L = X_C, sehingga frekuensi resonansi sudut adalah ω₀ = 1 / √(L·C) = 1 / √(0,1 · 10 × 10⁻⁶) = 1 / √(10⁻⁶) = 1 / 10⁻³ = 1000 rad/s.
Soal #16 • Perilaku Komponen Pasif pada Kondisi DC Tunak Standar Masuk Teknik Elektro

Pada kondisi tunak (steady-state) dalam rangkaian berarus searah (DC), perilaku komponen kapasitor ideal dan induktor ideal berturut-turut adalah setara dengan…

A. Rangkaian terbuka (open circuit) dan hubung singkat (short circuit)
B. Hubung singkat (short circuit) dan rangkaian terbuka (open circuit)
C. Resistor dengan nilai tak hingga dan kapasitor murni
D. Keduanya setara dengan hubung singkat (short circuit)
E. Keduanya setara dengan rangkaian terbuka (open circuit)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada arus DC konstan (frekuensi f = 0): Reaktansi kapasitif X_C = 1/(2πfC) → ∞, sehingga kapasitor memblokir arus DC (open circuit). Sebaliknya, reaktansi induktif X_L = 2πfL = 0, sehingga induktor menjadi kawat tanpa hambatan reaktif (short circuit).
Soal #17 • Transien RC (Konstanta Waktu) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah rangkaian pengisian kapasitor DC menggunakan resistor R = 200 kΩ dan kapasitor C = 50 μF. Nilai konstanta waktu rangkaian (τ) yang menunjukkan waktu untuk mengisi kapasitor hingga sekitar 63,2% dari tegangan sumber adalah…

A. 0,01 detik
B. 0,1 detik
C. 1,0 detik
D. 10 detik
E. 100 detik
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Konstanta waktu pengisian RC dirumuskan τ = R · C = (200 × 10³ Ω) · (50 × 10⁻⁶ F) = 10.000 × 10⁻³ = 10 detik.
Soal #18 • Transien RL (Konstanta Waktu) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah kumparan relai memiliki induktansi diri L = 500 mH dan hambatan dalam kawat R = 25 Ω. Konstanta waktu transien induktif (τ = L/R) relai tersebut adalah…

A. 5 ms
B. 12,5 ms
C. 20 ms
D. 50 ms
E. 125 ms
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Konstanta waktu rangkaian RL: τ = L / R = (500 × 10⁻³ H) / 25 Ω = 0,5 / 25 = 0,02 detik = 20 milidetik (ms).
Soal #19 • Medan Magnet Kawat Lurus Standar Masuk Teknik Elektro

Kawat konduktor lurus panjang dialiri arus searah sebesar 5 A. Jika permeabilitas ruang hampa μ₀ = 4π × 10⁻⁷ Wb/(A·m), kuat medan magnetik B pada titik yang berjarak 10 cm dari kawat adalah…

A. 5 × 10⁻⁶ T
B. 1 × 10⁻⁵ T
C. 2 × 10⁻⁵ T
D. 4 × 10⁻⁵ T
E. 1 × 10⁻⁴ T
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Berdasarkan Hukum Biot-Savart / Ampere: B = (μ₀ · I) / (2π · a) = (4π × 10⁻⁷ · 5) / (2π · 0,1) = (2 × 10⁻⁶) / 0,1 = 2 × 10⁻⁵ / 2 = 1 × 10⁻⁵ Tesla.
Soal #20 • Medan Magnet Solenoida Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah solenoida memiliki panjang 40 cm dan terdiri atas 800 lilitan kawat. Jika arus listrik yang dialirkan ke solenoida adalah 2 A, besar induksi magnetik di pusat sumbu solenoida tersebut adalah…

A. 1,6π × 10⁻³ T
B. 3,2π × 10⁻³ T
C. 0,8π × 10⁻³ T
D. 4,0π × 10⁻⁴ T
E. 6,4π × 10⁻⁴ T
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Induksi magnet di pusat solenoida: B = (μ₀ · N · I) / L = (4π × 10⁻⁷ · 800 · 2) / 0,4 = (6400π × 10⁻⁷) / 0,4 = 16.000π × 10⁻⁷ = 1,6π × 10⁻³ Tesla.
Soal #21 • Gaya Lorentz pada Muatan Bergerak Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah muatan uji positif q = +2 μC bergerak dengan kelajuan konstan v = 5 × 10⁵ m/s tegak lurus memasuki daerah medan magnet homogen B = 0,4 T. Besar gaya Lorentz yang dialami muatan tersebut adalah…

