50+ Soal Tes Kraepelin Lengkap Cara Mengerjakan & Pembahasan

Share ke:


Tes Kraepelin adalah salah satu tes psikologi yang umum digunakan dalam proses seleksi kerja, pendidikan, maupun rekrutmen militer dan kepolisian. Tes ini berbentuk deretan angka yang harus dijumlahkan secara berurutan dalam waktu terbatas, bertujuan mengukur ketahanan, konsistensi, kecepatan, serta kemampuan fokus seseorang saat bekerja di bawah tekanan.

Tujuan Diadakannya Tes Kraepelin

Tes Kraepelin digunakan untuk menilai kemampuan dasar yang berkaitan dengan ketahanan kerja seseorang. Melalui pola hasil pengerjaan, penilai dapat melihat tingkat konsistensi, kecepatan, fokus, serta kemampuan mempertahankan performa dalam kondisi tekanan waktu.

Tes ini juga membantu mengidentifikasi karakter kerja seperti ketelitian, daya tahan mental, dan kemampuan mengelola stres, yang penting dalam pekerjaan dengan ritme cepat, beban tinggi, atau tanggung jawab besar terhadap keselamatan dan ketepatan.

Cara Mengerjakan Tes Kraepelin

Tes Kraepelin terdiri dari deretan angka 0–9 yang disusun vertikal dalam banyak kolom. Tugas peserta adalah menjumlahkan dua angka yang saling berdekatan dari atas ke bawah secara terus-menerus. Berikut langkah-langkah utamanya:

  • Menjumlahkan dua angka berdekatan
    Lihat dua angka pertama dari atas kolom, jumlahkan, lalu tuliskan hanya angka satuannya di samping angka kedua.
    Contoh: 8 + 7 = 15 → tulis 5, 3 + 4 = 7 → tulis 7.
  • Menggunakan hasil sebelumnya untuk baris berikutnya
    Lanjutkan dengan menjumlahkan angka kedua dan ketiga, lalu ketiga dan keempat, dan seterusnya secara berurutan ke bawah hingga akhir kolom.
  • Berpindah kolom setiap 1 menit
    Biasanya pengawas memberi aba-aba setiap 1 menit. Saat aba-aba diberikan, segera hentikan di baris terakhir yang sedang dikerjakan, lalu pindah ke kolom berikutnya dari baris paling atas.
  • Menjaga ritme kerja tetap stabil
    Fokus utama bukan hanya kecepatan, tetapi juga ketelitian dan kestabilan ritme dari awal hingga akhir tes. Jangan terlalu cepat di awal agar tidak kelelahan menjelang akhir.

Dengan cara ini, hasil Tes Kraepelin dapat menunjukkan kemampuan konsentrasi, daya tahan, dan konsistensi kerja peserta selama berada di bawah tekanan waktu.

Kumpulan 50+ Soal Latihan Tes Kraepelin Lengkap Cara Mengerjakan & Pembahasan

📘 Bank Soal & Simulasi Tes Kraepelin / Tes Koran Terlengkap: Di bawah ini disajikan 55 Latihan Simulasi Tes Kraepelin yang mencakup Logika Penjumlahan Angka Satuan & Konsentrasi Grafis, Teknik Pengambilan Angka Satuan & Pola Kecepatan Stabil, Analisis Ketahanan Stres Mental & Deteksi Titik Lelah (Grafik Kinerja), serta Simulasi Kolom Angka Kraepelin Lengkap & Kunci Jawaban Akurat. Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk meninjau pembahasannya!

Soal #1 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Arah pengerjaan penjumlahan angka yang menjadi standar baku pada Tes Kraepelin adalah…

A. Dari atas ke bawah secara vertikal per kolom
B. Dari bawah ke atas secara vertikal per kolom
C. Dari kiri ke kanan secara horizontal per baris
D. Bebas sesuai kenyamanan peserta tes
E. Zig-zag diagonal dari sudut kiri bawah ke kanan atas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Perbedaan fundamental: Tes Kraepelin dikerjakan dari bawah ke atas per kolom. Sebaliknya, Tes Pauli dikerjakan dari atas ke bawah.
Soal #2 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Aturan baku penulisan angka hasil penjumlahan pada Tes Kraepelin apabila hasil penjumlahan dua angka menghasilkan dua digit (puluhan ≥ 10) adalah…

A. Menuliskan kedua digit lengkap dengan ukuran lebih kecil
B. Menuliskan angka puluhannya saja dan menyimpan angka satuan
C. Menuliskan hanya angka satuannya saja di sela kedua angka
D. Membulatkan angka ke atas ke kelipatan sepuluh terdekat
E. Menuliskan tanda titik jika hasilnya genap dan angka jika ganjil
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Pada Tes Kraepelin, aturan mutlak saat hasil penjumlahan bernilai dua digit (misalnya 7 + 8 = 15) adalah hanya menuliskan angka satuannya saja, yaitu angka 5. Angka puluhan tidak pernah ditulis.
Soal #3 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Jika terdapat dua angka vertikal berurutan yaitu 9 (bawah) dan 8 (atas), maka angka jawaban yang wajib ditulis peserta di antara kedua angka tersebut adalah…

A. 7
B. 17
C. 1
D. 8
E. 9
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Operasi hitung: 9 + 8 = 17. Karena hanya angka satuan yang dicatat, maka angka yang ditulis pada lembar tes adalah 7.
Soal #4 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Pada penjumlahan angka kembar vertikal 6 dan 6, angka jawaban yang dicatat adalah…

