50+ Soal TKA Geografi SMA SMK Lengkap Pembahasan & Kisi-Kisi

Share ke:
Thumbnail TKA Geografi


Geografi menjadi salah satu mata pelajaran penting dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA), terutama bagi siswa SMA dan SMK yang mengikuti Kurikulum Merdeka. Untuk membantu persiapan ujian, utbk.or.id menyediakan kumpulan Soal TKA Geografi lengkap dengan kunci jawaban sesuai kurikulum terbaru. Soal-soal ini dirancang untuk melatih kemampuan memahami fenomena alam, pola keruangan, interaksi manusia dengan lingkungan, serta analisis peta dan dinamika geosfer, sehingga siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu berpikir kritis dan analitis.

Artikel ini menyajikan lebih dari 100 soal TKA Geografi beserta kunci jawaban dan pembahasan. Selain itu, juga disertakan kisi-kisi materi yang menjadi fokus utama ujian, sehingga siswa dapat mempelajari setiap topik secara terstruktur, mengatur strategi belajar, dan lebih siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik dengan percaya diri.

Siswa belajar geografi Indonesia

Kisi-Kisi Geografi TKA – SNBP SMA/SMK

Kisi-kisi Geografi TKA berisi pokok materi utama seperti dinamika litosfer, atmosfer, hidrosfer, serta interaksi manusia dengan lingkungan. Dengan memahami kisi-kisi ini, siswa dapat lebih fokus berlatih soal sesuai kompetensi yang sering muncul dalam ujian.

1. Konsep Dasar Geografi.
Pemahaman hakikat geografi, ruang lingkup, pendekatan (keruangan, ekologi, kompleks wilayah), serta prinsip geografi dalam menganalisis fenomena di permukaan bumi.

2. Peta, SIG, dan Penginderaan Jauh.
Mengukur keterampilan membaca peta, interpretasi simbol, skala, kontur, serta penggunaan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan citra satelit untuk analisis keruangan.

3. Atmosfer dan Klimatologi.
Konsep cuaca dan iklim, lapisan atmosfer, dinamika angin, curah hujan, perubahan iklim global, serta dampaknya terhadap kehidupan.

4. Litosfer dan Geomorfologi.
Struktur bumi, batuan dan siklusnya, tenaga endogen–eksogen, bentuk muka bumi, vulkanisme, gempa bumi, serta mitigasi bencana geologi.

5. Hidrosfer.
Siklus hidrologi, sungai, danau, laut, air tanah, serta pengaruhnya terhadap aktivitas manusia. Termasuk isu kelangkaan air dan pencemaran perairan.

6. Biosfer.
Sebaran flora dan fauna di dunia dan Indonesia, interaksi ekosistem, serta upaya konservasi keanekaragaman hayati.

7. Penduduk dan Demografi.
Jumlah, persebaran, struktur, dinamika (kelahiran, kematian, migrasi), serta implikasinya terhadap pembangunan.

8. Geografi Ekonomi dan Sumber Daya Alam.
Pemanfaatan dan distribusi SDA, pertanian, pertambangan, energi, transportasi, perdagangan, serta dampaknya terhadap lingkungan.

9. Geografi Perkotaan dan Pedesaan.
Karakteristik wilayah pedesaan dan perkotaan, interaksi desa–kota, urbanisasi, serta permasalahan perkotaan (permukiman kumuh, transportasi, sampah).

10. Lingkungan dan Mitigasi Bencana.
Degradasi lingkungan, pencemaran, perubahan tata guna lahan, serta upaya mitigasi bencana alam (banjir, longsor, gempa, tsunami).

11. Globalisasi dan Isu Kontemporer.
Dampak globalisasi terhadap lingkungan dan ruang, geopolitik, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan SDGs (Sustainable Development Goals).

Keunggulan Soal TKA Geografi Kami

Soal TKA Geografi kami disusun sesuai kurikulum terbaru, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Materinya relevan dengan kisi-kisi resmi, bervariasi tingkat kesulitannya, serta membantu siswa melatih analisis dan kesiapan ujian.

1. Disusun berdasarkan fenomena geosfer yang aktual.
Soal mengangkat tema-tema terkini seperti perubahan iklim, bencana alam, dan urbanisasi sehingga lebih relevan dengan kondisi nyata.

2. Mengasah keterampilan membaca peta, grafik, dan tabel data.
Setiap soal melatih kemampuan interpretasi visual dan analisis data, keterampilan penting dalam memahami geografi modern.

3. Mencakup variasi soal konseptual hingga studi kasus.
Tidak hanya teori dasar, tetapi juga contoh soal yang menguji penerapan konsep pada permasalahan sehari-hari.

4. Dilengkapi pembahasan singkat, padat, dan mudah dipahami.
Setiap jawaban diberikan penjelasan sederhana namun jelas, sehingga siswa dapat langsung memahami inti materi.

5. Membantu siswa melatih logika spasial dan analisis keruangan.
Dengan latihan rutin, siswa lebih terampil dalam melihat hubungan antar-ruang, wilayah, dan fenomena di permukaan bumi.

Kumpulan 50+ Soal TKA Geografi SMA SMK Lengkap Pembahasan

📘 Bank Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Geografi SMA/SMK Terlengkap: Di bawah ini disajikan 52 Soal Latihan & Prediksi TKA Geografi SMA/SMK (UTBK Soshum & Ujian Sekolah) yang mencakup Konsep Dasar & Prinsip Geografi, Peta & SIG, Litosfer & Dinamika Kebumian, Atmosfer & Hidrosfer, serta Biosfer, Antroposfer, SDA & Mitigasi Bencana. Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk meninjau pembahasannya secara mendalam!

