50+ Soal Tes Masuk UPI Universitas Pendidikan Indonesia Lengkap Pembahasan & Kisi-Kisi

Share ke:
100+ Soal Tes Masuk UPI dilengkapi Pembahasan Universitas Pendidikan Indonesia

Masuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bukan sekadar tentang diterima di salah satu perguruan tinggi favorit, tetapi juga tentang kesiapan membangun masa depan yang lebih baik. Sebagai institusi yang telah melahirkan ribuan tenaga pendidik, akademisi, dan profesional di berbagai bidang, UPI menuntut calon mahasiswanya memiliki semangat belajar tinggi, mental yang tangguh, dan tekad kuat untuk berkembang.

Proses seleksi untuk menjadi mahasiswa UPI bukan hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah. Dengan fasilitas pembelajaran yang lengkap, dukungan teknologi, serta lingkungan akademik yang kompetitif, UPI memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh, berpikir kritis, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. Bergabung dengan UPI bukan hanya sebuah pencapaian, melainkan langkah awal untuk membangun perjalanan hidup yang lebih bermakna.

KISI-KISI SELEKSI MASUK UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Tes Potensi Skolastik (TPS)
1. Penalaran Umum
Logika argumentatif, silogisme, kasus sebab-akibat.
2. Kuantitatif Numerik
Aritmetika, aljabar dasar, logika peluang, perbandingan kuantitas.
3. Penalaran Analitik
Diagram logika, pernyataan berurutan, puzzle logis.
4. Pemahaman Bacaan
Teks panjang berisi argumen, struktur wacana, ide pokok, konteks emosi penulis.

Literasi Bahasa Indonesia
1. Struktur Paragraf & Ide Pokok
Lokasi gagasan utama, fungsi kalimat, transisi antar gagasan.
2. Retorika Teks dan Tujuan Penulis
Eksposisi vs narasi, persuasi, dan objektivitas teks.
3. Kohesi dan Koherensi
Penggunaan kata ganti, kata sambung, dan pengacuan antar kalimat.

Literasi Bahasa Inggris
1. Reading Academic Texts
Interpretasi teks ilmiah populer (sains, sosial, edukasi).
2. Vocabulary in Academic Use
Sinonim, antonim, makna idiom, kolokasi.
3. Inference & Author’s Attitude
Menyimpulkan maksud tersembunyi, sikap penulis, tone, dan stance.
4. Grammar in Use
Penguasaan kalimat majemuk, subjunctive, conditional.

Kumpulan 50+ Soal Tes Masuk UPI Universitas Pendidikan Indonesia Lengkap Pembahasan

📘 Bank Soal Seleksi Mandiri CBT UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Terlengkap: Di bawah ini disajikan 55 Soal Latihan & Try Out SM UPI yang mencakup Tes Potensi Skolastik & Penalaran Logika/Analitis, Kemampuan Numerik & Matematika Dasar, Literasi Membaca & Menulis (Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris), serta Kemampuan Pedagogik Dasar, Wawasan Kependidikan & Penalaran Sosial-Sains. Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk meninjau pembahasannya!

Soal #1 • Penalaran Logika (Analogi Kata)
Standar SM UPI

Hubungan konseptual pada pasangan kata PEDAGOGI : GURU sepadan dengan hubungan…

A. Andragogi : Pelajar
B. Kedokteran : Apoteker
C. Demografi : Sosiolog
D. Yurisprudensi : Hakim
E. Arsitektur : Tukang

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Pedagogi adalah ilmu/seni pengajaran dan pendidikan yang menjadi keahlian profesional seorang guru. Padanan yang setara adalah Yurisprudensi (ilmu hukum/tata peradilan) yang menjadi keahlian profesional seorang hakim.

Soal #2 • Penalaran Logika (Sinonim Konseptual)
Standar SM UPI

Dalam konteks metodologi pembelajaran dan pemecahan masalah, makna kata HEURISTIK adalah…

A. Prosedur algoritma kaku yang harus ditaati secara mekanis
B. Pengujian daya ingat melalui metode hafalan repetitif
C. Pengukuran statistik kuantitatif terhadap hasil belajar
D. Pedoman teknis operasional administratif satu arah
E. Pendekatan pembelajaran berbasis penemuan mandiri melalui eksplorasi dan penyelidikan

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Metode heuristik (heuristic method) merujuk pada strategi pemecahan masalah atau pembelajaran penemuan (discovery learning) yang menstimulasi pembelajar untuk mengeksplorasi, menemukan solusi, dan membangun konsep secara mandiri.

Soal #3 • Penalaran Logika (Antonim)
Standar SM UPI

Lawan kata (antonim) yang paling tepat untuk istilah PARADOKSAL adalah…

A. Ganjil
B. Bertentangan
C. Kontras
D. Rancu
E. Selaras

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Paradoksal berarti seolah-olah bertentangan dengan logika umum atau berlawanan asas. Lawan kata yang tepat adalah selaras, sejalan, harmonis, atau konsisten.

Soal #4 • Penalaran Logika (Hubungan Proses Ilmiah)
Standar SM UPI

Perhatikan runtutan proses berikut: HIPOTESIS : EKSPERIMEN : KESIMPULAN. Runtutan proses yang memiliki pola penalaran serupa adalah…

A. Sketsa : Pameran : Penjualan
B. Diagnosis : Apotek : Resep
C. Perencanaan : Pengeluaran : Audit
D. Pendaftaran : Kuliah : Wisuda
E. Tuntutan : Persidangan : Vonis

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Pola runtutan: Gagasan awal/dugaan (hipotesis) diuji melalui proses pembuktian (eksperimen) untuk menghasilkan putusan akhir (kesimpulan). Pola ini sepadan dengan: Tuntutan pidana diuji melalui proses persidangan untuk menghasilkan putusan hakim (vonis).

Soal #5 • Penalaran Logika (Silogisme Kategoris)
Standar SM UPI

Perhatikan premis-premis berikut:
– Semua mahasiswa UPI yang menempuh Program Pengalaman Lapangan (PPL) wajib lulus mata kuliah Microteaching.
– Sebagian mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika belum menempuh mata kuliah Microteaching.
Simpulan yang sah dan logis adalah…

A. Sebagian mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika belum menempuh Program Pengalaman Lapangan (PPL)
B. Semua mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika belum menempuh Program Pengalaman Lapangan (PPL)
C. Mahasiswa yang belum menempuh Microteaching bukan merupakan mahasiswa UPI
D. Semua mahasiswa yang lulus Microteaching pasti merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika
E. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika tidak diwajibkan menempuh Microteaching

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Karena syarat menempuh PPL adalah lulus Microteaching, maka mahasiswa yang belum menempuh Microteaching otomatis belum dapat menempuh PPL. Karena baru sebagian mahasiswa Pendidikan Matematika yang belum Microteaching, simpulannya adalah sebagian mahasiswa jurusan tersebut belum menempuh PPL.