A. 12
B. 0
C. 2
D. 6
E. 1
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
6 + 6 = 12. Angka satuan dari 12 adalah 2.
Soal #5 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Diberikan angka bawah 7 dan angka atas 3. Hasil penjumlahan yang benar untuk dituliskan adalah…

A. 10
B. 1
C. 0
D. 4
E. 7
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Operasi hitung: 7 + 3 = 10. Angka satuan dari 10 adalah 0. Angka 0 wajib ditulis jelas dan tidak boleh dikosongkan.
Soal #6 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Jika angka bawah adalah 2 dan angka atas adalah 5, angka yang harus dituliskan adalah…

A. 7
B. 07
C. 3
D. 10
E. 5
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
2 + 5 = 7. Karena hasilnya satu digit (< 10), angka yang ditulis adalah angka itu sendiri, yaitu 7.
Soal #7 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Posisi peletakan angka jawaban yang tepat secara grafis pada lembar Tes Kraepelin adalah…

A. Di sebelah kiri angka paling bawah
B. Di tengah-tengah tepat di antara dua angka yang dijumlahkan (di sela vertikal)
C. Di baris paling bawah lembar tes sebagai total akumulasi
D. Di kolom kosong terpisah pada lembar jawaban terpisah
E. Di atas angka tertinggi setelah kolom selesai
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Jawaban dituliskan tepat di celah/sela antara dua angka yang dijumlahkan, sejajar vertikal dengan kolom tersebut sehingga membentuk rantai jawaban yang rapi.
Soal #8 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Ketika penguji/instruktur menyerukan aba-aba ‘PINDAH!’, tindakan yang benar dan wajib dilakukan peserta adalah…

A. Menyelesaikan kolom yang sedang dikerjakan sampai puncak atas baru pindah
B. Segera berhenti seketika, lalu langsung berpindah ke kolom berikutnya mulai dari angka paling bawah
C. Membuat garis horizontal di bawah angka terakhir lalu diam menunggu instruksi
D. Menghitung ulang jawaban yang ragu-ragu di kolom sebelumnya
E. Melanjutkan pengerjaan kolom saat ini sambil mendengarkan aba-aba berikutnya
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Seketika aba-aba ‘PINDAH’ terdengar, peserta harus langsung melompat ke kolom berikutnya dari baris paling bawah, tanpa menyelesaikan sisa kolom yang sedang dikerjakan.
Soal #9 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Jika seorang peserta tidak sengaja melompati satu pasangan angka di tengah kolom saat menjumlahkan cepat, dampak psikologis dan skoring yang terjadi adalah…

A. Mendapat bonus poin kecepatan karena lebih cepat sampai ke atas
B. Mengurangi skor ketelitian (tianker) dan dinilai ceroboh/mudah terdistraksi
C. Seluruh kolom langsung didiskualifikasi secara otomatis
D. Waktu pengerjaan kolom berikutnya dipotong 5 detik
E. Tidak berpengaruh apa pun pada penilaian akhir
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Melompati angka (skip error) dihitung sebagai kesalahan ketelitian (parameter Tianker). Asesor melihat hal ini sebagai indikasi hilangnya fokus visual atau kepanikan saat mengejar kuantitas.
Soal #10 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Diberikan tiga deret angka vertikal dari bawah ke atas: 5, 8, 4. Dua angka jawaban yang dihasilkan secara berurutan dari bawah ke atas adalah…

A. 3 dan 2
B. 3 dan 4
C. 13 dan 12
D. 5 dan 8
E. 2 dan 3
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penjumlahan pertama (bawah-tengah): 5 + 8 = 13 → tulis 3.
Penjumlahan kedua (tengah-atas): 8 + 4 = 12 → tulis 2.
Urutan jawaban: 3 dan 2.
Soal #11 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Format lembar Tes Kraepelin sengaja dicetak dengan kertas koran lebar (A3/folio besar) berisi ribuan angka monoton. Tujuan utama desain grafis ini adalah…

A. Menghemat penggunaan kertas saat seleksi massal
B. Menguji daya tahan stres visual dan ketahanan fokus menghadapi pekerjaan berulang (monoton)
C. Menyesuaikan standar percetakan era industri kuno tanpa tujuan psikologis
D. Memberikan ruang bagi peserta untuk mencoret-coret rumus hitung
E. Memudahkan pengawas melihat lembar kerja dari kejauhan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Lembar tes koran didesain untuk menciptakan beban stres sensori-kognitif (visual fatigue). Ini menguji sejauh mana individu mampu menjaga ketelitian dan stabilitas mental saat dihadapkan pada tugas rutin monoton berkepanjangan.
Soal #12 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Jika angka bawah adalah 9 dan angka atas adalah 9, angka yang harus ditulis peserta adalah…

A. 18
B. 8
C. 9
D. 1
E. 0
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
9 + 9 = 18. Angka satuannya adalah 8.
Soal #13 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Interval waktu standar pergantian instruksi antar-kolom pada Tes Kraepelin umumnya berkisar antara…

A. 5 hingga 10 detik per kolom
B. 15 hingga 30 detik per kolom
C. 60 hingga 90 detik per kolom
D. 2 menit per kolom
E. Tergantung berapa cepat peserta pertama menyelesaikan kolom
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pada Tes Kraepelin standar psikotes, aba-aba pindah dibunyikan secara seragam oleh tester setiap 15 hingga 30 detik (paling umum 30 detik) per kolom.
Soal #14 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Tiga angka vertikal tersusun dari bawah ke atas: 8, 4, 9. Dua angka jawaban yang benar dari bawah ke atas adalah…