A. 0,1 N
B. 0,2 N
C. 0,4 N
D. 0,8 N
E. 1,0 N
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Gaya Lorentz pada muatan yang bergerak tegak lurus medan: F = q · v · B · sin(90°) = (2 × 10⁻⁶ C) · (5 × 10⁵ m/s) · 0,4 T · 1 = 1 · 0,4 = 0,4 Newton.
Soal #22 • Gaya Interaksi Dua Kawat Sejajar Standar Masuk Teknik Elektro

Dua kawat lurus panjang sejajar terpisah pada jarak 20 cm di udara dialiri arus masing-masing I₁ = 4 A dan I₂ = 5 A dengan arah arus yang sama (searah). Sifat gaya dan besar gaya magnetik per satuan panjang pada kawat adalah…

A. Tolak-menolak sebesar 4 × 10⁻⁵ N/m
B. Tolak-menolak sebesar 2 × 10⁻⁵ N/m
C. Tarik-menarik sebesar 1 × 10⁻⁵ N/m
D. Tarik-menarik sebesar 4 × 10⁻⁵ N/m
E. Tarik-menarik sebesar 2 × 10⁻⁵ N/m
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Dua kawat yang dialiri arus searah akan saling tarik-menarik. Besar gaya per satuan panjang: F/L = (μ₀ · I₁ · I₂) / (2π · d) = (4π × 10⁻⁷ · 4 · 5) / (2π · 0,2) = (40 × 10⁻⁷) / 0,2 = 2 × 10⁻⁵ N/m.
Soal #23 • Hukum Induksi Faraday Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah kumparan kawat memiliki 500 lilitan melingkupi fluks magnetik yang berkurang dari 0,08 Weber menjadi 0,02 Weber dalam rentang waktu 0,1 detik. Besar GGL induksi rata-rata yang timbul pada ujung-ujung kumparan tersebut adalah…

A. 150 V
B. 300 V
C. 450 V
D. 600 V
E. 750 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Hukum Induksi Faraday: ε = -N · (ΔΦ / Δt) = -500 · [(0,02 – 0,08) / 0,1] = -500 · [-0,06 / 0,1] = 500 · 0,6 = 300 Volt.
Soal #24 • GGL Induksi Gerak Konduktor Standar Masuk Teknik Elektro

Batang konduktor lurus dengan panjang 50 cm digerakkan tegak lurus memotong medan magnet homogen B = 0,6 T dengan kecepatan tetap 4 m/s. Besar gaya gerak listrik (GGL) induksi yang muncul pada kedua ujung batang adalah…

A. 0,3 V
B. 0,6 V
C. 0,9 V
D. 1,2 V
E. 2,4 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
GGL induksi gerak (motional EMF): ε = B · l · v · sin(90°) = 0,6 T · 0,5 m · 4 m/s · 1 = 1,2 Volt.
Soal #25 • Energi Magnetik Induktor Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah induktor pada rangkaian penyaring daya memiliki induktansi diri L = 0,8 H dialiri arus searah konstan sebesar 5 A. Energi magnetik yang tersimpan di dalam medan magnet kumparan tersebut adalah…

A. 10 Joule
B. 20 Joule
C. 40 Joule
D. 50 Joule
E. 100 Joule
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Energi yang tersimpan dalam induktor: W = 1/2 · L · I² = 1/2 · 0,8 H · (5 A)² = 0,4 · 25 = 10 Joule.
Soal #26 • Transformator Ideal Step-Down Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah transformator step-down ideal dihubungkan pada tegangan jala-jala 220 V dan menghasilkan tegangan sekunder 11 V. Jika kumparan primer terdiri atas 1000 lilitan dan kumparan sekunder menyuplai arus beban 4 A, maka jumlah lilitan sekunder dan arus primer transformator berturut-turut adalah…

A. 25 lilitan dan 0,1 A
B. 100 lilitan dan 0,4 A
C. 50 lilitan dan 0,2 A
D. 50 lilitan dan 0,5 A
E. 20 lilitan dan 0,2 A
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Perbandingan trafo: N_s = N_p · (V_s / V_p) = 1000 · (11 / 220) = 1000 · (1 / 20) = 50 lilitan. Pada trafo ideal, daya primer = daya sekunder: V_p · I_p = V_s · I_s ⇒ 220 · I_p = 11 · 4 = 44 ⇒ I_p = 44 / 220 = 0,2 A.
Soal #27 • Efisiensi Transformator Nyata Standar Masuk Teknik Elektro

