50+ Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Industri + Kunci Jawabannya

Share ke:

Jurusan Teknik Industri merupakan program studi yang menekankan kemampuan analisis sistem dan efisiensi proses dalam berbagai lingkungan kerja. Mahasiswa Teknik Industri dibekali pemahaman tentang perancangan sistem produksi, pengendalian kualitas, optimasi proses, hingga pengelolaan sumber daya dalam suatu organisasi. Oleh karena itu, jurusan ini menuntut kemampuan berpikir terstruktur, ketelitian dalam perhitungan, serta daya analisis yang kuat sejak tahap awal seleksi.

Dalam proses penerimaan mahasiswa baru, soal tes masuk Jurusan Teknik Industri disusun untuk menilai kesiapan calon mahasiswa dalam menghadapi karakter perkuliahan tersebut. Soal-soal yang diujikan umumnya berfokus pada kemampuan memahami hubungan sebab-akibat, menyelesaikan permasalahan numerik secara sistematis, serta menafsirkan informasi berbasis data. Dengan memahami karakter dan pola soal tes masuk Teknik Industri sejak dini, Anda dapat mempersiapkan diri secara lebih spesifik dan sesuai dengan tuntutan jurusan yang akan dipilih.

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Industri

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Industri

Soal tes masuk Jurusan Teknik Industri dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang akan sangat sering digunakan selama perkuliahan. Fokus utama tidak hanya pada kemampuan berhitung, tetapi juga pada cara berpikir sistematis, analisis proses, serta pemahaman terhadap hubungan antarvariabel dalam suatu permasalahan. Kisi-kisi berikut dapat menjadi acuan belajar agar persiapan Anda lebih terarah dan sesuai dengan karakter jurusan.

1. Penalaran Matematika dan Numerik

Mengukur kemampuan melakukan perhitungan aritmetika, aljabar dasar, persentase, rasio, serta penerapannya dalam konteks teknik dan industri.

2. Penalaran Logis dan Analitis

Menguji kemampuan menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan informasi, pola, atau hubungan sebab-akibat yang disajikan dalam bentuk pernyataan atau kasus singkat.

3. Pemecahan Masalah Sistematis

Berfokus pada kemampuan menyelesaikan masalah secara bertahap, terstruktur, dan efisien, sebagaimana diperlukan dalam analisis sistem kerja dan proses produksi.

4. Pemahaman Data dan Interpretasi Informasi

Mengukur kemampuan membaca dan menafsirkan data sederhana, seperti tabel, grafik, atau ringkasan informasi numerik yang berkaitan dengan proses atau kinerja sistem.

5. Dasar Logika Teknik

Menguji pemahaman logika yang berkaitan dengan alur proses, urutan kerja, serta konsistensi langkah dalam suatu sistem atau mekanisme.

6. Soal Cerita Kontekstual Teknik dan Industri

Berupa soal cerita yang menggambarkan permasalahan di lingkungan industri, seperti efisiensi kerja, alokasi sumber daya, atau pengaturan proses produksi.

7. Kemampuan Berpikir Kritis

Menilai kemampuan mengevaluasi pernyataan, mengidentifikasi asumsi, serta memilih solusi paling rasional dari beberapa alternatif yang tersedia.

8. Pemahaman Konsep Efisiensi dan Optimasi

Mengukur pemahaman awal tentang efisiensi waktu, biaya, atau sumber daya, meskipun masih dalam bentuk perhitungan dan logika dasar.

9. Pemahaman Bacaan Teknis Singkat

Menguji kemampuan memahami teks pendek bertema teknik, proses kerja, atau sistem, kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan informasi tersebut.

📘 Bank Soal Latihan & Simulasi Terlengkap: 52 Butir Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Teknik Industri yang mencakup Riset Operasi & Pemrograman Linier (Simpleks, EOQ, Antrian, BEP, CPM/PERT), Ergonomi & Rekayasa Sistem Kerja (Antropometri, RULA/REBA, Waktu Standar, 5S/K3), Manajemen Mutu & Six Sigma (DMAIC, Kaizen, Kanban, OEE, QFD), serta Ekonomi Teknik & Supply Chain (NPV, Depresiasi, Bullwhip Effect, VMI) lengkap dengan pembahasan!

