50+ Soal TKA Biologi SMA SMK Lengkap Pembahasan & Kisi-Kisi

Share ke:


Bagi siswa SMA dan SMK yang sedang mempersiapkan diri menghadapi SNBP dan seleksi masuk PTN, penguasaan materi Biologi menjadi salah satu aspek penting dalam Tes Kemampuan Akademik bersama dengan mata pelajaran soal TKA Kimia 2026 dan soal TKA Fisika SMA. Biologi tidak hanya berisi teori tentang kehidupan, tetapi juga melatih cara berpikir kritis dan logis dalam memahami berbagai fenomena alam maupun proses yang terjadi pada makhluk hidup. Pemahaman konsep dasar yang kuat akan membantu siswa lebih mudah menyelesaikan soal-soal berbasis analisis.

Melalui kumpulan 100 soal TKA Biologi lengkap dengan kunci jawaban ini, siswa dapat berlatih sekaligus mengevaluasi kemampuan yang telah dimiliki. Latihan ini juga dirancang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, sehingga pembelajaran lebih terarah, kontekstual, dan menekankan pemahaman konsep. Dengan berlatih secara konsisten, siswa akan lebih siap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dan mampu bersaing dengan percaya diri.

Kisi-Kisi Biologi TKA SNBP SMA/SMK

5 Perbedaan Biologi Murni dan Pendidikan Biologi - Ruang Mahasiswa

Kisi-kisi berikut memuat pokok bahasan utama Biologi yang sering muncul dalam Tes Kemampuan Akademik. Dengan memahami garis besar materi ini, siswa dapat lebih fokus saat belajar dan berlatih soal.

  • Struktur dan Fungsi Sel
    Mencakup teori sel, organel sel, membran plasma, transportasi zat, respirasi seluler, dan fotosintesis.
  • Jaringan pada Tumbuhan dan Hewan
    Jenis-jenis jaringan, struktur dan fungsinya, perbedaan jaringan tumbuhan (epidermis, xilem, floem) dan jaringan hewan (epitel, otot, saraf, darah).
  • Sistem Organ Manusia
    Sistem pencernaan, pernapasan, peredaran darah, ekskresi, saraf, endokrin, reproduksi, serta integrasinya untuk menjaga homeostasis.
  • Genetika dan Bioteknologi
    Hukum Mendel, persilangan monohibrid & dihibrid, DNA-RNA-protein, rekayasa genetika, kultur jaringan, serta bioteknologi terapan.
  • Reproduksi dan Pertumbuhan
    Reproduksi aseksual dan seksual pada tumbuhan & hewan, perkembangan embrio, faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
  • Ekologi dan Lingkungan
    Interaksi organisme (simbiosis, predasi, kompetisi), rantai makanan, siklus biogeokimia, suksesi ekologi, pencemaran lingkungan, serta konservasi.
  • Evolusi
    Teori evolusi, bukti evolusi, seleksi alam, spesiasi, serta hubungan evolusi dengan keanekaragaman hayati.

Keunggulan Soal TKA Biologi Kami

Keunggulan TKA Biologi kami terletak pada penyajian materi yang ringkas, terstruktur, dan sesuai Kurikulum Merdeka. Setiap topik dirancang untuk membantu siswa memahami konsep inti Biologi, sekaligus melatih kemampuan analisis yang dibutuhkan dalam menghadapi SNBP.

  • Sesuai Kisi-Kisi SNBP
    Materi yang disajikan telah disusun berdasarkan topik yang sering diujikan dalam Tes Kemampuan Akademik. Dengan begitu, siswa dapat fokus pada pokok bahasan yang benar-benar relevan untuk persiapan SNBP.
  • Berorientasi Konsep
    Latihan dirancang tidak hanya untuk menghafal, tetapi juga memahami konsep Biologi secara mendalam. Hal ini membantu siswa menguasai keterampilan analitis yang sangat dibutuhkan ketika mengerjakan soal tipe HOTS.
  • Mendukung Kurikulum Merdeka
    Seluruh materi mengikuti prinsip Kurikulum Merdeka, yaitu pembelajaran yang kontekstual dan berpusat pada siswa. Pendekatan ini membuat latihan terasa lebih bermakna dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Disertai Kunci Jawaban
    Setiap latihan dilengkapi dengan kunci jawaban agar siswa dapat mengevaluasi hasil belajar secara mandiri. Dengan cara ini, siswa bisa mengetahui kelemahan maupun kekuatan mereka, lalu memperbaikinya sebelum menghadapi ujian sesungguhnya.

Kumpulan 50+ Soal TKA Biologi SMA SMK Lengkap Pembahasan

🧬 Bank Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Biologi Terlengkap: Di bawah ini disajikan 55 Soal Latihan & Prediksi TKA Biologi SMA/SMK (Standar UTBK SNBT & Ujian Mandiri PTN) lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan analitis mendalam berbasis konsep HOTS Kurikulum Merdeka. Soal terbagi ke dalam 4 bidang kompetensi utama: Biologi Sel, Biomolekul & Enzimologi (1-14), Fisiologi Tumbuhan, Fotosintesis & Transportasi Air (15-26), Fisiologi Hewan & Sistem Organ Manusia (27-38), serta Genetika, Hereditas, Bioteknologi & Evolusi/Ekologi Lingkungan (39-55). Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk mempelajari pembahasannya secara komprehensif!

Soal #1 • Biologi Sel (Fluiditas & Struktur Membran) Standar TKA Biologi

Berdasarkan model mosaik fluida (Singer & Nicolson), membran plasma tersusun atas fosfolipid bilayer dan berbagai protein integral maupun perifer. Pada organisme yang beradaptasi di lingkungan bersuhu dingin ekstrem, modifikasi lipid membran yang paling krusial untuk mencegah pemadatan (solidifikasi) membran adalah…

A. Meningkatkan proporsi asam lemak jenuh berantai panjang pada ekor fosfolipid
B. Mengeliminasi seluruh molekul sterol/kolesterol dari lapisan ganda fosfolipid
C. Meningkatkan proporsi asam lemak tak jenuh berikatan rangkap cis serta modulasi kolesterol sebagai buffer fluiditas
D. Menambah ketebalan lapisan glikokaliks di sisi ekstraseluler membran
E. Mengubah seluruh protein perifer menjadi protein integral transmembran
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pada suhu dingin, membran sel berisiko mengalami pembekuan/pemadatan jika fosfolipid tersusun terlalu rapat. Untuk mempertahankan fluiditas membran, sel meningkatkan rasio asam lemak tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap cis (membentuk lekukan/kink pada ekor hidrokarbon sehingga fosfolipid tidak bisa saling merapat padat). Selain itu, kolesterol bertindak sebagai buffer fluiditas pada suhu rendah dengan menghalangi pengemasan rapat antarmolekul fosfolipid.
Soal #2 • Biologi Sel (Osmosis & Potensial Air) Standar TKA Biologi

Suatu sel darah merah (eritrosit) dan sel parenkim daun tumbuhan masing-masing dimasukkan ke dalam wadah berisi akuades murni (larutan sangat hipotonik). Peristiwa yang akan teramati secara mikroskopis setelah beberapa saat adalah…

A. Eritrosit mengalami krenasi, sedangkan sel tumbuhan mengalami plasmolisis
B. Eritrosit mengalami hemolisis (lisis), sedangkan sel tumbuhan menjadi turgid tanpa mengalami lisis
C. Eritrosit tetap mempertahankan bentuknya, sedangkan sel tumbuhan pecah akibat tekanan osmosis
D. Kedua sel mengalami lisis karena laju influks air melampaui kapasitas elastisitas membran
E. Kedua sel mengalami dehidrasi karena molekul air berdifusi keluar sitoplasma
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pada larutan hipotonik (akuades), air bergerak masuk ke dalam sel secara osmosis:
• Eritrosit tidak memiliki dinding sel penahan. Influks air yang masif meningkatkan tekanan internal hingga membran plasma pecah (hemolisis/lisis).
• Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang rigid dari selulosa. Masuknya air menyebabkan protoplas mengembang dan menekan dinding sel (turgor), membangkitkan tekanan dinding yang menghentikan influks air lebih lanjut sehingga sel menjadi turgid optimal tanpa pecah.
Soal #3 • Biologi Sel (Transpor Aktif Pompa Na+/K+) Standar TKA Biologi

Pompa natrium-kalium (Na+/K+-ATPase) merupakan mekanisme transpor aktif primer yang vital dalam menjaga potensial istirahat sel saraf dan otot. Dalam satu siklus hidrolisis 1 molekul ATP, mekanisme translokasi ion yang benar adalah…

A. Memompa 3 ion Na+ keluar dari sel dan memasukkan 2 ion K+ ke dalam sel melawan gradien konsentrasi
B. Memompa 3 ion K+ keluar dari sel dan memasukkan 2 ion Na+ ke dalam sel menuruni gradien konsentrasi
C. Memompa 2 ion Na+ keluar dari sel dan memasukkan 3 ion K+ ke dalam sel secara difusi terfasilitasi
D. Memompa 3 ion Na+ dan 2 ion K+ secara bersamaan keluar sel menuju ruang ekstraseluler
E. Mengangkut 1 ion Na+ dan 1 ion K+ secara searah (symport) ke dalam sitoplasma
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pompa Na+/K+ adalah transporter antiport elektrogenik. Dengan memanfaatkan energi bebas dari hidrolisis 1 ATP, pompa ini mengalami perubahan konformasi terfosforilasi untuk mengeluarkan 3 ion Na+ ke cairan ekstraseluler dan memasukkan 2 ion K+ ke dalam sitoplasma sel. Mekanisme ini mempertahankan gradien konsentrasi elektrokimia di mana kadar K+ intraseluler tetap tinggi dan Na+ ekstraseluler tetap tinggi.
Soal #4 • Biologi Sel (Sistem Endomembran & Sekresi) Standar TKA Biologi