Suatu transformator memiliki efisiensi kerja 85%. Daya masukan pada kumparan primer terukur sebesar 400 Watt. Jika kumparan sekunder menghasilkan tegangan keluaran 34 Volt, besar kuat arus listrik pada kumparan sekunder adalah…

A. 8,5 A
B. 10,0 A
C. 11,7 A
D. 12,5 A
E. 14,0 A
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Efisiensi η = P_s / P_p ⇒ P_s = η · P_p = 0,85 · 400 W = 340 Watt. Kuat arus sekunder: I_s = P_s / V_s = 340 W / 34 V = 10,0 A.
Soal #28 • Rugi Inti Mesin Listrik & Arus Pusar Standar Masuk Teknik Elektro

Untuk memperkecil rugi daya akibat arus pusar (eddy current / arus Foucault) pada inti besi transformator dan mesin listrik AC, solusi desain material inti yang digunakan adalah…

A. Mengganti inti besi dengan tembaga murni
B. Membuat inti dari besi cor pejal berongga udara
C. Menaikkan konduktivitas listrik inti besi
D. Mendinginkan inti besi menggunakan nitrogen cair
E. Membuat inti dari laminasi plat besi tipis yang saling diisolasi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Arus pusar (eddy current) timbul akibat medan fluks magnet bolak-balik yang menginduksi tegangan di dalam inti konduktif. Dengan menggunakan laminasi plat tipis yang dilapisi pernis isolator (laminated silicon steel sheets), luas loop sirkulasi arus diperkecil drastis sehingga rugi daya (P_e ∝ d²) berkurang signifikan.
Soal #29 • Motor DC & Fungsi Komutator Standar Masuk Teknik Elektro

Komutator cincin belah (split-ring commutator) pada motor listrik DC berfungsi krusial untuk…

A. Membalik arah aliran arus pada kumparan angker setiap setengah putaran agar torsi putar selalu searah
B. Mengubah tegangan bolak-balik menjadi tegangan searah tanpa rugi tegangan
C. Menghilangkan percikan bunga api listrik pada sikat karbon
D. Menaikkan efisiensi elektromagnetik dengan memperbesar medan magnet stator
E. Mengatur kecepatan putar motor secara otomatis berbasis beban mekanis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tanpa komutator cincin belah, saat kumparan berputar melewati posisi netral (180°), arah gaya Lorentz akan menyebabkan torsi berlawanan arah sehingga motor hanya akan berosilasi bolak-balik. Komutator membalik polaritas arus pada kumparan setiap setengah putaran sehingga arah gaya Lorentz dan torsi putar tetap satu arah (kontinu).
Soal #30 • Motor Induksi 3 Fasa (Kecepatan Sinkron & Slip) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah motor induksi 3-fasa 4-kutub dioperasikan pada sistem kelistrikan PLN frekuensi 50 Hz. Jika saat berbeban kecepatan putar rotor adalah 1440 rpm, maka besar kecepatan medan putar stator (sinkron) dan persentase slip motor berturut-turut adalah…

A. 3000 rpm dan 2%
B. 1500 rpm dan 2%
C. 3000 rpm dan 4%
D. 1500 rpm dan 4%
E. 1440 rpm dan 5%
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Kecepatan medan putar sinkron stator: N_s = (120 · f) / P = (120 · 50) / 4 = 6000 / 4 = 1500 rpm. Nilai slip rotor: s = [(N_s – N_r) / N_s] × 100% = [(1500 – 1440) / 1500] × 100% = (60 / 1500) × 100% = 4%.
Soal #31 • Bilangan Kompleks (Bentuk Kartesius ke Polar) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah impedansi cabang dinyatakan dalam bentuk bilangan kompleks kartesius Z = 3 + j4 Ω. Bentuk polar fasor impedansi Z tersebut adalah…

A. 7 ∠ 53,13° Ω
B. 5 ∠ 53,13° Ω
C. 5 ∠ 36,87° Ω
D. 25 ∠ 53,13° Ω
E. 7 ∠ 45,00° Ω
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Magnitudo impedansi: |Z| = √(3² + 4²) = √(9 + 16) = √25 = 5 Ω. Sudut fasa: θ = arctan(4/3) ≈ 53,13°. Maka bentuk polarnya adalah 5 ∠ 53,13° Ω.
Soal #32 • Operasi Pembagian Fasor Kompleks Standar Masuk Teknik Elektro

