65+ Soal Tes Masuk Jurusan Analis Kesehatan (TLM) + Pembahasan Lengkap

Share ke:
100 Soal Tes Masuk Jurusan Analis Kesehatan + Pembahasan (Tes Kuliah)

Masuk ke jurusan Analis Kesehatan di perguruan tinggi impian tentu membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam menghadapi tes seleksi. Tes masuk biasanya mencakup berbagai materi, mulai dari biologi, kimia, hingga pemahaman dasar tentang ilmu kesehatan.

Artikel ini akan menyajikan 100 contoh soal tes masuk jurusan Analis Kesehatan beserta pembahasannya. Dengan mempelajari soal-soal ini, Anda dapat memahami pola pertanyaan yang sering muncul serta meningkatkan peluang lolos seleksi. Simak dan persiapkan diri Anda dengan baik!    

Tugas-Tugas Analis Kesehatan Dalam Dunia Medis

Tugas-Tugas Analis Kesehatan Dalam Dunia Medis

Analis Kesehatan, atau yang sering disebut sebagai Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), memiliki peran penting dalam dunia medis. Mereka bertanggung jawab dalam melakukan berbagai pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk membantu diagnosis, pemantauan, dan pencegahan penyakit. Berikut adalah beberapa tugas utama Analis Kesehatan:

1. Melakukan Pemeriksaan Laboratorium

Analis Kesehatan melakukan berbagai jenis tes laboratorium, seperti:

  • Tes darah untuk mengetahui kadar hemoglobin, leukosit, atau gula darah.
  • Tes urin untuk mendeteksi infeksi atau penyakit ginjal.
  • Pemeriksaan feses untuk mendeteksi parasit atau gangguan pencernaan.
  • Tes mikrobiologi untuk mengidentifikasi bakteri, virus, atau jamur penyebab penyakit.

2. Mengoperasikan dan Merawat Alat Laboratorium

Analis Kesehatan bertanggung jawab dalam menggunakan serta merawat alat-alat laboratorium, seperti mikroskop, centrifuge, dan spektrofotometer, agar tetap berfungsi dengan baik dan hasil pemeriksaan akurat.

3. Menganalisis dan Menginterpretasikan Hasil Tes

Setelah melakukan pemeriksaan, Analis Kesehatan harus memastikan bahwa hasil tes yang diperoleh akurat sebelum diserahkan kepada dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

4. Menjamin Kualitas dan Keamanan Laboratorium

Analis Kesehatan wajib mematuhi prosedur keselamatan dalam bekerja, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), sterilisasi peralatan, serta pembuangan limbah medis sesuai standar kesehatan.

5. Melakukan Pengambilan Sampel Pasien

Mereka juga bertugas mengambil sampel darah, urin, atau jaringan tubuh pasien dengan teknik yang aman dan nyaman bagi pasien.

6. Membantu dalam Riset Kesehatan

Selain tugas rutin, Analis Kesehatan juga sering terlibat dalam penelitian untuk pengembangan metode diagnostik baru atau pengujian efektivitas obat.

7. Melakukan Pencatatan dan Pelaporan Data

Semua hasil laboratorium harus dicatat dengan rapi dan dilaporkan ke dokter atau pihak yang berwenang agar dapat digunakan dalam pengambilan keputusan medis.

Kisi-Kisi Soal Tes Masuk Jurusan Analis Kesehatan  

Memahami kisi-kisi soal adalah langkah awal dalam mempersiapkan tes masuk jurusan Analis Kesehatan. Tes ini umumnya mencakup biologi, kimia, dan dasar ilmu kesehatan. Berikut ini adalah kisi-kisi untuk tes masuk jurusan analis kesehatan.

Biologi dan Mikrobiologi Dasar
Menguji pemahaman tentang sel, jaringan, sistem organ manusia, serta mikroorganisme penyebab penyakit.

Kimia dan Analisis Laboratorium
Memastikan calon mahasiswa memahami reaksi kimia, konsentrasi larutan, dan teknik analisis laboratorium seperti titrasi dan spektrofotometri.

Fisika Terapan dalam Laboratorium
Menguji pemahaman tentang prinsip optik, kelistrikan, dan tekanan yang digunakan dalam alat laboratorium medis.

Matematika dan Statistika Dasar
Mengukur kemampuan dalam perhitungan konsentrasi larutan, pengenceran, dan analisis data laboratorium secara statistik.

Dasar-Dasar Ilmu Kesehatan
Menguji pengetahuan tentang anatomi, fisiologi, patologi dasar, serta sistem kekebalan tubuh yang berhubungan dengan analisis kesehatan.

Teknik Laboratorium Medis
Menilai pemahaman tentang prosedur pengambilan sampel darah dan urin, penggunaan mikroskop, serta pemeriksaan hematologi dan biokimia.

Etika dan Keselamatan Laboratorium
Memastikan pemahaman tentang standar etika, biosekuriti, penggunaan APD, dan pencegahan kontaminasi di laboratorium kesehatan.

📘 Bank Soal Latihan & Simulasi Terlengkap: 67 Butir Soal Latihan Tes Masuk Jurusan Analis Kesehatan (Teknologi Laboratorium Medik / TLM) yang mencakup Hematologi & Hemostasis (Antikoagulan EDTA, Hitung Jenis Leukosit, LED Westergren, Crossmatch), Kimia Klinik & Urinalisis (Kreatinin, Enzim SGPT/ALT, Glukosuria, Sedimen Urin), Mikrobiologi & Parasitologi (Pewarnaan Gram/BTA Ziehl-Neelsen, Malaria, Cacingan, Widal, ELISA), serta Flebotomi & Kendali Mutu (Westgard Rules, Safety Box, Tabung Vacutainer) lengkap dengan pembahasan!