Soal #1 • Konsep Dasar Geografi (Pola) Standar TKA Geografi

Sebagian besar permukiman penduduk di kawasan sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) dan bantaran Sungai Barito di Kalimantan dibangun berderet memanjang sejajar dengan garis pantai atau alur sungai. Fenomena tata ruang permukiman tersebut paling tepat dikaji menggunakan konsep esensial geografi…

A. Pola
B. Morfologi
C. Keterjangkauan
D. Lokasi relatif
E. Diferensiasi area
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Konsep pola (pattern) mengacu pada susunan, bentuk, atau persebaran fenomena geosfer di permukaan bumi, baik alami maupun buatan manusia. Permukiman yang mengikuti alur sungai, garis pantai, atau jalan raya menunjukkan pola linier (memanjang).
Soal #2 • Konsep Dasar Geografi (Keterjangkauan) Standar TKA Geografi

Bencana longsor di lereng pegunungan terjal mengakibatkan akses jembatan terputus, sehingga bantuan logistik darurat harus didistribusikan menggunakan helikopter militer karena jalur darat lumpuh total. Hambatan ruang dan sarana transportasi dalam menjangkau wilayah terdampak ini berkaitan erat dengan konsep…

A. Keterjangkauan (Accessibility)
B. Aglomerasi
C. Nilai kegunaan
D. Interdependensi
E. Jarak mutlak
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Konsep keterjangkauan (accessibility) membahas kemudahan atau kesulitan suatu objek/lokasi untuk dijangkau, yang sangat dipengaruhi oleh kondisi medan morfologi, ketersediaan infrastruktur jaringan jalan, serta moda transportasi.
Soal #3 • Konsep Dasar Geografi (Interaksi & Interdependensi) Standar TKA Geografi

Wilayah pedesaan di lereng Gunung Merbabu menyuplai komoditas sayur-mayur segar ke kawasan perkotaan Surakarta, sedangkan kawasan perkotaan memasok produk manufaktur, elektronik, dan peralatan pertanian modern ke pedesaan. Hubungan timbal-balik yang saling melengkapi tersebut mencerminkan konsep…

A. Interaksi dan Interdependensi
B. Morfologi
C. Diferensiasi area semata
D. Keterkaitan keruangan satu arah
E. Aglomerasi industri
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Konsep interaksi dan interdependensi mengkaji hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan saling bergantung antardua wilayah atau lebih akibat adanya perbedaan potensi sumber daya alam dan kebutuhan ekonomi.
Soal #4 • Konsep Dasar Geografi (Aglomerasi) Standar TKA Geografi

Kawasan industri manufaktur dan otomotif di Jawa Barat cenderung memusat di koridor Cikarang dan Karawang guna mengoptimalkan efisiensi biaya logistik, ketersediaan jaringan pasokan komponen, serta kemudahan utilitas bersama. Fenomena pemusatan aktivitas spasial ini dinamakan konsep…

A. Aglomerasi
B. Diferensiasi area
C. Lokasi absolut
D. Nilai guna
E. Morfologi keruangan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Konsep aglomerasi mengacu pada kecenderungan pengelompokan aktivitas manusia, industri, atau permukiman pada wilayah geografis tertentu demi mencapai efisiensi skala ekonomi dan kemudahan infrastruktur bersama.
Soal #5 • Prinsip Geografi (Prinsip Korologi) Standar TKA Geografi

Fenomena bencana banjir bandang di wilayah hilir dikaji mulai dari sebaran curah hujan ekstrem di hulu DAS, disajikan dalam bentuk peta tematik dan grafik hidrologi, dianalisis keterkaitannya dengan kerusakan tutupan hutan, serta dirumuskan dampak sosio-ekonominya secara menyeluruh. Pengkajian terpadu ini menggunakan prinsip…

A. Prinsip Korologi
B. Prinsip Distribusi semata
C. Prinsip Deskripsi murni
D. Prinsip Interelasi parsial
E. Prinsip Ekologis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip korologi adalah prinsip geografi yang paling komprehensif, memadukan prinsip persebaran (distribusi), sebab-akibat (interelasi), dan penggambaran visual/data (deskripsi) dalam satu kesatuan ruang wilayah.
Soal #6 • Prinsip Geografi (Prinsip Interelasi) Standar TKA Geografi

Terjadinya peristiwa likuefaksi pascagempa bumi di Petobo dan Balaroa (Palu) dipicu oleh goncangan gelombang seismik kuat pada lapisan sedimen pasir yang tersaturasi air tanah dangkal. Hubungan kausalitas timbal balik antara gempa, kondisi hidrogeologi, dan amblasnya tanah tersebut merupakan contoh penerapan prinsip…

A. Interelasi
B. Persebaran
C. Deskripsi
D. Korologi
E. Kelingkungan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip interelasi mengkaji hubungan keterkaitan, sebab-akibat (kausalitas), atau ketergantungan antara satu fenomena geosfer dengan fenomena geosfer lainnya dalam satu kesatuan ruang.
Soal #7 • Prinsip Geografi (Prinsip Distribusi) Standar TKA Geografi

Kandungan minyak dan gas bumi di Indonesia tidak tersebar merata, melainkan terkonsentrasi di cekungan sedimen tersier seperti Sumatera bagian tengah, pesisir timur Kalimantan, dan Laut Natuna, sedangkan wilayah kepulauan Nusa Tenggara sangat minim potensi migas. Fakta geografis ini dikaji dengan prinsip…

A. Distribusi (Persebaran)
B. Interelasi
C. Deskripsi
D. Aglomerasi
E. Morfologi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip distribusi (persebaran) meninjau bagaimana gejala atau fenomena geosfer (fisik maupun sosial) tersebar tidak merata di permukaan bumi.
Soal #8 • Pendekatan Geografi (Pendekatan Kelingkungan/Ekologi) Standar TKA Geografi

Pengalihan fungsi lahan hutan mangrove menjadi area tambak udang intensif di pesisir utara berujung pada peningkatan laju abrasi pantai dan penurunan salinitas air tambak akibat hilangnya benteng alami. Kajian yang menitikberatkan dampak interaksi negatif aktivitas manusia terhadap ekosistemnya menggunakan pendekatan…

A. Kelingkungan (Ekologi)
B. Spasial (Keruangan)
C. Kompleks Wilayah
D. Kewilayahan Administratif
E. Sistematis Terapan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pendekatan kelingkungan (ecological approach) meneliti interaksi timbal balik antara makhluk hidup (khususnya aktivitas manusia) dengan lingkungan biofisiknya beserta dampak perubahan kualitas ekosistem yang ditimbulkannya.
Soal #9 • Pendekatan Geografi (Pendekatan Kompleks Wilayah) Standar TKA Geografi

