Tes Kraepelin adalah salah satu tes psikologi yang umum digunakan dalam proses seleksi kerja, pendidikan, maupun rekrutmen militer dan kepolisian. Tes ini berbentuk deretan angka yang harus dijumlahkan secara berurutan dalam waktu terbatas, bertujuan mengukur ketahanan, konsistensi, kecepatan, serta kemampuan fokus seseorang saat bekerja di bawah tekanan.
Tujuan Diadakannya Tes Kraepelin

Tes Kraepelin digunakan untuk menilai kemampuan dasar yang berkaitan dengan ketahanan kerja seseorang. Melalui pola hasil pengerjaan, penilai dapat melihat tingkat konsistensi, kecepatan, fokus, serta kemampuan mempertahankan performa dalam kondisi tekanan waktu.
Tes ini juga membantu mengidentifikasi karakter kerja seperti ketelitian, daya tahan mental, dan kemampuan mengelola stres, yang penting dalam pekerjaan dengan ritme cepat, beban tinggi, atau tanggung jawab besar terhadap keselamatan dan ketepatan.
Cara Mengerjakan Tes Kraepelin
Tes Kraepelin terdiri dari deretan angka 0–9 yang disusun vertikal dalam banyak kolom. Tugas peserta adalah menjumlahkan dua angka yang saling berdekatan dari atas ke bawah secara terus-menerus. Berikut langkah-langkah utamanya:
- Menjumlahkan dua angka berdekatan
Lihat dua angka pertama dari atas kolom, jumlahkan, lalu tuliskan hanya angka satuannya di samping angka kedua.
Contoh: 8 + 7 = 15 → tulis 5, 3 + 4 = 7 → tulis 7. - Menggunakan hasil sebelumnya untuk baris berikutnya
Lanjutkan dengan menjumlahkan angka kedua dan ketiga, lalu ketiga dan keempat, dan seterusnya secara berurutan ke bawah hingga akhir kolom. - Berpindah kolom setiap 1 menit
Biasanya pengawas memberi aba-aba setiap 1 menit. Saat aba-aba diberikan, segera hentikan di baris terakhir yang sedang dikerjakan, lalu pindah ke kolom berikutnya dari baris paling atas. - Menjaga ritme kerja tetap stabil
Fokus utama bukan hanya kecepatan, tetapi juga ketelitian dan kestabilan ritme dari awal hingga akhir tes. Jangan terlalu cepat di awal agar tidak kelelahan menjelang akhir.
Dengan cara ini, hasil Tes Kraepelin dapat menunjukkan kemampuan konsentrasi, daya tahan, dan konsistensi kerja peserta selama berada di bawah tekanan waktu.
Kumpulan 50+ Soal Latihan Tes Kraepelin Lengkap Cara Mengerjakan & Pembahasan
📘 Bank Soal & Simulasi Tes Kraepelin / Tes Koran Terlengkap: Di bawah ini disajikan 55 Latihan Simulasi Tes Kraepelin yang mencakup Logika Penjumlahan Angka Satuan & Konsentrasi Grafis, Teknik Pengambilan Angka Satuan & Pola Kecepatan Stabil, Analisis Ketahanan Stres Mental & Deteksi Titik Lelah (Grafik Kinerja), serta Simulasi Kolom Angka Kraepelin Lengkap & Kunci Jawaban Akurat. Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk meninjau pembahasannya!
Arah pengerjaan penjumlahan angka yang menjadi standar baku pada Tes Kraepelin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Perbedaan fundamental: Tes Kraepelin dikerjakan dari bawah ke atas per kolom. Sebaliknya, Tes Pauli dikerjakan dari atas ke bawah.
Aturan baku penulisan angka hasil penjumlahan pada Tes Kraepelin apabila hasil penjumlahan dua angka menghasilkan dua digit (puluhan ≥ 10) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Pada Tes Kraepelin, aturan mutlak saat hasil penjumlahan bernilai dua digit (misalnya 7 + 8 = 15) adalah hanya menuliskan angka satuannya saja, yaitu angka 5. Angka puluhan tidak pernah ditulis.
Jika terdapat dua angka vertikal berurutan yaitu 9 (bawah) dan 8 (atas), maka angka jawaban yang wajib ditulis peserta di antara kedua angka tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Operasi hitung: 9 + 8 = 17. Karena hanya angka satuan yang dicatat, maka angka yang ditulis pada lembar tes adalah 7.