Soal #1 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Zat antikoagulan standar yang digunakan dalam tabung vacutainer bertutup ungu untuk pemeriksaan hitung darah lengkap (Complete Blood Count / CBC) adalah…

A. EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid)
B. Heparin
C. Natrium Sitrat 3,2%
D. Natrium Fluorida (NaF)
E. Litium Heparin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
K2-EDTA atau K3-EDTA mengikat ion kalsium (Ca²⁺) untuk mencegah pembekuan darah tanpa merusak morfologi sel darah.
Soal #2 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) metode Westergren menggunakan antikoagulan…

A. Natrium Sitrat 3,8% dengan perbandingan 1 : 4
B. EDTA murni tanpa pengencer
C. Heparin beku
D. Natrium Oksalat 1:1
E. Ammonium Oksalat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Metode Westergren mencampurkan 1 bagian natrium sitrat 3,8% dengan 4 bagian darah vena.
Soal #3 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Jenis sel leukosit granular yang memiliki granula berwarna merah-oranye terang pada pewarnaan Giemsa dan meningkat pada kasus alergi atau infeksi parasit adalah…

A. Eosinofil
B. Basofil
C. Neutrofil Segmen
D. Limfosit
E. Monosit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Eosinofil mengandung granula asidofilik yang mengikat zat warna eosin (merah-oranye) dan memfagosit kompleks antigen-antibodi pada alergi/cacingan.
Soal #4 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Reagen yang digunakan pada pemeriksaan kadar hemoglobin darah metode Cyanmethemoglobin adalah…

A. Larutan Drabkin (mengandung KCN dan K₃Fe(CN)₆)
B. Larutan Hayem
C. Larutan Turk
D. Larutan Rees Ecker
E. Asam Klorida (HCl) 0,1 N
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Reagen Drabkin mengoksidasi hemoglobin menjadi methemoglobin lalu diubah oleh sianida menjadi sianmethemoglobin yang stabil.
Soal #5 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Larutan Turk digunakan sebagai pengencer spesimen darah pada pemeriksaan hitung jumlah…

A. Leukosit (Sel Darah Putih)
B. Eritrosit
C. Trombosit
D. Retikulosit
E. Hematokrit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Larutan Turk melisiskan eritrosit dan mewarnai inti leukosit dengan gentian violet sehingga sel darah putih mudah dihitung di hemositometer.
Soal #6 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Kamar hitung (Counting Chamber) standar yang paling luas digunakan untuk perhitungan manual sel darah di laboratorium adalah…

A. Improved Neubauer
B. Burker
C. Fuchs Rosenthal
D. Thoma
E. Malassez
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kamar hitung Improved Neubauer memiliki kotak kisi 3×3 mm dengan kedalaman 0,1 mm untuk hitung eritrosit, leukosit, dan trombosit.
Soal #7 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan hemostasis Prothrombin Time (PT) mengevaluasi jalur pembekuan darah…

A. Jalur Ekstrinsik dan Jalur Bersama
B. Jalur Intrinsik murni
C. Fungsi adhesi trombosit murni
D. Fibrinolisis sekunder
E. Kadar kalsium plasma
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
PT mengevaluasi integritas faktor pembekuan jalur ekstrinsik (faktor VII) dan jalur bersama (X, V, II, I).
Soal #8 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT) digunakan untuk memantau terapi antikoagulan…

A. Heparin tak terfraksi (UFH)
B. Warfarin / Coumadin
C. Aspirin
D. Klopidogrel
E. Vitamin K
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
aPTT memantau efektivitas terapi antikoagulan heparin yang bekerja pada jalur intrinsik pembekuan darah.
Soal #9 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pewarnaan supravital menggunakan New Methylene Blue atau Brilliant Cresyl Blue digunakan khusus untuk identifikasi…

A. Retikulosit (Eritrosit Muda)
B. Badan inclusion malaria
C. Trombosit raksasa
D. Sel sabit
E. Sferosit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pewarnaan supravital mewarnai sisa jaring-jaring RNA ribosom dalam retikulosit saat sel masih hidup.
Soal #10 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan ‘Crossmatch’ (Uji Silang Serasi) darah transfusi ‘Mayor’ mereaksikan antara…

A. Eritrosit donor dengan serum/plasma pasien (resipien)
B. Serum donor dengan eritrosit pasien
C. Eritrosit donor dengan eritrosit pasien
D. Serum donor dengan serum pasien
E. Plasma donor dengan antikoagulan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Major crossmatch mendeteksi keberadaan antibodi dalam serum pasien yang dapat menghancurkan eritrosit donor.
Soal #11 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Fungsi utama dari sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi kardiovaskular manusia adalah…

A. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh melalui ikatan hemoglobin
B. Menghasilkan antibodi imunoglobulin
C. Membekukan darah saat terjadi perdarahan
D. Memfagosit bakteri patogen
E. Menghasilkan hormon pertumbuhan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Eritrosit kaya hemoglobin yang berfungsi utama sebagai transporter gas respirasi O₂ dan CO₂.
Soal #12 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Batas nilai normal hematokrit (Ht / PCV) pada laki-laki dewasa sehat umumnya berkisar antara…

A. 40% hingga 50%
B. 20% hingga 30%
C. 60% hingga 75%
D. 10% hingga 15%
E. 75% hingga 85%
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Nilai rujukan hematokrit pria dewasa normal: 40-52% (wanita 36-48%).
Soal #13 • Hematologi, Hemostasis & Transfusi Darah Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Penurunan jumlah sel trombosit di bawah nilai normal (< 150.000 /μL) disebut kondisi...

A. Trombositopenia
B. Trombositosis
C. Leukopenia
D. Eritrositosis
E. Polisitemia
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Trombositopenia adalah defisiensi jumlah platelet/trombosit darah yang meningkatkan risiko manifestasi perdarahan.
Soal #14 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Tabung vacutainer dengan penambahan zat aditif Natrium Fluorida (NaF) dan Kalium Oksalat bertutup warna abu-abu digunakan khusus untuk pemeriksaan…

A. Glukosa Darah
B. Profil Lipid Lengkap
C. Enzim Jantung Troponin
D. Elektrolit Serum
E. Hormon Tiroid
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
NaF bertindak sebagai antiglikolitik yang menghambat enzim enolase sehingga glikolisis sel darah terhenti dan kadar glukosa stabil.
Soal #15 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan profil lipid darah yang mengukur jenis lipoprotein pembawa kolesterol yang dijuluki ‘Kolesterol Baik’ adalah…

A. HDL (High-Density Lipoprotein)
B. LDL (Low-Density Lipoprotein)
C. VLDL
D. Trigliserida
E. Kilomikron
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
HDL mengangkut kelebihan kolesterol perifer kembali ke hati (reverse cholesterol transport) sehingga bersifat protektif kardiovaskular.
Soal #16 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Enzim penanda spesifik kerusakan sel hati (hepatoseluler) yang paling akurat dievaluasi pada tes fungsi hati adalah…

A. SGPT (ALT – Alanine Aminotransferase)
B. Amilase
C. Kreatin Kinase (CK-MB)
D. Lipase
E. Asam Urat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
ALT/SGPT terkonsentrasi tinggi terutama di sitoplasma hepatosit hati, menjadikannya biomarker paling spesifik untuk nekrosis sel hati.
Soal #17 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Uji fungsi ginjal primer yang mengukur produk akhir metabolisme kreatin fosfat otot yang diekskresikan melalui filtrasi glomerulus adalah…

A. Kreatinin Serum
B. Bilirubin Total
C. Albumin
D. Kolesterol Total
E. Glukosa Puasa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kadar kreatinin serum berbanding terbalik dengan laju filtrasi glomerulus (LFG / eGFR) ginjal.
Soal #18 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan reduksi urin menggunakan reagen Benedict yang menghasilkan endapan merah bata menunjukkan adanya…