Permasalahan banjir tahunan di DKI Jakarta ditanggulangi melalui program kolaborasi antarpemerintah daerah yang melibatkan penataan hulu sungai di Kabupaten Bogor (Jawa Barat), retensi air di Kota Depok, serta normalisasi kanal di Jakarta. Pendekatan geografi yang menggabungkan analisis keruangan lintas wilayah fungsional ini adalah…

A. Pendekatan Kompleks Wilayah (Regional Complex)
B. Pendekatan Keruangan Murni
C. Pendekatan Ekologi Sempit
D. Pendekatan Topik
E. Pendekatan Temporal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pendekatan kompleks wilayah menggabungkan analisis keruangan (spatial) dan kelingkungan (ecological) untuk mengkaji masalah yang melibatkan keterkaitan antardaerah, diferensiasi regional, dan kerja sama antaryurisdiksi spasial.
Soal #10 • Aspek Geografi (Fisik vs Nonfisik) Standar TKA Geografi

Di antara fenomena geosfer berikut:
(1) Gelombang pasang air laut pascagempa tektonik,
(2) Urbanisasi tenaga kerja musiman pasca-Lebaran,
(3) Pelapukan kimiawi batuan gamping di karst Gunungkidul,
(4) Alih fungsi lahan sawah menjadi kompleks perumahan subsidi.
Fenomena yang tergolong ke dalam aspek geografi nonfisik (sosial) ditunjukkan oleh nomor…

A. (2) dan (4)
B. (1) dan (3)
C. (1) dan (2)
D. (2) dan (3)
E. (3) dan (4)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Aspek nonfisik (sosial/budaya/ekonomi) berkaitan langsung dengan pola aktivitas, kependudukan, dan kebudayaan manusia. Poin (2) urbanisasi dan (4) alih fungsi lahan oleh manusia merupakan aspek sosial, sedangkan (1) dan (3) adalah aspek fisik murni (litosfer dan hidrosfer).
Soal #11 • Kartografi & Skala Peta (Kontur Interval) Standar TKA Geografi

Pada sebuah peta topografi, diketahui selisih garis kontur (Contour Interval / CI) adalah 25 meter. Berdasarkan rumus standar peta topografi Indonesia ($CI = \frac{1}{2000} \times \text{Penyebut Skala}$), skala peta tersebut adalah…

A. 1 : 50.000
B. 1 : 25.000
C. 1 : 100.000
D. 1 : 12.500
E. 1 : 250.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus $CI = \frac{1}{2000} \times \text{Skala}$, maka $\text{Penyebut Skala} = CI \times 2000 = 25 \times 2000 = 50.000$. Jadi skala peta adalah 1 : 50.000.
Soal #12 • Kartografi (Perbandingan Skala Peta) Standar TKA Geografi

Jarak antara Kota X dan Kota Y pada Peta A dengan skala 1 : 100.000 adalah 4 cm. Pada Peta B, jarak kedua kota yang sama terukur sepanjang 8 cm. Skala Peta B adalah…

A. 1 : 50.000
B. 1 : 200.000
C. 1 : 25.000
D. 1 : 400.000
E. 1 : 20.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jarak sebenarnya $= 4\text{ cm} \times 100.000 = 400.000\text{ cm}$. Pada Peta B, jarak peta $= 8\text{ cm}$. Maka penyebut skala Peta B $= \frac{400.000}{8} = 50.000$. Skala Peta B adalah 1 : 50.000.
Soal #13 • Proyeksi Peta Standar TKA Geografi

Untuk memetakan wilayah kepulauan Indonesia yang terletak membentang di sekitar garis khatulistiwa (lintang rendah 6° LU – 11° LS) dengan tingkat distorsi bentuk dan luas yang paling minimal, jenis proyeksi bidang yang paling ideal digunakan adalah…

A. Proyeksi Silinder (Cylindrical)
B. Proyeksi Kerucut (Conical)
C. Proyeksi Azimuthal Normal
D. Proyeksi Polar Planar
E. Proyeksi Zenithal Miring
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Proyeksi silinder (cylindrical) bidang proyeksinya menyinggung garis khatulistiwa (ekuator), sehingga wilayah lintang rendah (tropis seperti Indonesia) memiliki distorsi terkecil.
Soal #14 • Penginderaan Jauh (Interpretasi Citra) Standar TKA Geografi

Pada citra foto udara pankromatik hitam-putih, suatu objek perkebunan diidentifikasi memiliki karakteristik: tajuk berbentuk bintang, rona gelap, tinggi seragam, serta jarak tanam teratur berderet lurus dengan pola segi empat. Objek tersebut dapat disimpulkan sebagai…

A. Kelapa sawit
B. Hutan bakau / mangrove
C. Hutan bambu liar
D. Tanaman sagu di rawa
E. Semak belukar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Karakteristik tajuk berbentuk bintang dengan pola tanam teratur lurus/geometris, jarak tanam teratur, dan rona gelap seragam merupakan kunci interpretasi khas perkebunan kelapa sawit.
Soal #15 • Penginderaan Jauh (Unsur Spektral & Sensor) Standar TKA Geografi

Saluran spektrum elektromagnetik pada sensor penginderaan jauh yang paling sensitif dalam membedakan tingkat kerapatan klorofil vegetasi sehat dan vegetasi stres/kering adalah…

A. Inframerah Dekat (Near Infrared / NIR)
B. Cahaya Tampak Merah (Red Visible)
C. Inframerah Termal Gelombang Panjang
D. Gelombang Mikro (Microwave Radar)
E. Sinar Ultraviolet Ekstrem
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sel mesofil daun pada vegetasi sehat memantulkan radiasi saluran Inframerah Dekat (NIR) secara sangat kuat dan menyerap spektrum merah. Rasio pemantulan inilah yang mendasari indeks vegetasi seperti NDVI (Normalized Difference Vegetation Index).
Soal #16 • Penginderaan Jauh (Resolusi Citra) Standar TKA Geografi

Kemampuan sensor optik satelit penginderaan jauh dalam merekam ukuran objek terkecil di permukaan bumi yang dapat direpresentasikan oleh satu piksel tunggal disebut sebagai…

