52 Soal TKA Ekonomi SMA SMK Lengkap Kunci Jawaban & Pembahasan

Share ke:
thumbnail artikel tka ekonomi


Hadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Ekonomi dengan lebih percaya diri melalui 100+ Soal TKA Ekonomi lengkap dengan kunci jawaban yang disusun untuk SMA dan SMK Kurikulum Merdeka. Soal-soal ini dirancang untuk melatih pemahaman konsep ekonomi, mulai dari teori dasar, mekanisme pasar, hingga penerapan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat belajar secara analitis dan terstruktur.

Artikel ini menyajikan soal-soal sesuai kisi-kisi Kurikulum Merdeka, lengkap dengan pembahasan singkat untuk setiap soal. Dengan berlatih secara konsisten, siswa dapat meningkatkan kemampuan analisis, memahami fenomena ekonomi secara mendalam, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian TKA dengan lebih matang dan percaya diri.

Kisi-Kisi Ekonomi TKA – SNBP SMA/SMK

Meliputi konsep dasar ekonomi, mekanisme pasar, teori produksi dan konsumsi, serta isu kontemporer ekonomi Indonesia dan dunia. Fokus pada kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan penerapan teori ekonomi sesuai Kurikulum Merdeka.

1. Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
Memahami pengertian ilmu ekonomi, prinsip kelangkaan, biaya peluang, serta masalah pokok ekonomi (apa, bagaimana, untuk siapa).

2. Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan
Analisis hukum permintaan–penawaran, kurva keseimbangan, elastisitas (harga, pendapatan, silang), serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Konsumsi, Produksi, dan Distribusi
Faktor-faktor produksi, fungsi konsumsi, teori perilaku produsen, serta peran distribusi dalam perekonomian.

4. Pasar dan Bentuk-Bentuknya
Mengenali pasar barang (persaingan sempurna dan tidak sempurna), pasar faktor produksi, serta mekanisme pasar tenaga kerja dan modal.

5. Pendapatan Nasional
Menghitung PDB, PNB, NNP, serta konsep inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan ekonomi.

6. Uang dan Perbankan
Fungsi uang, jenis uang, kebijakan moneter, sistem perbankan, serta peran Bank Indonesia dan OJK.

7. Kebijakan Fiskal dan Moneter
Memahami instrumen pajak, APBN, subsidi, serta peran kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.

8. Perdagangan Internasional
Ekspor–impor, neraca pembayaran, kurs valuta asing, serta dampak globalisasi terhadap ekonomi nasional.

9. Koperasi dan UMKM
Konsep koperasi, asas kekeluargaan, peran UMKM, serta pengaruhnya terhadap perekonomian nasional.

10. Manajemen dan Kewirausahaan
Konsep manajemen, fungsi manajerial, perencanaan bisnis, serta inovasi dan kreativitas dalam kewirausahaan.

11. Isu Ekonomi Kontemporer
Ekonomi digital, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, ketenagakerjaan, kemiskinan, ketimpangan, dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Keunggulan Soal TKA Ekonomi Kami

Soal disusun sesuai Kurikulum Merdeka dengan variasi tingkat kesulitan, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Membantu siswa memahami konsep ekonomi, menganalisis fenomena ekonomi, serta siap menghadapi ujian dengan strategi belajar yang efektif.

1. Disusun Sesuai Kurikulum Terbaru
Soal dibuat mengikuti standar Kurikulum Merdeka, sehingga materi yang diujikan relevan dengan kompetensi yang harus dikuasai siswa.

2. Beragam Tingkat Kesulitan
Tersedia soal mulai dari yang mudah hingga kompleks, untuk melatih kemampuan berpikir analitis dan strategi menjawab soal secara tepat.

3. Menghubungkan Teori dengan Fenomena Nyata
Soal tidak hanya menguji teori, tetapi juga mendorong siswa memahami penerapan konsep ekonomi dalam kehidupan sehari-hari dan kondisi ekonomi Indonesia.

4. Pembahasan Lengkap dan Informatif
Setiap jawaban dilengkapi penjelasan rinci, termasuk ilustrasi atau contoh nyata, sehingga siswa dapat belajar sambil memahami alasan di balik setiap jawaban.

5. Meningkatkan Kesiapan Ujian dan Analisis
Latihan soal ini membantu siswa memetakan kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga lebih siap menghadapi ujian TKA maupun penilaian harian dengan percaya diri.

Kumpulan 52 Soal TKA Ekonomi SMA SMK Lengkap Kunci Jawaban & Pembahasan

📘 Bank Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Ekonomi Terlengkap: Di bawah ini disajikan 52 Soal Latihan TKA Ekonomi SMA/SMK & Seleksi PTN (UTBK / Seleksi Mandiri) yang mencakup Konsep Dasar Ilmu Ekonomi & Kelangkaan, Mekanisme Pasar & Elastisitas, Perilaku Konsumen & Teori Biaya, Ekonomi Makro & Kebijakan Moneter-Fiskal, serta Lembaga Keuangan, Perdagangan Internasional & Akuntansi Dasar. Buka akordeon jawaban pada tiap nomor untuk meninjau kunci jawaban dan pembahasannya!

Soal #1 • Konsep Dasar Ekonomi (Kelangkaan) Standar TKA Ekonomi

Inti masalah ekonomi yang mendasari munculnya seluruh aktivitas ekonomi manusia adalah kelangkaan (scarcity). Pernyataan berikut yang paling tepat mendefinisikan konsep kelangkaan dalam ilmu ekonomi adalah…

A. Kondisi di mana sumber daya yang tersedia terbatas, sementara kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas
B. Keadaan di mana suatu barang tidak diproduksi lagi oleh produsen karena mahalnya biaya bahan baku
C. Ketiadaan barang pemuas kebutuhan sama sekali di pasar akibat gagal panen dan bencana alam
D. Kondisi ketidakmampuan masyarakat berpenghasilan rendah dalam membeli komoditas pangan pokok
E. Kesenjangan jumlah uang beredar dengan total ketersediaan barang dan jasa dalam perekonomian
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kelangkaan (scarcity) adalah masalah inti ekonomi di mana alat pemuas kebutuhan (sumber daya alam, tenaga kerja, modal, kewirausahaan) bersifat terbatas/langka, sedangkan kebutuhan dan keinginan manusia beraneka ragam dan tidak terbatas.
Soal #2 • Konsep Dasar Ekonomi (Biaya Peluang) Standar TKA Ekonomi

Setelah lulus dari SMK Jurusan Akuntansi, Rian memperoleh tiga tawaran pekerjaan sekaligus: menjadi staf administrasi kantor dengan gaji Rp3.500.000/bulan, kasir minimarket bergaji Rp2.800.000/bulan, dan pramuniaga toko elektronik bergaji Rp3.200.000/bulan. Apabila Rian memutuskan untuk melanjutkan studi kuliah penuh waktu di Perguruan Tinggi Negeri, maka besarnya biaya peluang (opportunity cost) per bulan bagi Rian adalah…