A. Glukosa dalam urin (Glukosuria)
B. Protein albumin
C. Kalsium oksalat
D. Bilirubin
E. Bakteri piuria
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gula pereduksi (glukosa) mereduksi ion tembaga(II) kupri menjadi endapan tembaga(I) kupro oksida merah bata.
Soal #19 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan protein urin kuantitatif/semi-kuantitatif konvensional menggunakan metode pemanasan dengan penambahan larutan…

A. Asam Asetat 6%
B. Asam Sulfat Pekat
C. Natrium Hidroksida 10%
D. Alkohol 70%
E. Eter
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Uji rebus asam asetat 6% memicu denaturasi dan presipitasi protein albumin urin jika terbentuk kekeruhan saat dipanaskan.
Soal #20 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Reagen Ehrlich pada pemeriksaan urinalisis digunakan untuk mendeteksi keberadaan…

A. Urobilinogen
B. Keton
C. Darah Samar
D. Bakteri Nitrit
E. Leukosit Esterase
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Reagen paradimetilaminobenzaldehid (Ehrlich) bereaksi dengan urobilinogen urin membentuk warna merah ceri.
Soal #21 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Kristal sedimen urin berbentuk amplop persegi empat yang sering ditemukan pada urin asam dan berkaitan dengan batu ginjal adalah…

A. Kalsium Oksalat
B. Asam Urat
C. Tripel Fosfat
D. Sistin
E. Kalsium Karbonat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kristal kalsium oksalat dihidrat berbentuk amplop piramida khas dalam sedimen urin mikroskopis.
Soal #22 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Benda keton dalam urin (Ketonuria) umumnya terdeteksi pada pasien dengan komplikasi akut…

A. Ketoasidosis Diabetik (KAD) atau kelaparan ekstrem
B. Gagal ginjal kronis stadium akhir
C. Infeksi saluran kemih ringan
D. Hepatitis A akut
E. Hipertensi esensial
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ketonuria terjadi saat metabolisme glukosa terganggu sehingga tubuh membakar asam lemak secara masif menghasilkan aseton, asetoasetat, dan beta-hidroksibutirat.
Soal #23 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan elektrolit darah manusia umumnya mencakup tiga parameter ion esensial, yaitu…

A. Natrium (Na⁺), Kalium (K⁺), dan Klorida (Cl⁻)
B. Besi, Seng, dan Tembaga
C. Kalsium, Magnesium, dan Fosfat saja
D. Iodium, Fluor, dan Mangan
E. Litium, Perak, dan Emas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Trio elektrolit utama penentu osmolaritas dan keseimbangan asam-basa cairan tubuh adalah Na⁺, K⁺, dan Cl⁻.
Soal #24 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Bilirubin terkonjugasi (Bilirubin Direk) larut dalam air karena telah mengalami proses konjugasi dengan…

A. Asam Glukuronat di organ hati
B. Albumin dalam darah
C. Asam klorida di lambung
D. Enzim renin di ginjal
E. Insulin di pankreas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Enzim UDP-glukuronil transferase di hepatosit mengkonjugasikan bilirubin indirek dengan asam glukuronat menjadi bilirubin direk larut air.
Soal #25 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Penyebab utama serum darah pasien terlihat keruh seperti susu (Lipemik) adalah…

A. Kadar trigliserida atau kilomikron yang sangat tinggi dalam darah
B. Hemolisis sel darah merah
C. Kadar bilirubin sangat tinggi
D. Kadar gula darah rendah
E. Konsumsi air putih berlebihan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Lipemia disebabkan oleh akumulasi partikel lipoprotein besar (terutama trigliserida/kilomikron) yang menghamburkan cahaya spektrofotometri.
Soal #26 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Spesimen darah yang mengalami pecah sel darah merah sehingga serum berwarna merah muda/merah tua disebut spesimen…

A. Hemolisis
B. Ikterik
C. Lipemik
D. Normal jernih
E. Fibrinik
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hemolisis melepaskan hemoglobin dan kalium intraseluler ke dalam serum sehingga mengganggu pembacaan fotometrik.
Soal #27 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan profil tiroid darah mengukur kadar hormon bebas aktif yang beredar dalam plasma, yaitu…

A. Free T4 (FT4) dan TSHs
B. Bilirubin dan Ureum
C. SGOT dan SGPT
D. Troponin dan CKMB
E. Trigliserida dan Asam Urat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
FT4 dan Thyroid Stimulating Hormone sensitif (TSHs) adalah parameter utama skrining fungsi kelenjar tiroid.
Soal #28 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Biomarker spesifik nekrosis otot jantung yang mengalami peningkatan dalam 3-6 jam pasca serangan infark miokard akut (AMI) adalah…

A. Troponin I / Troponin T
B. SGPT
C. Amilase
D. Kolesterol Total
E. Kreatinin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kardiak troponin (cTnI / cTnT) adalah biomarker standar emas nekrosis miokardium jantung.
Soal #29 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan Hemoglobin A1c (HbA1c) memberikan gambaran rata-rata pengendalian glukosa darah pasien selama rentang waktu…

A. 2 hingga 3 bulan (8 – 12 minggu)
B. 24 jam terakhir
C. 1 minggu terakhir
D. 1 tahun terakhir
E. 5 tahun terakhir
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
HbA1c mengukur fraksi hemoglobin terglikasi sepanjang masa hidup rata-rata eritrosit (~120 hari).
Soal #30 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dihitung berdasarkan kadar analit…

A. Kreatinin serum, usia, dan jenis kelamin
B. Glukosa darah puasa
C. Bilirubin total
D. Hemoglobin
E. Asam urat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persamaan CKD-EPI atau Cockcroft-Gault menghitung eGFR dari kreatinin serum, usia, ras, dan jenis kelamin pasien.
Soal #31 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Uji kehamilan cepat berbasis imunokromatografi urin mendeteksi keberadaan hormon…

A. hCG (Human Chorionic Gonadotropin)
B. Estrogen
C. Progesteron
D. Oksitosin
E. Prolaktin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Plasenta mensekresikan hormon beta-hCG yang diekskresikan melalui urin sejak awal masa kehamilan.
Soal #32 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Parasit cacing kremi (Enterobius vermicularis) paling efektif didiagnosis dengan metode pemeriksaan…

A. Anal swab menggunakan selotip transparan (Scotch Tape Method)
B. Pemeriksaan tinja apung jenuh
C. Pemeriksaan darah tebal
D. Biopsi otot
E. Kultur urin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Cacing kremi betina bertelur di lipatan perianal pada malam hari; scotch tape method menempelkan selotip di perianal pagi hari sebelum mandi.
Soal #33 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Larutan fiksasi standar yang digunakan untuk mengawetkan sediaan apus darah tepi sebelum pewarnaan Giemsa/Wright adalah…