Pada penjumlahan angka kembar vertikal 6 dan 6, angka jawaban yang dicatat adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
6 + 6 = 12. Angka satuan dari 12 adalah 2.
Diberikan angka bawah 7 dan angka atas 3. Hasil penjumlahan yang benar untuk dituliskan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Operasi hitung: 7 + 3 = 10. Angka satuan dari 10 adalah 0. Angka 0 wajib ditulis jelas dan tidak boleh dikosongkan.
Jika angka bawah adalah 2 dan angka atas adalah 5, angka yang harus dituliskan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
2 + 5 = 7. Karena hasilnya satu digit (< 10), angka yang ditulis adalah angka itu sendiri, yaitu 7.
Posisi peletakan angka jawaban yang tepat secara grafis pada lembar Tes Kraepelin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Jawaban dituliskan tepat di celah/sela antara dua angka yang dijumlahkan, sejajar vertikal dengan kolom tersebut sehingga membentuk rantai jawaban yang rapi.
Ketika penguji/instruktur menyerukan aba-aba ‘PINDAH!’, tindakan yang benar dan wajib dilakukan peserta adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Seketika aba-aba ‘PINDAH’ terdengar, peserta harus langsung melompat ke kolom berikutnya dari baris paling bawah, tanpa menyelesaikan sisa kolom yang sedang dikerjakan.
Jika seorang peserta tidak sengaja melompati satu pasangan angka di tengah kolom saat menjumlahkan cepat, dampak psikologis dan skoring yang terjadi adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Melompati angka (skip error) dihitung sebagai kesalahan ketelitian (parameter Tianker). Asesor melihat hal ini sebagai indikasi hilangnya fokus visual atau kepanikan saat mengejar kuantitas.
Diberikan tiga deret angka vertikal dari bawah ke atas: 5, 8, 4. Dua angka jawaban yang dihasilkan secara berurutan dari bawah ke atas adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Penjumlahan pertama (bawah-tengah): 5 + 8 = 13 → tulis 3.
Penjumlahan kedua (tengah-atas): 8 + 4 = 12 → tulis 2.
Urutan jawaban: 3 dan 2.
Format lembar Tes Kraepelin sengaja dicetak dengan kertas koran lebar (A3/folio besar) berisi ribuan angka monoton. Tujuan utama desain grafis ini adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Lembar tes koran didesain untuk menciptakan beban stres sensori-kognitif (visual fatigue). Ini menguji sejauh mana individu mampu menjaga ketelitian dan stabilitas mental saat dihadapkan pada tugas rutin monoton berkepanjangan.
Jika angka bawah adalah 9 dan angka atas adalah 9, angka yang harus ditulis peserta adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
9 + 9 = 18. Angka satuannya adalah 8.
Interval waktu standar pergantian instruksi antar-kolom pada Tes Kraepelin umumnya berkisar antara…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pada Tes Kraepelin standar psikotes, aba-aba pindah dibunyikan secara seragam oleh tester setiap 15 hingga 30 detik (paling umum 30 detik) per kolom.
Tiga angka vertikal tersusun dari bawah ke atas: 8, 4, 9. Dua angka jawaban yang benar dari bawah ke atas adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Langkah 1: 8 + 4 = 12 → tulis 2.
Langkah 2: 4 + 9 = 13 → tulis 3.
Maka urutan angka jawaban adalah 2 dan 3.
Faktor fisiologis utama yang memicu ilusi pandangan ganda (mata kabur/berbayang) setelah melewati menit ke-10 pengerjaan tes koran adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Fokus visual konstan pada deretan angka kecil dalam waktu lama tanpa jeda memicu ketegangan otot siliaris mata (astenopia/visual fatigue) serta kejenuhan korteks serebral.
Trik mental tercepat untuk menjumlahkan angka 9 dengan angka satu digit lain N (di mana 1 ≤ N ≤ 9) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Trik Cepat Sembilan: Karena 9 = 10 – 1, maka 9 + N = 10 + (N – 1). Angka satuannya PASTI N – 1! Contoh: 9 + 7 → 7 – 1 = 6; 9 + 4 → 4 – 1 = 3; 9 + 8 → 8 – 1 = 7. Ini menghemat pemrosesan otak hingga 50%!