A. 2 dan 3
B. 3 dan 2
C. 12 dan 13
D. 4 dan 7
E. 2 dan 5
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Langkah 1: 8 + 4 = 12 → tulis 2.
Langkah 2: 4 + 9 = 13 → tulis 3.
Maka urutan angka jawaban adalah 2 dan 3.
Soal #15 • Logika Penjumlahan & Konsentrasi Grafis Standar Tes Kraepelin

Faktor fisiologis utama yang memicu ilusi pandangan ganda (mata kabur/berbayang) setelah melewati menit ke-10 pengerjaan tes koran adalah…

A. Tekanan darah mendadak naik drastis
B. Kelelahan akomodasi otot siliaris mata dan kejenuhan kognitif akibat fokus jarak dekat intens
C. Kekurangan asupan protein sesaat sebelum tes
D. Kualitas pensil yang kurang hitam
E. Posisi meja yang terlalu tinggi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Fokus visual konstan pada deretan angka kecil dalam waktu lama tanpa jeda memicu ketegangan otot siliaris mata (astenopia/visual fatigue) serta kejenuhan korteks serebral.
Soal #16 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Trik mental tercepat untuk menjumlahkan angka 9 dengan angka satu digit lain N (di mana 1 ≤ N ≤ 9) adalah…

A. Menjumlahkan normal lalu mengurangi 10
B. Angka satuan hasil penjumlahannya selalu sama dengan (N – 1)
C. Mengalikan N dengan 9 lalu membagi 10
D. Menghafal tabel perkalian sembilan
E. Menambahkan angka 1 di depan angka N
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Trik Cepat Sembilan: Karena 9 = 10 – 1, maka 9 + N = 10 + (N – 1). Angka satuannya PASTI N – 1! Contoh: 9 + 7 → 7 – 1 = 6; 9 + 4 → 4 – 1 = 3; 9 + 8 → 8 – 1 = 7. Ini menghemat pemrosesan otak hingga 50%!
Soal #17 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Trik mental cepat untuk menjumlahkan angka 8 dengan angka satu digit lain N (≥ 2) adalah…

A. Angka satuannya selalu sama dengan (N – 2)
B. Angka satuannya selalu sama dengan (N – 1)
C. Angka satuannya selalu genap
D. Mengurangi N dengan 8
E. Menambahkan N dengan 2
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Trik Cepat Delapan: Karena 8 = 10 – 2, maka 8 + N = 10 + (N – 2). Angka satuannya PASTI N – 2. Contoh: 8 + 5 → 5 – 2 = 3; 8 + 7 → 7 – 2 = 5; 8 + 6 → 6 – 2 = 4.
Soal #18 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Strategi alokasi energi kerja terbaik pada 5 kolom pertama dalam Tes Kraepelin adalah…

A. Melakukan sprint secepat mungkin hingga kolom terisi penuh sampai atas
B. Mengerjakan dengan ritme sedang yang stabil dan terkontrol untuk membangun pemanasan motorik (warm-up phase)
C. Sengaja mengerjakan sangat lambat agar tidak lelah di akhir
D. Mengerjakan secara acak kolom mana yang terlihat mudah
E. Berhenti di tengah kolom untuk menghemat tenaga
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Melakukan sprint di awal adalah jebakan fatal yang menyebabkan penurunan tajam (crash) akibat kelelahan mental dini. Strategi terbaik adalah ritme sedang terkontrol yang stabil dan menanjak secara bertahap.
Soal #19 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Aturan standar memperbaiki kesalahan penulisan angka pada lembar tes koran psikotes tanpa merusak lembar kerja adalah…

A. Menghapus bersih menggunakan karet penghapus pensil
B. Menimpa angka yang salah dengan angka baru yang lebih tebal berkali-kali
C. Mencoret satu garis horizontal/diagonal pada angka salah, lalu menuliskan angka yang benar di sebelahnya
D. Menutup angka salah dengan cairan koreksi (tipe-x)
E. Merobek bagian angka yang salah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Penggunaan penghapus atau tipe-x sangat dilarang dan membuang waktu berharga. Prosedur baku psikotes: coret satu garis (misal: 4) lalu tulis angka yang benar di samping kanannya.
Soal #20 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Grip (cara memegang pensil) yang paling direkomendasikan saat mengerjakan tes berdurasi 30-60 menit seperti Kraepelin/Pauli adalah…

A. Mencengkeram pensil sangat erat sedekat mungkin dengan ujung runcing
B. Pegangan rileks (relaxed tripod grip) dengan tumpuan pergelangan tangan lentur, bukan tekanan kaku jari
C. Memegang pensil di bagian paling atas pangkal pensil
D. Mengganti tangan kiri dan kanan secara bergantian tiap kolom
E. Menggunakan dua pensil sekaligus di satu tangan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Cengkeraman jari yang terlalu kaku menimbulkan carpal tunnel fatigue dan kram otot jari dalam 5-10 menit. Relaxed dynamic tripod grip mendistribusikan beban ke otot pergelangan dan lengan bawah.
Soal #21 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Jika seorang peserta menulis angka lengkap dua digit ’15’ bukannya ‘5’, kerugian yang diderita peserta tersebut adalah…