A. Metanol absolut murni
B. Formalin 10%
C. Aseton pekat
D. Eter
E. Asam cuka
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Metanol absolut memfiksasi protein seluler darah dalam waktu 2-3 menit tanpa mengubah morfologi sel darah.
Soal #34 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan hitung trombosit manual menggunakan larutan pengencer Rees Ecker atau amonium oksalat 1% bertujuan untuk…

A. Melisiskan eritrosit sehingga trombosit tampak jelas bercahaya di kamar hitung
B. Membekukan trombosit menjadi gumpalan besar
C. Mewarnai eritrosit menjadi merah tua
D. Menghancurkan seluruh leukosit dan trombosit
E. Mengencerkan serum menjadi air
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Amonium oksalat 1% melisiskan seluruh sel darah merah tanpa merusak trombosit.
Soal #35 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemeriksaan serologis konfirmasi antibodi terhadap HIV yang memisahkan pita-pita protein virus spesifik adalah…

A. Western Blot / Line Immunoassay
B. Widal
C. VDRL
D. Tes Kehamilan
E. Golongan Darah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Western Blot mendeteksi antibodi spesifik terhadap glikoprotein selubung (gp120, gp41) dan protein inti HIV (p24).
Soal #36 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Kadar glukosa darah puasa (GDP) normal pada orang dewasa menurut standar PERKENI adalah…

A. 70 – 99 mg/dL
B. 150 – 200 mg/dL
C. 200 – 300 mg/dL
D. 40 – 60 mg/dL
E. 126 – 180 mg/dL
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gula darah puasa normal: 70-99 mg/dL. Prediabetes: 100-125 mg/dL; Diabetes jika GDP ≥ 126 mg/dL.
Soal #37 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Bakteri diplokokus Gram negatif berbentuk seperti biji kopi yang ditemukan di dalam leukosit pada pewarnaan nanah uretra adalah…

A. Neisseria gonorrhoeae
B. Staphylococcus aureus
C. Streptococcus pneumoniae
D. Escherichia coli
E. Pseudomonas aeruginosa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Neisseria gonorrhoeae adalah diplokokus Gram negatif intraseluler penyebab kencing nanah gonore.
Soal #38 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Peralatan biosafety cabinet (BSC) Kelas II di laboratorium mikrobiologi memberikan perlindungan terhadap…

A. Personel analis, lingkungan laboratorium, dan sampel produk dari kontaminasi silang
B. Hanya sampel saja
C. Hanya personel saja tanpa filter produk
D. Hanya aliran listrik cadangan
E. Hanya bau gas kimia saja
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
BSC Kelas II menggunakan filter HEPA dan tirai udara laminar vertikal untuk melindungi operator, lingkungan, dan material uji.
Soal #39 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Penyimpanan serum atau plasma darah untuk pemeriksaan laboratorium jangka panjang (di atas 1 bulan) idealnya disimpan pada suhu…

A. -20°C hingga -80°C (Freezer Khusus Medis)
B. Suhu kamar 25°C
C. Kulkas pendingin biasa 2°C – 8°C
D. Dalam air hangat 37°C
E. Di bawah sinar matahari langsung
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pembekuan pada -20°C atau -80°C mempertahankan integritas stabilitas analit enzim, antibodi, dan protein serum.
Soal #40 • Kimia Klinik & Urinalisis Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) bernaung di bawah organisasi profesi resmi Indonesia, yaitu…

A. PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia)
B. IDI
C. IBI
D. PPNI
E. IAI
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
PATELKI adalah organisasi profesi tunggal yang menaungi seluruh ATLM / Analis Kesehatan di Indonesia.
Soal #41 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pewarnaan Gram membedakan bakteri menjadi dua kelompok besar berdasarkan struktur…

A. Ketebalan peptidoglikan dinding sel bakteri
B. Jumlah flagela penggerak
C. Bentuk inti sel bakteri
D. Kandungan lipid kapsul
E. Ukuran ribosom
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Bakteri Gram positif memiliki dinding peptidoglikan tebal berlapis yang mengikat kompleks kristal violet-iodin (ungu); Gram negatif tipis (merah safranin).
Soal #42 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Urutan zat reagen pewarnaan Gram yang benar adalah…

A. Kristal Violet -> Lugol (Iodin) -> Alkohol 96% -> Safranin
B. Safranin -> Alkohol -> Lugol -> Kristal Violet
C. Lugol -> Kristal Violet -> Safranin -> Alkohol
D. Kristal Violet -> Safranin -> Alkohol -> Lugol
E. Metilen Biru -> Alkohol -> Safranin -> Lugol
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Urutan Gram: Zat warna primer (Kristal violet), Mordan (Lugol), Peluntur (Alkohol), dan Zat lawan (Safranin/Fuchsin).
Soal #43 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) diidentifikasi menggunakan teknik pewarnaan khusus tahan asam, yaitu…

A. Pewarnaan Ziehl-Neelsen (BTA)
B. Pewarnaan Gram
C. Pewarnaan Neisser
D. Pewarnaan Kapsul Burri
E. Pewarnaan Spora Klein
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pewarnaan Ziehl-Neelsen melarutkan lilin asam mikolat dinding bakteri tahan asam dengan karbol fuchsin panas (tampak batang merah).
Soal #44 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Media perbenihan selektif dan diferensial yang digunakan untuk mengisolasi bakteri batang Gram negatif enterik serta membedakan peragi laktosa adalah…

A. MacConkey Agar
B. Blood Agar (Agar Darah)
C. Nutrient Agar
D. Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
E. Chocolate Agar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
MacConkey mengandung garam empedu dan kristal violet (penghambat Gram positif) serta laktosa dengan indikator neutral red.
Soal #45 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Media agar yang digunakan khusus untuk menumbuhkan dan mengisolasi jamur/kapang di laboratorium mikrobiologi adalah…

A. Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
B. TCBS Agar
C. EMB Agar
D. Mueller Hinton Agar
E. SS Agar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
SDA memiliki pH asam (5,6) dan kadar glukosa tinggi yang mendukung pertumbuhan optimal jamur serta menekan bakteri.
Soal #46 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Metode difusi cakram kertas standar yang digunakan untuk menguji kepekaan bakteri terhadap antibiotik (Antibiogram) adalah…

A. Metode Kirby-Bauer pada agar Mueller-Hinton
B. Metode Pour Plate
C. Metode Streak Kuadran
D. Metode Dilusi Tabung saja
E. Metode Tetes Gantung
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kirby-Bauer disc diffusion pada agar Mueller-Hinton mengukur diameter zona hambat (zone of inhibition) antibiotik.
Soal #47 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Parasit protozoa darah penyebab penyakit Malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Anopheles adalah…