Trik mental cepat untuk menjumlahkan angka 8 dengan angka satu digit lain N (≥ 2) adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Trik Cepat Delapan: Karena 8 = 10 – 2, maka 8 + N = 10 + (N – 2). Angka satuannya PASTI N – 2. Contoh: 8 + 5 → 5 – 2 = 3; 8 + 7 → 7 – 2 = 5; 8 + 6 → 6 – 2 = 4.
Strategi alokasi energi kerja terbaik pada 5 kolom pertama dalam Tes Kraepelin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Melakukan sprint di awal adalah jebakan fatal yang menyebabkan penurunan tajam (crash) akibat kelelahan mental dini. Strategi terbaik adalah ritme sedang terkontrol yang stabil dan menanjak secara bertahap.
Aturan standar memperbaiki kesalahan penulisan angka pada lembar tes koran psikotes tanpa merusak lembar kerja adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Penggunaan penghapus atau tipe-x sangat dilarang dan membuang waktu berharga. Prosedur baku psikotes: coret satu garis (misal:
Grip (cara memegang pensil) yang paling direkomendasikan saat mengerjakan tes berdurasi 30-60 menit seperti Kraepelin/Pauli adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Cengkeraman jari yang terlalu kaku menimbulkan carpal tunnel fatigue dan kram otot jari dalam 5-10 menit. Relaxed dynamic tripod grip mendistribusikan beban ke otot pergelangan dan lengan bawah.
Jika seorang peserta menulis angka lengkap dua digit ’15’ bukannya ‘5’, kerugian yang diderita peserta tersebut adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Menulis dua digit melanggar instruksi (dihitung salah) dan memboroskan efisiensi motorik tangan sebesar 100% lebih banyak untuk menulis angka yang tidak berguna.
Saat tiba-tiba mengalami ‘mental freeze’ (pikiran buntu sesaat saat melihat angka), langkah taktis paling bijak adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Mental freeze terjadi akibat saturasi informasi sesaat. Mengatur napas mikro (1 detik) dan langsung memicu refleks visual tanpa menghitung manual di jari akan mengembalikan ritme motorik secara cepat.
Diberikan operasi 4 langkah penjumlahan berurutan: 7+9, 9+6, 6+8, 8+5. Rangkaian angka satuan yang dihasilkan adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
7 + 9 = 16 → 6
9 + 6 = 15 → 5
6 + 8 = 14 → 4
8 + 5 = 13 → 3
Deret jawaban yang benar: 6, 5, 4, 3.
Fenomena ‘rush syndrome’ (mengebut secara liar tepat ketika instruktur memberi sinyal waktu hampir habis) sering berakibat buruk karena…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Tergesa-gesa di detik-detik akhir merusak koordinasi mata-tangan sehingga angka tertukar, melompati baris, atau angka tidak terbaca. Asesor sangat peka terhadap eror di ujung garis tiap kolom.
Ketika aba-aba ‘PINDAH’ terdengar tepat saat ujung pensil baru menyentuh kertas untuk menulis jawaban, keputusan yang benar adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Kedisiplinan terhadap aba-aba adalah bagian penilaian kepatuhan instruksi. Memaksa menulis 1 angka memakan waktu 1-2 detik di kolom baru, yang membuat ritme awal kolom baru berantakan.
Deretan angka vertikal dari bawah ke atas adalah: 6, 7, 8, 9, 5. Empat angka hasil penjumlahan berturut-turut dari bawah ke atas adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
6 + 7 = 13 → 3
7 + 8 = 15 → 5
8 + 9 = 17 → 7
9 + 5 = 14 → 4
Rangkaian jawaban: 3, 5, 7, 4.
Mengapa peserta sangat TIDAK disarankan melafalkan angka dengan bisikan bibir/bergumam (subvocalizing) saat menghitung?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Subvocalization menciptakan ‘bottleneck’. Otak mampu memproses penjumlahan secara visual dalam fraksi milidetik, tetapi jika harus diucapkan di mulut, kecepatan tereduksi hingga 60% mengikuti batas gerak lidah.
Deret angka vertikal dari bawah ke atas: 4, 8, 3, 9, 7. Empat angka jawaban satuan dari bawah ke atas adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
4 + 8 = 12 → 2
8 + 3 = 11 → 1
3 + 9 = 12 → 2
9 + 7 = 16 → 6
Urutan yang benar: 2, 1, 2, 6.
Postur fisik yang paling ideal saat duduk menghadapi tes berdurasi panjang seperti Kraepelin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Postur tegak rileks dengan kaki menapak menjaga sirkulasi darah dan pasokan oksigen maksimal ke otak, serta mencegah ketegangan otot leher (cervical strain) yang memicu sakit kepala.