A. Hanya kehilangan 0.5 detik tanpa pengaruh nilai
B. Dihitung sebagai kesalahan (error) sekaligus membuang waktu dan energi motorik penulisan dua kali lipat
C. Penguji akan langsung mendiskualifikasi peserta di tempat
D. Mendapat dispensasi jika kolom lainnya benar
E. Hasilnya otomatis dibulatkan oleh sistem komputer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Menulis dua digit melanggar instruksi (dihitung salah) dan memboroskan efisiensi motorik tangan sebesar 100% lebih banyak untuk menulis angka yang tidak berguna.
Soal #22 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Saat tiba-tiba mengalami ‘mental freeze’ (pikiran buntu sesaat saat melihat angka), langkah taktis paling bijak adalah…

A. Menutup mata selama 1 menit penuh untuk relaksasi
B. Tarik napas dalam 1 detik, jangan panik, dan langsung eksekusi penjumlahan asosiatif tanpa menghitung jari
C. Melemparkan pensil dan meminta lembar tes baru
D. Menyerah dan menunggu kolom berikutnya
E. Mengisi deret angka secara asal-asalan tanpa menghitung
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Mental freeze terjadi akibat saturasi informasi sesaat. Mengatur napas mikro (1 detik) dan langsung memicu refleks visual tanpa menghitung manual di jari akan mengembalikan ritme motorik secara cepat.
Soal #23 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Diberikan operasi 4 langkah penjumlahan berurutan: 7+9, 9+6, 6+8, 8+5. Rangkaian angka satuan yang dihasilkan adalah…

A. 6, 5, 4, 3
B. 6, 4, 4, 3
C. 5, 5, 4, 3
D. 6, 5, 3, 3
E. 7, 5, 4, 3
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
7 + 9 = 16 → 6
9 + 6 = 15 → 5
6 + 8 = 14 → 4
8 + 5 = 13 → 3
Deret jawaban yang benar: 6, 5, 4, 3.
Soal #24 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Fenomena ‘rush syndrome’ (mengebut secara liar tepat ketika instruktur memberi sinyal waktu hampir habis) sering berakibat buruk karena…

A. Menghasilkan tulisan yang terlalu indah
B. Meningkatkan lonjakan angka salah dan loncatan baris (skipping error) yang merusak skor ketelitian
C. Membuat penguji marah dan membatalkan ujian
D. Membakar kalori tubuh terlalu banyak
E. Tidak ada dampak negatif sama sekali
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Tergesa-gesa di detik-detik akhir merusak koordinasi mata-tangan sehingga angka tertukar, melompati baris, atau angka tidak terbaca. Asesor sangat peka terhadap eror di ujung garis tiap kolom.
Soal #25 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Ketika aba-aba ‘PINDAH’ terdengar tepat saat ujung pensil baru menyentuh kertas untuk menulis jawaban, keputusan yang benar adalah…

A. Menyelesaikan tulisan jawaban tersebut secara perlahan baru berpindah
B. Segera angkat pensil dan langsung beralih ke dasar kolom berikutnya tanpa menyelesaikan angka tersebut
C. Mencoret seluruh kolom yang baru dikerjakan
D. Menulis jawaban tersebut di kolom yang baru
E. Memprotes penguji karena aba-aba terlalu mendadak
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kedisiplinan terhadap aba-aba adalah bagian penilaian kepatuhan instruksi. Memaksa menulis 1 angka memakan waktu 1-2 detik di kolom baru, yang membuat ritme awal kolom baru berantakan.
Soal #26 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Deretan angka vertikal dari bawah ke atas adalah: 6, 7, 8, 9, 5. Empat angka hasil penjumlahan berturut-turut dari bawah ke atas adalah…

A. 3, 5, 7, 4
B. 3, 4, 7, 4
C. 2, 5, 7, 4
D. 3, 5, 8, 4
E. 4, 5, 7, 3
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
6 + 7 = 13 → 3
7 + 8 = 15 → 5
8 + 9 = 17 → 7
9 + 5 = 14 → 4
Rangkaian jawaban: 3, 5, 7, 4.
Soal #27 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Mengapa peserta sangat TIDAK disarankan melafalkan angka dengan bisikan bibir/bergumam (subvocalizing) saat menghitung?

A. Karena dapat mengganggu peserta lain saja
B. Karena kecepatan motorik artikulasi bibir jauh lebih lambat daripada kecepatan pemrosesan persepsi visual-otak
C. Karena melafalkan angka akan mengurangi pasokan oksigen ke otak
D. Karena mikrofon penguji dapat mendengarnya
E. Karena peserta akan dicurigai membocorkan kunci jawaban
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Subvocalization menciptakan ‘bottleneck’. Otak mampu memproses penjumlahan secara visual dalam fraksi milidetik, tetapi jika harus diucapkan di mulut, kecepatan tereduksi hingga 60% mengikuti batas gerak lidah.
Soal #28 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Deret angka vertikal dari bawah ke atas: 4, 8, 3, 9, 7. Empat angka jawaban satuan dari bawah ke atas adalah…

A. 2, 1, 2, 6
B. 2, 1, 1, 6
C. 3, 1, 2, 6
D. 2, 2, 2, 6
E. 2, 1, 2, 5
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
4 + 8 = 12 → 2
8 + 3 = 11 → 1
3 + 9 = 12 → 2
9 + 7 = 16 → 6
Urutan yang benar: 2, 1, 2, 6.
Soal #29 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Postur fisik yang paling ideal saat duduk menghadapi tes berdurasi panjang seperti Kraepelin adalah…

A. Membungkuk sangat dekat dengan kertas dengan kepala bertumpu pada tangan kiri
B. Punggung tegak namun rileks, pandangan mata tegak lurus ke lembar kertas dengan jarak sekitar 30 cm, kedua kaki menapak rata di lantai
C. Bersandar santai ke belakang kursi sambil memegang lembar tes di udara
D. Duduk bersila di atas kursi ujian
E. Menundukkan kepala hingga jarak mata kurang dari 10 cm dari meja
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Postur tegak rileks dengan kaki menapak menjaga sirkulasi darah dan pasokan oksigen maksimal ke otak, serta mencegah ketegangan otot leher (cervical strain) yang memicu sakit kepala.
Soal #30 • Teknik Angka Satuan & Kecepatan Stabil Standar Tes Kraepelin

Mengapa konsistensi tinggi grafik antarkolom (keajegan) jauh lebih diutamakan oleh psikolog daripada grafik yang melonjak tinggi sekali lalu anjlok?