A. Plasmodium falciparum, vivax, malariae, ovale, knowlesi
B. Entamoeba histolytica
C. Giardia lamblia
D. Trichomonas vaginalis
E. Toxoplasma gondii
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Malaria diakibatkan oleh infeksi parasit genus Plasmodium yang menginfeksi eritrosit manusia.
Soal #48 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Bentuk infektif cacing tambang (Necator americanus / Ancylostoma duodenale) yang mampu menembus kulit kaki manusia tanpa alas adalah…

A. Larva Filariform
B. Telur bersegmen
C. Larva Rhabditiform
D. Cacing dewasa
E. Sista
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Larva filariform (L3) adalah stadium infektif motil yang aktif melakukan penetrasi perkutan menembus epidermis kulit manusia.
Soal #49 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Uji serologi Widal digunakan sebagai uji skrining untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri penyebab demam tifoid, yaitu…

A. Salmonella enterica serovar Typhi
B. Vibrio cholerae
C. Shigella dysenteriae
D. Helicobacter pylori
E. Campylobacter jejuni
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Uji Widal mendeteksi aglutinasi antibodi terhadap antigen O (somatik) dan H (flagel) Salmonella typhi.
Soal #50 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Metode immunoassay modern berbasis ikatan enzim-antibodi berlabel kromogenik yang sangat peka untuk deteksi HIV, HBsAg, dan hormon adalah…

A. ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)
B. Aglutinasi Lateks
C. Presipitasi Cincin
D. Elektroforesis Kertas
E. Uji Fiksasi Komplemen
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
ELISA memanfaatkan spesifisitas reaksi antigen-antibodi berlabel enzim peroksidase/fosfatase alkali untuk kuantifikasi analit.
Soal #51 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Antibodi yang pertama kali muncul dalam sirkulasi darah sebagai respons imun primer terhadap infeksi baru adalah…

A. Imunoglobulin M (IgM)
B. Imunoglobulin G (IgG)
C. Imunoglobulin A (IgA)
D. Imunoglobulin E (IgE)
E. Imunoglobulin D (IgD)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
IgM berbentuk pentamer adalah antibodi respon primer; sedangkan IgG adalah antibodi respon sekunder jangka panjang.
Soal #52 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Tes serologi diagnostik cepat untuk mendeteksi penanda permukaan virus Hepatitis B menggunakan parameter…

A. HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen)
B. Anti-HCV
C. Anti-HIV
D. VDRL
E. Widal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
HBsAg adalah antigen selubung luar virus Hepatitis B yang menjadi biomarker utama infeksi aktif hepatitis B.
Soal #53 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Telur cacing parasit yang memiliki ciri khas berdinding tebal tiga lapis dengan lapisan luar bergelombang kasar albuminoid adalah telur…

A. Ascaris lumbricoides (Cacing Gelang)
B. Enterobius vermicularis (Cacing Kremi)
C. Trichuris trichiura (Cacing Cambuk)
D. Taenia saginata
E. Fasciola hepatica
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Telur Ascaris lumbricoides fertil memiliki lapisan hialin, vitelin, dan lapisan albuminoid berbenjol khas di luarnya.
Soal #54 • Mikrobiologi Medis, Parasitologi & Imunologi-Serologi Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Uji serologi VDRL dan TPHA digunakan untuk pemeriksaan penunjang penyakit infeksi menular seksual…

A. Sifilis (Treponema pallidum)
B. Gonore (Kencing Nanah)
C. Klamidia
D. Herpes Genitalis
E. Ulkus Mole
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
VDRL (non-treponemal) dan TPHA (treponemal) adalah uji serologis standar konfirmasi infeksi bakteri Spiroseta Treponema pallidum.
Soal #55 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Vena pada fossa cubiti lengan yang menjadi pilihan utama (prioritas pertama) untuk tindakan pengambilan darah vena (venipuncture) adalah…

A. Vena Mediana Cubiti
B. Vena Cephalica
C. Vena Basilica
D. Vena Jugularis
E. Vena Femoralis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Vena mediana cubiti berukuran besar, terfiksasi baik oleh fasia, dan paling sedikit memiliki risiko cedera nervus atau arteri brachialis.
Soal #56 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pemasangan torniket pada lengan pasien saat pengambilan darah vena tidak boleh melebihi durasi waktu…

A. 1 menit (60 detik)
B. 3 menit
C. 5 menit
D. 10 menit
E. 30 detik
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Torniket yang terpasang > 1 menit memicu hemokonsentrasi lokal dan hemolisis yang mengubah hasil laboratorium.
Soal #57 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Sudut kemiringan jarum suntik (needle) yang benar saat menusuk vena pada flebotomi adalah berkisar…

A. 15° hingga 30°
B. 45° hingga 60°
C. 90° tegak lurus
D. 5° sejajar kulit
E. 75°
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sudut insersi jarum standar adalah 15-30 derajat dengan lubang jarum (bevel) menghadap ke atas.
Soal #58 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Alat sterilisasi laboratorium yang menggunakan uap air panas bertekanan tinggi (121°C pada tekanan 1 atm selama 15 menit) adalah…

A. Autoklaf (Autoclave)
B. Oven Udara Kering
C. Inkubator Bakteri
D. Waterbath
E. Laminar Air Flow
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Autoklaf membunuh spora bakteri endospora melalui uap jenuh bertekanan 15 psi (121°C).
Soal #59 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Aturan Westgard Multirule ‘1-3s’ dalam pengendalian mutu internal (Quality Control) laboratorium berarti…

A. Satu nilai kontrol berada di luar rentang mean ± 3 standar deviasi (aturan penolakan run analisis)
B. Tiga nilai kontrol berturut-turut di luar mean
C. Satu nilai kontrol di luar rentang mean ± 1 SD
D. Pemeriksaan harus diulang 3 kali
E. Kalibrator habis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Aturan Westgard 1-3s adalah kriteria penolakan run analitik (rejection rule) akibat kesalahan acak besar (random error).
Soal #60 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Pembuangan limbah jarum suntik dan benda tajam bekas pakai flebotomi harus dimasukkan langsung ke dalam wadah khusus…

A. Safety Box (Wadah Benda Tajam Tahan Tusuk)
B. Kantong plastik hitam domestik
C. Tempat sampah terbuka
D. Wadah daur ulang kaca
E. Saluran wastafel air mengalir
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Safety box kuning tahan tusuk dan tahan air mencegah kecelakaan kerja tertusuk jarum (needle-stick injury) bagi analis dan petugas kebersihan.
Soal #61 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Kantong plastik limbah medis infeksius di laboratorium kesehatan diidentifikasi dengan kode warna…