Mengapa konsistensi tinggi grafik antarkolom (keajegan) jauh lebih diutamakan oleh psikolog daripada grafik yang melonjak tinggi sekali lalu anjlok?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Perusahaan dan institusi membutuhkan pegawai yang memiliki kinerja terprediksi (reliable & dependable). Lonjakan ekstrem yang diikuti kejatuhan mencerminkan individu yang impulsif dan rentan burnout di bawah tekanan berkelanjutan.
Bentuk kurva kinerja (garis penghubung puncak tiap kolom) yang paling diidamkan dan mencerminkan kandidat unggul pada Tes Kraepelin adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Kurva menanjak stabil (learning curve positif) mengindikasikan kemampuan adaptasi cepat, kemauan belajar (willingness to improve), stamina mental prima, dan resistensi tinggi terhadap kelelahan kerja.
Kurva kerja yang diawali sangat tinggi di kolom 1-5, namun kemudian merosot tajam secara konsisten hingga kolom akhir mengindikasikan kepribadian kerja…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Pola kurva merosot (turun tajam) adalah indikator klasik ‘hangat-hangat tahi ayam’: bersemangat di awal proyek namun cepat menyerah, loyo, dan tidak sanggup memelihara ketahanan kerja dalam ritme panjang.
Kurva kerja yang berfluktuasi tajam bagai gigi gergaji (naik 20 baris lalu turun 15 baris berulang-ulang) mencerminkan kepribadian kandidat yang…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Grafik gergaji tajam (erratic curve) secara psikologis menunjukkan labilitas emosi, kecemasan tinggi, ketidakmampuan meregulasi stres internal, serta ketergantungan pada mood saat bekerja.
Parameter Panker (Kecepatan Kerja) dalam interpretasi skor Tes Kraepelin dihitung berdasarkan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Panker (Kecepatan Kerja / Output) mengukur produktivitas total kandidat, yakni akumulasi jumlah baris/penjumlahan yang berhasil diselesaikan dengan benar sepanjang seluruh kolom tes.
Parameter Tianker (Ketelitian Kerja) dalam skoring psikotes Kraepelin dinilai dari…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Tianker (Ketelitian Kerja / Accuracy) merefleksikan tingkat kecermatan. Semakin sedikit jumlah kesalahan (salah hitung) dan penyimpangan (lompat angka), semakin tinggi indeks ketelitian peserta.
Parameter Janker (Keajegan / Kestabilan Kerja) diukur dari…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Janker (Keajegan Kerja / Consistency) mengukur stabilitas ritme. Dihitung dari deviasi standar capaian antarkolom. Deviasi kecil menunjukkan ritme kerja yang ajeg, matang, dan terkontrol.
Parameter Hankers (Ketahanan Kerja) dalam psikotes Kraepelin merefleksikan…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Hankers (Ketahanan Kerja / Work Endurance) mengevaluasi kapasitas stamina psikologis kandidat saat energi mulai terkuras di separuh akhir tes, apakah mampu bertahan atau kolaps.
Seorang kandidat menyelesaikan rata-rata 40 baris per kolom (sangat cepat), namun di setiap kolom terdapat 10-12 kesalahan hitung. Profil psikologis kandidat ini adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Kecepatan sangat tinggi tanpa ketelitian (high speed, high error rate) mencerminkan orientasi hasil tanpa kepedulian kualitas (careless & reckless). Sangat berbahaya pada pekerjaan perbankan, administrasi legal, medis, atau engineering.
Titik Lelah Kognitif (Mental Fatigue Point) pada lembar grafik Kraepelin secara visual ditandai oleh…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Ketika cadangan glukosa korteks dan neurotransmiter menipis (fatigue point), kontrol eksekutif melemah: kecepatan anjlok drastis dan ketelitian ambruk (error rate melonjak).
Ketika instruktur meneriakkan ‘PINDAH!’ dengan nada tegas dan keras, reaksi psikologis yang diharapkan dari kandidat dengan ketahanan stres prima adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Aba-aba tegas berfungsi sebagai auditory stressor. Peserta dengan regulasi emosi matang mempertahankan composure (ketenangan), responsif secara motorik tanpa panik sensorik.