Soal #1 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Metode analitis yang digunakan untuk menemukan solusi optimal alokasi sumber daya terbatas dengan fungsi tujuan linier adalah…

A. Metode Simpleks (Linear Programming)
B. Metode Monte Carlo
C. Analisis Regresi Non-Linier
D. Metode Runge-Kutta
E. Analisis Markov
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Metode Simpleks dalam Pemrograman Linier adalah algoritma standar riset operasi untuk memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan biaya.
Soal #2 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Sebuah pabrik memproduksi produk A dan B. Keuntungan per unit A adalah Rp50.000 dan B adalah Rp80.000. Fungsi tujuan Z maksimum adalah…

A. Z = 50.000A + 80.000B
B. Z = 80.000A – 50.000B
C. Z = 50.000A / 80.000B
D. Z = 130.000(A + B)
E. Z = 80.000A + 50.000B
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Fungsi tujuan linier memaksimalkan laba: Z = 50.000A + 80.000B.
Soal #3 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Dalam manajemen rantai pasok (Supply Chain), rumus Economic Order Quantity (EOQ) bertujuan untuk…

A. Meminimalkan total biaya pemesanan (ordering cost) dan biaya penyimpanan (holding cost)
B. Memaksimalkan kapasitas gudang secara penuh
C. Menghilangkan kebutuhan stok pengaman sama sekali
D. Mempercepat waktu pengiriman tanpa batas biaya
E. Memperbanyak frekuensi pesanan per tahun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
EOQ menentukan jumlah pemesanan optimal yang meminimalkan penjumlahan biaya pesan tahunan dan biaya simpan tahunan.
Soal #4 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Jika permintaan tahunan (D) = 8.000 unit, biaya pesan per order (S) = Rp50.000, dan biaya simpan per unit per tahun (H) = Rp2.000, maka kuantitas pesanan ekonomis (EOQ) adalah…

A. 632 unit (√400.000)
B. 400 unit
C. 800 unit
D. 500 unit
E. 1.000 unit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
EOQ = √(2DS / H) = √(2 x 8.000 x 50.000 / 2.000) = √400.000 ≈ 632,45 unit (atau dibulatkan 632 unit).
Soal #5 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Titik Impas (Break-Even Point / BEP) dalam unit tercapai ketika…

A. Total Pendapatan (TR) sama persis dengan Total Biaya (TC)
B. Laba bersih bernilai maksimum
C. Biaya variabel per unit sama dengan harga jual
D. Perusahaan mengalami kerugian operasional
E. Biaya tetap bernilai nol
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
BEP adalah kondisi operasional di mana laba sama dengan nol (TR = TC).
Soal #6 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Sebuah lini perakitan memiliki waktu siklus (Cycle Time) 45 detik. Berapa kapasitas output produksi teoritis lini tersebut dalam 1 jam kerja efektif?

A. 80 unit
B. 75 unit
C. 90 unit
D. 60 unit
E. 100 unit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
1 jam = 3.600 detik. Kapasitas output = 3.600 / 45 = 80 unit per jam.
Soal #7 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Dalam perancangan tata letak pabrik (Plant Layout), metode Systematic Layout Planning (SLP) menggunakan diagram kedekatan aktivitas yang disebut…

A. Activity Relationship Chart (ARC)
B. Diagram Sebab-Akibat Ishikawa
C. Diagram Pareto 80/20
D. Peta Aliran Proses FPC
E. Grafik Gantt
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
ARC (Activity Relationship Chart) memetakan derajat kepentingan kedekatan antar departemen kerja (derajat A, E, I, O, U, X).
Soal #8 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Jalur Kritis (Critical Path) dalam diagram jaringan kerja proyek (CPM/PERT) adalah…

A. Rangkaian aktivitas terpanjang dari awal hingga akhir proyek yang memiliki total slack (float) sama dengan nol
B. Aktivitas dengan biaya paling murah
C. Jalur terpendek yang dapat dilewati pekerja
D. Jalur dengan risiko kecelakaan kerja tertinggi
E. Rangkaian pekerjaan yang tidak memiliki ketergantungan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Critical Path adalah rantai aktivitas yang menentukan durasi tercepat penyelesaian proyek; keterlambatan pada jalur ini menunda proyek.
Soal #9 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Teori Antrian (Queuing Theory) model M/M/1 mengasumsikan bahwa pola kedatangan pelanggan mengikuti distribusi…