A. Kuning dengan logo Biohazard
B. Merah untuk radioaktif
C. Hitam untuk sampah domestik
D. Ungu untuk sitotoksik
E. Cokelat untuk obat kedaluwarsa
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Limbah padat infeksius diwadahi kantong kuning berlogo biohazard sebelum dimusnahkan di insinerator atau autoklaf limbah.
Soal #62 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Tindakan pertama yang wajib segera dilakukan analis kesehatan jika tertusuk jarum suntik bekas darah pasien adalah…

A. Mencuci luka di bawah air mengalir dengan sabun antiseptik tanpa memencet luka berlebihan lalu melapor K3RS
B. Menghisap darah luka dengan mulut
C. Menutup luka rapat tanpa dicuci
D. Merendam jari dalam larutan formalin
E. Mengabaikannya jika tidak terasa sakit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Segera cuci dengan air mengalir dan sabun, jangan memijat trauma jaringan, desinfeksi, dan segera laporkan untuk profilaksis pasca-pajanan (PPP).
Soal #63 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Alat laboratorium yang digunakan untuk memisahkan serum dari sel darah merah menggunakan gaya putar sentrifugal disebut…

A. Sentrifus (Centrifuge)
B. Vortex Mixer
C. Rotator Shaker
D. Mikroskop
E. Spektrofotometer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sentrifus mengendapkan elemen seluler ke dasar tabung melalui percepatan gravitasi sentrifugal.
Soal #64 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Tahapan pemeriksaan laboratorium yang menyumbang persentase kesalahan tertinggi (mencapai 60-70%) adalah tahap…

A. Pra-Analitik (Persiapan pasien, pelabelan, pengambilan, dan penanganan spesimen)
B. Analitik (Pengukuran alat)
C. Pasca-Analitik (Pencetakan hasil)
D. Audit keuangan laboratorium
E. Pembelian reagen
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Mayoritas kesalahan laboratorium (60-70%) terjadi di fase pra-analitik akibat ketidaktepatan identifikasi, hemolisis, atau antikoagulan salah.
Soal #65 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Urutan penarikan tabung vakum (Order of Draw) yang direkomendasikan CLSI untuk mencegah kontaminasi silang aditif diawali dengan tabung…

A. Tabung Kultur Darah (Blood Culture)
B. Tabung EDTA Ungu
C. Tabung Heparin Hijau
D. Tabung Fluorida Abu-abu
E. Tabung Serum Merah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Order of Draw dimulai dari botol kultur darah steril, tabung sitrat natrium (biru), tabung serum (merah/emas), tabung heparin (hijau), tabung EDTA (ungu), dan tabung glukosa NaF (abu-abu).
Soal #66 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Alat Pelindung Diri (APD) standar yang wajib dikenakan oleh tenaga Analis Kesehatan saat bekerja di laboratorium medis mencakup…

A. Jas laboratorium, sarung tangan (handscoon), masker medis, dan sepatu tertutup
B. Jas hujan plastik dan kacamata hitam
C. Baju kaos santai dan sandal jepit
D. Sarung tangan kain tebal dan topi koboi
E. Baju zirah besi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
APD standar laboratorium: jas lab lengan panjang berkancing, sarung tangan nitril/lateks, masker, pelindung mata (goggle), dan sepatu tertutup anti-slip.
Soal #67 • Flebotomi, Kendali Mutu (QC) & K3 Laboratorium Medis Standar Masuk Analis Kesehatan (TLM)

Kalibrasi peralatan laboratorium secara berkala bertujuan untuk…

A. Menjamin akurasi, presisi, dan ketertelusuran hasil pengukuran alat analitik ke standar nasional/internasional
B. Membuat alat tampak baru
C. Menghabiskan masa garansi mesin
D. Menaikkan tarif harga pemeriksaan
E. Mengubah nama merk alat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kalibrasi menjamin unjuk kerja alat berada dalam batas toleransi analitik yang dapat diterima secara medis.

Contoh Soal Tes Masuk Jurusan Analis Kesehatan

Contoh Soal Tes Masuk Jurusan Analis Kesehatan

Berikut beberapa contoh soal beserta pembahasannya untuk membantu Anda menghadapi seleksi dengan lebih percaya diri.

1. Sebuah pasien mengalami infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri gram negatif. Untuk memastikan jenis bakteri tersebut, dilakukan uji pewarnaan Gram. Hasil yang menunjukkan warna merah muda pada mikroskop menandakan bahwa bakteri tersebut memiliki karakteristik:

A. Dinding sel tebal dengan lapisan peptidoglikan yang banyak
B. Tidak memiliki dinding sel
C. Memiliki dinding sel tipis dengan lapisan lipopolisakarida di luar membran
D. Termasuk kelompok bakteri gram positif
E. Berbentuk kokus dan bersifat anaerob obligat

Jawaban: C. Memiliki dinding sel tipis dengan lapisan lipopolisakarida di luar membran

Pembahasan: Bakteri gram negatif memiliki dinding sel yang lebih tipis dibandingkan dengan bakteri gram positif, serta memiliki lapisan luar yang mengandung lipopolisakarida. Saat diuji menggunakan pewarnaan Gram, bakteri ini akan berwarna merah muda karena tidak mampu mempertahankan warna ungu kristal violet setelah dicuci dengan alkohol.

2. Seorang analis laboratorium ingin menentukan konsentrasi asam klorida (HCl) dalam suatu sampel dengan metode titrasi menggunakan larutan NaOH 0,1 M. Jika volume HCl yang dititrasi adalah 25 mL dan volume NaOH yang digunakan hingga titik ekivalen adalah 50 mL, berapakah konsentrasi HCl dalam larutan tersebut?

A. 0,05 M
B. 0,10 M
C. 0,20 M
D. 0,25 M
E. 0,50 M

Jawaban: A. 0,05 M

Pembahasan:
Reaksi netralisasi:
HCl + NaOH → NaCl + H₂O

Menggunakan rumus titrasi:
M1V1=M2V2M
M1×25=0,1×50 M1=0,1×50/25=0,05M

Jadi, konsentrasi HCl dalam larutan adalah 0,05 M.

3. Sebuah spektrofotometer digunakan untuk mengukur konsentrasi suatu zat dalam larutan. Jika panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah 600 nm, maka zat tersebut kemungkinan besar menyerap cahaya dalam spektrum warna:

A. Biru
B. Hijau
C. Kuning
D. Merah
E. Ungu

Jawaban: A. Biru

Pembahasan: Panjang gelombang 600 nm berada dalam spektrum warna merah. Berdasarkan prinsip spektrofotometri, suatu zat akan menyerap warna yang berlawanan dalam spektrum cahaya. Warna yang berlawanan dengan merah dalam spektrum warna adalah biru. Oleh karena itu, zat tersebut kemungkinan besar menyerap cahaya biru.