Soal #6 • Penalaran Logika (Modus Tollens Berantai)
Standar SM UPI

Diketahui premis-premis berikut:
1. Jika sarana laboratorium digital memadai, maka pembelajaran sains berbasis simulasi interaktif dapat dilaksanakan.
2. Jika pembelajaran sains berbasis simulasi interaktif dapat dilaksanakan, maka kemampuan literasi komputasi siswa meningkat.
3. Saat ini, kemampuan literasi komputasi siswa tidak mengalami peningkatan.
Simpulan deduktif yang benar adalah…

A. Pembelajaran sains berbasis simulasi interaktif tetap terlaksana secara maksimal
B. Sarana laboratorium digital sudah sangat memadai namun siswa tidak memanfaatkannya
C. Sarana laboratorium digital tidak memadai
D. Siswa tidak berminat mempelajari sains berbasis komputasi
E. Laboratorium digital hanya digunakan untuk ujian teori tertulis

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Berdasarkan silogisme hipotesis: P → Q dan Q → R menghasilkan P → R. Diketahui fakta ingkaran ~R (kemampuan literasi komputasi tidak meningkat). Dengan aturan Modus Tollens: jika P → R dan ~R, maka disimpulkan ~P (sarana laboratorium digital tidak memadai).

Soal #7 • Penalaran Analitis (Urutan Penjadwalan)
Standar SM UPI

Lima mahasiswa calon guru (Adit, Bima, Citra, Dini, dan Elsa) dijadwalkan melakukan simulasi mengajar (peer teaching) berturut-turut pada hari Senin sampai Jumat, masing-masing satu mahasiswa per hari, dengan ketentuan:
– Elsa tampil sebelum Bima dan sesudah Adit.
– Citra tampil tepat satu hari sebelum Elsa.
– Dini tidak tampil pada hari Senin maupun Jumat.
Siapakah mahasiswa yang tampil pada hari Jumat?

A. Elsa
B. Citra
C. Dini
D. Bima
E. Adit

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Dari ketentuan: Citra tepat sebelum Elsa (C, E). Elsa sesudah Adit (Adit sebelum C, E) dan sebelum Bima (C, E sebelum Bima). Pola urutan relatif: Adit … C – E … Bima. Karena Dini tidak boleh tampil di Senin dan Jumat, maka susunan jadwal dari Senin hingga Jumat adalah: Senin = Adit, Selasa = Citra, Rabu = Elsa, Kamis = Dini, Jumat = Bima. Jadi, mahasiswa yang tampil pada hari Jumat adalah Bima.

Soal #8 • Penalaran Analitis (Peringkat Portofolio)
Standar SM UPI

Enam peserta seleksi guru berprestasi (Fajar, Gita, Hadi, Indah, Joko, dan Kiki) memperoleh skor penilaian portofolio dengan ketentuan:
– Skor Hadi lebih tinggi daripada Joko, tetapi lebih rendah daripada Gita.
– Skor Fajar lebih tinggi daripada skor Gita.
– Skor Indah lebih rendah daripada Joko, tetapi lebih tinggi daripada Kiki.
Peserta yang menempati peringkat kedua tertinggi adalah…

A. Fajar
B. Hadi
C. Gita
D. Joko
E. Indah

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Berdasarkan data peringkat:
1. Gita > Hadi > Joko
2. Fajar > Gita
3. Joko > Indah > Kiki
Jika digabungkan seluruhnya: Fajar > Gita > Hadi > Joko > Indah > Kiki. Peringkat pertama adalah Fajar, dan peringkat kedua tertinggi adalah Gita.

Soal #9 • Penalaran Logika (Ingkaran Pernyataan Kuantor)
Standar SM UPI

Ingkaran (negasi) yang sah dari pernyataan: ‘Semua calon mahasiswa baru UPI wajib mengikuti tes kesehatan dan melunasi biaya registrasi semester pertama’ adalah…

A. Semua calon mahasiswa baru UPI tidak mengikuti tes kesehatan atau tidak melunasi biaya registrasi
B. Calon mahasiswa baru UPI tidak wajib mengikuti tes kesehatan tetapi wajib melunasi registrasi
C. Ada calon mahasiswa baru UPI yang telah mengikuti tes kesehatan namun belum lulus dari SMA
D. Tidak ada calon mahasiswa baru UPI yang mengikuti tes kesehatan maupun registrasi
E. Ada calon mahasiswa baru UPI yang tidak mengikuti tes kesehatan atau tidak melunasi biaya registrasi semester pertama

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Pernyataan berkuantor universal: ∀x (P(x) ∧ Q(x)). Berdasarkan Hukum De Morgan dan negasi kuantor, ingkarannya adalah kuantor eksistensial: ∃x (~P(x) ∨ ~Q(x)), yaitu: ‘Ada/beberapa calon mahasiswa baru UPI yang tidak mengikuti tes kesehatan ATAU tidak melunasi biaya registrasi’.

Soal #10 • Penalaran Logika (Silogisme Disjungtif)
Standar SM UPI

Setiap akhir pekan, tim dosen pengampu mengadakan klinik tutorial daring ATAU bimbingan tatap muka di ruang aula barat.
Jika bimbingan tatap muka di ruang aula barat diadakan, maka sistem pendingin ruangan lantai 2 wajib dinyalakan.
Fakta hari ini: Sistem pendingin ruangan lantai 2 rusak total dan tidak dinyalakan.
Simpulan logis yang dapat ditarik adalah…

A. Tim dosen pengampu mengadakan klinik tutorial daring
B. Tim dosen membatalkan seluruh agenda bimbingan dan tutorial minggu ini
C. Bimbingan tatap muka tetap diselenggarakan di luar ruangan tanpa jadwal resmi
D. Mahasiswa dibebaskan dari seluruh kewajiban tugas perkuliahan
E. Sistem pendingin ruangan diperbaiki seketika oleh mahasiswa

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Premis 1: P (tutorial daring) ∨ Q (bimbingan aula barat). Premis 2: Q → R (pendingin nyala). Fakta: ~R (pendingin tidak nyala). Dengan Modus Tollens diperoleh ~Q (tidak bimbingan aula barat). Melalui Silogisme Disjungtif (P ∨ Q dan ~Q), simpulannya adalah P (tim dosen mengadakan klinik tutorial daring).

Soal #11 • Penalaran Analitis (Formasi Delegasi)
Standar SM UPI

Sebuah kepanitiaan delegasi pengabdian masyarakat UPI terdiri atas 4 orang: 2 dosen dipilih dari {X, Y, Z} dan 2 mahasiswa dipilih dari {P, Q, R, S}. Terdapat aturan pembentukan:
– Jika dosen X dipilih, maka mahasiswa P tidak boleh dipilih.
– Mahasiswa R hanya boleh dipilih jika dosen Y dipilih.
– Dosen Z menolak berada dalam satu tim dengan mahasiswa P.
– Mahasiswa Q dan S dapat berpasangan dengan siapa pun.
Jika panitia menetapkan dosen X dan dosen Z sebagai anggota tim, maka dua mahasiswa yang wajib dipilih adalah…

A. P dan Q
B. P dan R
C. R dan S
D. P dan S
E. Q dan S

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Dosen terpilih: X dan Z (dosen Y tidak terpilih).
1. Dosen X terpilih ⇒ P tidak boleh dipilih.
2. Dosen Y tidak terpilih ⇒ R tidak boleh dipilih (karena R hanya boleh jika Y dipilih).
Karena P dan R gugur, maka dua mahasiswa yang tersisa untuk melengkapi tim adalah Q dan S.