A. Poisson
B. Normal
C. Binomial
D. Uniform
E. Weibull
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada notasi Kendall M/M/1, M pertama menandakan kedatangan berdistribusi Poisson (Markovian).
Soal #10 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Tingkat utilisasi pelayan (server utilization / ρ) dalam sistem antrian dengan laju kedatangan λ = 12 orang/jam dan laju pelayanan μ = 15 orang/jam adalah…

A. 0,80 (80%)
B. 0,75 (75%)
C. 0,85 (85%)
D. 0,90 (90%)
E. 0,60 (60%)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Utilisasi ρ = λ / μ = 12 / 15 = 0,80 atau 80%.
Soal #11 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Prinsip 80/20 yang menyatakan bahwa sekitar 80% cacat produk disebabkan oleh 20% penyebab utama dikenal sebagai…

A. Prinsip Pareto
B. Hukum Little
C. Hukum Murphy
D. Prinsip Just In Time
E. Aturan Deming
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip Pareto memfokuskan tindakan korektif pada faktor vital yang sedikit (vital few).
Soal #12 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Dalam simulasi sistem industri diskrit, kejadian-kejadian (events) dalam model terjadi pada…

A. Titik waktu diskrit tertentu saat terjadi perubahan status entitas
B. Setiap milidetik secara kontinu tanpa jeda
C. Hanya pada awal jam pergantian shift
D. Secara acak tanpa pencatatan waktu
E. Hanya saat sistem mengalami crash
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Discrete-event simulation memajukan jam simulasi langsung ke titik terjadinya kejadian berikutnya (next-event time advance).
Soal #13 • Riset Operasi & Optimasi Sistem Industri Standar Masuk Teknik Industri

Rumus Little dalam manajemen antrian dan operasional menyatakan hubungan antara Work In Process (WIP), Throughput (TH), dan Cycle Time (CT), yaitu…

A. WIP = TH x CT
B. TH = WIP x CT
C. CT = WIP x TH
D. WIP = TH / CT
E. CT = TH / WIP
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hukum Little (Little’s Law): Persediaan barang dalam proses (WIP) = Laju keluaran (Throughput) x Waktu alir (Cycle Time).
Soal #14 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Ilmu yang mempelajari keserasian antara manusia, mesin, dan lingkungan kerja guna meningkatkan efisiensi dan mencegah kelelahan disebut…

A. Ergonomi (Human Factors Engineering)
B. Teknik Metalurgi
C. Manajemen Finansial
D. Rekayasa Perangkat Lunak
E. Termodinamika Terapan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ergonomi mengkaji kapabilitas dan keterbatasan fisik/kognitif manusia agar stasiun kerja fit to the worker.
Soal #15 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Pengukuran dimensi tubuh manusia untuk menentukan dimensi rancangan meja, kursi, dan peralatan kerja ergonomis disebut…

A. Antropometri
B. Biomekanika
C. Psikometri
D. Fotogrametri
E. Sosiometri
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Antropometri adalah data pengukuran dimensi fisik tubuh manusia (persentil ke-5, 50, atau 95).
Soal #16 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Metode asesmen postur kerja yang berfokus pada evaluasi risiko beban kerja berlebih pada tubuh bagian atas (leher, punggung, lengan, pergelangan) adalah…

A. RULA (Rapid Upper Limb Assessment)
B. REBA (Rapid Entire Body Assessment)
C. NIOSH Lifting Equation
D. OWAS
E. QFD
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
RULA dirancang spesifik menilai postur statis/dinamis ekstremitas atas pekerja.
Soal #17 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) digunakan secara menyeluruh untuk menilai beban postur tubuh termasuk…