A. Karena asesor malas menghitung variasi nilai
B. Karena konsistensi mencerminkan stabilitas emosi, keandalan performa kerja, dan daya tahan stres yang matang di dunia kerja nyata
C. Karena grafik yang stabil memudahkan pengarsipan berkas
D. Karena aturan seleksi mewajibkan semua kolom bernilai sama persis
E. Karena grafik melonjak menandakan peserta menggunakan kecurangan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Perusahaan dan institusi membutuhkan pegawai yang memiliki kinerja terprediksi (reliable & dependable). Lonjakan ekstrem yang diikuti kejatuhan mencerminkan individu yang impulsif dan rentan burnout di bawah tekanan berkelanjutan.
Soal #31 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Bentuk kurva kinerja (garis penghubung puncak tiap kolom) yang paling diidamkan dan mencerminkan kandidat unggul pada Tes Kraepelin adalah…

A. Kurva menurun curam dari kiri ke kanan (descending curve)
B. Kurva datar rendah tanpa ada kenaikan sama sekali
C. Kurva yang menanjak secara gradual dan stabil dari kiri ke kanan dengan ritme konsisten (positive learning curve)
D. Kurva gergaji zig-zag ekstrem dengan selisih lebih dari 15 baris antarkolom
E. Kurva berbentuk huruf U (tinggi di awal dan akhir, anjlok total di tengah)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Kurva menanjak stabil (learning curve positif) mengindikasikan kemampuan adaptasi cepat, kemauan belajar (willingness to improve), stamina mental prima, dan resistensi tinggi terhadap kelelahan kerja.
Soal #32 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Kurva kerja yang diawali sangat tinggi di kolom 1-5, namun kemudian merosot tajam secara konsisten hingga kolom akhir mengindikasikan kepribadian kerja…

A. Sangat teliti dan sabar
B. Antusiasme awal menggebu-gebu namun daya tahan kerja (endurance) rendah dan cepat putus asa/lelah
C. Kepemimpinan yang stabil dan visioner
D. Pribadi yang introvert dan perfeksionis
E. Kemampuan adaptasi yang sangat dinamis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pola kurva merosot (turun tajam) adalah indikator klasik ‘hangat-hangat tahi ayam’: bersemangat di awal proyek namun cepat menyerah, loyo, dan tidak sanggup memelihara ketahanan kerja dalam ritme panjang.
Soal #33 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Kurva kerja yang berfluktuasi tajam bagai gigi gergaji (naik 20 baris lalu turun 15 baris berulang-ulang) mencerminkan kepribadian kandidat yang…

A. Penuh pertimbangan analitis
B. Emosi tidak stabil, mudah terpengaruh suasana hati (moody), dan konsentrasi mudah buyar oleh distraksi kecil
C. Karakter pemimpin otoriter
D. Kandidat yang sangat disiplin dan patuh aturan
E. Memiliki bakat matematika tingkat tinggi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Grafik gergaji tajam (erratic curve) secara psikologis menunjukkan labilitas emosi, kecemasan tinggi, ketidakmampuan meregulasi stres internal, serta ketergantungan pada mood saat bekerja.
Soal #34 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Parameter Panker (Kecepatan Kerja) dalam interpretasi skor Tes Kraepelin dihitung berdasarkan…

A. Jumlah total keseluruhan penjumlahan yang berhasil dikerjakan dengan benar
B. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menulis satu angka
C. Tinggi kolom pertama dikurangi tinggi kolom terakhir
D. Jumlah kesalahan dibagi jumlah kolom
E. Banyaknya coretan perbaikan yang dibuat peserta
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Panker (Kecepatan Kerja / Output) mengukur produktivitas total kandidat, yakni akumulasi jumlah baris/penjumlahan yang berhasil diselesaikan dengan benar sepanjang seluruh kolom tes.
Soal #35 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Parameter Tianker (Ketelitian Kerja) dalam skoring psikotes Kraepelin dinilai dari…

A. Bagusnya bentuk tulisan angka peserta
B. Persentase dan frekuensi kesalahan hitung (error) serta baris yang terlewat (skipping)
C. Ketepatan waktu peserta hadir di ruang ujian
D. Penggunaan pensil 2B asli vs pensil mekanik
E. Panjangnya garis penghubung kurva
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Tianker (Ketelitian Kerja / Accuracy) merefleksikan tingkat kecermatan. Semakin sedikit jumlah kesalahan (salah hitung) dan penyimpangan (lompat angka), semakin tinggi indeks ketelitian peserta.
Soal #36 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Parameter Janker (Keajegan / Kestabilan Kerja) diukur dari…