Soal #12 • Penalaran Figural (Pola Rotasi Bertahap)
Standar SM UPI

Perhatikan pola rotasi jarum penunjuk instrumen evaluasi berikut:
– Posisi Awal (Langkah 1): Menghadap tegak lurus ke Utara (0°).
– Langkah 2: Berputar searah jarum jam sebesar 45° (Timur Laut).
– Langkah 3: Berputar searah jarum jam sebesar 90° dari posisi sebelumnya (Tenggara).
– Langkah 4: Berputar searah jarum jam sebesar 135° dari posisi sebelumnya (Barat).
Jika pola penambahan sudut rotasi berlanjut secara konsisten (+45°, +90°, +135°, +180°), ke arah manakah jarum menunjuk pada Langkah 5?

A. Menghadap ke Barat Daya (225°)
B. Menghadap ke Timur Laut (45°)
C. Menghadap ke Selatan (180°)
D. Menghadap ke Timur (90°)
E. Menghadap kembali tegak lurus ke Utara (0°)

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Mari hitung akumulasi rotasi jarum jam:
Langkah 1: 0°
Langkah 2: 0° + 45° = 45°
Langkah 3: 45° + 90° = 135°
Langkah 4: 135° + 135° = 270° (arah Barat)
Langkah 5: 270° + 180° = 450°. Karena 1 lingkaran = 360°, maka 450° – 360° = 90° searah jarum jam dari Utara, yaitu tepat mengarah ke Timur.

Soal #13 • Penalaran Kausalitas (Sebab – Akibat)
Standar SM UPI

Perhatikan dua fenomena berikut:
(1) Nilai kepuasan dan keterlibatan aktif siswa dalam mata pelajaran sains meningkat secara signifikan.
(2) Guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) kontekstual berbantuan media digital interaktif.
Manakah pilihan yang paling tepat menjelaskan hubungan kausalitas antara kedua fenomena di atas?

A. Pernyataan (1) adalah penyebab utama dan pernyataan (2) adalah akibat langsungnya
B. Pernyataan (1) dan (2) adalah akibat independen dari dua penyebab yang sama sekali tidak berhubungan
C. Pernyataan (1) dan (2) adalah faktor penyebab yang saling meniadakan
D. Pernyataan (1) dan (2) adalah kondisi faktual yang tidak memiliki keterkaitan hubungan logis
E. Pernyataan (2) adalah penyebab dan pernyataan (1) adalah akibat

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Inovasi pedagogik guru yang menerapkan model Project-Based Learning berbasis media interaktif (2) adalah tindakan/penyebab (kausa) yang secara logis memicu peningkatan kepuasan dan keterlibatan aktif siswa (1) sebagai dampak positifnya (akibat).

Soal #14 • Penalaran Kritis (Asumsi yang Mendasari)
Standar SM UPI

Pernyataan: ‘Penyediaan akses internet berkecepatan tinggi secara merata ke seluruh sekolah di daerah pelosok akan mempersempit ketimpangan kualitas literasi digital generasi muda antardaerah.’
Asumsi yang mendasari kesimpulan tersebut adalah…

A. Keberadaan akses internet di sekolah pelosok akan dimanfaatkan secara terarah oleh guru dan siswa untuk kegiatan pembelajaran yang produktif
B. Semua siswa di kota besar sudah jenuh memanfaatkan perangkat komputer di sekolah mereka
C. Buku teks pelajaran cetak sudah tidak lagi memiliki nilai guna bagi siswa di sekolah terpencil
D. Literasi digital merupakan satu-satunya indikator penentu kecerdasan intelektual peserta didik
E. Tenaga pendidik di daerah pelosok tidak memerlukan pelatihan pedagogik jika sudah memiliki akses internet

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Asumsi implisit adalah fondasi pemikiran yang harus benar agar simpulan valid. Akses internet hanya dapat mempersempit jurang literasi jika sarana tersebut benar-benar dimanfaatkan secara terarah dan produktif untuk kegiatan pembelajaran oleh guru dan siswa.

Soal #15 • Penalaran Analitis (Pengambilan Keputusan)
Standar SM UPI

Sebuah tim riset kurikulum kampus akan memilih satu platform LMS mikro dengan kriteria seleksi: biaya hemat (≤ Rp30 juta), pengerjaan kilat (≤ 3 bulan), dan estimasi kepuasan pengguna ≥ 80%:
– Platform Alpha: Biaya Rp40 juta, durasi 5 bulan, kepuasan 78%
– Platform Beta: Biaya Rp25 juta, durasi 2 bulan, kepuasan 88%
– Platform Gamma: Biaya Rp60 juta, durasi 2,5 bulan, kepuasan 92%
– Platform Delta: Biaya Rp20 juta, durasi 4 bulan, kepuasan 68%
Platform manakah yang paling rasional dipilih sesuai kriteria?

A. Platform Alpha
B. Platform Delta
C. Platform Gamma
D. Platform Beta
E. Tidak ada platform yang memenuhi ambang batas kriteria

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Analisis kecocokan kriteria:
– Beta: Biaya Rp25 juta (≤ Rp30 jt), durasi 2 bulan (≤ 3 bln), kepuasan 88% (≥ 80%). Semua kriteria terpenuhi.
– Alpha gagal (biaya tinggi, durasi lama).
– Gamma gagal (biaya Rp60 jt melampaui batas).
– Delta gagal (durasi 4 bulan dan kepuasan hanya 68%). Jadi, pilihan paling rasional adalah Platform Beta.

Soal #16 • Kemampuan Numerik (Barisan & Deret Aritmetika)
Standar SM UPI

Di dalam gedung Gymnasium UPI, susunan kursi untuk wisudawan diatur berbaris rapi. Baris pertama berisi 18 kursi, baris kedua berisi 22 kursi, baris ketiga berisi 26 kursi, dan seterusnya bertambah secara konstan. Jika terdapat 20 baris kursi di gedung tersebut, berapakah jumlah seluruh kapasitas kursi yang tersedia?

A. 1.040 kursi
B. 1.080 kursi
C. 1.160 kursi
D. 1.120 kursi
E. 1.240 kursi

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Diketahui deret aritmetika:
Suku pertama (a) = 18
Beda (b) = 22 – 18 = 4
Jumlah baris (n) = 20
Rumus jumlah suku: Sn = n/2 × [2a + (n – 1)b]
S20 = 20/2 × [2(18) + (20 – 1)(4)]
S20 = 10 × [36 + 19 × 4] = 10 × [36 + 76] = 10 × 112 = 1.120 kursi.

Soal #17 • Kemampuan Numerik (Pola Deret Bilangan)
Standar SM UPI

Perhatikan barisan bilangan berikut: 3, 5, 9, 17, 33, 65, …
Angka kelanjutan yang tepat dari pola barisan tersebut adalah…

A. 115
B. 125
C. 127
D. 129
E. 131

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Tinjau pola selisih antar-suku berturutan:
5 – 3 = +2 (21)
9 – 5 = +4 (22)
17 – 9 = +8 (23)
33 – 17 = +16 (24)
65 – 33 = +32 (25)
Selisih berikutnya harus bertambah +64 (26).
Maka suku selanjutnya = 65 + 64 = 129. (Atau pola: Un = 2 × Un-1 – 1 → 2 × 65 – 1 = 129).