Pola kurva kerja ‘Plateau Rendah Datar’ (jumlah baris sedikit per kolom dan nyaris rata dari kolom 1 sampai akhir) mengindikasikan kandidat yang…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Kurva datar di zona bawah menunjukkan profil apatis/pasif: tidak ada usaha untuk meningkatkan kapasitas, motivasi berprestasi (need for achievement) rendah, dan minim antusiasme kerja.
Jika pada 10 kolom terakhir capaian peserta justru meningkat 20% dibanding kolom tengah dengan tingkat kesalahan nol, kesimpulan asesor adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: B
Lonjakan positif di fase akhir dengan nol error menandakan ‘second wind’ (daya lentur psikologis/resilience luar biasa). Individu tipe ini sangat andal di bawah tekanan deadline krisis.
Diberikan potongan satu kolom angka vertikal dari bawah ke atas sebagai berikut:
[8]
[3]
[7]
[5]
[2]
Berapakah 4 angka jawaban yang harus dituliskan berturut-turut dari bawah ke atas?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hitungan berurutan dari bawah ke atas:
1. 2 + 5 = 7
2. 5 + 7 = 12 → 2
3. 7 + 3 = 10 → 0
4. 3 + 8 = 11 → 1
Rangkaian jawaban: 7, 2, 0, 1.
Diberikan potongan kolom angka vertikal dari bawah ke atas:
[9]
[4]
[6]
[8]
[1]
[7]
Tentukan 5 angka jawaban dari bawah ke atas!
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Penjumlahan vertikal dari bawah ke atas:
1. 7 + 1 = 8
2. 1 + 8 = 9
3. 8 + 6 = 14 → 4
4. 6 + 4 = 10 → 0
5. 4 + 9 = 13 → 3
Urutan jawaban yang benar: 8, 9, 4, 0, 3.
Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[6]
[5]
[9]
[4]
[8]
[3]
Tentukan 5 angka jawaban berturut-turut dari bawah ke atas!
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Hitungan berurutan dari bawah ke atas:
1. 3 + 8 = 11 → 1
2. 8 + 4 = 12 → 2
3. 4 + 9 = 13 → 3
4. 9 + 5 = 14 → 4
5. 5 + 6 = 11 → 1
Urutan jawaban yang benar: 1, 2, 3, 4, 1.
Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[2]
[9]
[7]
[8]
[6]
[5]
[4]
Tentukan 6 angka jawaban berturut-turut dari bawah ke atas!
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perhitungan bertahap dari bawah ke atas:
1. 4 + 5 = 9
2. 5 + 6 = 11 → 1
3. 6 + 8 = 14 → 4
4. 8 + 7 = 15 → 5
5. 7 + 9 = 16 → 6
6. 9 + 2 = 11 → 1
Urutan jawaban: 9, 1, 4, 5, 6, 1.
Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[7]
[8]
[6]
[3]
[9]
[4]
[5]
Tentukan 6 angka jawaban berturut-turut dari bawah ke atas!
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perhitungan bertahap dari bawah ke atas:
1. 5 + 4 = 9
2. 4 + 9 = 13 → 3
3. 9 + 3 = 12 → 2
4. 3 + 6 = 9
5. 6 + 8 = 14 → 4
6. 8 + 7 = 15 → 5
Urutan jawaban: 9, 3, 2, 9, 4, 5.
Diberikan kolom angka vertikal dari bawah ke atas:
[3]
[7]
[5]
[8]
[9]
[2]
[6]
[1]
Berapakah 7 deret angka jawaban yang benar dari bawah ke atas?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Penjumlahan bertahap dari bawah ke atas:
1. 1 + 6 = 7
2. 6 + 2 = 8
3. 2 + 9 = 11 → 1
4. 9 + 8 = 17 → 7
5. 8 + 5 = 13 → 3
6. 5 + 7 = 12 → 2
7. 7 + 3 = 10 → 0
Urutan jawaban: 7, 8, 1, 7, 3, 2, 0.
Diberikan kolom angka vertikal dari bawah ke atas:
[9]
[5]
[8]
[4]
[7]
[6]
[3]
[8]
Tentukan 7 angka jawaban dari bawah ke atas!
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Penjumlahan bertahap dari bawah ke atas:
1. 8 + 3 = 11 → 1
2. 3 + 6 = 9
3. 6 + 7 = 13 → 3
4. 7 + 4 = 11 → 1
5. 4 + 8 = 12 → 2
6. 8 + 5 = 13 → 3
7. 5 + 9 = 14 → 4
Urutan jawaban: 1, 9, 3, 1, 2, 3, 4.