Diberikan fasor tegangan V = 40 ∠ 60° Volt dan impedansi beban Z = 8 ∠ 15° Ω. Fasor arus beban I yang dihitung berdasarkan hukum Ohm I = V / Z adalah…

A. 32 ∠ 45° A
B. 5 ∠ 75° A
C. 5 ∠ 45° A
D. 5 ∠ -45° A
E. 320 ∠ 75° A
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Operasi pembagian polar: bagi magnitudo dan kurangkan sudut fase. I = V / Z = (40 / 8) ∠ (60° – 15°) = 5 ∠ 45° Ampere.
Soal #33 • Trigonometri Gelombang Sinusoidal (Beda Fase) Standar Masuk Teknik Elektro

Dua buah sinyal tegangan dinyatakan oleh v₁(t) = 10·cos(ωt + 30°) dan v₂(t) = 10·sin(ωt + 60°). Hubungan beda fasa antara kedua gelombang tegangan tersebut adalah…

A. v₁ dan v₂ sefasa (beda fasa 0°)
B. v₁ mendahului v₂ sebesar 30°
C. v₂ mendahului v₁ sebesar 30°
D. v₁ mendahului v₂ sebesar 60°
E. v₂ tertinggal dari v₁ sebesar 60° (v₁ mendahului v₂ sebesar 60°)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Konversikan v₂ ke basis kosinus: sin(α) = cos(α – 90°), sehingga v₂(t) = 10·cos(ωt + 60° – 90°) = 10·cos(ωt – 30°). Beda fasa: Sudut v₁ adalah +30°, sudut v₂ adalah -30°. Selisih sudut = 30° – (-30°) = 60°. Jadi v₁ mendahului v₂ sebesar 60° (atau v₂ tertinggal dari v₁ sebesar 60°).
Soal #34 • Frekuensi, Periode & Kecepatan Sudut Standar Masuk Teknik Elektro

Pada jaringan kelistrikan dengan frekuensi 50 Hz, nilai kecepatan sudut gelombang (ω) dan periode satu siklus gelombang (T) berturut-turut adalah…

A. 314,16 rad/s dan 20 ms
B. 314,16 rad/s dan 50 ms
C. 157,08 rad/s dan 20 ms
D. 100 rad/s dan 10 ms
E. 628,32 rad/s dan 20 ms
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kecepatan sudut: ω = 2π·f = 2 · 3,14159 · 50 ≈ 314,16 rad/s. Periode: T = 1 / f = 1 / 50 s = 0,02 s = 20 milidetik (ms).
Soal #35 • Kalkulus Diferensial pada Induktor Standar Masuk Teknik Elektro

Arus listrik yang mengalir melalui induktor L = 0,5 H berubah terhadap waktu memenuhi persamaan i(t) = 4t² – 6t + 2 (dalam Ampere). Besar tegangan induksi v(t) = L·(di/dt) pada saat t = 2 detik adalah…

A. 2 V
B. 3 V
C. 4 V
D. 5 V
E. 10 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Turunan pertama arus terhadap waktu: di/dt = d/dt(4t² – 6t + 2) = 8t – 6. Pada t = 2 s: di/dt = 8(2) – 6 = 16 – 6 = 10 A/s. Maka tegangan v = L · (di/dt) = 0,5 H · 10 A/s = 5 Volt.
Soal #36 • Kalkulus Integral pada Kapasitor Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah arus konstan I = 2 mA digunakan untuk mengisi kapasitor C = 100 μF yang awalnya tidak bermuatan (tegangan awal v(0) = 0 V). Tegangan pada ujung-ujung kapasitor setelah pengisian berlangsung selama t = 5 detik adalah…

A. 50 V
B. 100 V
C. 150 V
D. 200 V
E. 250 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Hubungan integral tegangan-arus kapasitor: v(t) = (1/C) · ∫ i dt = (1/C) · I · t. Dengan I = 2 × 10⁻³ A, C = 100 × 10⁻⁶ F = 10⁻⁴ F, dan t = 5 s: v(5) = (2 × 10⁻³ · 5) / 10⁻⁴ = 10⁻² / 10⁻⁴ = 100 Volt.
Soal #37 • Sistem Persamaan Linear Rangkaian Simpul Standar Masuk Teknik Elektro