A. Warna tinta yang konsisten sepanjang ujian
B. Besar-kecilnya rentang deviasi (variasi selisih fluktuasi) tinggi capaian antarkolom
C. Kecepatan peserta menjawab saat diabsen penguji
D. Posisi duduk peserta yang tidak bergerak sama sekali
E. Jumlah angka nol yang berhasil ditulis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Janker (Keajegan Kerja / Consistency) mengukur stabilitas ritme. Dihitung dari deviasi standar capaian antarkolom. Deviasi kecil menunjukkan ritme kerja yang ajeg, matang, dan terkontrol.
Soal #37 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Parameter Hankers (Ketahanan Kerja) dalam psikotes Kraepelin merefleksikan…

A. Ketahanan fisik tangan menahan lecet pensil
B. Kemampuan mempertahankan stabilitas performa kerja dari paruh awal menuju paruh akhir tes tanpa penurunan signifikan
C. Jumlah lembar cadangan yang dihabiskan
D. Kecepatan detak jantung saat tes
E. Berapa lama peserta mampu menahan kantuk
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Hankers (Ketahanan Kerja / Work Endurance) mengevaluasi kapasitas stamina psikologis kandidat saat energi mulai terkuras di separuh akhir tes, apakah mampu bertahan atau kolaps.
Soal #38 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Seorang kandidat menyelesaikan rata-rata 40 baris per kolom (sangat cepat), namun di setiap kolom terdapat 10-12 kesalahan hitung. Profil psikologis kandidat ini adalah…

A. Kandidat ideal untuk semua posisi manajerial
B. Kandidat yang agresif, tergesa-gesa, ceroboh, dan berisiko tinggi melakukan kesalahan fatal pada pekerjaan yang menuntut presisi
C. Kandidat yang lamban berpikir namun teliti
D. Kandidat yang memiliki kestabilan emosi sempurna
E. Kandidat yang memiliki daya konsentrasi di atas rata-rata
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kecepatan sangat tinggi tanpa ketelitian (high speed, high error rate) mencerminkan orientasi hasil tanpa kepedulian kualitas (careless & reckless). Sangat berbahaya pada pekerjaan perbankan, administrasi legal, medis, atau engineering.
Soal #39 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Titik Lelah Kognitif (Mental Fatigue Point) pada lembar grafik Kraepelin secara visual ditandai oleh…

A. Pena kehabisan tinta secara tiba-tiba
B. Kemerosotan tajam jumlah baris yang dicapai disertai lonjakan kesalahan hitung secara beruntun pada kolom-kolom tertentu
C. Peserta tersenyum kepada pengawas ujian
D. Kenaikan baris kerja melebihi tinggi lembar kertas
E. Terjadinya perubahan warna kertas lembar ujian
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Ketika cadangan glukosa korteks dan neurotransmiter menipis (fatigue point), kontrol eksekutif melemah: kecepatan anjlok drastis dan ketelitian ambruk (error rate melonjak).
Soal #40 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Ketika instruktur meneriakkan ‘PINDAH!’ dengan nada tegas dan keras, reaksi psikologis yang diharapkan dari kandidat dengan ketahanan stres prima adalah…

A. Tersentak kaget dan tangan gemetar hingga pensil jatuh
B. Tetap tenang, tidak panik, segera mengalihkan fokus secara presisi ke kolom baru tanpa kehilangan kontrol motorik
C. Berteriak balik menyahuti aba-aba penguji
D. Menoleh ke peserta kanan-kiri untuk memastikan aba-aba
E. Mempercepat penulisan di kolom lama sebelum beralih
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Aba-aba tegas berfungsi sebagai auditory stressor. Peserta dengan regulasi emosi matang mempertahankan composure (ketenangan), responsif secara motorik tanpa panik sensorik.
Soal #41 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Pola kurva kerja ‘Plateau Rendah Datar’ (jumlah baris sedikit per kolom dan nyaris rata dari kolom 1 sampai akhir) mengindikasikan kandidat yang…

A. Memiliki ambisi kepemimpinan sangat tinggi
B. Kurang memiliki motivasi berprestasi (low achievement drive), pasif, dan sekadar menyelesaikan tugas minimal tanpa daya juang
C. Sangat kreatif dan berjiwa petualang
D. Memiliki kecerdasan logika matematis jenius
E. Mengalami sindrom kelelahan akut sejak menit pertama
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Kurva datar di zona bawah menunjukkan profil apatis/pasif: tidak ada usaha untuk meningkatkan kapasitas, motivasi berprestasi (need for achievement) rendah, dan minim antusiasme kerja.
Soal #42 • Analisis Ketahanan Stres & Grafik Kinerja Standar Tes Kraepelin

Jika pada 10 kolom terakhir capaian peserta justru meningkat 20% dibanding kolom tengah dengan tingkat kesalahan nol, kesimpulan asesor adalah…

A. Peserta telah melihat kunci jawaban peserta lain
B. Peserta memiliki ‘second wind’ psikologis, daya tahan stres tinggi, dan makin optimal ketika berada di bawah tekanan batas akhir (crisis performer)
C. Peserta tidak memahami instruksi ujian
D. Tes harus diulang karena terjadi anomali
E. Peserta mengalami kelelahan otot pergelangan tangan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: B

Pembahasan:
Lonjakan positif di fase akhir dengan nol error menandakan ‘second wind’ (daya lentur psikologis/resilience luar biasa). Individu tipe ini sangat andal di bawah tekanan deadline krisis.
Soal #43 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan potongan satu kolom angka vertikal dari bawah ke atas sebagai berikut:
[8]
[3]
[7]
[5]
[2]

Berapakah 4 angka jawaban yang harus dituliskan berturut-turut dari bawah ke atas?