A. Seluruh tubuh (leher, batang tubuh, kaki, lengan, dan kopling beban)
B. Hanya jari tangan
C. Kadar oksigen paru-paru
D. Tingkat stres mental karyawan
E. Kecepatan ketukan keyboard
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
REBA mengevaluasi sistem muskuloskeletal seluruh tubuh pada pekerjaan industri atau perakitan dinamis.
Soal #18 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Batas kebisingan maksimum yang diizinkan untuk durasi 8 jam kerja per hari tanpa pelindung telinga menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018 adalah…

A. 85 dB
B. 75 dB
C. 95 dB
D. 100 dB
E. 65 dB
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Threshold Limit Value (NAB) kebisingan industri untuk 8 jam kerja adalah 85 dBA.
Soal #19 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Prinsip desain stasiun kerja untuk jangkauan tangan barang/komponen yang sering diambil pekerja idealnya berada di zona…

A. Jangkauan normal (tanpa membungkuk atau meregangkan bahu)
B. Jangkauan maksimum ujung jari
C. Di atas kepala setinggi 2 meter
D. Di bawah lantai kerja
E. Di belakang kursi operator
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Komponen frekuensi tinggi wajib ditempatkan di zona jangkauan normal (radius sapuan lengan bawah berporos pada siku).
Soal #20 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Kelelahan kerja mental dapat diukur secara subjektif menggunakan instrumen kuesioner standar…

A. NASA-TLX (Task Load Index)
B. Kuesioner Nordic Body Map
C. Metode MTM
D. Checklist 5S
E. Metode Kano
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
NASA-TLX mengukur 6 dimensi beban kerja mental: tuntutan mental, fisik, temporal, kinerja, usaha, dan frustrasi.
Soal #21 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Persentil ke-95 data tinggi badan manusia dalam antropometri biasanya digunakan untuk menentukan ukuran…

A. Ketinggian pintu atau clearance ruangan (agar orang bertubuh tinggi tidak terbentur)
B. Ketinggian tombol paling bawah
C. Lebar lubang kancing baju
D. Panjang sendok makan
E. Tinggi dudukan kursi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip desain ekstrem atas (persentil 95) dipakai untuk dimensi kelonggaran/ruang bebas (clearance).
Soal #22 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Gerakan kerja mikro dasar tangan yang diklasifikasikan oleh Frank dan Lillian Gilbreth sebanyak 17 elemen disebut…

A. Therblig
B. Kanban
C. Kaizen
D. Poka-Yoke
E. Andon
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Therblig (kebalikan dari nama Gilbreth) adalah 17 gerakan dasar kerja manusia seperti mencari, memegang, menjangkau, merakit.
Soal #23 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Sistem pengaman kerja berbasis desain fisik yang mencegah terjadinya kesalahan manusia (fool-proofing / mistakeproofing) disebut…

A. Poka-Yoke
B. Heijunka
C. Gemba
D. Jidoka
E. Hoshin Kanri
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Poka-Yoke adalah mekanisme perangkat pencegah kekeliruan (contoh: soket USB/SIM card yang hanya bisa masuk satu arah).
Soal #24 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Waktu siklus standar (Standard Time) diperoleh dari…

A. Waktu normal x (1 + faktor kelonggaran/allowance)
B. Waktu observasi langsung tanpa rating
C. Waktu tercepat operator paling lincah
D. Waktu terlama dibagi dua
E. Waktu istirahat pekerja
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Waktu Standar = Waktu Normal x (1 + Allowance).
Soal #25 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Hierarki pengendalian bahaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang paling efektif di tingkat teratas adalah…

A. Eliminasi (menghilangkan bahaya sepenuhnya)
B. Substitusi material
C. Pengendalian teknis/engineering
D. Pengendalian administratif
E. Alat Pelindung Diri (APD)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hierarki tertinggi dan paling efektif adalah Eliminasi sumber bahaya, sedangkan APD adalah lapisan pertahanan terakhir.
Soal #26 • Ergonomi, Rekayasa Kerja & Keselamatan Industri Standar Masuk Teknik Industri