Dua simpul tegangan dalam analisis nodal rangkaian DC memenuhi sistem persamaan: 2·V₁ – V₂ = 12 dan -V₁ + 3·V₂ = 14. Nilai tegangan simpul V₁ dan V₂ berturut-turut adalah…

A. V₁ = 10 V dan V₂ = 8 V
B. V₁ = 8 V dan V₂ = 10 V
C. V₁ = 12 V dan V₂ = 6 V
D. V₁ = 6 V dan V₂ = 12 V
E. V₁ = 7 V dan V₂ = 7 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dari persamaan (1): V₂ = 2·V₁ – 12. Substitusi ke persamaan (2): -V₁ + 3·(2·V₁ – 12) = 14 ⇒ -V₁ + 6·V₁ – 36 = 14 ⇒ 5·V₁ = 50 ⇒ V₁ = 10 V. Maka V₂ = 2(10) – 12 = 20 – 12 = 8 V.
Soal #38 • Limit Fungsi Respon Transien Standar Masuk Teknik Elektro

Tegangan pengisian kapasitor dinyatakan oleh fungsi respon waktu v_c(t) = 12 · (1 – e^(-t / 2)) Volt. Nilai limit tegangan kapasitor ketika waktu pengisian mendekati tak terhingga (lim t→∞ v_c(t)) adalah…

A. 0 V
B. 6 V
C. 12 V
D. 24 V
E. Tak terhingga (∞)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Ketika t → ∞, nilai eksponensial e^(-t/2) = 1 / e^(t/2) → 0. Maka lim t→∞ [12 · (1 – e^(-t/2))] = 12 · (1 – 0) = 12 Volt, yang setara dengan tegangan saturasi sumber DC.
Soal #39 • Diferensial Parsial & Analisis Sensitivitas Daya Standar Masuk Teknik Elektro

Daya listrik resistor dirumuskan P = V² / R. Jika tegangan jatuh V mengalami kenaikan sebesar 2% sedangkan nilai resistansi R meningkat sebesar 1%, maka persentase perubahan daya listrik P secara hampiran diferensial total adalah…

A. Turun sekitar 1%
B. Bertambah sekitar 1%
C. Bertambah sekitar 2%
D. Bertambah sekitar 3%
E. Bertambah sekitar 5%
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Diferensial total: dP/P ≈ 2·(dV/V) – (dR/R). Dengan persentase perubahan dV/V = +2% dan dR/R = +1%, maka dP/P ≈ 2·(+2%) – (+1%) = +4% – 1% = +3%. Jadi daya bertambah sekitar 3%.
Soal #40 • Deret Fourier Gelombang Kotak Listrik Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah sinyal tegangan gelombang kotak simetris (square wave) bolak-balik tanpa komponen DC jika diuraikan ke dalam deret Fourier harmonisa hanya akan tersusun atas…

A. Harmonisa genap saja (2f, 4f, 6f, …)
B. Harmonisa ganjil saja (f, 3f, 5f, 7f, …)
C. Komponen frekuensi tinggi konstan tanpa harmonisa
D. Frekuensi fundamental f saja
E. Semua spektrum kontinu tanpa diskrit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Gelombang kotak simetris memiliki sifat simetri setengah gelombang ganjil (odd half-wave symmetry), di mana f(t + T/2) = -f(t). Karakteristik matematis deret Fourier dari fungsi ini menghasilkan koefisien harmonisa genap bernilai nol (a_n = 0 dan b_2k = 0), sehingga sinyal hanya tersusun atas deret harmonisa ganjil (1f, 3f, 5f, 7f, …).
Soal #41 • Kalkulus Nilai Efektif Gelombang Sinus Standar Masuk Teknik Elektro

Nilai efektif (Root Mean Square / RMS) dari suatu gelombang tegangan periodik sinusoidal v(t) = V_m · sin(ωt) dihitung dengan definisi integral V_rms = √[(1/T) · ∫₀^T v²(t) dt]. Nilai hasil integrasi eksak tersebut adalah…

A. V_m / 2
B. V_m / π
C. 2·V_m / π
D. V_m
E. V_m / √2
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Gunakan identitas sin²(ωt) = (1 – cos(2ωt))/2. Integral suku cosinus periodik bernilai nol, sehingga rata-rata dari sin²(ωt) selama 1 periode adalah 1/2. Akar dari (V_m² / 2) menghasilkan V_rms = V_m / √2 ≈ 0,707 · V_m.
Soal #42 • Trigonometri Superposisi Dua Sinyal Sinus Standar Masuk Teknik Elektro