A. Rp3.500.000
B. Rp2.800.000
C. Rp3.200.000
D. Rp6.700.000
E. Rp9.500.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Biaya peluang (opportunity cost) adalah nilai dari alternatif terbaik yang dikorbankan (the next best alternative forgone) ketika mengambil suatu keputusan. Dari tawaran kerja yang ditinggalkan (Rp3.500.000, Rp3.200.000, dan Rp2.800.000), nilai alternatif tertinggi yang dikorbankan adalah Rp3.500.000 (tidak dijumlahkan).
Soal #3 • Masalah Pokok Ekonomi Modern (How) Standar TKA Ekonomi

Sebuah perusahaan manufaktur garmen menghadapi dilema antara mengadopsi mesin jahit terkomputerisasi otomatis (padat modal) atau merekrut ratusan tenaga kerja lokal sekitar pabrik (padat karya) untuk menekan ongkos produksi per unit. Masalah ekonomi modern yang sedang dihadapi produsen tersebut berkaitan dengan pertanyaan…

A. How (bagaimana teknik dan metode barang tersebut diproduksi)
B. What (barang apa yang akan diproduksi)
C. For whom (untuk siapa barang tersebut diproduksi)
D. When (kapan waktu yang tepat memproduksi barang)
E. Where (di mana lokasi strategis memproduksi barang)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tiga masalah pokok ekonomi modern adalah What (apa & berapa banyak), How (bagaimana teknik, kombinasi input, padat modal vs padat karya), dan For Whom (siapa sasaran distribusinya). Pemilihan antara mesin otomatis vs tenaga kerja manusia merupakan persoalan teknik produksi (HOW).
Soal #4 • Masalah Pokok Ekonomi Klasik Standar TKA Ekonomi

Perhatikan kegiatan ekonomi berikut:
(1) Petani menanam dan memanen padi di sawah.
(2) Perum Bulog menyalurkan beras dari sentra lumbung pangan ke pasar-pasar tradisional di seluruh daerah terpencil.
(3) Ibu rumah tangga memasak nasi untuk hidangan makan malam keluarga.
Aktivitas nomor (2) mencerminkan pemecahan masalah pokok ekonomi klasik dalam aspek…

A. Distribusi
B. Produksi
C. Konsumsi
D. Investasi
E. Spekulasi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Masalah pokok ekonomi klasik menurut teori klasik terbagi menjadi tiga: Produksi (pembuatan barang/jasa), Distribusi (penyaluran barang/jasa dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen), dan Konsumsi (penggunaan/penghabisan nilai guna barang). Kegiatan Bulog menyalurkan beras adalah masalah Distribusi.
Soal #5 • Sistem Ekonomi (Komando/Terpusat) Standar TKA Ekonomi

Dalam suatu perekonomian, seluruh faktor produksi dimiliki oleh pemerintah pusat, harga barang dan kuantitas produksi ditetapkan melalui rencana komando negara, dan kepemilikan individu atas modal dilarang. Kelemahan paling mendasar dari sistem ekonomi tersebut adalah…

A. Mematikan inisiatif, kreativitas individu, dan kebebasan masyarakat dalam berusaha
B. Rentan terjadi kesenjangan sosial yang sangat ekstrem antara pemilik modal dan buruh
C. Terjadinya persaingan tidak sehat dan perang harga antarperusahaan swasta
D. Sering terjadi krisis kelebihan produksi (overproduction) akibat mekanisme pasar
E. Pemerintah kesulitan mengendalikan laju inflasi dan pengangguran
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Sistem ekonomi komando/terpusat (sosialis murni) meniadakan kepemilikan pribadi atas alat produksi. Kelemahan utamanya adalah mematikan daya kreasi, inovasi, dan inisiatif individu masyarakat karena seluruh keputusan ekonomi diatur secara birokratis oleh pemerintah pusat.
Soal #6 • Sistem Ekonomi Indonesia (Demokrasi Ekonomi) Standar TKA Ekonomi

Pasal 33 Ayat (2) UUD 1945 mengamanatkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Landasan konstitusional ini mencerminkan karakteristik sistem demokrasi ekonomi Indonesia yang bertujuan untuk…

A. Mencegah timbulnya monopoli swasta yang dapat mengeksploitasi dan merugikan kemakmuran rakyat
B. Menghilangkan seluruh kepemilikan swasta dalam sektor pertambangan dan energi
C. Menjamin agar keuntungan perusahaan negara seluruhnya dibagikan sebagai subsidi langsung
D. Mewujudkan sistem ekonomi etatisme total di mana negara menjadi satu-satunya pelaku usaha
E. Menghapuskan mekanisme pasar dan penetapan harga berdasarkan penawaran dan permintaan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penguasaan negara atas cabang-cabang produksi vital (seperti air, listrik, minyak) ditujukan agar tidak dimonopoli oleh konglomerasi swasta yang bermotif laba murni, sehingga pemanfaatannya dapat diarahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat.
Soal #7 • Prinsip & Motif Ekonomi Standar TKA Ekonomi

Seorang manajer operasional pabrik merancang tata letak lini produksi baru agar dengan alokasi anggaran biaya produksi Rp50.000.000 yang telah ditetapkan, pabrik mampu menghasilkan output sebanyak 12.000 unit barang dengan kualitas prima. Tindakan manajer tersebut merupakan penerapan dari…

A. Prinsip ekonomi
B. Motif sosial
C. Politik dumping
D. Hukum penawaran
E. Tindakan irasional
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsip ekonomi adalah pedoman bertindak dalam melakukan kegiatan ekonomi: ‘dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil maksimal’, atau ‘dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu’.
Soal #8 • Pembagian Ilmu Ekonomi Standar TKA Ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis publikasi data berkala mengenai tingkat inflasi bulanan, nilai ekspor-impor migas dan nonmigas, serta angka pengangguran terbuka di Indonesia pada kuartal berjalan tanpa memberikan interpretasi teoritis maupun penilaian kebijakan. Kajian ekonomi semacam ini tergolong ke dalam rumpun…

A. Ekonomi deskriptif
B. Teori ekonomi mikro
C. Teori ekonomi makro
D. Ekonomi terapan (applied economics)
E. Ekonomi normatif
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ekonomi deskriptif (descriptive economics) adalah cabang ilmu ekonomi yang mendeskripsikan dan memaparkan data, fakta, serta angka empiris dari fenomena ekonomi yang sebenarnya terjadi tanpa menyusun generalisasi teori atau pertimbangan nilai.
Soal #9 • Pernyataan Positif vs Normatif Standar TKA Ekonomi

Di antara pernyataan ekonomi berikut, manakah yang merupakan contoh dari pernyataan ekonomi normatif (normative economics)?