Hormon polipeptida seperti insulin disintesis oleh sel beta pankreas dan disekresikan ke aliran darah. Urutan rute organel dalam sistem endomembran yang dilalui oleh molekul protein tersebut sejak translasi hingga sekresi adalah…

A. Ribosom bebas → Matriks sitoplasma → Badan Golgi → Retikulum Endoplasma → Lisosom
B. Nukleolus → Retikulum Endoplasma Halus → Mitokondria → Vakuola → Membran Plasma
C. Lisosom → Peroksisom → Retikulum Endoplasma Kasar → Badan Golgi → Eksositosis
D. Ribosom pada RE Kasar → Lumen RE Kasar → Vesikel Transpor → Diktiosom/Badan Golgi → Vesikel Sekretori → Membran Plasma
E. Badan Golgi → Retikulum Endoplasma Kasar → Sentrosom → Membran Sel
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Protein sekretori disintesis oleh ribosom yang terikat pada permukaan Retikulum Endoplasma Kasar (REK). Rantai polipeptida masuk ke lumen REK untuk pelipatan dan glikosilasi awal, dikemas ke dalam vesikel transpor menuju cis-Golgi. Di Badan Golgi, protein dimodifikasi pascatranslasi, dipilah di trans-Golgi ke dalam vesikel sekretori, lalu vesikel berfusi dengan membran plasma untuk dilepaskan via eksositosis.
Soal #5 • Biologi Sel (Organel Lisosom & Peroksisom) Standar TKA Biologi

Sel makrofag mengeliminasi bakteri patogen hasil fagositosis serta mendaur ulang mitokondria yang rusak (autofagi). Organel sel yang mengandung enzim-enzim hidrolase asam dengan pH optimal ~5 untuk menjalankan fungsi degradasi intraseluler tersebut adalah…

A. Sentriol
B. Peroksisom
C. Badan Mikro (Glioksisom)
D. Vakuola makanan
E. Lisosom
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Lisosom adalah organel bermembran tunggal yang diproduksi oleh badan Golgi dan mengandung lebih dari 50 jenis enzim hidrolitik asam (protease, nuklease, glikosidase, lipase). Enzim-enzim ini aktif pada pH asam (~4,5–5,0) yang dipertahankan oleh pompa proton H+-ATPase pada membran lisosom, bertugas mendegradasi debris seluler, materi fagositosis, dan organel rusak (autofagi).
Soal #6 • Biologi Sel (Sitoskeleton & Mitosis) Standar TKA Biologi

Senyawa antimitotik seperti kolkisin digunakan dalam pemuliaan tanaman untuk menginduksi poliploidi. Mekanisme kerja kolkisin pada tingkat sitoskeleton sel yang menyebabkan kegagalan pemisahan kromosom adalah…

A. Memblokir sintesis DNA selama fase S pada interfase
B. Menghambat polimerisasi dimer protein tubulin sehingga mencegah pembentukan gelendong spindel mitosis
C. Merusak cincin kontraktil mikrofilamen aktin sehingga memicu pembelahan ganda
D. Mendenaturasi protein histon pada kromatin inti sel
E. Menghalangi replikasi sentriol pada profase awal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kolkisin berikatan spesifik dengan subunit protein tubulin dan menghambat perakitannya menjadi mikrotubulus. Akibatnya, benang spindel mitosis tidak terbentuk selama metafase dan anafase. Kromatid saudara yang telah mengganda tidak dapat ditarik ke kutub sel yang berlawanan, sitokinesis terhenti, dan inti sel terbentuk kembali dengan jumlah set kromosom berlipat ganda (poliploidi).
Soal #7 • Biomolekul & Enzimologi (Model Induced Fit) Standar TKA Biologi

Menurut teori kecocokan terinduksi (Induced Fit Model) yang diajukan oleh Daniel Koshland, interaksi antara sisi aktif enzim dengan molekul substrat berlangsung melalui mekanisme…

A. Sisi aktif enzim memiliki bentuk spasial yang kaku dan komplementer mutlak menyerupai kunci dan gembok
B. Molekul substrat berubah menjadi molekul kofaktor anorganik sesaat sebelum reaksi katalisis
C. Pengikatan molekul substrat menginduksi perubahan konformasi fleksibel pada sisi aktif enzim sehingga gugus katalitik berada pada orientasi optimal
D. Substrat berikatan secara kovalen permanen pada sisi alosterik enzim
E. Enzim meningkatkan energi aktivasi reaksi biokimia guna mempercepat laju pembentukan produk
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Model Induced Fit menyatakan bahwa sisi aktif enzim bersifat fleksibel secara konformasional. Interaksi awal antara substrat dan asam amino di sisi aktif menginduksi penataan ulang spasial situs aktif enzim, memposisikan gugus katalitik secara presisi untuk menstabilkan keadaan transisi (transition state) dan menurunkan energi aktivasi reaksi.
Soal #8 • Biomolekul & Enzimologi (Inhibisi Kompetitif) Standar TKA Biologi

Pada suatu uji kinetika enzimatis, penambahan molekul inhibitor tertentu menyebabkan nilai Km (afinitas tampak) meningkat, namun laju maksimum reaksi (Vmax) tetap dapat tercapai dengan meningkatkan konsentrasi substrat hingga sangat berlebih. Jenis inhibitor dan cara kerjanya adalah…

A. Inhibitor kompetitif, yang bersaing secara langsung dengan molekul substrat dalam merebut sisi aktif bebas enzim
B. Inhibitor non-kompetitif, yang berikatan pada sisi alosterik enzim dan mengubah konformasi sisi aktif
C. Inhibitor unkompetitif, yang hanya dapat berikatan pada kompleks enzim-substrat (ES)
D. Inhibitor ireversibel, yang merusak ikatan peptida primer rantai apoenzim
E. Inhibitor alosterik umpan balik, yang mendenaturasi struktur tersier koenzim
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Inhibitor kompetitif memiliki kemiripan struktur molekuler dengan substrat alami sehingga dapat berikatan reversibel pada sisi aktif enzim. Keberadaan inhibitor kompetitif menaikkan nilai Km (seolah-olah afinitas enzim terhadap substrat menurun), namun nilai Vmax tidak berubah karena efek hambatan inhibitor dapat diatasi sepenuhnya bila konsentrasi substrat dinaikkan melimpah.
Soal #9 • Biomolekul (Karbohidrat Polisakarida) Standar TKA Biologi

Selulosa dan amilum (pati) merupakan polisakarida struktural dan cadangan yang tersusun atas monomer glukosa. Manusia mampu mencerna amilum secara efisien tetapi tidak dapat mencerna selulosa menjadi glukosa karena…

A. Selulosa tersusun dari monomer fruktosa berikatan ester yang tidak dikenali saluran cerna
B. Amilum memiliki ikatan peptida kovalen yang mudah dipotong oleh asam lambung
C. Selulosa tidak larut dalam lipid empedu sehingga tidak dapat diemulsi di usus halus
D. Amilum memiliki ikatan glikosidik α-(1,4), sedangkan selulosa memiliki ikatan β-(1,4) yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim α-amilase manusia
E. Molekul selulosa memiliki massa jenis terlalu besar sehingga disaring oleh vili usus
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Amilum tersusun atas unit α-D-glukosa dengan ikatan α-(1,4) dan percabangan α-(1,6) yang dapat dihidrolisis oleh enzim amilase saliva dan pankreas. Sebaliknya, selulosa tersusun atas rantai lurus β-D-glukosa dengan ikatan β-(1,4)-glikosidik yang membentuk serat kristalin stabil berikatan hidrogen. Manusia tidak memiliki enzim selulase untuk memutus ikatan β-(1,4) tersebut, sehingga selulosa melewati saluran cerna sebagai serat tak larut (dietary fiber).
Soal #10 • Biomolekul (Struktur Protein & Denaturasi) Standar TKA Biologi

Perlakuan panas ekstrem di atas 70°C atau paparan pH asam kuat pada larutan putih telur menyebabkan terjadinya denaturasi protein ovalbumin. Peristiwa molekuler yang mendasari denaturasi tersebut adalah…

A. Terputusnya ikatan peptida kovalen yang menghubungkan asam-asam amino pada struktur primer
B. Rusaknya ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, dan ikatan ionik yang menstabilkan konformasi struktur sekunder, tersier, dan kuartener protein
C. Terkonversinya gugus amina (-NH2) menjadi gas nitrogen bebas di sitosol
D. Pembentukan ikatan disulfida abnormal yang meningkatkan kelarutan protein di dalam air
E. Perubahan urutan kodon basa nitrogen pada asam amino penyusun rantai polipeptida
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Denaturasi protein merusak konformasi tiga dimensi (struktur sekunder, tersier, dan kuartener) akibat putusnya ikatan non-kovalen (ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, ikatan ionik) dan jembatan disulfida. Struktur primer yang diikat oleh ikatan peptida kovalen tetap utuh, namun protein kehilangan lipatan alaminya (unfolding) dan aktivitas biologisnya lenyap.
Soal #11 • Metabolisme Sel (Glikolisis Sitosolik) Standar TKA Biologi

Dalam jalur glikolisis respirasi aerob, pemecahan 1 molekul glukosa (C6H12O6) di dalam sitosol sel eukariotik menghasilkan output bersih (netto) berupa…