Penjumlahan dua buah sinyal tegangan ortogonal v_total(t) = 3·sin(ωt) + 4·cos(ωt) Volt dapat disederhanakan menjadi fungsi sinusoidal tunggal berbentuk…

A. 5 · sin(ωt + 53,13°) V
B. 5 · sin(ωt + 36,87°) V
C. 7 · sin(ωt + 45°) V
D. 1 · sin(ωt + 90°) V
E. 5 · cos(ωt + 53,13°) V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bentuk R·sin(ωt + θ) = R·cos(θ)·sin(ωt) + R·sin(θ)·cos(ωt). Diperoleh R·cos(θ) = 3 dan R·sin(θ) = 4. Maka R = √(3² + 4²) = 5, dan tan(θ) = 4/3 ⇒ θ = arctan(4/3) ≈ 53,13°. Jadi v_total(t) = 5·sin(ωt + 53,13°) V.
Soal #43 • Logika Digital (Tabel Kebenaran Gerbang) Standar Masuk Teknik Elektro

Gerbang logika universal 2-masukan yang menghasilkan keluaran logika ‘0’ hanya jika kedua masukannya secara bersamaan bernilai logika ‘1’ adalah gerbang…

A. AND
B. OR
C. NAND
D. NOR
E. XOR
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Tabel kebenaran gerbang NAND (Not AND): Input (0,0) → 1, Input (0,1) → 1, Input (1,0) → 1, dan Input (1,1) → 0. Keluaran hanya bernilai rendah (0) jika kedua input tinggi (1).
Soal #44 • Aljabar Boolean & Teorema De Morgan Standar Masuk Teknik Elektro

Penyederhanaan aljabar Boolean untuk fungsi logika Y = ¬(A · B) · (A + B) menghasilkan fungsi logika setara dengan…

A. A · B
B. A + B
C. ¬A · ¬B
D. A ⊕ B (Gerbang XOR)
E. ¬(A ⊕ B) (Gerbang XNOR)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Berdasarkan Hukum De Morgan, ¬(A·B) = ¬A + ¬B. Maka Y = (¬A + ¬B)·(A + B) = ¬A·A + ¬A·B + ¬B·A + ¬B·B. Karena ¬A·A = 0 dan ¬B·B = 0, persamaan menjadi Y = ¬A·B + A·¬B, yang merupakan fungsi gerbang XOR (A ⊕ B).
Soal #45 • Sistem Bilangan Digital (Biner ke Heksadesimal) Standar Masuk Teknik Elektro

Bilangan biner 8-bit 11011010₂ jika dikonversikan ke sistem bilangan heksadesimal bernilai…

A. CA₁₆
B. DA₁₆
C. DB₁₆
D. EA₁₆
E. FA₁₆
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Bagi menjadi kelompok 4-bit (nibble) dari sebelah kanan: 1101₂ = 8 + 4 + 0 + 1 = 13 = D₁₆; dan 1010₂ = 8 + 0 + 2 + 0 = 10 = A₁₆. Menggabungkan keduanya menghasilkan DA₁₆.
Soal #46 • Rangkaian Kombinasional (Half Adder) Standar Masuk Teknik Elektro

Rangkaian penjumlah biner setengah (Half Adder) menerima dua input bit tunggal A dan B. Keluaran Sum (S) dan Carry (C) masing-masing dihasilkan oleh gerbang logika…

A. XOR untuk Sum, dan AND untuk Carry
B. AND untuk Sum, dan XOR untuk Carry
C. OR untuk Sum, dan AND untuk Carry
D. NOR untuk Sum, dan NAND untuk Carry
E. XNOR untuk Sum, dan OR untuk Carry
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada Half Adder: Bit penjumlahan Sum S = A ⊕ B (dihasilkan oleh gerbang XOR), sedangkan bit luapan Carry C = A · B (dihasilkan oleh gerbang AND).
Soal #47 • Fisika Semikonduktor (Doping Tipe-P) Standar Masuk Teknik Elektro

Kristal silikon murni (golongan IV) didoping dengan sejumlah kecil atom pengotor Boron atau Galium (golongan III). Jenis semikonduktor ekstrinsik yang terbentuk serta pembawa muatan mayoritasnya adalah…