A. Pemerintah seharusnya memberikan subsidi pupuk yang lebih besar kepada petani miskin untuk menegakkan keadilan sosial
B. Kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% menaikkan penerimaan pajak negara sebesar Rp60 triliun
C. Apabila harga beras di pasar naik sebesar 15%, maka jumlah permintaan beras akan mengalami penurunan sebesar 3%
D. Tingkat suku bunga acuan bank sentral yang dinaikkan sebesar 50 bps menyebabkan pelemahan pertumbuhan kredit
E. Peningkatan upah minimum provinsi sebesar 7% diiringi oleh kenaikan biaya variabel industri tekstil
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pernyataan positif menjelaskan fakta ‘apa yang terjadi’ (what is) berdasarkan data dan hukum sebab-akibat ilmiah. Pernyataan normatif mengandung pertimbangan nilai, opini etika, atau anjuran ‘apa yang seharusnya dilakukan’ (what ought to be), ditandai dengan kata ‘seharusnya’ atau ‘sebaiknya’.
Soal #10 • Klasifikasi Barang Pemuas Kebutuhan Standar TKA Ekonomi

Air mineral dalam kemasan botol yang dibeli di toko merupakan barang ekonomi karena memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya. Namun, apabila terjadi hujan lebat yang menimbulkan banjir bandang dan menggenangi permukiman sehingga menimbulkan malapetaka bagi warga, maka air banjir tersebut dikategorikan sebagai…

A. Barang illith
B. Barang bebas
C. Barang komplementer
D. Barang substitusi
E. Barang inferior
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Berdasarkan hubungannya dengan kesejahteraan manusia, barang illith adalah barang yang bila jumlahnya terbatas/sedikit memberikan manfaat, namun jika jumlahnya berlebihan justru menimbulkan kerugian/bencana bagi manusia (misalnya air saat banjir, api saat kebakaran).
Soal #11 • Mekanisme Pasar (Pergeseran Kurva Permintaan) Standar TKA Ekonomi

Faktor berikut yang akan menyebabkan kurva permintaan terhadap sepeda motor bergeser ke arah kanan luar (shift to the right) adalah…

A. Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai barang komplementernya
B. Kenaikan harga sepeda motor itu sendiri di pasar
C. Kenaikan tarif pajak penjualan atas barang mewah terhadap sepeda motor
D. Penurunan pendapatan rata-rata masyarakat secara drastis
E. Peningkatan biaya produksi suku cadang sepeda motor oleh pabrikan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pergeseran kurva permintaan (shifting) dipengaruhi oleh faktor non-harga barang itu sendiri. Penurunan harga barang komplementer (BBM turun) akan mendorong naiknya permintaan terhadap sepeda motor, sehingga seluruh kurva permintaan bergeser ke kanan.
Soal #12 • Fungsi Permintaan Linear Standar TKA Ekonomi

Pada saat harga buku tulis Rp10.000 per pak, jumlah barang yang diminta konsumen adalah 100 pak. Ketika harga naik menjadi Rp12.000 per pak, jumlah barang yang diminta turun menjadi 80 pak. Bentuk fungsi permintaan linear (Qd) barang tersebut adalah…

A. Qd = 200 – 0,01P
B. Qd = 200 + 0,01P
C. Qd = 100 – 0,02P
D. Qd = 250 – 0,01P
E. Qd = 150 – 0,05P
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus persamaan garis: (P – P1)/(P2 – P1) = (Q – Q1)/(Q2 – Q1).
Diketahui: P1 = 10.000, Q1 = 100; P2 = 12.000, Q2 = 80.
(P – 10.000)/(12.000 – 10.000) = (Q – 100)/(80 – 100)
(P – 10.000)/2.000 = (Q – 100)/(-20)
-20(P – 10.000) = 2.000(Q – 100)
-20P + 200.000 = 2.000Q – 200.000
2.000Q = 400.000 – 20P
Qd = 200 – 0,01P.
Soal #13 • Mekanisme Pasar (Hukum & Kurva Penawaran) Standar TKA Ekonomi

Kemiringan (slope) kurva penawaran normal selalu bernilai positif dari kiri bawah ke kanan atas. Makna ekonomis dari bentuk kurva penawaran tersebut adalah…

A. Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang yang bersedia diproduksi dan ditawarkan oleh produsen (ceteris paribus)
B. Semakin tinggi harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan karena daya beli masyarakat menurun
C. Penawaran barang tidak dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar melainkan semata-mata oleh teknologi
D. Produsen akan menahan pasokan barang ketika harga pasar melonjak tinggi demi keuntungan spekulasi
E. Biaya produksi per unit akan selalu menurun seiring bertambahnya jumlah barang yang dijual
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hukum penawaran menyatakan bahwa terdapat hubungan searah (positif) antara tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan produsen (ceteris paribus). Bila harga naik, potensi margin laba meningkat sehingga produsen terstimulasi menambah penawaran.
Soal #14 • Keseimbangan Pasar (Equilibrium) Standar TKA Ekonomi

Fungsi permintaan suatu produk dinyatakan dengan Qd = 60 – 2P dan fungsi penawarannya Qs = -20 + 3P. Titik harga (Pe) dan kuantitas keseimbangan pasar (Qe) yang tercipta adalah…

A. Pe = 16 dan Qe = 28
B. Pe = 16 dan Qe = 32
C. Pe = 20 dan Qe = 20
D. Pe = 20 dan Qe = 25
E. Pe = 25 dan Qe = 10
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Syarat keseimbangan pasar: Qd = Qs.
60 – 2P = -20 + 3P
60 + 20 = 3P + 2P
80 = 5P ⇒ Pe = 16.
Substitusi Pe ke fungsi Qd:
Qe = 60 – 2(16) = 60 – 32 = 28.
Jadi, harga keseimbangan Pe = 16 dan jumlah keseimbangan Qe = 28.
Soal #15 • Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Standar TKA Ekonomi

Fungsi permintaan suatu komoditas adalah Pd = 50 – 2Q dan fungsi penawarannya Ps = 10 + 2Q. Pemerintah menetapkan pajak spesifik sebesar t = Rp4 per unit barang. Berapakah harga (Pe’) dan kuantitas keseimbangan baru (Qe’) setelah pengenaan pajak?

A. Pe’ = Rp32 dan Qe’ = 9 unit
B. Pe’ = Rp30 dan Qe’ = 10 unit
C. Pe’ = Rp34 dan Qe’ = 8 unit
D. Pe’ = Rp28 dan Qe’ = 11 unit
E. Pe’ = Rp36 dan Qe’ = 7 unit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Fungsi penawaran setelah pajak: Pst = Ps + t = 10 + 2Q + 4 = 14 + 2Q.
Keseimbangan setelah pajak: Pd = Pst
50 – 2Q = 14 + 2Q
50 – 14 = 4Q ⇒ 36 = 4Q ⇒ Qe’ = 9 unit.
Mencari harga keseimbangan baru:
Pe’ = 50 – 2(9) = 50 – 18 = Rp32.
Soal #16 • Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Standar TKA Ekonomi

Fungsi permintaan dinyatakan dengan Pd = 80 – Q dan fungsi penawaran Ps = 20 + 2Q. Pemerintah memberikan subsidi spesifik sebesar s = Rp6 per unit kepada produsen. Jumlah kuantitas barang yang diperjualbelikan pada titik keseimbangan setelah subsidi adalah…

A. 22 unit
B. 18 unit
C. 20 unit
D. 24 unit
E. 26 unit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Fungsi penawaran setelah subsidi: Pss = Ps – s = 20 + 2Q – 6 = 14 + 2Q.
Keseimbangan setelah subsidi: Pd = Pss
80 – Q = 14 + 2Q
80 – 14 = 3Q
66 = 3Q ⇒ Qe’ = 22 unit.
(Harga setelah subsidi: Pe’ = 80 – 22 = Rp58 per unit).
Soal #17 • Elastisitas Harga Permintaan (Ed) Standar TKA Ekonomi

Ketika harga barang naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per unit, jumlah barang yang diminta konsumen berkurang dari 100 unit menjadi 60 unit. Koefisien elastisitas harga permintaannya (Ed) dan sifat elastisitasnya adalah…