Soal #18 • Kemampuan Numerik (Deret Selang-Seling)
Standar SM UPI

Tentukan angka berikutnya dari rangkaian bilangan berikut: 4, 7, 6, 11, 8, 15, 10, …

A. 16
B. 17
C. 18
D. 19
E. 20

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Deret ini terdiri dari dua pola bilangan berselang-seling:
– Pola indeks ganjil: 4, 6, 8, 10 (+2 pada setiap suku)
– Pola indeks genap: 7, 11, 15, … (+4 pada setiap suku)
Suku ke-8 adalah kelanjutan dari pola genap, yaitu 15 + 4 = 19.

Soal #19 • Kemampuan Numerik (Perbandingan Berbalik Nilai)
Standar SM UPI

Proyek renovasi laboratorium pembelajaran di kampus UPI ditargetkan selesai dalam 45 hari dengan 24 tenaga kerja. Setelah berjalan 15 hari, pekerjaan terpaksa terhenti selama 6 hari akibat kendala logistik material. Agar proyek tetap dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal semula, berapa banyak pekerja tambahan yang harus direkrut?

A. 4 orang
B. 8 orang
C. 10 orang
D. 12 orang
E. 6 orang

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Sisa waktu semula = 45 – 15 = 30 hari dengan beban 24 pekerja.
Total beban tersisa = 30 × 24 = 720 hari-orang.
Karena terhenti 6 hari, sisa waktu efektif pengerjaan = 30 – 6 = 24 hari.
Jumlah total pekerja yang dibutuhkan = 720 / 24 = 30 pekerja.
Tambahan pekerja yang harus direkrut = 30 – 24 = 6 orang.

Soal #20 • Kemampuan Numerik (Aritmetika Sosial & Diskon Ganda)
Standar SM UPI

Koperasi mahasiswa UPI membeli paket modul ajar berharga banderol Rp120.000 dengan diskon bertingkat (ganda) dari penerbit sebesar 20% kemudian mendapat potongan tambahan 10%. Jika koperasi menjual kembali buku tersebut kepada mahasiswa seharga Rp108.000 per eksemplar, berapa persentase keuntungan koperasi dari harga beli bersih?

A. 25%
B. 15%
C. 20%
D. 30%
E. 35%

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan harga beli bersih setelah diskon bertingkat:
– Diskon pertama (20%): Rp120.000 × (1 – 0,20) = Rp96.000
– Diskon kedua (10%): Rp96.000 × (1 – 0,10) = Rp86.400 (modal/harga beli bersih)
Harga jual = Rp108.000
Keuntungan nominal = Rp108.000 – Rp86.400 = Rp21.600
Persentase keuntungan = (Rp21.600 / Rp86.400) × 100% = 1/4 × 100% = 25%.

Soal #21 • Kemampuan Numerik (Sistem Persamaan Linier)
Standar SM UPI

Di kafetaria kampus UPI, harga 3 porsi paket nasi ayam dan 2 gelas jus jeruk adalah Rp54.000. Sementara itu, harga 2 porsi paket nasi ayam dan 4 gelas jus jeruk adalah Rp52.000. Berapakah total biaya yang harus dibayar jika seorang mahasiswa memesan 4 porsi paket nasi ayam dan 3 gelas jus jeruk?

A. Rp66.000
B. Rp70.000
C. Rp78.000
D. Rp82.000
E. Rp74.000

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Misalkan nasi ayam = a dan jus jeruk = j.
(1) 3a + 2j = 54.000 → kalikan 2: 6a + 4j = 108.000
(2) 2a + 4j = 52.000
Kurangkan (1) dan (2): 4a = 56.000 ⇒ a = Rp14.000.
Substitusi nilai a ke persamaan (1): 3(14.000) + 2j = 54.000 ⇒ 42.000 + 2j = 54.000 ⇒ 2j = 12.000 ⇒ j = Rp6.000.
Pesanan 4a + 3j = 4(14.000) + 3(6.000) = 56.000 + 18.000 = Rp74.000.

Soal #22 • Kemampuan Numerik (Statistika Rata-rata Gabungan)
Standar SM UPI

Rata-rata nilai ujian mata kuliah Statistika Dasar kelas A yang beranggotakan 30 mahasiswa adalah 75, sedangkan rata-rata nilai kelas B yang beranggotakan 20 mahasiswa adalah 85. Jika nilai kedua kelas tersebut digabungkan, nilai rata-rata keseluruhan kelas adalah…

A. 79,0
B. 77,5
C. 78,0
D. 80,0
E. 80,5

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus rata-rata gabungan:
x̄gab = (nA × x̄A + nB × x̄B) / (nA + nB)
x̄gab = (30 × 75 + 20 × 85) / (30 + 20)
x̄gab = (2.250 + 1.700) / 50 = 3.950 / 50 = 79,0.

Soal #23 • Kemampuan Numerik (Aljabar & Rasio Pecahan)
Standar SM UPI

Diketahui nilai x = (1/3 – 1/4) dan y = (1/4 – 1/5). Berapakah rasio perbandingan nilai x terhadap y (x : y)?

A. 3 : 5
B. 4 : 5
C. 5 : 4
D. 5 : 3
E. 1 : 1

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Hitung nilai masing-masing variabel:
x = 1/3 – 1/4 = (4 – 3) / 12 = 1/12
y = 1/4 – 1/5 = (5 – 4) / 20 = 1/20
Rasio perbandingan x : y = (1/12) / (1/20) = 20 / 12 = 5 / 3 = 5 : 3.

Soal #24 • Kemampuan Numerik (Kecepatan & Waktu Berpapasan/Menyusul)
Standar SM UPI

Rian berangkat dari Bandung menuju Sumedang mengendarai sepeda motor pada pukul 07.00 dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Pada pukul 07.30, Dimas menyusul dari titik keberangkatan yang sama dan melalui rute yang sama dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Pada pukul berapakah Dimas tepat menyusul Rian?

A. 08.15
B. 08.30
C. 08.45
D. 09.00
E. 09.15

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Selisih waktu keberangkatan = 30 menit = 0,5 jam.
Jarak keunggulan Rian saat Dimas baru berangkat = 40 km/jam × 0,5 jam = 20 km.
Kecepatan relatif menyusul = 60 km/jam – 40 km/jam = 20 km/jam.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyusul = Jarak keunggulan / Selisih kecepatan = 20 km / 20 km/jam = 1 jam.
Maka waktu Dimas menyusul = 07.30 + 1 jam = pukul 08.30.

Soal #25 • Kemampuan Numerik (Kombinatorika & Peluang)
Standar SM UPI

Dalam seleksi penerima beasiswa prestasi UPI, terdapat 5 kandidat putra dan 4 kandidat putri yang memenuhi syarat. Jika panitia akan memilih 3 orang delegasi secara acak, berapakah peluang terpilihnya tepat 2 kandidat putra dan 1 kandidat putri?

A. 5/14
B. 15/28
C. 20/42
D. 10/21
E. 25/42

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Total kandidat = 5 + 4 = 9 orang.
Total kemungkinan memilih 3 dari 9 orang = C(9, 3) = (9 × 8 × 7) / (3 × 2 × 1) = 84.
Memilih 2 putra dari 5 putra = C(5, 2) = (5 × 4) / 2 = 10.
Memilih 1 putri dari 4 putri = C(4, 1) = 4.
Titik sampel yang diharapkan = 10 × 4 = 40.
Peluang = 40 / 84 = 10 / 21.