A. 2 Asam Piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP
B. 2 Asetil Koenzim-A, 2 FADH2, dan 4 ATP
C. 1 Asam Piruvat, 4 NADH, dan 2 ATP
D. 2 Asam Sitrat, 2 FAD, dan 36 ATP
E. 2 Asam Laktat, 2 NAD+, dan 38 ATP
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Glikolisis berlangsung di sitosol tanpa memerlukan oksigen bebas. Fase investasi energi mengonsumsi 2 ATP untuk fosforilasi heksosa, sedangkan fase panen energi menghasilkan 4 ATP melalui fosforilasi tingkat substrat dan 2 NADH. Dengan demikian, hasil bersih (netto) per 1 molekul glukosa adalah 2 molekul Asam Piruvat (3C), 2 molekul NADH, dan 2 molekul ATP.
Soal #12 • Metabolisme Sel (Dekarboksilasi Oksidatif & Siklus Krebs) Standar TKA Biologi

Pada respirasi seluler aerobik, pelepasan molekul gas karbon dioksida (CO2) pertama kali terjadi pada tahapan…

A. Pemecahan fruktosa 1,6-bisfosfat menjadi DHAP dan G3P pada glikolisis
B. Fosforilasi glukosa oleh heksokinase di membran plasma
C. Dekarboksilasi oksidatif asam piruvat menjadi Asetil KoA di dalam matriks mitokondria
D. Pembentukan sitrat dari oksaloasetat dan asetil KoA pada siklus asam sitrat
E. Oksidasi suksinat menjadi fumarat oleh suksinat dehidrogenase
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pelepasan gas CO2 pertama dalam katabolisme glukosa terjadi pada reaksi dekarboksilasi oksidatif di matriks mitokondria. Asam piruvat (3C) melepaskan satu gugus karboksil menjadi CO2, mereduksi 1 NAD+ menjadi NADH, dan gugus asetil yang tersisa diikatkan pada koenzim A membentuk Asetil-KoA (2C).
Soal #13 • Metabolisme Sel (Rantai Transpor Elektron & Kemiosmosis) Standar TKA Biologi

Pada fosforilasi oksidatif di krista mitokondria, sintesis molekul ATP oleh enzim ATP sintase digerakkan langsung oleh…

A. Pelepasan foton eksitasi oleh sitokrom c oksidase
B. Transfer langsung gugus fosfat dari molekul glukosa bebas ke ADP
C. Pemecahan enzimatik molekul air (fotolisis) di ruang antarmembran
D. Reaksi fusi antara molekul NADH dan FADH2 di matriks
E. Aliran ion proton (H+) kembali ke matriks menuruni gradien elektrokimia (daya gerak proton) melalui kompleks Fo-F1
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Sesuai teori kemiosmosis Peter Mitchell, aliran elektron berenergi tinggi melalui rantai transpor elektron memompa proton (H+) dari matriks ke ruang antarmembran mitokondria, menciptakan gradien proton elektrokimia (daya gerak proton / proton-motive force). Aliran balik H+ menuruni gradien konsentrasi melalui saluran rotor Fo-F1 ATP sintase menggerakkan konformasi katalitik sintesis ATP dari ADP + Pi. Oksigen (O2) berperan sebagai akseptor elektron terakhir membentuk H2O.
Soal #14 • Metabolisme Sel (Fermentasi Asam Laktat) Standar TKA Biologi

Saat sel otot lurik manusia bekerja melebihi kapasitas suplai oksigen (anaerob), sel melakukan fermentasi asam laktat. Peran biologis esensial dari reduksi asam piruvat menjadi asam laktat adalah…

A. Menghasilkan 36 ATP tambahan melalui rantai transpor elektron anaerob
B. Menaikkan pH sitoplasma sel untuk mencegah kelelahan otot
C. Memecah molekul glikogen menjadi glukosa secara langsung
D. Meregenerasi pasokan molekul NAD+ dari NADH agar glikolisis dapat terus berjalan menghasilkan ATP
E. Mengikat ion kalsium bebas di retikulum sarkoplasma
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Dalam kondisi defisit oksigen, rantai transpor elektron di mitokondria terhenti sehingga NADH sitosolik tidak dapat dioksidasi kembali secara aerob. Tanpa ketersediaan NAD+ teroksidasi, reaksi glikolisis (langkah oksidasi G3P) akan terhenti total. Reduksi piruvat menjadi asam laktat oleh enzim laktat dehidrogenase mengoksidasi NADH kembali menjadi NAD+, memastikan glikolisis tetap dapat beroperasi menghasilkan 2 ATP per glukosa dalam keadaan darurat.
Soal #15 • Jaringan Tumbuhan (Kambium & Lingkaran Tahun) Standar TKA Biologi

Pola lingkaran tahun (growth rings) yang tampak pada penampang melintang batang pohon dikotil berkayu terbentuk akibat aktivitas musiman dari…

A. Meristem apikal tunas yang aktif membelah saat pembungaan
B. Felogen (kambium gabus) yang menghasilkan lapisan felem berlignin tebal
C. Kambium vaskular yang membelah membentuk xilem sekunder dengan diameter dan ketebalan dinding sel berbeda antara musim basah dan kemarau
D. Floem sekunder yang terdorong ke arah luar membentuk ritidom kulit batang
E. Kolenkima batang yang mengalami sklerifikasi akibat terik matahari
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Kambium vaskular (kambium fasikuler dan interfasikuler) membelah ke arah dalam membentuk xilem sekunder (kayu). Pada musim penghujan (ketersediaan air melimpah), kambium menghasilkan sel-sel xilem berdiameter lebar dengan dinding sel relatif tipis (early wood). Pada musim kemarau, sel-sel xilem yang dibentuk berukuran lebih kecil, padat, dan berdinding tebal (late wood). Perbedaan kerapatan dan diameter xilem sekunder ini membentuk kontras visual melingkar konsentris yang disebut lingkaran tahun.
Soal #16 • Jaringan Tumbuhan (Struktur Trakea vs Pembuluh Tapis) Standar TKA Biologi

Karakteristik anatomis dan fisiologis yang membedakan elemen trakea xilem dengan buluh tapis floem pada tumbuhan berpembuluh adalah…

A. Trakea tersusun atas sel-sel hidup berflagela, sedangkan buluh tapis tersusun atas sel mati berongga
B. Trakea merupakan sel mati berdinding sekunder berlignin dengan lempeng perforasi berlubang, sedangkan buluh tapis tersusun atas sel hidup tanpa nukleus yang terhubung oleh lempeng tapis berpori
C. Trakea mengangkut asimilat fotosintesis secara dua arah, sedangkan buluh tapis mengangkut mineral tanah satu arah
D. Buluh tapis memiliki dinding sekunder tebal bersuberin tanpa sitoplasma
E. Kedua jaringan tersusun dari sel mati yang dilapisi kutikula kedap air
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Elemen trakea xilem adalah sel mati saat berfungsi dewasa, dinding selnya mengalami penebalan sekunder oleh zat lignin, dan ujung antarsel membentuk lempeng perforasi terbuka untuk konduksi air dan mineral satu arah. Sebaliknya, sel tabung tapis (sieve tube) floem adalah sel hidup yang kehilangan nukleus saat matang, sitoplasmanya kontinu melalui pori lempeng tapis, dan aktivitas metaboliknya didukung oleh sel pengiring (companion cell) untuk mentranslokasikan getah floem.
Soal #17 • Transportasi Tumbuhan (Pita Caspary Endodermis) Standar TKA Biologi

Air dan garam mineral tanah dapat bergerak melalui jalur apoplas menembus dinding sel korteks akar. Namun, setibanya di lapisan endodermis akar, pergerakan apoplas terhenti total dan dipaksa masuk ke jalur simplas karena adanya…

A. Vakuola hipertonik pada sel-sel perisikel
B. Lapisan trikoma akar yang menutupi epidermis silinder pusat
C. Pita Caspary yang tersusun atas suberin dan lignin pada dinding radial dan transversal sel endodermis
D. Daya kapilaritas xilem yang menolak molekul air bermuatan
E. Tekanan turgor negatif dari floem primer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pita Caspary (Casparian strip) adalah sabuk kedap air yang terbuat dari suberin dan lignin pada dinding sel radial dan transversal endodermis akar. Struktur ini memblokir jalur apoplas (aliran melalui matriks dinding sel ekstraseluler), memaksa air dan zat terlarut menembus membran plasma sel endodermis (jalur simplas). Mekanisme ini berfungsi sebagai gerbang seleksi biologis sebelum larutan masuk ke berkas pengangkut xilem.
Soal #18 • Transportasi Tumbuhan (Gutasi & Tekanan Akar) Standar TKA Biologi

Pada kondisi lingkungan dengan kelembapan udara mendekati 100% dan tanah basah di malam hari, sering teramati tetesan air bening di tepi daun herba (gutasi). Fenomena fisiologis ini dipicu oleh…

A. Tekanan akar positif yang mendorong cairan xilem keluar melalui struktur hidatoda ketika laju transpirasi minimal
B. Daya hisap transpirasi daun yang sangat kuat menarik cairan dari stomata
C. Kondensasi uap air bebas atmosfer pada kutikula daun bagian atas
D. Pecahnya sel mesofil daun akibat cekaman dingin
E. Aktivitas pompa ion K+ yang membuka celah lentisel daun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gutasi adalah pengeluaran air cair melalui hidatoda (kelenjar air di ujung/tepi daun). Terjadi ketika laju transpirasi sangat rendah (kelembapan tinggi di malam hari), tetapi akar terus menyerap ion mineral aktif sehingga air masuk secara osmosis. Akumulasi ini membangkitkan tekanan akar positif (root pressure) yang mendorong kolom cairan xilem ke atas hingga menetes keluar melalui hidatoda.
Soal #19 • Fotosintesis (Reaksi Terang & Fotolisis) Standar TKA Biologi