A. Ed = 1,60 (Elastis)
B. Ed = 0,625 (Inelastis)
C. Ed = 1,00 (Uniter)
D. Ed = 2,50 (Elastis)
E. Ed = 0,40 (Inelastis)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus: Ed = |(ΔQ / ΔP) × (P1 / Q1)|.
ΔQ = 60 – 100 = -40; ΔP = 5.000 – 4.000 = 1.000; P1 = 4.000; Q1 = 100.
Ed = |(-40 / 1.000) × (4.000 / 100)| = |-0,04 × 40| = |-1,60| = 1,60.
Karena nilai |Ed| = 1,60 > 1, maka sifat permintaannya adalah ELASTIS.
Soal #18 • Elastisitas Silang (Cross Elasticity) Standar TKA Ekonomi

Hasil perhitungan koefisien elastisitas silang (Ec) antara komoditas teh dan kopi menunjukkan angka +1,75. Makna dari koefisien elastisitas silang tersebut adalah…

A. Teh dan kopi merupakan barang substitusi (saling menggantikan)
B. Teh dan kopi merupakan barang komplementer sempurna
C. Teh merupakan barang mewah sedangkan kopi merupakan barang kebutuhan pokok
D. Kenaikan harga teh akan menurunkan jumlah permintaan kopi di pasar
E. Kopi merupakan barang inferior bagi konsumen penikmat teh
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Elastisitas silang mengukur kepekaan permintaan barang X akibat perubahan harga barang Y. Jika Ec bernilai positif (Ec > 0), kenaikan harga barang Y memicu kenaikan permintaan barang X, yang berarti kedua barang tersebut bersifat SUBTITUSI (saling menggantikan).
Soal #19 • Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity) Standar TKA Ekonomi

Berdasarkan penelitian empiris, komoditas beras ubi kayu memiliki nilai koefisien elastisitas pendapatan (Ei) sebesar -0,45. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas tersebut dikategorikan sebagai…

A. Barang inferior
B. Barang superior / mewah
C. Barang normal pokok
D. Barang publik
E. Barang bebas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Elastisitas pendapatan (Ei):
– Jika Ei > 1: Barang Mewah (Superior)
– Jika 0 < Ei ≤ 1: Barang Kebutuhan Pokok (Normal)
– Jika Ei < 0: Barang INFERIOR (konsumsi barang justru menurun saat pendapatan masyarakat meningkat).
Soal #20 • Kebijakan Harga Maksimum (Ceiling Price) Standar TKA Ekonomi

Menjelang hari raya keagamaan, pemerintah menetapkan Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET / Ceiling Price) untuk minyak goreng curah di bawah harga keseimbangan pasar. Dampak ekonomis yang langsung muncul di pasar akibat kebijakan tersebut adalah…

A. Terjadinya kelebihan permintaan (shortage / excess demand) yang berpotensi memicu antrean dan pasar gelap
B. Terjadinya kelebihan penawaran (surplus barang) di gudang produsen
C. Produsen meningkatkan kapasitas produksi secara massal
D. Penurunan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah secara drastis
E. Kurva penawaran produsen bergeser tajam ke kanan bawah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Penetapan harga maksimum (ceiling price) di bawah harga ekuilibrium pasar menyebabkan jumlah barang yang diminta konsumen meningkat (karena harga murah), sementara produsen enggan memasok banyak barang. Akibatnya terjadi kelangkaan pasokan / kelebihan permintaan (excess demand/shortage) yang sering menimbulkan antrean dan pasar gelap (black market).
Soal #21 • Kebijakan Harga Minimum (Floor Price) Standar TKA Ekonomi

Tujuan utama pemerintah menerapkan kebijakan harga dasar (Floor Price / Harga Pembelian Pemerintah) pada komoditas gabah kering panen padi adalah untuk…

A. Melindungi produsen/petani dari kejatuhan harga gabah saat panen raya tiba
B. Menekan pengeluaran konsumen perkotaan dalam membeli beras
C. Mengurangi stok cadangan beras di gudang Perum Bulog
D. Mencegah petani menambah luasan lahan pertanian padi
E. Menghilangkan kewajiban pemberian subsidi pupuk bagi sektor pertanian
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Harga dasar (Floor price) ditetapkan di atas harga pasar keseimbangan dengan tujuan melindungi produsen (petani) agar tidak merugi akibat anjloknya harga hasil panen saat pasokan melimpah (panen raya).
Soal #22 • Surplus Konsumen & Surplus Produsen Standar TKA Ekonomi

Andi bersedia membayar tiket konser musik hingga Rp750.000 karena sangat menggemari grup musik tersebut. Ketika membeli di loket resmi, harga tiket ternyata ditetapkan sebesar Rp500.000. Selisih kepuasan moneter sebesar Rp250.000 yang dinikmati Andi dalam ilmu ekonomi disebut…

A. Surplus konsumen
B. Surplus produsen
C. Biaya marjinal
D. Deadweight loss
E. Pendapatan riil
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Surplus konsumen (consumer surplus) adalah selisih antara kesediaan maksimum konsumen untuk membayar suatu barang/jasa (willingness to pay) dengan harga aktual yang benar-benar ia bayarkan di pasar.
Soal #23 • Perilaku Konsumen (Hukum Gossen I) Standar TKA Ekonomi

Seseorang yang sedang kehausan merasa sangat puas saat meminum gelas air pertama. Gelas kedua masih terasa nikmat, namun pada gelas ketiga kepuasan tambahan yang diperoleh mulai berkurang, dan pada gelas kelima ia merasa kembung dan mual. Fenomena ini merupakan perwujudan dari…

A. Hukum Gossen I (The Law of Diminishing Marginal Utility)
B. Hukum Gossen II (Keseimbangan Kepuasan Multi-Barang)
C. Hukum Penawaran Tambahan (Say’s Law)
D. Hukum Engel mengenai pengeluaran konsumsi
E. Paradoks Nilai Adam Smith
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Hukum Gossen I menyatakan bahwa jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka kenikmatan/kepuasan tambahannya (Marginal Utility / MU) mula-mula tinggi namun lama-kelamaan akan semakin menurun hingga mencapai titik jenuh (nol) dan negatif.
Soal #24 • Perilaku Konsumen Kardinal (Hukum Gossen II) Standar TKA Ekonomi

Dalam pendekatan kardinal, seorang konsumen yang mengonsumsi dua macam barang (Barang X dan Barang Y) dengan anggaran terbatas akan mencapai kepuasan total maksimum (keseimbangan konsumen) apabila memenuhi syarat matematis…

A. MUx / Px = MUy / Py
B. MUx × Px = MUy × Py
C. TUx = TUy
D. MUx + MUy = Px + Py
E. Px / Py = TUx / TUy
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Keseimbangan konsumen kardinal (Hukum Gossen II) tercapai saat kepuasan marjinal per rupiah yang dikeluarkan untuk masing-masing barang bernilai sama, yakni MUx / Px = MUy / Py = … = MUn / Pn dengan kendala anggaran I = (Px × Qx) + (Py × Qy).
Soal #25 • Pendekatan Ordinal (Kurva Indiferensi) Standar TKA Ekonomi

Berikut adalah sifat-sifat kurva indiferensi (indifference curve) yang benar dalam teori perilaku konsumen ordinal, KECUALI…