Kuesioner NBM (Nordic Body Map) digunakan dalam ergonomi untuk mengidentifikasi…

A. Lokasi keluhan sakit atau nyeri muskuloskeletal pada bagian tubuh pekerja
B. Tingkat kepuasan gaji karyawan
C. Kecepatan mengetik operator
D. Tingkat kecerdasan IQ pekerja
E. Kualitas pencahayaan lampu kerja
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Nordic Body Map memetakan 28 titik otot/rangka tubuh yang mengalami rasa pegal atau nyeri akibat kerja fisik berulang.
Soal #27 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Metodologi terstruktur perbaikan kualitas dalam Six Sigma yang terdiri dari lima tahap dikenal dengan akronim…

A. DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control)
B. PDCA
C. SMART
D. SWOT
E. FMEA
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
DMAIC adalah roadmap inti proyek Six Sigma untuk memangkas cacat proses.
Soal #28 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Tingkat kapabilitas proses Six Sigma secara statistik menghasilkan jumlah cacat maksimum sebesar…

A. 3,4 cacat per satu juta peluang (DPMO)
B. 34 cacat per seratus ribu produk
C. 10 cacat per satu juta
D. 6 cacat per seratus produk
E. 0,1% dari total produksi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tingkat mutu 6 Sigma setara dengan efisiensi 99,99966% atau 3,4 Defect Per Million Opportunities (DPMO).
Soal #29 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Tujuh jenis pemborosan (7 Wastes / Muda) dalam filosofi Lean Manufacturing dirumuskan oleh…

A. Taiichi Ohno (Toyota Production System)
B. Henry Ford
C. W. Edwards Deming
D. Joseph Juran
E. Philip Crosby
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Taiichi Ohno merumuskan 7 waste: Overproduction, Waiting, Transport, Overprocessing, Inventory, Motion, Defects.
Soal #30 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Peta kendali (Control Chart) X-bar dan R digunakan dalam Pengendalian Kualitas Statistik (SPC) untuk data berjenis…

A. Variabel (kontinu seperti panjang, berat, suhu)
B. Atribut (cacat/tidak cacat)
C. Biner (ya/tidak)
D. Kualitatif deskriptif
E. Ranking urutan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
X-bar dan R chart diaplikasikan untuk data variabel berdimensi kontinu terukur.
Soal #31 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Jika batas kendali atas (UCL) = 52 dan batas kendali bawah (LCL) = 40, dengan rata-rata proses 46. Bila ada titik data berada di angka 55, maka proses dinyatakan…

A. Di luar kendali statistik (Out of Control)
B. Sempurna terkendali
C. Mengalami perbaikan kualitas
D. Stabil dengan variasi acak murni
E. Perlu menaikkan batas UCL
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Titik di luar rentang UCL/LCL merupakan tanda terjadinya variasi penyebab khusus (assignable cause) dan proses out of control.
Soal #32 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Alat visualisasi kendali aliran material antartahap proses dalam sistem produksi Just In Time disebut…

A. Kanban
B. Kaizen
C. Seiri
D. Kamishibai
E. Takt Time
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kanban adalah kartu/sinyal visual pengendali produksi sistem tarik (pull system) JIT.
Soal #33 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Rumus Takt Time dalam perencanaan produksi Lean adalah…

A. Waktu kerja bersih tersedia dibagi Total permintaan pelanggan
B. Total permintaan dibagi Jumlah operator
C. Waktu siklus mesin dikali Jumlah jam kerja
D. Total inventori gudang dibagi Kapasitas truk
E. Waktu perbaikan mesin ditambah Waktu henti
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Takt Time = Available Operating Time / Customer Demand.
Soal #34 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Metode 5S yang berasal dari industri manufaktur Jepang secara berurutan adalah…

A. Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke
B. Seiton, Seiri, Seiso, Shitsuke, Seiketsu
C. Seiso, Seiri, Seiton, Seiketsu, Shitsuke
D. Seiri, Seiso, Seiton, Shitsuke, Seiketsu
E. Shitsuke, Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Urutan 5S: Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), Shitsuke (Rajin).
Soal #35 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Alat analisis kualitas yang menghubungkan persyaratan konsumen (Voice of Customer) dengan parameter teknis desain produk adalah…