Pada reaksi terang fotosintesis di membran tilakoid, peristiwa fotolisis air (pemecahan molekul H2O) berlangsung pada kompleks fotosistem II (P680) dan menghasilkan…

A. Glukosa, ATP, dan molekul CO2 bebas
B. Elektron (e–) untuk mereduksi P680+, proton (H+) di lumen tilakoid, dan gas oksigen (O2)
C. RuBP, NADPH, dan fosfogliserat
D. Asam piruvat, ion hidrogen, dan gas metana
E. ATP murni dan enzim ribulosa bisfosfat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kompleks fotolisis pada Fotosistem II (P680) memecah 2 molekul H2O menjadi 4 elektron, 4 proton (H+), dan 1 molekul O2. Elektron yang dilepas mentransfer energi untuk mengisi lubang elektron pada pusat reaksi P680 yang tereksitasi cahaya; proton (H+) dilepaskan ke lumen tilakoid memperkuat gradien proton kemiosmosis; dan oksigen dilepaskan ke udara sebagai produk samping fotosintesis.
Soal #20 • Fotosintesis (Siklus Calvin & Fiksasi CO2) Standar TKA Biologi

Tahap fiksasi karbon dalam Siklus Calvin melibatkan pengikatan molekul CO2 oleh akseptor ribulosa 1,5-bisfosfat (RuBP) dengan bantuan enzim RuBisCO. Senyawa organik berkarbon tiga stabil pertama yang dihasilkan dari reaksi tersebut adalah…

A. Fosfoenolpiruvat (PEP)
B. Gliseraldehida 3-fosfat (G3P/PGAL)
C. 3-Fosfogliserat (3-PGA)
D. Oksaloasetat (OAA)
E. Asam Malat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Enzim RuBisCO mengikatkan CO2 (1C) ke molekul RuBP (5C) menghasilkan senyawa perantara 6-karbon yang sangat labil, yang segera terhidrolisis menjadi 2 molekul 3-fosfogliserat (3-PGA, masing-masing 3C). Karena molekul stabil pertama yang dibentuk berkarbon 3, jalur fotosintesis ini disebut jalur C3.
Soal #21 • Adaptasi Fotosintesis (Tumbuhan C4 & CAM) Standar TKA Biologi

Tumbuhan jagung dan tebu tergolong tumbuhan C4 yang sangat adaptif terhadap lingkungan bersuhu tinggi dan terik matahari. Keunggulan tumbuhan C4 dibanding C3 dalam meminimalkan fotorespirasi didasarkan pada…

A. Stomata yang hanya membuka pada malam hari untuk menyerap CO2
B. Absennya enzim RuBisCO pada seluruh jaringan fotosintesis daun
C. Tidak diperlukannya fotolisis air dalam menghasilkan NADPH
D. Anatomi Kranz dengan fiksasi awal CO2 oleh enzim PEP karboksilase di sel mesofil membentuk asam 4-karbon yang ditransfer ke sel seludang pembuluh
E. Kemampuan mengikat gas nitrogen bebas langsung melalui pori kutikula
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Tumbuhan C4 memiliki anatomi Kranz yang memisahkan fiksasi CO2 secara spasial. Di sel mesofil, CO2 difiksasi oleh enzim PEP karboksilase (yang memiliki afinitas sangat tinggi pada CO2 dan tidak dapat berikatan dengan O2) membentuk oksaloasetat (4C) yang diubah menjadi malat. Malat lalu ditransfer ke sel seludang pembuluh (bundle sheath cells) untuk melepaskan CO2 konsentrasi tinggi langsung ke RuBisCO, sehingga fotorespirasi tertekan hingga titik terendah.
Soal #22 • Fisiologi Stomata (Regulasi Asam Absisat & Turgor) Standar TKA Biologi

Ketika tumbuhan mengalami cekaman kekeringan air yang berat, mekanisme fisiologis terkoordinasi yang memicu penutupan celah stomata adalah…

A. Auksin merangsang influks ion kalsium masif ke sel tetangga
B. Giberelin memecah amilum sel penjaga menjadi glukosa terlarut
C. Sitokinin memicu pembengkakan vakuola sel penutup stomata
D. Etilen mendegradasi mikrofibril selulosa sel penutup daun
E. Sintesis asam absisat (ABA) memicu efluks ion K+ dan Cl– dari sel penjaga sehingga air keluar secara osmosis dan sel kehilangan turgor
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Saat terjadi defisit air di perakaran, hormon asam absisat (ABA) disintesis dan ditransportasikan ke daun. ABA berikatan dengan reseptor sel penjaga (guard cells), memicu pembukaan kanal efluks ion K+ dan anion Cl–/malat ke luar sel. Hilangnya zat terlarut menaikkan potensial air intraseluler, memicu efluks air secara osmosis. Sel penjaga mengempis (kehilangan turgor) dan pori stomata menutup rapat.
Soal #23 • Fitohormon (Auksin & Fototropisme Batang) Standar TKA Biologi

Pada eksperimen fototropisme pucuk koleoptil yang diberi pencahayaan unilateral (dari satu sisi), ujung batang membelok ke arah sumber cahaya. Fenomena ini dijelaskan oleh teori Went dan Cholodny-Went sebagai akibat dari…

A. Auksin bermigrasi secara lateral ke sisi yang ternaungi (gelap), memicu pemanjangan sel di sisi gelap lebih cepat dibanding sisi terang
B. Auksin di sisi gelap mengalami denaturasi total oleh fitokrom
C. Sisi terang membelah lebih cepat karena memperoleh foton berlebih
D. Giberelin di sisi terang menginduksi pengguguran tunas lateral
E. Kalsium menumpuk di sisi gelap melunakkan kutikula batang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pencahayaan dari satu arah mengaktifkan fotoreseptor fototropin yang mengarahkan translokasi auksin (IAA) secara lateral ke sisi batang yang tidak terpapar cahaya (sisi gelap/ternaungi). Konsentrasi auksin yang lebih tinggi di sisi gelap menstimulasi pompa proton H+ ke dinding sel, melonggarkan mikrofibril selulosa (hipotesis pertumbuhan asam) dan memicu elongasi sel yang lebih cepat di sisi gelap, sehingga batang membengkok ke arah cahaya.
Soal #24 • Fitohormon (Giberelin & Perkecambahan Biji) Standar TKA Biologi

Pada proses perkecambahan biji serealia (seperti gandum dan jagung), hormon tumbuhan yang disintesis oleh embrio untuk menginduksi sintesis enzim hidrolitik α-amilase pada lapisan aleuron adalah…

A. Giberelin (Asam Giberelat)
B. Asam Absisat (ABA)
C. Etilen
D. Sitokinin
E. Kinetin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Imbibisi air pada biji mengaktifkan embrio untuk mensekresikan hormon giberelin (GA). Giberelin berdifusi ke lapisan aleuron endosperma dan mengaktifkan transkripsi gen pengkode enzim hidrolitik seperti α-amilase. Enzim ini menghidrolisis pati endosperma menjadi maltosa dan glukosa untuk menyediakan bahan bakar respirasi bagi pertumbuhan embrio.
Soal #25 • Fisiologi Tumbuhan (Fotoperiodisme & Fitokrom) Standar TKA Biologi

Tanaman hari pendek (short-day plant) memiliki panjang malam kritis 10 jam. Jika pada masa periode gelap yang panjang diberikan interupsi kilatan cahaya merah (red light) selama beberapa menit di tengah malam, respons pembungaan yang terjadi adalah…

A. Tanaman berbunga jauh lebih lebat dari biasanya
B. Tanaman gagal berbunga karena kilatan cahaya merah mengubah fitokrom Pr menjadi bentuk aktif Pfr yang menghambat pembungaan tanaman hari pendek
C. Tanaman langsung membentuk klorosis pada seluruh daun
D. Tanaman bertransisi menjadi tanaman hari panjang permanen
E. Tidak ada pengaruh karena panjang total siang hari tidak berubah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pembungaan dikendalikan oleh durasi gelap malam hari yang tidak terputus (fotoperiodisme sejati diukur dari panjang malam). Kilatan cahaya merah (R) di tengah malam mengubah fitokrom inaktif Pr menjadi fitokrom aktif Pfr. Pada tanaman hari pendek (short-day / long-night plant), Pfr aktif berperan sebagai inhibitor pembungaan. Karena periode gelap kontinu terputus dan Pfr terbentuk, induksi pembungaan terhambat total.
Soal #26 • Transportasi Floem (Hipotesis Aliran Tekanan) Standar TKA Biologi

Berdasarkan hipotesis aliran tekanan Munch (pressure-flow hypothesis), mekanisme pengangkutan asimilat sukrosa dari organ sumber (source/daun) ke organ penampung (sink/akar/umbi) melalui buluh tapis didorong oleh…

A. Tarikan transpirasi kutikula daun yang menghasilkan potensial matriks negatif
B. Gerak silia dan flagela sel pengiring floem
C. Pemuatan aktif sukrosa di source menurunkan potensial air floem, menarik air masuk dari xilem secara osmosis dan menghasilkan gradien tekanan hidrostatik tinggi yang mendorong getah floem ke sink
D. Difusi sederhana larutan sukrosa menuruni gradien konsentrasi tanpa keterlibatan air
E. Kontraksi serat otot dinding pembuluh tapis floem
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Di daun (source), sukrosa dimuat aktif ke elemen tapis floem (phloem loading). Akumulasi zat terlarut ini menurunkan potensial air di floem, memicu air dari xilem masuk secara osmosis. Hal ini membangkitkan tekanan hidrostatik (turgor) yang sangat tinggi di source. Di organ sink, sukrosa dibongkar (unloading) dan air keluar kembali ke xilem, menghasilkan tekanan hidrostatik rendah. Gradien tekanan hidrostatik ini mendorong aliran massal cairan floem dari source ke sink.
Soal #27 • Sistem Pencernaan (Regulasi Hormon CCK & Sekretin) Standar TKA Biologi