A. Saling berpotongan satu sama lain di titik optimum kepuasan
B. Memiliki kemiringan (slope) negatif dari kiri atas ke kanan bawah
C. Cembung ke arah titik origin (nol) akibat Marginal Rate of Substitution yang menurun
D. Kurva yang terletak lebih jauh dari titik origin menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi
E. Menggambarkan kombinasi konsumsi dua barang yang menghasilkan tingkat kepuasan sama
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kurva indiferensi TIDAK BOLEH saling berpotongan satu sama lain karena akan melanggar aksioma konsistensi dan transitivitas preferensi konsumen.
Soal #26 • Garis Anggaran (Budget Line) Standar TKA Ekonomi

Apabila pendapatan nominal seorang konsumen meningkat sebesar 100% sementara harga barang X dan harga barang Y tidak mengalami perubahan sama sekali, maka perubahan yang terjadi pada kurva garis anggaran (budget line) adalah…

A. Bergeser sejajar ke kanan luar (menjauhi titik origin)
B. Bergeser sejajar ke kiri bawah (mendekati titik origin)
C. Berotasi ke dalam dengan poros pada sumbu barang X
D. Berotasi ke luar dengan poros pada sumbu barang Y
E. Kemiringan (slope) garis anggaran bertambah curam sebesar dua kali lipat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Garis anggaran dinyatakan dengan rumus I = Px.X + Py.Y. Jika pendapatan (I) meningkat sementara harga relatif (Px/Py) tetap konstan, maka daya beli untuk kedua barang meningkat secara proporsional. Kurva budget line bergeser sejajar ke kanan luar tanpa mengubah kemiringannya (slope).
Soal #27 • Teori Produksi (The Law of Diminishing Returns) Standar TKA Ekonomi

Hukum pertambahan hasil yang semakin menurun (The Law of Diminishing Returns) yang dikemukakan oleh David Ricardo menyatakan bahwa…

A. Jika satu faktor produksi variabel terus ditambahkan pada sejumlah faktor produksi tetap, mula-mula output total bertambah cepat, namun setelah titik tertentu penambahan output marjinal akan semakin menurun
B. Biaya produksi total per unit akan selalu menurun drastis apabila skala pabrik diperbesar tanpa batas
C. Penggunaan teknologi modern akan selalu menghasilkan produktivitas tenaga kerja yang meningkat secara eksponensial
D. Penurunan harga bahan baku akan memicu penurunan kualitas barang yang dihasilkan secara proporsional
E. Tingkat upah tenaga kerja akan menurun seiring dengan bertambahnya jam lembur pekerja pabrik
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
The Law of Diminishing Marginal Returns: Apabila faktor produksi variabel (misal tenaga kerja) ditambahkan secara terus-menerus pada faktor produksi tetap (misal sebidang tanah atau mesin pabrik), mula-mula produksi marjinal (MP) meningkat, namun melampaui titik tertentu penambahan hasil marjinalnya justru semakin berkurang dan akhirnya bernilai negatif.
Soal #28 • Teori Produksi (Isokuan & Isokos) Standar TKA Ekonomi

Kombinasi penggunaan dua faktor produksi variabel (tenaga kerja L dan modal K) yang menghasilkan biaya minimum (least cost combination) oleh produsen dicapai pada kondisi…

A. Titik singgung antara kurva isokuan (isoquant) dengan garis isokos (isocost)
B. Titik perpotongan antara kurva biaya rata-rata (AC) dengan biaya marjinal (MC)
C. Saat kurva isokuan memotong tegak lurus garis isokos di kuadran pertama
D. Ketika total produksi fisik (TP) sama persis dengan total biaya tetap (TFC)
E. Saat seluruh anggaran dialokasikan hanya untuk tenaga kerja tanpa modal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Keseimbangan produsen dengan biaya terendah (least cost combination) tercapai pada titik singgung kurva isokuan (kurva kombinasi input dengan output sama) dan kurva isokos (garis kombinasi input dengan total biaya sama), di mana MRTS_LK = P_L / P_K.
Soal #29 • Teori Biaya Produksi (AC, AFC, AVC) Standar TKA Ekonomi

Sebuah bengkel manufaktur memiliki fungsi biaya total TC = 1.000 + 40Q + Q². Apabila perusahaan memproduksi sebanyak 20 unit barang, berapakah besarnya Biaya Rata-rata (Average Cost / AC) per unit?

A. Rp110
B. Rp90
C. Rp80
D. Rp70
E. Rp60
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Biaya Total pada Q = 20:
TC = 1.000 + 40(20) + (20)²
TC = 1.000 + 800 + 400 = Rp2.200.
Biaya Rata-rata (AC):
AC = TC / Q = 2.200 / 20 = Rp110 per unit.
Soal #30 • Biaya Marjinal (Marginal Cost) Standar TKA Ekonomi

Fungsi total biaya sebuah pabrik konveksi dirumuskan dengan TC = 2Q² + 10Q + 500. Besarnya Biaya Marjinal (Marginal Cost / MC) saat memproduksi sebanyak 15 unit pakaian adalah…

A. Rp70
B. Rp60
C. Rp50
D. Rp40
E. Rp30
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Biaya marjinal (MC) merupakan turunan pertama dari fungsi biaya total (TC) terhadap Q:
MC = d(TC)/dQ = d(2Q² + 10Q + 500)/dQ = 4Q + 10.
Untuk Q = 15:
MC = 4(15) + 10 = 60 + 10 = Rp70.
Soal #31 • Laba Maksimum Produsen (MR = MC) Standar TKA Ekonomi

Sebuah perusahaan di pasar persaingan tidak sempurna menghadapi fungsi penerimaan marjinal MR = 120 – 4Q dan fungsi biaya marjinal MC = 20 + Q. Kuantitas output (Q) yang harus diproduksi agar perusahaan memperoleh laba maksimum adalah…

A. 20 unit
B. 18 unit
C. 25 unit
D. 15 unit
E. 30 unit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Syarat laba maksimum (profit maximization): MR = MC.
120 – 4Q = 20 + Q
120 – 20 = Q + 4Q
100 = 5Q ⇒ Q = 20 unit.
Soal #32 • Struktur Pasar (Monopolistik vs Persaingan Sempurna) Standar TKA Ekonomi

Pasar sampo, sabun mandi, dan pasta gigi di Indonesia memiliki banyak produsen dan konsumen, namun masing-masing produsen mengandalkan merek, kemasan, aroma, dan formula khusus untuk membedakan produknya. Struktur pasar komoditas tersebut diklasifikasikan sebagai…

A. Pasar persaingan monopolistik
B. Pasar monopoli murni
C. Pasar oligopoli murni
D. Pasar monopsoni
E. Pasar persaingan sempurna
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Ciri khas pasar persaingan monopolistik adalah: (1) terdapat banyak penjual dan pembeli, (2) produk yang dijual serupa tetapi terdiferensiasi (product differentiation), (3) bebas keluar masuk pasar, (4) persaingan non-harga (iklan dan merek) sangat intensif.
Soal #33 • Pendapatan Nasional (Disposable Income) Standar TKA Ekonomi