A. Resolusi Spasial
B. Resolusi Spektral
C. Resolusi Temporal
D. Resolusi Radiometrik
E. Resolusi Termal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Resolusi spasial mengukur dimensi terkecil objek di permukaan bumi yang dapat dibedakan dan direkam oleh sensor (misal resolusi 0,5 m artinya 1 piksel mewakili 0,5 m × 0,5 m di medan sebenarnya).
Soal #17 • Sistem Informasi Geografis (Data Vektor vs Raster) Standar TKA Geografi

Dalam basis data Sistem Informasi Geografis (SIG), representasi spasial berupa batas bidang tanah kepemilikan dan batas wilayah kelurahan paling efisien dan akurat disimpan dalam model data…

A. Data Vektor berbentuk Poligon
B. Data Raster berbentuk Grid Sel Piksel
C. Data Titik Vektor (Point)
D. Data Garis Vektor (Polyline)
E. Data Raster DEM (Digital Elevation Model)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Data vektor berbentuk poligon (luasan tertutup) sangat presisi untuk mendefinisikan batas administratif, batas kadaster/persil tanah, karena mempertahankan ketajaman garis batas geometris dengan tabel atribut yang kaya.
Soal #18 • Sistem Informasi Geografis (Analisis Overlay) Standar TKA Geografi

Dalam perencanaan mitigasi bencana tanah longsor, analis SIG menggabungkan peta kemiringan lereng, peta jenis tanah (kepekaan erosi), peta curah hujan tahunan, dan peta tutupan lahan menggunakan metode pembobotan dan perkalian skor. Operasi spasial utama yang dilakukan adalah…

A. Overlay (Tumpang Susun) dengan skoring
B. Buffering (Jangkauan radius)
C. Network Analysis (Analisis jaringan)
D. Klasifikasi Unsupervised piksel
E. Interpolasi Kriging murni
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Analisis overlay (tumpang susun multi-kriteria) mengombinasikan beberapa layer peta tematik yang berbeda untuk menghasilkan layer peta baru (seperti peta tingkat kerawanan longsor) melalui pemberian bobot dan skor terintegrasi.
Soal #19 • Sistem Informasi Geografis (Analisis Buffer) Standar TKA Geografi

Dinas Lingkungan Hidup merancang zona penyangga bebas polusi sejauh 500 meter di kanan dan kiri sepanjang bantaran sungai utama yang melintasi kawasan industri. Alat analisis SIG yang tepat untuk menghasilkan poligon zona batas tersebut adalah…

A. Buffering
B. Dissolve
C. Clip
D. Union
E. Merge
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Buffering adalah fungsi analisis SIG yang menghasilkan zona penyangga (buffer zone) dengan jarak radius tertentu di sekitar fitur titik, garis (seperti sungai atau jalan raya), maupun poligon.
Soal #20 • Sistem Informasi Geografis (Komponen SIG) Standar TKA Geografi

Dalam operasional Sistem Informasi Geografis, unsur yang memegang peranan paling krusial karena bertugas mendesain metodologi analisis, memvalidasi akurasi data masukan, serta menginterpretasi luaran peta adalah…

A. Brainware (Tenaga ahli / Manusia)
B. Hardware (Komputer grafis & server)
C. Software (Perangkat lunak GIS)
D. Scanner dan digitizer
E. Printer plotter beresolusi tinggi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Brainware (kemampuan sumber daya manusia) adalah pilar terpenting dalam SIG karena perangkat keras canggih dan data melimpah tidak akan menghasilkan keputusan spasial yang akurat tanpa keahlian analitis manusia.
Soal #21 • Litosfer & Tektonik Lempeng Standar TKA Geografi

Deretan gunungapi aktif di sepanjang Kepulauan Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara (Sunda Arc) terbentuk akibat penunjaman lempeng samudera ke bawah lempeng benua. Fenomena tumbukan tektonik tersebut terjadi pada batas…

A. Konvergen (Subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia)
B. Divergen (Pemekaran dasar samudra Pasifik)
C. Transform (Sesar mendatar San Andreas)
D. Konvergen (Kolisi Lempeng India dan Lempeng Eurasia)
E. Divergen (Rifting benua Afrika bagian timur)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Jalur gunungapi di Indonesia barat dan selatan terbentuk akibat zona subduksi konvergen di mana kerak Samudra Hindia/Indo-Australia yang lebih padat menunjam ke bawah kerak Benua Eurasia, meleleh membentuk magma pijar yang naik ke permukaan.
Soal #22 • Litosfer (Morfologi Patahan Struktural) Standar TKA Geografi

Aktivitas tektonisme berupa regangan kerak bumi yang menyebabkan blok batuan di bagian tengah ambles ke bawah di antara dua sesar sejajar akan menghasilkan bentang alam struktural yang disebut…

A. Graben (Slenk)
B. Horst
C. Antiklinal
D. Sinklinal
E. Monoklin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Graben (slenk) adalah patahan retakan batuan yang mengalami penurunan (ambles) diapit oleh bagian yang relatif naik (horst), seperti Danau Singkarak atau Lembah Semangko di Sumatera.
Soal #23 • Vulkanisme (Tipe Letusan) Standar TKA Geografi

Gunungapi dengan karakteristik magma sangat asam, viskositas (kekentalan) tinggi, tekanan gas sangat kuat, serta menghasilkan kolom abu letusan dahsyat yang menjulang tinggi puluhan kilometer ke stratosfer dan meruntuhkan kubah lava tergolong dalam letusan tipe…

A. Plinian (Perret)
B. Hawaii
C. Stromboli
D. Merapi
E. Vulkano Lemah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tipe letusan Plinian (Perret) dicirikan oleh magma sangat asam dan kental, kandungan gas sangat tinggi, serta daya ledak ultra-eksplosif yang melontarkan material piroklastik hingga puluhan kilometer ke atmosfer (contoh: letusan Krakatau 1883 dan Tambora 1815).
Soal #24 • Vulkanisme (Gejala Pasca-Vulkanik) Standar TKA Geografi