Saat kimus asam berlemak masuk dari lambung menuju usus dua belas jari (duodenum), sel-sel enteroendokrin mensekresikan hormon kolesistokinin (CCK) dan sekretin. Respons fisiologis yang dipicu oleh kedua hormon tersebut adalah…

A. CCK menstimulasi kontraksi kantung empedu dan sekresi enzim pankreas, sedangkan sekretin menstimulasi sekresi bikarbonat (HCO3–) pankreas untuk netralisasi asam
B. CCK memicu sekresi HCl lambung berlebih, sedangkan sekretin menghentikan kerja enzim lipase
C. Keduanya merangsang pepsin lambung untuk mengemulsi droplet trigliserida
D. CCK mempercepat laju pengosongan lambung, sedangkan sekretin merangsang sekresi asam empedu
E. Keduanya menghambat reabsorpsi air di ileum usus halus
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Masuknya asam lambung merangsang sel S duodenum mensekresi sekretin, yang memicu sekresi cairan kaya ion bikarbonat (HCO3–) dari duktus pankreas untuk menetralkan pH kimus asam. Keberadaan lipid dan peptida merangsang sel I duodenum mensekresi kolesistokinin (CCK), yang merangsang kontraksi kantung empedu (merilis getah empedu) dan sekresi enzim-enzim pencernaan pankreas (lipase, amilase, tripsinogen) serta memperlambat motilitas lambung.
Soal #28 • Sistem Respirasi (Disosiasi Hemoglobin & Efek Bohr) Standar TKA Biologi

Pada jaringan otot lurik yang sedang berkontraksi aktif, kurva disosiasi oksihemoglobin (Hb-O2) bergeser ke arah kanan (Efek Bohr). Pergeseran ke kanan ini disebabkan oleh kombinasi faktor lokal berupa…

A. Peningkatan pH cairan jaringan dan penurunan konsentrasi 2,3-BPG
B. Peningkatan PCO2, penurunan pH (peningkatan H+), dan kenaikan suhu, yang menurunkan afinitas Hb terhadap oksigen sehingga mempermudah pelepasan O2 ke sel otot
C. Penurunan tekanan parsial CO2 dan hipotermia jaringan otot
D. Inaktivasi enzim karbonat anhidrase di dalam eritrosit
E. Kejenuhan penuh molekul mioglobin oleh gas nitrogen
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Otot yang aktif memproduksi banyak CO2, ion H+ (asam laktat), dan panas. Penurunan pH (asidosis lokal) dan peningkatan CO2 serta suhu memicu Efek Bohr: ion H+ dan CO2 berikatan secara alosterik pada rantai globin hemoglobin, menstabilkan konformasi T (tense deoksihemoglobin) yang memiliki afinitas lebih rendah terhadap O2. Akibatnya kurva bergeser ke kanan, mempermudah pelepasan O2 dari darah ke jaringan otot yang aktif bermetabolisme.
Soal #29 • Sistem Sirkulasi (Kaskade Pembekuan Darah) Standar TKA Biologi

Pada kaskade pembekuan darah manusia ketika terjadi luka vaskular, konversi enzimatik kunci yang membentuk jala penjerat eritrosit yang stabil dan tak larut adalah…

A. Fibrinogen diubah menjadi protrombin oleh ion kalium
B. Trombosit bermutasi membentuk serat kolagen ekstraseluler
C. Heparin mengkatalisis penguraian albumin menjadi globulin
D. Protrombin diaktifkan menjadi trombin oleh tromboplastin/faktor Xa bersama ion Ca2+, kemudian trombin mengubah fibrinogen terlarut menjadi serat fibrin tak larut
E. Eritrosit membelah membentuk sumbat hemostatik primer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Setelah aktivasi jalur intrinsik/ekstrinsik, kompleks protrombinase (faktor Xa, Va, fosfolipid, Ca2+) mengatalisis konversi protrombin inaktif menjadi enzim aktif trombin. Trombin kemudian memotong peptida penutup pada fibrinogen larut, mempolimerisasikannya menjadi serat benang fibrin tak larut yang diikat silang oleh faktor XIIIa untuk membentuk bekuan darah (thrombus) permanen penutup luka.
Soal #30 • Sistem Ekskresi (Reabsorpsi Nefron Ginjal) Standar TKA Biologi

Pada nefron ginjal yang sehat, seluruh molekul glukosa dan asam amino yang lolos dalam filtrat glomerulus akan diserap kembali secara obligat 100% ke dalam kapiler peritubuler pada bagian…

A. Kapsula Bowman
B. Tubulus Kontortus Proksimal (TKP)
C. Lengkung Henle pars desenden tipis
D. Tubulus Kontortus Distal (TKD)
E. Duktus Kolektivus
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Tubulus Kontortus Proksimal (TKP) memiliki epitel kubus selapis dengan mikrovili (brush border) luas dan banyak mitokondria. TKP mereabsorpsi ~65-70% air dan ion NaCl, serta 100% nutrisi esensial seperti glukosa dan asam amino melalui kotranspor aktif sekunder yang terhubung dengan gradien ion Na+ (SGLT) sebelum filtrat mengalir ke lengkung Henle.
Soal #31 • Sistem Ekskresi (Regulasi ADH & RAAS) Standar TKA Biologi

Ketika seseorang mengalami dehidrasi berat atau kehilangan volume plasma darah, mekanisme regulasi hormonal yang bekerja secara sinergis untuk menghemat air dan menaikkan tekanan darah adalah…

A. Penurunan hormon ADH dan pelepasan hormon ANP secara berlebih
B. Hormon insulin memicu ekskresi garam natrium melalui urin
C. Sekresi ADH (vasopresin) meningkatkan permeabilitas air di duktus kolektivus melalui aquaporin-2, serta aktivasi sistem RAAS (Renin-Angiotensin-Aldosteron) merangsang reabsorpsi Na+ dan air
D. Inaktivasi kelenjar adrenal yang menghentikan reabsorpsi natrium
E. Penurunan reabsorpsi air pada tubulus pengumpul ginjal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Dehidrasi meningkatkan osmolaritas plasma dan menurunkan volume darah. Hipotalamus mendeteksi hal ini dan merangsang hipofisis posterior mensekresi ADH (vasopresin), yang menyisipkan kanal aquaporin-2 pada membran duktus kolektivus ginjal sehingga reabsorpsi air meningkat tajam. Secara simultan, penurunan tekanan perfusi ginjal mengaktifkan aparatus jukstaglomerulus melepas renin → angiotensin II → aldosteron (sistem RAAS) untuk mereabsorpsi Na+ dan air di tubulus distal.
Soal #32 • Sistem Saraf (Potensial Aksi & Depolarisasi) Standar TKA Biologi

Fase depolarisasi membran akson sel saraf saat potensial aksi berlangsung dipicu secara langsung oleh peristiwa…

A. Pembukaan kanal natrium bergerbang voltase (voltage-gated Na+ channels) sehingga ion Na+ mengalir deras masuk ke dalam sitoplasma sel
B. Pembukaan kanal kalium bergerbang voltase sehingga ion K+ keluar sel menuruni gradiennya
C. Penghentian total aktivitas pompa Na+/K+-ATPase
D. Influks ion klorida (Cl–) melalui kanal reseptor GABA
E. Translokasi langsung vesikel neurotransmiter ke nodus Ranvier
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ketika stimulus mencapai potensial ambang (threshold ~ -55 mV), gerbang voltase kanal Na+ terbuka cepat. Ion Na+ membanjiri masuk ke dalam sitosol menuruni gradien konsentrasi dan listrik, mengubah polaritas membran dari negatif (-70 mV) menjadi positif (+30 mV) yang disebut depolarisasi. Repolarisasi terjadi sesudahnya saat kanal Na+ terinaktivasi dan kanal K+ terbuka sehingga K+ keluar sel.
Soal #33 • Sistem Endokrin (Homeostasis Glukosa Darah) Standar TKA Biologi

Setelah mengonsumsi makanan kaya karbohidrat, kadar glukosa darah mengalami lonjakan. Respons homeostasis umpan balik negatif yang dijalankan oleh pankreas untuk menormalkan kadar glukosa darah adalah…

A. Sel alfa pulau Langerhans mensekresi glukagon untuk menginduksi glikogenolisis
B. Sel beta pulau Langerhans mensekresi insulin, yang memicu translokasi transporter GLUT4 pada sel otot dan adiposa serta merangsang glikogenesis di hati
C. Kelenjar tiroid memproduksi kalsitonin untuk mengubah glukosa menjadi kalsium
D. Medula adrenal melepaskan epinefrin guna menghambat penyerapan gula
E. Korteks adrenal mensekresi kortisol untuk merangsang glukoneogenesis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kadar glukosa darah tinggi menstimulasi sel beta pulau Langerhans pankreas mensekresi hormon insulin. Insulin berikatan dengan reseptor tirosin kinase pada membran sel target (otot rangka dan jaringan lemak), memicu eksositosis vesikel transporter GLUT4 ke membran plasma sehingga ambilan glukosa meningkat pesat. Di hati, insulin mengaktifkan enzim glikogen sintase untuk menyimpan kelebihan glukosa sebagai glikogen (glikogenesis), menurunkan kadar gula darah ke rentang normal (70–100 mg/dL).
Soal #34 • Sistem Imunitas (Imunitas Seluler & MHC I) Standar TKA Biologi