Soal #26 • Kemampuan Numerik (Titik Ekstrem Fungsi Kuadrat)
Standar SM UPI

Tingkat efektivitas penyerapan konsentrasi belajar mahasiswa selama x jam pembelajaran daring dimodelkan oleh fungsi kuadrat f(x) = -x2 + 6x – 5. Durasi belajar (x) yang menghasilkan efektivitas belajar maksimum adalah…

A. 3 jam
B. 2 jam
C. 4 jam
D. 5 jam
E. 6 jam

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c memiliki titik puncak/ekstrem pada sumbu simetri x = -b / (2a).
Diketahui a = -1, b = 6, c = -5.
x = -6 / (2 × (-1)) = -6 / -2 = 3 jam.
Jadi, efektivitas penyerapan konsentrasi mencapai maksimum saat durasi belajar berdurasi 3 jam.

Soal #27 • Kemampuan Numerik (Geometri & Teorema Pythagoras)
Standar SM UPI

Sebuah tiang pemancar sinyal komunikasi di kawasan kampus UPI diikat oleh kawat baja pengaman dari pucuk tiang ke patok di tanah. Panjang kawat baja pengaman tersebut adalah 15 meter, dan jarak patok di tanah ke dasar tiang adalah 9 meter. Berapakah tinggi tiang pemancar tersebut?

A. 10 meter
B. 11 meter
C. 13 meter
D. 14 meter
E. 12 meter

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Dengan Teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku:
Tinggi tiang = √(Panjang kawat2 – Jarak patok2)
Tinggi = √(152 – 92) = √(225 – 81) = √144 = 12 meter.

Soal #28 • Kemampuan Numerik (Eksponen & Bentuk Akar)
Standar SM UPI

Berapakah nilai dari operasi bilangan berpangkat berikut: (82/3 + 271/3) / (161/2 – 41/2)?

A. 2,5
B. 3,0
C. 4,0
D. 3,5
E. 4,5

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Sederhanakan masing-masing komponen:
– 82/3 = (23)2/3 = 22 = 4
– 271/3 = (33)1/3 = 3
Pembilang = 4 + 3 = 7.
– 161/2 = √16 = 4
– 41/2 = √4 = 2
Penyebut = 4 – 2 = 2.
Hasil operasi = 7 / 2 = 3,5.

Soal #29 • Kemampuan Numerik (Himpunan & Diagram Venn)
Standar SM UPI

Dari 60 mahasiswa baru yang disurvei minat bakatnya di kampus UPI, tercatat 35 orang berminat masuk UKM Olahraga, 28 orang berminat masuk UKM Paduan Suara, dan 8 orang menyatakan tidak berminat pada kedua UKM tersebut. Berapa orang mahasiswa yang berminat pada kedua UKM sekaligus?

A. 11 orang
B. 9 orang
C. 10 orang
D. 12 orang
E. 13 orang

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Banyak mahasiswa yang berminat setidaknya satu UKM = 60 – 8 = 52 orang.
Berdasarkan rumus gabungan himpunan:
n(A ∪ B) = n(A) + n(B) – n(A ∩ B)
52 = 35 + 28 – n(A ∩ B)
52 = 63 – n(A ∩ B)
n(A ∩ B) = 63 – 52 = 11 orang.

Soal #30 • Kemampuan Numerik (Barisan Geometri)
Standar SM UPI

Komunitas literasi sains digital mahasiswa mencatat bahwa pada bulan pertama anggotanya berjumlah 16 orang. Jumlah anggota baru bertambah secara eksponensial mengikuti rasio barisan geometri tetap sebesar 1,5 kali lipat (rasio r = 3/2) setiap bulannya. Berapakah jumlah anggota komunitas tersebut pada bulan keempat?

A. 42 orang
B. 48 orang
C. 60 orang
D. 72 orang
E. 54 orang

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Rumus suku ke-n barisan geometri: Un = a × rn – 1
Diketahui a = 16, r = 3/2, n = 4.
U4 = 16 × (3/2)3 = 16 × (27 / 8) = 2 × 27 = 54 orang.

Soal #31 • Literasi Bahasa Indonesia (Ide Pokok Paragraf)
Standar SM UPI

Bacalah kutipan paragraf berikut:
‘Pendidikan berbasis diferensiasi kini menjadi salah satu pilar transformasi pedagogis di sekolah modern. Pendekatan ini tidak menuntut keseragaman hasil belajar, melainkan memfasilitasi keragaman gaya belajar, kesiapan belajar, dan minat setiap peserta didik. Guru berperan memetakan potensi awal siswa dan menyediakan konten, proses, serta produk asesmen yang adaptif. Dengan demikian, setiap anak mendapatkan ruang untuk mengoptimalkan potensi individualnya tanpa merasa tertinggal oleh standardisasi yang kaku.’
Gagasan utama (ide pokok) paragraf tersebut adalah…

A. Standardisasi evaluasi mutlak diterapkan di sekolah modern untuk menjaga mutu
B. Guru wajib menuntut keseragaman hasil belajar seluruh siswa tanpa pengecualian
C. Pembelajaran berdiferensiasi memfasilitasi keragaman potensi dan kebutuhan peserta didik
D. Pendidikan modern meniadakan kurikulum nasional demi kebebasan individual
E. Gaya belajar siswa tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap proses asesmen

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Gagasan utama terletak pada kalimat topik di awal yang kemudian diperjelas oleh kalimat-kalimat pengembang berikutnya, yaitu konsep pendidikan berdiferensiasi sebagai pendekatan yang menghargai dan memfasilitasi keragaman kebutuhan, gaya belajar, dan potensi siswa.

Soal #32 • Literasi Bahasa Indonesia (Kalimat Efektif)
Standar SM UPI

Perhatikan kalimat tidak efektif berikut:
‘Bagi calon mahasiswa baru yang belum melengkapi berkas administrasi diharapkan untuk segera menyerahkannya ke loket pendaftaran.’
Perbaikan yang tepat agar kalimat tersebut menjadi kalimat efektif dan gramatikal adalah…

A. Menghilangkan kata depan ‘Bagi’ pada awal kalimat agar predikat memiliki subjek yang jelas
B. Mengganti kata ‘diharapkan’ menjadi frasa ‘diharuskan berharap’
C. Membubuhkan tanda koma setelah kata ‘berkas administrasi’ dan mempertahankan kata ‘Bagi’
D. Menghilangkan keterangan tujuan ‘ke loket pendaftaran’
E. Mengubah kata kerja ‘menyerahkan’ menjadi bentuk intransitif

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penggunaan preposisi ‘Bagi’ di awal kalimat membuat frasa ‘calon mahasiswa baru…’ berubah fungsi menjadi keterangan pengantar, sehingga kalimat tersebut kehilangan subjek gramatikal. Dengan menghapus kata ‘Bagi’, frasa ‘Calon mahasiswa baru…’ resmi menduduki fungsi subjek kalimat.