Data agregat pendapatan nasional suatu negara (dalam triliun rupiah):
– Gross Domestic Product (GDP): Rp1.500
– Pendapatan WNA di dalam negeri: Rp120
– Pendapatan WN di luar negeri: Rp70
– Penyusutan (Depresiasi): Rp80
– Pajak tidak langsung: Rp60
– Laba ditahan & Iuran asuransi: Rp40
– Transfer payment pemerintah: Rp30
– Pajak langsung: Rp50
Besarnya Pendapatan Disposabel (Disposable Income / DI) negara tersebut adalah…

A. Rp1.250 Triliun
B. Rp1.190 Triliun
C. Rp1.290 Triliun
D. Rp1.350 Triliun
E. Rp1.450 Triliun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tahapan perhitungan pendapatan nasional:
1. GNP = GDP + Pendapatan WN LN – Pendapatan WNA DN = 1.500 + 70 – 120 = Rp1.450 T.
2. NNP = GNP – Penyusutan = 1.450 – 80 = Rp1.370 T.
3. NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung = 1.370 – 60 = Rp1.310 T.
4. PI = NNI – Laba Ditahan/Asuransi + Transfer Payment = 1.310 – 40 + 30 = Rp1.300 T.
5. DI = PI – Pajak Langsung = 1.300 – 50 = Rp1.250 Triliun.
Soal #34 • Pendekatan Pengeluaran Pendapatan Nasional Standar TKA Ekonomi

Diketahui komponen agregat perekonomian suatu negara: konsumsi rumah tangga (C) = Rp800 T, investasi swasta (I) = Rp350 T, pengeluaran belanja pemerintah (G) = Rp450 T, ekspor (X) = Rp250 T, dan impor (M) = Rp180 T. Besarnya Pendapatan Nasional dengan metode pengeluaran adalah…

A. Rp1.670 Triliun
B. Rp1.530 Triliun
C. Rp1.850 Triliun
D. Rp1.420 Triliun
E. Rp1.920 Triliun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rumus pendekatan pengeluaran:
Y = C + I + G + (X – M)
Y = 800 + 350 + 450 + (250 – 180)
Y = 1.600 + 70 = Rp1.670 Triliun.
Soal #35 • Distribusi Pendapatan (Koefisien Gini) Standar TKA Ekonomi

Koefisien Gini negara X dilaporkan sebesar 0,28, sedangkan koefisien Gini negara Y tercatat sebesar 0,54. Kesimpulan yang tepat mengenai perbandingan distribusi pendapatan kedua negara adalah…

A. Negara X memiliki distribusi pendapatan dengan ketimpangan rendah, sedangkan negara Y memiliki ketimpangan pendapatan yang tinggi
B. Negara X memiliki tingkat ketimpangan ekstrem mendekati ketimpangan mutlak dibandingkan negara Y
C. Pendapatan per kapita negara Y dipastikan dua kali lipat lebih besar dibanding negara X
D. Negara X berada dalam kondisi kemiskinan struktural yang lebih parah dibandingkan negara Y
E. Kurva Lorenz negara Y berada lebih dekat dengan garis diagonal kemerataan sempurna daripada negara X
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Rentang Koefisien Gini bernilai 0 hingga 1. Makin mendekati 0, distribusi pendapatan makin merata (Gini < 0,40 = ketimpangan rendah). Makin mendekati 1, ketimpangan makin tinggi (Gini > 0,50 = ketimpangan tinggi). Jadi negara X (0,28) ketimpangan rendah, negara Y (0,54) ketimpangan tinggi.
Soal #36 • Konsumsi, Tabungan & Angka Pengganda (Multiplier) Standar TKA Ekonomi

Fungsi konsumsi suatu negara dirumuskan dengan C = 300 + 0,80Y. Apabila pemerintah menambah pengeluaran investasi otonom (ΔI) sebesar Rp50 triliun, maka peningkatan total Pendapatan Nasional (ΔY) yang tercipta melalui efek pengganda (multiplier effect) adalah…

A. Rp250 Triliun
B. Rp200 Triliun
C. Rp150 Triliun
D. Rp100 Triliun
E. Rp500 Triliun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dari fungsi C = 300 + 0,80Y, diketahui Marginal Propensity to Consume (MPC) = b = 0,80.
Marginal Propensity to Save (MPS) = 1 – MPC = 1 – 0,80 = 0,20.
Angka pengganda investasi: k = 1 / MPS = 1 / 0,20 = 5.
Pertambahan pendapatan nasional: ΔY = k × ΔI = 5 × Rp50 T = Rp250 Triliun.
Soal #37 • Inflasi & Indeks Harga Konsumen (IHK) Standar TKA Ekonomi

Indeks Harga Konsumen (IHK) suatu kota pada akhir tahun 2024 adalah 120,00 dan pada akhir tahun 2025 meningkat menjadi 127,20. Besarnya laju inflasi tahun 2025 dan golongannya adalah…

A. 6,0% (Inflasi Ringan)
B. 7,2% (Inflasi Ringan)
C. 12,0% (Inflasi Sedang)
D. 5,5% (Inflasi Ringan)
E. 8,0% (Inflasi Ringan)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Laju Inflasi = [(IHK_t – IHK_t-1) / IHK_t-1] × 100%
Laju Inflasi = [(127,20 – 120,00) / 120,00] × 100% = [7,20 / 120,00] × 100% = 6,0%.
Berdasarkan keparahannya: inflasi < 10% per tahun termasuk dalam kategori INFLASI RINGAN.
Soal #38 • Teori Kuantitas Uang (Irving Fisher) Standar TKA Ekonomi

Menurut Teori Kuantitas Uang Irving Fisher M × V = P × T, apabila jumlah uang yang beredar dalam perekonomian adalah Rp500 triliun, kecepatan peredaran uang (V) adalah 4 kali, dan volume transaksi output riil (T) adalah 40 miliar unit, maka tingkat harga umum (P) adalah…

A. Rp50.000
B. Rp40.000
C. Rp30.000
D. Rp25.000
E. Rp20.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Persamaan Irving Fisher: M × V = P × T
P = (M × V) / T
P = (Rp500.000.000.000.000 × 4) / 40.000.000.000
P = Rp2.000.000.000.000.000 / 40.000.000.000 = Rp50.000 per unit.
Soal #39 • Kebijakan Moneter Kontraksioner Standar TKA Ekonomi

Ketika perekonomian mengalami tekanan inflasi yang tinggi (overheating), Bank Indonesia dapat menerapkan instrumen kebijakan moneter ketat (tight money policy) berupa…

A. Menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dan menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
B. Menurunkan tingkat rasio cadangan kas minimum (cash ratio) bank umum
C. Membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari masyarakat untuk menambah likuiditas
D. Mempermudah persyaratan pemberian kredit perbankan kepada sektor UMKM
E. Menurunkan suku bunga diskonto pinjaman fasilitas bank sentral
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kebijakan moneter kontraktif untuk meredam inflasi dilakukan dengan menyerap kelebihan likuiditas: (1) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate/politik diskonto), (2) menjual surat berharga (operasi pasar terbuka), dan (3) menaikkan giro wajib minimum/cadangan kas.
Soal #40 • Kebijakan Fiskal Ekspansif Standar TKA Ekonomi

Dalam kondisi resesi ekonomi di mana daya beli masyarakat melemah dan angka pengangguran meningkat, instrumen kebijakan fiskal ekspansif yang paling tepat diambil oleh pemerintah adalah…