Ketika suatu sel somatis tubuh terinfeksi oleh virus, peptida virus intraseluler akan diproses dan dipresentasikan di permukaan membran sel. Molekul pembawa antigen dan sel efektor imun yang berinteraksi memusnahkan sel yang terinfeksi tersebut adalah…

A. MHC Kelas II dan Limfosit T Helper (CD4+)
B. MHC Kelas I dan Limfosit T Sitotoksik (CD8+)
C. Antibodi IgA dan Sel Mast perifer
D. Kompleks komplemen C3a dan Sel Eosinofil
E. Reseptor Fc dan Trombosit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Sel berinti somatis yang terinfeksi virus mengekspresikan peptida antigenik virus terikat pada molekul MHC Kelas I (Major Histocompatibility Complex I). Kompleks antigen-MHC I ini dikenali oleh reseptor sel T (TCR) bersama koreseptor CD8 pada Limfosit T Sitotoksik (CTL / CD8+). CTL yang teraktivasi mensekresikan perforin (membentuk pori membran) dan granzim (menginduksi apoptosis) untuk mengeliminasi sel yang terinfeksi sebelum virus menyebar.
Soal #35 • Sistem Gerak (Kontraksi Otot & Kalsium) Standar TKA Biologi

Menurut teori pergeseran filamen (Sliding Filament Model), peristiwa molekuler yang mengawali terbukanya sisi pengikatan miosin pada filamen aktin adalah…

A. Pelepasan asam laktat dari sarkomer ke tubulus T
B. Hidrolisis permanen molekul titin oleh enzim protease
C. Pemendekan pita A sarkomer tanpa perubahan filamen miosin
D. Pengikatan ion kalsium (Ca2+) pada troponin C, yang memicu perubahan konformasi troponin sehingga menggeser tropomiosin dari sisi aktif aktin
E. Pengikatan ADP secara langsung pada garis M sarkomer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Dalam kondisi otot relaksasi, tropomiosin menutupi sisi pengikatan miosin pada rantai aktin. Potensial aksi yang merambat melalui tubulus T memicu pelepasan ion Ca2+ dari retikulum sarkoplasma ke sarkoplasma. Ca2+ berikatan dengan subunit troponin C, menginduksi perubahan konformasi kompleks troponin yang menarik tropomiosin keluar dari situs aktif aktin. Kepala miosin kini dapat berikatan dengan aktin membentuk cross-bridge dan melakukan kayuhan daya kontraksi (power stroke).
Soal #36 • Sistem Reproduksi (Ovulasi & Siklus Menstruasi) Standar TKA Biologi

Pada siklus menstruasi wanita dengan siklus normal 28 hari, pelepasan oosit sekunder dari folikel ovarium matang (ovulasi) pada sekitar hari ke-14 dipicu secara langsung oleh…

A. Penurunan mendadak hormon progesteron akibat lisisnya korpus luteum
B. Peningkatan hormon hCG dari trofoblas blastokista
C. Degradasi total endometrium oleh enzim lisosom
D. Penurunan tajam hormon estrogen ke batas terendah
E. Lonjakan mendadak sekresi hormon Luteinizing Hormone (LH surge) akibat umpan balik positif dari tingginya kadar estrogen folikel matang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Pada akhir fase folikuler (hari ke-12–14), folikel Graaf yang matang memproduksi estrogen (estradiol) dalam kadar sangat tinggi. Kadar estrogen puncak ini memberikan umpan balik positif ke hipotalamus dan hipofisis anterior, memicu lonjakan sekresi LH secara masif (LH surge). Lonjakan LH menstimulasi pematangan akhir oosit sekunder, sintesis enzim kolagenase pemecah dinding folikel, dan memicu ovulasi dalam waktu 24–36 jam pascalonjakan.
Soal #37 • Homeostasis (Termoregulasi Hipotalamus) Standar TKA Biologi

Ketika tubuh manusia terpapar suhu lingkungan yang sangat dingin, hipotalamus posterior mengoordinasikan mekanisme penghematan dan pembentukan panas tubuh berupa…

A. Vasodilatasi arteriol kulit dan stimulasi kelenjar keringat
B. Vasokonstriksi arteriol kulit perifer untuk menekan kehilangan panas radiasi, disertai kontraksi ritmis otot rangka tak sadar (menggigil) untuk memproduksi panas metabolik
C. Penurunan laju metabolisme basal melalui inhibisi hormon tiroksin
D. Relaksasi muskulus erektor pili yang menyebabkan rambut tubuh rebah
E. Peningkatan respirasi eksternal untuk melepaskan uap air
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pusat termoregulasi dingin di hipotalamus posterior merangsang sistem saraf simpatis untuk melakukan vasokonstriksi arteriol kutan, mempersempit pembuluh darah permukaan kulit agar pelepasan panas secara konduksi/radiasi berkurang drastis. Secara bersamaan, hipotalamus memicu refleks menggigil (shivering thermogenesis), yakni kontraksi ritmis otot rangka yang membakar ATP untuk menghasilkan panas tubuh, serta menstimulasi sekresi hormon TRH–TSH–tiroksin untuk menaikkan laju metabolisme jangka panjang.
Soal #38 • Sistem Sensorik & Refleks (Lengkung Refleks Monosinaptik) Standar TKA Biologi

Pada pemeriksaan refleks patela (knee-jerk reflex) saat tendon tempurung lutut diketuk palu refleks, terjadi ekstensi tungkai bawah secara spontan. Karakteristik neurologis utama dari lengkung refleks regang ini adalah…

A. Merupakan refleks monosinaptik somatik, di mana neuron sensorik dari kumparan otot bersinaps langsung dengan neuron motorik di medula spinalis tanpa perantaraan interneuron
B. Merupakan refleks polisinaptik otonom yang dikendalikan penuh oleh korteks serebri
C. Memerlukan pemrosesan memori motorik di hemisfer serebelum sebelum impuls diteruskan
D. Melibatkan transmisi sinaps hanya melalui serabut saraf kranial vagus
E. Tidak melibatkan potensial aksi pada serabut motorik eferen
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Refleks patela adalah contoh klasik refleks regang monosinaptik. Ketukan pada tendon meregangkan otot kuadrisep, mengaktifkan reseptor kumparan otot (muscle spindle). Impuls sensorik dihantarkan melalui serabut saraf aferen masuk ke kornu posterior medula spinalis dan bersinapsis langsung secara tunggal (monosinaptik) dengan neuron motorik alfa di kornu anterior, yang segera menghantarkan impuls eferen memicu kontraksi otot kuadrisep dan ekstensi tungkai.
Soal #39 • Genetika Molekuler (Replikasi DNA Lagging Strand) Standar TKA Biologi

Pada replikasi semikonservatif DNA, untai lambat (lagging strand) disintesis secara diskontinu menghasilkan fragmen Okazaki. Enzim yang bertugas membentuk ikatan fosfodiester kovalen untuk menyambungkan fragmen-fragmen Okazaki menjadi satu untai kontinu adalah…

A. Helikase
B. RNA Primase
C. DNA Ligase
D. DNA Polimerase III
E. Topoisomerase (Girase)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Lagging strand disintesis menjauhi garpu replikasi berupa serangkaian fragmen Okazaki terputus. Setelah DNA polimerase I menggantikan primer RNA dengan deoksiribonukleotida, terbentuk celah (nick) antara ujung 3′-OH fragmen baru dan 5′-fosfat fragmen sebelumnya. Enzim DNA ligase mengatalisis pembentukan ikatan fosfodiester kovalen untuk menyambung celah tersebut menjadi untai DNA untai ganda yang utuh.
Soal #40 • Ekspresi Gen (Transkripsi & Translasi) Standar TKA Biologi

Suatu segmen untai DNA cetakan (template/antisense) memiliki sekuens basa 3′-TAC-GGA-TTC-ACT-5′. Urutan kodon pada mRNA hasil transkripsi dan jumlah asam amino yang dikodekan pada rantai polipeptida adalah… (Keterangan: UGA adalah kodon stop)

A. 5′-AUG-CCU-AAG-UGA-3′ yang mengkodekan 3 molekul asam amino
B. 5′-ATG-CCT-AAG-TGA-3′ yang mengkodekan 4 molekul asam amino
C. 5′-UAC-GGA-UUC-ACU-3′ yang mengkodekan 3 molekul asam amino
D. 3′-AUG-CCU-AAG-UGA-5′ yang mengkodekan 4 molekul asam amino
E. 5′-AUG-GGA-UUC-UGA-3′ yang mengkodekan 2 molekul asam amino
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Transkripsi untai DNA cetakan 3’→5′ menghasilkan mRNA komplementer 5’→3′:
• 3′-TAC-5′ → 5′-AUG-3′ (Metionin / Kodon Start)
• 3′-GGA-5′ → 5′-CCU-3′ (Prolin)
• 3′-TTC-5′ → 5′-AAG-3′ (Lisin)
• 3′-ACT-5′ → 5′-UGA-3′ (Kodon Stop).
Kodon stop (UGA) mengikat faktor pelepas (release factor) dan mengakhiri translasi tanpa menyandikan asam amino. Jadi polipeptida yang disintesis terdiri dari tepat 3 asam amino.
Soal #41 • Mutasi Genetik (Substitusi Basa & Anemia Sel Sabit) Standar TKA Biologi

Penyakit anemia sel sabit (sickle-cell anemia) disebabkan oleh substitusi satu pasang basa pada gen rantai beta-globin, di mana kodon GAG (asam glutamat) pada mRNA berubah menjadi GUG (valin). Jenis mutasi gen yang terjadi adalah…