Soal #33 • Literasi Bahasa Indonesia (Ejaan & Tanda Baca EYD)
Standar SM UPI

Penulisan gelar akademik, tanda baca, dan huruf kapital yang tepat sesuai Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EYD Edisi V) terdapat pada kalimat…

A. Prof Dr Sunaryo, MPd. menyampaikan orasi ilmiah di Gedung Ahmad Sanusi UPI.
B. Prof. Dr. Sunaryo, M.Pd. menyampaikan orasi ilmiah di Gedung Ahmad Sanusi UPI.
C. Prof. Dr. Sunaryo M.Pd. menyampaikan orasi ilmiah, di gedung Ahmad Sanusi UPI.
D. Prof. Dr. Sunaryo, M.Pd menyampaikan orasi ilmiah di gedung ahmad sanusi UPI.
E. Prof Dr Sunaryo M.Pd. menyampaikan orasi ilmiah di Gedung Ahmad Sanusi, UPI.

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Sesuai EYD: Singkatan gelar akademik diberi tanda titik pada tiap singkatan (Prof., Dr., M.Pd.) dan dipisahkan tanda koma dari nama penyandang (Sunaryo, M.Pd.). Nama bangunan resmi dan nama universitas diawali huruf kapital (Gedung Ahmad Sanusi UPI), dan tidak boleh disisipi tanda koma di antara predikat dan keterangan tempat.

Soal #34 • Literasi Bahasa Indonesia (Makna Istilah Kontekstual)
Standar SM UPI

Dalam kalimat: ‘Akselerasi teknologi digital menuntut setiap pendidik memiliki sikap adaptif dalam merancang media instruksional interaktif’, makna istilah adaptif adalah…

A. Mampu menyesuaikan diri secara lincah dengan perubahan lingkungan dan perkembangan baru
B. Menolak inovasi teknologi demi menjaga keaslian budaya tradisional
C. Bergantung sepenuhnya pada kecerdasan buatan tanpa intervensi manual
D. Bersikap pasif menunggu adanya petunjuk teknis operasional dari instansi pusat
E. Mengubah tujuan kurikulum pembelajaran secara bebas tanpa perencanaan

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kata ‘adaptif’ berasal dari kata adaptasi, yang berarti berdaya lentur dan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri secara tepat guna menghadapi perubahan situasi, tantangan lingkungan, atau perkembangan teknologi.

Soal #35 • Literasi Bahasa Indonesia (Konjungsi Antarkalimat)
Standar SM UPI

Bacalah rumpang kalimat berikut:
‘Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan luar biasa dalam mempersonalisasi materi ajar. […], ketergantungan berlebihan pada algoritma otomasi dikhawatirkan dapat mengikis kepekaan empati emosional dan interaksi sosial antarsiswa.’
Konjungsi antarkalimat yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang adalah…

A. Oleh sebab itu,
B. Selain itu,
C. Maka dari itu,
D. Dengan demikian,
E. Meskipun demikian,

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kalimat pertama memaparkan dampak positif (kemudahan personalisasi), sedangkan kalimat kedua memaparkan potensi risiko negatif (terkikisnya empati). Hubungan kedua gagasan bersifat pertentangan/perlawanan, sehingga konjungsi antarkalimat yang tepat adalah ‘Meskipun demikian,’ atau ‘Namun demikian,’.

Soal #36 • Literasi Bahasa Indonesia (Simpulan Teks Analitis)
Standar SM UPI

Bacalah teks berikut:
‘Penelitian membuktikan bahwa siswa yang rutin membaca buku non-fiksi selama 15 menit setiap pagi memiliki kekayaan kosakata 35% lebih tinggi dan kemampuan mencerna teks analitis 28% lebih baik dibanding mereka yang tidak dibiasakan membaca. Selain itu, kegiatan literasi pagi ini juga terbukti melatih ketenangan serta rentang fokus siswa sepanjang proses belajar.’
Simpulan yang paling akurat dan selaras dengan teks adalah…

A. Siswa yang tidak membaca buku non-fiksi dipastikan gagal dalam seluruh ujian sekolah
B. Membaca fiksi sebaiknya dilarang karena merusak daya konsentrasi siswa
C. Kebiasaan membaca buku non-fiksi 15 menit setiap pagi berkontribusi nyata pada pengayaan kosakata, pemahaman teks analitis, dan fokus belajar
D. Penjelasan guru di kelas hanya akan dipahami oleh siswa yang memiliki koleksi buku pribadi
E. Membaca buku non-fiksi hanya memberikan manfaat kognitif bagi siswa jenjang perguruan tinggi

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Simpulan yang sahih harus mencakup substansi bukti penelitian dalam teks tanpa menambahkan generalisasi ekstrem (seperti kata ‘dipastikan gagal’ atau ‘dilarang’). Opsi C merangkum dengan tepat pengaruh positif membaca buku non-fiksi terhadap kosakata, pemahaman analitis, dan fokus.

Soal #37 • Literasi Bahasa Inggris (Main Idea of the Passage)
Standar SM UPI

Read the passage below:
‘Inclusive education is an approach that seeks to address the diverse learning needs of all children, youth, and adults, with a specific focus on those who are vulnerable to marginalization. Rather than requiring learners to conform to rigid and inflexible frameworks, inclusive pedagogy reshapes teaching methodologies, learning environments, and curricula to embrace individual differences. Research consistently indicates that inclusive classrooms not only benefit students with disabilities by boosting their social competencies and self-esteem, but also cultivate empathy, collaboration, and mutual respect among their neurotypical peers.’
What is the primary topic of the passage?

A. The massive financial expenditures required to construct modern specialized schools
B. The reasons why neurotypical learners should be segregated from students with disabilities
C. The history of traditional exam assessment systems in Europe
D. The strict regulations for selecting school principles in urban areas
E. How inclusive education adapts learning environments to embrace diversity and benefits all students

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
The text explains the fundamental premise of inclusive education: restructuring schools and teaching methods to cater to diverse learners, which ultimately benefits both special-needs students and their neurotypical peers.

Soal #38 • Literasi Bahasa Inggris (Vocabulary in Context)
Standar SM UPI

In the concluding sentence: ‘Inclusion is not merely an educational strategy; it is a fundamental human right that underpins an equitable and civilized society’, the word underpins is closest in meaning to…

A. supports
B. undermines
C. isolates
D. postpones
E. restricts

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
The verb ‘underpin’ means to support, justify, or form the solid foundation of something. Therefore, ‘supports’ is the most accurate synonym in this context.

Soal #39 • Literasi Bahasa Inggris (Reading Comprehension Inference)
Standar SM UPI

Based on the text above, an inclusive pedagogical approach emphasizes that…

A. Learning environments and curricula must adapt to the diverse needs of students
B. Students with special needs must force themselves to fit an inflexible classroom model
C. Standardized examinations are the sole metric to evaluate educational excellence
D. Teachers should eliminate cognitive standards to accommodate struggling students
E. Social interaction between peers should be avoided during learning activities

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
The text explicitly states: ‘Rather than requiring learners to conform to rigid and inflexible frameworks, inclusive pedagogy reshapes teaching methodologies, learning environments, and curricula to embrace individual differences.’

Soal #40 • Literasi Bahasa Inggris (Conditional Sentences)
Standar SM UPI

Choose the correct verb form to complete the sentence:
‘If the educational board […] more research grants for young teachers, more innovative digital learning modules would be developed.’