A. Tipe-N dengan elektron bebas sebagai mayoritas
B. Tipe-P dengan hole (lubang positif) sebagai mayoritas
C. Tipe-N dengan hole sebagai mayoritas
D. Tipe-P dengan ion negatif diam sebagai pembawa arus utama
E. Semikonduktor intrinsik tanpa pembawa muatan mayoritas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Atom golongan III bervalensi 3 memiliki satu elektron valensi lebih sedikit dibanding silikon bervalensi 4. Defisit elektron ini membentuk ‘hole’ (lubang kosong penerima elektron) yang melimpah, menciptakan semikonduktor tipe-P dengan pembawa muatan mayoritas berupa hole.
Soal #48 • Dioda Sambungan P-N (Tegangan Penghalang) Standar Masuk Teknik Elektro

Pada kondisi panjar maju (forward bias), tegangan ambang konduksi (knee / cut-in voltage) pada dioda semikonduktor berbasis bahan Silikon standar adalah sekitar…

A. 0,1 V
B. 0,3 V
C. 0,7 V
D. 1,4 V
E. 2,1 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Tegangan penghalang potensial (barrier potential) sambungan P-N bahan Silikon pada suhu ruang adalah sekitar 0,7 Volt (sedangkan untuk bahan Germanium adalah sekitar 0,3 Volt).
Soal #49 • Dioda Zener sebagai Regulator Tegangan Standar Masuk Teknik Elektro

Dioda Zener dimanfaatkan sebagai komponen penstabil tegangan (voltage regulator) pada catu daya DC dengan cara dioperasikan pada daerah kerja…

A. Forward bias di bawah tegangan cut-in
B. Forward bias di atas tegangan saturasi
C. Reverse bias sebelum daerah breakdown
D. Reverse bias pada daerah dadal Zener (breakdown region)
E. Kondisi tanpa tegangan (unbiased)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Dioda Zener secara khusus dirancang untuk dioperasikan pada kondisi tegangan balik (reverse bias) pada daerah dadal (breakdown voltage, V_z). Pada daerah ini, tegangan pada kedua kakinya bernilai konstan meskipun arus yang melewatinya berfluktuasi.
Soal #50 • Penyearah Gelombang Penuh (Bridge Rectifier) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah penyearah gelombang penuh sistem jembatan (bridge rectifier) 4 dioda dihubungkan ke transformator sekunder berfrekuensi 50 Hz. Frekuensi riak tegangan (ripple frequency) pada terminal beban adalah…

A. 100 Hz
B. 50 Hz
C. 25 Hz
D. 200 Hz
E. 0 Hz
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada penyearah gelombang penuh (full-wave rectifier), kedua setengah siklus gelombang masukan disearahkan menjadi pulsa positif, sehingga dalam 1 periode AC timbul 2 pulsa gelombang. Frekuensi riak keluaran menjadi dua kali frekuensi input: f_ripple = 2 · f_in = 2 · 50 Hz = 100 Hz.
Soal #51 • Transistor BJT (Penguatan Arus) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah transistor BJT NPN bekerja pada daerah aktif dengan penguatan arus DC β = 100. Jika arus yang mengalir masuk ke basis adalah I_B = 50 μA, maka besar arus kolektor (I_C) dan arus emitor (I_E) berturut-turut adalah…

A. 50 mA dan 50,05 mA
B. 5 mA dan 4,95 mA
C. 0,5 mA dan 0,55 mA
D. 500 mA dan 500,5 mA
E. 5 mA dan 5,05 mA
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Arus kolektor: I_C = β · I_B = 100 · 50 μA = 5000 μA = 5 mA. Arus emitor: I_E = I_C + I_B = 5 mA + 0,05 mA = 5,05 mA.
Soal #52 • Op-Amp Ideal (Karakteristik Dasar) Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op-Amp) dalam kondisi ideal memiliki karakteristik kelistrikan teoritis berupa…