Diberikan deretan angka dari bawah ke atas:
[4]
[6]
[9]
[3]
[8]
[7]
[5]
[2]
Tentukan 7 angka jawaban dari bawah ke atas!
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perhitungan bertahap dari bawah ke atas:
1. 2 + 5 = 7
2. 5 + 7 = 12 → 2
3. 7 + 8 = 15 → 5
4. 8 + 3 = 11 → 1
5. 3 + 9 = 12 → 2
6. 9 + 6 = 15 → 5
7. 6 + 4 = 10 → 0
Urutan jawaban: 7, 2, 5, 1, 2, 5, 0.
Seorang peserta mengerjakan kolom angka berikut dari bawah ke atas:
[8]
[7]
[4]
[9]
[5]
Peserta tersebut menuliskan rangkaian jawaban: 4, 3, 1, 4. Berdasarkan analisis koreksi psikotes, di manakah letak kesalahan peserta tersebut?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: D
Mari kita audit satu per satu dari bawah:
– 5 + 9 = 14 → 4 (BENAR)
– 9 + 4 = 13 → 3 (BENAR)
– 4 + 7 = 11 → 1 (BENAR)
– 7 + 8 = 15 → satuan yang benar adalah 5, tetapi peserta menulis 4 (SALAH pada langkah ke-4).
Audit Kolom: Diberikan angka dari bawah ke atas: 8, 6, 9, 3, 7, 5.
Peserta menuliskan rangkaian hasil: 4, 5, 2, 0, 3.
Langkah penjumlahan manakah yang keliru?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: E
Audit langkah dari bawah ke atas:
1. 8 + 6 = 14 → 4 (BENAR)
2. 6 + 9 = 15 → 5 (BENAR)
3. 9 + 3 = 12 → 2 (BENAR)
4. 3 + 7 = 10 → 0 (BENAR)
5. 7 + 5 = 12 → satuan yang benar adalah 2, namun peserta menulis 3.
Diberikan kolom angka dari bawah ke atas:
[1]
[9]
[8]
[4]
[6]
[7]
Tentukan 5 angka jawaban dari bawah ke atas!
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perhitungan berurutan dari bawah ke atas:
1. 7 + 6 = 13 → 3
2. 6 + 4 = 10 → 0
3. 4 + 8 = 12 → 2
4. 8 + 9 = 17 → 7
5. 9 + 1 = 10 → 0
Urutan jawaban: 3, 0, 2, 7, 0.
Dalam sebuah kolom berdurasi 30 detik, seorang peserta menuliskan 27 angka jawaban. Setelah dikoreksi, 2 jawaban salah hitung dan 1 angka terlewati (lompat). Berapakah jumlah jawaban benar bersih (Panker murni) pada kolom tersebut?
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: C
Jawaban tertulis = 27.
Kesalahan hitung = 2.
Jawaban benar murni = 27 – 2 = 25.
Angka terlewati dihitung sebagai penalti Tianker terpisah, tidak dihitung sebagai jawaban benar.
Simulasi Paripurna: Diberikan deretan vertikal 8 angka dari bawah ke atas:
[5]
[8]
[2]
[7]
[9]
[6]
[4]
[3]
Rangkaian 7 angka jawaban lengkap tanpa cela dari bawah ke atas adalah…
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban: A
Perhitungan paripurna dari bawah ke atas:
1. 3 + 4 = 7
2. 4 + 6 = 10 → 0
3. 6 + 9 = 15 → 5
4. 9 + 7 = 16 → 6
5. 7 + 2 = 9
6. 2 + 8 = 10 → 0
7. 8 + 5 = 13 → 3
Deret jawaban akurat sempurna: 7, 0, 5, 6, 9, 0, 3.
📚 Latihan Soal Psikotes & Seleksi Kedinasan Terkait:
Dapatkan Lebih Banyak Contoh Soal Tes Kraepelin di utbk.or.id

Latihanmu tidak berhenti di sini saja. utbk.or.id menyediakan ratusan contoh soal Tes Kraepelin lengkap dengan pembahasan, serta tryout berbasis waktu nyata yang meniru kondisi ujian sesungguhnya. Cocok untuk mengasah kecepatan, ketelitian, dan daya tahan konsentrasi sebelum menghadapi tes yang sebenarnya.
Tertarik Beli Paket Soal TKA?Ini Cara Belinya!