A. 7, 2, 0, 1
B. 7, 2, 0, 2
C. 6, 2, 0, 1
D. 7, 1, 0, 1
E. 7, 3, 0, 1
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hitungan berurutan dari bawah ke atas:
1. 2 + 5 = 7
2. 5 + 7 = 12 → 2
3. 7 + 3 = 10 → 0
4. 3 + 8 = 11 → 1
Rangkaian jawaban: 7, 2, 0, 1.
Soal #44 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan potongan kolom angka vertikal dari bawah ke atas:
[9]
[4]
[6]
[8]
[1]
[7]

Tentukan 5 angka jawaban dari bawah ke atas!

A. 8, 9, 4, 0, 3
B. 8, 9, 4, 1, 3
C. 7, 9, 4, 0, 3
D. 8, 8, 4, 0, 3
E. 8, 9, 5, 0, 3
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penjumlahan vertikal dari bawah ke atas:
1. 7 + 1 = 8
2. 1 + 8 = 9
3. 8 + 6 = 14 → 4
4. 6 + 4 = 10 → 0
5. 4 + 9 = 13 → 3
Urutan jawaban yang benar: 8, 9, 4, 0, 3.
Soal #45 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[6]
[5]
[9]
[4]
[8]
[3]

Tentukan 5 angka jawaban berturut-turut dari bawah ke atas!

A. 1, 2, 3, 4, 1
B. 1, 2, 3, 4, 2
C. 1, 1, 3, 4, 1
D. 2, 2, 3, 4, 1
E. 1, 2, 4, 4, 1
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hitungan berurutan dari bawah ke atas:
1. 3 + 8 = 11 → 1
2. 8 + 4 = 12 → 2
3. 4 + 9 = 13 → 3
4. 9 + 5 = 14 → 4
5. 5 + 6 = 11 → 1
Urutan jawaban yang benar: 1, 2, 3, 4, 1.
Soal #46 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[2]
[9]
[7]
[8]
[6]
[5]
[4]

Tentukan 6 angka jawaban berturut-turut dari bawah ke atas!

A. 9, 1, 4, 5, 6, 1
B. 9, 1, 4, 5, 7, 1
C. 9, 2, 4, 5, 6, 1
D. 8, 1, 4, 5, 6, 1
E. 9, 1, 3, 5, 6, 1
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan bertahap dari bawah ke atas:
1. 4 + 5 = 9
2. 5 + 6 = 11 → 1
3. 6 + 8 = 14 → 4
4. 8 + 7 = 15 → 5
5. 7 + 9 = 16 → 6
6. 9 + 2 = 11 → 1
Urutan jawaban: 9, 1, 4, 5, 6, 1.
Soal #47 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[7]
[8]
[6]
[3]
[9]
[4]
[5]

Tentukan 6 angka jawaban berturut-turut dari bawah ke atas!

A. 9, 3, 2, 9, 4, 5
B. 9, 3, 1, 9, 4, 5
C. 9, 4, 2, 9, 4, 5
D. 8, 3, 2, 9, 4, 5
E. 9, 3, 2, 8, 4, 5
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan bertahap dari bawah ke atas:
1. 5 + 4 = 9
2. 4 + 9 = 13 → 3
3. 9 + 3 = 12 → 2
4. 3 + 6 = 9
5. 6 + 8 = 14 → 4
6. 8 + 7 = 15 → 5
Urutan jawaban: 9, 3, 2, 9, 4, 5.
Soal #48 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan kolom angka vertikal dari bawah ke atas:
[3]
[7]
[5]
[8]
[9]
[2]
[6]
[1]

Berapakah 7 deret angka jawaban yang benar dari bawah ke atas?

A. 7, 8, 1, 7, 3, 2, 0
B. 7, 8, 1, 6, 3, 2, 0
C. 7, 7, 1, 7, 3, 2, 0
D. 8, 8, 1, 7, 3, 2, 0
E. 7, 8, 1, 7, 4, 2, 0
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penjumlahan bertahap dari bawah ke atas:
1. 1 + 6 = 7
2. 6 + 2 = 8
3. 2 + 9 = 11 → 1
4. 9 + 8 = 17 → 7
5. 8 + 5 = 13 → 3
6. 5 + 7 = 12 → 2
7. 7 + 3 = 10 → 0
Urutan jawaban: 7, 8, 1, 7, 3, 2, 0.
Soal #49 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan kolom angka vertikal dari bawah ke atas:
[9]
[5]
[8]
[4]
[7]
[6]
[3]
[8]

Tentukan 7 angka jawaban dari bawah ke atas!

A. 1, 9, 3, 1, 2, 3, 4
B. 1, 9, 3, 2, 2, 3, 4
C. 1, 8, 3, 1, 2, 3, 4
D. 2, 9, 3, 1, 2, 3, 4
E. 1, 9, 4, 1, 2, 3, 4
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penjumlahan bertahap dari bawah ke atas:
1. 8 + 3 = 11 → 1
2. 3 + 6 = 9
3. 6 + 7 = 13 → 3
4. 7 + 4 = 11 → 1
5. 4 + 8 = 12 → 2
6. 8 + 5 = 13 → 3
7. 5 + 9 = 14 → 4
Urutan jawaban: 1, 9, 3, 1, 2, 3, 4.
Soal #50 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan deretan angka dari bawah ke atas:
[4]
[6]
[9]
[3]
[8]
[7]
[5]
[2]

Tentukan 7 angka jawaban dari bawah ke atas!