A. Meningkatkan belanja pengeluaran pemerintah (government spending) dan menurunkan tarif pajak
B. Mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur dan menaikkan tarif pajak pertambahan nilai
C. Menaikkan penerimaan pajak penghasilan dan menunda pencairan bantuan sosial
D. Membekukan pengeluaran APBN dan menaikkan tarif cukai tembakau
E. Mengurangi transfer dana ke daerah demi menjaga surplus anggaran belanja negara
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Kebijakan fiskal ekspansif ditujukan untuk menggerakkan roda perekonomian saat resesi melalui dua jalur: meningkatkan belanja pemerintah (G naik untuk membuka proyek & bansos) serta menurunkan beban pajak (pajak turun agar pendapatan siap konsumsi masyarakat meningkat).
Soal #41 • Ketenagakerjaan (Pengangguran Struktural) Standar TKA Ekonomi

Akibat perkembangan pesat digitalisasi sistem perbankan dan transaksi nontunai (QRIS/Mobile Banking), puluhan ribu staf teller dan administrasi loket perbankan diberhentikan karena keahlian manual mereka tidak lagi sesuai dengan tuntutan sistem kecerdasan buatan. Jenis pengangguran yang dialami para mantan pekerja tersebut adalah…

A. Pengangguran struktural
B. Pengangguran friksional
C. Pengangguran siklis (konjungtur)
D. Pengangguran musiman
E. Pengangguran terselubung
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi (misal otomasi teknologi, mekanisasi) yang menyebabkan adanya ketidakcocokan (mismatch) antara kualifikasi/keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan industri baru.
Soal #42 • Pertumbuhan vs Pembangunan Ekonomi Standar TKA Ekonomi

Perbedaan mendasar antara konsep pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan pembangunan ekonomi (economic development) terletak pada kenyataan bahwa…

A. Pembangunan ekonomi selalu memperhatikan pemerataan pendapatan, peningkatan kualitas hidup (HDI), dan perubahan struktur sosial-kelembagaan, sedangkan pertumbuhan ekonomi hanya mengukur peningkatan PDB secara kuantitatif
B. Pertumbuhan ekonomi selalu melibatkan perubahan kelembagaan sosial, sedangkan pembangunan ekonomi hanya berfokus pada pertambahan output industri
C. Pembangunan ekonomi hanya terjadi di negara maju, sedangkan pertumbuhan ekonomi hanya berlangsung di negara berkembang
D. Pertumbuhan ekonomi berorientasi jangka panjang, sedangkan pembangunan ekonomi merupakan program jangka pendek tahunan
E. Pembangunan ekonomi tidak memperhitungkan pertambahan jumlah penduduk, sedangkan pertumbuhan ekonomi sangat memperhitungkannya
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pertumbuhan ekonomi bersifat kuantitatif murni (kenaikan nilai output riil/PDB tanpa memandang distribusi). Pembangunan ekonomi bersifat kualitatif dan multidimensi: peningkatan output yang dibarengi pemerataan pendapatan, pengurangan kemiskinan, reformasi kelembagaan, serta perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM/HDI).
Soal #43 • Lembaga Keuangan (Bank Sentral / Bank Indonesia) Standar TKA Ekonomi

Berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah, tujuan tunggal dari Bank Indonesia selaku bank sentral Republik Indonesia adalah…

A. Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
B. Menyalurkan kredit modal usaha seluas-luasnya kepada masyarakat miskin
C. Menghimpun dana simpanan deposito dari nasabah ritel dan korporasi
D. Mencetak laba devisa setinggi-tingginya untuk menyokong APBN
E. Mengambil alih seluruh kepemilikan saham bank-bank swasta nasional
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Tujuan tunggal Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan ini mencakup dua aspek: kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa (laju inflasi) serta kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain (kurs valuta asing).
Soal #44 • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Standar TKA Ekonomi

Lembaga independen yang dibentuk berdasarkan UU No. 21 Tahun 2011 dengan tugas utama mengatur dan mengawasi kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, serta lembaga pembiayaan adalah…

A. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
B. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
C. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
D. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
E. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga negara independen yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan di Indonesia.
Soal #45 • Perdagangan Internasional (Keunggulan Komparatif) Standar TKA Ekonomi

Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) yang dirumuskan oleh David Ricardo menyatakan bahwa perdagangan internasional tetap saling menguntungkan kedua negara apabila…

A. Masing-masing negara berspesialisasi memproduksi barang yang memiliki keunggulan biaya peluang (opportunity cost) relatif lebih rendah
B. Salah satu negara memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi seluruh jenis komoditas perdagangan
C. Pemerintah kedua negara menerapkan tarif bea masuk impor yang sama tingginya
D. Kedua negara menggunakan mata uang yang sama dalam seluruh transaksi bilateral
E. Tingkat upah tenaga kerja buruh di kedua negara berada pada standar nominal yang seragam
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
David Ricardo menyempurnakan teori Adam Smith dengan menyatakan bahwa meskipun suatu negara kalah efisien (tidak punya keunggulan mutlak) dalam memproduksi semua barang, perdagangan internasional tetap menguntungkan jika negara tersebut berspesialisasi pada komoditas dengan keunggulan komparatif, yaitu barang dengan biaya peluang (opportunity cost) terendah.
Soal #46 • Neraca Pembayaran Internasional Standar TKA Ekonomi

Komponen neraca pembayaran yang mencatat seluruh transaksi ekspor dan impor barang (neraca perdagangan), ekspor dan impor jasa, penerimaan pendapatan investasi, serta transfer unilateral penduduk antarnegara dicatat dalam…

A. Neraca transaksi berjalan (Current Account)
B. Neraca lalu lintas modal (Capital Account)
C. Neraca finansial (Financial Account)
D. Cadangan devisa resmi (Official Reserve)
E. Pos selisih perhitungan neto (Errors and Omissions)
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Neraca transaksi berjalan (current account) membukukan arus transaksi riil: neraca perdagangan barang (ekspor-impor merchandise), neraca jasa (freight, pariwisata), pendapatan primer (gaji & return modal), dan pendapatan sekunder (hibah/remitansi).
Soal #47 • Kebijakan Perdagangan Internasional (Dumping) Standar TKA Ekonomi

Suatu negara menjual produk baja di pasar luar negeri dengan harga Rp8.000.000/ton, sementara di pasar dalam negerinya sendiri baja tersebut dijual seharga Rp12.000.000/ton demi memperluas pangsa pasar global. Kebijakan diskriminasi harga internasional semacam ini disebut…

A. Dumping
B. Tarif proteksionisme
C. Kuota impor
D. Embargo perdagangan
E. Premi ekspor
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Dumping adalah praktik diskriminasi harga internasional di mana produsen menjual komoditas di pasar luar negeri dengan harga yang lebih murah daripada harga jual di pasar dalam negerinya sendiri dengan tujuan menguasai pasar asing.
Soal #48 • Kurs Valuta Asing & Neraca Perdagangan Standar TKA Ekonomi

Apabila nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi (pelemahan nilai) terhadap Dolar Amerika Serikat dari Rp15.000/USD menjadi Rp16.500/USD, maka dampak teoritis yang paling mungkin terjadi terhadap perdagangan internasional Indonesia adalah…