Di sekitar kawah gunungapi sering dijumpai hembusan gas berbahaya yang tidak berbau dan tidak berwarna namun bersifat mematikan karena mampu mengusir oksigen di dasar lembah kawah ($CO_2$). Fenomena ekshalasi gas tersebut dinamakan…

A. Mofet
B. Solfatara
C. Fumarol
D. Geyser
E. Lahar dingin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Mofet adalah gas asam arang ($CO_2$) yang keluar dari rekahan pasca-vulkanik. Sifatnya lebih berat dari udara bebas dan mematikan pernapasan jika terhirup di cekungan kawah. Sedangkan fumarol menghasilkan uap air ($H_2O$) dan solfatara menghasilkan gas belerang ($H_2S/SO_2$).
Soal #25 • Seisme (Perhitungan Jarak Episentrum) Standar TKA Geografi

Stasiun pencatat gempa mencatat gelombang primer (P) tiba pada pukul 08.15′20″ WIB dan gelombang sekunder (S) tiba pada pukul 08.19′50″ WIB. Berdasarkan Rumus Laska, jarak stasiun pengamat dari episentrum gempa adalah…

A. 3.500 km
B. 4.500 km
C. 2.500 km
D. 3.200 km
E. 4.000 km
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus Laska: $\Delta = [(S – P) – 1′] \times 1.000\text{ km}$.
Selisih waktu $(S – P) = 08.19’50” – 08.15’20” = 4\text{ menit } 30\text{ detik}$.
$\Delta = [(4’30”) – 1′] \times 1.000\text{ km} = 3’30” \times 1.000\text{ km} = 3,5 \times 1.000\text{ km} = 3.500\text{ km}$.
Soal #26 • Seisme (Gelombang Gempa) Standar TKA Geografi

Gelombang seismik gempa yang memiliki kecepatan rambat paling tinggi, dapat merambat melalui medium zat padat, cair, maupun gas, serta berosilasi searah dengan arah rambat gelombang (longitudinal) adalah…

A. Gelombang Primer (P-Wave)
B. Gelombang Sekunder (S-Wave)
C. Gelombang Rayleigh
D. Gelombang Love
E. Gelombang Tsunami
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gelombang Primer (P-Wave) adalah gelombang badan berjenis longitudinal (kompresional) yang merambat paling cepat (5-8 km/s) dan merupakan gelombang pertama yang tiba di seismograf. Berbeda dengan gelombang S yang transversal dan hanya merambat di zat padat.
Soal #27 • Tenaga Eksogen (Pelapukan Karst) Standar TKA Geografi

Fenomena pembentukan gua kapur dengan hiasan kerucut kapur yang menggantung runcing di atap gua dan kerucut kapur yang tumbuh menumpuk ke atas dari dasar gua terjadi akibat proses pelapukan kimiawi batuan gamping. Bentukan tersebut berturut-turut dinamakan…

A. Stalaktit dan Stalagmit
B. Stalagmit dan Stalaktit
C. Dolina dan Uvala
D. Ponor dan Polje
E. Karren dan Lokva
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Stalaktit adalah endapan kalsium karbonat ($CaCO_3$) yang menetes dan membeku menggantung di langit-langit atap gua karst. Sedangkan stalagmit adalah endapan yang menumpuk tegak berdiri di lantai gua.
Soal #28 • Tenaga Eksogen (Sedimentasi Eolisis / Aeolian) Standar TKA Geografi

Keberadaan bentang alam gumuk pasir berbentuk bulan sabit (barchan) di kawasan Pantai Parangtritis Yogyakarta merupakan fenomena geomorfologi langka di kawasan tropis basah. Faktor utama yang memungkinkan terbentuknya barchan tersebut adalah…

A. Tiupan angin tenggara yang stabil, ketiadaan penghalang vegetasi rapat, serta pasokan pasir vulkanik Gunung Merapi
B. Tingginya pasokan sedimen lumpur pasang surut air laut samudra
C. Tumbukan gelombang abrasi pantai karang terjal
D. Aktivitas pengerukan pasir buatan oleh penduduk setempat
E. Curah hujan yang sangat tinggi sepanjang tahun di pesisir
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gumuk pasir barchan Parangtritis terbentuk oleh proses aeolian (tenaga angin) yang bertiup kencang secara konsisten dari arah tenggara, membawa butiran pasir vulkanik Gunung Merapi yang dihanyutkan Sungai Progo dan Opak ke laut lalu dihembuskan ke darat.
Soal #29 • Pedosfer (Horison Tanah) Standar TKA Geografi

Lapisan tanah teratas yang sangat subur, berwarna gelap kehitaman, kaya akan humus dan bahan organik terdekomposisi, serta menjadi tempat utama berkembangnya perakaran tanaman adalah…

A. Horison O (Organik) dan Horison A (Topsoil)
B. Horison B (Subsoil)
C. Horison C (Regolit / Bahan Induk)
D. Horison R (Bedrock / Batuan Dasar)
E. Horison E (Eluviasi / Pucat)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Horison O terdiri dari serasah bahan organik segar dan terurai, sedangkan Horison A (topsoil) merupakan lapisan tanah mineral kaya humus hasil pelapukan organik yang sangat subur untuk perakaran tanaman.
Soal #30 • Pedosfer (Konservasi Tanah) Standar TKA Geografi

Upaya pencegahan erosi tanah di lereng curam lahan pertanian hortikultura dengan menanami tanaman penutup tanah secara berselingan tegak lurus dengan arah kemiringan lereng dinamakan metode…

A. Strip Cropping (Metode Vegetatif)
B. Terasering Bangku (Metode Mekanik)
C. Pembuatan Cekdam (Metode Mekanik)
D. Guludan Tanah (Metode Mekanik)
E. Crop Rotation (Rotasi Tanaman Waktu)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Strip cropping (penanaman berjalur) adalah metode vegetatif konservasi tanah dengan menanam beberapa jenis tanaman dalam strip-strip berseling melintang lereng guna menahan laju aliran permukaan (runoff) dan menahan butiran tanah.
Soal #31 • Atmosfer (Struktur Lapisan) Standar TKA Geografi

Lapisan atmosfer bumi tempat terjadinya fenomena dinamika cuaca harian seperti awan, hujan, badai petir, dan angin kencang adalah…