A. 7, 2, 5, 1, 2, 5, 0
B. 7, 2, 5, 2, 2, 5, 0
C. 6, 2, 5, 1, 2, 5, 0
D. 7, 3, 5, 1, 2, 5, 0
E. 7, 2, 5, 1, 3, 5, 0
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan bertahap dari bawah ke atas:
1. 2 + 5 = 7
2. 5 + 7 = 12 → 2
3. 7 + 8 = 15 → 5
4. 8 + 3 = 11 → 1
5. 3 + 9 = 12 → 2
6. 9 + 6 = 15 → 5
7. 6 + 4 = 10 → 0
Urutan jawaban: 7, 2, 5, 1, 2, 5, 0.
Soal #51 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Seorang peserta mengerjakan kolom angka berikut dari bawah ke atas:
[8]
[7]
[4]
[9]
[5]

Peserta tersebut menuliskan rangkaian jawaban: 4, 3, 1, 4. Berdasarkan analisis koreksi psikotes, di manakah letak kesalahan peserta tersebut?

A. Pada penjumlahan pertama (5 + 9)
B. Pada penjumlahan kedua (9 + 4)
C. Pada penjumlahan ketiga (4 + 7)
D. Pada penjumlahan keempat (7 + 8), di mana seharusnya ditulis 5 bukan 4
E. Semua jawaban peserta sudah tepat 100%
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: D

Pembahasan:
Mari kita audit satu per satu dari bawah:
– 5 + 9 = 14 → 4 (BENAR)
– 9 + 4 = 13 → 3 (BENAR)
– 4 + 7 = 11 → 1 (BENAR)
– 7 + 8 = 15 → satuan yang benar adalah 5, tetapi peserta menulis 4 (SALAH pada langkah ke-4).
Soal #52 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Audit Kolom: Diberikan angka dari bawah ke atas: 8, 6, 9, 3, 7, 5.
Peserta menuliskan rangkaian hasil: 4, 5, 2, 0, 3.
Langkah penjumlahan manakah yang keliru?

A. Langkah ke-1: 8 + 6
B. Langkah ke-2: 6 + 9
C. Langkah ke-3: 9 + 3
D. Langkah ke-4: 3 + 7
E. Langkah ke-5: 7 + 5, di mana seharusnya bernilai 2 bukan 3
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: E

Pembahasan:
Audit langkah dari bawah ke atas:
1. 8 + 6 = 14 → 4 (BENAR)
2. 6 + 9 = 15 → 5 (BENAR)
3. 9 + 3 = 12 → 2 (BENAR)
4. 3 + 7 = 10 → 0 (BENAR)
5. 7 + 5 = 12 → satuan yang benar adalah 2, namun peserta menulis 3.
Soal #53 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[1]
[9]
[8]
[4]
[6]
[7]

Tentukan 5 angka jawaban dari bawah ke atas!

A. 3, 0, 2, 7, 0
B. 3, 0, 2, 8, 0
C. 3, 1, 2, 7, 0
D. 2, 0, 2, 7, 0
E. 3, 0, 3, 7, 0
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan berurutan dari bawah ke atas:
1. 7 + 6 = 13 → 3
2. 6 + 4 = 10 → 0
3. 4 + 8 = 12 → 2
4. 8 + 9 = 17 → 7
5. 9 + 1 = 10 → 0
Urutan jawaban: 3, 0, 2, 7, 0.
Soal #54 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Dalam sebuah kolom berdurasi 30 detik, seorang peserta menuliskan 27 angka jawaban. Setelah dikoreksi, 2 jawaban salah hitung dan 1 angka terlewati (lompat). Berapakah jumlah jawaban benar bersih (Panker murni) pada kolom tersebut?

A. 27
B. 26
C. 25
D. 24
E. 22
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Jawaban tertulis = 27.
Kesalahan hitung = 2.
Jawaban benar murni = 27 – 2 = 25.
Angka terlewati dihitung sebagai penalti Tianker terpisah, tidak dihitung sebagai jawaban benar.
Soal #55 • Simulasi Kolom Angka & Kunci Jawaban Standar Tes Kraepelin

Simulasi Paripurna: Diberikan deretan vertikal 8 angka dari bawah ke atas:
[5]
[8]
[2]
[7]
[9]
[6]
[4]
[3]

Rangkaian 7 angka jawaban lengkap tanpa cela dari bawah ke atas adalah…

A. 7, 0, 5, 6, 9, 0, 3
B. 7, 0, 5, 6, 8, 0, 3
C. 7, 1, 5, 6, 9, 0, 3
D. 6, 0, 5, 6, 9, 0, 3
E. 7, 0, 4, 6, 9, 0, 3
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhitungan paripurna dari bawah ke atas:
1. 3 + 4 = 7
2. 4 + 6 = 10 → 0
3. 6 + 9 = 15 → 5
4. 9 + 7 = 16 → 6
5. 7 + 2 = 9
6. 2 + 8 = 10 → 0
7. 8 + 5 = 13 → 3
Deret jawaban akurat sempurna: 7, 0, 5, 6, 9, 0, 3.

Dapatkan Lebih Banyak Contoh Soal Tes Kraepelin di utbk.or.id

Latihanmu tidak berhenti di sini saja. utbk.or.id   menyediakan ratusan contoh soal Tes Kraepelin lengkap dengan pembahasan, serta tryout berbasis waktu nyata yang meniru kondisi ujian sesungguhnya. Cocok untuk mengasah kecepatan, ketelitian, dan daya tahan konsentrasi sebelum menghadapi tes yang sebenarnya.

Tertarik Beli Paket Soal TKA?Ini Cara Belinya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?