A. Harga produk ekspor Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga volume ekspor terdorong naik
B. Harga produk impor luar negeri menjadi semakin murah bagi masyarakat domestik Indonesia
C. Defisit neraca perdagangan Indonesia dipastikan akan membengkak secara drastis
D. Permintaan masyarakat terhadap produk impor barang elektronik akan melonjak tinggi
E. Eksportir Indonesia akan menderita kerugian moneter karena penerimaan valuta asing menurun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pelemahan nilai mata uang domestik (depresiasi kurs) membuat harga barang ekspor menjadi relatif lebih murah dalam mata uang asing, sehingga daya saing komoditas ekspor meningkat dan volume ekspor terdorong naik. Sebaliknya, barang impor menjadi lebih mahal bagi konsumen lokal.
Soal #49 • Persamaan Dasar Akuntansi Standar TKA Ekonomi

Perusahaan Jasa Angkut ‘Lancar Jaya’ membeli sebuah mobil pikap operasional seharga Rp120.000.000. Pembayaran dilakukan secara tunai sebesar Rp40.000.000 dan sisanya dibayar secara kredit selama 12 bulan. Pengaruh transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas) adalah…

A. Kas (-) Rp40.000.000, Kendaraan (+) Rp120.000.000, dan Utang Usaha (+) Rp80.000.000
B. Kas (-) Rp40.000.000, Kendaraan (+) Rp120.000.000, dan Modal Pemilik (+) Rp80.000.000
C. Kas (-) Rp120.000.000 dan Kendaraan (+) Rp120.000.000 tanpa perubahan liabilitas
D. Kendaraan (+) Rp120.000.000 dan Utang Usaha (+) Rp120.000.000 tanpa memengaruhi kas
E. Kas (+) Rp40.000.000, Kendaraan (+) Rp80.000.000, dan Modal Pemilik (-) Rp120.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Analisis transaksi:
1. Kas (Aset) berkurang Rp40.000.000 karena dibayar tunai.
2. Kendaraan (Aset) bertambah senilai harga perolehan Rp120.000.000.
3. Utang Usaha (Liabilitas) bertambah Rp80.000.000 atas sisa yang belum dibayar.
Persamaan akuntansi tetap seimbang: ΔAset (+Rp80.000.000) = ΔLiabilitas (+Rp80.000.000).
Soal #50 • Jurnal Umum (General Journal) Standar TKA Ekonomi

Pada tanggal 15 Maret 2025, Bengkel Otomotif ‘Prima’ telah menyelesaikan perbaikan mesin truk milik PT Sumber Makmur senilai Rp8.500.000. Dari jumlah tersebut, pelanggan membayar tunai sebesar Rp3.500.000 dan sisanya berjanji akan dilunasi akhir bulan. Pencatatan jurnal umum yang tepat adalah…

A. Kas (D) Rp3.500.000; Piutang Usaha (D) Rp5.000.000; Pendapatan Jasa (K) Rp8.500.000
B. Kas (D) Rp8.500.000; Pendapatan Jasa (K) Rp8.500.000
C. Piutang Usaha (D) Rp8.500.000; Pendapatan Jasa (K) Rp3.500.000; Kas (K) Rp5.000.000
D. Kas (D) Rp3.500.000; Utang Usaha (D) Rp5.000.000; Modal Usaha (K) Rp8.500.000
E. Pendapatan Jasa (D) Rp8.500.000; Kas (K) Rp3.500.000; Piutang Usaha (K) Rp5.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Aturan debit-kredit:
– Kas (Aset) bertambah di Debet: Rp3.500.000
– Piutang Usaha (Aset) bertambah di Debet: Rp5.000.000
– Pendapatan Jasa bertambah di Kredit: Rp8.500.000.
Soal #51 • Jurnal Penyesuaian (Beban Dibayar di Muka) Standar TKA Ekonomi

Pada tanggal 1 Oktober 2024, perusahaan membayar premi asuransi kebakaran gedung kantor untuk jangka waktu satu tahun (12 bulan) sebesar Rp12.000.000 dan dicatat dalam akun ‘Asuransi Dibayar di Muka’ (pendekatan neraca). Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2024 adalah…

A. Beban Asuransi (D) Rp3.000.000; Asuransi Dibayar di Muka (K) Rp3.000.000
B. Asuransi Dibayar di Muka (D) Rp3.000.000; Beban Asuransi (K) Rp3.000.000
C. Beban Asuransi (D) Rp9.000.000; Asuransi Dibayar di Muka (K) Rp9.000.000
D. Asuransi Dibayar di Muka (D) Rp9.000.000; Beban Asuransi (K) Rp9.000.000
E. Kas (D) Rp3.000.000; Beban Asuransi (K) Rp3.000.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Pencatatan awal menggunakan pendekatan harta/neraca (Asuransi Dibayar di Muka).
Periode yang telah terlewati/kadaluarsa (menjadi beban) dari 1 Okt s.d. 31 Des 2024 adalah 3 bulan.
Beban Asuransi = (3 / 12) × Rp12.000.000 = Rp3.000.000.
Jurnal Penyesuaian: mendebet Beban Asuransi Rp3.000.000 dan mengkredit Asuransi Dibayar di Muka Rp3.000.000.
Soal #52 • Laporan Keuangan (Laba Bersih Usaha) Standar TKA Ekonomi

Data keuangan Biro Konsultan Pajak ‘Amanah’ pada akhir periode buku:
– Pendapatan Jasa Konsultasi: Rp95.000.000
– Pendapatan Bunga Bank: Rp2.500.000
– Beban Gaji Karyawan: Rp32.000.000
– Beban Sewa Kantor: Rp15.000.000
– Beban Listrik, Air & Internet: Rp6.500.000
– Beban Penyusutan Peralatan: Rp4.000.000
– Pengambilan Pribadi (Prive) Pemilik: Rp5.000.000
Berdasarkan data tersebut, besarnya Laba Bersih Usaha (Net Profit) periode berjalan adalah…

A. Rp40.000.000
B. Rp35.000.000
C. Rp45.000.000
D. Rp37.500.000
E. Rp42.500.000
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan

Jawaban: A

Pembahasan:
Laba Bersih dihitung dari Total Pendapatan dikurangi Total Beban operasional & non-operasional (Prive TIDAK termasuk beban usaha karena merupakan pengurangan ekuitas di Laporan Perubahan Modal):
Total Pendapatan = Rp95.000.000 + Rp2.500.000 = Rp97.500.000.
Total Beban = Rp32.000.000 + Rp15.000.000 + Rp6.500.000 + Rp4.000.000 = Rp57.500.000.
Laba Bersih = Rp97.500.000 – Rp57.500.000 = Rp40.000.000.

Temukan Semua Soal TKA Ekonomi yang Kamu Butuhkan Di Sini!

banner tka ekonomi

Pelajari teori ekonomi, konsep pasar, hingga isu makro melalui latihan soal lengkap di utbk.or.id. Setiap soal tersedia dengan pembahasan ringkas agar mudah diaplikasikan dalam ujian. Bersama utbk.or.id, kamu bisa membangun strategi belajar yang efektif dan siap menghadapi TKA Ekonomi dengan percaya diri.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
X
Cara Mudah Beli Paket Soal!
Kategori

Ikuti Simulasi TKA berbasis CAT, Gratis! Klik Disini

Butuh Bantuan?