A. Troposfer
B. Stratosfer
C. Mesosfer
D. Termosfer
E. Eksosfer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Troposfer adalah lapisan paling bawah (0-12 km) yang menampung lebih dari 80% massa udara dan uap air bumi, tempat seluruh proses sirkulasi dan dinamika cuaca terjadi.
Soal #32 • Klasifikasi Iklim Köppen Standar TKA Geografi

Wilayah dataran rendah di Kalimantan Barat dan Papua yang memiliki suhu rata-rata bulanan di atas 18°C, curah hujan tinggi sepanjang tahun, serta tidak memiliki musim kering yang tegas menurut klasifikasi iklim Köppen berkode…

A. Af (Iklim Hutan Hujan Tropis)
B. Am (Iklim Muson Tropis)
C. Aw (Iklim Sabana Tropis)
D. Cs (Iklim Mediterania)
E. BW (Iklim Gurun Kering)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dalam sistem Koppen, tipe A adalah iklim tropis basah. Huruf ‘f’ (feucht) menunjukkan curah hujan bulanan selalu ≥ 60 mm sepanjang tahun (hutan hujan tropis), ‘m’ adalah muson, dan ‘w’ adalah sabana (ada musim kemarau).
Soal #33 • Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson Standar TKA Geografi

Berdasarkan data stasiun klimatologi suatu daerah selama satu tahun, tercatat 3 bulan kering (curah hujan < 60 mm) dan 6 bulan basah (curah hujan > 100 mm). Nilai rasio $Q$ menurut kriteria Schmidt-Ferguson adalah…

A. 50% (Tipe C / Agak Basah)
B. 33,3% (Tipe B / Basah)
C. 100% (Tipe D / Sedang)
D. 66,7% (Tipe C / Agak Basah)
E. 14,3% (Tipe A / Sangat Basah)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus Schmidt-Ferguson: $Q = \frac{\text{Rata-rata Bulan Kering}}{\text{Rata-rata Bulan Basah}} \times 100\% = \frac{3}{6} \times 100\% = 50\%$. Nilai $Q = 50\%$ (antara 33,3% hingga 60%) tergolong Iklim Tipe C (Agak Basah).
Soal #34 • Klasifikasi Iklim Junghuhn Standar TKA Geografi

Menurut klasifikasi ketinggian dan vegetasi Junghuhn, wilayah pegunungan di Indonesia yang terletak pada elevasi 1.500 – 2.500 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara sejuk (11°C – 17°C) sangat cocok dibudidayakan untuk komoditas…

A. Teh, kopi, kina, dan sayuran subtropis
B. Padi, tebu, jagung, dan kelapa
C. Karet, kelapa sawit, dan tembakau
D. Hutan lumut murni tanpa budidaya komersial
E. Kaktus dan kurma
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Zona Sejuk Junghuhn (1.500 – 2.500 m dpl) dengan suhu 11°C – 17°C merupakan habitat ideal bagi perkebunan teh, kina, kopi arabika, serta budidaya sayuran dataran tinggi seperti kentang dan kubis.
Soal #35 • Dinamika Angin Föhn Standar TKA Geografi

Angin jatuh lokal yang bersifat panas dan sangat kering yang bergerak menuruni lereng pegunungan setelah kehilangan uap air di lereng windward dan sering merusak perkebunan tembakau di Deli (Sumatera Utara) dikenal sebagai…

A. Angin Bohorok
B. Angin Kumbang
C. Angin Gending
D. Angin Brubu
E. Angin Wambraw
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Angin Bohorok adalah jenis angin fohn (angin jatuh panas) di wilayah Deli Serdang (Sumut). Angin Kumbang terdapat di Cirebon-Tegal, Angin Gending di Pasuruan-Probolinggo, Angin Brubu di Makassar, dan Angin Wambraw di Biak Papua.
Soal #36 • Kelembapan Udara Standar TKA Geografi

Pada suhu udara 28°C, 1 meter kubik udara mengandung uap air aktual sebanyak 18 gram. Jika kapasitas saturasi (jenuh) udara pada temperatur tersebut adalah 24 gram/m³, maka kelembapan nisbi (relatif) udara tersebut adalah…

A. 75%
B. 65%
C. 80%
D. 85%
E. 70%
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kelembapan Relatif $= \frac{\text{Kandungan Uap Air Aktual}}{\text{Kapasitas Uap Air Maksimal (Jenuh)}} \times 100\% = \frac{18}{24} \times 100\% = 75\%$.
Soal #37 • Siklus Hidrologi & DAS Standar TKA Geografi

Perpindahan air dari permukaan vegetasi dan tanaman hidup ke atmosfer melalui pelepasan uap air lewat stomata daun dalam siklus hidrologi dinamakan…

A. Transpirasi
B. Evaporasi
C. Infiltrasi
D. Perkolasi
E. Intersepsi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap dari jaringan tubuh tumbuhan hidup (terutama melalui stomata daun). Jika gabungan dengan evaporasi tanah/air disebut evapotranspirasi.
Soal #38 • Pola Aliran Sungai Standar TKA Geografi

Pola aliran sungai di daerah lipatan pegunungan yang dicirikan oleh sungai utama yang mengalir sejajar dengan jurus perlapisan batuan dan anak-anak sungainya bermuara membentuk sudut siku-siku (90°) dinamakan pola aliran…

A. Trellis
B. Dendritik
C. Rectangular
D. Radial Sentrifuga
E. Radial Sentripetal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pola aliran trellis berkembang di wilayah dengan batuan lipatan struktural (antiklin-sinklin) berselang-seling batuan resisten dan lemah, sehingga anak sungainya bermuara tegak lurus membentuk kisi-kisi atau pagar jeruji.
Soal #39 • Morfologi Dasar Laut Standar TKA Geografi

Dasar laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 200 meter yang merupakan kelanjutan dari daratan benua, kaya akan sinar matahari dan plankton, serta menjadi pusat konsentrasi ikan pelagis dinamakan…