A. provides
B. will provide
C. had provided
D. provided
E. has provided

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
This is a Second Conditional sentence (hypothetical condition in the present/future). Pattern: If + Subject + Simple Past (Verb-2), Subject + would + Verb-1. Therefore, the correct past verb is ‘provided’.

Soal #41 • Literasi Bahasa Inggris (Parallel Structure)
Standar SM UPI

Complete the sentence with the grammatically parallel element:
‘A professional educator must be proficient in planning interactive lessons, […] active student engagement, and evaluating learning outcomes objectively.’

A. maintaining
B. maintain
C. maintained
D. to maintain
E. maintenance

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Parallel structure requires series items joined by commas and ‘and’ to share the same grammatical form. The sentence features a series of gerunds: ‘planning…’, ‘[maintaining]…’, and ‘evaluating…’.

Soal #42 • Literasi Bahasa Inggris (Relative Clause)
Standar SM UPI

Select the correct relative pronoun to complete the sentence:
‘The constructivist learning theory […] was popularized by Jerome Bruner highlights the importance of discovery learning.’

A. whom
B. whose
C. who
D. which
E. where

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
The antecedent is ‘The constructivist learning theory’, which is an inanimate object (concept/thing), functioning as the subject of the adjective clause. The correct relative pronoun is ‘which’ (or ‘that’).

Soal #43 • Kemampuan Pedagogik & Filosofi Pendidikan
Standar SM UPI

Semboyan kepemimpinan pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni ‘Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani’, memiliki makna filosofis operasional bagi pendidik modern, yaitu…

A. Di depan memberi contoh teladan, di tengah membangun prakarsa dan semangat berkarya, di belakang memberikan dorongan moral dan kemandirian
B. Di depan memerintah secara hierarkis, di tengah mengawasi kepatuhan, di belakang memberikan sanksi administratif bagi yang lalai
C. Di depan mengutamakan kepentingan pribadi, di tengah membagi tugas teknis, di belakang menerima laporan hasil evaluasi
D. Di depan menuntut kepatuhan mutlak, di tengah membatasi ruang diskusi, di belakang mengevaluasi penyerapan anggaran
E. Di depan membatasi ekspresi siswa, di tengah memberikan ceramah satu arah, di belakang membiarkan siswa belajar tanpa panduan

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara berarti: pendidik ketika berada di depan harus menjadi teladan budi pekerti (Ing Ngarso Sung Tulodo), ketika berada di antara peserta didik harus membangkitkan kehendak, motivasi, dan prakarsa (Ing Madyo Mangun Karso), dan ketika berada di belakang harus memberikan daya dorong kemandirian (Tut Wuri Handayani).

Soal #44 • Kemampuan Pedagogik (Sintaks Model Pembelajaran)
Standar SM UPI

Dalam model pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning / PBL), tahapan awal (sintaks ke-1) yang wajib dilakukan oleh seorang guru di kelas adalah…

A. Mengorganisasi siswa untuk langsung mengerjakan soal evaluasi tes akhir semester
B. Membagikan lembar kunci jawaban dan meminta siswa menghafalkannya secara berkelompok
C. Meminta siswa mempresentasikan laporan kesimpulan proyek sebelum penyelidikan
D. Mengorientasikan peserta didik pada permasalahan nyata yang autentik, relevan, dan kontekstual
E. Membagi kelompok siswa secara acak tanpa memberikan penjelasan pengantar mengenai materi

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Sintaks pertama PBL adalah Orientasi Peserta Didik pada Masalah (orienting students to the problem). Guru menghadirkan masalah nyata/autentik yang memicu rasa ingin tahu, konflik kognitif, dan motivasi siswa untuk melakukan investigasi.

Soal #45 • Kemampuan Pedagogik (Asesmen Pembelajaran)
Standar SM UPI

Pada awal tahun ajaran baru, guru menyelenggarakan tes kesiapan awal materi dan asesmen non-kognitif untuk memetakan latar belakang psikososial, minat, serta gaya belajar siswa sebelum kegiatan inti pembelajaran dimulai. Jenis asesmen tersebut adalah…

A. Asesmen Sumatif
B. Asesmen Sertifikasi
C. Asesmen Diagnostik
D. Asesmen Standarisasi
E. Asesmen Akreditasi

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Asesmen diagnostik (baik kognitif maupun non-kognitif) bertujuan mengidentifikasi kompetensi awal, kelemahan, minat, profil, dan kesiapan peserta didik sebelum pembelajaran dirancang, sehingga guru dapat merencanakan pembelajaran berdiferensiasi.

Soal #46 • Kemampuan Pedagogik (Teori Belajar Kognitif-Sosial)
Standar SM UPI

Konsep Zone of Proximal Development (ZPD)—yakni rentang jarak antara kemampuan aktual siswa memecahkan masalah mandiri dengan kemampuan potensial di bawah bimbingan orang dewasa atau rekan yang lebih kompeten—dikembangkan oleh…

A. Jean Piaget
B. B.F. Skinner
C. Edward Thorndike
D. Lev Vygotsky
E. John Dewey

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Lev Semonovich Vygotsky adalah tokoh psikologi pendidikan sosiokultural yang merumuskan konsep ZPD dan perancah belajar (scaffolding), di mana interaksi sosial dan asistensi terarah menjadi katalisator utama perkembangan kognitif.

Soal #47 • Kemampuan Pedagogik (Manajemen Konflik Kelas)
Standar SM UPI

Ketika sedang memandu diskusi kelompok, seorang guru menjumpai dua siswa berselisih tegang mengenai pembagian tugas hingga menimbulkan kegaduhan di kelas. Tindakan pertama yang paling edukatif dan tepat dilakukan oleh guru adalah…

A. Membentak kedua siswa di depan kelas dan mengusir mereka ke luar ruangan selama sisa jam pelajaran
B. Mengabaikan kejadian tersebut dan terus menerangkan pelajaran tanpa mempedulikan suasana kelas
C. Memberikan hukuman fisik berupa berdiri di hadapan seluruh siswa di lapangan upacara
D. Langsung memanggil pihak keamanan sekolah untuk mengamankan kedua siswa secara paksa
E. Menenangkan suasana kelas secara suportif, melerai kedua siswa secara tenang, dan mengajak mereka berdialog empatik setelah jam pelajaran usai

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Prinsip disiplin positif dan manajemen kelas inklusif menuntut pendidik bersikap tenang, meredakan ketegangan kelas tanpa mempermalukan siswa di depan umum, serta memfasilitasi mediasi empatik untuk mencari akar masalah dan solusi saling menghormati.

Soal #48 • Kemampuan Pedagogik & Pembelajaran Abad 21
Standar SM UPI

Dalam kerangka kompetensi pembelajaran abad ke-21 yang dikenal dengan akronim ‘4C’, empat keterampilan utama yang wajib diasah pada diri peserta didik mencakup…

A. Calculation, Correction, Concentration, and Compliance
B. Competition, Certification, Classification, and Construction
C. Command, Control, Cognition, and Cooperation
D. Concept, Competence, Context, and Character
E. Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kerangka keterampilan abad 21 (Partnership for 21st Century Skills) merumuskan 4C: Critical Thinking (berpikir kritis), Creativity (kreativitas & inovasi), Collaboration (kolaborasi/kerja sama), dan Communication (komunikasi efektif).