4. Seorang analis perlu melakukan pengenceran larutan stok 1 M menjadi 0,2 M dengan volume akhir 100 mL. Berapakah volume larutan stok yang harus diambil dan berapa volume air yang harus ditambahkan?

A. 20 mL larutan stok, 80 mL air
B. 25 mL larutan stok, 75 mL air
C. 30 mL larutan stok, 70 mL air
D. 40 mL larutan stok, 60 mL air
E. 50 mL larutan stok, 50 mL air

Jawaban: A. 20 mL larutan stok, 80 mL air

Pembahasan:
Menggunakan rumus pengenceran:
M1V1=M2V2M​
1×V1=0,2×100
V1=0,2×100/1=20 mL

Volume air yang harus ditambahkan:
100 mL – 20 mL = 80 mL

Jadi, 20 mL larutan stok dan 80 mL air diperlukan untuk mendapatkan larutan 0,2 M.

5. Seorang pasien mengalami demam tinggi dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel darah putih yang meningkat secara signifikan. Jika penyebab infeksi adalah virus, maka kemungkinan besar sel darah putih yang mengalami peningkatan adalah:

A. Neutrofil
B. Monosit
C. Eosinofil
D. Limfosit
E. Basofil

Jawaban: D. Limfosit

Pembahasan: Infeksi virus umumnya menyebabkan peningkatan jumlah limfosit dalam darah. Berbeda dengan infeksi bakteri yang lebih sering meningkatkan jumlah neutrofil, infeksi virus memicu respons imun seluler yang didominasi oleh limfosit untuk mengenali dan melawan patogen.

6. Dalam suatu pengujian kadar glukosa darah menggunakan metode spektrofotometri, panjang gelombang yang digunakan adalah 505 nm. Hal ini dilakukan karena pada panjang gelombang tersebut:

A. Semua zat dalam darah menyerap cahaya secara maksimal
B. Hemoglobin menyerap cahaya lebih kuat dibandingkan glukosa
C. Glukosa memiliki absorbansi optimal setelah bereaksi dengan reagen tertentu
D. Hanya cahaya dengan panjang gelombang lebih dari 600 nm yang dapat mendeteksi glukosa
E. Spektrofotometer hanya dapat bekerja dalam rentang panjang gelombang tersebut

Jawaban: C. Glukosa memiliki absorbansi optimal setelah bereaksi dengan reagen tertentu

Pembahasan: Metode spektrofotometri dalam pengujian glukosa darah biasanya menggunakan pereaksi enzimatik seperti GOD-POD yang menghasilkan warna tertentu setelah bereaksi dengan glukosa. Warna tersebut memiliki absorbansi maksimal pada panjang gelombang sekitar 505 nm, sehingga pengukuran dilakukan pada panjang gelombang ini untuk memperoleh hasil yang akurat.

7. Dalam mikroskop cahaya, lensa objektif 40x dan lensa okuler 10x digunakan untuk mengamati preparat bakteri. Perbesaran total yang diperoleh adalah:

A. 4x
B. 10x
C. 40x
D. 100x
E. 400x

Jawaban: E. 400x

Pembahasan: Perbesaran total pada mikroskop cahaya dihitung dengan mengalikan perbesaran lensa objektif dengan lensa okuler. Dalam kasus ini:
40x×10x=400×4.

Oleh karena itu, perbesaran total yang digunakan untuk mengamati bakteri adalah 400x.

8. Dalam suatu uji laboratorium, seorang analis ingin membuat larutan NaCl dengan konsentrasi 0,5 M sebanyak 500 mL. Jika massa molar NaCl adalah 58,5 g/mol, berapakah massa NaCl yang harus ditimbang?

A. 11,7 g
B. 14,6 g
C. 29,3 g
D. 58,5 g
E. 117 g

Jawaban: A. 11,7 g

Pembahasan:
Menggunakan rumus:
M=massa/Mr×volume(L)​

Diketahui:
M=0,5M,
Mr=58,5g/mol,
V=500mL=0,5L.

Maka,
massa=M×Mr×V
=0,5×58,5×0,5
=11,7g.

Jadi, massa NaCl yang harus ditimbang adalah 11,7 g.

9. Salah satu metode identifikasi bakteri adalah dengan uji katalase. Jika suatu isolat bakteri diuji dengan larutan hidrogen peroksida (H₂O₂) dan terbentuk gelembung gas, maka kemungkinan bakteri tersebut adalah:

A. Streptococcus spp.
B. Enterococcus spp.
C. Staphylococcus spp.
D. Clostridium spp.
E. Escherichia coli

Jawaban: C. Staphylococcus spp

Pembahasan: Uji katalase digunakan untuk mendeteksi enzim katalase yang dapat menguraikan H₂O₂ menjadi air dan oksigen. Hasil positif ditandai dengan munculnya gelembung gas. Staphylococcus spp. merupakan bakteri katalase positif, sedangkan Streptococcus spp. dan Enterococcus spp. adalah katalase negatif.

10. Seorang analis menggunakan pH meter untuk mengukur keasaman suatu larutan. Sebelum digunakan, alat ini harus dikalibrasi dengan larutan buffer. Tujuan utama dari kalibrasi pH meter adalah:

A. Memastikan sensor pH dalam keadaan bersih
B. Menyesuaikan alat agar memberikan pembacaan yang akurat
C. Menghindari kontaminasi silang antar sampel
D. Mempercepat proses pengukuran pH
E. Meningkatkan daya tahan elektroda pH meter

Jawaban: B. Menyesuaikan alat agar memberikan pembacaan yang akurat

Pembahasan: pH meter harus dikalibrasi secara berkala menggunakan larutan buffer standar (biasanya pH 4, 7, dan 10) untuk memastikan pembacaan yang akurat. Tanpa kalibrasi, hasil pengukuran pH dapat menyimpang karena perubahan sensitivitas elektroda atau kondisi lingkungan.

11. Seorang pasien mengalami infeksi saluran kemih. Hasil kultur urin menunjukkan adanya bakteri berbentuk batang dengan reaksi gram negatif. Bakteri yang paling mungkin menjadi penyebab infeksi ini adalah:

A. Staphylococcus aureus
B. Streptococcus pyogenes
C. Escherichia coli
D. Bacillus subtilis
E. Clostridium perfringens

Jawaban: C. Escherichia coli

Pembahasan: Escherichia coli merupakan bakteri berbentuk batang (basil), gram negatif, dan sering menjadi penyebab utama infeksi saluran kemih karena kemampuannya melekat pada dinding saluran kemih dan berkembang biak di sana.