A. Paparan Benua (Continental Shelf)
B. Lereng Benua (Continental Slope)
C. Palung Laut (Trench)
D. Lubuk Laut (Basin)
E. Punggung Laut (Ridge)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Paparan Benua (Continental Shelf) adalah zona laut dangkal (0-200 m) yang landai di pinggir benua (seperti Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul), merupakan zona neritik paling produktif bagi perikanan.
Soal #40 • Oseanografi (Upwelling & Sirkulasi Arus) Standar TKA Geografi

Tingginya kelimpahan ikan tuna di perairan Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Jawa hingga Bali pada musim timur berkaitan erat dengan fenomena oseanografi…

A. Upwelling (Naiknya massa air laut dingin yang kaya nutrien dan fosfat dari lapisan dalam ke permukaan)
B. Downwelling akibat akumulasi sampah plastik
C. Peningkatan suhu permukaan air laut drastis akibat pemanasan global
D. Penurunan kadar garam akibat desalinasi alamiah
E. Terjadinya pusaran arus eddy yang merusak rantai makanan plankton
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Upwelling terjadi saat angin musim meniup massa air permukaan menjauhi pantai (Ekman transport), mendorong massa air dalam yang bersuhu dingin dan sangat kaya nutrien (nitrat/fosfat) naik ke permukaan, memicu pertumbuhan fitoplankton masif penarik ikan pelagis.
Soal #41 • Biosfer (Bioma Terestrial Dunia) Standar TKA Geografi

Bioma terestrial di kawasan lintang tinggi subartik yang didominasi oleh hutan pohon berdaun jarum (konifer seperti cemara, pinus, dan spruce) yang tahan terhadap suhu musim dingin ekstrem beku dinamakan…

A. Taiga (Hutan Boreal)
B. Tundra
C. Hutan Gugur Iklim Sedang
D. Sabana Tropis
E. Chaparral
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bioma Taiga (boreal forest) membentang di Rusia, Skandinavia, dan Kanada, didominasi oleh vegetasi konifer berdaun jarum dengan lapisan lilin yang adaptif terhadap musim dingin panjang bersalju.
Soal #42 • Biosfer (Garis Zoogeografi Wallacea) Standar TKA Geografi

Fauna khas endemik Indonesia yang mendiami zona peralihan (Wallacea) antara Garis Wallace dan Garis Weber di Pulau Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara adalah…

A. Anoa, Babirusa, dan Komodo
B. Gajah Sumatera, Harimau, dan Orangutan
C. Cendrawasih, Kasuari, dan Kanguru Pohon
D. Badak Bercula Satu dan Bekantan
E. Beruang Madu dan Pesut Mahakam
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kawasan peralihan (Wallacea) memiliki fauna endemik unik seperti Anoa, Babirusa, burung Maleo di Sulawesi, serta Komodo di NTT. Kelompok B dan D merupakan fauna Asiatis, sedangkan C adalah fauna Australis.
Soal #43 • Biosfer (Konservasi Keanekaragaman Hayati) Standar TKA Geografi

Pelestarian komodo di Taman Nasional Komodo dan badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon merupakan contoh upaya konservasi sumber daya hayati secara…

A. In-situ (di habitat asli alaminya)
B. Ex-situ (di luar habitat aslinya)
C. Domestikasi komersial
D. Rehabilitasi terisolasi buatan
E. Restorasi kebun binatang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Konservasi in-situ adalah perlindungan populasi flora dan fauna langka yang dilakukan langsung di dalam habitat alamiah aslinya (seperti di Taman Nasional, Suaka Margasatwa, dan Cagar Alam).
Soal #44 • Antroposfer (Dependency Ratio / Rasio Ketergantungan) Standar TKA Geografi

Sebuah wilayah memiliki komposisi penduduk: usia belum produktif (0-14 tahun) sebanyak 3.000 jiwa, usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 10.000 jiwa, dan usia non-produktif lanjut usia (>64 tahun) sebanyak 2.000 jiwa. Angka rasio ketergantungan (Dependency Ratio) wilayah tersebut adalah…

A. 50
B. 20
C. 30
D. 60
E. 15
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus Dependency Ratio: $DR = \frac{\text{Penduduk Non-Produktif (0-14 + >64)}}{\text{Penduduk Produktif (15-64)}} \times 100 = \frac{3.000 + 2.000}{10.000} \times 100 = \frac{5.000}{10.000} \times 100 = 50$. Artinya, setiap 100 jiwa produktif menanggung 50 jiwa non-produktif.
Soal #45 • Antroposfer (Bentuk Piramida Penduduk) Standar TKA Geografi

Piramida penduduk yang memiliki dasar melebar luas ke bawah dan mengerucut tajam ke atas menunjukkan karakteristik demografi…

A. Angka kelahiran tinggi dan proporsi penduduk usia muda sangat dominan (Piramida Ekspansif)
B. Tingkat kelahiran dan kematian seimbang serta pertumbuhan mendekati nol (Piramida Stasioner)
C. Angka kelahiran sangat rendah dan jumlah lansia melebihi anak-anak (Piramida Konstruktif)
D. Tingkat harapan hidup sangat tinggi dengan angka kematian bayi nol
E. Struktur penduduk yang mengalami depopulasi akut
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Piramida penduduk ekspansif (berbentuk limas segitiga) mencerminkan angka fertilitas (kelahiran) tinggi dan sebagian besar penduduk terkonsentrasi pada kelompok usia anak-anak/remaja, umum dijumpai di negara berkembang.
Soal #46 • Antroposfer (Faktor Migrasi Penduduk) Standar TKA Geografi

Tingginya arus urbanisasi tenaga kerja dari pedesaan ke kawasan metropolitan Jakarta didorong oleh faktor penarik (pull factor) dari kota, yaitu…

A. Kelengkapan fasilitas publik, peluang kerja sektor formal/informal yang beragam, dan upah minimum lebih tinggi
B. Sempitnya luas kepemilikan lahan pertanian di desa asal
C. Upah buruh tani yang rendah di pedesaan
D. Terjadinya paceklik akibat kemarau panjang di pedesaan
E. Ketiadaan akses internet di pelosok desa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Faktor penarik (pull factors) adalah daya tarik yang dimiliki oleh daerah tujuan migrasi (kota), seperti upah lebih menjanjikan dan ragam lapangan kerja. Pilihan B, C, dan D merupakan faktor pendorong (push factors) dari desa asal.
Soal #47 • Antroposfer (Pertumbuhan Penduduk Total) Standar TKA Geografi