A. Quality Function Deployment (QFD) / House of Quality
B. Diagram Afinitas
C. Check Sheet
D. Histogram
E. Stratifikasi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
QFD dengan matriks House of Quality menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi spesifikasi rekayasa teknis.
Soal #36 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Dalam pemeliharaan mesin total (TPM – Total Productive Maintenance), metrik OEE mengukur efektivitas menyeluruh peralatan dari tiga pilar:

A. Availability, Performance, dan Quality
B. Cost, Delivery, dan Safety
C. Speed, Torque, dan Power
D. Volume, Scrap, dan Machine Age
E. Man, Method, dan Machine
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
OEE = Availability Rate x Performance Rate x Quality Rate.
Soal #37 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Siklus peningkatan mutu berkelanjutan Deming terdiri dari empat tahap:

A. Plan – Do – Check – Act (PDCA)
B. Plan – Decide – Create – Apply
C. Prepare – Develop – Control – Audit
D. Perform – Drive – Check – Adjust
E. Prevent – Detect – Correct – Assure
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Siklus PDCA (Deming/Shewhart Wheel) adalah fondasi continuous improvement mutu industri.
Soal #38 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Istilah SMED (Single Minute Exchange of Die) dalam Lean bertujuan untuk…

A. Mereduksi waktu setup dan pergantian cetakan mesin menjadi kurang dari 10 menit (single digit)
B. Menambah waktu inspeksi produk
C. Membeli mesin baru yang mahal
D. Mengurangi jumlah variasi produk
E. Menghilangkan jadwal pemeliharaan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
SMED mereduksi waktu pergantian tipe produksi agar fleksibilitas manufaktur meningkat.
Soal #39 • Manajemen Kualitas, Lean Manufacturing & Six Sigma Standar Masuk Teknik Industri

Alat pemecahan masalah ‘5 Whys’ bertujuan utama untuk…

A. Menemukan akar masalah (root cause) dengan bertanya ‘mengapa’ secara berulang
B. Membagi bonus ke 5 departemen
C. Menentukan 5 target penjualan
D. Memilih 5 pemasok termurah
E. Mengukur kecepatan kerja 5 shift
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Teknik 5 Whys menggali lapisan gejala hingga menemukan akar penyebab fundamental masalah proses.
Soal #40 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Jika sebuah mesin dibeli seharga Rp100.000.000 dan diperkirakan menghasilkan arus kas masuk bersih Rp30.000.000 per tahun selama 5 tahun, kriteria investasi layak jika…

A. Net Present Value (NPV) > 0 pada suku bunga diskonto yang ditentukan
B. Payback period lebih dari 10 tahun
C. NPV bernilai negatif
D. Internal Rate of Return (IRR) < suku bunga bank
E. Biaya operasional lebih besar dari pendapatan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Suatu proyek investasi dinyatakan menguntungkan secara ekonomi teknik jika nilai sekarang bersih (NPV) lebih besar dari nol.
Soal #41 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Metode depresiasi garis lurus (Straight-Line Depreciation) menghitung biaya penyusutan tahunan aset dengan rumus…

A. (Harga Beli – Nilai Sisa) / Umur Ekonomis
B. Harga Beli x Suku Bunga
C. Nilai Sisa / Umur Ekonomis
D. (Harga Beli + Nilai Sisa) / 2
E. Harga Beli x (1 – Tingkat Inflasi)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penyusutan garis lurus membagi rata nilai tersusutkan (Cost – Salvage Value) sepanjang masa manfaat aset.
Soal #42 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Fenomena distorsi fluktuasi variansi permintaan yang semakin membesar dari tingkat konsumen hilir hingga ke pemasok hulu rantai pasok disebut…

A. Bullwhip Effect
B. Hawthorne Effect
C. Halo Effect
D. Pareto Shift
E. Spillover Effect
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bullwhip effect menyebabkan ketidakpastian lonjakan pesanan yang makin ekstrem pada rantai pasok hulu.
Soal #43 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Dalam klasifikasi inventori metode ABC, kelompok barang A mewakili…

A. Jumlah item sedikit (sekitar 15-20%) namun menyerap nilai investasi modal terbesar (sekitar 70-80%)
B. Jumlah item terbanyak dengan nilai uang termurah
C. Barang rusak yang tidak bisa dijual
D. Barang titipan pihak ketiga
E. Item dengan tingkat perputaran paling lambat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Analisis ABC memprioritaskan kontrol ketat pada item kategori A yang bernilai moneter tertinggi.
Soal #44 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Lead time dalam manajemen logistik adalah…