A. Mutasi diam (silent mutation) akibat degenerasi kode genetik
B. Mutasi salah arti (missense mutation) akibat substitusi transversi pada DNA
C. Mutasi tanpa arti (nonsense mutation) yang membentuk kodon terminasi prematur
D. Mutasi pergeseran kerangka baca (frameshift mutation) akibat insersi basa
E. Mutasi duplikasi kromosom tandem
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Perubahan satu pasangan basa yang mengakibatkan perubahan satu asam amino pada polipeptida disebut mutasi salah arti (missense mutation). Pada tingkat DNA gen β-globin, pasangan basa T-A digantikan oleh A-T (basa adenin purin bertukar dengan timin pirimidin), sehingga tergolong substitusi transversi. Pergantian asam glutamat hidrofilik menjadi valin hidrofobik menyebabkan molekul hemoglobin terpolimerisasi abnormal saat konsentrasi O2 rendah.
Soal #42 • Pembelahan Sel (Meiosis & Crossing Over) Standar TKA Biologi

Peristiwa pindah silang (crossing over) antara kromatid non-saudara pada kromosom homolog yang menghasilkan rekombinasi genetik baru berlangsung pada tahapan…

A. Metafase II meiosis
B. Profase I meiosis, tepatnya pada fase pakiten
C. Anafase I meiosis saat pemisahan sentromer
D. Telofase II meiosis saat sitokinesis
E. Fase G2 interfase pra-mitosis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Profase I meiosis melalui lima subfase berurutan: leptoten, zigoten (terbentuk kompleks sinaptonemal antar-homolog), pakiten, diploten, dan diakinesis. Peristiwa pindah silang (crossing over), yaitu pertukaran fragmen kromatid non-saudara pada kiasma, berlangsung pada fase pakiten dan menjadi sumber utama variasi rekombinan genetik pada organisme reproduksi seksual.
Soal #43 • Hukum Mendel (Dihibrid & Peluang Genotip) Standar TKA Biologi

Tanaman kapri galur murni berbiji bulat kuning (BBKK) disilangkan dengan berbiji kisut hijau (bbkk), menghasilkan seluruh keturunan F1 berbiji bulat kuning (BbKk). Jika tanaman F1 disilangkan dengan sesamanya, berapakah frekuensi peluang munculnya keturunan F2 yang memiliki genotip homozigot untuk kedua lokus gen (homozigot ganda)?

A. 1/16
B. 2/16
C. 4/16 (1/4)
D. 6/16
E. 9/16
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pada persilangan F1 BbKk × BbKk, kombinasi genotip homozigot ganda mencakup:
1) BBKK = 1/16
2) BBkk = 1/16
3) bbKK = 1/16
4) bbkk = 1/16
Total peluang keturunan homozigot ganda = 1/16 + 1/16 + 1/16 + 1/16 = 4/16 atau 1/4 (25%).
Soal #44 • Penyimpangan Semu Mendel (Kriptomeri) Standar TKA Biologi

Persilangan bunga Linaria maroccana merah (AAbb) dengan putih (aaBB) menghasilkan keturunan F1 seluruhnya berbunga ungu (AaBb). Sifat antosianin (A) hanya memunculkan warna ungu jika berada pada lingkungan plasma sel basa (gen dominan B), berwarna merah dalam plasma asam (bb), dan tidak berwarna/putih jika tanpa antosianin (aa). Jika F1 disilangkan sesamanya, rasio fenotip keturunan F2 ungu : merah : putih adalah…

A. 9 : 3 : 3 : 1
B. 9 : 3 : 4
C. 12 : 3 : 1
D. 9 : 7
E. 15 : 1
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kasus ini merupakan penyimpangan semu Hukum Mendel tipe kriptomeri (gen dominan tersembunyi yang baru terekspresi jika berinteraksi dengan gen dominan lain):
• Ungu (A_B_) = 9/16
• Merah (A_bb) = 3/16
• Putih (aaB_ dan aabb) = 3/16 + 1/16 = 4/16.
Sehingga rasio fenotip F2 adalah 9 ungu : 3 merah : 4 putih.
Soal #45 • Hereditas Manusia (Pewarisan Golongan Darah & Seks) Standar TKA Biologi

Seorang pria normal berpenglihatan normal bergolongan darah A (heterozigot) menikah dengan seorang wanita normal pembawa buta warna (carrier) bergolongan darah B (heterozigot). Diketahui gen buta warna terpaut kromosom X resesif (Xcb). Berapakah peluang pasangan tersebut melahirkan seorang anak laki-laki buta warna dengan golongan darah O?

A. 1/4
B. 1/8
C. 3/16
D. 1/16
E. 1/32
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Hitung masing-masing peluang secara independen:
1) Golongan darah: Ayah (IAIO) × Ibu (IBIO):
Peluang anak bergolongan darah O (IOIO) = 1/4.
2) Sifat buta warna dan jenis kelamin: Ayah (XCBY) × Ibu (XCBXcb):
Kemungkinan anak laki-laki: XCBY (normal, 1/4) dan XcbY (buta warna, 1/4).
Peluang anak laki-laki buta warna = 1/4.
Peluang gabungan = 1/4 × 1/4 = 1/16 (6,25%).
Soal #46 • Genetika Tautan (Nilai Pindah Silang & Jarak Gen) Standar TKA Biologi

Lalat buah jantan heterozigot bermata merah sayap normal (MmPp) disilangkan uji (test cross) dengan lalat betina homozigot resesif bermata ungu sayap keriput (mmpp). Dari persilangan tersebut diperoleh keturunan:
– Mata merah sayap normal = 415 ekor
– Mata ungu sayap keriput = 385 ekor
– Mata merah sayap keriput = 105 ekor
– Mata ungu sayap normal = 95 ekor
Nilai Pindah Silang (NPS) dan jarak genetik antara kedua lokus gen tersebut adalah…

A. 10% (10 centimorgan)
B. 20% (20 centimorgan / cM)
C. 30% (30 centimorgan)
D. 40% (40 centimorgan)
E. 80% (80 centimorgan)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Individu rekombinan (fenotip kombinasi baru yang berbeda dari parental) berjumlah = 105 + 95 = 200 ekor.
Total seluruh keturunan = 415 + 385 + 105 + 95 = 1.000 ekor.
Nilai Pindah Silang (NPS):
NPS = (Jumlah Rekombinan / Total Keturunan) × 100%
NPS = (200 / 1.000) × 100% = 20%.
Karena 1% rekombinasi setara dengan 1 centimorgan (cM), maka jarak antara lokus gen warna mata dan bentuk sayap adalah 20 cM.
Soal #47 • Genetika Populasi (Hukum Hardy-Weinberg) Standar TKA Biologi

Dalam suatu populasi terisolasi berpenduduk 10.000 orang, ditemukan 16 orang menderita albino (kelainan autosom resesif, aa). Apabila populasi tersebut memenuhi asumsi kesetimbangan Hardy-Weinberg, estimasi jumlah individu normal pembawa sifat (carrier / heterozigot Aa) di dalam populasi tersebut adalah…

A. 384 orang
B. 768 orang
C. 960 orang
D. 1.536 orang
E. 3.200 orang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Berdasarkan prinsip kesetimbangan Hardy-Weinberg (p2 + 2pq + q2 = 1 dan p + q = 1):
• Frekuensi fenotip resesif albino (aa) = q2 = 16 / 10.000 = 0,0016.
• Frekuensi alel resesif a = q = √0,0016 = 0,04.
• Frekuensi alel dominan A = p = 1 − q = 1 − 0,04 = 0,96.
• Frekuensi individu carrier (Aa) = 2pq = 2 × 0,96 × 0,04 = 0,0768 (7,68%).
• Jumlah individu carrier = 0,0768 × 10.000 = 768 orang.
Soal #48 • Bioteknologi Modern (Enzim Restriksi Endonuklease) Standar TKA Biologi

Pada teknologi DNA rekombinan untuk kloning gen dan produksi insulin rekombinan manusia pada plasmid bakteri, enzim yang berfungsi memotong DNA plasmid dan gen donor pada sekuens palindromik spesifik adalah…

A. Restriksi Endonuklease
B. DNA Ligase
C. Reverse Transkriptase
D. Taq Polimerase
E. Ribonuklease H
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Enzim restriksi endonuklease (seperti EcoRI, BamHI, HindIII) mengenali dan memotong sekuens nukleotida palindromik spesifik pada DNA untai ganda, menghasilkan ujung runcing (sticky ends) atau tumpul. Ujung runcing tersebut kemudian dapat berpasangan komplementer dengan fragmen DNA asing yang dipotong oleh enzim restriksi yang sama, lalu disambung permanen oleh DNA ligase.
Soal #49 • Bioteknologi Modern (Tahapan Siklus PCR) Standar TKA Biologi

Polymerase Chain Reaction (PCR) digunakan untuk melipatgandakan sekuens DNA secara in vitro. Tiga tahapan berulang dalam satu siklus PCR beserta kisaran suhu operasionalnya yang benar adalah…

A. Denaturasi pemisahan untai ganda (94-96°C) → Annealing penempelan primer (50-60°C) → Elongasi sintesis untai baru oleh Taq polimerase (72°C)
B. Annealing (72°C) → Denaturasi (50°C) → Polimerisasi (95°C)
C. Ligasi plasmid (37°C) → Denaturasi (95°C) → Terminasi (4°C)
D. Transkripsi mRNA (95°C) → Translasi in vitro (72°C) → Elektroforesis (55°C)
E. Elongasi (95°C) → Denaturasi (72°C) → Annealing (55°C)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Satu siklus PCR mencakup 3 tahapan termal:
1. Denaturasi (94–96°C): Suhu tinggi memutus ikatan hidrogen, memisahkan DNA untai ganda menjadi untai tunggal.
2. Annealing / Penempelan (50–60°C): Primer oligonukleotida menempel spesifik pada sekuens komplementer di ujung target.
3. Elongasi / Ekstensi (72°C): Enzim DNA polimerase termostabil (Taq polymerase) menyintesis untai DNA baru dengan menambahkan dNTP dari arah 5’→3′.
Soal #50 • Teori Evolusi (Homologi vs Analogi) Standar TKA Biologi