Soal #49 • Kemampuan Pedagogik (Tahap Perkembangan Kognitif)
Standar SM UPI

Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget, tahapan di mana anak mulai mampu berpikir secara logis mengenai peristiwa dan objek konkret serta memahami prinsip kekekalan (konservasi volume/massa), namun belum mampu berpikir abstrak hipotetis (usia 7-11 tahun) adalah…

A. Tahap Sensorimotor
B. Tahap Praoperasional
C. Tahap Operasional Konkret
D. Tahap Operasional Formal
E. Tahap Pascaoperasional

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Tahap Operasional Konkret (7-11 tahun) dicirikan oleh kemampuan logika deduktif sederhana terhadap fenomena konkret dan penguasaan hukum kekekalan materi. Kemampuan berpikir abstrak dan perumusan hipotesis baru berkembang pada tahap Operasional Formal (11 tahun ke atas).

Soal #50 • Kemampuan Pedagogik (Kerangka TPACK)
Standar SM UPI

Dalam kerangka integrasi teknologi pembelajaran (Technological Pedagogical Content Knowledge / TPACK), domain pengetahuan yang memadukan antara penguasaan materi keilmuan secara mendalam dengan metode/strategi instruksional yang tepat untuk mengajarkannya kepada peserta didik disebut…

A. Technological Knowledge (TK)
B. Content Knowledge (CK)
C. Technological Pedagogical Knowledge (TPK)
D. Pedagogical Content Knowledge (PCK)
E. Pedagogical Knowledge (PK)

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
PCK (Pedagogical Content Knowledge), yang pertama kali digagas oleh Lee Shulman, merupakan irisan antara Content Knowledge (materi) dan Pedagogical Knowledge (metode pedagogi). Ketika teknologi diintegrasikan ke dalam seluruh irisan tersebut, ia menjadi TPACK.

Soal #51 • Wawasan Kependidikan (Profil Pelajar Pancasila)
Standar SM UPI

Salah satu dimensi esensial dalam Profil Pelajar Pancasila yang menuntut peserta didik mampu mempertahankan jati diri dan budaya luhur bangsa sembari memiliki keterbukaan berinteraksi secara positif dengan keragaman budaya lain antarbangsa adalah…

A. Mandiri
B. Bernalar Kritis
C. Gotong Royong
D. Berkebinekaan Global
E. Kreatif

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Dimensi Berkebinekaan Global mencerminkan profil pelajar yang mempertahankan budaya luhur, lokalitas, dan identitasnya, serta tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain tanpa prasangka stereotip sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai antarbangsa.

Soal #52 • Penalaran Sosial & Literasi Informasi Digital
Standar SM UPI

Fenomena polarisasi sosial dan maraknya informasi palsu (hoaks) di media sosial sering kali dipicu oleh bias konfirmasi (confirmation bias). Pendekatan instruksional yang paling efektif diterapkan di lembaga pendidikan untuk menangkal fenomena ini adalah…

A. Melarang seluruh siswa mengakses berita dan materi pengetahuan dari internet
B. Mewajibkan siswa mempercayai satu narasi tunggal yang disediakan oleh akun resmi sekolah
C. Meniadakan seluruh mata pelajaran yang berkaitan dengan ilmu sosial dan teknologi
D. Membatasi diskusi kelas hanya pada topik hafalan teori dasar yang steril dari perbedaan opini
E. Mengembangkan kecakapan literasi digital kritis, verifikasi silang sumber informasi, dan penalaran skeptis-ilmiah yang sehat

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Solusi pedagogis melawan disinformasi dan bias konfirmasi bukan sensor kaku, melainkan penanaman literasi digital dan berpikir kritis: melatih siswa mengecek kredibilitas sumber, membandingkan berbagai perspektif data, dan mengevaluasi bukti secara objektif.

Soal #53 • Penalaran Sains & Keberlanjutan Lingkungan
Standar SM UPI

Pemanasan global dipicu oleh tingginya emisi gas rumah kaca di atmosfer. Sebagai bentuk nyata pendidikan pembangunan berkelanjutan (Education for Sustainable Development), program komprehensif yang paling relevan diimplementasikan di lingkungan kampus dan sekolah adalah…

A. Menggalakkan program eco-campus terpadu meliputi efisiensi energi listrik, pemilahan sampah organik-anorganik, konservasi air, dan perluasan ruang terbuka hijau
B. Membakar seluruh tumpukan sampah plastik di area terbuka kampus setiap akhir pekan
C. Mengganti seluruh taman hijau dengan lantai plester beton agar mudah dirawat dan bersih
D. Menyalakan pendingin ruangan berdaya tinggi secara terus-menerus tanpa ventilasi udara alami
E. Membatasi pembelajaran ekologi sebatas teori buku tanpa aksi nyata pelestarian lingkungan

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Konsep eco-campus/green school mengintegrasikan teori kelestarian lingkungan dengan aksi nyata terencana: konservasi energi, daur ulang limbah, pelestarian pohon peneduh, dan pengurangan jejak karbon secara kolektif.

Soal #54 • Kemampuan Pedagogik (Prinsip Pembelajaran Berdiferensiasi)
Standar SM UPI

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru menyajikan materi tentang siklus air melalui modul teks bergambar untuk peserta didik visual, rekaman rekaman audio/penjelasan lisan untuk peserta didik auditori, serta peraga miniatur untuk peserta didik kinestetik. Guru tersebut menerapkan diferensiasi pada aspek…

A. Diferensiasi Konten
B. Diferensiasi Produk
C. Diferensiasi Lingkungan Belajar
D. Diferensiasi Waktu Belajar
E. Diferensiasi Beban Biaya

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Diferensiasi konten berhubungan dengan ragam cara bagaimana materi atau informasi disajikan kepada peserta didik (format bacaan, audio, peraga visual) disesuaikan dengan kesiapan, profil, dan modalitas gaya belajar mereka.

Soal #55 • Kemampuan Pedagogik (Penelitian Tindakan Kelas / PTK)
Standar SM UPI

Tujuan esensial seorang guru profesional melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara berkesinambungan di sekolah adalah…

A. Menemukan kesalahan peserta didik sebagai bukti pertimbangan pemotongan nilai rapor
B. Memperoleh royalti komersial dari penerbitan buku modul di luar lingkungan sekolah
C. Menilai dan membandingkan peringkat keunggulan sekolah sendiri dengan sekolah di wilayah lain
D. Melakukan refleksi kritis dan tindakan terencana guna memperbaiki serta meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelasnya sendiri
E. Mengganti seluruh kurikulum nasional yang sedang berlaku tanpa persetujuan dinas pendidikan

Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersifat reflektif dan kontekstual. Tujuan pokoknya adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses instruksional serta hasil belajar siswa di dalam kelas yang diampu guru melalui siklus tindakan terencana (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi).

Ingin mengakses lebih banyak soal dan pembahasan terbaru?

Dapatkan kumpulan soal lengkap, pembahasan terperinci, serta tips strategi menjawab soal Tes Masuk Universitas Pendidikan Indonesia hanya di situs resmi kami.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?