A. Total waktu tenggang dari pemesanan diterbitkan hingga barang diterima dan siap digunakan
B. Waktu yang dibutuhkan untuk mencuci truk pengiriman
C. Waktu jam lembur pekerja pabrik
D. Waktu kadaluarsa barang di rak supermarket
E. Waktu tempuh antar dua lampu merah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Lead time mencakup waktu proses pesanan, produksi pemasok, transportasi, hingga penerimaan gudang.
Soal #45 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Indikator kinerja logistik OTIF adalah singkatan dari…

A. On-Time In-Full
B. Order-Transfer In-Flight
C. Optimal-Time Inventory-Flow
D. On-Track Internal-Freight
E. Online-Tracking Invoice-Form
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
OTIF mengukur ketepatan waktu pengiriman sekaligus kelengkapan kuantitas pesanan sesuai pesanan pembeli.
Soal #46 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan tidak dapat dipulihkan kembali oleh keputusan investasi masa depan disebut…

A. Sunk Cost
B. Opportunity Cost
C. Marginal Cost
D. Variable Cost
E. Fixed Cost
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sunk cost adalah biaya tenggelam yang tidak boleh mempengaruhi pertimbangan rasional keputusan masa depan.
Soal #47 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Biaya peluang (Opportunity Cost) didefinisikan sebagai…

A. Manfaat atau keuntungan potensial yang hilang dari alternatif terbaik kedua yang tidak dipilih
B. Biaya sewa ruko tahunan
C. Biaya promosi iklan media sosial
D. Pajak pertambahan nilai (PPN)
E. Biaya bunga pinjaman bank
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Opportunity cost adalah nilai dari pengorbanan alternatif terbaik lain yang dilepaskan ketika memilih satu opsi.
Soal #48 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Dalam peramalan permintaan (Forecasting), metode Exponential Smoothing memberikan bobot pembobotan terbesar pada…

A. Data aktual periode paling terbaru
B. Data historis 5 tahun lalu
C. Rata-rata seluruh data sepanjang sejarah
D. Data dengan nilai terendah
E. Data fluktuasi musiman ekstrem
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Exponential smoothing memberikan pembobotan eksponensial tertinggi pada data aktual paling mutakhir.
Soal #49 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Sistem Cross-Docking dalam pergudangan modern bertujuan untuk…

A. Memindahkan barang langsung dari truk penerimaan ke truk pengiriman tanpa proses penyimpanan lama di rak gudang
B. Menyimpan barang selama minimal 6 bulan
C. Memasang rak gudang setinggi 20 meter
D. Membongkar isi muatan untuk dirakit ulang
E. Memproduksi komponen di dalam kontainer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Cross-docking memangkas biaya simpan dan waktu penanganan gudang dengan mentransfer kargo antar armada secepat mungkin.
Soal #50 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Penetapan Safety Stock (Persediaan Pengaman) dalam persediaan bertujuan untuk…

A. Mengantisipasi ketidakpastian fluktuasi permintaan dan keterlambatan pengiriman pemasok
B. Membuat gudang terlihat penuh
C. Menghabiskan anggaran kas sisa perusahaan
D. Menghindari pembayaran pajak inventori
E. Mengurangi jam kerja departemen gudang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Safety stock melindungi kelancaran produksi dari stockout akibat keterlambatan pasokan atau lonjakan order tiba-tiba.
Soal #51 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Hubungan timbal balik antara biaya persediaan (holding cost) dan biaya kehabisan barang (stockout cost) merupakan contoh dari konsep…

A. Trade-off
B. Subsidiaritas
C. Kondisi darurat
D. Monopoli pasar
E. Integrasi vertikal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Trade-off terjadi saat penurunan satu jenis biaya menyebabkan peningkatan jenis biaya lain, menuntut titik optimal seimbang.
Soal #52 • Ekonomi Teknik, Manajemen Rantai Pasok & Logistik Standar Masuk Teknik Industri