A. Impedansi input nol dan impedansi output tak hingga
B. Penguatan loop terbuka nol dan bandwidth tak hingga
C. Impedansi input tak hingga (Z_in = ∞) dan impedansi output nol (Z_out = 0)
D. Arus bias masukan tak hingga dan tegangan offset besar
E. Penguatan loop terbuka konstan 100 dB dengan bandwidth sempit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Karakteristik Op-Amp ideal mencakup: resistansi input tak terhingga (Z_in = ∞ sehingga arus input I_in = 0), resistansi output nol (Z_out = 0), penguatan loop terbuka tak terhingga (A_OL = ∞), dan lebar pita tak terhingga (infinite bandwidth).
Soal #53 • Rangkaian Penguat Inverting Op-Amp Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah penguat membalik (inverting amplifier) Op-Amp menggunakan resistor masukan R_in = 10 kΩ dan resistor umpan balik R_f = 100 kΩ. Jika pada terminal masukan diberi tegangan DC V_in = +0,5 Volt, maka tegangan keluarannya (V_out) adalah…

A. +5,0 V
B. -5,0 V
C. +0,05 V
D. -0,05 V
E. -5,5 V
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Rumus penguatan inverting Op-Amp: A_v = -R_f / R_in = -100 kΩ / 10 kΩ = -10. Maka tegangan output: V_out = A_v · V_in = -10 · (+0,5 V) = -5,0 Volt.
Soal #54 • Pemecahan Masalah Drop Tegangan Kabel Jarak Jauh Standar Masuk Teknik Elektro

Sebuah motor penggerak industri di ujung saluran transmisi berjarak 300 meter mengalami drop tegangan (penurunan tegangan) melebihi batas regulasi 5% akibat resistansi kabel yang cukup besar. Solusi teknis yang paling efektif dan tepat untuk mengurangi drop tegangan pada saluran adalah…

A. Memperbesar luas penampang kabel konduktor atau memasang bank kapasitor untuk perbaikan cos φ
B. Mengganti kabel dengan kawat yang lebih kecil agar arus tidak tertahan
C. Menambah resistor seri pada pangkal panel distribusi
D. Menurunkan frekuensi jala-jala listrik dari 50 Hz menjadi 25 Hz
E. Mengisolasi kawat konduktor dengan bahan pelindung yang lebih tebal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jatuh tegangan saluran dirumuskan ΔV = I · R_kabel. Karena R = ρ · (L / A), memperbesar luas penampang kabel (A) akan menurunkan nilai resistansi R_kabel secara drastis. Selain itu, memasang bank kapasitor memperbaiki faktor daya (cos φ) beban sehingga arus total I yang ditarik dari saluran berkurang, meminimalkan penurunan tegangan.
Soal #55 • Troubleshooting Hubung Singkat vs Rangkaian Terbuka Standar Masuk Teknik Elektro

Seorang teknisi listrik memeriksa panel distribusi yang MCB-nya selalu trip seketika begitu sakelar utama dinaikkan. Saat daya diputus total (kondisi OFF), teknisi mengukur resistansi antara konduktor fasa dan netral menggunakan multimeter digital (Ohm-meter). Layar menunjukkan resistansi 0,1 Ω (hampir 0 Ω). Diagnosis gangguan yang terjadi pada instalasi tersebut adalah…

A. Terjadi hubung singkat (short circuit / korsleting) antara kawat fasa dan netral
B. Terjadi rangkaian terbuka (open circuit / kabel fasa putus)
C. Beban mengalami kebocoran frekuensi tinggi
D. Kapasitor bank mengalami pengisian muatan tak jenuh
E. Sensor arus MCB mengalami kejenuhan termal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Resistansi mendekati nol ohm (0,1 Ω) antara kawat fasa bertegangan dan netral mengindikasikan terjadinya hubung singkat langsung (short circuit). Akibatnya, saat tegangan dinyalakan arus melonjak sangat besar (I = V / R → ratusan Ampere) yang langsung memicu mekanisme pemutus elektromagnetik pada MCB untuk memproteksi kabel dari kebakaran.

Siap Hadapi Seleksi Teknik Elektro dengan Percaya Diri!


Siap Hadapi Seleksi Teknik Elektro dengan Percaya Diri!


Persiapan yang matang untuk ujian seleksi jurusan Teknik Elektro sangatlah penting, mengingat tantangan soal-soal yang mencakup berbagai disiplin ilmu seperti matematika, fisika, dan logika. Dengan memanfaatkan contoh soal dan pembahasan yang telah disajikan, calon mahasiswa dapat lebih memahami jenis soal yang sering muncul dalam tes. Latihan soal secara rutin akan membantu membangun kepercayaan diri dan memperdalam pemahaman, sehingga Anda dapat menghadapi ujian seleksi dengan lebih siap dan optimal. Untuk soal-soal latihan lengkap, kunjungi utbk.or.id sekarang!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?