Struktur sayap kelelawar, tungkai depan kucing, sirip dada paus, dan lengan manusia tersusun atas komponen kerangka tulang yang serupa (humerus, radius, ulna, karpal, metakarpal), meskipun menjalankan fungsi adaptasi yang berbeda. Struktur-struktur tersebut merupakan bukti evolusi yang tergolong sebagai…

A. Organ analogi hasil dari evolusi konvergen
B. Organ homologi yang mencerminkan divergensi evolusioner dari leluhur bersama yang sama
C. Struktur atavisme yang tidak memiliki nilai fungsional
D. Bukti mutasi buatan seleksi domestikasi
E. Organ vestigial non-fungsional
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Struktur homologi adalah organ-organ dari organisme berbeda yang memiliki asal-usul perkembangan embrionik dan struktur anatomi dasar yang serupa karena diturunkan dari nenek moyang bersama (common ancestor), namun termodifikasi fungsinya melalui seleksi alam adaptif di lingkungan yang berbeda (evolusi divergen). Sebaliknya, struktur analogi memiliki fungsi mirip tetapi struktur dasar dan asal evolusinya berbeda (evolusi konvergen).
Soal #51 • Evolusi & Spesiasi (Isolasi Reproduksi Prazigotik) Standar TKA Biologi

Dua spesies katak pohon yang hidup berdekatan di hutan tropis yang sama tidak pernah melakukan perkawinan silang karena spesies pertama aktif kawin pada awal musim hujan (November), sedangkan spesies kedua aktif kawin pada akhir musim hujan (Maret). Mekanisme penghalang spesiasi yang bekerja pada kasus tersebut adalah…

A. Isolasi gametis pascazigotik
B. Isolasi mekanis akibat ketidakcocokan anatomi kopulasi
C. Inviabilitas hibrida di mana zigot hibrida mati prematur
D. Sterilitas bastar di mana keturunan hibrida bersifat mandul
E. Isolasi temporal / musim (penghalang prazigotik)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Isolasi temporal (musim/waktu) adalah mekanisme isolasi prazigotik di mana dua spesies simpatrik memiliki masa reproduksi, masa kawin, atau waktu pelepasan gamet yang berbeda (musim berbeda atau jam aktif berbeda dalam sehari). Karena fertilisasi tidak pernah terjadi, isolasi ini mencegah perkawinan antarspesies sebelum zigot terbentuk (prazigotik).
Soal #52 • Ekologi & Aliran Energi (Hukum 10% Tingkat Trofik) Standar TKA Biologi

Pada suatu jaring makanan padang rumput, produsen primer (rerumputan) mengikat energi matahari menjadi biomassa sebesar 1.000.000 kJ/m2/tahun. Berdasarkan hukum efisiensi transfer energi Lindeman (~10%), perkiraan energi yang tersedia bagi konsumen tingkat III (karnivora puncak/tersier) adalah…

A. 100.000 kJ/m2/tahun
B. 10.000 kJ/m2/tahun
C. 1.000 kJ/m2/tahun
D. 100 kJ/m2/tahun
E. 10 kJ/m2/tahun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Menurut hukum 10% efisiensi trofik Lindeman, hanya sekitar 10% energi dari suatu tingkat trofik yang berhasil ditransfer ke tingkat trofik berikutnya (sisanya hilang sebagai panas respirasi, metabolisme, dan feses):
• Trofik 1 (Produsen): 1.000.000 kJ
• Trofik 2 (Konsumen I): 10% × 1.000.000 = 100.000 kJ
• Trofik 3 (Konsumen II): 10% × 100.000 = 10.000 kJ
• Trofik 4 (Konsumen III / Tersier): 10% × 10.000 = 1.000 kJ/m2/tahun.
Soal #53 • Daur Biogeokimia (Siklus Nitrogen & Nitrifikasi) Standar TKA Biologi

Pada daur nitrogen terestrial, amonium (NH4+) hasil dekomposisi diubah menjadi nitrat (NO3–) yang siap diserap akar tumbuhan melalui proses nitrifikasi aerob. Pasangan bakteri kemosintetik dan perannya yang tepat dalam tahapan tersebut adalah…

A. Nitrosomonas mengoksidasi amonium menjadi nitrit (NO2–), kemudian Nitrobacter mengoksidasi nitrit menjadi nitrat (NO3–)
B. Rhizobium menguraikan nitrat langsung menjadi gas N2 atmosfer
C. Pseudomonas mengoksidasi nitrit menjadi amonia bebas di tanah
D. Azotobacter mengubah asam amino menjadi urea di rizosfer
E. Clostridium mereduksi ion nitrat menjadi amonium hidroksida
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Nitrifikasi adalah proses kemosintesis dua tahap oleh bakteri tanah aerobik:
1. Nitritisasi: 2 NH4+ + 3 O2 → 2 NO2– + 4 H+ + 2 H2O + energi (dijalankan oleh bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus).
2. Nitratisasi: 2 NO2– + O2 → 2 NO3– + energi (dijalankan oleh bakteri Nitrobacter).
Nitrat (NO3–) yang dihasilkan merupakan bentuk nitrogen anorganik utama yang diserap oleh akar tumbuhan.
Soal #54 • Ekologi & Suksesi (Suksesi Primer & Spesies Pionir) Standar TKA Biologi

Setelah letusan gunung berapi menutupi suatu kawasan dengan lapisan lahar batuan beku tandus tanpa sisa tanah dan kehidupan vegetasi, ekosistem pulih melalui suksesi primer. Organisme perintis (spesies pionir) yang pertama kali mampu mengkolonisasi batuan beku tersebut dan membentuk lapisan tanah humus awal adalah…

A. Rumput ilalang dan perdu semak
B. Lumut kerak (Lichenes), yang merupakan simbiosis mutualisme jamur dan alga/sianobakteri
C. Tumbuhan paku pohon epifit
D. Pohon pinus dan tanaman berkayu
E. Cacing tanah dan rayap perombak kayu
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Suksesi primer bermula pada substrat batuan steril tanpa lapisan tanah organik. Lumut kerak (Lichenes) bertindak sebagai organisme pionir karena mampu menempel pada batuan tandus: miselium jamur menahan air dan memproduksi asam likenat yang melapukkan batuan mineral, sedangkan alga/sianobakteri menghasilkan materi organik lewat fotosintesis. Pelapukan batuan yang bercampur dengan residu organik lumut kerak yang mati membentuk lapisan tanah awal bagi suksesi berikutnya (lumut daun dan paku).
Soal #55 • Isu Lingkungan (Biomagnifikasi Polutan Persisten) Standar TKA Biologi

Di suatu ekosistem perairan danau tercemar pestisida organoklorin (seperti DDT) berkadar sangat rendah (0,000003 ppm). Namun pengujian jaringan lemak pada burung elang pemakan ikan karnivora menunjukkan konsentrasi residu DDT mencapai 25 ppm (jutaan kali lebih pekat). Fenomena pemekatan biologis racun di sepanjang rantai makanan ini disebut…

A. Eutrofikasi kultural perairan
B. Bioakumulasi terisolasi pada plankton
C. Suksesi alogenik danau
D. Biomagnifikasi biologis (Biological Magnification)
E. Fitoremediasi perairan tertutup
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Biomagnifikasi biologis (biological magnification) adalah fenomena peningkatan konsentrasi polutan kimia persisten yang sukar terurai dan larut dalam lemak (lipofilik, seperti DDT, logam berat merkuri, PCB) pada setiap kenaikan tingkat trofik rantai makanan. Organisme di trofik bawah menyerap sedikit zat racun, namun predator puncak mengonsumsi ribuan mangsa selama hidupnya tanpa mampu mengekskresikan polutan tersebut, sehingga zat racun menumpuk hingga konsentrasi sangat mematikan di puncak rantai makanan.

Cari Referensi Lengkap Soal Biologi TKA Beserta Kunci Jawaban?

Kunjungi utbk.or.id untuk mendapatkan kumpulan latihan TKA terbaru. Situs ini menjadi referensi terpercaya bagi siswa dalam menemukan berbagai contoh soal Biologi sesuai Kurikulum Merdeka, lengkap dengan kunci jawaban untuk membantu proses belajar, evaluasi, serta persiapan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.

FAQ Seputar soal tka biologi

Q: Materi biologi apa yang memiliki bobot soal terbesar pada TKA Biologi SMA?
A: Materi Biologi Sel & Metabolisme (Respirasi Sel & Fotosintesis), Genetika & Pola-Pola Hereditas Mendel, serta Fisiologi Sistem Organ Manusia memiliki bobot soal tertinggi.

Q: Bagaimana cara mudah menghafal istilah ilmiah dan mekanisme enzim dalam Biologi?
A: Gunakan jembatan keledai (mnemonik), pelajari melalui diagram alur reaksi (siklus Krebs & Calvin), dan kaitkan istilah latin dengan fungsi biologisnya.

Q: Apakah ada materi evolusi dan bioteknologi dalam kisi-kisi TKA Biologi terbaru?
A: Ya, materi bioteknologi konvensional dan modern (rekayasa genetika, PCR, kultur jaringan) serta mekanisme seleksi alam evolusi masuk dalam kisi-kisi Kurikulum Merdeka.

Rekomendasi Soal Latihan TKA Terkait:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi TKA berbasis CAT, Gratis! Klik Disini

Butuh Bantuan?