Vendor-Managed Inventory (VMI) adalah model kolaborasi rantai pasok di mana…

A. Pemasok bertanggung jawab memonitor dan mengelola tingkat persediaan barang di lokasi pelanggan/pembeli
B. Pelanggan harus membayar barang sebelum diproduksi
C. Pemasok tidak boleh mengetahui data penjualan toko
D. Gudang dikelola sepenuhnya oleh kurir ekspedisi
E. Semua pesanan diproduksi secara manual tanpa sistem
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pada VMI, pemasok memiliki visibilitas langsung atas data inventori pelanggan dan mandiri mengisi ulang stok saat batas minimum tercapai.

Daftar Universitas Jurusan Teknik Industri Terbaik di Indonesia

Jurusan Teknik Industri tersedia di banyak perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, dengan karakter kurikulum yang relatif serupa: penguatan analisis sistem, optimasi proses, manajemen operasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Berikut beberapa universitas yang dikenal memiliki program Teknik Industri berkualitas dan dapat Anda pertimbangkan.

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
    Teknik Industri ITB dikenal sebagai salah satu yang tertua dan terkuat di Indonesia, dengan penekanan pada analisis sistem, optimasi, dan riset terapan yang kuat.
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
    Program Teknik Industri UGM menekankan integrasi keilmuan teknik dan manajemen, dengan pendekatan analitis dan aplikatif pada berbagai sektor industri.
  3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    ITS memiliki fokus kuat pada rekayasa sistem industri, manufaktur, dan pemecahan masalah berbasis teknologi serta data.
  4. Universitas Indonesia (UI)
    UI menawarkan pendekatan akademik yang kuat dalam bidang sistem industri, manajemen operasi, dan analisis keputusan, didukung riset dan jejaring industri.
  5. Universitas Diponegoro (UNDIP)
    Teknik Industri UNDIP dikenal dengan penguatan pada sistem produksi, ergonomi, dan manajemen kualitas yang relevan dengan kebutuhan industri.
  6. Universitas Sebelas Maret (UNS)
    Program Teknik Industri UNS mengintegrasikan aspek teknik, manajemen, dan sistem kerja untuk menghasilkan lulusan yang adaptif di dunia industri.
  7. Universitas Brawijaya (UB)
    Teknik Industri UB memiliki kurikulum yang menekankan analisis proses, optimasi, dan penerapan konsep industri secara praktis.
  8. Universitas Telkom
    Dengan lingkungan berbasis teknologi, Teknik Industri Telkom University menaruh perhatian pada sistem industri modern, data, dan transformasi digital.
  9. Universitas Gunadarma
    Gunadarma dikenal memiliki kekuatan di bidang teknologi dan sistem, termasuk penerapannya dalam konteks industri dan manajemen operasi.

Dalam memilih universitas, Anda sebaiknya mempertimbangkan kurikulum, akreditasi, fasilitas laboratorium, serta keterkaitan dengan industri. Selain itu, kesiapan menghadapi soal tes masuk Jurusan Teknik Industri juga menjadi faktor penting agar Anda dapat lolos seleksi di perguruan tinggi tujuan.

Akses Ratusan Latihan Soal Tes Masuk Jurusan Teknik Industri Lengkap dengan Pembahasan!

Untuk menghadapi tes masuk Jurusan Teknik Industri, Anda perlu memahami lebih dari sekadar rumus dan konsep dasar. Pola soal seleksi dirancang untuk menguji cara berpikir sistematis, kemampuan analisis, serta ketepatan dalam menyelesaikan persoalan numerik dan logis. Tanpa latihan yang sesuai, potensi kesalahan sering muncul bukan karena materi sulit, tetapi karena kurang familiar dengan karakter soal.

Melalui utbk.or.id, Anda dapat berlatih menggunakan ratusan paket soal Tes Masuk Jurusan Teknik Industri yang disusun secara terstruktur dan relevan dengan pola seleksi UTBK jalur SNBT. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan lengkap, sehingga Anda dapat memahami alasan di balik setiap jawaban dan meningkatkan kualitas strategi pengerjaan soal.

Materi Latihan Terkait & Rekomendasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?