Kecamatan Harapan Jaya pada awal tahun berpenduduk 50.000 jiwa. Selama satu tahun tercatat kelahiran 1.200 bayi, kematian 400 jiwa, penduduk yang masuk (imigrasi) 300 jiwa, dan penduduk yang keluar (emigrasi) 100 jiwa. Pertumbuhan penduduk total kecamatan tersebut adalah…

A. 1.000 jiwa
B. 800 jiwa
C. 600 jiwa
D. 1.200 jiwa
E. 1.400 jiwa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus Pertumbuhan Penduduk Total: $P = (L – M) + (I – E) = (1.200 – 400) + (300 – 100) = 800 + 200 = 1.000\text{ jiwa}$.
Soal #48 • Sumber Daya Alam (Klasifikasi Bahan Galian) Standar TKA Geografi

Berdasarkan regulasi perundang-undangan di Indonesia, bahan tambang mineral yang bernilai strategis bagi pertahanan keamanan negara serta stabilitas perekonomian nasional seperti minyak bumi, gas alam, dan uranium digolongkan ke dalam…

A. Bahan Galian Golongan A (Strategis)
B. Bahan Galian Golongan B (Vital)
C. Bahan Galian Golongan C (Industri/Batuan)
D. Mineral Logam Bukan Besi
E. Bahan Tambang Non-Komersial
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sesuai UU No. 11/1967 tentang Ketentuan Pokok Pertambangan: Golongan A (Strategis) mencakup migas, batubara, uranium untuk kedaulatan negara; Golongan B (Vital) mencakup emas, perak, tembaga untuk hajat hidup orang banyak; Golongan C mencakup pasir, gamping, marmer untuk industri konstruksi.
Soal #49 • Sumber Daya Alam (Transisi Energi Terbarukan) Standar TKA Geografi

Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) panas bumi (geotermal) sekitar 40% dari total cadangan dunia. Wilayah operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) komersial tertua dan terbesar di Indonesia berlokasi di…

A. Kamojang dan Wayang Windu (Jawa Barat)
B. Asahan dan Danau Toba (Sumatera Utara)
C. Cirata dan Jatiluhur (Jawa Barat)
D. Sidrap dan Jeneponto (Sulawesi Selatan)
E. Muara Karang dan Tanjung Priok (DKI Jakarta)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
PLTP Kamojang di Garut, Jawa Barat merupakan pelopor pemanfaatan energi panas bumi komersial di Indonesia sejak tahun 1982, memanfaatkan fluida hidrotermal di busur vulkanik aktif.
Soal #50 • Mitigasi Bencana (Prosedur Evakuasi Tsunami 20-20-20) Standar TKA Geografi

Bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir rawan tsunami, pedoman evakuasi mandiri darurat berbasis prinsip ’20-20-20′ memberikan makna bahwa…

A. Jika merasakan gempa bumi selama 20 detik atau lebih, segera evakuasi dalam waktu 20 menit menuju ketinggian minimal 20 meter
B. Menunggu peringatan sirine resmi selama 20 menit sebelum berkemas 20 kilogram barang
C. Berlari sejauh 20 kilometer dari pantai dalam tempo 20 menit
D. Mengapung di perahu laut lepas sedalam 20 meter selama 20 jam
E. Memeriksa dinding rumah selama 20 menit pascagempa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip internasional mitigasi mandiri tsunami 20-20-20: jika merasakan guncangan gempa terus-menerus selama ≥ 20 detik, masyarakat memiliki waktu emas sekitar 20 menit untuk segera lari evakuasi tegak lurus menjauhi laut ke tempat dengan ketinggian minimal 20 meter tanpa menunggu sirine peringatan dini resmi.
Soal #51 • Mitigasi Bencana (Stabilisasi Lereng) Standar TKA Geografi

Penanggulangan bahaya erosi tanah dan longsor dangkal pada tebing jalan perbukitan secara ramah lingkungan berbasis bioengineering sering memanfaatkan tanaman rumput…

A. Vetiver (Akar Wangi) dengan sistem perakaran serabut yang menghujam sangat dalam hingga 3–5 meter
B. Rumput gajah mini yang tumbuh merambat tipis di permukaan
C. Eukaliptus dengan biomassa batang yang sangat berat
D. Bambu apus dengan akar rimpang yang dangkal
E. Alang-alang liar yang mudah terbakar di musim kemarau
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumput Vetiver (akar wangi) memiliki akar serabut yang sangat kuat dengan daya cengkeram mencapai kedalaman 3-5 meter ke dalam tanah, berfungsi bagaikan ‘paku tanah alami’ (living nail) yang efektif menstabilkan lereng rawan longsor.
Soal #52 • Mitigasi Bencana (Siklus Manajemen Bencana) Standar TKA Geografi

Penyusunan peta zonasi bahaya sesar aktif, sosialisasi tata cara evakuasi mandiri di sekolah, serta penguatan struktur bangunan tahan gempa merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada tahapan penanggulangan bencana…

A. Pra-bencana (Pencegahan, Mitigasi, dan Kesiapsiagaan)
B. Tanggap Darurat (Response)
C. Pasca-bencana Rehabilitasi
D. Pasca-bencana Rekonstruksi
E. Pencarian dan Pertolongan (SAR)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tahap pra-bencana meliputi pencegahan, mitigasi struktural/non-struktural, dan kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana terjadi guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian infrastruktur.

Eksplor Soal TKA Geografi Lainnya dan Tingkatkan Skor Mu!

Perkuat pemahaman konsep geografi dari peta, fenomena alam, hingga dinamika penduduk melalui latihan soal di utbk.or.id. Semua latihan disusun sesuai kurikulum terbaru dan dilengkapi kunci jawaban agar lebih mudah dipahami. Dengan utbk.or.id, belajar Geografi jadi lebih terarah untuk membantumu meraih nilai maksimal.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi TKA berbasis CAT, Gratis! Klik Disini

Butuh Bantuan?