12. Seorang analis kesehatan melakukan pewarnaan Gram pada sampel dahak pasien. Setelah dilakukan pewarnaan, bakteri tampak berwarna ungu dan berbentuk bulat. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa bakteri tersebut termasuk dalam kelompok:

A. Gram-negatif basil
B. Gram-negatif kokus
C. Gram-positif kokus
D. Gram-positif basil
E. Gram-variabel

Jawaban: C. Gram-positif kokus

Pembahasan: Pewarnaan Gram membedakan bakteri berdasarkan struktur dinding selnya. Bakteri Gram-positif akan berwarna ungu karena mempertahankan zat warna kristal violet, sedangkan bentuk bulat menunjukkan bahwa bakteri tersebut adalah kokus.

13. Seorang analis ingin mengetahui kadar protein dalam sampel darah menggunakan metode Biuret. Prinsip utama dari metode ini adalah reaksi antara protein dengan:

A. Asam sulfat
B. Larutan perak nitrat
C. Larutan tembaga sulfat dalam suasana basa
D. Larutan yodium
E. Larutan bromtimol biru

Jawaban: C. Larutan tembaga sulfat dalam suasana basa

Pembahasan: Metode Biuret digunakan untuk mendeteksi protein berdasarkan reaksi antara gugus peptida dalam protein dengan ion Cu²⁺ dari tembaga sulfat dalam kondisi basa, menghasilkan warna ungu yang dapat diukur dengan spektrofotometri.

14. Dalam suatu uji laboratorium, reagen Benedict digunakan untuk mendeteksi keberadaan:

A. Protein
B. Lipid
C. Karbohidrat reduksi
D. Enzim
E. Hemoglobin

Jawaban: C. Karbohidrat reduksi

Pembahasan: Reagen Benedict digunakan untuk mengidentifikasi gula pereduksi seperti glukosa dan fruktosa. Jika sampel mengandung gula pereduksi, larutan akan berubah warna dari biru menjadi hijau, kuning, atau merah bata tergantung pada konsentrasinya.

15. Seorang analis menggunakan centrifuge untuk memisahkan serum dari sampel darah. Prinsip kerja centrifuge berdasarkan pada:

A. Gaya magnet
B. Gaya sentrifugal
C. Tekanan osmotik
D. Perbedaan suhu
E. Daya listrik statis

Jawaban: B. Gaya sentrifugal

Pembahasan: Centrifuge bekerja dengan menggunakan gaya sentrifugal, yaitu gaya yang mendorong partikel lebih berat ke luar sehingga memungkinkan pemisahan komponen darah, seperti sel darah merah dan serum.

16. Dalam pemeriksaan laboratorium, penggunaan spektrofotometer memerlukan sumber cahaya. Sumber cahaya yang biasa digunakan dalam spektrofotometri UV-Vis adalah:

A. Lampu pijar biasa
B. Lampu halogen dan lampu deuterium
C. Lampu neon
D. Lampu LED
E. Lampu infra merah

Jawaban: B. Lampu halogen dan lampu deuterium

Pembahasan: Spektrofotometer UV-Vis menggunakan lampu halogen untuk cahaya tampak dan lampu deuterium untuk cahaya ultraviolet, karena keduanya menghasilkan spektrum cahaya yang stabil dan dapat diandalkan dalam pengukuran.

17. Dalam analisis laboratorium, seorang analis mendapatkan data kadar glukosa dari 10 pasien. Untuk mengetahui sebaran data, nilai statistik yang sering digunakan adalah:

A. Median
B. Simpangan baku
C. Modus
D. Rata-rata
E. Persentil

Jawaban: B. Simpangan baku

Pembahasan: Simpangan baku digunakan untuk mengukur sebaran data atau variasi data dari rata-rata. Jika simpangan baku tinggi, berarti data memiliki variasi yang besar, sedangkan simpangan baku rendah menunjukkan data lebih terkumpul di sekitar rata-rata.

18. Seorang analis ingin mengetahui nilai tengah dari serangkaian hasil pengukuran kadar hemoglobin pasien. Statistik yang paling tepat untuk digunakan adalah:

A. Modus
B. Rata-rata
C. Median
D. Simpangan baku
E. Rentang

Jawaban: C. Median

Pembahasan: Median adalah nilai tengah dari kumpulan data yang telah diurutkan. Median lebih tahan terhadap data ekstrem dibandingkan rata-rata, sehingga sering digunakan dalam analisis laboratorium.

19. Suatu larutan menunjukkan perubahan warna dari merah menjadi biru ketika diuji dengan kertas lakmus. Hal ini menunjukkan bahwa larutan tersebut bersifat:

A. Asam kuat
B. Asam lemah
C. Netral
D. Basa
E. Elektrolit

Jawaban: D. Basa
Pembahasan: Kertas lakmus merah berubah menjadi biru jika terkena larutan basa, yang berarti larutan tersebut memiliki pH lebih dari 7.

20. Seorang analis menggunakan larutan HCl untuk membersihkan peralatan laboratorium. Sifat utama larutan HCl yang membuatnya efektif sebagai pembersih adalah:

A. Bersifat basa dan dapat melarutkan lemak
B. Bersifat asam dan dapat melarutkan mineral
C. Tidak bereaksi dengan senyawa lain
D. Memiliki daya pelarut tinggi terhadap protein
E. Bersifat netral dan aman digunakan di semua bahan

Jawaban: B. Bersifat asam dan dapat melarutkan mineral

Pembahasan: HCl merupakan asam kuat yang mampu melarutkan mineral dan kerak yang menempel pada peralatan laboratorium. Karena sifatnya yang korosif, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati.

Demikianlah kumpulan 100 soal tes masuk jurusan Analis Kesehatan lengkap dengan pembahasannya. Soal-soal ini dirancang untuk membantu Anda memahami berbagai materi yang diujikan, mulai dari biologi dan mikrobiologi dasar, kimia dan analisis laboratorium, fisika terapan dalam laboratorium, hingga matematika dan statistika dasar.

Maksimalkan Persiapanmu Menuju Dunia Laboratorium Kesehatan!


Maksimalkan Persiapanmu Menuju Dunia Laboratorium Kesehatan!


Dengan berlatih mengerjakan soal-soal ini, Anda dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapan menghadapi ujian masuk. Jangan lupa untuk terus belajar, memperdalam teori, serta memahami konsep-konsep dasar yang berkaitan dengan dunia laboratorium kesehatan. Untuk latihan soal yang lebih lengkap dan terarah, kunjungi utbk.or.id sekarang juga!

Materi Latihan Terkait & Rekomendasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi Tryout berbasis CBT, Gratis!

Butuh Bantuan?